cover
Contact Name
Gyan Prameswara
Contact Email
gyan@atim.ac.id
Phone
+6287791553221
Journal Mail Official
jtkm@atim.ac.id
Editorial Address
UPPM Politeknik ATI Makassar Gedung UPPM Politeknik ATI Makassar, Jl. Sunu No. 220, Kota Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Teknologi Kimia Mineral
ISSN : 2829923X     EISSN : 2829923X     DOI : -
Ruang lingkup jurnal ini berupa hasil penelitian, pemikiran, ide, gagasan dengan cakupan dengan lingkup sebagai berikut: Kimia Proses: -Kinetika reaksi -Katalis -Teknik reaksi kimia -Modelling dan optimasi proses -Proses kimia industri -Teknik pengolahan lingkungan -Bioproses Pengolahan Mineral: -Benefisiasi mineral -Metalurgi ekstraktif (hidrometalurgi, pirometalurgi dan elektrometalurgi) -Proses purifikasi mineral -Karakterisasi mineral -Material maju
Articles 78 Documents
KINETIKA EKSTRAKSI PACAR KUKU LAWSONIA INERMIS MENGGUNAKAN ULTRASOUND-ASSISTED EXTRACTION DENGAN PELARUT AIR Qodim, Achmad
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 1 No 2 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.408 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v1i2.125

Abstract

Salah satu bahan pewarna alami adalah Lawsonia inermis L. Komposisi zat warna yang ada di daun pacar kuku (Lawsonia inermis L.) adalah zat warna lawson. Zat warna lawson memiliki warna merah-jingga yang banyak digunakan sebagai pewarna pakaian. Pelarut yang digunakan untuk ekstraksi adalah air karena ramah lingkungan, mudah didapatkan dan harganya relatif murah. Digunakan metode ultrasound-assisted extraction untuk mempercepat proses ekstraksi dan meminimalkan kebutuhan pelarut. Untuk mengetahui proses ektraksi berjalan optimal , maka dibutuhkan perhitungan mengenai kinetika ekstraksi. Perhitungan kinetika ekstraksi di lakukan dengan menggunakan orde 1 dan orde 2 berdasarkan persamaan lagergren. Ekstraksi dengan menggunakan air pada daya 100 W, tekanan 1 atm, frekuensi 40 kHz dilakukan selama 30 menit. Untuk menentukan adanya lawson di dalam ekstraksi dilakukan pengujian menggunakan Spectrofotometer UV-Visible. Berdasarkan hasil pengujian UV-Vis, didapatkan bahwa Lawsonia inermis mengandung senyawa kuinon. Model kinetika ekstraksi yang sesuai yaitu orde 2 dengan nilai koefisien determinan lebih dari orde 1 dan mendekati 1.
PENGARUH WAKTU DAN KONSENTRASI NAOH PADA EKSTRAKSI SILIKA (SIO2) DARI LIMBAH FLY ASH BATUBARA Putra, Eriek Aristya Pradana; Makmur, Adil; Rahmayanti; Malau, Alexander
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 1 No 2 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.749 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v1i2.231

Abstract

Keberadaan limbah fly ash akan berdampak buruk bagi lingkungan karena bersifat ringan dan mudah terbawa oleh angin. Sehingga diperlukan penanganan dengan memanfaatkan limbah fly ash salah satunya dengan mengekstrak oksida silika yang merupakan oksida utama dalam fly ash. Pada penelitian ini, silika dari fly ash diekstrak dengan metode leaching (ekstraksi padat-cair) dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pelarut NaOH dan waktu ekstraksi terhadap massa dan kadar silika hasil ekstraksi. Silika diekstrak menggunakan NaOH 6 M, 8 M, 10 M, dan 12 M dengan variasi waktu 120 menit, 180 menit, dan 240 menit. Selanjutnya silika pada filtrat diendapkan dengan HCl 1:1 dan dikeringkan menggunakan oven serta dikarakterisasi menggunakan instrumen XRF. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi pelarut NaOH yang digunakan dengan waktu ekstraksi 180 menit, maka semakin tinggi massa silika hasil ekstraksi yang diperoleh hingga maksimal pada konsentrasi NaOH 10 M. Ekstraksi dengan waktu 120 menit dan 240 menit menunjukkan bahwa massa silika hasil ekstraksi yang diperoleh semakin rendah seiring dengan semakin tingginya konsentrasi pelarut NaOH yang digunakan. Kadar silika hasil ekstraksi yang diperoleh semakin tinggi seiring dengan meningkatnya konsentrasi NaOH dan waktu ekstraksi hingga pada konsentrasi 10 M dan waktu ekstraksi 180 menit.
PENGARUH WAKTU KONTAK DAN PENAMBAHAN SILIKA TERHADAP %REDUKSI Ca(OH)2 PADA SEMEN Islamia, Nurul; Arninda, Andi; Prameswara, Gyan
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 1 No 2 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.588 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v1i2.262

