cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
jurnalihsan@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
jurnalihsan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 30259150     EISSN : 29871298     DOI : https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2
Fokus dan Ruang Lingkup Ihsan: Jurnal Pendidikan Islam menerima naskah asli yang tidak diterbitkan dalam bahasa Indonesia atau Inggris, berdasarkan penelitian dari metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, campuran, atau metodologi apa pun yang terkait dengan pendidikan
Articles 250 Documents
Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Psiko Religi Untuk Penanggulangan Kenakalan Remaja di Era Digital Haris Adnan Alwi; Siti Roudhotul Jannah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i4.1671

Abstract

Kenakalan remaja merupakan fenomena sosial yang semakin kompleks di era digital karena tingginya akses internet dan kurang stabilnya kontrol diri pada usia transisi, sehingga remaja rentan terhadap perilaku menyimpang baik dalam bentuk cyberbullying, kecanduan media sosial, maupun keterlibatan dalam tindak kriminal berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan agama Islam berbasis psiko-religi dalam membentuk karakter religius remaja sebagai upaya preventif dan kuratif terhadap kenakalan di era modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitik untuk menelaah literatur yang relevan dari penelitian terdahulu dan teori pendidikan agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai psikologis dan religius dalam pendidikan agama Islam mampu memperkuat identitas moral, meningkatkan kontrol diri, serta mengurangi kecenderungan perilaku menyimpang di kalangan remaja. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan agama Islam yang terarah dapat menjadi instrumen strategis bagi sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mencetak generasi yang religius, berkarakter, dan adaptif terhadap tantangan era digital.
Media Audio dalam Pembelajaran Tahfidz: Inovasi Technopedagogy di Lembaga Pendidikan Islam Inayah, Zahrotul; In'ami, Moh
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i4.1686

Abstract

Pembelajaran tahfidz Al-Qur’an di era digital menuntut adanya inovasi agar sesuai dengan karakteristik generasi modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan media audio sebagai inovasi technopedagogy dalam pembelajaran tahfidz di Madin Muhammadiyah Bae. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media audio, seperti rekaman murottal dan aplikasi digital, mampu meningkatkan motivasi belajar, memperlancar proses pengulangan hafalan, serta memperbaiki kualitas bacaan dan tajwid siswa. Media audio juga memberikan fleksibilitas belajar yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja sehingga mendukung kemandirian peserta didik. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa integrasi media audio dalam pembelajaran tahfidz menjadi model technopedagogy yang relevan untuk meningkatkan mutu pendidikan Islam di era teknologi
Perbandingan Historis Sistem Pendidikan Kolonial Belanda dan Pendidikan Indonesia Masa Kini Madyan, Madyan; Nada, Nada; Fitri, Fitri; Mery, Mery; Fahria, Fahria
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i4.1711

Abstract

Pendidikan di Indonesia telah mengalami transformasi signifikan dari masa kolonial Belanda hingga era modern saat ini. Pada masa kolonial, sistem pendidikan bersifat diskriminatif karena hanya terbatas pada kalangan bangsawan dan anak-anak Eropa, sehingga memperlebar kesenjangan sosial. Sebaliknya, pendidikan Indonesia kontemporer berupaya mewujudkan asas kesetaraan, wajib belajar, dan pengembangan potensi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan historis dan konseptual antara sistem pendidikan kolonial Belanda dengan sistem pendidikan Indonesia saat ini. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan menelaah berbagai buku sejarah, jurnal akademik, dan dokumen pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kolonial lebih menekankan kepentingan politik dan ekonomi Belanda, sedangkan pendidikan nasional Indonesia menekankan inklusivitas, demokratisasi, dan kualitas pembelajaran. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pembelajaran dari sejarah untuk memperkuat arah kebijakan pendidikan nasional yang lebih adaptif, merata, dan berdaya saing global
Tantangan Guru Pendidikan Islam dalam Mengajarkan Ilmu Kalam di Sekolah Dasar Alma Pratiwi Husain; Erlin Diana; Annisa' Fatmayanti
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i4.1728

