cover
Contact Name
Triawan Alkausar
Contact Email
triawanalkausar@radenintan.ac.id
Phone
+6282185372675
Journal Mail Official
triawanalkausar@radenintan.ac.id
Editorial Address
Prodi Biologi, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung Jl. Endro Suratmin, Sukarame, Kec. Sukarame, Kota Bandar Lampung, Lampung 35131
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Organisms: Journal of Biosciences
ISSN : 28084012     EISSN : 28084012     DOI : 10.24042/organisms
Organisms is a journal issued by Biology Department Faculty of Science and Technology, Islamic State University Raden Intan Lampung, which publish twice a year, namely May and November. Organisms Journal publishes a comprehensive and essential research articles with the following scopes: Environmental science, Biodiversity, Biotechnology, Microbiology, Ecology, Physiology (animals and plants), Genetics, Human biology, Animal science, and Plant science. Organisms Journal uses the OJS System to manage the manuscript that the editorial board, editors, and peer review (blind review) can reach the real-time status of the articles.
Articles 65 Documents
Distribusi Coliform dan Escherichia Coli dari Beberapa Sungai Di Provinsi Bengkulu Sipriyadi, Sipriyadi; Putra, Apriza Hongko; Lestari, Dian Pita
ORGANISMS: JOURNAL OF BIOSCIENCES Vol. 1 No. 2 (2021): Organisms: Journal of Biosciences
Publisher : Pusat HKI, Paten, dan Publikasi Ilmiah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/organisms.v1i2.10842

Abstract

The rate of decline in water quality in several rivers in Bengkulu province is thought to be a factor in the loss of several fish species in several rivers in Bengkulu. This study aims to calculate the amount of Coliform bacterial contamination and total coli in the river which is the habitat of fish in Bengkulu. This research was conducted by taking water samples from several rivers in Bengkulu province, including: Muar River (Muko-Muko Regency), Lubuk Banyau River and Air Nokan (North Bengkulu Regency), Alas River (Seluma Regency), Kedurang River and Air Nipis (South Bengkulu Regency), Padang Guci River and Muara Kinal (Kaur Regency). The samples that have been taken are then measured for total coliform and E. coli using the Most Probable Number (NPM) method. While the Abiotic factors include: Temperature, pH, Chemical Oxidase Demand (COD), Biological Oxidase Demand (BOD), and coordinate points. The total coliform test results showed that 8 rivers contaminated with E. coli were below the class II water quality standard (5000/100mL). There are 4 rivers contaminated with fecal coliform but still below the river water quality standard group II (1000/100 mL); MRH )43/100 mL), LBY (39/100mL), LKN (10/100mL), KDR (249/100 mL), NPS (157/100 mL), KNL (10/100mL), PGC (91/100 mL), and MRS (69/100 mL). Abiotic factor data shows a temperature range between 25 0 C (in NPS) to 28 0C (in LKN). The DO concentration range is 6.32 (LKN) to 7.99 (ARM). The results of the study can be concluded based on biotic data (coliform and total coli) and abiotic factors that 8 rivers are of good quality.AbstrakLaju penurunan kualitas Air di beberapa sungai di provinsi Bengkulu diduga akan menjadi faktor kehilangan beberapa spesies ikan di beberapa Sungai di Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung jumlah cemaran bakteri Coliform dan total coli pada Sungai yang menjadi habitat ikan di Bengkulu. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengambil sampel air dari beberapa sungai di provinsi Bengkulu, meliputi: sungai Muar (Kabupaten Muko-Muko), Sungai Lubuk Banyau dan Air Nokan (Kabupaten Bengkulu Utara), Sungai Alas (Kabupaten Seluma), Sungai Kedurang dan Air Nipis (Kabupaten Bengkulu Selatan), Sungai Padang Guci dan Muara Kinal (Kabupaten Kaur). Sampel yang telah diambil, lalu dilakukan pengukuran total coliform, dan E. coli dengan metode Most Probable Number (NPM). Sedangkan faktor Abiotik meliputi: Suhu, pH, Chemical Oxidase Demand (COD), Biological oxidase Demand (BOD), dan titik kordinat. Hasil uji Total coliform menunjukkan bahwa 8 sungai tercemar E. coli di bawah baku mutu air kelas II (5000 / 100mL). Terdapat 4 sungai yang tercemar fecal coliform namun masih dibawah baku mutu air sungai golongan II (1000/100 mL); MRH )43/100 mL), LBY (39/100mL), LKN (10/100mL), KDR (249/100 mL), NPS (157/100 mL), KNL (10/100mL), PGC (91/100 mL), dan MRS (69/100 mL). Data faktor abiotik menunjukkan kisaran suhu antara 25 0 C (di NPS) sampai 28 0C (di LKN). Rentang Konsentrasi DO mencapai 6,32 (LKN) hingga 7,99 (ARM). Hasil penelitian dapat disimpulkan berdasarkan data biotik (coliform dan total coli) dan faktor abiotik bahwa 8 sungai tergolong berkualitas baik.
Pengaruh Ekstrak Daun Tanaman Bidara (Ziziphus mauritiana) Terhadap Histopatology Hati Mencit (Mus musculus) yang Diberi Alkohol Rudini, Mahmud; Kuswanto, Eko; Yudistiro, Muhammad Khalid
ORGANISMS: JOURNAL OF BIOSCIENCES Vol. 1 No. 2 (2021): Organisms: Journal of Biosciences
Publisher : Pusat HKI, Paten, dan Publikasi Ilmiah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/organisms.v1i2.10927

