cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
jurnalihsan@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
jurnalihsan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 30259150     EISSN : 29871298     DOI : https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2
Fokus dan Ruang Lingkup Ihsan: Jurnal Pendidikan Islam menerima naskah asli yang tidak diterbitkan dalam bahasa Indonesia atau Inggris, berdasarkan penelitian dari metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, campuran, atau metodologi apa pun yang terkait dengan pendidikan
Articles 250 Documents
Kepatuhan Beragama dan Interaksi Sosial Dalam Masyarakat Islam Dinda setyani; Masyithoh, Siti
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v2i2.159

Abstract

Masalah isolasi sosial di kalangan individu religius sering kali dipicu oleh fanatisme agama dan sikap individualisme yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk menyoroti pentingnya moderasi beragama sebagai pendekatan yang mengakomodasi ibadah ritual dan interaksi sosial secara seimbang. Dengan menggunakan pendekatan studi pustaka, penelitian ini menganalisis fenomena isolasi sosial dan peran masjid dalam memperkuat interaksi sosial dalam masyarakat Islam. Tinjauan literatur dilakukan untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi dari berbagai sumber yang relevan, termasuk jurnal ilmiah, buku teks, dan publikasi lainnya. Data dikumpulkan melalui pencarian kata kunci dan seleksi literatur yang sesuai dengan kriteria penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama dapat membantu individu untuk menjalankan ibadah secara proporsional dan tetap menjalin hubungan sosial yang sehat. Masjid, sebagai pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan pendidikan memainkan peran penting dalam memfasilitasi interaksi sosial dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan dalam masyarakat. Kegiatan keagamaan seperti shalat berjamaah, dakwah, dan peringatan hari besar Islam, serta kegiatan sosial seperti kerja bakti, zakat, dan buka puasa bersama, semuanya berkontribusi pada pembentukan hubungan sosial yang kuat dan harmonis di antara jamaah. Dengan demikian, penelitian ini mendorong umat Islam untuk tidak hanya fokus pada ritual keagamaan, namun juga memprioritaskan interaksi dan kolaborasi dengan sesama. Islam menegaskan bahwa agama tidak terpisah dari interaksi sosial yang sehat dan saling mendukung serta moderasi beragama adalah kunci untuk mencapai keseimbangan.
Studi Pandangan Mahasiswa Muslim Universitas Negeri Medan Terhadap Pernikahan Beda Agama Hamida, Firda Novi; Subhan, Fiqri; Soraya, Hanifah; Siregar, Hapni Laila; Raja, Raudhatul Jannah; Wardaniah, Sabina
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v2i2.160

Abstract

Pernikahan beda agama menjadi topik yang terus menerus menarik perhatian Masyarakat Indonesia. Keberagaman agama dan budaya di Indonesia menjadi salah satu faktor terjadinya pernikahan beda agama. Pernikahan beda agama sering kali menimbulkan permasalahan sosial, agama, dan budaya yang kompleks. Pandangan dan sikap terhadap pernikahan beda agama dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti agama, budaya, Pendidikan, serta pengalaman personal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif mahasiswa/i muslim Universitas Negeri Medan terhadap pernikahan beda agama. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan cara menyebarkan angket yang berisi daftar pertanyaan terkait pernikahan beda agama. Angket tersebut dirancang untuk mengeksplorasi berbagai aspek pandangan mahasiswa/i muslim Universitas Negeri Medan terhadap pernikahan beda agama. Setelah data dikumpulkan kemudian dilakukan analisis data menggunakan metode grafik dan persenisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden tidak setuju dengan pernikahan beda agama. Ini terlihat dari jawaban yang diberikan responden, yaitu responden Tidak Setuju adanya hak memilih pasangan hidup tanpa memandang perbedaan agama, responden Tidak Setuju bahwa pernikahan beda agama termasuk sikap toleransi, responden Setuju bahwa pernikahan beda agama dapat mengancam keutuhan agama dan keyakinan seseorang. Pendapat ini didukung oleh tidak adanya pernikahan beda agama di lingkungan keluarga maupun di lingkungan sekitar mayoritas responden.
Profesionalitas dan Keunggulan Bersaing Lembaga Pendidikan Islam Saidin; Mukhtar Latif; Kaspul Anwar Us
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 3 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v2i4.164

