cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
jurnalihsan@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
jurnalihsan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 30259150     EISSN : 29871298     DOI : https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2
Fokus dan Ruang Lingkup Ihsan: Jurnal Pendidikan Islam menerima naskah asli yang tidak diterbitkan dalam bahasa Indonesia atau Inggris, berdasarkan penelitian dari metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, campuran, atau metodologi apa pun yang terkait dengan pendidikan
Articles 250 Documents
Pemanfaatan Masjid Sebagai Sarana Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Ahmad Dahlan Kota Jambi Harahap, Wadidin; Madyan; Hayat, Najmul
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 3 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v2i3.326

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan, upaya guru dan hambatan yang dihadapi guru PAI dalam pemanfaatan masjid sebagai sarana pembelajaran Pendidikan islam di Sekolah Menengah Pertama Ahamad Dahlan Kota Jambi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan penelitian kualitatif. Lokasi penelitian adalah SMP Ahmad Dahlan Kota Jambi dengan subjek penelitian yaitu guru Pendidikan Agama Islam dan siswa sebagai respondem utama. Data penelitian diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi, sementara untuk teknis analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan atau mengadakan verfikasi data. Hasil penelitian menggambarkan kondisi real pemanfaatan masjid sebagai sarana pembelajaran Pendidikan islam, sangat intens pertemuan dan pemanfaatan masjid dalam pembelajaran agama islam yang dilakukan oleh guru PAI. Guru PAI sudah memanfaatkan masjid dengan berbagai kegiatan, secar intens dan sangat membantu guru dalam memberikan motivasi siswa dalam belajar dan berjalan dengan lancar dan tertib. Guru PAI, dalam memanfaatkan masjid sebagai tempat pembelajaran PAI, secara teori maupun praktek, sudah memaksimalkan kegiatan yang sudah dirancang dan disusun bersama guru dan kepala sekolah setiap diawal semester yaitu dalam rapat kerja, dengan menawarkan banyak kegiatan dan sudah berjalan dengan baik, diataranya adalah pembelajaran PAI secara khusus dilakukan berkelompok maupun klasikal, selain itu ada juga kegiatan pendukung lainnya seperti sholat dhuha berjamaah, sholat zuhur dan ashar berjamaah, kahfiyan setiap hari Jumat pagi dan semi boarding, siswa nginap disekolah untuk mendapatkan nimbingan khusus dalam peningkatan Pendidikan karakter siswa. Dalam kenyataannya banyak hambatan yang ditemukan oleh guru diakibatkan oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal dapat berupa : kedisiplinan, waktu yang tersedia sangat terbatas, kelelahan, kesiapan belajar serta psikologis dan Kesehatan. Sementara faktor eksternal meliputi ; teman sejawat dan lingkungan social. Kesimpulan dari penelitian ini, bahwa pemanfaatan masjid sebagai sarana pembelajaran PAI di SMP Ahmad Dahlan sangat intens dan banyak kegiatan yang dilakukan guru PAI, berupa kegiatan yang bisa memberikat motivasi belajar siswa semakin baik.
Dikotomi Ilmu Agama Dan Umum Dalam Reorientasi Pendidikan Islam Muna, Faizul; Nurhuda, Abid; Yuwono , Adhimas Alifian; Aziz, Thariq
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 3 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v2i3.331

Abstract

Ilmu pengetahuan menjadi kebutuhan dasar manusia dimana dengan hal tersebut ia dapat melewati berbagai tantangan dalam hidupnya. Meski dalam perjalanannya seringkali dipertentangkan antara ilmu pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan dunia sehingga muncul istilah yang namanya dikotomi. Dikotomi ilmu secara tidak langsung memberikan dampak pada kemunduran, terutama pada bidang pendidikan islam sehingga diperlukan sebuah reorientasi agar apa yang menjadi tujuan dapat dilaksakan. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan terkait Dikotomi Ilmu Agama Dan Umum Dalam Reorientasi Pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan model pendekatan studi pustaka yang mana dalam pengumpulan datanya menggunakan teknik dokumentasi kemudian direduksi, disajikan dan terakhir disimpulkan secara verifikatif. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa ilmu agama dan ilmu umum dalam pendidikan Islam harus diseimbangkan agar bisa digunakan untuk mempersiapkan siswa yang mampu menjawab tantangan dalam dunia modern yang terus berubah. Dan hal tersebut berimplikasi bahwa ia tidak boleh hanya memahami prinsip-prinsip keagamaan saja tetapi juga harus mampu mengembangkan keterampilan maupun pengetahuan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari dan pasar kerja global yang terintegrasi.
Pemikiran Pendidikan Islam Dalam Pandangan Muhammad Abduh Jamil, Sabrun
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 3 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v2i3.332

