cover
Contact Name
Ali Rakhman Hakim
Contact Email
alirakhmanhakim@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
cendekiamengabdi@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading RT.01 RW.01, Kota Banjarbaru, 70714, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Majalah Cendekia Mengabdi
ISSN : -     EISSN : 2987419X     DOI : -
Majalah Cendekia Mengabdi menerbitkan artikel hasil dari pengabdian kepada masyarakat, pemberdayaan masyarakat, kuliah kerja nyata (KKN), PKL Komunitas, dan bina desa dari semua bidang ilmu.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 151 Documents
Penerapan Standar Asuhan Keperawtan (Sak) 10 Diagnosa Keperawatan Dalam Pelaksanaan Manajemen Keperawatan Di Ruang Alamanda Rsu HI. M. Yusuf Kotabumi Nashiratunnisa, Ratu Siti; Wulandari, Rizki Yeni; Surmiasih, Surmiasih; Zuriati, Zuriati
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 2 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v2i2.375

Abstract

Pendahuluan: Standar asuhan keperawatan berfungsi sebagai pedoman maupun tolak ukur dalam pelaksanaan praktek keperawatan. Dampak Jika SAK 10 diagnosa keperawatan tidak ada maka dapat terjadinya kesalahan dalam pemberian asuhan keperawatan. Hasil studi pendahuluan diperoleh data bahwa diruangan sudah terdapat SAK 10 diagnosa hanya saja belum adanya media edukasi terkait SAK 10 diagnosa, serta berdasarkan wawancara kepada perawat pengetahuan perawat tentang SAK 10 diagnosa masih kurang, dan mereka mengatakan belum tau apa itu SAK 10 diagnosa dan belum pernah dijelaskan media untuk SAK 10 diagnosa. Tujuan: untuk melakukan Penerapan SAK 10 diagnosa keperawatan dalam pelaksanaan manajemen keperawatan Di Ruang Alamanda  RSU Hi. M. Yusuf Kotabumi. Metode: Metode pengumpulan data dengan Tanya jawab Bersama Perawat dan Kepala Ruangan., Study Literature dengan melihat fenomena dan kaitan dengan Pelaksanaan SAK 10 diagnosa keperawatan  pada Pasien dalam Melaksanakan Manajemen Asuhan keperawatan. Dan Observasi/pengamatan dalam melakukan tindakan manajemen keperawatan. Hasil:  Hasil Pengkajian pada Fungsi Patient Care delivery Belum optimalnya media edukasi 10 diagnosa keperawatan (SAK) di ruangan, dan dilakukan implementasi yaitu Membuat media edukasi  berupa leaflet 10 Diagnosa keperawatan yang sering muncul di ruangan dan Melakukan sosialisasi , Hasil kegiatan Diagnosa keperawatan yang sering muncul sudah terbuat dan tersedia media edukasi berupa leaflet 10 diagnosa yang sering muncul di ruangan perawat. Simpulan: Diharapkan Mempertimbangkan 10 diagnosa utama yang telah di buat Untuk menilai kualitas pelayanan keperawatan diperlukan adanya standar praktik keperawatan yang merupakan pedoman bagi perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan yang diwujudkan dalam bentuk proses keperawatan baik dari pengkajian sampai evaluasi.
Pelasanaan Discharge Planning Dengan Media Booklet Pada Pasien Pulang Oleh Perawat Di Rsu HI. M. Yusuf Kotabumi Hendrawan, Frenky; Wulandari, Rizki Yeni; Elasari, Yunina; Palupi, Rini
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 2 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v2i2.376

