cover
Contact Name
Fathul Qorib
Contact Email
fathul.indonesia@gmail.com
Phone
+6285354769970
Journal Mail Official
jise.journal@lenvari.org
Editorial Address
Perum Pesona Mutiara, Karangwidoro, Dau, Kabupaten Malang 65151
Location
Kab. malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Indonesian Society Empowerment
ISSN : 29878160     EISSN : 29877288     DOI : https://doi.org/10.61105/jise.v1i1
Journal of Indonesian Society Empowerment (JISE) adalah sebuah wadah menerbitkan dan menyebarluaskan gagasan dan penelitian di bidang pengabdian masyarakat, pekerjaan sosial, dan aktivitas pemberdayaan komunitas dan kemasyarakatan. Jurnal ini bertujuan untuk berkontribusi dalam pemahaman teoretis, membentuk kebijakan publik, dan melihat praktik aktivitas sosial. Kami menerima publikasi dosen, mahasiswa, peneliti, praktisi, profesional, dan pengabdi dengan fokus Community Empowerment; Social Access; Community Service; Education for Sustainable Development; Service to the Community; Training, Marketing, Technological Accuracy, and Design; Outskirt Areas and Undeveloped Areas; dan Education for Sustainable Development;
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 30 Documents
Program Pemberdayaan Masyarakat pada Desa Jombok, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang Ghofur, M Abdul; Fikri, Jauhari; Arlita, Maisy
Journal of Indonesian Society Empowerment Vol. 2 No. 1 (2024): June
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jise.v2i1.69

Abstract

Program pemberdayaan masyarakat di Desa Jombok bersifat multifaset, meliputi inisiatif seperti pembuatan pintu masuk desa, pelatihan pengolahan susu sapi, dan pemberian pemeriksaan kesehatan gratis. Penciptaan gerbang masuk yang estetis berfungsi sebagai simbol identitas masyarakat serta menumbuhkan rasa bangga dan persatuan antar warga. Gerbang-gerbang ini dapat menarik pengunjung, sehingga berpotensi membuka jalan bagi peluang ekonomi di desa. Aspek integral lainnya dari program ini melibatkan pelatihan anggota masyarakat dalam pengolahan susu sapi. Inisiatif ini bukan hanya tentang diversifikasi ekonomi tetapi juga membekali individu dengan keterampilan baru, mendorong kewirausahaan dan berkontribusi terhadap stabilitas ekonomi dalam masyarakat. Selain itu, pemeriksaan kesehatan gratis mengatasi masalah kesehatan yang mendesak, mendorong masyarakat yang lebih sehat, dan mengurangi beban ekonomi yang terkait dengan biaya perawatan kesehatan.
Workshop Literasi Digital Berbasis KAP dengan Metode Boardgame bagi Mahasiswa UKWMS, Kampus Madiun Apul, Merlina Maria Barbara; Purnama, Finsensius Yuli
Journal of Indonesian Society Empowerment Vol. 2 No. 1 (2024): June
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jise.v2i1.73