Abstract

Pendidikan islam sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai ajaran agama islam pada ruang pendidikan. Penelitian  ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pemikiran pendidikan islam dalam pandangan muhammad abduh. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan, dengan teknik pengumpulan data dokumentasi pada buku, dan artikel ilmiah pada jurnal, serta dokumen yang berkaitan dengan tema penelitian, teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dapat diutarakan bahwa muhammad abduh adalam salah satu tokoh islam modern, yang banyak melakukan pembaharuan dari segi pendidikan social dan politik umat islam yang mengalami ketertinggalan, yang di sebabkan umat islam saat itu di pengaruhi paham jumud atau pemikiran yang statis, yang tidak mau melakukan pembaharuan pemikiran yang di anggap Muhammad abduh adalah suatu kebodohan, menurut Muhammad abduh dalam Al-Qur’an banyak ayat yang menyerukan umat islam untuk berfikir. Melalui pemikiran akan tercipta ilmu pengetahuan, ia pun membenarkan pendapat penulis barat yang mengatakan umat islam mengalami kemunduran di sebabkan paham jabariah. Muhammad abduh melakukan pembaharuan-pembaharuan dalam sistem pendidikan, kurikulum dan tujuan pendidikan itu sendiri. Menurutnya pendidikan klasikal yang selama ini di terapkan di banyak lembaga pendidikan harus di lakukan pembaharuan, dengan cara memulainya pada sistem pendidikan yang ada di Al-Azhar yang di anggapnya pusat pendidikan islam dunia.
Keutamaan Pendidikan Akidah, Syariah dan Akhlak Dalam Keluarga Rahayu Erna Budiarti, Tri
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 3 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v2i3.333

Abstract

Pendidikan yang pertama kali diterima olah anak adalah pendidikan dari keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan keutamaan pendidikan akidah, syariah dan akhlak dalam keluarga. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan, dimana seluruh data diambil melalui buku, artikel ilmiah dan terbitan-terbitan terdahulu yang berkaitan dengan topik penelitian, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan dokumentasi pada karya-karya ilmiah terdahulu, dengan teknik analisis data yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dapat diutarakan bahwa pendidikan akidah mutlak diperlukan untuk membentuk pribadi yang memiliki pegangan yang teguh terhadap sang Pencipta. Implikasi pendidikan akidah yang terpenting adalah perlunya pendidikan akidah dalam keluarga dan pelaksanaan pendidikan akidah dalam keluarga. Selain itu perbuatan manusia  menurut pendekatan syariah dapat berbentuk ibadah dan bisa berbentuk muamalah. Selanjutnya akhlak yang mulia dan mendorong manusia untuk berbuat baik kepada manusia dalam pergaulan sehari-hari.
Pendidikan Islam dan Transformasi Sosial; Penyebaran Islam di Arab Santi, Nurvia
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 3 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v2i3.336

