cover
Contact Name
Andina Nurul Wahidah
Contact Email
andinanurulwahidah5@gmail.com
Phone
+6289694156310
Journal Mail Official
havizul@gmail.com
Editorial Address
https://e-journal.iainptk.ac.id/index.php/al-adad/about/editorialTeam
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Al-'Adad: Jurnal Tadris Matematika
ISSN : -     EISSN : 2987646X     DOI : https://doi.org/10.24260
Core Subject : Education,
Al-‘Adad: Jurnal Tadris Matematika berisi artikel-artikel mengenai isu-isu pendidikan matematika yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah berupa diseminasi hasil penelitian yang dihasilkan oleh ahli, ilmuwan, praktisi, dan mahasiswa dan kajian pustaka dalam bidang Pendidikan Matematika dengan lingkup: 1. Desain Pembelajaran Matematika 2. Pengembangan Bahan Ajar ataupun Model Pembelajaran 3. Penelitian Tindakan Kelas 4. Media Pembelajaran Matematika 5. Kreativitas dan Inovasi Pembelajaran Matematika 6. Alat Peraga Pembelajaran Matematika 7. Analisis Kesulitan Siswa dalam Pembelajaran 8. Etnomatematika dalam Pembelajaran Matematika 9. Evaluasi Pembelajaran Matematika 10. Kurikulum Pendidikan Matematika 11. Teori Belajar Matematika 12. Sejarah dan Filsafat Matematika 13. Analisis Penerapan Model/Pendekatan/Metode/Strategi Pembelajaran 14. Media Pembelajaran berbasis IT 15. Lesson Study Pembelajaran MatematikaKhusus untuk hasil penelitian, metode penelitian yang digunakan dapat menggunakan penelitian kuantitatif, penelitian kualitatif, penelitian campuran, penelitian pengembangan, penelitian desain, ataupun jenis penelitian lainnya yang berkaitan dengan topik di atas.
Articles 83 Documents
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA PERMAINAN TRADISIONAL LOMPAT JENGKAL DI KABUPATEN KUBU RAYA KALIMANTAN BARAT Ningsih, Widia Ningsih; Ningsih , Widia; Desty Septianawati
Bahasa Indonesia Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/c9b8k780

Abstract

Permainan tradisional seringkali mengandung konsep matematika yang belum tergarap secara optimal dalam pembelajaran, padahal berpotensi menjadi jembatan kontekstual antara budaya lokal dan matematika formal. Lompat jengkal merupakan salah satu permainan tradisional yang masih dikenal masyarakat Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, namun belum pernah dikaji secara khusus dari perspektif etnomatematika. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan permainan lompat jengkal, mengidentifikasi konsep-konsep matematika yang terkandung di dalamnya, serta menganalisis aktivitas matematis yang muncul berdasarkan kerangka enam aktivitas matematis Bishop (Bishop’s six mathematical activities). Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnomatematika. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan lompat jengkal dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu undian urutan bermain melalui hompimpa, pengukuran batas tumpuan menggunakan jengkal tangan sebagai satuan tidak baku, serta eksekusi lompatan melewati rintangan yang dibentuk dari tumpukan jengkal tangan penjaga. Permainan ini memuat konsep peluang, pengukuran panjang dengan satuan tidak baku, akurasi dan presisi pengukuran, bilangan kardinal dan ordinal, operasi hitung, konversi satuan, serta geometri berupa estimasi ruang dan sudut elevasi lompatan. Berdasarkan kerangka Bishop, permainan ini menampilkan keenam aktivitas matematis, yaitu membilang (counting), mengukur (measuring), menentukan lokasi (locating), merancang (designing), bermain (playing), dan menjelaskan (explaining). Permainan lompat jengkal juga mengandung nilai budaya berupa kebersamaan, sportivitas, kejujuran, dan penghormatan kepada yang lebih tua, serta berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar kontekstual untuk materi pengukuran, satuan tidak baku, konversi satuan, peluang, dan bilangan cacah di sekolah dasar. Penelitian ini menegaskan bahwa permainan tradisional lompat jengkal dapat menjadi sarana belajar matematika yang kontekstual serta mendukung pelestarian budaya lokal.
KAJIAN ETNOMATEMATIKA TERHADAP NILAI-NILAI ISLAM DAN KONSEP MATEMATIKA YANG TERKANDUNG DALAM BANGUNAN MASJID AL JIHAD BANJARMASIN Jannah, Rabiatul; Muhammad; Ariyanti, Iin; Muhammad Syaifani
Bahasa Indonesia Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/xb713b66

