cover
Contact Name
Aufa Rizka Azzumi
Contact Email
ahmad.ashifuddin@gmail.com
Phone
+6285156704080
Journal Mail Official
aufa.r.azzumi@stikes-ibnusina.ac.id
Editorial Address
JALAN RAYA AJIBARANG KM 1 BANYUMAS, JAWA TENGAH
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
ISSN : 29872987     EISSN : 29874793     DOI : 10.59841
Core Subject : Health,
Farmasi Klinis; Farmasi Sosial;Farmasi Klinikal;Farmasi Industri;Farmasi Kesehatan Masyarakat;Farmasi Klinik;Farmasi Komunitas;Farmasi Klinikal dan Sosial;Ilmu Biomedis;Epidemiologi;Kesehatan Masyarakat;Kedokteran;Gizi;Psikologi Kesehatan;K3;Manajemen Farmasi;
Articles 320 Documents
Hubungan Pengetahuan Tentang Stunting Dengan Motivasi Ibu Memberikan Gizi Seimbang Pada Balita Usia 7-24 Bulan Rohmatal Izzah, Isqina; Iwan Ardian; Nutrisia Nu’im Haiya; Intan Rismatul Azizah
An-Najat Vol. 3 No. 2 (2025): Mei : An-Najat : Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v3i2.2461

Abstract

Stunting adalah gangguan gizi kronis pada balita yang memengaruhi pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas jangka panjang. Prevalensi stunting di wilayah kerja Puskesmas Bangetayu Kota Semarang, masih menjadi tantangan. Penelitian  ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara pengetahuan tentang stunting dengan motivasi memberikan gizi seimbang pada balita usia 7-24 bulan. Metode: Penelitian ini menerapkan teknik korelasi deskriptif bersamaan dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah Sampel yang digunakan untuk studi ini adalah 115 responden dipilih menggunakan teknik sampling acak sederhana. Data diperoleh melalui kuesioner terstruktur yang valid dan reliabilitas, mencakup informasi demografi, tingkat pengetahuan ibu tentang stunting, dan motivasi pemberian gizi seimbang. Analisis data diuji dengan Spearman Rank. Hasil: Ada hubungan signifikan antara pengetahuan tentang stunting dengan motivasi ibu dalam memberikan gizi seimbang pada balita (p-value < 0,05). Nilai Koefisien korelasi 0,744 mengindikasikan adanya hubungan yang sangat kuat dengan arah positif. Simpulan: Pengetahuan ibu tentang stunting berperan krusial dalam meningkatkan motivasi pemberian gizi seimbang. Oleh karena itu, Edukasi yang komprehensif tentang stunting dan pemenuhan gizi seimbang sangat diperlukan untuk mencegah stunting. terutama sebanyak 1000 hari pertama kehidupan seorang anak.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi di Rumah Sakit Bhakti Asih Jatibarang Murniyanti, Murniyanti; Wahyu Endang Setyowati; Betie Febriana
An-Najat Vol. 3 No. 2 (2025): Mei : An-Najat : Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v3i2.2463

Abstract

Kecemasan merupakan perasaan gelisah yang tidak memiliki objek yang jelas serta bersifat menyebar, yang muncul akibat ketidakpastian dan perasaan tidak berdaya. Sementara itu, dukungan keluarga mengacu pada bentuk perhatian dan bantuan yang diberikan oleh anggota keluarga kepada salah satu anggotanya yang sedang mengalami masalah kesehatan. Untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap tingkat kecemasan Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif kolerasi dengan menggunakan pendekatan non-probability sampling dengan metode total sampling dengan 75 responden. Instrument penelitian menggunakan kuesioner Dukungan Keluarga dan kuesioner HARS.  Hasil menunjukkan dukungan keluarga tinggi dengan tingkat kecemasan sedang sebanyak 25 orang (53,2%), ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan dengan nilai p = 0,009 (p<0,05). Terdapat hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi di RS Bhakti Asih Jatibarang. Hasil Penelitian ini dapat menjadi refrensi penelitian selanjutnya terkait dukungan keluarga dan tingkat kecemasan
Hubungan Kepatuhan Diet Dan Dukungan Keluarga Dengan Kontrol Glukosa Darah Pasien Diabetes Melitus Ririn Marliana; Dwi Retno Sulistyaningsih; Indah Sri Wahyuningsih
An-Najat Vol. 3 No. 2 (2025): Mei : An-Najat : Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v3i2.2464