Abstract

Alcohol is an organic compound that contains a hydroxyl functional group and is often consumed in the form of drinks by some people. Alcoholic beverages cause many health problems, one of which is liver damage. The bidara plant is one of the herbal plants that can cure various diseases because there are compounds, one of which is phenolics. The problem that arises now is what is the effect of Bidara Leaf Extract (Ziziphus mauritinia) on the Histopathology of the Liver of Mice (Mus musculus) treated with alcohol? The purpose of this study was to determine the effect of Bidara Leaf Extract (Ziziphus mauritnia) on the Histopathology of the Liver of Mice (Mus musculus) treated with alcohol. The research method used in this research is experimental post-test only group design research with a completely randomized design (CRD) with data collection techniques in the form of observation and documentation as well as data analysis techniques are continued normality test and homogeneity test followed by One test. Way ANOVA. This study used a dose of 70% alcohol with 1 ml/day and Bidara Leaf Extract 100 mg/kg BW, 150 mg/kg BW and 200 mg/kg BW with a dose of 0.5 ml/day/head for 14 days. Based on the results of research that has been carried out, there is an effect of Bidara Leaf Extract (Ziziphus maurinitia) on the Histopathology of the Liver of Mice (Mus musculus) given alcohol. This can be seen from the damage caused by alcohol, namely inflammation, necrosis and congestion, which improved when the Bidara Leaf Extract (Ziziphus mauritnia) was given. This means that the research that has been done can answer all the problem formulations that have been Determined. AbstrakAlkohol merupakan senyawa organik yang mengandung gugus fungsi hidroksil dan sering dikonsumsi dalam bentuk minuman oleh sebagian orang. Minuman beralkohol menimbulkan banyak masalah kesehatan, salah satunya adalah kerusakan hati. Tanaman bidara merupakan salah satu tanaman herbal yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit karena mengandung senyawa salah satunya adalah fenolat. Permasalahan yang muncul sekarang adalah bagaimana pengaruh Ekstrak Daun Bidara (Ziziphus mauritinia) terhadap Histopatologi Hati Mencit (Mus musculus) yang diberi alkohol? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Ekstrak Daun Bidara (Ziziphus mauritnia) terhadap Histopatologi Hati Mencit (Mus musculus) yang diberi alkohol. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen post-test only group design research dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi serta teknik analisis data yaitu uji normalitas lanjutan dan uji homogenitas dilanjutkan dengan Satu tes. Cara ANOVA. Penelitian ini menggunakan alkohol 70% dosis 1 ml/hari dan Ekstrak Daun Bidara 100 mg/kg BB, 150 mg/kg BB dan 200 mg/kg BB dengan dosis 0,5 ml/hari/ekor selama 14 hari. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat pengaruh Ekstrak Daun Bidara (Ziziphus maurinitia) terhadap Histopatologi Hati Mencit (Mus musculus) yang diberi alkohol. Hal ini terlihat dari kerusakan akibat alkohol yaitu inflamasi, nekrosis dan kongesti yang membaik saat diberikan Ekstrak Daun Bidara (Ziziphus mauritnia). Artinya penelitian yang telah dilakukan dapat menjawab semua rumusan masalah yang telah ditentukan.
Aktifitas Tabir Surya dari Kombinasi Ekstrak Kunyit (Curcuma longa) dan Ganggang Hijau (Haematococus pluviaris) Secara In Vitro Indarto, Indarto; Ikhsan, Habibul; Kuswanto, Eko
ORGANISMS: JOURNAL OF BIOSCIENCES Vol. 1 No. 2 (2021): Organisms: Journal of Biosciences
Publisher : Pusat HKI, Paten, dan Publikasi Ilmiah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/organisms.v1i2.10930

