cover
Contact Name
Leni Halimatusyadiah
Contact Email
leni.halimatusyadiah@gmail.com
Phone
+6281291521522
Journal Mail Official
jikd.stikessalsabila@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Serang-Pandeglang Km.06 No. 33, Kemanisan, Kecamatan Curug, Serang, Kemanisan, Kec. Curug, Kota Serang, Banten 42211
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
ISSN : 26547821     EISSN : 29879132     DOI : 10.60010/jikd
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima adalah ilmu dan informasi kesehatan, sedangkan lingkup jurnal meliputi: Penelitian medis dan klinis. Penelitian farmasi. Penelitian kesehatan masyarakat (manajemen dan kebijakan kesehatan, promosi kesehatan, kesehatan reproduksi, epidemiologi, maupun kesehatan lingkungan dan kesehatan kerja), Penelitian manajemen kebidanan atau yang terkait dengan kebijakan maupun upaya preventif dan promotif. Penelitian manajemen keperawatan atau yang terkait dengan keperawatan lingkungan dengan upaya promosi kesehatan.
Articles 107 Documents
Status Gizi dengan Kejadian Anemia pada Remaja: Literatur Review Setianingsih, Lilis Zuniawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v5i2.92

Abstract

Objectives of this paper is to determine the relationship between nutritional status and the incidence of anemia in adolescents. The literature review study is a method used in collecting data or sources related to a particular topic that can be obtained from various sources such as journals, books, the internet, and other libraries. The article search stage uses the keyword "The relationship of nutritional status with the incidence of anemia in adolescents" with a total of 10 articles in vulnerable time ranging from the last 5-10 years. The result shows based on journals that have been analyzed from a total of 10 studies, there are 2 studies showing no relationship between nutritional status and the incidence of anemia in adolescent girls, and 8 research results stating that there is a relationship between nutritional status and the incidence of anemia in adolescent girls. This is caused by several factors, including adolescent girls experiencing anemia caused by irregular eating patterns, abstinence from eating eggs / meat / fish, not like to eat vegetables, eating habits of fast food, and junk food. Adolescent girls who have menstruated are at risk of iron deficiency anemia, due to the amount of blood lost during one menstrual period. Tujuan artikel ini untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja. Desain penelitian ini adalah literature review Studi literature review adalah cara yang digunakan dalam mengumpulkan data atau sumber yang berhubungan pada sebuah topik tertentu yang bisa didapat dari berbagai sumber seperti jurnal, buku, internet, dan pustaka lain. Tahap pencarian artikel menggunakan kata kunci “Hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja” dengan jumlah 10 artikel dalam rentan waktu mulai dari 5-10 tahun terakhir. Hasil Penelitian menunjukkan berdasarkan jurnal-jurnal yang telah dianalisis dari jumlah 10 penelitian terdapat 2 penelitian menunjukan tidak terdapat hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri, dan 8 hasil penelitian menyatakan terdapat hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, meliputi remaja putri mengalami anemia disebabkan karena pola makan yang tidak teratur, pantangan makan telor/daging/ikan, tidak suka mengonsumsi sayur, kebiasaan makan makanan fast food, dan junk food. Remaja putri yang sudah mengalami menstruasi beresiko terjadi anemia defisiensi zat besi, karena jumlah darah yang hilang selama satu periode haid.
Hubungan Akseptor Keluarga Berencana Suntik “DMPA” dengan Kejadian Disfungsi Seksual Wanita di Puskesmas Ciwandan Fathiyati, Fathiyati; Sari, Dwinda; Mardianti, Lina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v5i2.93

