cover
Contact Name
Muhammad Syahrul Rizal
Contact Email
sicedu@universitaspahlawan.ac.id
Phone
+6282172464416
Journal Mail Official
syahrul.rizal92@gmail.com
Editorial Address
https://sicedu.org/index.php/sicedu/about/editorialTeam
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Science and Education Journal
ISSN : 2963928X     EISSN : 29629713     DOI : -
Science and Education Journal (SICEDU) menerbitkan artikel penelitian yang membahas tentang pendidikan: pembelajaran di PGSD, di Sekolah Dasar yang membahas kurikulum dan teknologi pembelajaran, manajemen sekolah, kebijakan pendidikan di sekolah, Sosial, humaniora, dll.
Articles 717 Documents
Pengembangan Variasi Latihan Passing Atas Bola Voli Berbasis Model Addie: Uji Validitas Dan Kepraktisan Untuk Atlet PBV. Pusri Palembang Abeta Agus Wijayanti; Ilham Arvan Junaidi; Puput Sekar Sari
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.679

Abstract

Latar Belakang: Passing atas merupakan teknik dasar krusial dalam permainan bola voli yang menentukan kualitas penyusunan serangan (set-up) dan efektivitas eksekusi spike. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa latihan teknik dasar yang diterapkan pada atlet klub seringkali bersifat konvensional, monoton, dan kurang terstruktur secara spesifik untuk meningkatkan kompetensi passing atas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model variasi latihan passing atas yang valid dan praktis guna meningkatkan keterampilan teknik dasar atlet bola voli PBV. Pusri Palembang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development). Sampel penelitian meliputi 15 atlet bola voli putra dan putri PBV. Pusri Palembang yang dipilih dengan teknik purposive sampling, serta dua orang validator ahli (satu ahli teknik bola voli tingkat nasional dan satu ahli media pembelajaran). Instrumen pengumpulan data terdiri atas lembar validasi produk dan lembar kepraktisan pengguna dengan menggunakan skala Guttman (Ya/Tidak). Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rumus persentase untuk menentukan tingkat kevalidan dan kepraktisan produk. Hasil: Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa produk variasi latihan passing atas memperoleh rata-rata persentase kevalidan sebesar 90,00% (kategori sangat valid), dengan rincian validasi ahli teknik bola voli sebesar 93,33% dan ahli media pembelajaran sebesar 86,67%. Hasil uji coba pengguna menunjukkan tingkat kepraktisan sebesar 90,00% pada uji skala kecil (dua orang setter) dan 90,22% pada uji skala besar (15 orang atlet), yang keduanya termasuk dalam kategori sangat praktis. Kesimpulan: Model variasi latihan passing atas yang dikembangkan melalui pendekatan ADDIE dinyatakan valid secara materi dan media, serta praktis untuk diimplementasikan dalam kegiatan latihan teknik dasar bola voli di klub atlet. Produk akhir berupa buku pedoman variasi latihan dan video demonstrasi yang dapat dijadikan alternatif rujukan pelatih dalam menyusun program latihan yang sistematis dan bervariasi.
Perencanaan Koridor Angkutan Umum Berbasis Volume Lalu Lintas Di Kota Kediri Nur Annisa Sabrina Ramadhan; Yudi Karyanto; Wisnu Wardana Kusuma
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.680

Abstract

Kota Kediri memiliki layanan angkutan perkotaan berupa Bus Mapan Satria, namun kinerja layanannya belum optimal karena rendahnya faktor muatan, keterbatasan jam operasional, serta penetapan rute yang belum sepenuhnya berdasarkan kebutuhan pergerakan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi layanan yang ada, mengidentifikasi pola pergerakan orang, dan menyusun koridor utama angkutan umum perkotaan di Kota Kediri. Metode yang digunakan meliputi analisis kinerja layanan, konversi data trafficcounting menjadi pergerakan orang menggunakan Average Vehicle Occupancy (AVO), penyusunan Matriks Asal Tujuan dengan metode Double Constrained Gravity Model (DCGR), serta pembebanan pergerakan menggunakan PTV Visum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergerakan tertinggi berada di Zona 1 sebagai pusat aktivitas kota. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh rute koridor utama usulan sepanjang 13,86 km dengan cakupan pelayanan 11.089 km², nisbah pelayanan 17%, dan ketersediaan angkutan umum 4%. Secara operasional, rute usulan direncanakan menggunakan bus sedang dengan headway 10 menit pada jam sibuk dan 15 menit di luar jam sibuk. Rute usulan ini dapat menjadi dasar penataan ulang layanan Bus Mapan Satria, namun tetap memerlukan dukungan layanan pengumpan ( feeder ) agar wilayah yang belum terlayani dapat terhubung dengan koridor utama.
Evaluasi Senam Anak Indonesia Hebat Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Siswa Sekolah Dasar Anjani Larasati; Ilham Arvan Junaidi; Puput Sekar Sari
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.681