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pendidikan islam dan transformasi sosial; penyebaran islam di arab. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan, dengan teknik pengumpulan data dokumentasi pada buku, dan artikel ilmiah pada jurnal, serta dokumen yang berkaitan dengan tema penelitian, teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dapat diutarakan bahwa jazirah Arab merupakan tanah semenanjung di bagian Barat Daya Benua Asia yang terkenal dengan sebutan Jazirah Arab atau Pulau Arab walaupun masih bertalian dengan daratan Benua Asia, karena diapit oleh lautan dari tiga segi yaitu; Laut Merah, Laut ‘Omman dan Selat Persia Menurut Nuldeke, seorang ahli ketimuran Jerman dalam bukunya “Historian’s History of the Word” menjelaskan bahwa tanah itu dinamakan Arab karena sebagian besar tanahnya terdiri dari gurun pasir. Arab atau Arabia artinya adalah sahara atau gurun pasir. Islam diwahyukan oleh Allah melalui seorang hamba dan rasul-Nya yaitu Muhammad Ibn Abdillah yang lahir pada 12 R. Awwal Tahun Gajah bertepatan dengan 29 Agustus 571 M di Mekkah. Beliau berasal dari kabilah Quraisy yang merupakan kabilah terhormat di kalangan bangsa Arab. Beliau menerima wahyu pertamanya pada umur 40 tahun dan menjadi titik awal lahirnya ajaran agama penyempurna agama Tauhid dari Nabi Ibrahim, yaitu Islam.
Hadits Mutawatir sebagai Landasan Pendidikan Islam; Memahami Keautentikan dan Aplikasinya Junaidi
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 3 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v2i3.337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan hadits mutawatir sebagai landasan pendidikan islam; memahami keautentikan dan aplikasinya. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan, dengan teknik pengumpulan data dokumentasi pada buku, dan artikel ilmiah pada jurnal, teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dapat diutarakan bahwa hadits dapat disebut sumber hukum Islam ke-dua setelah Al-Qur’an karena, Hadits diriwayatkan oleh para perawi dengan sangat hati-hati dan teliti, sebagaimana sabda Nabi Tidak seperti Al-Qur'an, dalam penerimaan Hadits dari Nabi Muhammad SAW banyak mengandalkan hafalan para sahabatnya dan hanya sebagian saja yang ditulis oleh mereka. Dengan demikian, hadits-hadits yang ada pada para sahabat, yang kemudian diterima oleh para tabi'in, memungkinkan ditemukan adanya redaksi yang berbeda-beda. Karena ada yang meriwayatkannya sesuai atau sama benar dengan lafal yang diterima dari Nabi SAW, dan ada yang hanya sesuai makna atau maksudnya saja, sedangkan redaksinya tidak sama.
Penalaran Dalam Penelitian Pendidikan Islam Deassy Arestya Saksitha
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 3 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v2i3.339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan penalaran dalam penelitian pendidikan islam. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan, dengan teknik pengumpulan data dokumentasi pada buku, dan artikel ilmiah pada jurnal, teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dapat diutarakan bahwa penalaran merupakan suatu proses berpikir yang logis dan analitis. Penalaran yang baik akan menghasilkan simpulan yang baik pula. Penalaran merupakan dimensi yang penting dalam kegiatan penelitian. Dimensi penalaran sangat dibutuhkan dalam membuat simpulan dari data-data yang diperoleh di lapangan. Dalam membuat simpulan penelitian seringkali peneliti berada pada sikap keragu-raguan, sehingga hal tersebut berdampak pada simpulan penelitian yang kurang berdasar. Penalaran dalam penelitian dapat dilakukan diawali dengan memahami pernyataa atau proposisi. Karena tidak akan ada penalaran jika tidak dari sebuah pernyataan atau proposisi. Proposisi dalam penilitian sering dijumpai dalam bentuk konsep atau pengertian, yang memerlukan penalaran dengan merumuskan defenisi dari konsep tersebut.
Program Best Practices Series Dalam Mempromosikan Kompetensi Guru PAI di Jawa Timur Moch Aulya Sulthon HM; Sulanam
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 4 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v2i4.334

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penyelenggaraan Program Best Practice Series dalam mempromosikan kompetensi guru PAI di Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik etnografi digital yang meliputi pengamatan sistematis, partisipasi, dan analisis praktik sosial dan budaya dalam kelompok atau komunitas tertentu secara online. Berkenaan hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa meningkatnya kompetensi guru PAI di Jawa Timur dalam penerapan metode pembelajaran inovatif, pemanfaatan digital dalam pembelajaran, penguatan karakter, dan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan. Para guru yang berpartisipasi memberikan umpan balik yaitu melaporkan terjadi peningkatan keterampilan, komunikasi, pemahaman konten pembelajaran PAI yang relevan. Maka diperoleh kesimpulan dari penelitian ini bahwasannya Program yang dilaksanakan yaitu Best Practice Series berhasil dalam mempromosikan kompetensi guru PAI di Jawa Timur. Program ini berkontribusi positif terhadapan peningkatan mutu pendidikan agama islam melalui seminar yang menjelaskan metode – metode pembelajaran relevan, penggunaan digital, penguatan karakter dan inovatif. Kedepannya perlu dukungan secara berkelanjutan dari pemerintah dan lembaga pendidikan untuk mempraktekkan dan memperluas program ini untuk meningkatkan mutu pendidikan PAI secara menyeluruh.
Pembelajaran Proyek Sains Dalam Meningkatkan Sosial Emosional Anak Usia Dini 5-6 Tahun Maryani; Suparni; Hindun
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 4 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v2i4.340