Abstract

Bermula dari kebutuhan Program Studi Bahasa Inggris (PSDKU) Kampus Madiun Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) untuk memberikan pengetahuan dan skill literasi digital bagi mahasiswa, maka dirancang sebuah program pengabdian masyarakat yang berfokus pada workshop keterampilan cek fakta. Workshop ini berfokus pada tiga keterampilan utama yakni cek fakta, perlindungan data pribadi dan etika bermedia digital. Pertama, keterampilan cek fakta, bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada peserta agar dapat menjadi agen periksa fakta yang terampil, khususnya dalam mengidentifikasi dan melawan penyebaran hoaks. Peserta akan dibekali pengetahuan dan keterampilan bagaimana melakukan periksa fakta. Narasumber akan mengajak peserta mempelajari pengertian hoaks, motif penyebar hoaks, ciri, dampak, dan cara melakukan periksa fakta (video, foto, dan narasi). Kedua, keterampilan perlindungan data pribadi bertujuan agar peserta mampu melindungi data dan perangkat dari ancaman kejahatan online. Banyaknya modus penipuan online di antaranya berkedok pembaruan data dari oknum yang mengaku dari bank, undian berhadiah, lowongan pekerjaan, bahkan modus lainnya seperti pengambilalihan akun pada kartu kredit atau kartu debit dengan mengambil data pribadi. Ketiga, keterampilan etika bermedia digital bertujuan untuk meninkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta terhadap netiket. Konflik di media digital dapat terjadi salah satunya ketika seseorang tidak bersikap etis dan terdapat pihak lain yang tidak terima atas sikap atau perilaku tersebut. Bentuk, ragam, motif, dan modus kejahatan semakin beragam dan variatif. Pendekatan yang digunakan adalah metode Komunikasi Antar Pribadi dengan menggunakan permainan boardgame. Metode ini cocok digunakan dalam dinamika kelompok agar tidak membosankan. Hasilnya, pesertas merasa pelatihan lebih dinamis dan mudah dipahami materinya. Starting from the needs of the English Study Program at Madiun Campus of UKWMS to provide knowledge and digital literacy skills to students, a community service program focused on fact-checking skills workshops was designed. This workshop focuses on fact-checking, personal data protection, and digital media ethics. Firstly, the fact-checking skill aims to provide training to participants to become skilled fact-checking agents, especially in identifying and combating hoax dissemination. Participants will be equipped with knowledge and skills on how to fact-check. Speakers will guide participants in understanding the concept of hoaxes, the motives behind hoax dissemination, characteristics, impacts, and methods of fact-checking (videos, photos, and narratives). Secondly, the personal data protection skill aims to enable participants to protect data and devices from online crime threats. Among the various online fraud modes are disguised as data updates from individuals claiming to be from banks, prize draws, job vacancies, and even other modes such as taking over credit card or debit card accounts by obtaining personal data. Thirdly, digital media ethics skills aim to enhance participants' knowledge and understanding of netiquette. Conflicts in digital media can occur when someone behaves unethically and there are others who disagree with such behavior. The forms, varieties, motives, and modes of crime are increasingly diverse and varied. Interpersonal Communication method using board games is suitable for group dynamics to prevent boredom and engage participants in game simulations. As a result, participants find the training more dynamic and the material easier to understand.
Program Kampanye Public Relations "Zero Waste" sebagai Upaya Menuju Kampung Bebas Plastik Di Keputih Surabaya Romadhan, Mohamamd Insan; Pradana, Bagus Cahyo Shah Adhi
Journal of Indonesian Society Empowerment Vol. 2 No. 1 (2024): June
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jise.v2i1.85

Abstract

Sampah plastik merupakan salah satu penyumbang sampah terbesar. Salah satu bentuk produk plastik yang paling sering digunakan dan ditemui adalah kantong plastik. Kantong plastik memiliki sifat yang tahan air, ringan, dan mudah didapat membuatnya menjadi pilihan yang digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Namun dibalik segala kelebihan dan kepraktisan plastik tersebut, sampah plastik juga menimbulkan ancaman yang cukup serius terhadap lingkungan dan manusia. Celakanya masih banyak Masyarakat yang kurang peduli terhadap bahaya plastik bagi lingkungan. Termasuk pada Masyarakat keputih Surabaya, di mana masih banyaknya penggunaan kantong belanja berbahan plastik yang digunakan khususnya oleh Ibu-ibu. Untuk itu maka Kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan judul Program Kampanye Public Relations "Zero Waste" sebagai Upaya Menuju Kampung Bebas Plastik Di Keputih Surabaya dibuat. Tujuan dari Program ini adalah untuk mengurangi penggunaan plastik yang ada di kampung keputih. Adapun metode yang dilakukan dengan melakukan sosialisasi secara langsung kepada warga dan dengan menggunakan media luar ruang seperti poster, fyler sebagai media kampanye “zero waste”. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan adanya perubahan secara kognitif bagi Masyarakat kampung keputih terutama dalam hal pengetahuan tentang kondisi sampah plastik di Indonesia tepatnya di kota Surabaya, dampak sampah plastik bagi lingkungan dan manusia, serta keuntungan beralih menggunakan kantong belanja ramah lingkungan yang dibuktikan dengan hasil rekayasa sosial yang telah dilakukan. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa dengan perencanaan kampanye public relations yang terukur dan tepat sasaran, maka keberhasilan dari program public relations juga dapat semakin meningkat
Edukasi Pembuatan Pupuk Organik Cair Sebagai Alternatif Pertanian Hijau di Desa Gelangkulon, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo Maulana, Hartomi; Cahya, Irfan Dwi; Anas, M. Khalilurrahman; Simanjuntak, M. Sahban; Zulfa, Indana; Ravie, Aufa; Efendi, Ahmad; Mumtaza, Isyraq; Syafi’i, M; Ali, Badri
Journal of Indonesian Society Empowerment Vol. 2 No. 1 (2024): June
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jise.v2i1.86