Abstract

Salah satu metode efektif dalam manajemen glikemik pada pasien diabetes melitus (DM) adalah kontrol glukosa darah. Kepatuhan diet memegang peran krusial dalam perilaku kontrol glukosa darah, selain itu dukungan keluarga juga menjadi faktor terhadap perilaku kontrol glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan diet dan dukungan keluarga dengan kontrol glukosa darah pada pasien DM. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain analisis korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 48 pasien DM di RS Bhakti Asih Jatibarang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Kepatuhan diet DM diukur menggunakan kuesioner yang valid dan reliabel, dukungan keluarga diukur Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS) dan kontrol glukosa darah menggunakan Point-of-Care Testing (PCOT). Analisis data dilakukan menggunakan uji Rank Spearman untuk mengetahui hubungan antar variabel yang diteliti. Terdapat hubungan yang signifikan antara kontrol glukosa darah dengan kepatuhan diet DM (p 0,001; r -0,461) dan dukungan keluarga (p 0,002; r 0, 442). Terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan diet DM dan dukungan keluarga dengan kontrol glukosa darah di RS Bhakti Asih Jatibarang. Pemberian penyuluhan terkait informasi kepatuhan diet dan dukungan keluarga dari rumah sakit penting dilakukan agar manajemen glikemik pada pasien DM dapat tercapai dengan baik.
Efek Media Edukasi Permainan Ular Tangga Terhadap Pengetahuan Tentang Demam Typhoid Pada Anak Sekolah Dasar Ajeng Rosa Puspita; Indra Tri Astuti; Herry Susanto
An-Najat Vol. 3 No. 2 (2025): Mei : An-Najat : Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v3i2.2467

Abstract

Peningkatan kasus demam tifoid pada siswa disebabkan oleh kurang efektifnya pengetahuan kesehatan, sehingga banyak yang kurang memahami penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh permainanαular tangga terhadap peningkatan pengetahuanαtentang demam tifoid pada siswa di SDN Bangetayu Wetan 02. Penelitian kuantitatif ini menerapkan desain quasi-experiment dengan kelompok kontrol non-ekuivalen. Kelompok intervensi diberikan permainan ular tangga sebagai media pembelajaran, sedangkan kelompok kontrol menggunakan PowerPoint. Analisis data menggunakanαuji Wilcoxon (berpasangan) dan uji Mann-Whitney (tidak berpasangan). Populasi penelitian adalah anak usia 10-12 tahun dengan 56 responden per kelompok, dipilih melalui Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan tentang demam typhoid. Berdasarkan hasil analisa karakteristik responden kedua kelompok terbanyak berusia 9 tahun dan jenis kelamin terbanyak perempuan, Analisis bivariat berpasangan menggunakanαUji Wilcoxon pada kelompok intervensi menunjukkan p-value 0,000 (<0,05), menandakan perbedaan signifikan antara pengetahuan demam typhoid sebelum dan sesudah intervensi. Sementara itu, pada kelompok kontrol, p-value 0,000 (<0,05) menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan. Uji Mann-Whitneyαpada kelompokαintervensi dan kontrol didapatkan p-value 0,000 (<0,05). Artinya ada perbedaan hasil pengetahuan demam typhoid antara kedua kelompok. Pembelajaran menggunakan media permainan ular tangga terbukti lebih berpengaruh dibandingkanαdengan menggunakan media powerpoint terhadap pengetahuan demam typhoid.
Identifikasi Drug Related Problems Pasien Hipertensi dengan Gagal Ginjal Kronik di Instalasi Rawat Inap RSUD Raja Ahmad Tabib Kepulauan Riau Ruth Eva Betriana; Risma Sakti Pambudi; Khotimatul Khusna
An-Najat Vol. 3 No. 2 (2025): Mei : An-Najat : Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v3i2.2525

