cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
jurnalihsan@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
jurnalihsan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 30259150     EISSN : 29871298     DOI : https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2
Fokus dan Ruang Lingkup Ihsan: Jurnal Pendidikan Islam menerima naskah asli yang tidak diterbitkan dalam bahasa Indonesia atau Inggris, berdasarkan penelitian dari metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, campuran, atau metodologi apa pun yang terkait dengan pendidikan
Articles 250 Documents
Kurikulum Pendidikan Islam Sebagai Pedoman Pembelajaran Dalam Membentuk Karakter Religius Perspektif Al-Qur'an dan Hadits Nazilla Nur Febriani; Mochammad Rizqi Hidayatullah; Ahmad Yusam Thobroni
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i3.1420

Abstract

Pendidikan Islam memainkan peran vital dalam membentuk karakter religius peserta didik melalui kurikulum yang terintegrasi dengan nilai-nilai wahyu. Kurikulum ini bukan hanya sarana administratif, tetapi juga instrumen pembinaan iman, akhlak, dan pengetahuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami konsep kurikulum pendidikan Islam dari perspektif Al-Qur’an dan Hadits serta relevansinya dalam membentuk karakter religius peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif, menggunakan sumber primer seperti ayat Al-Qur’an dan Hadits, serta sumber sekunder dari literatur ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum pendidikan Islam mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, moral, dan intelektual berdasarkan QS. Al-Baqarah: 177, 151 dan QS. Ali Imran: 164 serta hadits-hadits Nabi tentang pendidikan akhlak, ilmu, dan pembiasaan dini. Kurikulum tersebut juga terbukti relevan dalam menghadapi tantangan global seperti digitalisasi, krisis moral, dan disintegrasi ilmu. Implikasinya, kurikulum Islam harus terus diperbarui secara adaptif namun tetap berlandaskan pada ajaran wahyu demi membentuk generasi yang unggul dan berdaya saing tinggi.
Konsep Pendidikan Perempuan Perspektif Al-Qur’an-Hadits dan Kaitannya dengan Pandangan para Tokoh Islam dalam Mendidik Anak Perempuan M. Multazami; Khorilia Ramadhani; Ahmad Yusam Thobroni
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i3.1442

Abstract

Pendidikan perempuan dalam Islam merupakan bagian integral dari sistem keilmuan yang menekankan kesetaraan, akhlak, dan tanggung jawab sosial. Meskipun Al-Qur’an dan Hadits telah menegaskan pentingnya ilmu bagi perempuan, praktik sosial masih menunjukkan ketimpangan akibat budaya patriarki dan salah tafsir ajaran agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan perempuan dalam perspektif Al-Qur’an dan Hadits serta mengaitkannya dengan pemikiran tokoh Islam seperti KH. Hasyim Asy’ari dan M. Quraish Shihab. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi pustaka, penelitian ini menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an, hadits, dan karya-karya ilmiah untuk menafsirkan kedudukan perempuan dalam pendidikan Islam. Hasilnya menunjukkan bahwa Islam menempatkan perempuan sebagai subjek aktif pendidikan, yang bertugas membangun generasi beriman, berilmu, dan berakhlak. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan perempuan tidak sekadar hak, melainkan strategi peradaban untuk membentuk masyarakat Muslim yang adil dan berkemajuan.
The Role of Technological Innovation in Enhancing Islamic Education Management in the Digital Era Muhammad Wazid Husni; Moh. Solihuddin; Iqbal Ahsanul Aula; Nazih Sadatul Kahfi
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i3.1452

Abstract

The rapid development of digital technology has brought significant changes to the management of Islamic education, particularly in enhancing administrative efficiency, teaching quality, and stakeholder communication. This study aims to analyze how technological innovations can be applied to improve various aspects of Islamic education management and to identify the challenges and solutions involved. Employing a literature review method, the research draws on recent journal articles, books, and reports related to Islamic education and digital transformation. The results show that the use of digital-based Learning Management Systems (LMS) and Management Information Systems (MIS) has improved administrative and learning outcomes. Nevertheless, disparities in internet access and availability of devices remain pressing issues. The study concludes that comprehensive strategies, including infrastructure development, educator training, and multi-stakeholder collaboration, are essential to ensure the successful and equitable implementation of technology in Islamic education management
Pengaruh Penggunaan Media Sosial terhadap Etika Anak di Sekolah Darul Aman La’al, Thailand Selatan Miss Fatihah Saman; Agus Sutiono
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i3.1466