Abstract

Perkembangan motorik kasar merupakan aspek fundamental pada siswa sekolah dasar yang berimplikasi pada kesiapan belajar dan aktivitas fisik sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) dan menganalisis dampaknya terhadap perkembangan motorik kasar siswa kelas V. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif evaluatif dengan subjek 28 siswa dan satu guru PJOK di SD Negeri 35 Palembang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui kredibilitas, keteralihan, ketergantungan, dan kepastian. Hasil menunjukkan bahwa pelaksanaan SAIH berlangsung secara terstruktur dengan 14 dari 15 indikator observasi tercapai secara konsisten. Aspek kelincahan dan kekuatan menunjukkan perkembangan positif, sedangkan koordinasi gerak dan keseimbangan masih memerlukan scaffolding intensif. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa stimulus ritmik-musikal berkontribusi signifikan pada neuromuskular siswa usia 10–11 tahun. Disarankan integrasi SAIH dalam kurikulum PJOK dengan modifikasi progresif untuk mengakomodasi heterogenitas kemampuan motorik.
Pemberdayaan UMKM Desa Tanjungan Melalui Pelatihan Design Thinking Dalam Pengembangan Produk Wisata Berbasis Digital Liliana Inggrit Wijaya; Siti Rahayu; Fitri Novika Widjaja
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.682

Abstract

Desa Tanjungan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto memiliki potensi wisata unggulan berupa Waduk Tanjungan yang menjadi sumber penghidupan bagi pelaku UMKM di sektor kuliner, jasa wisata, dan produk kreatif. Namun, pada periode 2019–2024 terjadi penurunan kunjungan wisatawan sebesar 52% yang berdampak pada penurunan omzet UMKM hingga 40%. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh rendahnya inovasi produk wisata dan minimnya pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas UMKM dalam mengembangkan produk wisata berbasis digital melalui pendekatan Design Thinking. Kegiatan dilaksanakan selama Oktober 2025–Januari 2026 dengan melibatkan 15 pelaku UMKM yang mengikuti program secara konsisten. Metode yang digunakan adalah Participatory Learning and Action yang dipadukan dengan tahapan Design Thinking meliputi empathize, define, ideate, prototype, dan test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi peserta, dengan peningkatan pengetahuan pemasaran digital sebesar 75,3% dan keterampilan pembuatan konten promosi sebesar 79,1%. Program ini menghasilkan lima prototipe produk wisata, yaitu Paket Mancing Keluarga, Wisata Kuliner Apung, Camping Ceria Waduk, Tur Edukasi Budidaya Ikan, dan Pre-Wedding Spot Digital. Selain itu, terbentuk Tim Digital Waduk Tanjungan yang mengelola promosi wisata secara berkelanjutan. Program ini terbukti efektif dalam mendorong inovasi produk wisata dan penguatan pemasaran digital berbasis masyarakat
Enisa Wulandari Pengaruh Lingkungan Kampus Terhadap Kemandirian Belajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Enisa Wulandari
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.694

Abstract

Lingkungan kampus merupakan salah satu faktor eksternal yang memiliki peranan penting dalam membentuk karakter dan perilaku belajar mahasiswa, terutama dalam meningkatkan kemandirian belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kampus terhadap kemandirian belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 178 mahasiswa dengan jumlah sampel sebanyak 123 responden yang ditentukan menggunakan rumus Isaac dan Michael. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi Product Moment dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai r hitung sebesar 0,577 lebih besar dibandingkan r tabel sebesar 0,1764 pada taraf signifikansi 5% dan 0,2305 pada taraf signifikansi 1%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan kampus terhadap kemandirian belajar mahasiswa. Nilai koefisien determinasi sebesar 33% menunjukkan bahwa lingkungan kampus memberikan kontribusi terhadap kemandirian belajar mahasiswa, sedangkan sisanya sebesar 67% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, lingkungan kampus yang kondusif, baik dari aspek fasilitas, hubungan sosial, interaksi akademik, maupun budaya kampus mampu mendorong mahasiswa menjadi lebih aktif, bertanggung jawab, dan mandiri dalam proses pembelajaran.
Analisis Kendala Implementasi Kurikulum Merdeka Di Sekolah Dasar Pada Era Transformasi Pembelajaran Muhammad Rafli Randhika Reifan; Fika Fitria; Rusmadi Rusmadi; Najwa Nur Aulia; Elsa Elsa; Diani Ayu Pratiwi
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar pada era transformasi pembelajaran. Penelitian dilakukan di SDN Kuin Selatan 1 melalui metode kualitatif dengan teknik wawancara terhadap kepala sekolah sebagai informan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka menghadapi beberapa kendala, terutama pada tahap awal penerapan. Kendala tersebut meliputi kesulitan guru dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan sistem pembelajaran dari pendekatan tematik menuju pembelajaran berbasis mata pelajaran, perubahan peran guru sebagai fasilitator pembelajaran yang berpusat pada murid, serta keterbatasan sarana dan prasarana seperti smartboard, jaringan internet, dan gangguan listrik. Selain itu, guru juga memerlukan proses adaptasi dalam penggunaan teknologi pembelajaran dan pengelolaan media ajar yang sesuai dengan kebutuhan murid. Untuk mengatasi kendala tersebut, sekolah menerapkan strategi kolaboratif melalui rapat rutin, diskusi, dan kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) sebagai sarana berbagi pengalaman dan peningkatan kompetensi guru. Implementasi pembelajaran berbasis proyek, seperti pembuatan lilin dari minyak jelantah, menjadi salah satu bentuk penerapan Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan kreativitas dan kepedulian lingkungan murid. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru, dukungan fasilitas, serta kerja sama antarpendidik dalam menghadapi perubahan pembelajaran di era transformasi pendidikan.
Analisis Model Pemilihan Rute (Route Choice) Pelaku Perjalanan Antara Jalan Utama Dengan Jalan Shortcut Di Kabupaten Badung Egy Amirul Haq; Yudi Karyanto; Wisnu Wardana Kusuma
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.699