Abstract

Pendahuluan: Di Indonesia sebanyak 61% perawat tidak melakukan perencanaan pulang. Perawat merupakan salah satu tenaga kesehatan yang secara langsung terlibat dalam pelaksanaan discharge planning. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan perawat di RSU Hi. M. Yusuf Kotabumi Lampung menunjukkan bahwa discharge planning belum dapat dilakukan secara optimal karena tingginya beban kerja perawat, kurangnya pemahaman perawat terhadap prosedur yang telah ditetapkan. Tujuan: Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui Efektifitas Penyuluhan Media Booklet Terhadap Pelaksanaan Disharge Planning Pasien Pulang Oleh Perawat Di Ruang Alamanda  RSU Hi. M. Yusuf Kotabumi. Metode: Metode pengumpulan data karya ilmiah ini dengan Cara yang digunakan dalam mengumpulkan penyusunan penulisan yaitu : Pengumpulan data dengan Tanya jawab Bersama Perawat dan Kepala Ruangan., Study Literature dengan melihat fenomena dan kaitan dengan Pelaksanaan discharge planning pada Pasien dalam Melaksanakan Manajemen Asuhan keperawatan. Dan Observasi/pengamatan dalam melakukan tindakan manajemen keperawatan. Hasil:  Hasil observasi pada Fungsi Patient Care delivery Belum optimal pelaksanaan Disharge Planning pasien pulang oleh perawat menggunakan media booklet, dan dilakukan implementasi yaitu Menyediakan dan membuat media booklet tentang alur dan tahapan discharge planning dan Melakukan sosialisasi  , Hasil kegiatan Media booklet sudah tersedia tentang alur dan tahapan discharge planning sudah dilakukan diruang alamanda dan kegiatan sosialisasi tentang alur dan tahapan discharge planning sudah dilakukan diruang alamanda. Simpulan: Diharapkan perawat ruangan dapat menjadikan acuan dasar keterlibatan dan tolok ukur kepala ruangan serta staf keperawatan lainnya dalam mengoptimalkan Discharge Planning pada Pasien dalam Melaksanakan Manajemen Asuhan keperawatan untuk meningkatkan keselamatan pasien.
Penerapan Fungsi Pengarahan (Pre Dan Post Conference) Di Rawat Inap Rumah Sakit M. Yusuf Kotabumi Tahun 2023 Hermawan, Agung; Wulandari, Rizki Yeni; Elasari, Yunina; Agustriyani, Feri
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 2 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v2i2.381

Abstract

Pendahuluan:  Pelayanan keperawatan di Indonesiasaat ini masih dalam suatu proses profesionalisasi. Salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan asuhan keperawatan yang bermutu dan professional dengan menerapkan pre conference dan post conference sebagai komunikasi antar perawat. Penerapan pre conference dan post conference dalam keperawatan sangat berkaitan dengan pelaksanaan asuhan keperawatan khususnya pendokumentasian keperawatan. Tujuan: Tujuannya menjelaskan penerapan fungsi pengarahan Managemen Keperawatan dalam pelaksanaanPre dan Post Conference Terhadap Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Di Rawat Inap Rumah Sakit M. Yusuf Kotabumi. Metode: Penelitian ini dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui prose wawancara, observasi dan pengkajian di ruang Melati RS M yusuf pada tanggal 15 Oktober 2023 – 28 Oktober 2023.Pengkajian dilakukan pada 10 orang perawat yang berdinas di Ruangan Melati. Pengkajian yang dilakukan yaitu mengenai data umum dan masalah yang berhubungan dengan manajemen keperawatan di Ruangan Melati yang berkaitan dengan fungsi pengarahan (pre dan post conference). Metode observasi dilakukan secara langsung melakukan analisis kajian ruang Melati. Hasil:  Hasil evaluasi menunjukkan dengan penerapan Pre dan Post Conference maka masalah managemen keperawatan teratasi perawat telah memahami pentingnya pelaksanaan pre dan post conferencedengan baik sesuai alur. Simpulan: Simpulan dan saran perlu upaya peran serta managemen Rumah Sakit untuk mengadakan progran pelatihan dan diharapkan perawat di ruang Melati melanjutkan dan menerapkan inovasi yang telah dipraktekkan mahasiswa dalam melaksanakan managemen keperawatan.
Terapi Aktivitas Kelompok Tebak Benda Pada Lansia Di Panti Perlindungan Dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU) Budi Sejahtera Banjarbaru Novranty, Elssa; Hidayah, Nur; Fatimah, Siti; Devina, Trisna; Tjomiadi, Cynthia Eka Fayuning
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 3 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v2i3.387