Abstract

Matematika terintegrasi secara mendalam dengan praktik budaya, termasuk arsitektur keagamaan. Penelitian ini mengeksplorasi integrasi matematika dan budaya lokal melalui pendekatan etnomatematika di Masjid Al Jihad Banjarmasin, dengan fokus pada bagaimana struktur fisik dan pemanfaatannya menerapkan konsep matematika sekaligus nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep-konsep matematika yang terkandung dalam bangunan dan fasilitas Masjid Al Jihad Banjarmasin serta mengungkap keterkaitannya dengan nilai-nilai Islam. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnomatematika. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan bendahara masjid, dan dokumentasi, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi teknik. Tahapan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep matematika dan nilai-nilai Islam termuat dalam bangunan dan fasilitas Masjid Al Jihad Banjarmasin yang didasarkan pada tiga aspek utama: sejarah dan perkembangan, arsitektur dan fasilitas, serta pemanfaatan Masjid. Konsep-konsep matematika meliputi geometri ruang dan simetri pada kubah, pengukuran dimensi luas ruang shalat dan area parkir, kalkulasi bilangan pada tiang penyangga, statistika sederhana pada data historis, hingga efisiensi pemodelan ruang tidak hadir secara abstrak, melainkan wujud nyata dalam arsitektur fisik serta tata kelola masjid. Selain itu, dari segi nilai-nilai Islam mencakup keindahan (jamal) dan keteraturan pada desain, persatuan (ukhuwah Islamiyah) pada kapasitas ruang shalat, kemudahan (taysir) melalui penyediaan travelator dan pendingin ruangan, pengelolaan dana pembangunan yang amanah, hingga semangat kolektif untuk memakmurkan masjid.
EKSPLORASI GEOMETRI PADA POLA ANYAMAN TRADISIONALMASYARAKAT MELAYU KALIMANTAN BARAT Mitah; Zulkarnain, Zulkarnain
Bahasa Indonesia Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/w8xjyg15

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep geometri yang terdapat pada pola anyaman tradisional masyarakat Melayu Kalimantan Barat. Kerajinan anyaman tradisional tidak hanya memiliki nilai estetika dan budaya, tetapi juga mengandung konsep matematika yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran berbasis etnomatematika. Objek penelitian meliputi anyaman tikar, nyiru, dan bakul. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan tetua masyarakat di Padang Tikar, serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada anyaman tikar ditemukan konsep geometri berupa persegi panjang dan belah ketupat, pada anyaman nyiru ditemukan konsep lingkaran, sedangkan pada anyaman bakul ditemukan konsep bangun ruang tabung. Selain konsep bangun datar dan bangun ruang, ditemukan pula konsep matematis berupa luas, keliling, luas permukaan dan volume. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerajinan anyaman tradisional masyarakat melayu kalimantan barat dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran matematika yang kontekstual melalui pendekatan  etnomatematika.
PENGARUH PERMAINAN CONGKLAK BERMUATAN BUDAYA LOKAL TERHADAP HASIL BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP Husnah, Ilma Muafaul; Sinaga, Yohana Dwi Kristiani; Setiawan, Beni
Bahasa Indonesia Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/y08hgd67

Abstract

Rendahnya pemahaman konsep statistika dan motivasi belajar siswa menuntut hadirnya media pembelajaran yang kontekstual. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh permainan congklak bermuatan budaya lokal terhadap hasil belajar dan motivasi belajar matematika siswa pada materi statistika. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen berdesain pretest-posttest control group design. Sampel ditetapkan melalui cluster random sampling terhadap dua kelas VIII SMPN 8 Sepauk, yaitu kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, angket motivasi belajar, angket respon siswa, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed rank, uji Mann-Whitney U, paired sample t-test, dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan perlakuan terhadap hasil belajar (p = 0,017) dan motivasi belajar (p = 0,001) pada kelas eksperimen. Dalam perbandingan antarkelompok, perbedaan hasil belajar tidak signifikan (p = 0,582), sedangkan perbedaan motivasi belajar signifikan (p = 0,001). Respon siswa terhadap media berada pada kategori sangat baik (87,22%). Disimpulkan bahwa keunggulan komparatif permainan congklak bermuatan budaya lokal terutama terletak pada ranah afektif, sementara pada ranah kognitif media tersebut setara dengan pembelajaran konvensional sehingga tetap layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran matematika.
TRANSFORMING MATHEMATICS LEARNING THROUGH DIGITAL BOOKS: NEEDS ANALYSIS AT SDN 26 SOUTHEAST PONTIANAK Salawati; Kartini; Sulisti, Hidayu
Bahasa Indonesia Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/sxx12g17

