cover
Contact Name
FATMAWATI GAFFAR
Contact Email
fatmawatigaffar@unm.ac.id
Phone
+6282199785302
Journal Mail Official
jappa@unm.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar Kampus IV UNM Tidung, Fakultas Ilmu Pendidikan, Jalan Tamalate I Tidung Makassar. Email: jappa@unm.ac.id
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Andragogi Pedagogi dan Pemberdayaan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 29862000     DOI : -
Jurnal ini terkait dengan: 1. Pendidikan keaksaraan 2. Pendidikan kesetaraan 3. Pendidikan informal 4. Pendidikan life skill 5. Pemberdayaan masyarakat 6. Kesejahteraan sosial
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 99 Documents
“Internalisasi Budaya Tudang Sipulung sebagai Landasan Pengembangan Kepemimpinan Partisipatif Peserta Didik di PKBM Lingkar Lontara Kota Makassar” Putri Nurdina Ramadhani; Muh. Taqi Muthliq; Elsa Aristi; Yolandika Arsyad
JAPPA: Jurnal Andragogi Pedagogi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2026): JURNAL JAPPA
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengeksplorasi proses penerapan nilai-nilai budaya Tudang Sipulung serta dampaknya terhadap pengembangan kepemimpinan yang melibatkan partisipasi peserta didik di PKBM Lingkar Lontara di Kota Makassar. Nilai-nilai seperti sipakatau, sipakainge, lempu’, gau’ tongeng, dan siri’ dianggap signifikan dalam membentuk karakter peserta didik di bidang pendidikan nonformal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta dianalisis dengan metode analisis interaktif dari Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai tersebut diinternalisasi melalui proses belajar yang berbasis dialog dan kolaborasi, yang memungkinkan partisipasi setara di antara peserta didik. Peran tutor adalah sebagai fasilitator yang mendorong diskusi, kerja sama, dan pengelolaan interaksi kelompok. Nilai budaya Tudang Sipulung menguatkan sikap saling menghormati, rasa tanggung jawab, dan kemampuan untuk mengambil keputusan secara bersama. Sebagai hasilnya, peserta didik mengalami kemajuan dalam kepemimpinan partisipatif, termasuk keterampilan dalam memimpin kelompok, menyelesaikan konflik, serta mempertahankan komitmen dengan menggunakan nilai siri’ sebagai pedoman moral. Penelitian ini menekankan bahwa kearifan lokal dapat menjadi dasar pedagogis yang efektif dalam membangun karakter dan kepemimpinan peserta didik dalam pendidikan nonformal.
Pembinaan Pemuda Pada Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) dALAM mEMBENTUK Risma Sahir; Kartini Marzuki; Rudi Amir; M. Ali Latif; Rahmawati Rahmawati
JAPPA: Jurnal Andragogi Pedagogi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2026): JURNAL JAPPA
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jappa.v4i1.76740