Abstract

Pembelajaran ilmu kalam di sekolah dasar menjadi tantangan penting dalam Pendidikan Agama Islam karena materi teologi yang abstrak seringkali sulit dipahami oleh siswa yang masih berada pada tahap perkembangan kognitif konkret. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi guru PAI dalam menyampaikan konsep-konsep ilmu kalam, mengevaluasi strategi pembelajaran yang telah diterapkan, serta merumuskan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kepustakaan dengan menelaah jurnal ilmiah, buku, dan publikasi akademik relevan melalui teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menghadapi berbagai kendala, mulai dari kesulitan adaptasi materi, keterbatasan metodologi, minimnya media pembelajaran, hingga lemahnya dukungan institusional. Namun, guru juga mengembangkan strategi adaptif seperti metode bercerita, analogi kehidupan sehari-hari, dan penggunaan media visual sederhana. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kurikulum, pelatihan guru, serta penyediaan sumber belajar yang lebih inovatif dan kontekstual
Pendekatan Pendidikan Agama Islam (PAI) Bagi Peserta Didik Tunagrahita di Sekolah Luar Biasa (SLB) Ulaka Penca Jakarta Selatan Afifah Farhani; Elvira Nanda Lusia; Heni Anggraini; Muhammad Royyan
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i4.1752

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) bagi peserta didik tunagrahita menghadirkan tantangan khusus yang menuntut strategi pembelajaran adaptif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pembelajaran PAI di SLB Ulaka Penca Jakarta Selatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dengan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dilaksanakan secara fleksibel dengan metode ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung, serta didukung media visual berupa kartu bergambar, poster, dan lembar kerja interaktif. Evaluasi tidak hanya mencakup aspek kognitif, tetapi juga perkembangan sosial-emosional siswa. Guru menghadapi berbagai hambatan, antara lain keterbatasan sarana, minimnya buku ajar khusus, serta keragaman karakter peserta didik yang menuntut strategi berbeda di setiap kelas. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya merancang strategi pembelajaran inklusif yang mengintegrasikan empati, pendekatan kontekstual, dan media yang mudah diakses agar pendidikan agama dapat berlangsung efektif bagi peserta didik tunagrahita
Menggali Keteladanan Abdullah Bin Umi Maktum Sebagai Model Kemandirian Bagi Pendidikan Anak Tuna Netra: Studi Kasus di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Boyolali Istithoah Hanif Islami; Muhammad Zumaruddin; Salmaa Rihhadatul 'Aisy; Devi khoirunisa; Zidni Rahma Hanifa
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i4.1763

Abstract

Keteladanan tokoh sejarah memiliki peran penting dalam membentuk kemandirian anak tunanetra di lingkungan pendidikan inklusif. Penelitian ini bertujuan menggali nilai-nilai kemandirian Abdullah bin Umi Maktum sebagai figur inspiratif yang relevan untuk diaplikasikan pada pendidikan di Sekolah Luar Biasa Negeri Boyolali. Metode yang digunakan adalah studi literatur yang diperkaya dengan wawancara sederhana terhadap siswa tunanetra, untuk memperoleh perspektif konseptual dan pengalaman nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Abdullah bin Umi Maktum merepresentasikan semangat keberanian, kepercayaan diri, dan peran aktif dalam masyarakat, yang dapat menjadi model pembelajaran kontekstual bagi anak tunanetra. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya integrasi nilai-nilai keteladanan Abdullah bin Umi Maktum ke dalam kurikulum SLB sebagai strategi untuk memperkuat kemandirian, meningkatkan kepercayaan diri, dan mendorong partisipasi sosial anak tunanetra di Indonesia
Peran Orang Tua dan Guru dalam Menanamkan Konsep Ketuhanan (Tauhid) pada Anak Usia Sekolah Dadang Irawan; Alma Pratiwi Husain; Vina Oktavia Chairunnisa; Sonia Puji Nur Khotimah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i4.1792

Abstract

Penanaman konsep ketuhanan (tauhid) pada anak usia sekolah dasar merupakan fondasi penting dalam membentuk identitas spiritual dan kesadaran moral mereka sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran orang tua dan guru dalam menumbuhkan pemahaman anak terhadap tauhid secara berkesinambungan dan praktis. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka kualitatif dengan menganalisis sumber primer dan sekunder berupa jurnal ilmiah, dokumen kebijakan pendidikan, dan buku pedagogi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua melalui keteladanan, pembiasaan, dan komunikasi spiritual, yang dipadukan dengan strategi pembelajaran guru secara terstruktur, berperan signifikan dalam memperkuat pemahaman anak tentang keesaan Allah. Sinergi antara keluarga dan sekolah tidak hanya membangun konsistensi nilai religius, tetapi juga menumbuhkan ketangguhan emosional, sosial, dan spiritual anak. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya kolaborasi antara rumah dan sekolah dalam membentuk fondasi tauhid yang integral dan relevan dengan tantangan pendidikan modern
Integrasi Nilai-nilai Akidah (Ilmu Kalam) dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar Wahyu Sukma; Naisila, Naisila; Siti Khafidatul Kamila; Alma Pratiwi Husain
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i4.1794

