cover
Contact Name
Aufa Rizka Azzumi
Contact Email
ahmad.ashifuddin@gmail.com
Phone
+6285156704080
Journal Mail Official
aufa.r.azzumi@stikes-ibnusina.ac.id
Editorial Address
JALAN RAYA AJIBARANG KM 1 BANYUMAS, JAWA TENGAH
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
ISSN : 29872987     EISSN : 29874793     DOI : 10.59841
Core Subject : Health,
Farmasi Klinis; Farmasi Sosial;Farmasi Klinikal;Farmasi Industri;Farmasi Kesehatan Masyarakat;Farmasi Klinik;Farmasi Komunitas;Farmasi Klinikal dan Sosial;Ilmu Biomedis;Epidemiologi;Kesehatan Masyarakat;Kedokteran;Gizi;Psikologi Kesehatan;K3;Manajemen Farmasi;
Articles 327 Documents
Penetapan Kadar Klorin (Cl2) Pada Beras Yang Beredar Di Pasar Ajibarang Menggunakan Metode Titrasi Iodometri Leyla Mala, Saidini; Indriyani, Nastiti
An-Najat Vol. 4 No. 1 (2026): Februari: An-Najat : Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v4i1.3642

Abstract

Beras merupakan bahan pangan pokok masyarakat Indonesia dengan tingkat konsumsi yang sangat tinggi. Praktik penambahan klorin (Cl₂) pada beras untuk meningkatkan warna putih dan tampilan fisik masih menjadi perhatian, karena penggunaan klorin pada pangan dapat membahayakan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan kadar klorin (Cl₂) pada beras yang beredar di Pasar Ajibarang menggunakan metode titrasi iodometri. Penelitian ini menggunakan delapan sampel beras varietas IR 64 dan IR 32 yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengujian dilakukan secara kualitatif melalui uji reaksi warna, uji nyala, dan uji pengendapan, serta secara kuantitatif menggunakan metode titrasi iodometri untuk menentukan kadar klorin. Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa seluruh sampel tidak memberikan indikasi adanya klorin. Hasil analisis kuantitatif dengan metode iodometri juga menunjukkan bahwa kadar klorin (Cl₂) pada seluruh sampel berada di bawah batas deteksi metode. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa beras yang beredar di Pasar Ajibarang tidak mengandung klorin dan aman untuk dikonsumsi. Temuan ini menunjukkan bahwa mutu beras di wilayah tersebut masih terjaga dengan baik
Analisis Kualitatif Dan Kuantitatif Kandungan Rhodamin B Pada Jajanan Tradisional Yang Beredar Di Pasar Ajibarang Inaroh, Asfiatun; Citraeni Rusdaita, Febia
An-Najat Vol. 4 No. 1 (2026): Februari: An-Najat : Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v4i1.3643

Abstract

Jajanan tradisional banyak dikonsumsi masyarakat dan mudah ditemukan di pasar, tetapi penyalahgunaan pewarna sintetis yang tidak diizinkan masih menjadi perhatian dalam aspek keamanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan Rhodamin B pada jajanan tradisional (kue ku dan kue lapis) yang dijual di Pasar Ajibarang serta mengevaluasi respons analisis yang diperoleh dari sampel. Analisis kualitatif dilakukan menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT), kemudian dilanjutkan dengan pengukuran kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV–Vis pada panjang gelombang maksimum 557 nm. Hasil KLT tidak menunjukkan adanya noda berfluoresensi yang sesuai dengan baku Rhodamin B pada UV 254 nm dan 366 nm, sehingga Rhodamin B dinyatakan tidak terdeteksi dalam sampel. Pengukuran UV–Vis memberikan nilai nilai serapan yang sangat rendah setara dengan kadar 0,001–0,004% (b/b) yang dianggap sebagai sinyal non-spesifik akibat interferensi matriks sampel, bukan berasal dari analit target. Hasil ini menunjukkan bahwa jajanan tradisional yang diuji tidak mengandung Rhodamin B. Pemantauan berkala tetap diperlukan untuk menjamin keamanan penggunaan pewarna pada pangan tradisional
Perbandingan Kadar Antibiotik Sefiksim Generik Berlogo dan Bermerek Dagang di Rumah Sakit Ibu dan Anak Kota Bandung dengan Metode Spektrofotometri UV-Visible Rahmawati, Irma; Hasanah, Dyah Uswatun
An-Najat Vol. 4 No. 2 (2026): Mei : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v4i2.3628