Abstract

Penelitian ini merupakan rangkaian dari bentuk pengabdian kepada masyarakat yang berbentuk Kuliah Kerja Nyata. Pengabdian ini dilakukan di Desa Gelangkulon Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo. Tujuan kegiatan ini adalah mengubah kebiasaan masyarakat yang biasa menggunakan pupuk kimia yang membahayakan untuk lingkungan. Adapun cara yang dilakukan adalah dengan menggantikan pupuk tersebut dengan pupuk organic yang berasal dari urine sapi dan nabati lainnya. Proses ini mempunyai bahan dasar yaitu limbah urine sapi yang difermentasikan Bersama bahan lainnya seperti jahe, kunyit, lengkuas dan sebagainya. Dengan kegiatan ini mampu memahami kepada masyarakat khususnya petani dan peternak yang saling bersinambung dalam proses pembuatan pupuk organik yang ramah lingkungan. Dengan adanya jalan alternatif ini diharapkan kelompok tani serta masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya yang tinggi untuk membeli pupuk yang bersifat alami. This research is a series of community service in the form of Real Work Lectures. This service was carried out in Gelangkulon Village, Sampung District, Ponorogo Regency. The purpose of this activity is to change the habits of people who are used to using chemical fertilizers that are harmful to the environment. The method used is to replace these fertilizers with organic fertilizers derived from cow urine and other plants. This process has a basic ingredient, namely cow urine waste which is fermented with other ingredients such as ginger, turmeric, galangal and so on. This activity is able to understand the community, especially farmers and breeders who are interconnected in the process of making environmentally friendly organic fertilizers. With this alternative path, it is hoped that farmer groups and communities will not need to pay high costs to buy natural fertilizers.
Maximizing the Management of Red Onion and Crispy Rice Crackers Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Purworejo Village, Ngantang Subdistrict, Malang Regency as Efforts to Expand Market Share Rizki, Rizki Aprilia Dwi Susanti; Gunawan, Cakti Indra; Askiyanto, Moh.; Kusufa, Fendiyatmi; Iriani, Nur Ida; Rifa’i, Muhamad; Nugroho, Anung Prasetyo
Journal of Indonesian Society Empowerment Vol. 2 No. 1 (2024): June
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jise.v2i1.89

Abstract

Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) diarahkan agar memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penciptaan kesempatan kerja, peningkatan ekspor dan peningkatan daya saing. Sementara itu pengembangan usaha skala mikro diarahkan untuk memberikan kontribusi dalam peningkatan pendapatan masyarakat berpendapatan rendah, khususnya di sektor pertanian dan perdesaan. Kinerja nyata yang dihadapi oleh sebagian besar usaha terutama mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia yang paling menonjol adalah rendahnya tingkat produktivitas, rendahnya nilai tambah, dan rendahnya kualitas produk. Walau diakui pula bahwa UMKM menjadi lapangan kerja bagi sebagian besar pekerja di Indonesia, tetapi kontribusi dalam output nasional di katagorikan rendah. Hal ini dikarenakan UMKM, khususnya usaha mikro dan sektor pertanian (yang banyak menyerap tenaga kerja), mempunyai produktivitas yang sangat rendah. Bila upah dijadikan produktivitas, upah ratarata di usaha mikro dan kecil umumnya berada dibawah upah minimum. Hal tersebut juga terjadi pada para pelakun umkm petani bawang dan pelaku usaha kripik mlempeng di Desa Purworejo kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Dengan pemahaman tersebut maka diperlukan sebuah upaya penigkatan pengetahuan bagi pelaku UMKM yaitu berupa kegiatan sosialiasi dan juga pelatihan. The development of small and medium Enterprises (SMes) is directed towards making significant contributions to job creation , increasing exports, and anhancing competiviness, while the development of micro-scale business is aimed at contributing to the improvement of income for low income communities, particularly in the agricultural and rural sectors. The real performance challenges faced by most businesses, especially micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Indonesia, are notably low productivity levels, low value-added, and low product quality. Although it is acknowledged that MSMEs provide employment for a large portion of workers in Indonesia, their contribution to national output is categorized as low. This is because MSMEs, especially micro-enterprises and the agricultural sector (which employ a large workforce), have very low productivity. When wages are considered as productivity, average wages in micro and small businesses generally fall below the minimum wage. This situation also occurs among onion farmers and snack producers in the village of Purworejo, Ngantang District, Malang Regency. With this understanding, efforts to increase knowledge among MSME actors are needed, such as through socialization activities and training.
Strategi Penerapan Spiritual Education di TPA Bahrul Ulum, Desa Tanjungsari, Kabupaten Ngawi Magfirah, Noor Khalida; Aisyah, Aderisty Arista Nur; Romi, A, M.N.
Journal of Indonesian Society Empowerment Vol. 2 No. 2 (2024): December
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jise.v2i2.87