Abstract

Pendahuluan: Lansia dengan penurunan daya ingat dapat mengalami depresi terutama munculnya gejala perasaan sedih, tidak bahagia, sering menangis, merasa sendirian dan tidak ada kawan, tidur kurang nyenyak, pikiran dan gerakan tubuh yang terbatas, mudah merasa lelah dan berkurangnya aktivitas sehari-hari, tidak berselera makan, turunnya berat badan, penurunan daya ingat dan sulit berkonsentrasi. Namun di kondisi ini dapat digunakan sebagai terapi tebak benda dapat digunakan sebagai terapi aktivitas kelompok. Terapi ini termasuk dalam kegiatan stimulasi sensori dengan menstimulasi panca indra dengan menggunakan Blind Guessing Game. Tujuan: Untuk merangsang daya ingat otak pada lansia tentang Terapi Aktivitas Kelompok, Terapi Tebak Objek dan dapat melatih keterampilan berinteraksi antar kelompok lansia. Metode: Terapi Aktivitas Kelompok Tebak Benda ini menggunakan metode Ceramah dan Demonstrasi tebak benda yang dilakukan selama 15 menit, tebak benda ini dilakukan dengan cara membagi dua kelompok yang saing bersaing untuk menebak lebih banyak benda dan menyebutkan fungsi dari benda yang ditebak. Hasil: Berdasarkan hasil kegiatan yang dilakukan dapat dilihat Lansia tampak antusias dalam menjalankan terapi tebak gambar, karena kegiatan ini dapat menstimulasi daya ingat otak pada lansia yang berada di pada lansia yang berada di panti werdha sehingga dapat menjadi pembelajaran secara berkelompok Sehingga beberapa lansia mengatakan bahwa terapi ini sangat bermanfaat untuk menghilangkan kecemasan dan meningkatkan daya ingat lansia serta dapat menjadi pembelajaran secara berkelompok dalam menebak benda.   Simpulan: Dengan dilihat dari hasil setelah bermain tebak benda, respons yang diharapkan adalah lansia dan petugas mampu melakukan kegiatan tebak benda secara mandiri dan bila dilakukan secara rutin diharapkan fungsi kognitif dapat meningkat serta menstimulasi daya ingat otak pada lansia.
Pemberian Edukasi Kesehatan Kepada Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Kayon Palangka Raya Putra S, Ravenalla Abdurrahman Al Hakim Sampurna; Lestarisa, Trilianty; Widiarti, Astri; Rahmadina, Aprillia; Andreas S, Muhammad; Satriyo, Paulus Aji; Kasandra, Kasandra; Danuantari, Ni Putu Sri; Sambo, Nafisy Apritis; Sitorus, Elisabeth Prihana
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 2 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v2i2.389

Abstract

Pendahuluan: Isu strategis mengenai kesehatan yang di hadapi Indonesia seperti penyakit menular dan penyakit tidak menular menjadi perhatian pemerintah, di mana dalam tiga dekade terakhir terjadi peralihan beban penyakit dari penyakit menular ke penyakit tidak menular. Masyarakat dalam perilakunya sehari-hari masih banyak yang belum menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat. Hal ini menjadi salah satu penyebab terjadinya permasalahan kesehatan yang beragam di masyarakat. Perlu dilakukan pemberian edukasi kesehatan untuk meningkatkan status kesehatan pada masyarakat. Tujuan: Tujuan penyuluhan kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan serta informasi terkait dengan penyakit serta permasalahan kesehatan yang menjadi perhatian pada wilayah kerja Puskesmas Kayon Palangka Raya yaitu hipertensi, diare, sindrom geriarti, demam berdarah dan pemberian vitamin A. Metode: Pelaksanaan kegiatan penyuluhan dibagi menjadi 5 kegiatan, penyuluhan pertama menyampaikan mengenai hipertensi, penyuluhan kedua mengenai diare, penyuluhan ketiga mengenai sindrom geriarti penyuluhan keempat mengenai demam berdarah dan penyuluhan kelima mengenai pemberian vitamin A. penyuluhan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kayon Palangka Raya yang mencakup puskemas dan posyandu. Hasil: Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kayon Palangka Raya memahami mengenai informasi yang diberikan selama kegiatan penyuluhan mengenai masalah kesehatan tersebut serta dapat menerapkan perilaku pencegahannya. Simpulan: Agar masyarakat dapat menerapkan perilaku pencegahan yang tepat perlu diberikan penyuluhan yang tepat sasaran sesuai dengan karakteristik masyarakat tersebut selaku sasaran penyuluhan.
Edukasi Upaya Pencegahan Infeksi Saluran Pernafasan Atas Akibat Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Kalimantan Tengah Sartika, Fera; Suci, Panji Ratih; Qamariah, Nurul; Handayani, Rezqi; Mulyani, Evi
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 2 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v2i2.399