Abstract

Penelitian ini bertijuan untuk mengetahui bagaimana bentuk Pembinaan Pemuda Pada Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) Dalam Membentuk Wirausaha Muda Di Kecamataan Sinoa Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Koordinator BPP Sinoa, Fasilitator YESS dan Pemuda Penerima manfaat. Teknik Pengumpulan data yang dilakukan mellalui observasi, wawancara dan dokumentasi. yang kemudian dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan serta uji keabsahandata menggunakan triangulasi sunber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan pada program YESS memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap pemuda pedesaan. Selain itu ketiga komponen dalam pembinaan memberikan perubahan yang cukup baik, apalagi pada tahap pendidikan dan pelatihan karena pemuda diberikan bekal pengetahuan dan keterampilan dalam meningkatkan kemapuan mereka. Kesimpulannya, pembinaan pemuda pada program YESS dilakukan secara sistematis muali dari, pembimbingan, pengarahan serta pendidikan dan pelatihan memberikan perubahan signifikan kepada penerima manfaat. Fasilitator berperan aktif dalam mendampingi penerima manfaat dan memberikan solusi dari kendala yang dihadapi. Program YESS efektif dalam menciptakan wirausaha muda yang mandiri dan kompoten dalam sektor pertanian. Pelatihan yanf diberikann memberikan dampak yang cukup besar pada penerima manfaat.
POLA ASUH ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK USIA 4-7 TAHUN TENTANG BUDAYA BUGIS (MAPPATABE’) DI kota MAKASSAR Syarif Nana; Rudi Amir; Yolandika Arsyad; Nur Alamsyah; Febriansa Febriansa
JAPPA: Jurnal Andragogi Pedagogi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2026): JURNAL JAPPA
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to the implementation of parenting patterns in educating children about bugis culture, Mappatabe in Makassar city, which consists of preliminary activities, core research and pentup, this research uses a qualitative approach with the type of research on parenting patterns in educating children about bugis culture mappatabe. This subject is from parents and children in Makassar city, this collection is done by observation interview method. The techniques used in data analysis are data reduction, data presentation and conclusion drawing. 
KREATIVITAS TUTOR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR WARGA BELAJAR DI PKBM AMANAT UMMAT Faradilla Faradilla; Suardi Suardi; Nasrah Natsir; Untung Untung; Muhaemin B
JAPPA: Jurnal Andragogi Pedagogi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2026): JURNAL JAPPA
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe tutors’ creativity in the learning process at PKBM Amanat Ummat by employingfourmainindicators:fluency,flexibility,originality,andelaboration.Theresearchused a qualitative approach with data collected through in-depthinterviews involving the head of the PKBM, tutors, and three adult learners as informants. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing, using source triangulation to ensure the validity of the findings. The results indicate that tutors demonstrated good creativity across all four indicators. In terms of fluency, tutors were able to deliver learning materials in a coherent, clear, and easily understandable manner. Regarding flexibility, tutors adapted their teaching methods to suit learners’ characteristics and adjusted their approaches when the previous methods were less effective. Originality was reflected in the use of personal experiences and local contexts, as well as the development of learning materials that were not merely copied from textbooks. Meanwhile, in elaboration, tutors organized learning materials systematically and explained concepts using concrete examples to strengthen learners’ understanding. Overall, the study shows that tutors at PKBM AmanatUmmat demonstrated a good level of creativity in supporting the learning process. Such creativity enhanced learner engagement, improved material comprehension, and fostered a contextual and enjoyable learning atmosphere.
PENGARUH PENERAPAN SCHOOL WELL-BEING TERHADAP KESEJAHTERAAN SISWA DI SMP NEGERI 3 BISSAPPU KABUPATEN BANTAENG Muhammad Fadil Fauzan; Ibrahim Ibrahim; Syarifah Balkis
JAPPA: Jurnal Andragogi Pedagogi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2026): JURNAL JAPPA
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jappa.v4i1.82878

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan school well-being terhadap kesejahteraan siswa di SMP Negeri 3 Bissappu, Kabupaten Bantaeng. School well-being dalam penelitian ini mencakup aspek kondisi sekolah, hubungan sosial, pemenuhan diri, dan status kesehatan. Sementara kesejahteraan siswa diukur berdasarkan dimensi psikologis, sosial, fisik, dan akademik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif-kausal. Data dikumpulkan melalui angket berskala Likert dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, serta uji-t untuk melihat pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan school well-being berada pada kategori baik dan kesejahteraan siswa berada pada kategori tinggi. Uji- t menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara penerapan school well- being terhadap kesejahteraan siswa. Temuan ini menegaskan bahwa optimalisasi penerapan school well-being berkontribusi positif terhadap peningkatan kesejahteraan siswa, sehingga sekolah perlu memperkuat kebijakan dan praktik yang mendukung suasana belajar yang sehat, aman, dan inklusif.
Program Pelayanan Anak Jalanan di Rumah Perlindungan Trauma Centre (RPTC) Dinas Sosial Kota Makassar Naurah Rasyiqa Salsabila; M. Ali Latif; Untung Untung; Muhammad Asri; Ibrahim Ibrahim
JAPPA: Jurnal Andragogi Pedagogi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2026): JURNAL JAPPA
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Program Pelayanan Anak Jalanan di Rumah Perlindungan Trauma Centre (RPTC) Dinas Sosial Kota Makassar dan apa saja faktor pendukung dan penghmbat dalam penyelengaraan program. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Informasi dalam penelitian ini terdiri dari Kepala UPT (RPTC) Dinas Sosial Kota Makassar, pekerja profesional, Laskar pelangi dan anak jalanan yang sudah di bina di. Teknik pengumpulan data yang di lakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian di analisis secara deskriptif dengan tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program pelayanan (RPTC), yang mencakup Pelatihan dan pembinaan meliputi pelatihan kerja untuk anak usia produktif, pendidikan dasar (baca, tulis, hitung dan bermain sambil belajar), pembinanan sosial (Membersihkan tempat tidur masing-masing, membersihkan lingkungan sekitar dan pemberian edukasi). Adapun rehabilitas dan spiritual yang mencakup pemenuhan kebutuhan dasar (Makan, minum, pakaian yang layak, alat mandi yang baru dan tempat tidur yang nyaman, serta menjalankan kegiatan ke agamaan dengan keyakinan masing-masing). Selanjutnya reintegrasi sosial dan layanan informasi kegiatan ini meliputi (Asesmen awal, persiapan klien dan keluarga, pertemuan dan diskusi dengan keluarga, alternatif penempatan jika kluarga tidak di temukan atau tidak siap, serta monitoring dan pendamping berkelanjutan) adapun layanan informasi yang yang meliputi (Pemberitahuan informasi hak-hak klien secara langsung dan layanan publikasi tentang kegiatan program di media sosial instagram), Adapun faktor pendukung keberhasilannya yaitu koordinasi pemimpin yang optimal, motivasi anak jalanan ingin berubah dan kerja sama anatar lemabaga yang optimal, adapun faktor penghamabatnya Keterbatasan SDM meski hal ini di nilai cukup tapi (RPTC) masi membtuhkuhan pekerja profesional seperti perawat dan fisoterapis, sarana dan prasarana yang belum memadai, anggaran yang belum optimal dan minimnya dukungan dari sebagian keluarga klien. Kata kunci : Pelayanan Program (RPTC), Anak Jalanan, faktorr Pendukung dan Faktor Penghamaba
Optimalisasi Peran Rumah Penampungan Trauma Center dalam Pembinaan Anak Jalanan di Kota Makassar Nasrah Natsir; Imran Imran
JAPPA: Jurnal Andragogi Pedagogi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2026): JURNAL JAPPA
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak jalanan merupakan kelompok rentan yang memerlukan perlindungan dan pembinaan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak dasar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan Rumah Penampungan Trauma Center (RPTC) Dinas Sosial Kota Makassar dalam pembinaan anak jalanan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian terdiri atas kepala rumah penampungan dan pekerja sosial yang terlibat langsung dalam pembinaan anak jalanan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RPTC memiliki peranan yang signifikan dalam pembinaan anak jalanan melalui tiga aspek utama, yaitu perlindungan, pendidikan, dan pengembangan keterampilan hidup. Pada aspek perlindungan, RPTC menyediakan lingkungan yang aman, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pencegahan eksploitasi. Pada aspek pendidikan, RPTC memberikan pembelajaran dasar dan pembentukan karakter yang mendukung perkembangan anak. Pada aspek keterampilan hidup, anak diberikan pelatihan yang bertujuan meningkatkan kemandirian dan kesiapan menghadapi kehidupan sosial. Secara keseluruhan, pembinaan yang dilakukan oleh RPTC memberikan dampak positif terhadap perubahan perilaku, peningkatan kemampuan, dan perlindungan anak jalanan
Pola Asuh orang tua dalam memotivasi belajar anak di RA.Dharma Wanita Kemenag Kabupaten Jeneponto Anita Wardani; Muhammad Asri; Rahmawati Rahmawati; Muhaemin B; Latang Latang
JAPPA: Jurnal Andragogi Pedagogi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2026): JURNAL JAPPA
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jappa.v4i1.56188

