cover
Contact Name
Jupri Kartono
Contact Email
lppm@pancabhakti.ac.id
Phone
+62721-786864
Journal Mail Official
lppm@pancabhakti.ac.id
Editorial Address
Dewan Redaksi Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama (JPMJ) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti Jl. ZA. Pagar Alam No.14, Gedong Meneng, Kec.Rajabasa, Kota Bandar Lampung 35145
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama (JPMJ)
ISSN : -     EISSN : 29638534     DOI : https://doi.org/10.47218/jpmj.v1i1
Core Subject : Health,
Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama (JPMJ) is a journal that publishes the results of community service in the health sector, publication twice a year (August and December).
Articles 56 Documents
Gerakan Remaja Peduli Anemia Satiyem, Satiyem; Murtiningsih, Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama (JPMJ) Vol 4 No 2 (2025): JPMJ Vol 4 No 2 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47218/jpmj.v4i2.407

Abstract

Anemia in adolescents is not only felt during adolescence, but will continue into adulthood which in the future will experience pregnancy and childbirth. Therefore, preventive and promotive actions are needed to prevent anemia in adolescents, as well as to reduce the incidence of anemia. One of the promotive efforts that can be implemented is by empowering adolescents with the Anemia Care Youth Movement. The method used is to conduct early detection and direct health education to adolescents. Health education and early detection of anemia were carried out at the Jetis Village Hall in Jaten District, Karanganyar and attended by 35 adolescents. The media used were booklets, power points, hemoglobin checkers and loudspeakers. The results of early detection of anemia in adolescents showed that 35% of adolescents had anemia with an average of 11 gr/dl, and the results of health education showed an increase in knowledge regarding the definition, classification, signs and symptoms, causes, impacts, how to prevent and treat anemia. Adolescents were also given iron tablets and a control book on compliance with iron tablet consumption with the aim of preventing and overcoming anemia in the Jetis Village environment.
Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak Usia 4-6 Tahun melalui Edukasi Interaktif Penyuluhan dan Skrining Fitria, Rahmah; Mundari, Risa; Adriati, Febri; Herliana, Herliana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama (JPMJ) Vol 4 No 2 (2025): JPMJ Vol 4 No 2 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47218/jpmj.v4i2.445

Abstract

Periode prasekolah merupakan masa kritis yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak di masa depan. Upaya stimulasi dan deteksi dini sangat penting dilakukan untuk mencegah keterlambatan maupun gangguan perkembangan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di TK Al-Fatih Bandar Lampung dengan tujuan meningkatkan pengetahuan orang tua serta guru, sekaligus melakukan skrining pertumbuhan dan perkembangan anak usia 4-6 tahun. Metode kegiatan mencakup penyuluhan interaktif menggunakan media audiovisual, leaflet, dan diskusi, dilanjutkan dengan pemeriksaan antropometri serta Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Peserta terdiri dari 28 anak, 24 orang tua, dan 4 guru. Hasil menunjukkan sebagian besar anak memiliki status gizi baik (96,4%) dan perkembangan normal (89%), meskipun terdapat 1 anak dengan penyimpangan dan 2 anak kategori meragukan. Pengetahuan orang tua/guru meningkat dari skor pretest 50% menjadi 75% pada posttest. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran serta memungkinkan deteksi dini permasalahan tumbuh kembang. Disarankan kegiatan serupa diintegrasikan secara rutin dengan Posyandu maupun program SDIDTK di sekolah lain, khususnya di Provinsi Lampung.
Penyuluhan Pembuatan Makanan Tambahan ITA (Ikan Tahu) Untuk Meningkatkan Hemoglobin Dan IMT Ibu Hamil Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Sejak Dini pamungkas, Atik mahmudah; Kuswati, Kuswati; Nurrasyidah, Rahmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama (JPMJ) Vol 4 No 2 (2025): JPMJ Vol 4 No 2 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47218/jpmj.v4i2.449