Abstract

Pendahuluan: Kebakaran hutan dan lahan merupakan suatu fenomena yang tidak asing lagi di wilayah Indonesia khususnya kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah. Kabut Asap akibat dari kebakaran hutan dan lahan menyebabkan permasalahan Kesehatan yang sangat besar bagi masyarakat kota Palangka Raya. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, terjadi kenaikan jumlah penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) sejak bulan Januari hingga September 2023. Dengan meningkatnya jumlah penderita ISPA di Kota Palangka Raya, maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini perlu dilaksanakan. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan agar ibu-ibu rumah tangga mendapatkan pengetahuan serta keterampilan dalam upaya pencegahan penyakit ISPA. Serta meningkatkan keterampilan pada peserta dalam membuat sediaan obat tradisional sehingga nantinya dapat derajat Kesehatan dan perekonomian masyarakat. Metode: Metode pada kegiatan pengabdian berupa kegiatan pemberian pengetahuan dan keterampilan. Kegiatan pengabdian terdiri dari 3 (tiga) penyampaian materi yaitu Materi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai Pencegahan ISPA, Materi Peran Obat Tradisional dalam Pencegahan ISPA, Materi Tanaman Khas Asal Kalimantan Tengah degan efek Farmakologis peningkatan Sistem Imun dalam Pencegahan ISPA. Peserta pada kegiatan ini adalah kelompok masyarakat yang tidak produktif secara ekonomi yaitu ibu-ibu rumah tangga yang masuk dalam kelompok ibu pengajian Langgar Nurul Iman Kelurahan Langkat kecamatan Pahandut Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah yang berumlah 50 orang. Hasil: Berdasarkan hasil pengabdian menunjukkan banyak anak usia dini yang memiliki Pengetahuan tentang PHBS yang masih kurang yang berdampak pada perilaku yang salah. Bila pengetahuan orang tua baik maka PHBS juga baik, orang tua yang mempunyai pengetahuan yang baik hampir seluruh anaknya mempunyai PHBS baik. Sehingga mencegah terkenanya penyakit ISPA. Simpulan: Pengetahuan yang diberikan kepada para peserta terutama terkait pemanfaatan obat tardisional dapat menjadi inspirasi bagi peserta untuk dapat menghasilkan inovasi sedian jamu atau obat tradisional yang dapat menjadi sebuah produk komersil sehingga menjadi peluang bisnis bagi para ibu rumah tangga.
Kombinasi Expressive Writing Text Dengan Terapi Musik Mozart Untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Pasien Di Ruang Perawatan Khusus Napza Tasalim, Rian; Priwijaya, Ardianto; Juwarsih, Fifi; Noorlinda, Noorlinda; Novela, Nurwidya; Sari, Rani Normaya; Devina, Trisna
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 3 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v2i3.408