Abstract

Semen dapat bereaksi dengan air membentuk kalsium hidrosilikat (CSH) dan kalsium hidroksida (Ca(OH)2) yang mempengaruhi kualitas pada semen. Ca(OH)2 dapat menurunkan kekuatan pada bangunan yang mengakibatkan keretakan dan umur bangunan yang singkat. Salah satu cara mereduksi jumlah Ca(OH)2 pada semen adalah dengan menambahkan material yang mengandung silika seperti limestone (SiO2 = 1.44%), andesite (SiO2 = 23.98%), fly ash (SiO2 = 39.67%) dan trass (SiO2 = 53.32%). Material tersebut dapat mengikat dan mereduksi Ca(OH)2 hingga membentuk CSH pada semen sehingga meningkatkan kekuatan pada bangunan. Penentuan % reduksi Ca(OH)2 dilakukan dengan proses ekstraksi dengan HCl. Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan, dengan parameter variasi material silika pada variasi waktu kontak 1, 3, 7, dan 14 hari diperoleh %reduksi Ca(OH)2 pada limestone berturut-turut adalah 26.09 %, 44.29 %, 62.86 %, dan 81.05 %. Pada Andesite  berturut-turut adalah 54.52 %, 62.48 %, 87.11 %, dan 90.14 %. Pada fly ash berturut-turut adalah 39.74 %, 63.61 %, 87.87 %, dan 89.00 %. Pada trass berturut-turut adalah 81.05 %, 90.52 %, 93.93 %, dan 96.21 %. Dari keempat material silika, yang paling berpengaruh dalam mereduksi Ca(OH)2 dari waktu ke waktu pada semen yaitu pada penambahan trass dengan persentase penurunan optimal sebesar 96.21 %.
PENGARUH TEKANAN TRANSMEMBRAN PADA NILAI PERMEANCE DALAM PROSES PEMISAHAN SENYAWA PROANTHOCYANIDIN MENGGUNAKAN METODE DEAD-END MEMBRAN ULTRAFILTRASI Afandy, Moh. Azhar; Sawali, Fikrah Dian Indrawati; Siswanto, Yudi
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 1 No 2 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.014 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v1i2.263

Abstract

Salah satu jenis teknik pemisahan dengan menggunakan membran yakni teknologi yang menggunakan perbedaan tekanan sebagai gaya pendorong yang memiliki beberapa keunggulan antara lain efisiensi yang tinggi, pemisahan yang lebih selektif, mudah untuk di scale up, hemat energi, serta suhu dan tekanan operasi yang lebih aman. Tujuan dari penelitian ini yakni mengetahui pengaruh tekanan transmembran terhadap nilai permeance dari proses ultrafiltrasi senyawa proanthocyanidin dengan metode filtrasi dead-end. Jenis membran yang digunakan yakni membran Polyethersulfone (PES) dengan ukuran MWCO yang berbeda yakni 50 kDa dan 30 kDa. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa tekanan transmembran akan mempengaruhi nilai permeance dimana ketika tekanan transmembran dinaikkan maka akan mengakibatkan turunnya nilai permeance dikarenakan tingginya nilai pressure drop, begitupun sebaliknya ketika tekanan transmembran diturunkan maka akan menaikkan nilai permeance karena nilai pressure drop yang cenderung lebih kecil.
PENGARUH KONSENTRASI AKTIVATOR NaOH PADA ARANG AKTIF TONGKOL JAGUNG TERHADAP ADSORPSI ION Pb2+ Ganing, Melani
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 1 No 2 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.138 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v1i2.265

Abstract

Dampak dari banyaknya jagung yang dikonsumsi menyebabkan bertambahnya limbah tongkol jagung yang berpotensi mencemari lingkungan. Tongkol jagung merupakan salah satu limbah pertanian yang sangat potensial dimanfaatkan untuk dijadikan arang aktif. Arang aktif merupakan senyawa karbon yang telah ditingkatkan daya adsorpsinya dengan melakukan proses karbonasi dan aktivasi. Berdasarkan kandungan tongkol jagung yang terdiri dari selulosa, hemiselulosa dan lignin, maka tongkol jagung dapat dimanfaatkan untuk berbagai penggunaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi aktivator NaOH dan waktu aktivasi arang aktif tongkol jagung terhadap adsorpsi ion Pb2+. Arang aktif dibuat dengan memvariasikan konsentrasi aktivator NaOH (0; 0,25; 0,50; 0,75; 1,00; 1,25; 1,50; 1,75; 2,00 %). Kemudian arang aktif yang dihasilkan digunakan untuk mengadsorpsi ion Pb2+. Banyaknya ion yang terserap diukur menggunakan spektrofotometer serapan atom (SSA). Konsentrasi aktivator maksimum yang diperoleh yaitu 1,75% NaOH dalam mengaktivasi arang tongkol jagung dengan daya adsorpsi sebesar 0.5491 mg/g. Hasil uji statistik pada taraf nyata 0,05 diperoleh F hitung lebih besar dari F tabel ( 988,5033 > 2,51). Berdasarkan uji BNT diketahui bahwa ion Pb2+ yang teradsorpsi berbeda nyata pada setiap konsentrasi.
OPTIMASI PENAMBAHAN SUSU KAPUR PADA NIRA MENTAH TERHADAP PH DAN VOLUME ENDAPAN CA3(PO4)2 DI PTPN XIV UNIT PABRIK GULA TAKALAR Sariwahyuni; Amin, Idi; Kurniawan
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 1 No 2 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.2 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v1i2.267

