cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
jurnalihsan@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
jurnalihsan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 30259150     EISSN : 29871298     DOI : https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2
Fokus dan Ruang Lingkup Ihsan: Jurnal Pendidikan Islam menerima naskah asli yang tidak diterbitkan dalam bahasa Indonesia atau Inggris, berdasarkan penelitian dari metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, campuran, atau metodologi apa pun yang terkait dengan pendidikan
Articles 250 Documents
Mathematics In Context: A Lesson For Teaching Geometric Sequences In High School Niska Bonitasia Zendrato; Syafi’i; Ellis Mardiana Panggabean; Tua Halomoan Harahap
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i1.765

Abstract

Learning design is an important framework in the educational process designed to achieve learning objectives effectively and efficiently. This research aims to analyze the teaching of Geometric Rows material in Class X SMA (Senior High School) using the Problem base Learning approach. This research uses design research method. The results of this study reveal that design research with a preliminary design stage succeeded in developing an “Iceberg” and HLT-based learning trajectory on geometric row material that was effective in facilitating students' concept understanding gradually. This learning trajectory is designed through stages ranging from real contexts to abstract models, so that students can understand the patterns and formulas of geometric rows in depth. At the contextual level, the introduction of real problems helps students relate mathematical concepts to everyday life, increasing learning motivation. At the concrete model level, students are able to visualize the geometric sequence pattern through manipulation of objects and tools, so that they understand the relationship between terms intuitively. Furthermore, at the abstract model level, students are not only able to use the geometric sequence formula correctly, but also understand the conceptual basis behind it. Finally, at the generalization level, students are able to solve various application problems, showing critical thinking skills and a deeper understanding of the concepts.
Desain Lintas Belajar Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Materi Himpunan Zenfiqa Aditya Ramadhani Br Sitepu; Mahyuni; Ellis Mardiana Panggabean; Tua Halomoan Harahap
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i1.766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendesain pembelajaran himpunan dengan menggunakan  lintasan belajar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian desain (design research) sederhana yaitu penelitian degan fokus utama pada aktivitas pembelajaran dan pengembangan teori. Model pembelajaran yang digunakan adalah Problem Based Learning atau pembelajaran berbasis masalah dengan tujuan pembelajaran menentukan suatu Kumpulan yang termasuk himpunan dan bukan himpunan dengan tepat. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal  21 januari 2025 dengan melibatkan 28 siswa kelas VII B SMP IT Darur Rasyid Aceh Singkil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dapat melalui lintasan belajar melalui konteks survey jajanan sekolah, yang terdiri dari aktivitas: mendaftar objek jajanan di kantin sekolah (masalah kontekstual), mengelompokkan objek berdasarkan karakteristik/sifat objek yang identik (pemodelan), menyatakan objek (anggota himpunan) dengan menggunakan tabulasi, notasi dan menyatakan jenis keanggotaan. Kesiumpulan yang didapatkan adalah lintas belajar dengan meggunakan model pembelajaran berbasis masalah dapat diterima dengan baik oleh siswa dibuktikan dengan kemampuan pemahamn konsep siswa dalam menyelesaikan dan memecahkan permsalahan pada materi menyatakan keanggotaan dan bukan anggota himpunan.
Peran Pengurus Dan Ustadz Sebagai Pembimbing Dalam Pendidikan Karakter Santri di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Ganjaran Gondanglegi Malang Ishomuddin; M. Husni
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i1.808

Abstract

Pendidikan karakter memegang peranan yang sangat penting dalam pembentukan moral dan kepribadian santri, khususnya dalam konteks pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan bagaimana pengurus dan ustadz mempengaruhi perkembangan karakter santri melalui metode pengajaran yang berbasis pada nilai-nilai agama, dengan fokus pada pembentukan akhlak yang mulia, kedisiplinan, dan tanggung jawab, dan bagaimana pengurus dan ustadz memberikan teladan dan motivasi dalam kehidupan sehari-hari santri, baik di dalam maupun di luar kegiatan belajar. Pendekatan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, informan kunci dalam penelitian ini adalah ustadz dan ustadzah, sedangkan santri dijadikan sebagai informan tambahan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi, teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dapat diutarakan bahwa peran pengurus dan ustadz di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 sangat krusial dalam membentuk karakter santri. Melalui metode pengajaran yang berbasis pada nilai-nilai agama Islam, pengurus dan ustadz tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga bertindak sebagai teladan yang memberikan bimbingan langsung dalam kehidupan sehari-hari santri. Mereka berperan aktif dalam menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta akhlak yang mulia, dengan mempraktikkan nilai-nilai tersebut melalui keteladanan dalam beribadah dan berinteraksi sosial. Selain itu, pengurus dan ustadz juga memberikan motivasi dan arahan untuk santri agar mereka mampu menjalani kehidupan yang seimbang antara ilmu agama dan pengetahuan umum
Analisis Kewajiban Menuntut Ilmu Dalam Islam Perpspektif Al-Qur’an Dan Hadis Lingga Fahrurrosi; M.Taufik Ismail Siregar; Abadullah Hilmi Az-Zuhdy; Hesim Muzedi
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i1.834