Abstract

Pendahuluan: Peningkatan jumlah penyalahgunaan NAPZA dari tahun ke tahun semakin memprihatinkan, Berdasarkan Badan Narkotika Nasional, dari tahun 2015 sampai 2019 telah dilaporkan total kasus NAPZA sebanyak 6.207 kasus. Dampak buruk dari penggunaan NAPZA dapat menyebabkan depresi, gangguan jiwa, ketergantungan, gangguan kecemasan dan melakukan tindakan kejahatan sehingga diperlukan intervensi berupa pencegahan, penyembuhan dan rehabilitasi terhadap penyalahgunaan NAPZA. Tujuan: Menganalisis tingkat kecemasan sebelum dan sesudah pemberian intervensi Expressive Writing Text dengan Terapi Musik Mozart Metode: Metode yang digunakan dalam terapi aktivitas kelompok ini adalah menggunakan metode ceramah dan tanya jawab, terapi dilakukan dari tanggal 6-9 Mei 2024. Sampel sebanyak 11 responden dengan kriteria penyalahgunaan Napza yang sudah kooperatis, tidak mengalami gangguan komunikasi verbal, bisa baca tulis dan bersedia mengikuti TAK sampai selesai. Analisis data menggunakan Uji Paired T-Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saat pre test, sebagian besar responden memiliki tingkat kecemasan normal sebanyak 6 orang (54,5%). Sedangkan pada saat post test, seluruh responden memiliki tingkat kecemasan normal yaitu sebanyak 11 orang (100%). Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan intervensi expressive wrting text dengan terapi musik mozart untuk menurunkan tingkat kecemasan pasien di Ruang Perawatan Khusus Napza Pria Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. Simpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna sebelum dan sesudah pemberian intervensi Expressive Writing Text dengan Terapi Musik Mozart untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Pasien Diruang Perawatan Khusus Napza Pria Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum.
Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Mengedukasi Tentang Penyakit Maag Bagi Kader Kesehatan Desa Sungai Rangas Tengah Maharani, Tri Anita; Maulani, Eka Febrianti; Gumarus, Ellora Griselda; Hakim, Ali Rakhman; Hidayat, Ahmad; Mustaqimah, Mustaqimah; Saputri, Rina
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 3 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v2i3.418

Abstract

Pendahuluan: Maag merupakan salah penyakit yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan jika tidak ditangani akan berakibat fatal. Pemilihan terapi dalam pengobatan maag juga memerlukan ketepatan dosis dan pemberian agar memenuhi kriteria penggunaan obat rasional. Kesalahan umum yang dilakukan masyarakat adalah menggunakan obat dengan indikasi dan gejala yang tidak tepat. Sehingga kader kesehatan diperlukan untuk mengetahui pengetahuan dasar tentang penyakit maag, agar dapat meningkatkan pengetahuan kader sehingga informasi mengenai kesehatan akan lebih mudah diterima oleh suatu masyarakat karena kader kesehatan berasal dari masyarakat setempat. Tujuan: Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan di Desa Sungai Rangas Tengah tentang penyakit Maag. Metode: Metode yang digunakan adalah metode sosialisasi dan diskusi. Evaluasi untuk menilai pengetahuan kader melalui kuesioner pre-test dan post-test. Materi diberikan melalui media leaflet yang berisikan tentang penyakit Maag. Hasil:  Hasil yang didapatkan dari perhitungan kuesioner pre-test menunjukkan kader kesehatan kurang memahami terkait penyakit Maag. Pengetahuan kader kesehatan meningkat setelah diberikan edukasi mengenai penyakit Maag dengan hasil 100% yaitu seluruh kader kesehatan mengalami peningkatan pengetahuan. Simpulan: Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini pengetahuan kader kesehatan tentang penyakit Maag dapat meningkat dengan diberikannya edukasi melalui media leatlet.
Edukasi Pemilihan Dan Penggunaan Kosmetika Sunscreen Untuk Kulit Wajah Pada Siswi Di SMA Swasta Bina Siswa Kec. Percut Sei Tuan Masrah, Masrah; Andarwati, Rini; Fauzi, Zulfa Ismaniar; Zulfikri, Zulfikri
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 3 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v2i3.432