Abstract

Sun exposure can cause adverse effects such as skin damage by inducing photoaging, photocarcinogenesis, even cause skin cancer through its direct effect on target cells. Nowdays, sunscreen products are dominated by synthetic chemicals that can have side effects, so it is necessary to return to natural ingredients to overcome them. The aim of this study was to observe the sunscreen activity of a combination of Curcuma longa and Haematococus pluvialis extracts in vitro using a UV-Vis spectrophotometer. The sunscreen activity was tested by measuring the absorbance of the combination of Curcuma longa and Haematococus pluvialis extracts in a ratio of 3:1 (C1), 1:1 (C2), and 3:1 (C3) at a concentration of 100 ppm and a wavelength of 290-320 nm. The absorbance data is then determined by the SPF value using the Mansur equation. Sunscreen activity is indicated by the SPF value, the greater the SPF value, the better the sunscreen activity. The results show that the highest SPF value is the combination sample C3 with  SPF value of 31.51 and is classified as ultra protection sunscreen. AbstrakPaparan sinar matahari dapat menyebabkan efek buruk seperti kerusakan kulit dengan menginduksi photoaging, photocarsinogenesis bahkan dapat menyebabkan kanker kulit pada manusia melalui pengaruh langsung pada sel sasaran. Produk tabir surya saat ini didominasi oleh bahan-bahan kimia sintetis yang dapat memberikan efek samping, sehingga perlu kembali ke bahan alami untuk mengatasinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat aktifitas tabir surya kombinasi ekstrak kunyit (Curcuma longa) dan alga hijau (Haematococus plivialis) secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Pengujian aktivitas tabir surya dengan mengukur absorbansi kombinasi ekstrak Curcuma longa dan Haematococus pluvialis dengan perbandingan 3:1 (C1), 1:1 (C2), dan 3:1 (C3) pada konsentrasi 100 ppm dengan panjang gelombang 290-320 nm. Data absorbansi selanjutnya ditentukan nilai SPF nya menggunakan persamaan Masur. Aktifitas tabir surya ditunjukkan dari nilai SPF, semakin besar nilai SPF maka aktifitas tabir suryanya semakin bagus. Hasil menunjukkan nilai SPF tertinggi yaitu sampel kombinasi C3 dengan nilai SPF sebesar 31,51 dan digolongkan perlindungan tabir surya proteksi ultra. 
Kajian Analisis Kearifan Lokal Sebagai Landasan Konservasi Ikan Barau (Hampala macrolepidota) Permana, Rega; Delami, Apri Nur
ORGANISMS: JOURNAL OF BIOSCIENCES Vol. 2 No. 1 (2022): Organisms: Journal of Biosciences
Publisher : Pusat HKI, Paten, dan Publikasi Ilmiah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/organisms.v2i1.11756

