cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
jurnalihsan@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
jurnalihsan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 30259150     EISSN : 29871298     DOI : https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2
Fokus dan Ruang Lingkup Ihsan: Jurnal Pendidikan Islam menerima naskah asli yang tidak diterbitkan dalam bahasa Indonesia atau Inggris, berdasarkan penelitian dari metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, campuran, atau metodologi apa pun yang terkait dengan pendidikan
Articles 250 Documents
Peran Pendidikan Islam dalam Mengatasi Stres karena Tekanan Akademik Mahasiswa di Universitas Pendidikan Indonesia Alivia Alviasari; Nabilla Hapsari Putri Fauzi; Aldi, Muhammad; Sofa, Myisha Azlia Nafhatus; Nayara, Najma Silma; Nabila, Sofa; Suresman, Edi
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i2.923

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab stres akademik di kalangan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan menganalisis peran pendidikan Islam dalam membantu mahasiswa mengatasi tekanan akademik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara terstruktur dan analisis studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres akademik disebabkan oleh beban tugas yang tinggi, ekspektasi dari diri sendiri dan lingkungan, kesulitan manajemen waktu, serta lingkungan belajar yang kurang mendukung. Pendidikan Islam berperan penting dalam mengelola stres melalui nilai-nilai seperti tawakal, sabar, dan syukur, serta praktik ibadah seperti sholat dan dzikir yang memberikan ketenangan batin. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa dapat meningkatkan kesejahteraan mental dan membantu mereka menghadapi tantangan akademik. Oleh karena itu, penting bagi universitas untuk memperkuat peran pendidikan Islam dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa, termasuk dengan menambah materi manajemen stres dalam kurikulum dan menyediakan fasilitas ibadah yang memadai.
Transformasi Literasi Digital Menuju Literasi Global di Era Tanpa Batas: Perspektif Dunia Remaja Allisa Tazkia Fitri
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i2.928

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin canggih telah mengubah cara remaja mengakses, memahami, dan berinteraksi dengan informasi tanpa batas, menghapus hambatan dalam dunia global melalui benda di genggaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana literasi digital menjadi kebutuhan esensial untuk membekali remaja dengan keterampilan berpikir secara kritis hingga mereka bisa memilah yang baik dan buruk, terhindar dari ruang gema (echo chamber) yang mengakibatkan kesempitan wawasan di tengah gempuran teknologi digital. Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi pustaka, data penelitian ini dihimpun dari berbagai sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital penting untuk membantu remaja mengakses dan menyaring informasi dengan bijak di dunia maya yang semakin berkembang pesat. Selain itu, literasi digital menjadi batu loncatan menuju literasi global, memungkinkan remaja berkontribusi dalam isu-isu internasional melalui kolaborasi lintas budaya, dengan dukungan lingkungan pembelajara yang berkualitas, remaja dapat tumbuh menjadi individu yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga bijak, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan global secara aktif dan inklusif.
Globalisasi dan Transformasi Pendidikan Islam: Menyongsong Era Digital Aryani, Lely Amelia; Silpi, Elpiati; Sari, Herlini Puspika
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i2.931

Abstract

Pendidikan karakter melalui pendidikan agama Islam di era digital berfokus pada integrasi nilai-nilai moral dan etika dalam konteks teknologi modern. Penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam berperan penting dalam membentuk karakter siswa dengan menanamkan nilai-nilai kesabaran, integritas, dan empati, yang sangat dibutuhkan di dunia digital saat ini. Dan pendekatan yang menggabungkan teknologi dengan pengajaran agama dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran dan membantu siswa menghadapi tantangan moral yang kompleks. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Integrasi nilai-nilai karakter dalam kurikulum pendidikan agama Islam memungkinkan siswa tidak hanya untuk memahami konsep moral, tetapi juga menginternalisasinya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, siswa tidak hanya menjadi individu yang cerdas secara intelektual,tetapi juga memiliki karakter yang kuat, mampu bersikap bijak dan bertanggung jawab dalam menghadapi berbagai tantangan global. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperkuat integrasi nilai-nilai karakter dalam pendidikan agama Islam. Ini tidak hanya bertujuan untuk membangun individu yang berakhlak mulia, tetapi juga untuk menciptakan masyarakat yang berintegritas, mampu menjaga nilai-nilai moral, dan siap menghadapi tantangan global.
Tantangan Dan Strategi Dalam Pendidikan Karakteristik Islam di Era Digital Hasniati; Khofifathul Mashfufah; Tobi Alfirdo; Puspika Sari, Herlini
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i2.932