Abstract

This article to analyze the relationship between the use of medrox progesterone acetate (DMPA) depot injectable contraceptives with the incidence of female sexual dysfunction at the Ciwandan Health Center in December 2021. This type of research is an analytical survey with a cross sectional design design. The population used in this study was family planning acceptors in the CiwandanHealth Center area. This research was conducted from August to December 2021 at the Puskesmas Ciwandan. The results shows that there is a significant relationship between DMPA contraceptive use and female sexual dysfunction at the Puskesmas CiwandanSerang Banten in 2021 with P-Value = 0.000 < 0.005. With a value of OR = 46,550, it can be concluded that Women who use DMPA contraception have a 46.5 times chance of experiencing sexual dysfunction compared to Women who do not use DMPA contraception. Tujuan artikel ini untuk menganalisis hubungan penggunaan kontrasepsi suntik depot medrox progesterone acetate (DMPA) dengan kejadian disfungsi seksual wanita di Puskesmas Ciwandan Desember Tahun 2021 Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan desain rancangan cross sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah akseptor KB yang ada di wilayah Puskesmas Ciwandan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustuas s/d Desember Tahun 2021 di Puskesmas Ciwandan. Hasil Penelitian menunjukan Ada hubungan yang signifikan antara penggunaan kontrasepsi DMPA dengan disfungsi seksual wanita Di Puskesmas CiwandanSerang Banten Tahun 2021 dengan P-Value = 0,000 < 0,005. Dengan nilai OR = 46,550, sehingga dapat disimpulkan bahwa Wanita yang menggunakan kontrasepsi DMPA memiliki peluang 46,5 kali untuk mengalami disfungsi seksual dibandingkan dengan Wanita yang tidak menggunakan kontrasepsi DMPA.
Skrining Penggunaan Obat Off-Label pada Pasien ISPA Anak di Puskesmas Cikeusik Provinsi Banten Tahun 2021 Noviyanto, Fajrin; Maelani, Anita; Mursyid, Abdillah; Haerunisa, Dinda
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v5i2.94

Abstract

Acute respiratory tract infection (ARTI) is a disease that often occurs in Indonesia, especially in children. The population of children is high risk of receiving off-label prescription drugs. This study was aimed to evaluate the off-label use of drugs in prescribing with acute respiratory tract infection. This researchis a descriptive observational. Data was collected by the prescription in children aged February to march 2022. In this study, 92 prescriptions were obtaind with a diagnosis of ARTI. The use of off-label drug was 5.0% with the off-label age category (2.1%), off-label dose (1.4%), off-label route of administration (1.4%). The type of off-label drug most commonly prescribed in children with ARTI is chlorpheniramine maleate. It can be concluded in children with ARTI disease is quite high that is 5.0%. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) termasuk penyakit yang banyak terjadi pada Indonesia terutama di usia anak. pada populasi anak beresiko menerima peresepan obat off-label dikarenakan terbatasnya data efikasi obat untuk anak. Penenlitian ini bertujuan untuk menskrining penggunaan obat secara off-label di peresepan pasien ISPA pada anak. Penelitian ini merupakan penelitan naratif observasional. Pengumpulan data menggunakan peresepan obat dengan penaksiran ISPA pada anak usia 0-18 tahun. pada penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Maret 2022. pada penelitian ini didapatkan 92 resep dengan penaksiran ISPA. Penggunaan Obat off-label di ISPA sebanyak 5.0% menggunakan kategori offlabel usia (2.1%), kategori off-label takaran (1.4%), kategori off-label rute pemberian (1.4%). Jenis obat off-label paling banyak diresepkan untuk ISPA anak yaitu Klorfeniramin maleat. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bisa disimpulkan bahwa penggunaan obat off-label pada penyakit ISPA anak relatif tinggi yaitu 5.0%.
Optimasi Formula Tablet Black Garlic Menggunakan Kombinasi Laktosa dan Avicel Ph 102 dengan Metode Simplex Lattice Design Zahroh, Siti Lailatu; Nurmay Stiani, Sofi; Kholifah, Eva
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v5i2.95