Abstract

Hampala barb (Hampala macrolepidota) is one of the commercial freshwater fish in Indonesia which is commonly caught in lakes and rivers in Sumatra. Due to the high market demand and habitat destruction, the new fish population is under pressure which affects its sustainability in nature. One of the efforts to preserve hampala barb is through the implementation of local wisdom in the form of the Mancokao tradition. This paper aims to examine the role of local wisdom in the conservation of hampala barb. Mancokao traditional activities as a form of local wisdom are one of the good management approaches because they involve the community in its implementation. Government support and its integration with the initiation of tourism areas can help sustain this tradition and at the same time as an effort to conserve this fish resourcesAbstrakIkan barau (Hampala macrolepidota) merupakan salah satu ikan air tawar komersial di Indonesia yang umum ditangkap di danau maupun sungai di daerah Sumatera. Permintaan pasar yang tinggi dan kerusakan habitat populasi ikan barau mengalami tekanan sehingga mempengaruhi kelestariannya di alam. Salah satu upaya pelestarian ikan barau di tempuh melalui pelaksanaan kearifan local berupa tradisi mancokao. Tulisan ini bersifat deskriptif dan bertujuan untuk mengkaji peranan kearifan lokal dalam konservasi ikan barau. Kegiatan tradisi mancokao sebagai bentuk kearifan local menjadi salah satu pendekataan pengelolaan yang baik karena melibatkan masyarakat dalam pelaksanaannya. Dukungan pemerintah dan integrasinya dengan inisiasi kawasam wisata dapat membantu keberlanjutan tradisi ini dan secara bersamaan sebagai upaya konservasi sumberdaya ikan barau 
Pengaruh Jenis dan Variasi Umur Sampah Organik Pada Makrofauna Tanah Lubang Resapan Biopori (LRB) Maretta, Gres; Satrio, Dwiki Sigap; Kesuma, Andri Jaya
ORGANISMS: JOURNAL OF BIOSCIENCES Vol. 2 No. 1 (2022): Organisms: Journal of Biosciences
Publisher : Pusat HKI, Paten, dan Publikasi Ilmiah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/organisms.v2i1.11808

Abstract

Biopore is a space or a pore in soil that is formed by living creatures. The form of a biopore resembles burrows or small tunnels in the soil and branched. A Biopore hole serves to drain water and air into the soil. This biopore hole is formed by the activity of soil macrofauna. Organic waste can be used as food by soil macrofauna by decomposition in a ground hole. The purpose of this study was to determine the effect of the type and age variation of organic waste towards soil macrofauna in the biopore infiltration hole (LRB). This type of research was experimental research using a 3x3 factorial complete randomized design (RAL) with two factors, namely the type of waste (P) with 3 treatment levels, namely P1 = canteen waste, P2 = dry leaf waste, P3 = second mixture of waste and age of waste variation factors (K) with 3 levels namely K1 = 7 days, K2 = 14 days, K3 = 21 days. Each treatment was repeated 3 times. Data analysis was carried out by two-way  ANOVA. Based on the results, it was found that no data analysis had no effect on the type and variation of age of waste on soil macrofauna in biopore infiltration holes (LRB). Soil macrofauna was found in 5 orders, namely Orthoptera, Hymenoptera, Blattodea, Coleoptera and Entomobryomorpha. Diversity index (H ') <1 and evenness (E) <0.3 showed that diversity and evenness are low.AbstrakBiopori merupakan ruang atau pori dalam tanah yang dibentuk oleh makhluk hidup, bentuk biopori menyerupai liang atau terowongan kecil didalam tanah dan bercabang-cabang. Lubang biopori berfungsi mengalirkan air dan udara kedalam tanah. Lubang biopori ini terbentuk oleh adanya aktivitas makrofauna tanah. Sampah organik dapat dijadikan makanan oleh makrofauna tanah dengan proses dekomposisi didalam lubang tanah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh jenis dan variasi umur sampah organik terhadap makrofauna tanah pada lubang resapan biopori (LRB). Jenis penelitian ini adalah penelitian ekperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial 3x3 dengan dua faktor yaitu variasi jenis sampah (P) dengan 3 taraf perlakuan yaitu P1= sampah kantin, P2= sampah daun kering, P3= campuran kedua sampah dan faktor variasi umur sampah (K) dengan 3 taraf yaitu K1= 7 hari, K2= 14 hari, K3= 21 hari. Masing masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Analisis data menggunakan  two-way ANOVA. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa tidak terdapat pengaruh jenis dan variasi umur sampah terhadap makrofauna tanah pada lubang resapan biopori (LRB). Makrofauna tanah yang ditemukan sebanyak 5 ordo, yaitu Orthoptera, Hymenoptera, Blattodea, Coleoptera dan Entomobryomorpha. Indeks keanekaragaman (H’) < 1 dan kemerataan (E) < 0,3 menunjukan bahwa keanekaragaman dan kemerataan jenis rendah
Keanekaragaman Makrozoobentos Sebagai Indikator Kualitas Perairan Sungai Langsep Kecamatan Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah Kesuma, Andri Jaya; Alimiah, Umi Syahadah; Maretta, Gres
ORGANISMS: JOURNAL OF BIOSCIENCES Vol. 2 No. 1 (2022): Organisms: Journal of Biosciences
Publisher : Pusat HKI, Paten, dan Publikasi Ilmiah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/organisms.v2i1.11850