Abstract

This research examines parenting patterns in motivating children's learning at RA.Dharma Wanita, Ministry of Religion, Jeneponto Regency. The research subjects were 3 people consisting of parents, school principals and educators/teachers. Data was collected through observation, interviews and documentation. The data was processed through data reduction procedures, data presentation, and drawing conclusions and verification. The research results showed that there are several parenting patterns in motivating children's learning, including 1). As Motivators, parents understand the child's personality and provide attention and enthusiasm for learning, thereby generating the child's learning motivation. 2). As managers, in this case parents, so that children do not get stressed in learning, parents provide the learning facilities they need and give gifts and words of praise.
STRATEGI PENANGGULANGAN PUTUS SEKOLAH MELALUI PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET C Irwan Dwi Oktovi Asri; Al Fitrah Salsabilla; Nur Ismi Amaliah; Muhammad Nur Alamsyah
JAPPA: Jurnal Andragogi Pedagogi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2026): JURNAL JAPPA
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penanganan putus sekolah melalui Program Pendidikan Kesetaraan Paket C sebagai solusi alternatif jalur pendidikan nonformal. Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak dan remaja  yang tidak dapat melanjutkan pendidikan formal agar memperoleh ijazah setara sekolah menengah serta mengembangkan keterampilan hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) untuk menganalisis strategi dalam menangani putus sekolah melalui program Paket C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan program ini sangat dipengaruhi oleh peran tutor yang kompeten, metode pembelajaran yang adaptif, dukungan infrastruktur, keterlibatan keluarga dan masyarakat, serta fleksibilitas kurikulum. Program ini efektif dalam meningkatkan partisipasi pendidikan, mengembangkan keterampilan fungsional, dan mendorong kemandirian siswa. Temuan literatur menegaskan bahwa putus sekolah merupakan fenomena multifaktorial yang memerlukan intervensi holistik melalui pendidikan non-formal yang terstruktur dan berkelanjutan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa fenomena putus sekolah merupakan persoalan multidimensi yang memerlukan intervensi holistik dan berkelanjutan. Pendidikan kesetaraan, khususnya melalui Program Paket C, dapat menjadi solusi strategis bila didukung oleh tata kelola profesional, kolaborasi multi-pihak, serta inovasi pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan peserta didik di era modern

Page 10 of 10 | Total Record : 99