Abstract

Dusun Gondomanyu yang terletak di Kecamatan Tanjungsari, Ngawi, Jawa Timur, memiliki berbagai lembaga pendidikan Al-Quran, salah satunya adalah TPA Bahrul Ulum yang dipilih sebagai media dalam menerapkan strategi pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian ini menganalisis strategi pendidikan dalam meningkatkan spiritualitas di TPA Bahrul Ulum, Gondomanyu, Tanjungsari. Permasalahan utama yang teridentifikasi adalah kurangnya pendidikan agama, khususnya aqidah sebagai dasar pemahaman agama. Selain itu, menurunnya akhlak di kalangan generasi muda masa kini memerlukan langkah efektif untuk mengatasi masalah tersebut. Fokus utama penelitian ini adalah meningkatkan mental dan karakter peserta didik melalui penyampaian materi dan keteladanan dari para pendidik. Upaya dilakukan dengan mengintegrasikan proses belajar dan bermain, yang menjadi ciri khas metode pembelajaran anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif praktisi. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan observasi. Analisis di lapangan menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran peserta didik, tetapi juga meningkatkan mental mereka. Menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Quran dan pondasi agama yang kuat perlu dimulai sejak dini, seperti halnya membina tunas sejak awal pertumbuhannya. Gondomanyu Hamlet, located in Tanjungsari Sub-district, Ngawi, East Java, is home to various Quranic educational institutions, including TPA Bahrul Ulum, which was selected as a medium for implementing community service strategies. This study analyzes educational strategies to enhance spirituality at TPA Bahrul Ulum, Gondomanyu, Tanjungsari. The main issue identified is the lack of religious education, particularly in aqidah, which serves as the foundation of religious understanding. Additionally, the decline in morals among today’s youth calls for effective measures to address this problem. The primary focus is to enhance the mental and character development of the students by providing lessons and role models exemplified by the educators. Efforts are made to incorporate learning-through-play, a hallmark of early childhood education methods. This is a field study, utilizing a qualitative research method with a practitioner approach. Data collection is conducted through documentation and observation. The field analysis suggests that the implemented strategies improve not only the students' ability to read the Quran but also their mental well-being. Instilling love for the Quran and a solid religious foundation should begin early, akin to nurturing a seed from its initial stages of growth.
Pendampingan Pembelajaran Bahasa Arab Dasar dan Al-Qur’an pada Anak di Madrasah Diniyah Al-Makali, Desa Serangan, Kabupaten Ponorogo Utomo, Bambang Setyo; Saifudin, Muhlis; Fadel, Abdi Nur Rasyid; Harjono, Muhammad Fahrezi
Journal of Indonesian Society Empowerment Vol. 2 No. 2 (2024): December
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jise.v2i2.88