Abstract

Hypertension is one of the risk factors for cardiovascular disease and kidney disease with prevalence increasing every year. Medications for a long period of time and using a combination of drugs (polypharmacy) are at risk of Drug Related Problems (DRPs). DRPs are events or conditions associated with drug therapy that actually or potentially interfere with desired clinical health outcomes. The purpose of this study was to determine the identification of Drug Related Problems that occurred in hypertensive patients with chronic renal failure in the inpatient installation of Raja Ahmad Tabib Hospital Riau Islands. The research method used is non-experimental, descriptive and retrospective research. The number of samples was 60 who met the inclusion criteria. The sample used is data from medical records of hypertensive patients with chronic renal failure for the period January to December 2022. Based on the results of the study, it was found that 52 patients (86.67%) experienced DRPs, with the number of potential DRPs indications without therapy as many as 5 patients (8.33%), inappropriate drug selection as many as 2 patients (3.33%) and drug interactions. as many as 45 patients (75%).
Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis pada Pasien TB di Puskesmas Kota II, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua Selatan Grace Agnes Theresa Konowok; Khotimatul Khusna; Risma Sakti Pambudi
An-Najat Vol. 3 No. 2 (2025): Mei : An-Najat : Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v3i2.2528

Abstract

Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by the Mycobacterium tuberculosis bacteria. Transmission of TB can be transmitted through droplets from people infected with tuberculosis bacilli. Tuberculosis is very much determined by the success of treatment in order to prevent all complications caused by tuberculosis. This study aims to determine the level of compliance with the use of anti-tuberculosis drugs in TB patients at the Kota II health center, Mappi Regency, South Papua Province. This study is a study using a descriptive observational method. The research instrument used in this study was the MMAS-8 (Modified MoriskyAdherence 8-Scale) questionnaire with 8 questions that have been tested for validation and reliability. Based on the results of the study, it was found that 25% of patients had a good level of compliance, 21.25% of patients had a sufficient level of compliance, and 53.75% had a low level of compliance. The researcher's conclusion shows that most of the respondents at the Kota II Community Health Center, Mappi Regency, South Papua Province had a low level of compliance with a presentation of 53.75%.
Uji Efek Nefroprotektif Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Bacilicum L.) Terhadap Tikus Wistar Jantan Yang Diinduksi Aspirin Rizkya Adinda Nasution; Asyrun Alkhairi Lubis; Novitaria Br Sembiring
An-Najat Vol. 3 No. 2 (2025): Mei : An-Najat : Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v3i2.2537

Abstract

The kidneys serve a vital function in maintaining homeostasis by filtering blood, excreting metabolic waste, and eliminating exogenous substances, including drugs and environmental toxins. However, prolonged or excessive exposure to certain chemicals, such as nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) like aspirin, can result in nephrotoxicity and lead to significant renal damage. In the pursuit of alternative therapeutic agents with fewer side effects, natural compounds with antioxidant properties have gained increasing interest. Ocimum basilicum L., commonly known as sweet basil, is a medicinal plant traditionally used for various therapeutic purposes. Its leaves are rich in antioxidant compounds that are hypothesized to possess nephroprotective activity. This study aimed to investigate the protective effects of Ocimum basilicum leaf extract against aspirin-induced renal injury in experimental rats. The study involved dividing the rats into multiple groups: a control group, a group treated with aspirin only, and groups treated with aspirin followed by Ocimum basilicum leaf extract at different dosages (400, 600, and 800 mg/kg BW). Renal function was assessed via serum creatinine levels and histopathological analysis of kidney tissues. The results revealed that aspirin administration significantly increased serum creatinine levels and caused observable damage to kidney tissue, confirming nephrotoxicity. However, post-treatment with Ocimum basilicum extract, particularly at the highest dose of 800 mg/kg BW, markedly reduced serum creatinine levels and improved renal histological architecture. These findings indicate that Ocimum basilicum leaf extract has potential as a nephroprotective agent, capable of mitigating aspirin-induced kidney damage, likely through its antioxidant activity. Further research is warranted to explore its mechanism of action and potential clinical applications.
Uji Kadar Gula pada Susu Meal Replacement di Kota Medan dengan Spektofotometri UV-Vis Marini Marini; Rena Meutia; Astriani Natalia; Nerly Juli Pranita Simanjuntak
An-Najat Vol. 3 No. 2 (2025): Mei : An-Najat : Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v3i2.2545