Abstract

Dari data dari profil kesehatan Kabupaten Klaten (2022) disebutkan bahwa pencapaian pemberian TTD (tablet tambah darah) pada ibu hamil di Puskesmas Wedi sudah mecapai 95% namun masih terdapat 7% (34 orang) ibu hamil yang mengalami anemia. Begitupula1,2kejadian kekurangan energi pada ibu hamil di Puskesmas wedi masih 5,3% (29 orang)Kejadian anemia pada wanita (19,7%) lebih banyak dibandingkan pada pria (13,1%), kondisi ini akan diperparah ketika seorang wanita mengalami kehamilan, karena pada ibu hamil akan mengalami perubahan hermatologi yaitu terjadi peningkatan volume plasma sekitar 45-65%, hal ini dimulai pada trimester II kehamilan dan maksimum terjadi pada bulan ke-9 dan meningkat sekita 1000 ml. Anemia harus segera ditangani sejak dini karena akanmengakibatkan prematuritas, BBLR dan dapat menjadi faktor risiko kejadian stunting, sehingga secara tidak langsung anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan kejadian stunting pada balita. Stunting adalah permasalahan gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam rentang yang cukup waktu lama, umumnya hal ini karena asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Status gizi ibu hamil dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pola makan, kondisi kesehatan, serta kebiasaan hidup sehari-hari. Parameter yang digunakan untuk menilai status gizi ibu hamil antara lain indeks massa tubuh (IMT). Terdapat beberapa cara mengatasi kejadian anemia diantaranya secara farmakologi dan non farmakologi. Cara farmakologi yaitu dengan mengkonsumsi tablet Fe sesuai program pemerintah, non farmakologi yaitu dengan mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang dengan asupan zat besi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Fortifikasi makanan tinggi zat besi paling baik adalah pada makanan hewani, seperti daging merah, daging ayam, telur dan ikan karena memiliki bioavailabilitas yang tinggi. Sumber makanan ini tidak hanya menyediakan zat besi, tetapi juga mengandung asam amino esensial dan nutrisi penting lainnya yang meningkatkan penyerapan zat besi dan berkontribusi pada Kesehatan secara keseluruhan . Nugget dan otak otak merupakan makanan yang praktis untuk dihidangkan, pembuatannya pun mudah dan dapat dijadikan camilan yang memiliki nilai gizi lebih dibandingkan camilan lainnya. Pada Pengabdian Kepada Masyarakat ini bermitra dengan ibu hamil di Puskesmas Wedi, Kabupaten Klaten. Tim pengabmas menjalin penjajakan, diskusi, dan koordinasi dengan puskesmas wedi untuk mengembangan program penyuluhan pembuatan PMT ITA (Ikan Tahu) guna meningkatkan IMT dan kadar hemoglobin pada ibu hamil sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini. Kegiatan dilakukan dengan metode penyuluhan tentang nutrisi ibu hamil dan pembuatan otak otak ITA (Ikan Tahu) yang evaluasinya akan dilihat melalui pengetahuan ibu hamil pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pembuatan makanan tambahan bagi ibu hamil sebagai upaya meningkatkan kadar hemoglobin dan IMT untuk pecegahan stunting sejak dini. Target luaran dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu video kegiatan dan hasil posttest pengetahuan ibu hamil tentang PMT ITA (ikan tahu).
Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) Melalui Pemberdayaan Masyarakat Rosa, Tasya Ferliana; M.Kep.,Sp.Kep.J, Ns. Jumaini; Nashira, Inaya Putri; Eman Lano, Tanta Adhwu; jeli, Jeli; Canas, Fajar; Arifah, Gusvany; Yana, Miranda Dwi; Keisha, Amanah; Ardayani, Sri; Yuda, Malvino Prana; Ghaniya, Mauren Nabeel; Yanti, Sindy Eva
Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama (JPMJ) Vol 4 No 2 (2025): JPMJ Vol 4 No 2 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47218/jpmj.v4i2.461