Abstract

The purpose of this study is to analyze the need for the development of digital books for mathematics learning at SDN 26 Southeast Pontianak. This study is a research and development (R&D) study using Thiagarajan's 4-D model. This study focuses on the define stage, which includes: Initial Analysis, Student Analysis, Task Analysis, Concept Analysis, and Goal Formulation Analysis. Data collection uses interview techniques with interview sheets as instruments. Data analysis used the technique according to Miles & Huberman (1992), which consists of three activity flows, namely: data reduction, data presentation, and conclusion drawing/verification. The define stage includes five activity steps. Data were collected through interviews with the Grade VB homeroom teacher and observations of learning conditions involving 24 Grade V students at SDN 26 Southeast Pontianak. The findings indicate that mathematics learning at SDN 26 Southeast Pontianak is still dominated by lectures and printed textbooks, while students experience persistent difficulties in multiplication concepts and demonstrate higher engagement when learning with interactive media. The study identifies the need for a digital book integrating visual explanations, audiovisual content, structured practice activities, and curriculum-aligned learning objectives as the primary design requirements. This needs analysis provides a systematic empirical foundation for the development of context-specific digital mathematics books, representing the novelty of the study beyond merely recommending digital media development.
ETNOMATEMATIKA: IDENTIFIKASI UNSUR GEOMETRI PADA RUMAH ADAT RADAKNG SUKU DAYAK DI KALIMANTAN BARAT Hairunisa, Mutya; Rustanuarsi, Ressy
Bahasa Indonesia Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/1322p147

Abstract

Konsep matematika sering terwujud dalam arsitektur tradisional sebagai bentuk integrasi antara budaya dan ilmu pengetahuan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi konsep geometri yang terdapat pada Rumah Adat Radakng di Pontianak melalui kajian etnomatematika. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif eksploratif. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Adat Radakng memuat berbagai konsep geometri, yaitu bangun datar berupa segitiga, persegi panjang, persegi, dan trapesium, bangun ruang berupa balok dan tabung, serta hubungan antar garis yang meliputi garis sejajar, garis berpotongan, dan sudut siku siku. Temuan ini menunjukkan bahwa konsep geometri tidak hanya bersifat abstrak, tetapi juga hadir dalam arsitektur tradisional sebagai bagian dari praktik budaya masyarakat Dayak. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan pembelajaran matematika berbasis etnomatematika yang kontekstual sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal melalui integrasi nilai budaya dalam pembelajaran matematika.
ETNOMATEMATIKA DALAM MAKANAN KHAS SUKU SUNDA DI MENTERADO, KABUPATEN BENGKAYANG Yulia; Zulkarnain
Bahasa Indonesia Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/wf8d2652

Abstract

Kajian ini menyelidiki etnomatematika pada kuliner tradisional suku Sunda yang diproduksi oleh komunitas perantau di Menterado, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep geometri dan penalaran spasial di balik pembuatan empat makanan spesifik: rengginang, wajit cililin, opak ketak, dan surabi. Menggunakan metode kulitatif-etnografi, data dikumpulkan melalui observasi langsung, pemodelan matematika fisik, serta wawancara daring bersama pembuat kuliner Sunda di Menterado. Hasil Penelitian mengungkapankan bahwa keempat makanan tradisional tersebut merepresentasikan sifat-sifat geometri dasar meliputi lingkaran, segitiga sama kaki, dan limas segi empat. Secara krusial, ditemukan bahwa pengrajin migran tidak sekedar meniru resep asli, melainkan memodifikasi dimensi fisik objek, seperti mengubah struktur cetakan rengginang dan menambah ketebalan opak ketan sebesar +0, 2 cm sebagai adaptasi terhadap karakteristik kalori tinggi arang kayu lokal Kalimantan Barat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa etnomatematika pada komunitas perantau bersifat dinamis dan menunjukkan adanya kalibrasi matematis intuitif terhadap lingkungan baru. Temuan ini menyediakan materi pembelajaran geometri yang sangat kontekstual dan berbasis budaya.  
Eksplorasi Geometri, Ornamen Islam Dan Pernak-Pernik Etnis Melayu Pada Arsitektur Keraton  Dan Masjid Kesultanan Sambas Roja, Roja; Havizul, Havizul
Bahasa Indonesia Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/4vq5z196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  (1) mengeksplorasi unsur-unsur geometri pada keraton dan masjid Kesultanan Sambas (2) mengeksplorasi ornamen-ornamen pada keraton dan masjid Kesultanan Sambas (3) mengeksplorasi pernak-pernik atau hiasan melayu yang ada pada keraton dan masjid Kesultanan Sambas. Penelitian yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan jenis etnografi. Teknik dan instrumen pengumpulan data yaitu dengan studi literatur dan dokumentasi dengan instrumen seperti dokumen dan foto. Sumber data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Hasil penelitian memiliki tujuan yaitu pertama, bangunan yang ada pada Keraton Sambas memiliki kaitan dengan pembelajaran matematika yakni konsep geometri seperti segitiga, persegi, persegi panjang, jajargenjang, trapesium, lingkaran, limas dan balok. Kedua, pada arsitektur Keraton dan Masjid Kesultanan Sambas terdapat ornamen Islam, salah satunya yaitu kaligrafi Arab. Ketiga, etnis Melayu Sambas mempunyai pernak-pernik yang terdapat dalam Keraton dan Masjid Kesultanan seperti pakaian, perlengkapan perkawinan, serta bahan-bahan bangunan yang memiliki ciri khas etnis Melayu.
ARE INDONESIAN PROSPECTIVE MATHEMATICS TEACHERS READY? DIAGNOSTIC INSIGHTS INTO BASIC MATHEMATICAL COMPETENCE Hasanah, Rusi Ulfa; Maysarah, Siti
Bahasa Indonesia Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/47wxk030