Abstract

Perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru dalam pendidikan karakteristik Islam yang menekankan pada pembentukan akhlak mulia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan serta merumuskan strategi dalam pendidikan karakteristik Islam di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan menelaah jurnal, buku, dan prosiding ilmiah sebagai sumber data, dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan sejumlah tantangan, seperti distraksi teknologi, cyberbullying, kurangnya pengawasan orang tua dan guru, hingga paparan konten negatif dan radikalisme digital. Strategi yang diusulkan antara lain penguatan pendidikan etika digital, keterlibatan aktif orang tua dan guru, pengawasan penggunaan teknologi, serta integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran berbasis teknologi. Selain itu, kolaborasi antara keluarga dan sekolah menjadi kunci utama dalam membentuk karakter generasi digital. Kesimpulannya, pendidikan karakteristik Islam di era digital memerlukan pendekatan sinergis yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai inti keislaman.
Peran Media Sosial Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Ahmad Afandi Hasan; Nandika Dwi Pratama; Herlini Puspika Sari
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i2.942

Abstract

Media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), media sosial memiliki peran penting sebagai sarana penyampaian materi, diskusi, serta peningkatan interaksi antara guru dan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam pembelajaran PAI serta dampaknya terhadap pemahaman dan motivasi belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, dimana seluruh data diambil melalui buku, artikel ilmiah dan dokumen yang berkaitan dengan tema penelitian, data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data dan verifikasi/penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial dapat meningkatkan aksesibilitas terhadap sumber belajar, memperkaya metode pengajaran, dan memberikan ruang diskusi yang lebih luas bagi siswa. Namun, terdapat tantangan seperti distraksi dan penyalahgunaan media sosial yang perlu dikelola dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang efektif dalam memanfaatkan media sosial agar dapat mendukung pembelajaran PAI secara optimal.
Pendidikan Islam di Era Post-Truth: Tantangan Dan Strategi Literasi Media Bagi Generasi Muda Ardina Rasiani; Herlini Puspika Sari; Erna Wilis; Urai Setiawarni
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i2.947

Abstract

Era post-truth yang ditandai dengan maraknya disinformasi dan dominasi emosi atas fakta telah menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan, termasuk Pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan serta merumuskan strategi literasi media dalam Pendidikan Islam bagi generasi muda di era post-truth. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan yang dianalisis secara deskriptif-analitis. Data diperoleh dari berbagai literatur ilmiah, artikel jurnal, dan dokumen relevan yang berkaitan dengan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi muda Muslim rentan terhadap paparan informasi yang tidak valid, yang dapat mengaburkan nilai-nilai keislaman dan memperlemah pemahaman agama. Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis, menyaring informasi, dan membangun kesadaran etis dalam bermedia. Strategi literasi media berbasis nilai Islam seperti tabayyun, amar ma’ruf nahi munkar, dan akhlak digital menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan informasi generasi muda. Kesimpulannya, penguatan literasi media dalam Pendidikan Islam adalah kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan era post-truth secara komprehensif
Meningkatkan Kemampuan Siswa Membaca Huruf Hijaiyah Bersambung Dan Berharakat Pada Mata Pelajaran Agama Islam Melalui Media Flash Card Soraya
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i2.956

Abstract

Pendidikan dasar memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk fondasi ilmu agama bagi siswa, terutama dalam membaca huruf hijaiyah, yang merupakan dasar untuk mempelajari Al-Qur'an. Namun, banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca huruf hijaiyah bersambung dan berharokat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca huruf hijaiyah bersambung dan berharokat melalui penggunaan media flash card. mengidentifikasi efektivitas penggunaan media flash card dalam pembelajaran dibandingkan dengan metode pembelajaran tradisional. menganalisis dampak penggunaan media flash card terhadap motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi,  tes dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif yang. Hasil penelitian dapat dilihat dari hasil indikator capaian seperti keaktifan, merangkai huruf hijaiyah secara bener, Membaca huruf hijaiyah bersambung dan berharokat dan konsentrasi belajar pada siklus I hasil capaian kemampuan siswa sebesar 30 % (kurang). Pada siklus I pertemuan pertama capaian kemampuan siswa sebesar 31% (kurang). Pada siklus I pertemuan kedua capian kemampuan siswa sebesar 41%. Pada siklus II pertemuan pertama persentase siswa sebesar 61% (cukup) dan Pada siklus II pertemuan kedua persentase siswa kemampuan siswa sebesar 88% (sangat baik). Dengan adanya kegiatan pembelajaran mengenal dan membaca huruf hijaiyah bersambung dan berharokat dengan menggunakan media flash card dapat meningkatkan kemampuan peserta didik
Peran Kiai Dalam Meningkatkan Minat Santri (Studi Komparasi PP. Annuqayah Lubangsa dan PP. Sumber Payung Daerah Babus Salam) Hariri; Abdul Wahid
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i2.960