Abstract

Integrasi nilai-nilai akidah (Ilmu Kalam) dalam pembelajaran sekolah dasar menjadi langkah strategis dalam membentuk karakter dan landasan moral peserta didik sesuai ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai akidah tidak hanya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, tetapi juga dalam berbagai mata pelajaran umum melalui pendekatan kontekstual. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif, memanfaatkan sumber berupa buku, artikel jurnal, dan dokumen resmi yang relevan dengan konsep integrasi Ilmu Kalam dalam pendidikan dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai akidah efektif menumbuhkan sikap jujur, disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian sosial, sekaligus memperkuat pemahaman spiritual dan moral siswa. Meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan sumber belajar dan adaptasi guru terhadap pedagogi modern, integrasi nilai akidah memiliki potensi besar dalam membentuk karakter positif dan mendukung pendidikan holistik. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan profesional guru dan desain kurikulum yang secara sistematis mengintegrasikan nilai akidah guna menyiapkan siswa menghadapi tuntutan masyarakat modern
Penerapan Pembelajaran Ilmu Tajwid dalam Meningkatkan Ketepatan Bacaan Al-Qur’an pada Santri: Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) Ibadusholihin Banaran Pulung Ponorogo Siti Zulaihah; Kayyis Fitri Ajhuri
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i4.1970

Abstract

Pembelajaran tajwid berfungsi menjaga keaslian bacaan Al-Qur’an sekaligus meningkatkan keterampilan membaca santri sesuai kaidah. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan metode talaqqi dan musyāfahah dalam meningkatkan ketepatan bacaan Al-Qur’an di TPQ Ibadusholihin Banaran, Ponorogo. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode talaqqi dan musyāfahah mampu memperbaiki makhraj huruf yang sebelumnya sering salah, meningkatkan konsistensi penerapan hukum mad, idghām, dan iqlāb, serta memperbaiki praktik waqaf-ibtidā’. Selain itu, evaluasi berkelanjutan mendorong santri untuk lebih disiplin dan termotivasi, sementara integrasi tajwid ke dalam praktik bacaan harian meningkatkan pemahaman kontekstual. Perubahan positif juga tampak pada keberanian santri membaca di depan kelompok, kecepatan membaca yang lebih lancar, dan berkurangnya kesalahan berulang. Faktor pendukung meliputi kualitas guru, pembagian kelas sesuai kemampuan, dan suasana belajar kondusif, sedangkan hambatan utama adalah keterbatasan waktu, variasi latar belakang santri, serta minimnya media pembelajaran modern
Konsep Islamisasi Ilmu Menurut Pemikiran Syed Naquib al-Attas dan Ismail Raji al-Faruqi Shafa Kamalia
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i4.2109

Abstract

Dominasi paradigma Barat yang sekuler telah menciptakan dikotomi antara ilmu dan agama, sehingga memunculkan disorientasi intelektual dan krisis epistemologis dalam dunia Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep Islamisasi ilmu menurut Syed Naquib al-Attas dan Ismail Raji al-Faruqi sebagai respons terhadap tantangan sains modern. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan, penelitian ini menelaah karya primer kedua tokoh dan literatur sekunder untuk mengkaji gagasan mereka secara komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Attas menekankan pendekatan filosofis-ontologis yang berfokus pada pemulihan adab serta internalisasi nilai-nilai Islam, sementara al-Faruqi menawarkan metodologi struktural dengan dua belas langkah sistematis berbasis prinsip tauhid untuk mengintegrasikan disiplin modern dengan khazanah Islam. Kedua pemikiran ini memiliki keunggulan dan keterbatasan, namun sintesis keduanya menghadirkan paradigma komprehensif yang tidak hanya merekatkan kembali ilmu dan agama, tetapi juga menyediakan kerangka epistemologis bagi pembaruan pendidikan dan peradaban Islam di era global