Abstract

Basic mathematical skills constitute a crucial foundation for prospective mathematics teachers, as weaknesses in this competence may hinder conceptual understanding, the development of Pedagogical Content Knowledge (PCK), and readiness to teach effectively. Therefore, an early diagnostic assessment of prospective teachers' mathematical competence is important to provide empirical evidence for curriculum improvement in mathematics teacher education programs. This study aims to identify the profile of prospective teachers' basic mathematical skills and formulate curriculum implications based on diagnostic findings. A quantitative descriptive approach was employed involving 85 third-semester students of the Mathematics Education Program at one of the teacher education institutions (LPTK) in North Sumatra Province, Indonesia, selected through random sampling. The research instrument consisted of a written test containing 40 multiple-choice items covering five junior secondary mathematics content domains: number, algebra, measurement, geometry, and data analysis and probability. Data were analyzed using descriptive statistical techniques to determine achievement percentages across domains and identify patterns of students’ weaknesses. The findings reveal that 91.76% of students were categorized as having low mathematical ability, with an average score of 29.86 on a 100-point scale. Domain-based analysis showed that algebra achieved the highest percentage (38.55%), followed by data analysis and probability (37.84%), geometry (28.24%), number (24.00%), and measurement (20.67%) as the weakest domain. These findings indicate the need for curriculum interventions, including matriculation programs, redesigning junior secondary mathematics courses through Hypothetical Learning Trajectory (HLT), implementing Realistic Mathematics Education (RME), and conducting periodic diagnostic assessments to strengthen prospective teachers' mathematical foundations.
TRENDS AND KNOWLEDGE MAPPING OF ETHNOMATHEMATICS RESEARCH: A BIBLIOMETRIC ANALYSIS 2021–2026 Resti; Liliana, Sepriani; Suprihatiningsih, Siti
Bahasa Indonesia Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/crwqmz70

Abstract

This study maps the development and knowledge structure of Scopus-indexed ethnomathematics research published from 2021 to 2026. The analysis was undertaken because publication output has grown, while recent conceptual directions and the position of pedagogical themes remain insufficiently synthesized. A total of 572 documents were examined using Bibliometrix/Biblioshiny and VOSviewer through annual scientific production, a cumulative growth curve, life-cycle modelling, a three-fields plot, and a thematic map. Publication output comprised 75 documents in 2021, slightly decreased to 73 in 2022, and then rose to 89 in 2023, 102 in 2024, and 133 in 2025. Partial data up to 31 July 2026 recorded 100 documents. Ethnomathematics, mathematics education, teaching, cultural identity, geometry, and mathematical concepts formed the main structure of the field. Problem solving and metacognition developed as specialized themes, whereas algebra, traditional houses, and mathematical knowledge occupied the emerging-or-declining area. The growth model estimated a cumulative saturation capacity of 1,215 publications; however, this result should be interpreted cautiously because the observation period is short and 2026 data are incomplete. The findings indicate a movement from cultural-artifact exploration toward pedagogical integration, although geometry and cultural concepts remain dominant. Future work should broaden