Abstract

Langsep River is located in Kalirejo District, Central Lampung Regency. Langsep River is often used by some people to meet their daily needs such as washing, bathing and for agricultural waters. These community activities can affect the river's biological, physical and chemical conditions. This study aims to determine the water quality of the Langsep river which is determined by biological parameters, physical parameters and chemical parameters in the Langsep river. Determination of the research location in the study using purposive sampling technique. There are 3 sampling stations, namely station I taken upstream to be precise at the Langsep river spring, station II taken at the Langsep river flow which is close to the palm oil industry, and station III taken at the downstream of the Langsep river. The sampling technique was carried out using the line transect method. Based on the research conducted, it was found 57 individuals from 4 classes. The gastropod class found consisted of several families, namely Ampullaridae and Pleuroceridae. The Malacostara class consists of the Gecarcinucidae and Palaemonoidae families. The class Insecta consists of the families Gerridae and Chironomidae. The class Bivalves only consists of the family Unionidae. The class Insecta is dominated by the family Chironomidae. The results of the calculation of the Shannon-Wiener diversity index on the Langsep river, the highest is 1.078 and the lowest is 0.AbstrakSungai Langsep berada di Kecamatan Kalirejo Kabupaen Lampung Tengah. Sungai Langsep sering digunakan sebagian masyarakat untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan sehari seperti mencuci, mandi dan untuk perairan pertanian. Aktivitas masyarakat tersebut dapat mempengaruhi kondisi sungai baik biologi, fisika dan kimia sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perairan sungai Langsep yang ditentukan dengan parameter biologi, parameter fisika dan parameter kimia pada sungai Langsep. Penentuan lokasi penelitian dalam penelitian mengunakan teknik purposive Sampling. Terdapat 3 stasiun pengambilan sampel yaitu stasiun I diambil pada hulu tepatnya pada mata air sungai Langsep, stasiun II diambil pada aliran sungai langsep yang dekat dengan perindustrian minyak kelapa sawit, dan stasiun III diambil pada hilir aliran sungai Langsep. Teknik sampling dilakukan dengan menggunakan metode transek garis. Berdasarkan penelitian yang dilakukan ditemukan 57 individu yang berasal dari 4 kelas. Kelas Gastropoda yang ditemukan terdiri dari beberapa famili yaitu Ampullaridae, dan Pleuroceridae. Kelas Malacostara terdiri dari Famili Gecarcinucidae dan Palaemonoidae. Kelas Insecta terdiri dari Famili Gerridae dan Chironomidae. Kelas Bivalvia hanya terdiri dari famili Unionidae. Kelas Insecta didominasi oleh famili Chironomidae. Hasil perhitungan dari Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener pada sungai Langsep tertinggi adalah 1.078 dan terendah 0.
Gambaran Kadar Glukosa Darah Berdasarkan Kebiasaan Mengonsumsi Jus Jambu Biji Merah Pada Penderita DMT2 Welkriana, Putri Widelia; Rahayu, Tri
ORGANISMS: JOURNAL OF BIOSCIENCES Vol. 2 No. 1 (2022): Organisms: Journal of Biosciences
Publisher : Pusat HKI, Paten, dan Publikasi Ilmiah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/organisms.v2i1.11893