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh peneliti yaitu kurangnya guru menerapkan konsep-konsep pembelajaran proyek sains, kurangnya guru dalam menerapkan konsep-konsep perkembangan sosial emosional anak Rumusan masalah penelitian ini yaitu, 1) bagaimanakah konsep penerapan pembelajaran proyek sains dalam meningkatkan sosial emosional padda anak usia ddini 5-6 tahun di taman kanak-kanak Pembina negeri kecamatan singkut kabupaten sarolangun provinsi jambi, 2) bagaimanakah konsep sosial emosional anak melalui pembelajaran proyek sains pada anak usia dini 5-6 tahun di taman kanak-kanak Pembina negeri kecamatan singkut kabupaten sarolangun provinsi jambi, 3) faktor-faktor apa sajakah yang menyebabkan guru kurang optimal dalam melaksanakan pembelajaran proyek sains dalam meningkatkan kemampuan sosial emosional anak pada anak usia dini 5-6 tahun di taman kanak-kanak Pembina negeri singkut kabupaten sarolangun provinsi jambi. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptip. Pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, Display data, verifikasi data dan ujian kepercayaan menggunakan tringgulasi data. Lokasi penelitian dilakukan di taman kanak-kanak Pembina negeri singkut kabupaten sarolangun provinsi jambi. Hasil dari penelitian ini yaitu konsep penerapan pembelajaran proyek sains di taman kanak-kanak Pembina negeri singkut kabupaten sarolangun provinsi jambi sudah bisa dikatakan cukup baik, dikarenakan bantuan dari metode kegiatan pembiasaan yang dilakukan oleh guru. Konsep penerapan proyek sains dalam meningkatkan sosial emosional anak di taman kanak-kanak Pembina negeri singkut kabupaten sarolangun provinsi jambi juga bisa dikatakan cukup baik walaupun masih ada beberapa anak yang belum mampu melakukan kegiatan proyek sains. Meski terdapat faktor penghambat dalam penerapan pembelajaran proyek sains yaitu dari rendahnya kompetensi guru beserta media dan fasilitas yang ada disekolah, kurangnya kepedulian guru dalam mengenal dan menerapkan perkembangan sosial emosional anak dan keterbatas diwaktu.
Administrasi Pendidikan Era Society 5.0 Dan Relevansinya Terhadap Perkembangan Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia Karmilawati; Ibnu Fikri; Khairul Ikhwan; Rully Hidayatullah; Harmonedi
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 4 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v2i4.342

Abstract

Guru memainkan peran yang efektif dalam menghadapi tantangan literasi di era Society 5.0. Penelitin ini bertujuan untuk mengetahui tentang peran guru dalam meningkatkan literasi pada siswa. Penelitian ini adalah sebuah studi lapangan yang mengungkapkan dan menggali informasi tentang peran guru dalam meningkatkan literasi siswa di era society yang bersifat deskriptif yaitu menggambarkan apa adanya yang sesuai dengan kenyataan faktual yang ditemukan dilapangan dan jenis penelitian ini adalah kualitatif. Hasil penelitian ini dapat diutarakan bahwa upaya guru dalam meningkatkan literasi pada siswa 1. Guru harus memerankan metode yang bervariasi 2. Penanaman nilai-nilai agama di era digital 3. Kolaborasi wali kelas dan wali murid 4. Dapat menyesuaikan kondisi tanpa meninggalkan karakter akhlakul karimah 5. Meminjamkan modul ke siswa di awal semester. Dari hasil kajian dan penelitian guru memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi siswa di era Society 5.0. Peran guru tidak hanya sebagai penyalur pengetahuan, tetapi juga sebagai fasilitator pembelajaran yang membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan penerapan teknologi dalam berbagai konteks.

Page 7 of 25 | Total Record : 250