Abstract

Pada industri pabrik gula, nira tebu digunakan sebagai bahan baku produksi awal yang berbentuk cairan berwarna hijau kecokelatan dan bersifat asam. Pada nira tebu terkandung sukrosa dan bahan lain seperti gula pereduksi (glukosa dan fruktosa), serat, zat lain. Sementara sifat asam yang ada pada nira berasal dari reaksi fermentasi bakteri Leuconostic. Reaksi yang terjadi yaitu inversi sukrosa ketika enzim invertase yang diproduksi oleh tanaman mencemari nira. Hal ini diikuti dengan penurunan pH akibat peningkatan keasaman. Apabila nira dalam kondisi asam, mikroorganisme akan berkembang biak dengan baik. Pertumbuhan mikroorganisme pada nira akan merusak nira sehingga nira akan sulit mengkristal. Cara untuk menghilangkan keasaman dalam larutan dengan menambahkan larutan alkali yaitu susu kapur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimasi penambahan susu kapur pada nira mentah terhadap pH dan volume endapan di PTPN XIV Unit Pabrik Gula Takalar. Variasi  susu kapur yang digunakan pada penelitian ini adalah 0,4 mL; 0,5 mL; 0,6 mL; 0,8 mL dan 1,2 mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai optimum pH dan volume endapan tertinggi diperoleh pada perlakuan penambahan susu kapur sebanyak 1,2 mL dengan  pH 8,5 dan volume endapan 24 mL. Nilai pH dan volume endapan tersebut telah sesuai dengan standar pemurnian nira di PTPN XIV Unit Pabrik Gula Takalar.
PENGARUH WAKTU DAN SUHU MASERASI TERHADAP STRENGTH GEL KARAGINAN Eucheuma Cottonii DENGAN NaOH SEBAGAI PELARUT Setyorini, Dwi; Syafaatullah, Achmad Qodim; Variyana, Yeni
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 1 No 2 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.948 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v1i2.268

Abstract

Eucheuma cottonii merupakan salah satu jenis rumput laut yang paling banyak diproduksi di Indonesia. Tingginya angka penjualan rumput laut Eucheuma cottonii dalam bentuk bahan mentah, mengakibatkan diperlukannya pengolahan lebih lanjut untuk meningkatkan nilai jualnya. Salah satu produk rumput laut yang diminati yaitu karaginan yang dapat dimanfaatkan oleh industry pangan maupun non pangan karena dapat digunakan sebagai penstabil, pengemulsi, maupun gelatasi. Untuk mendapatkan karaginan, perlu dilakukan proses lanjutan yaitu ekstraksi. Terdapat berbagai jenis metode ekstraksi salah satunya yaitu maserasi (perendaman). Sebelum dilakukan maserasi, rumput laut sebaiknya dibersihkan dari kotoran – kotoran yang menempel untuk menghindari adanya kontaminasi sekaligus meningkatkan nilai kualitasnya. Solvent yang digunakan untuk proses maserasi sebaiknya merupakan solvent yang bersifat alkali, salah satunya yaitu NaOH. Waktu maserasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu selama 1 jam, 2 jam dan 3 jam. Sedangkan variasi suhu yang digunakan yaitu 60oC, 70oC dan 80oC. Hasil maserasi selanjutnya dikeringkan dan direduksi ukurannya. Untuk mengetahui kualitas dari karaginan yang dihasilkan, maka dilakukan Analisa viskositas dan strength gel. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa nilai strength gel akan berbanding terbalik dengan viskositas. Karaginan dengan mutu terbaik, dihasilkan melalui proses maserasi menggunakan NaOH pada suhu 70oC selama 1 jam dengan nilai strength gel nya sebesar 575 gr/cm2 dan viskositasnya 227 cp.
STUDI UKURAN FRAKSI PARTIKEL TERHADAP KADAR NIKEL DAN KANDUNGAN AIR PADA BIJIH NIKEL LATERIT Bakri, Suriyanto; Ardana, Muhammad Fabio; Juradi, Muhammad Idris; Nurhawaisyah, Sitti Ratmi; Mundiana, Arifin
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 1 No 2 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.324 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v1i2.271