Abstract

The study aims to find out whether the combination of lactose and avicel pH 102 can be formulated into black garlic extract tablet in accordance with the Indonesian Pharmacopoeia, the influence of combination, and determine the optimum formulation of the two ingredients using the SLD method. Methods used in this research Black Garlic extract is made by maceration method with 96% ethanol solvent with an extract weight of each tablet of 400 mg. Black garlic extract tablets are made in three formulations with a ratio of lactose-avicel PH-102, namely FI (100%:0%), FII (50%:50%), and FIII (0%:100%). Result shows that the optimum formula obtained was 80% lactose and 20% avicel PH 102 with a total predicted value of 0.645. The greater the concentration of avicel PH 102 as a crushing material, the faster the time rate of destruction, the hardness decreases, and the fragility value rises. The higher the concentration of the filler, the longer the crushing time it will take. The results of the statistical analysis of the three formulas tested showed the absence of significant differences between flow time, hardness, and brittleness, while crushed time tests showed the presence of significant differences (p?0.05). Tujuan penelitian ini adalah kombinasi antara laktosa dan avicel pH 102 dapat diformulasikan menjadi sediaan tablet sesuai dengan Farmakope Indonesia, pengaruh tehadap kombinasi dan penentuan formulasi yang optimum dari kedua bahan tersebut dapat dilakukan dengan metode SLD. Metode dalam penelitian ini adalah Ekstrak Black Garlic dibuat dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dengan bobot ekstrak setiap tablet 400 mg. Tablet ekstrak black garlic dibuat tiga formulasi dengan perbandingan laktosa-avicel PH-102 yaitu FI (100%:0%), FII (50%:50%) dan FIII (0%:100%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula optimum yang diperoleh adalah 80% laktosa dan 20% avicel PH 102 dengan total nilai prediksi 0.645. Semakin besar konsentrasi avicel PH 102 sebagai bahan penghancur, maka tingkat waktu hancur semakin cepat, kekerasan semakin turun, nilai kerapuhan semakin naik. Semakin tinggi konsentrasi pengisi, maka semakin lama waktu hancur yang dibutuhkan. Hasil analisis statistik dari ketiga formula yang diuji menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan antara waktu alir, kekerasan dan kerapuhan, sedangkan untuk uji waktu hancur menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p?0.05).
Pengaruh Edukasi Terapi Non Farmakologi pada Pasien Diabetes Melitus Rindarwati, Asti Yunia; Fadillah, Raisa Noer; Hakim, Imam Lukmanul
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v5i2.96

Abstract

The study aims to find out whether the combination of lactose and avicel pH 102 can be formulated into black garlic extract tablet in accordance with the Indonesian Pharmacopoeia, the influence of combination, and determine the optimum formulation of the two ingredients using the SLD method. Methods used in this research Black Garlic extract is made by maceration method with 96% ethanol solvent with an extract weight of each tablet of 400 mg. Black garlic extract tablets are made in three formulations with a ratio of lactose-avicel PH-102, namely FI (100%:0%), FII (50%:50%), and FIII (0%:100%). Result shows that the optimum formula obtained was 80% lactose and 20% avicel PH 102 with a total predicted value of 0.645. The greater the concentration of avicel PH 102 as a crushing material, the faster the time rate of destruction, the hardness decreases, and the fragility value rises. The higher the concentration of the filler, the longer the crushing time it will take. The results of the statistical analysis of the three formulas tested showed the absence of significant differences between flow time, hardness, and brittleness, while crushed time tests showed the presence of significant differences (p?0.05). Tujuan penelitian ini adalah kombinasi antara laktosa dan avicel pH 102 dapat diformulasikan menjadi sediaan tablet sesuai dengan Farmakope Indonesia, pengaruh tehadap kombinasi dan penentuan formulasi yang optimum dari kedua bahan tersebut dapat dilakukan dengan metode SLD. Metode dalam penelitian ini adalah Ekstrak Black Garlic dibuat dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dengan bobot ekstrak setiap tablet 400 mg. Tablet ekstrak black garlic dibuat tiga formulasi dengan perbandingan laktosa-avicel PH-102 yaitu FI (100%:0%), FII (50%:50%) dan FIII (0%:100%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula optimum yang diperoleh adalah 80% laktosa dan 20% avicel PH 102 dengan total nilai prediksi 0.645. Semakin besar konsentrasi avicel PH 102 sebagai bahan penghancur, maka tingkat waktu hancur semakin cepat, kekerasan semakin turun, nilai kerapuhan semakin naik. Semakin tinggi konsentrasi pengisi, maka semakin lama waktu hancur yang dibutuhkan. Hasil analisis statistik dari ketiga formula yang diuji menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan antara waktu alir, kekerasan dan kerapuhan, sedangkan untuk uji waktu hancur menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p?0.05).
Pengaruh Edukasi Terapi Non Farmakologi pada Pasien Hipertensi Fadillah, Raisa Noer; Rindarwati, Asti Yunia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v5i2.97