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini direalisasikan dengan program pendampingan belajar yang terfokus pada Pendampingan belajar bahasa arab dengan metode mubasyirah (langsung) dan pembelajaran al-qur’an. metode langsung merupakan interaksi langsung antara guru dan siswa dan diikuti dengan evaluasi secara berkala untuk melihat perkembangan siswa. Kegiatan ini dilakukan di Madrasah Diniyah Al-Makali yang terletak di Desa Serangan, Kabupaten Ponorogo. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menerapkan metode mubasyirah dalam pembelajaran bahasa arab di madrasah diniyah tersebut sehingga dapat dicapai hasil pembelajaran yang maksimal dan anak-anak dapat memahami bahasa Arab dan membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar. Masalah utama yang dihadapi anak ketika mendegar bahasa arab yaitu paradigma bahwa bahasa arab itu sangat sulit untuk dipahami dan dipelajari. Hal tersebut bepengaruh terhadap minat dan semangat anak untuk mempelajari bahasa arab sehingga tidak dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengabdian ini merupakan program KKN Universitas Darusssalam Gontor kelompok 11 dengan jumlah 9 orang. Hasil akhir dari pendampingan ini adalah terbuatnya buku ajar bahasa arab guna memudahkan para guru untuk melanjutkan metode mubasyirah agar kemampuan para peserta didik dapat meningkat dan diharapkan kepada anak-anak bisa belajar dengan penuh semangat, ceria, nyaman, dan mampu memahami materi yang disampaikan. This community service activity is realized with a learning assistance program that focuses on Arabic language learning assistance with the Mubasyirah (Direct) method and Al-Qur'an learning. The direct method is a direct interaction between teachers and students and is followed by periodic evaluations to see student progress. This activity was carried out at Madrasah Diniyah Al-Makali which is located in Serangan Village, Ponorogo Regency. The purpose of this activity is to apply the mubasyirah method in Arabic language learning in the madrasah so that maximum learning results can be achieved and children can understand Arabic and read the Qur'an properly and correctly. The main problem faced by children when hearing Arabic is the paradigm that Arabic is very difficult to understand and learn. This affects children's interest and enthusiasm for learning Arabic so that they cannot apply it in their daily lives. This service activity is a program of the University of Darusssalam Gontor KKN group 11 with a total of 9 people. The final result of this assistance is the making of Arabic textbooks to make it easier for teachers to continue the mubasyirah method so that the ability of students can increase and it is hoped that children can learn with enthusiasm, cheerful, comfortable, and able to understand the material presented.
Edukasi Pelestarian Lingkungan Melalui Implementasi Gaya Komunikasi Punk di SDN Branggahan, Ngadiluwih, Kediri Lailiyah Mas’udah; Ellyda Retpitasari; Lukman Hakim; Mia Widia S; Maudy Fatimatuzzahro; Afifatur Rohimah
Journal of Indonesian Society Empowerment Vol. 2 No. 2 (2024): December
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jise.v2i2.108

Abstract

Tingkat sekolah dasar menjadi jenjang para anak untuk memulai pencarian ilmu untuk menuju jenjang yang lebih tinggi, penting sekali nilai-nilai dasar dalam kehidupan sehari-hari seperti edukasi pelestarian lingkungan diimplementasikan bagi siswa sekolah dasar.  Tujuan dalam kegiatan pengabdian memberikan edukasi pelestarian lingkungan melalui implementasi gaya komunikasi punk di SDN Branggahan Ngadiluwih Kediri. Pengabdian ini menggunakan metode Participatory Action Research. Metode PAR dalam program edukasi pelestarian lingkungan ini ini berfokus pada pendidikan dasar siswa terhadap lingkungan dengan gaya pengajaran komunikasi yang menarik seperti komunikasi punk. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan siswa SDN Branggahan telah dilaksanakan dengan baik dan berhasil. Hal ini ditunjukkan dengan pemahaman para siswa siswa terkait cara penanaman dengan langsung mempraktikkan secara langsung di SDN Branggahan Ngadiluwih. The elementary school level is the level of children to start the search for knowledge to get to a higher level, it is very important that basic values in everyday life such as environmental conservation education are implemented for elementary school students.  The aim in the service activity is to provide environmental conservation education through the implementation of punk communication styles at SDN Branggahan Ngadiluwih Kediri. The method of implementing the service uses an educational lecture method with concrete examples of how to protect the environment that has been packaged in the form of attractive learning media and interspersed with punk communication styles to influence students of SDN Branggahan Ngadiluwih Kediri Regency. The results of community service activities with SDN Branggahan students have been carried out well and successfully. This is shown by the students' understanding of how to plant by directly practicing directly at SDN Branggahan Ngadiluwih.
Tantangan dan Peluang Kolaborasi antara Perguruan Tinggi dan Masyarakat dalam Program Pengabdian di Indonesia Qorib, Fathul
Journal of Indonesian Society Empowerment Vol. 2 No. 2 (2024): December
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jise.v2i2.119