Abstract

Lembaga pendidikan islam harus memiliki keunggulan untuk dapat bersaing dengan lembaga pendidikan umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan bagaimana profesionalitas dan keunggulan bersaing lembaga pendidikan islam. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, adapun teknik pengngumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pondok pesantren darunnajah menawarkan berbagai program pendidikan yang menghasilkan lulusan yang berkualitas tinggi.  santri di pondok pesantren darunnajah dididik 24 jam untuk menjadi pribadi yang sukses dunia-akhirat dan mempelajari banyak keahlian, seperti keahlian bahasa, organisasi, olahraga, kesenian, keterampilan, teknologi, akademik dan berbagai life skill lainnya. Selain itu biaya pendidikan dipondok pesantren darunnajah dan rincian kegiatan pendidikan telah selaras antara biaya dan kegiatan pendidikan yang diberikan. pondok pesantren darunnajah mengantongi citra yang baik dimasyarakat, dimana pondok pesantren ini memiliki 21 cabang dengan memiliki fasilitas yang terkenal dimasyarakat.  Dan memiliki kualitas SDM yang baik  sebagai pendidikan dan tenaga kependidikan, dimana pondok pesantren merekrut guru dan tenaga kependidikan dengan seleksi kualitas dan melakukan pelatihan dan penataran untuk meningkatkan mutu guru-guru di pendidik dipondok pesantren darunnajah.
Upaya Mengembangkan Keterampilan Sosial Anak Usia Dini Melalui Permainan Find Me Winarti, Anur; Faradilla, Dea; Rahmatun Nisa, Putri; Jubaedah, Siti; Suzanti, Lizza
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v2i2.166

Abstract

Keterampilan sosial adalah kemampuan individu untuk memecahkan permasalahan-permasalahan sosial dengan menciptakan hubungan erat bersama seseorang dalam rangka menyesuaikan diri terhadap lingkungan. Dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) perilaku seperti menyendiri, membeda bedakan teman, dan kurang percaya diri banyak ditemukan pada anak. Berdasarkan urgensi fase usia keemasan (golden age), keterampilan sosial perlu dioptimalkan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam rangka mengoptimalkan keterampilan sosial anak usia dini yaitu dengan melalui kegiatan bermain. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis keterampilan sosial anak usia dini yang dikembangkan melalui permainan find me. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif melalui kegiatan observasi dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Subjek penelitian adalah anak uisa 5-6 tahun yang berjumlah 6 anak. Teknik analisis data menggunakan model Miles and Hubberman terdiri dari tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan find me terbukti dapat mengembangkan keterampilan sosial anak usia dini. Hal ini dibuktikan dengan perilaku yang menunjukkan anak menjadi lebih percaya diri, mampu bekerja sama, dan dapat menghargai teman.
Term Pendidikan dalam Tafsir al-Mishbah Karya M. Quraish Shihab Sri Erdawati
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v2i2.167

Abstract

Term Pendidikan dalam al-Qur’an sangat banyak dan beragam di antarnya adalah tarbiyah, ta’lim, tadris, ta’lim, ta’dib, tadzkiyah, tahdzib, tadbir, da’wah, irsyad, dan uswah. Tetapi tidak semua term tersebut yang dibahas dalam tulisan ini, hanya dibatasi tarbiyah, tadris, ta’lim, dan tadris saja. Untuk membaca term-term itu digunakan pendekatan library reseach (penelitian pustaka) dengan menjadikan Tafsir al-Mishbah karya M. Quraish Shihab sebagai literatur utama. Setelah dianalisa, maka diperoleh hasil bahwa kata tarbiyah seakar dengan kata rabb, yang bermakna mengarahkan dan memiliki. Lebih jauh makanya adalah bahwa setiap usaha ke arah yang positif seperti mengembangkan, meningkatkan, meninggikan, melebihkan, dan memperbaiki adalah bagian dari tarbiyah. Sedangkan ta’lim, bermakna pengajaran, menurut Tafsir al-Mishbah, cara memperoleh pengajaran dan ilmu itu melalui dua cara: pertama, melalui usaha membaca tulisan, ilmu kasbiy, kedua tanpa melalui proses, langsung mendapat ilham dan intuisi dari Allah, inilah yang disebut sebagai ilmu Laduni. Sementara Tadris, maknanya ada tiga: membaca sampai paham atau hafal, kedua saling membaca dan menyimak, ketiga mengulang-ulang atau menguraikan kembali cerita dan kisah yang pernah ada.
Pembinaan Akhlak Siswa Sekolah Dasar di Era Digital Nazaruddin
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v2i2.169