Abstract

Dewasa ini, pesantren tentu diuji oleh keilmuan yang marak dan beragam, yang mampu mengganggu keseimbangsan keilmuan pesantren yang memiliki ciri khas sejak abad ke-16, yakni kitab kuning. Namun demikian, seorang kiai sebagai pemimpin sebuah pesantren memiliki peran yang sangat sentral dalam keberlangsungan sebuah pesantren. Bagaiamana peran kiai dalam mempertahankan minat santri pada kitab kuning di tengah gelombang keilmuan modern yang semakin menarik minat para santrri yang notabene kaula muda. Penulis mengangkat penilitian komparasi yakni PP. Annuqayah daerah Lubangsa dan PP. Sumber Payung daerah Babussalam. Penulis menggunakan wawancara dan observasi untuk mengumpulkan data dengan penelitian lapangan. Adapun peran kiai di kedua pesantren untuk meningkatkan minat santri belajar kitab kuning memiliki perbedaan dan persamaan. Persamaannya adalah kedua kiai sama-sama mengampu ajian kitab yang rutin dilaksakan di pesantren. Perbedaannya adalah pesantren lubangsa lebih memberikan stimulus dengan ajakan yang tersirat sedang pesantren Babussalam memberikan ketegasan kurikulum yang harus dilewati oleh santri-santrinya yakni belajar kitab kuning menggunakan metode Nubdatul Bayan.
Penerapan Metode Think Pair Share Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Kelas VIII di SMP Terpadu Tarbiyatun Nasyi’in Paculgowang Diwek Jombang Nur Fauziah Ramadhani; Khoirul Umam
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i2.962

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan metode Think Pair Share (TPS) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan dampaknya terhadap keaktifan belajar siswa kelas VIII di SMP Tarbiyatun Nasyi’in Paculgowang, Diwek, Jombang. Metode TPS merupakan pendekatan pembelajaran kooperatif yang melibatkan tiga tahap utama: berpikir secara individu, berdiskusi dengan pasangan, dan berbagi di depan kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode TPS dapat meningkatkan keaktifan dan partisipasi siswa secara signifikan. Kepercayaan diri siswa juga meningkat karena mereka memiliki kesempatan untuk mempersiapkan diri dalam diskusi kecil sebelum berbicara di forum kelas. Selain itu, pemahaman siswa terhadap materi PAI menjadi lebih mendalam dan terstruktur. Guru berperan sebagai fasilitator yang mendukung proses diskusi dan menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan. Dengan demikian, metode TPS terbukti menjadi strategi efektif dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif dan kolaboratif di sekolah.
Mengoptimalkan Pembelajaran Maharah Al–Kalam Mahasiswa Dengan Aplikasi Duolingo: Solusi Efektif Dalam Pembelajaran Bahasa Ibnu Fikri
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i2.966

Abstract

Pembelajaran bahasa Arab, khususnya dalam aspek berbicara (maharah al-kalam), kini dihadapkan pada tantangan baru di era digital yang menuntut pendekatan yang lebih inovatif dan fleksibel. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan aplikasi Duolingo dalam membantu pengembangan keterampilan berbicara bahasa Arab. Dengan menggunakan metode studi pustaka, penelitian ini menelaah fitur-fitur yang ditawarkan Duolingo dan bagaimana kesesuaiannya dalam konteks pembelajaran bahasa Arab. Hasil kajian menunjukkan bahwa Duolingo menawarkan sejumlah kelebihan, seperti penyajian materi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, pemberian umpan balik secara langsung, serta pendekatan gamifikasi yang mampu meningkatkan motivasi belajar dan memberikan keleluasaan dalam proses pembelajaran. Meski demikian, terdapat beberapa hambatan dalam penggunaannya, antara lain keterbatasan dalam menangani variasi dialek, serta tantangan dalam aspek kebahasaan (seperti fonologi, kosakata, dan struktur kalimat) maupun aspek nonkebahasaan (seperti unsur budaya, kualitas pengajar, metode pembelajaran, dan karakteristik peserta didik). Selain itu, kekhawatiran terhadap ketergantungan siswa pada teknologi dan minimnya paparan terhadap konteks budaya turut menjadi catatan penting. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan agar Duolingo dikembangkan lebih lanjut dengan pendekatan yang lebih interaktif dan terintegrasi dengan teknologi seperti realitas virtual. Dengan pengembangan tersebut, Duolingo memiliki potensi besar untuk menjadi terobosan penting dalam pembelajaran bahasa Arab di era modern