Abstract

Kontrol kualitas obat generik merupakan aspek penting dalam menjamin keamanan, mutu, dan khasiat obat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan. Namun, masih terdapat persepsi negatif di masyarakat terkait kemanjuran obat generik dibandingkan obat bermerek, yang berdampak pada tingginya biaya pengobatan. Oleh karena itu, penelitian terhadap mutu obat generik diperlukan sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam pemanfaatan obat generik yang lebih terjangkau dengan kandungan zat aktif yang setara. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar antibiotik sefiksim pada sediaan generik berlogo dan generik bermerek serta membandingkan hasil keduanya. Sefiksim dipilih sebagai objek penelitian karena merupakan antibiotik golongan sefalosporin yang banyak digunakan dalam terapi infeksi. Sampel diambil dari salah satu rumah sakit ibu dan anak di Kota Bandung. Uji kualitatif dilakukan melalui pemeriksaan reaksi warna, sedangkan uji kuantitatif dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Visible menggunakan metode absorbansi. Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa seluruh sampel memberikan hasil positif dan sesuai dengan standar. Penetapan kadar sefiksim pada lima sampel menunjukkan nilai kadar berkisar antara 99,53% hingga 101,37%, yang memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia dengan rentang kadar 90–110%. Analisis statistik menggunakan uji nonparametrik Mann-Whitney menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,564 (p > 0,05), yang mengindikasikan tidak terdapat perbedaan kadar yang signifikan antara sediaan sefiksim generik berlogo dan generik bermerek.
Literature Review: Potensi Ceramide Sebagai Bahan Aktif Untuk Skin Barrier dan Hidrasi Kulit pada Sediaan Kosmetik Parwati, Parwati
An-Najat Vol. 4 No. 2 (2026): Mei : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v4i2.3630

Abstract

Ceramides are lipid components of the stratum corneum that are essential for maintaining the integrity of the skin barrier and sustaining adequate skin hydration. A decrease in ceramide levels is associated with increased transepidermal water loss (TEWL), dry skin, and various dermatological disorders, such as atopic dermatitis and xerosis. This article aims to comprehensively review the potential of ceramides as active ingredients in cosmetic formulations, particularly in enhancing skin hydration and improving skin barrier function. The method used in this study was a literature review conducted by searching scientific articles through the PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar databases. The selected articles were published between 2016 and 2026. A total of ten articles that met the inclusion criteria were analyzed descriptively. The results indicate that topical application of ceramides consistently improves skin hydration, reduces TEWL, and restores the lipid structure of the stratum corneum across various skin conditions, including normal skin, dry skin, and atopic dermatitis. Furthermore, ceramides demonstrate good safety and tolerability profiles in various cosmetic formulations. In conclusion, ceramides are effective and physiologically relevant active ingredients for supporting the restoration and maintenance of skin barrier function, and they hold significant potential for further development in modern cosmetic formulations.
Hubungan Pemberian Edukasi Penyakit Skabies terhadap Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Santri di Pondok Pesantren Darul Mujahadah Juniarti, Nabilla Eka; Farida Fakhrunnisa; Arifina Fahamsya; Endang Istriningsih
An-Najat Vol. 4 No. 2 (2026): Mei : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v4i2.3659