Abstract

Akhlak termasuk salah satu faktor yang dapat menentukan jatuh bangunnya seseorang, harga diri martabat keluarga, bangsa serta negara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembinaan akhlak siswa sekolah dasar di era digital. Penelitian ini  menggunakan pendekatan  penelitiankepustakaan. Penelitian kepustakaan merupakan suatu  penelusuran dan penelitian dengan metode membaca  dan  menelaah  berbagai  jurnal,  buku,  dan  berbagai  naskah  terbitan lainnya   yang   berkaitan   dengan   topik   penelitian dalam menghasilkan   sebuah tulisan  yang  berkenaan  dengan  suatu  topik penelitian, teknik pengumpulan data dengan dokumentasi, teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikai/penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pembinaan akhlak siswa sekolah dasar di era digital dapat ditempuh melalui cara pembinaan. Sedangkan untuk pembinaan tersebut juga dapat di tempuh melalui metode keteladanan dan metode pembiasaan.
Budaya Madrasah di Madrasah Ibtidaiyah Jamiatul Jariyah Tembilahan Hulu Provinsi Riau Indrawan, Irjus; M.Rosnadi; Faren, M. Ridho
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v2i2.171

Abstract

Budaya madrasah sangat penting dalam kemajuan lembaga pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan budaya madrasah di madrasah Ibtidaiyah Tembilahan Hulu. Jenis penelitian ini kualitatif. Subjek penelitian ini kepala madrasah, guru, staf sekolah dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data yang digunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian (1) Budaya di MI Jamiatul Jariyah Tembilahan Hulu di bidang akademik meliputi nilai budaya literasi membaca, budaya religius dan nilai penghargaan/prestasi, non akademik meliputi nilai kreativitas, nilai penghargaan/prestasi, nilai kerjasama, nilai solidaritas, nilai kedisiplinan, dan nilai kesopanan. (2) Tantangan dalam pengembangan budaya madrasah di MI Jamiatul Jariyah Tembilahan Hulu siswa yang sulit dikendalikan dalam menanamkan nilai-nilai madrasah. (3) Upaya dalam pengembangan budaya  madrasah di MI Jamiatul Jariyah Tembilahan Hulu melalui penerapan peraturan madrasah  dan melakukan pembinaan dalam penanaman nilai yang diyakini dan dihayati oleh seluruh warga sekolah/madrasah untuk menjadikan sekolah/madrasah yang berkualitas dan guru memberikan contoh kepada siswa
Transformasi Literasi Dalam Pesantren; Perspektif Pemikiran Islam Di Pesantren Al Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung Fasmadhy Satiadharmanto, Deddi; Abd. Rahman, Zayad
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v2i2.172

Abstract

Literasi di Pondok Pesantren Al Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung telah mengalami perubahan yang menonjol, terutama dalam cara pengajaran dan pemanfaatan teknologi digital. Perubahan ini tidak hanya meningkatkan cara untuk masuk ke berbagai bahan bacaan, tetapi juga memperkaya proses belajar para santri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana budaya literasi berkembang dan berubah di pesantren, serta bagaimana kontribusi pemikir Islam seperti Al-Ghazali, Ibn Rushd, dan Ibn Khaldun memengaruhi dan membentuk praktik literasi di pesantren tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi untuk mengeksplorasi perubahan literasi di Pondok Pesantren Al Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung dari perspektif pemikiran Islam. Informasi diperoleh melalui wawancara mendalam dengan santri, ustadz, dan pengurus pesantren, serta melalui observasi partisipatif dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses transformasi literasi di Pondok Pesantren Al Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung tidak hanya meningkatkan pengetahuan santri, tetapi juga mengembangkan karakter dan keterampilan kritis yang sesuai dengan tuntutan zaman. Saran untuk pengembangan lebih lanjut meliputi peningkatan akses terhadap sumber literasi digital, pelatihan literasi bagi guru, dan kerjasama dengan lembaga pendidikan lain untuk memperluas wawasan dan pengalaman belajar. Transformasi Literasi dalam Pemikiran Islam melalui pendekatan Fenomenologi di Pondok Pesantren Al Mu’min Muhammadiyah untuk mengintegrasikan Literasi Digital dalam Pendidikan Islam.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Literasi Siswa di Era Society 5.0 di MTs Negeri 2 Pemalang Nur Kholis, Muhammad; Dwi Yuliani, Ris; Nur Mardotillah, Wildan
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v2i2.173