Abstract

Penggunaan media sosial yang tidak terkontrol sejak usia dini telah menjadi tantangan baru dalam pembentukan karakter anak, khususnya dalam aspek etika seperti sopan santun, kejujuran, dan pengendalian diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media sosial terhadap etika anak-anak sekolah dasar di Sekolah Darul Aman La’al, Thailand Selatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain survei dan teknik simple random sampling terhadap 30 siswa. Instrumen berupa angket tertutup dengan skala Likert empat poin telah diuji validitas dan reliabilitasnya melalui uji r hitung dan Cronbach’s Alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen penelitian valid dan reliabel, serta terdapat hubungan signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dengan penurunan kualitas etika anak. Anak-anak yang menggunakan media sosial secara intensif menunjukkan kecenderungan kehilangan batasan sopan santun, kontrol diri yang lemah, serta meniru perilaku negatif dari dunia maya. Sebaliknya, penggunaan yang dibatasi dan didampingi memberikan dampak yang lebih positif. Temuan ini menunjukkan pentingnya literasi digital etis dan keterlibatan aktif keluarga serta sekolah dalam membentuk karakter anak di era digital
Model dan Tahapan Penelitian Kuantitatif: Pendekatan Teoretis dan Praktis dalam Kajian Pendidikan Dela Fahiran Pandiangan; Meyniar Albina
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i3.1494

Abstract

Penelitian kuantitatif merupakan pendekatan ilmiah yang berkembang pesat dalam studi pendidikan dan ilmu sosial karena menawarkan keunggulan dalam hal objektivitas, pengukuran numerik, dan generalisasi hasil. Kajian ini disusun untuk mengulas secara teoritis mengenai konsep, karakteristik, model, tahapan, serta teknik pengumpulan data dalam penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan yang bersifat deskriptif-analitis dengan sumber data berupa buku, jurnal ilmiah, dan dokumen relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa model penelitian kuantitatif mencakup survei, eksperimen, korelasional, dan kausal-komparatif, masing-masing dengan keunggulan metodologis tersendiri. Tahapan penelitian yang sistematis dan penggunaan instrumen terstandar seperti angket dan observasi terstruktur menjadi ciri khas dari pendekatan ini. Implikasi dari kajian ini memberikan pemahaman konseptual yang utuh bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti dalam menyusun desain penelitian kuantitatif yang valid, andal, dan dapat dijadikan rujukan akademik di bidang pendidikan
Adab dalam Ibadah: Reaktualisasi Nilai-Nilai Spiritual dan Sosial dalam Pembentukan Karakter Muslim Maulida, Amelia
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i3.1496

Abstract

Ibadah dalam Islam bukan hanya kewajiban ritual, melainkan juga sarana pembinaan karakter spiritual dan sosial. Namun, dalam praktiknya, nilai adab sering diabaikan sehingga ibadah menjadi rutinitas formal yang kehilangan makna transformatif. Penelitian ini bertujuan untuk menegaskan kembali urgensi adab dalam ibadah sebagai elemen pembentuk kepribadian Muslim yang utuh. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi pustaka, kajian ini menelaah literatur primer seperti Al-Qur’an, hadis, serta karya ulama klasik dan kontemporer yang membahas dimensi adab dalam ibadah. Hasil analisis menunjukkan bahwa kehadiran adab seperti kekhusyukan, kerendahan hati, dan kesadaran spiritual berperan penting dalam memperkuat hubungan vertikal dengan Allah serta membentuk etika sosial dalam kehidupan sehari-hari. Ibadah yang dilaksanakan dengan adab dapat menghindarkan individu dari sikap formalistik, sekaligus mendorong terbentuknya kepribadian yang berakhlak dan peka sosial. Implikasi dari kajian ini menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai adab dalam pendidikan ibadah guna mencetak pribadi Muslim yang tidak hanya taat secara syariat, tetapi juga matang secara moral dalam menghadapi tantangan zaman.
Adab Guru dan Murid sebagai Refleksi Akhlak Islami: Implikasi terhadap Pembentukan Lingkungan Belajar Beretika Shahara, Naila Agista; Siti Masyithoh
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i3.1508