Abstract

Agama Islam adalah agama yang sangat memberikan perhatian penuh terhadap ilmu pengetahuan. peneliti bertujuan untuk memberi gambaran tentang urgensi ilmu pengetahuan bagi manusia dan kewajiban mereka untuk menuntutnya, beserta tipologi kategori ilmu pengetahuan dalam hubungannya dengan orang mukallaf. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan, dimana seluruh data diambil melalui buku, jurnal dan dokumen yang berkaitan dengan tema penelitian. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Mencari ilmu merupakan kewajiban fundamental dalam Islam yang ditegaskan dalam Al-Quran dan hadis. Agama Islam sangat mendorong umatnya untuk senantiasa menuntut ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan umum. Hal ini karena ilmu adalah kunci untuk memahami alam semesta, meningkatkan kualitas hidup, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan menuntut ilmu, seorang Muslim dapat menjalankan perannya sebagai khalifah di muka bumi dengan lebih baik, serta berkontribusi dalam kemajuan peradaban manusia. Kewajiban mencari ilmu tidak hanya berlaku bagi individu, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama dalam masyarakat Islam. Masyarakat yang berilmu akan lebih maju, sejahtera, dan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman.
Integrasi Islam Dan Sains di Pondok Pesantren: Upaya Mewujudkan Multidisipliner di Era Globalisasi: Study Kasus di Pondok Pesantren Mansyaul Ulum Ganjaran Aisyah Nindi Antika; Siti Muyassaroh
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i1.840

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi pendidikan sains dan pendidikan pesantren di Pondok Pesantren Mansyaul Ulum Ganjaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menggali pengalaman dan praktik integrasi yang ada di pesantren serta dampaknya terhadap pembelajaran santri. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan observasi dan dokumentasi, teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ini menghasilkan perubahan positif dalam sikap santri, yang tidak hanya memperoleh pengetahuan di bidang sains, tetapi juga memperdalam pemahaman mereka tentang ajaran agama. Santri menunjukkan sikap yang lebih terbuka dan kritis terhadap ilmu pengetahuan, serta mampu mengaitkan konsep-konsep sains dengan nilai-nilai agama. Penelitian ini menemukan bahwa lulusan santri memiliki keseimbangan antara pengetahuan umum dan pengetahuan agama, menciptakan generasi yang cerdas secara akademis dan memiliki moralitas yang tinggi. Meskipun terdapat tantangan dalam pelaksanaan integrasi, dukungan dari pengelola pesantren dan keterlibatan aktif santri berperan penting dalam keberhasilan model integrasi ini. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan lebih lanjut dari model integrasi pendidikan sains dan agama sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Peran Pesantren Dalam Meneguhkan Identitas Budaya Indonesia di Tengah Arus Modernisasi Kemal Husen; Muhammad Husni
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i1.847

Abstract

Budaya sebagai produk pemikiran dan kreativitas manusia yang diwariskan melalui generasi, mencerminkan identitas suatu bangsa, di Indonesia, keberagaman budaya melambangkan keunikan bangsa. Namun globalisasi menjadi ancaman signifikan terhadap pelestarian budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pesantren dalam meneguhkan identitas budaya indonesia di tengah arus modernisasi. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa budaya adalah hasil karya dan agasan manusia yang diwariskan dari generasi ke generasi, mencerminkan identitas suatu bangsa. Di Indonesia, keberagaman budaya menjadi simbol keunikan bangsa. Namun, globalisasi dengan pengaruh budaya asing yang kuat, terutama lewat teknologi dan media massa, mengancam kelestarian budaya lokal. Pesantren berperan penting dalam menjaga identitas budaya, khususnya budaya Islam. Selain mengajarkan agama melalui kitab kuning, pesantren juga membentuk karakter dan nilai moral santrinya. Pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga sebagai pelestari budaya lokal, dengan mengajarkan keterampilan sosial, kepemimpinan, dan ilmu pengetahuan.
Strategi Digitalisasi Pendidikan Pesantren Dalam Internalisasi Nilai Aswaja Bagi Generasi Z di Era Teknologi Ari Abdi Widodo; Muhammad Husni
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i1.851