Abstract

Scabies is a contagious skin infestation that is highly prevalent in densely populated environments, such as Islamic boarding schools (pesantren). The primary factors contributing to its transmission are a significant lack of medical knowledge and poor hygiene behavior among residents. This study aims to analyze the impact of educational interventions on the knowledge levels and hygiene behaviors of students (santri). The research employed a pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design. A total of 109 students at Darul Mujahadah Islamic Boarding School were selected as the study sample using a purposive sampling technique based on specific inclusion criteria. The results demonstrated a significant increase in the average knowledge score from 57,49 (pre-test) to 65,40 (post-test) with a p-value of 0,000. Similarly, the average behavior score significantly improved from 27,58 (pre-test) to 31,24 (post-test) (p-value 0,000). These findings indicate that the provision of health education significantly enhances students' knowledge levels and fosters more positive behavioral changes regarding the prevention and management of scabies within the boarding school environment.
Hubungan Status Kehamilan dengan Tingkat Stres pada Ibu Hamil Primigravida Jumrah, Jumrah; Suriani; Almukarramah, Mukminah
An-Najat Vol. 4 No. 2 (2026): Mei : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v4i2.3660

Abstract

Selama kehamilan, terjadi adaptasi secara biologis dan juga emosional yang tidak hanya memengaruhi kondisi fisik, tetapi juga psikologis ibu. Ibu hamil primigravida sering dikaitkan dengan kejadian stress selama fase kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status kehamilan dengan tingkat stress pada ibu hamil primigravida dan mengukur seberapa besar status kehamilan mempengaruhi tingkat stres. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 41 ibu hamil primigravida yang ditentukan menggunakan rumus Lemeshow dengan tingkat kesalahan 5%. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS). Data dianalisis menggunakan SPSS versi 16 dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu dengan kehamilan terprogram sebagian besar berada pada tingkat stres sedang, yaitu 18 orang (58,1%), stres ringan 9 orang (29%) dan yang mengalami stres berat 4 orang (12,9%). Sementara itu, pada ibu dengan kehamilan tidak terprogram, mayoritas juga berada pada tingkat stres sedang yaitu 7 orang (70%), sedangkan stres ringan dialami oleh 1 orang (10%) dan stres berat oleh 2 orang (20%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status kehamilan dan tingkat stres pada ibu hamil primigravida (p = 0,458 > 0,05). Status kehamilan baik diprogram maupun tidak diprogram, tidak berhubungan secara signifikan dengan tingkat stres pada ibu hamil primigravida.
Penggunaan Fishbone Diagram dalam Analisis Masalah Kualitas Layanan Kesehatan: Literature Review Anggraini, Nirna Dwi; Donna Ndari Santoso Putri; A Heri Iswanto
An-Najat Vol. 4 No. 2 (2026): Mei : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v4i2.3684

Abstract

The quality of healthcare services is a key indicator in determining patient satisfaction and trust in healthcare facilities. Various issues, such as long wait times, administrative hurdles, limited human resources, and suboptimal service systems, are still commonly encountered in many healthcare institutions. One method that can be used to identify the root causes of these problems is the Fishbone Diagram. This study aims to examine the use of the Fishbone Diagram in analyzing healthcare service quality issues through a literature review. Data were obtained from national scientific articles accessed via Google Scholar and Garuda using the keywords “Fishbone Diagram AND Healthcare Services” and “Fishbone Diagram AND Health Services.” Inclusion criteria included full-text articles published between 2016 and 2026 that discussed the use of the Fishbone Diagram in healthcare services. The results of the review of 10 articles indicate that the Fishbone Diagram is effective for systematically identifying the root causes of healthcare service quality issues through the aspects of man, method, machine, material, money, and environment. The most dominant contributing factors include limitations in human resources, suboptimal service methods, a lack of supporting facilities and technology, and the absence of adequate standard operating procedures. Thus, the Fishbone Diagram can be an effective approach to supporting improvements in the quality of healthcare services.