Abstract

Hypertension, also known as high blood pressure, is a condition where a person's blood pressure is ? 140 mmHg (systolic) and/or ? 90 mmHg (WHO, 2019). Hypertension is often referred to as the "silent killer" because it is often without complaints until it becomes severe and causes disease in other organs. Objectives: The purpose of this study was to determine the effect of non-pharmacological therapy education on hypertensive patients for the success of their treatment therapy so that their blood pressure can return to normal. Methods This study was conducted by sampling data collection in June 2022 at Derwati Pharmacy in Bandung, West Java. The data collected was on patients who had hypertension results above normal or the results given were ?140 mmHg (systolic) and / or ? 90 mmHg by direct examination using a tension device. Patients are given education about what is recommended and not recommended so that blood pressure can drop to normal. The results of the study can be that the provision of non-pharmacological therapy education to hypertensive patients at Derwati Pharmacy in June 2022 can help reduce high blood pressure (hypertension). Hipertensi atau disebut dengan darah tinggi dalah suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang ?140 mmHg (sistolik) dan/atau ? 90 mmHg (WHO, 2019). Hipertensi sering disebut sebagai "silent killer" karena sering tanpa keluhan hingga menjadi parah dan menimbulkan penyakit pada organ lainnya. Tujuan penelitian: untuk mengetahui pengaruh dari edukasi terapi non farmakologi pada pasien hipertensi untuk keberhasilan terapi pengobatannya sehingga tekanan darahnya dapat normal kembali. Metode Penelitian: pengumpulan data secara sampling pada bulan Juni 2022 di Apotek Derwati Bandung Jawa Barat. Data yang dikumpulkan adalah pada pasien yang memiliki hasil hipertensi di atas normal atau hasil yang diberikan adalah ?140 mmHg (sistolik) dan/atau ? 90 mmHg dengan pemeriksaan secara langsung menggunakan alat tensi. Pasien diberikan edukasi mengenai hal apa saja yang dianjurkan dan tidak dianjurkan agar tekanan darah bisa turun Hingga normal. Hasil penelitian: pemberian edukasi terapi non farmakologi pada pasien hipertensi di Apotek Derwati pada bulan Juni 2022 dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi (Hipertensi).
Analisis Antioksidan Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Menggunakan Metode DPPH (2,2 – Diphenyl – 1 – picrilhydrazil) Udin, Baha; Deya Adiby Nabillah; Sofi Nurmay Stiani; Fifih Lutfiyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v6i1.86

Abstract

Tujuan: Untuk mengetahui kekuatan antioksidan ekstrak etanol kulit buah manggis (Garcinia mangostana L. ) dibandingkan vitamin C sebagai kontrol positif. Metode: Studi telah menguji sifat antioksidan ekstrak etanol kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) yang diekstraksi melalui proses maserasi menggunakan spektrofotometri UV-Vis untuk menganalisis aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrilhydrazil). Kemampuan antioksidan ditentukan dengan absorbansi larutan DPPH mengalami penurunan setelah dilakukan penambahan ekstrak. Hasil dan Pembahasan: Kontrol positif pada penelitian ini, yaitu vitamin C. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada menit ke-20, ekstrak etanol kulit buah manggis memiliki IC50 mencapai 47,73 ppm, sedangkan vitamin C memiliki nilai IC50 sebesar 26,58 ppm. Hasil uji kuantitatif senyawa metabolit ekstrak kulit manggis salah satunya positif mengandung senyawa flavonoid, yang berfungsi sebagai antioksidan sehingga mampu meredam radikal bebas dengan cara mendonorkan satu atom hidrogennya. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) memiliki kemampuan antioksidan untuk menangkal radikal bebas DPPH.
Evaluasi Penggunaan Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS) pada Pasien Osteoartritis Rawat Jalan di RSUD Dr. Adjidarmo Maulida, Elena; Mursyid, Abdillah; Insani, Nurul
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v6i1.102