Abstract

Pendidikan Islam menempatkan adab sebagai elemen sentral dalam proses pembentukan manusia yang utuh, melampaui sekadar transfer pengetahuan menuju pembinaan akhlak dan spiritualitas yang mendalam. Dalam konteks hubungan guru dan murid, adab bukan hanya cerminan sopan santun, tetapi juga menjadi manifestasi dari nilai-nilai akhlak Islami yang menghidupkan suasana belajar yang beretika. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep adab dalam interaksi guru dan murid serta mengeksplorasi implikasinya terhadap terbentuknya lingkungan belajar yang harmonis, etis, dan spiritual di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan, memanfaatkan sumber primer seperti Al-Qur’an, hadis, dan karya ulama klasik, serta literatur sekunder terkait pendidikan karakter dan etika pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai adab dalam praktik pendidikan mampu memperkuat relasi guru-murid, menciptakan iklim kelas yang inklusif dan bermartabat, serta membentuk budaya sekolah yang berkarakter. Temuan ini merekomendasikan pentingnya sistematisasi internalisasi nilai adab dalam kurikulum, pelatihan guru, dan budaya kelembagaan guna membangun generasi yang unggul secara intelektual dan berkepribadian luhur
Peran Akhlak Dalam Membangun Keharmonisan Rumah Tangga Pada Era Modernisasi Moral Qotrunnada, Laili; Siti Masyithoh
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i3.1511

Abstract

Modernisasi moral dan perubahan sosial yang terjadi secara masif telah memengaruhi tatanan kehidupan rumah tangga, termasuk dalam hal nilai dan pola interaksi antarpasangan. Akhlak dalam hal ini tidak sekadar menjadi norma etis, melainkan menjadi fondasi utama dalam membangun keharmonisan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran akhlak dalam membangun rumah tangga yang harmonis di tengah tantangan modernisasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi pustaka, penelitian ini menelaah secara tematik dan interpretatif berbagai referensi ilmiah terkait moralitas, relasi keluarga, serta pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai akhlak seperti kejujuran, kesabaran, kasih sayang, dan tanggung jawab memainkan peran adaptif dalam mengelola konflik, membentuk komunikasi yang sehat, serta memperkuat spiritualitas keluarga. Temuan ini menegaskan bahwa akhlak merupakan strategi kultural dan spiritual yang relevan dalam menjaga stabilitas rumah tangga di tengah dinamika kehidupan modern. Pendidikan akhlak berbasis keluarga perlu dikuatkan sebagai benteng moral menghadapi arus individualisme dan disintegrasi sosial
Dekadensi Akhlak Anak terhadap Orang Tua: Refleksi Pendidikan Akhlak di Tengah Ledakan Teknologi Laila Dzikra; Siti Masyithoh
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i3.1524

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah membawa dampak signifikan terhadap perilaku anak, terutama dalam interaksi mereka dengan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara reflektif fenomena dekadensi akhlak anak terhadap orang tua sebagai konsekuensi dari penggunaan teknologi digital yang tidak terarah, serta menyoroti pentingnya pendidikan akhlak sebagai langkah strategis pencegahan. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini melalui metode studi pustaka dengan menganalisis 20 literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya pengawasan orang tua, lemahnya literasi digital, dan absennya integrasi nilai-nilai moral dalam penggunaan teknologi menjadi penyebab utama lunturnya sikap hormat dan kepatuhan anak. Namun demikian, pendidikan akhlak yang terstruktur, literasi digital yang beretika, serta kolaborasi antara sekolah dan keluarga terbukti mampu meminimalkan dampak negatif teknologi digital terhadap karakter anak. Temuan ini mengimplikasikan bahwa pendidikan moral berbasis kolaboratif menjadi kebutuhan mendesak dalam menghadapi tantangan moral era digital.
Supervisi Akademik Dalam Peningkatan Kinerja Guru di MTS At-Taufiq Bogem Romansyah, Riki; Moh. Syamsul Falah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i3.1528

Abstract

Kualitas pembelajaran di madrasah sangat ditentukan oleh kompetensi dan kinerja guru, yang perlu ditingkatkan secara berkelanjutan melalui supervisi akademik. Supervisi ini tidak hanya berfungsi sebagai pengawasan administratif, tetapi juga sebagai sarana pembinaan profesional yang menekankan pada penguatan kapasitas pedagogis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan supervisi akademik di MTs At-Taufiq Bogem dan kontribusinya terhadap peningkatan kinerja guru. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi dilakukan secara adaptif dengan melibatkan tim kepala madrasah, wakil kepala kurikulum, dan guru senior untuk mengakomodasi konteks sosial madrasah. Supervisi berdampak positif dalam mendorong inovasi pembelajaran dan peningkatan profesionalisme guru, meskipun masih menghadapi kendala seperti keterbatasan literasi digital dan resistensi sebagian guru terhadap evaluasi. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya penguatan strategi supervisi yang berbasis konteks dan kolaboratif untuk meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan pesantren