Abstract

PT Vale Indonesia Tbk. melakukan penambangan dan pengolahan bijih nikel laterit di daerah Sorowako Sulawesi Selatan. Bijih nikel laterit yang ditambang dan diolah lebih lanjut umumnya bijih nikel pada zona saprolit yang memiliki kadar Ni yang memenuhi Cut Off Grade (COG) tertentu. Ukuran fraksi partikel pada zona saprolit cukup beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan kadar Ni dan H2O pada bijih nikel berdasarkan ukuran fraksi partikel zona saprolit pada blok barat area pertambangan PT Vale Indonesia Tbk. Secara umum metode penelitian yang digunakan adalah metode sampling. Pengambilan sampel pada dryer kiln product (DKP), kemudian sampel dibawa ke laboratorium untuk dipreparasi dan dianalisis kadarnya dengan menggunakan alat x-ray fluorescence (XRF) dan data-data yang dihasilkan dianalisis sehingga didapatkan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran fraksi partikel sangat mempengaruhi kandungan Ni dan H2O pada bijih nikel laterit zona saprolit. Ukuran fraksi partikel berbanding lurus dengan kadar Ni yang diperoleh, semakin kecil ukuran fraksi partikel maka semakin besar kadar Ni yang diperoleh. Semakin kecil ukuran fraksi partikel maka semakin besar kandungan H2O yang diperoleh.
PERBANDINGAN YIELD EKSTRAKSI PIPERIN PIPER NIGRUM L. DENGAN MENGGUNAKAN EKSTRAKSI KONVENSIONAL DAN MICROWAVE Silmi, Fadian Farisan; Variyana, Yeni; Shintawati
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 1 No 2 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.574 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v1i2.272

Abstract

Piperin merupakan zat aktif yang terdapat dalam buah lada hitam (Piper nigrum L.). Zat aktif tersebut banyak digunakan di industri makanan dan farmasi. Pengambilan piperin biasanya menggunakan proses ekstraksi dari oleoresin ekstrak. Pada penelitian, material menggunakan media pemanas yaitu microwave dan heater. Parameter ekstraksi yang ditentukan adalah massa bahan baku sebanyak 50 gr, feed to solvent (F/S) adalah 1:4 dan 1;6, serta volume KOH sebanyak 50 mL untuk mengikat kristal piperin dalam ekstrak. Hasil penelitian pada rasio F/S 1:4 dan 1:6 secara berturut-turut didapatkan yield ekstraksi piperin dari lada (Piper nigrum L.) menggunakan microwave 2,56 dan 2,91 kali lebih tinggi dibandingkan konvensional (heater). Sedangkan meningkatnya jumlah volume etanol yang digunakan pada ekstraksi piperin dapat menurunkan perolehan yield sebanyak 11,27% dan 21,54% untuk setiap 100 mL etanol. Titik leleh kristal piperin terjadi pada suhu 120 oC dengan titik leleh sempurna kristal piperin terjadi pada suhu 150 oC.
ANALISIS KANDUNGAN MINERAL PASIR BESI PANTAI SELATAN KABUPATEN LUMAJANG HASIL SEPARASI MAGNETIK Jayusri, Muh. Azis Albar; Putra, Aditya Perdana; Putra, Eriek Aristya Pradana
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 1 No 2 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.83 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v1i2.273

Abstract

Potensi pasir besi di Pantai Selatan Kabupaten Lumajang cukup besar tapi belum dikelola secara mendalam dan modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan mineral magnetik pasir besi yang ada di Pantai Selatan Kabupaten Lumajang agar dapat memberikan informasi dan bahan kajian dalam pengembangan pengolaan pasir besi ke depan. Metode yang digunakan adalah metode separasi magnetik menggunakan magnetik separator untuk memisahkan dan mendapatkan konsentrat pasir besi titanomagnetite yang merupakan senyawa mineral besi yang kaya kandungan titanium. Berdasarkan hasil analisa XRD diketahui bahwa kandungan minerak pasir besi Pantai Selatan Kabupaten Lumajang hasil separasi magnetik mengandung mineral magnetik 39,4% dan non magnetik 60,6% yang terdiri dari senyawa kelompok mineral besi magnetite, titanomagnetite, iron titanium oxide, augite serta pengotor berupa senyawa silika yakni bustamite, albite, dan anthophyllite. Untuk hasil analisa XRF menunjukkan kadar titanium dan besi meningkat setelah dilakukan separasi magnetik pada pasir besi Pantai Selatan Kabupaten Lumajang. Kadar titanium meningkat sebesar 3,42 % dan besi 49,6 %.