Abstract

Diabetes and obesity are closely related, with obesity as a nutritional problem that continues to increase. Obesity occurs due to an imbalance in energy intake and expenditure, while diabetes is often not realized until serious complications appear. A diet high in fiber and low in sugar can reduce the risk of diabetes. Meal replacements such as powdered milk and snack bars can be used, but consumption needs to be limited because their nutritional content is less than ideal and has the potential to cause health problems if consumed excessively. The research was carried out using quantitative and qualitative methods on 3 types of meal replacement milk powder drinks, namely brand A, brand B and brand C. This was done by collecting samples deliberately according to the inclusion and exclusion criteria, which is the sampling strategy used in this research. then research evaluation carried out 3 types of tests; Molisch's test, Benedict's test and Fehling's test. The results of the research show that the three samples of meal replacement milk circulating in the city of Medan contain sugar, but are quite safe for consumption in general and the sugar content in meal replacement milk does not exceed the daily sugar level.
Gambaran Perilaku Cyberbullying Pada Siswa Sekolah Menengah Atas Reza, Reza Eka Ristanto; Indra Tri Astuti; Kurnia Wijayanti
An-Najat Vol. 3 No. 2 (2025): Mei : An-Najat : Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v3i2.2552

Abstract

Cyberbullying is increasingly becoming a problem among teenagers, especially with the advancement of technology and social media, which can have a negative impact on students' mental health. This study employs a descriptive quantitative method by conducting a survey of 168 high school students, selected using stratified random sampling techniques. Data were collected through a questionnaire that has been tested for validity and reliability. The results show that the average age of respondents is 16 years, with 56.5% of them being female. The most influential factor on cyberbullying behavior is peer influence (24.4%). Approximately 60.7% of respondents are involved in cyberbullying at a moderate level, and the most common type of behavior is harassment, where students send persistent disturbing messages. Several factors influencing this behavior include experiences of violence, peer influence, and social media usage.
Hubungan Perilaku Keluarga Dengan Kejadian Ispa Pada Balita Di Puskesmas Bangetayu Semarang Anisa, Siti Nur Anisa; Indra Tri Astuti; Kurnia Wijayanti
An-Najat Vol. 3 No. 2 (2025): Mei : An-Najat : Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v3i2.2553

Abstract

Acute Respiratory Infection (ARI) is one of the leading causes of death among toddlers. One of the triggers for ARI is family behavior. The aim of this study is to determine the relationship between family behavior and the incidence of ARI in toddlers at Bangetayu Health Center in Semarang. This study uses a quantitative correlational approach with a cross-sectional design. A total of 175 toddlers were selected through consecutive sampling. Bivariate analysis was performed using the Spearman's test. The results of this study showed that 80 respondents (47.7%) were parents aged 26-35 years, 152 respondents (86.9%) were female parents, 68 respondents (38.9%) had elementary school education, 75 respondents (42.9%) were traders, 165 respondents (94.4%) were of Javanese ethnicity, 171 respondents (97.7%) were Muslim, with an average toddler age of 2-3 years and an average weight of 14.54 kg. 107 respondents (61.1%) had male toddlers, 144 respondents (82.3%) had a birth weight of 2500 grams, 168 respondents (96.0%) consumed vitamin A, 156 respondents (89.1%) received age-appropriate immunizations, and 141 respondents (80.6%) practiced exclusive breastfeeding. The bivariate analysis using Spearman's test showed the following results: for smoking habits, ρ = 0.000 and r = 0.74; for using firewood for cooking, ρ = 0.008 and r = 0.199; for using mosquito coils, ρ = 0.002 and r = 0.232; for opening windows, ρ = 0.005 and r = 0.211; and for burning trash, ρ = 0.020 and r = 0.175. It can be concluded that there is a relationship between family behavior and the incidence of ARI in toddlers at Bangetayu Health Center in Semarang.