Abstract

Guru pendidikan agama islam memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang peran guru PAI dalam meningkatkan literasi pada siswa. Melalui penelitian ini, dapat diidentifikasi strategi dan praktik terbaik yang dapat diterapkan oleh guru pendidikan agama islam dalam menghadapi tantangan literasi di era Society 5.0, sehingga mereka dapat memainkan peran yang lebih efektif dalam membekali siswa dengan keterampilan yang diperlukan untuk sukses di masa depan. Penelitian ini adalah sebuah studi lapangan yang mengungkapkan dan menggali informasi tentang peran guru dalam meningkatkan literasi siswa di era society yang bersifat deskriptif yaitu menggambarkan apa adanya yang sesuai dengan kenyataan faktual yang ditemukan dilapangan dan jenis penelitian ini adalah kualitatif. Upaya guru dalam meningkatkan literasi pada siswa (1) guru harus memerankan metode yang bervariasi (2) penanaman nilai-nilai agama di era digital (3) kolaborasi wali kelas dan wali murid (4) dapat menyesuaikan kondisi tanpa meninggalkan karakter akhlakul karimah (5) meminjamkan modul ke siswa di awal semester. Hasil penelitian ini menunjukkan bawa guru pendidikan agama islam memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi siswa di era Society 5.0. Peran guru PAI tidak hanya sebagai penyalur pengetahuan, tetapi juga sebagai fasilitator pembelajaran yang membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan penerapan teknologi dalam berbagai konteks.
Manajemen Pembiayaan Pada Lembaga Pendidikan Islam: Studi di MTsN 9 Nganjuk Provinsi Jawa Timur Siska Yulia Weni; Isfaiyah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v2i2.176

Abstract

Lembaga pendidikan tidak terlepas dari masalah-masalah keuangan. Hal ini bukanlah merupakan tugas yang ringan karena tidak hanya berkaitan dengan permasalahan teknis tetapi mencakup beberapa problem yang sangat rumit dan komplek, baik berkaitan dengan perencanaaan, pendanaan, peningkatan kualitas pendidikan juga menuntut manajemen pendidikan yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, serta evaluasi pembiayaan pendidikan di MTsN 9 Nganjuk. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Yang menjadi subjek dalam penelitian adalah kepala madrasah, bendahara madrasah dan tata usaha. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (1) Perencanaan pembiayaan dilakukan melalui penyusunan RKAM yang melibatkan analisis kebutuhan, perencanaan pengeluaran, dan konsultasi dengan kepala madrasah, bendahara, tata usaha, dewan guru, dan komite. RKAM membantu memperkirakan kebutuhan biaya untuk satu tahun ajaran. (2) Pelaksanaan pembiayaan mencakup penerimaan dan pengeluaran dana dari tiga sumber utama yaitu dana BOS, dana komite, dan usaha madrasah. Dana BOS dicairkan dua kali setahun dan menjadi sumber utama. Dana komite dan usaha madrasah digunakan untuk kebutuhan operasional dan mendadak, dengan pengelolaan dana melalui prosedur ketat untuk memastikan efisiensi dan efektivitas. (3) Pengawasan dilakukan oleh pihak internal dan eksternal untuk memastikan dana digunakan sesuai rencana. Pengawasan internal dilakukan rutin, sedangkan pengawasan eksternal dilakukan empat kali tiap semester. (4) Evaluasi dilakukan setiap tiga bulan oleh kepala madrasah untuk memastikan penggunaan anggaran sesuai RKAM. Proses evaluasi meliputi pengecekan laporan pengeluaran, pemantauan kendala, dan penilaian efektivitas serta efisiensi penggunaan dana. Evaluasi ini membantu pengambilan keputusan untuk perbaikan pengelolaan dana di masa depan dan memastikan pembiayaan berjalan sesuai rencana dan tujuan yang diharapkan.

Page 5 of 25 | Total Record : 250