Abstract

High glucose levels in people with diabetes/DM cause various changes in the body. One of the detrimental processes is called oxidation reaction which causes an increase in the formation of harmful substances called active radials. Red guava fruit (Psidium guajava L) is a tropical fruit, this fruit has been used for the treatment of Diabetes and other chronic diseases in traditional Chinese medicine for a long time. Guava fruit is free from saturated fatty acids and sodium, low in fat and energy, but high in dietary fiber, in guava there are also alkaloids and flavonoids compounds that can reduce blood glucose levels by increasing insulin secretion and increasing cell sensitivity to insulin. To find out the description of blood glucose levels based on the habit of consuming red guava juice in DMT2 patients at the Basuki Rahmad Health Center, Bengkulu City in 2021. This study is a descriptive study. The total sample is 34, taken by simple random sampling from capillary blood of DMT2 patients in the working area of the Basuki Rahmad Health Center, Bengkulu City. The examination was carried out using the POCT method. it was found that most of the average blood glucose levels in respondents who had the habit of consuming red guava juice had high blood glucose levels. abnormal glucose levels were 8 respondents (333.2 ± 129.10) and a small proportion had normal glucose levels as many as 5 respondents (100.2 ± 5.1), while most of the blood glucose levels were in respondents who did not have the habit of consuming guava juice. red blood glucose levels have abnormal as many as 21 respondents (292 ± 120.9).AbstrakKadar glukosa tinggi pada penderita kencing manis/DM menyebabkan berbagai perubahan di dalam tubuh. Salah satu proses merugikan dinamakan reaksi oksidasi yang menyebabkan peningkatan pembentukan zat berbahaya yang disebut radial aktif. Buah jambu biji merah (Psidium guajava L) merupakan buah tropis, buah ini telah digunakan untuk pengobatan Diabetes dan penyakit kronis lainnya dalam pengobatan tradisional tiongkok sejak lama. Buah jambu biji bebas dari asam lemak jenuh dan sodium, rendah lemak dan energi, tetapi tinggi akan serat pangan, di dalam jambu biji juga terdapat senyawa alkaloid dan flavonoid yang dapat menurunkan kadar kadar glukosa darah dengan meningkatkan sekresi insulin dan meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin. Penelitian ini untuk mengetahui gambaran kadar glukosa darah berdasarkan kebiasaan mengonsumsi jus jambu biji merah pada Penderita DMT2 di Puskesmas Basuki Rahmad Kota Bengkulu Tahun 2021. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Total sampel sebanyak 34, diambil secara simple random sampling dari darah kapiler Penderita DMT2 di wilayah kerja Puskesmas Basuki Rahmad Kota Bengkulu. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode POCT. Didapakan bahwa sebagian besar rata-rata kadar glukosa darah pada responden yang mempunyai kebiasaan mengonsumsi jus jambu biji merah memiliki kadar glukosa abnormal sebanyak 8 responden (333,2 ± 129,10) dan sebagian kecil mempunyai kadar glukosa normal sebanyak 5 responden (100,2 ± 5,1), sedangkan sebagian besar kadar glukosa darah pada responden yang tidak mempunyai kebiasaan mengonsumsi jus jambu biji merah mempunyai kadar glukosa darah abnormal sebanyak 21 responden (292 ± 120,9)
Inventarisasi Hama Lalat Buah (Bactrocera spp) di SKP Kelas I Bengkulu Wilker Pulau Baai Dengan Perangkap Methyl Eugenol Pratiwi, Selsa Nisa; Fatimatuzzahra, Fatimatuzzahra; Marniati, Hesti; Isnawan, Yunus
ORGANISMS: JOURNAL OF BIOSCIENCES Vol. 2 No. 1 (2022): Organisms: Journal of Biosciences
Publisher : Pusat HKI, Paten, dan Publikasi Ilmiah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/organisms.v2i1.11970

Abstract

This study aims to determine the type of fruit fly (Bactrocera spp) that attacks several fruit plants. Class I Bengkulu. Sampling was carried with random sampling technique. The methods used is descriptive eksploratory. The results of this study were obtained, there are 4 species of Bactrocera spp that attack several fruit plants, namely Bactrocera albistrigata, Bactrocera cucurbitae, Bactrocera umbrosa, and Bactrocera papayae with characteristics on the abdomen, thorax, and wingsAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis lalat buah (Bactrocera spp) yang menyerang beberapa tanaman buah. Pengambilan sampel dilakukan di Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Bengkulu dengan teknik random sampling. Metode yang digunakan, yaitu deskriptif eksploriatif. Hasil penelitian ini didapatkan 4 spesies Bactrocera spp yang menyerang beberapa tanaman buah, yaitu Bactrocera albistrigata, Bactrocera cucurbitae, Bactrocera umbrosa, dan Bactrocera papayae dengan ciri utama pembeda terletak pada bagian abdomen, toraks, dan sayap
Antioksidan Ekstrak Etanol Buah Kecipir Dengan Metode 1,1-Diphenyl-2-Picrylhidrazyl (DPPH) Widiani, Nurhaida; Irma, Putri; Kamelia, Marlina
ORGANISMS: JOURNAL OF BIOSCIENCES Vol. 2 No. 2 (2022): Organisms: Journal of Biosciences
Publisher : Pusat HKI, Paten, dan Publikasi Ilmiah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/organisms.v2i2.12872