Abstract

Osteoartritis adalah suatu penyakit degeneratif yang diakibatkan oleh kerusakan sendi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hasil evaluasi meliputi tepat pemilihan obat, tepat indikasi, tepat dosis obat, tepat cara dan lama pemberian OAINS pada pasien Osteoatritis di RSUD Dr. Adjidarmo Tahun 2022. Metode Penelitian ini menggunakan rancangan Deskriptif Observasional. Hasil penelitian menunjukkan dari 63 pasien sebagian besar berjenis kelamin perempuan sebanyak 52 (82,5%) pasien, berusia antara 56-65 tahun (lanjut usia) sebanyak 47 (74,6%) pasien dan memiliki riwayat Low Back Pain sebanyak 31 (49,2%), sebagian besar pasien diresepkan Diklofenak sebagai terapi Osteoarthritis sebanyak 43 (68,3%). Evaluasi penggunaan obat kriteria tepat indikasi menunjukkan hasil seluruhnya (100%) sudah tepat, kriteria tepat dosis sebanyak 62 (98,4%) sudah tepat dan 1 (1,6%) tidak tepat, kriteria tepat cara dan lama pemberian seluruhnya (100%) sudah tepat dan kriteria pemilihan obat seluruhnya (100%) sudah tepat. Osteoarthritis is a degenerative disease caused by joint damage. The purpose of this study was to find out the results of the evaluation, including the right drug selection, the right indication, the right drug dosage, the right method, and the duration of NSAID administration in Osteoarthritis patients at RSUD Dr. Adjidarmo in 2022. This research method uses a descriptive-observational design. The results showed that of the 63 patients, the majority were female, 52 (82.5%) patients were aged between 56 and 65 years (elderly), 47 (74.6%) patients had a history of Low Back Pain, 31 (49.2%), and most of the patients were prescribed Diclofenac as Osteoarthritis therapy, as many as 43 (68.3%). Evaluation of the use of drugs with the right indication criteria showed that all results (100%) were correct, the criteria for the right dose were 62 (98.4%) were correct and 1 (1.6%) were not correct, the criteria for the exact method and duration of administration were entirely (100%) correct, and the criteria for drug selection were entirely (100%) correct.
Kadar Flavonoid Ekstrak Biji Alpukat (Persea americana Mill.) dan Uji Aktivitas Antioksidan dengan Metode ABTS Rusi Septyanani, Rusi Septyanani; Ayu Irma Permatasari, Desy; Dwi Septiarini, Anita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v6i1.98

Abstract

Antioksidan merupakan suatu senyawa yang memperlambat atau mencegah proses oksidasi dengan cara menghentikan reaksi berantai dari radikal bebas. Flavonoid termasuk dalam famili polifenol yang larut dalam air yang merupakan salah satu senyawa alami yang banyak ditemukan dalam tumbuhan-tumbuhan dan makanan yang diketahui dapat membantu menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid dan aktivitas antioksidan ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill.). Biji alpukat dimaserasi secara bertingkat berdasarkan tingkat kepolarannya menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol. Analisis kadar flavonoid dilakukan dengan metode AlCl3 menggunakan spektofotometri UV-Vis, dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode ABTS (2,2-Azinobis 3-ethyl benzothiazoline 6-sulfonic acid). Hasil kadar flavonoid ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill.) terdapat pada ekstrak etanol dengan nilai 4,012 mg QE/g. Berdasarkan nilai aktivitas antioksidan, ekstrak etanol 96% memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi dengan nilai IC50 37,14 mg/L disusul dengan ekstrak etil asetat dengan nilai IC50 42,15 mg/L, dan ekstrak n-heksana dengan nilai IC50 62,47 mg/L. Maka ekstrak etanol 96% dan ekstrak etil asetat tergolong antioksidan sangat kuat, dan ekstrak n-heksan tergolong antioksidan kuat.
Analisis Kadar Tanin Ekstrak Biji Alpukat (Persea americana Mill.) Dan Uji Aktivitas Antioksidan Dengan Metode FRAP 'Aini, Nurul; Ayu Irma P, Desi; Dwi Septyarini, Anita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v6i1.99

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar tanin ekstrak biji alpukat dan aktivitas antioksidan ekstrak n-heksan, etil asetat, dan etanol 96% biji alpukat.). Analisis metabolit sekunder dilakukan dengan metode skrining fitokimia. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dan ekstraksi bertingkat berdasarkan tingkat kepolaran pelarut yaitu n-heksan, etil asetat dan etanol 96%. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power). Adapun hasil fitokimia ekstrak n-heksan dan etil asetat yaitu mengandung senyawa tanin, alkaloid, flavonoid, triterpenoid dan saponin. Sedangkan ekstrak etanol 96% mengandung tanin, alkaloid, flavonoid, dan saponin. Berdasarkan nilai aktivitas antioksidan dari ekstrak biji alpukat etanol 96% memiliki nilai penghambatan radikal yang kuat dibandingkan dengan ekstrak lainnya. Hal ini ditunjukkan dengan didapatkan dari masing-masing ekstrak. Nilai IC50 yang dihasilkan dari ekstrak n-heksan yaitu 119,368 mg/L termasuk kapasitas sedang, ekstrak etil asetat 87,387 mg/L termasuk kapasitas kuat dan etanol 96% 69,943 mg/L termasuk kapasitas antioksidan kuat.

Page 7 of 11 | Total Record : 107