Abstract

Digitalisasi dalam pendidikan pesantren menghadirkan tantangan dan peluang dalam menjaga tradisi keislaman sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Pondok Pesantren An-Nur 2 Al-Murtadlo Malang sebagai salah satu pesantren besar di Indonesia mulai mengadopsi teknologi digital dalam sistem pembelajarannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi digitalisasi dalam internalisasi nilai Aswaja bagi Generasi Z. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana pesantren mengintegrasikan teknologi seperti Maktabah Syamilah, e-learning, dan media sosial dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran jika diterapkan dengan strategi yang tepat, seperti pendekatan blended learning, pelatihan literasi digital bagi tenaga pengajar dan santri, serta regulasi yang seimbang antara penggunaan teknologi dan tradisi pesantren. Selain itu, tantangan utama yang dihadapi mencakup keterbatasan infrastruktur, kesiapan sumber daya manusia, serta kekhawatiran terhadap perubahan pola belajar santri. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa digitalisasi bukan ancaman bagi pesantren, tetapi dapat menjadi alat efektif untuk menanamkan nilai-nilai Aswaja kepada Generasi Z jika diterapkan dengan strategi yang tepat dan terarah
Urgensi Lingkungan Sebagai Media Dalam Menunjang Efektivitas Pembelajaran Ifa Farhatin Hasbiyalloh; Ihyaul Ulum; Luqman Hakim
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i1.858

Abstract

Lingkungan sebagai media mencakup berbagai aspek, seperti lingkungan sosial, lingkungan alam dan lingkungan buatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan urgensi lingkungan sebagai media dalam menunjang efektivitas pembelajaran. Pendekatan dalam penelitian ini adalah studi literature, sumber-sumber yang telah ditemukan dianalisis secara kritis untuk mengidentifikasi konsep-konsep utama terkait urgensi lingkungan sebagai media pembelajaran. Analisis ini mencakup perbandingan teori, temuan penelitian sebelumnya, serta implikasi yang dapat diambil untuk memperkaya kajian ini. Hasil penelitian ini dapat diutarakan bahwa Untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa diperlukan media yang sesuai guna meningkatkan kualitas pembelajaran, menciptakan suasana yang menyenangkan, serta mendorong siswa untuk lebih berpartisipasi dalam mengemukakan ide dan aktif dalam proses belajar. Salah satu Solusi untuk mengatasi tantangan ini adalah dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai media pembelajaran.  Pendekatan ini memungkinkan siswa untuk belajar sebelum dan sesudah menerima materi di sekolah dengan menghubungkan pengalaman serta penemuan mereka di lingkungan sekitar. Tujuannya adalah menciptakan proses komunikasi dan interaksi antara siswa dengan lingkungan atau Masyarakat sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna.
Kitab Kuning Fondasi Karakter Orang-Orang Pesantren Muhammad Syu'aib; M.Husni
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i1.862

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran dan pengaruh kitab kuning sebagai fondasi pendidikan di pesantren. Kitab kuning, yang merujuk pada kitab-kitab klasik dalam tradisi Islam, memiliki sejarah panjang dan penting dalam pembentukan intelektual dan spiritual di kalangan santri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pustaka (library research), di mana berbagai sumber tertulis seperti buku, jurnal, dan artikel ilmiah dianalisis untuk memahami lebih mendalam tentang kontribusi kitab kuning dalam pendidikan pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab kuning memainkan peran krusial dalam melestarikan dan mentransmisikan ilmu pengetahuan Islam klasik. Melalui pendekatan yang sistematis dan mendalam, kitab-kitab ini menjadi alat utama bagi santri dalam mempelajari berbagai disiplin ilmu, termasuk fiqh, tafsir, hadits, dan tasawuf. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa metode pengajaran kitab kuning di pesantren, seperti sorogan dan bandongan, membantu dalam membangun karakter dan spiritualitas santri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kitab kuning tidak hanya berfungsi sebagai sumber pengetahuan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan moral dan etika bagi santri. Pentingnya kitab kuning dalam pendidikan pesantren menjadikan penelitian ini relevan dalam konteks modern, di mana integrasi antara tradisi dan inovasi menjadi kunci dalam mempertahankan nilai-nilai luhur sambil merespon tantangan zaman
Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Karakter Peserta Didik Baru Sita Acetylena; Emilda Fibyani Agustin; Sutan Faiz Amrillah; Edy Setiawan
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i1.870

Abstract

Pendidikan Agama Islam memainkan peran penting dalam membentuk karakter peserta didik, terutama pada peserta didik baru yang memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kurikulum PAI yang efektif dapat membentuk kepribadian yang berintegritas, jujur, disiplin, serta memiliki rasa tanggung jawab dan empati terhadap sesama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan kurikulum PAI sebagai alat untuk meningkatkan karakter peserta didik baru, dengan pendekatan yang berfokus pada integrasi antara nilai-nilai agama, praktik sosial, dan pengembangan pribadi yang seimbang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui studi literatur dari berbagai sumber yang relevan, wawancara mendalam dengan guru PAI, serta observasi terhadap implementasi kurikulum PAI di beberapa sekolah. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berfokus pada peningkatan karakter peserta didik baru sangatlah penting. Kurikulum PAI yang efektif harus mencakup pendekatan yang integratif antara teori dan praktik, serta melibatkan berbagai pihak, baik pendidik, orang tua, maupun masyarakat. Dengan pengembangan kurikulum yang holistik dan berbasis pada nilai-nilai Islam yang mendalam, pendidikan agama dapat memainkan peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang berkualitas.