Abstract

Pendahuluan: Salah satu hal yang dilakukan untuk menunjang penampilan khususnya wanita adalah dengan penggunaan kosmetik. Kosmetika adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia seperti epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ genital bagian luar, atau gigi dan membran mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan/atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik. Salah satu kosmetik adalah sunscreen. Sunscreen merupakan suatu zat yang dapat melindungi kulit dari paparan radiasi sinar UV serta pemakaian sunscreen disarankan di tempat yang mempunyai paparan sinar UV. Sunscreen mengandung beberapa bahan kimia yang dapat menyebabkan iritasi kulit seperti kemerahan, bengkak, iritasi, dan gatal-gatal. Beberapa orang mengalami reaksi alergi parah dengan ruam dan rasa gatal yang hebat. Tujuan: Tujuan dari Pengabdian Masyarakat ini untuk mengetahui gambaran dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan tentang pemilihan dan penggunaan kosmetik sunscreen untuk kulit wajah pada siswi SMA Swasta Bina Siswa Desa Laut Dendang Kec. Percut Sei Tuan. Metode: Metode yang digunakan pada pengabdian masyarakat ini adalah ceramah, demonstrasi dan tanya jawab tentang Pemilihan Dan Penggunaan sunscreen untuk kulit wajah yang baik. Hasil: Dari hasil pengabdian masyarakat sebelum diadakannya penyuluhan dan demonstrasi tentang pemilihan dan penggunaan kosmetik sunscreen untuk kulit wajah pada siswi SMA Swasta Bina Siswa Desa Laut Dendang Kec. Percut Sei Tuan didapat peningkatan pengetahuan dari kategori baik 20% menjadi 30 % sesudah diadakannya Edukasi. Simpulan: terjadi peningkatan Pengetahuan responden tentang Pemilihan dan Penggunaan Kosmetika Sunscreen untuk Kulit Wajah sesudah diadakannya Edukasi.
Penatalaksanaan Penyakit Hipertensi Dengan Terapi Komplementer Rendam Kaki Menggunakan “Jamer” Pada Masyarakat Di Desa Lokbaintan Dalam Yuliantie, Putri; Febrianti, Mita; Maisyarah, Nadia; Dewi, Antung Sinta; Sari, Aprilia Sulistia; Darman, Aprilino Saputra; Sary, Ariska Yulia; Utomo, Yudha Wahyu; Octaviani, Via; Viviana, Viviana; Nabilla, Yasmin; Raihani, Siti; Muliani, Sri; Andini, Tressia; Nisa, Wahdatun; Widia, Widia; Yellika, Yellika; Izhariaqi, Mahwa
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 3 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v2i3.438

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan keadaan ketika tekanan darah sistolik lebih dari 120 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 80 mmHg. Hipertensi sering menyebabkan perubahan pada pembuluh darah yang dapat mengakibatkan semakin tingginya tekanan darah. Pengobatan awal pada hipertensi sangatlah penting karena dapat mencegah timbulnya komplikasi pada beberapa organ tubuh seperti jantung, ginjal, dan otak. Penatalaksanaan hipertensi terbagi menjadi dua yaitu penalaksanaan farmakologi dan penatalaksanaan nonfarmakologi dengan terapi komplementer rendam kaki menggunakan “JAMER”. Tujuan: Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat terkait penatalaksanaan penyakit hipertensi dengan terapi komplementer rendam kaki menggunakan jahe merah. Metode: Metode pelaksanaan menggunakan ceramah, diskusi dan demontrasi melalui tahapan melalui  pelaksanaan, monitoring, evaluasi, dan dokumentasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan pada 24 juli 2024, dengan target lansia di Desa Lokbaintan Dalam RT.01. Melalui tahapan edukasi tentang terapi komplementer rendam kaki menggunakan jahe merah dari metode ini diharapkan peserta dapat memahami. Hasil:  Sudah terleksankan terlihat  nilai Pre_Test 68,4, untuk nilai Post_Test 78,4 yang artinya terdapat peningkatan pengetahuan pada masyarakat setelah diberikan edukasi dan demonstrasi tentang penatalaksanaan penyakit hipertensi dengan terapi komplementer rendam kaki menggunakan jahe merah. Simpulan: Meningkatkannya pengetahuan dan pemahaman masyarakat Desa Lokbaintan Dalam RT.01 tentang manfaat dan cara pengolahan jahe merah untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Menggunakan tanaman herbal yang mudah ditemui dan dijadikan alternatif obat non farmakologis.

Page 8 of 16 | Total Record : 151