Abstract

The fruit of Psophocarpus tetragonolobus L thought to have an antioxidant activity such as seeds and leaves. Ethanol extract from winged bean contains saponins, flavonoids, polyphenols, steroids, and terpenoids. This study aims to determine the antioxidant activity of the ethanol extract of winged bean fruit using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). The antioxidant activity test of winged bean extract was carried out at concentrations of 10 ppm, 50 ppm, 100 ppm, and 150 ppm. Added with DPPH (50 ppm) of winged bean extract. Vitamin C was used as a positive control. Absorbance measurement to determine the antioxidant activity of winged bean using a UV-Vis spectrophotometer at a maximum wavelength of 517 nm. The results of this study obtained a qualitative color change in both the winged bean extract and vitamin C. The IC50 value winged bean extract was 98.3229 ppm and included strong antioxidant activity based on the Blois classification.AbstrakBuah kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L) diduga memiliki aktivitas antioksidan seperti halnya biji dan daunnya. Ekstrak etanol dari buah kecipir mengandung saponin, flavonoid, polifenolat, steroid dan terpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol buah kecipir dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Ekstrak buah kecipir didapat dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol. Uji aktivitas antioksidan ekstrak buah kecipir dilakukan pada konsentrasi 10 ppm, 50 ppm, 100 ppm, dan 150 ppm. Ekstrak buah kecipir ditambah dengan DPPH (50 ppm). Vitamin C digunakan sebagai kontrol positif. Pengukuran absorbansi untuk mengetahui aktivitas antioksidan buah kecipir menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 517 nm. Hasil penelitian ini didapatkan perubahan warna secara kualitatif baik pada ekstrak buah kecipir dan vitamin C. Nilai IC50 ekstrak buah kecipir senilai 98,3229 ppm dan termasuk memiliki aktivitas antioksidan kuat.
Formulasi Wolffia arrhiza dan Ransum Komersial PF 500 Pada Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Kamelia, Marlina; Rudini, Mahmud; Zahra, Zackia Irina; Zein, Suharno
ORGANISMS: JOURNAL OF BIOSCIENCES Vol. 2 No. 2 (2022): Organisms: Journal of Biosciences
Publisher : Pusat HKI, Paten, dan Publikasi Ilmiah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/organisms.v2i2.13826

Abstract

Consumption of fish farming activities is hampered by one of the main obstacles, namely the increase in the price of commercial rations, while the ration needs themselves can reach 50-70% of operational costs. Therefore, efforts are needed to develop alternative rations that can be obtained naturally and are available in the long term. The aquatic plant Wolffia arrhiza is thought to be substituted in livestock rations. This study aimed to determine of Wolffia (Wolffia arrhiza) formulation and PF 500 commercial ration on the growth of tilapia (Oreochromis niloticus). This type of research is quantitative with a completely randomized design consisting of 5 treatments and 3 repetitions. Research parameters include; weight, length, FCR, SGR, temperature, and pH. This study showed that the use of fresh Wolffia as a ration for tilapia gave a good effect. Fresh Wolffia formulations and commercial rations PF 500 showed the best growth results in P3 treatment with 20% fresh Wolffia and 80% commercial rationsAbstrakKegiatan budidaya ikan konsumsi terhambat oleh salah satu kendala utama yaitu naiknya harga ransum komersial, sedangkan kebutuhan ransum sendiri bisa mencapai 50-70% dari biaya operasional. Oleh karena itu diperlukan upaya pengembangan ransum alternatif yang bisa diperoleh secara alami serta tersedia dalam jangka panjang. Tanaman air Wolffia arrhiza diduga bisa disubtitusikan dalam ransum ternak. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui formulasi wolffia (Wolffia arrhiza) dan ransum komersial PF 500 pada pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). Jenis penilitian ini kuantitatif dengan Rancangan Acak Lengkap terdiri dari 5 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Parameter penelitian meliputi; berat, panjang, FCR, SGR, suhu, dan pH. Penelitian ini menunjukan penggunaan wolffia segar sebagai ransum ikan nila memberikan pengaruh yang baik. Formulasi wolffia segar dan ransum komersial PF 500 menunjukan hasil pertumbuhan paling baik pada perlakuan P3 dengan perlakuan 20% wolffia segar dan 80% ransum komersial