Abstract

Kolaborasi antara universitas dan masyarakat di Indonesia merupakan elemen penting dalam pengabdian masyarakat, sesuai dengan Tridharma Perguruan Tinggi. Namun, kolaborasi ini sering menghadapi tantangan, seperti kesenjangan antara kebutuhan masyarakat dan orientasi akademis universitas, serta komunikasi yang kurang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam meningkatkan efektivitas kolaborasi ini. Menggunakan metode tinjauan literatur, penelitian ini menyintesis berbagai studi terkait untuk mengevaluasi pendekatan yang efektif. Hasilnya menunjukkan bahwa strategi partisipatif dan pemanfaatan teknologi digital sangat penting untuk meningkatkan relevansi dan keberlanjutan program pengabdian masyarakat. Partisipasi aktif dari komunitas dan penggunaan teknologi dapat memperbaiki komunikasi, menyelaraskan tujuan, serta memastikan program-program lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya komunikasi terbuka dan partisipasi aktif dalam setiap tahap kolaborasi. Rekomendasinya adalah universitas dan masyarakat harus terus mengembangkan strategi inovatif yang fokus pada keterlibatan aktif dan teknologi. Dengan pendekatan ini, program pengabdian masyarakat diharapkan dapat memberikan dampak positif yang lebih besar dan berkelanjutan, berkontribusi signifikan terhadap pembangunan sosial di Indonesia. Collaboration between universities and communities in Indonesia is an important element in community service, in accordance with the Tridharma of Higher Education. However, these collaborations often face challenges, such as gaps between community needs and university academic orientation, as well as ineffective communication. This research aims to identify challenges and opportunities in improving the effectiveness of this collaboration. Using the literature review method, this research synthesizes various related studies to evaluate effective approaches. The results show that participatory strategies and the use of digital technology are essential to improve the relevance and sustainability of community service programs. Active participation from the community and the use of technology can improve communication, align goals, and ensure programs are more in line with community needs. The conclusion of this study emphasizes the importance of open communication and active participation in every stage of collaboration. The recommendation is that universities and communities should continue to develop innovative strategies that focus on active engagement and technology. With this approach, community service programs are expected to have a greater and sustainable positive impact, contributing significantly to social development in Indonesia.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Tambung Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan melalui Optimalisasi Media Sosial dan Kultum Kegamaan Kusnanto, Oktavia Isnaini; Mawarni, Arum; Fauzuna, Hafidlatul
Journal of Indonesian Society Empowerment Vol. 2 No. 2 (2024): December
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jise.v2i2.126

Abstract

Pemberdayaan masyarakat di Desa Tambung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, dilakukan melalui pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Pemetaan aset melibatkan identifikasi aset sosial, keahlian individu, aset institusi, aset fisik, analisis ekonomi, dan aset keagamaan. Program ini bertujuan memupuk kemandirian masyarakat dalam mengelola sumber daya yang ada serta meningkatkan literasi keagamaan dan transformasi digital. Hasil observasi menunjukkan bahwa pengoptimalan penggunaan teknologi dan pengembangan literasi keagamaan masih perlu ditingkatkan. Program yang dirancang difokuskan pada pelatihan digital dan penguatan pemahaman keagamaan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Dengan pendekatan berbasis komunitas, inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan serta memberdayakan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Selain itu, keberhasilan program ini diukur melalui peningkatan partisipasi masyarakat dan kemampuan mereka dalam memanfaatkan teknologi secara efektif. Keberlanjutan program juga dirancang dengan melibatkan komunitas secara aktif dan mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat daya saing desa. Community empowerment in Tambung Village, Pademawu Subdistrict, Pamekasan Regency, is conducted using the Asset-Based Community Development (ABCD) approach. Asset mapping involves identifying social assets, individual skills, institutional assets, physical assets, economic analysis, and religious assets. This program aims to foster community independence in managing existing resources and to enhance religious literacy and digital transformation. Observations revealed that the optimization of technology use and the development of religious literacy still need improvement. The designed program focuses on digital training and strengthening religious understanding to support sustainable development. With a community-based approach, this initiative is expected to create sustainable positive change and empower the community in various aspects of life. Moreover, the success of the program is measured by the increased participation of the community and their ability to effectively utilize technology. The program's sustainability is also planned by actively involving the community and encouraging cross-sectoral collaboration to strengthen the village's competitiveness.

Page 2 of 3 | Total Record : 30