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu ancaman kesehatan yang signifikan di Indonesia, terutama di wilayah dengan kondisi lingkungan yang mendukung perkembangan vektor penyakit. Selain rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pencegahan dan gejala DBD, faktor lingkungan seperti mudah terjadi banjir, banyaknya sampah berserakan, serta genangan air yang tidak terkelola turut meningkatkan risiko terjadinya dan berkembangnya kasus DBD di masyarakat. Untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di RW 10 Kelurahan Sri Meranti dengan fokus pada pemberian edukasi, gotong royong membersihkan halaman dan inovasi pembuatan diffuser alami dari cengkeh dan kayu manis mengenai pencegahan dan deteksi dini DBD. Pre-test dan post-test diberikan kepada 12 peserta yang mengikuti edukasi. Kegiatan ini juga melibatkan 60 warga yang berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong dan penerapan hasil edukasi di lingkungan sekitar. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, dari rata-rata nilai pre-test sebesar 63,3% menjadi 95,0% pada post-test, dengan peningkatan sebesar 31,7%. Selain peningkatan pengetahuan, kegiatan gotong royong yang dilakukan juga berhasil membersihkan area pemukiman dari tumpukan sampah dan menghilangkan genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Inovasi berupa pembuatan diffuser alami dari campuran cengkeh dan kayu manis juga mendapat respons positif dari warga sebagai alternatif pengusir nyamuk yang ramah lingkungan.
Edukasi Menggunakan Media Booklet Untuk Meningkatkan Pengetahuan Tentang Diit Bagi Pasien Penyakit Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Inayati, Anik; Ayubbana, Sapti; Dewi, Nia Risa; Dewi, Tri Kesuma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama (JPMJ) Vol 4 No 2 (2025): JPMJ Vol 4 No 2 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47218/jpmj.v4i2.462

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan kondisi kehilangan fungsi ginjal yang bersifat progresif dan ireversibel, sehingga tubuh tidak mampu mempertahankan keseimbangan metabolik, cairan, dan elektrolit. Pasien GGK yang menjalani hemodialisa wajib menjalankan diit khusus untuk mempertahankan status gizi dan mencegah komplikasi. Namun, tingkat kepatuhan pasien terhadap diit masih rendah akibat kurangnya pengetahuan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga mengenai diit pasien hemodialisa melalui edukasi kesehatan berbasis media booklet. Kegiatan dilaksanakan pada bulan November 2024 di wilayah kerja Puskesmas Banjarsari dengan metode ceramah interaktif, diskusi, dan evaluasi. Sebanyak 15 peserta mengikuti kegiatan ini, yang terdiri dari pasien dan keluarga. Hasil menunjukkan bahwa sebelum edukasi, 50% peserta belum memahami prinsip diit hemodialisa, dan setelah kegiatan, 90% peserta menyatakan telah memahami dan siap menerapkan anjuran diit dengan lebih disiplin. Edukasi menggunakan media booklet terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pasien serta keluarga dalam pengelolaan nutrisi bagi pasien hemodialisa.
Optimalisasi Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi Usia 0 - 12 Bulan Dewi, Rusmala; Josepin, Intania; Aulia, Regina Dyah; gebby f, Nipande gede
Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama (JPMJ) Vol 4 No 2 (2025): JPMJ Vol 4 No 2 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47218/jpmj.v4i2.495

Abstract

Bayi adalah anak berusia 0-12 bulan. Usia ini merupakan usia yang menentukan dalam pertumbuhan dan perkembangan. Optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 0-12 bulan sangat diperlukan agar tumbuh kembang bayi menjadi optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah edukasi tentang optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 0-12 bulan dengan pijat bayi. Pengabdian Masyarakat dilaksanakan di Desa Bagelen, Kabupaten Pesawaran dengan jumlah peserta 11 ibu yang memiliki bayi 0-12 bulan. Peserta dapat menjelaskan tentang pijat bayi dan dapat mempraktekkan langkah-langkah pijat bayi dengan baik dan benar. Saran terhadap orangtua agar dapat menstimulasi bayi dengan pijat bayi, selain itu juga memantau pertumbuhan dan perkembangan bayinya agar dapat diketahui secara dini jika ada ketidaksesuaian pertumbuhan dan perkembangannya