Abstract

Pembangunan dalam sektor pariwisata yang ada di Kabupaten Badung terkhusus di wilayah Kuta Utara berkembang sangat pesat. Akan tetapi hal ini tidak dibarengi dengan perencanaan transportasi yang mampu menampung permintaan perjalanan sehingga menimbulkan kemacetan yang signifikan. Fenomena ini mendorong pelaku perjalanan mencari rute alternatif berupa jalan shortcut untuk memangkas waktu tempuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel yang mempengaruhi pemilihan rute antara jalan utama dan jalan shortcut, memodelkan probabilitas pemilihan rute, serta menentukan distribusi kendaraan untuk mencapai kondisi keseimbangan (user equilibrium). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan melakukan survei inventarisasi ruas jalan, traffic counting, CTMC, dan waktu tempuh pada 6 wilayah kajian. Analisis data dilakukan dengan bantuan software PTV Visum untuk pembebanan lalu lintas, serta regresi linier dan logit biner selisih dengan bantuan software atau secara manual untuk model pemilihan rutenya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi pembebanan yang paling representatif untuk perilaku pengendara di Kabupaten Badung adalah stochastic assignment dengan tingkat validasi GEH sebesar 88%. Setelah dilakukan dua metode yang berbeda untuk mendapatkan model pemilihan rute regresi linier berganda dipilih karena memiliki nilai GEH lebih kecil yang menunjukkan bahwa regresi linier berganda lebih bisa menggambarkan kondisi lalu lintas yang ada di Kabupaten Badung. Penelitian ini merekomendasikan penerapan sistem informasi lalu lintas real-time melalui Variable Message Sign (VMS) untuk mengarahkan pengguna jalan menuju rute yang lebih efisien tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pembangunan infrastruktur fisik
Pegembangan LKS Berbasis Kontekstual Pada Kelas IV Sekolah Dasar Materi Keberagaman Sosial Dan Budaya Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Arba Hilman Fathoni; Pamujo Pamujo
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.703

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila, khususnya pada materi keberagaman sosial dan budaya kelas IV sekolah dasar. Lembar Kerja Siswa (LKS) yang digunakan belum mampu mengaitkan materi dengan kehidupan nyata peserta didik sehingga pembelajaran kurang bermakna dan peserta didik kurang aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKS berbasis kontekstual pada materi keberagaman sosial dan budaya serta mengetahui tingkat kelayakannya. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang meliputi tahap define, design, dan develop. Subjek penelitian terdiri atas ahli materi, ahli media, guru kelas IV, dan peserta didik kelas IV SDN 1 Kendaga. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKS berbasis kontekstual yang dikembangkan memperoleh persentase kelayakan dari ahli materi sebesar 92,25% dengan kategori sangat layak, ahli media sebesar 96,75% dengan kategori sangat layak, guru kelas IV sebesar 71,43% dengan kategori layak, dan peserta didik sebesar 83,93% dengan kategori sangat layak. Rata-rata persentase kelayakan produk sebesar 86,13% dengan kategori sangat layak. Dengan demikian, LKS berbasis kontekstual pada materi keberagaman sosial dan budaya dinyatakan sangat layak digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila kelas IV sekolah dasar.  
Eksplorasi Kreativitas Peserta Didik Dalam Menggambar Bebas Uli Aulia rahma; Lia Mareza
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.707

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kreativitas peserta didik kelas V dalam kegiatan menggambar bebas di SD Negeri 1 Gunungwetan. Peserta didik masih mengalami kesulitan dalam menentukan ide gambar, kurang percaya diri, serta cenderung meniru gambar teman maupun contoh yang diberikan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab rendahnya kreativitas peserta didik dalam kegiatan menggambar bebas serta menganalisis dampak rendahnya kreativitas berdasarkan aspek originality dan fluency. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas V SD Negeri 1 Gunungwetan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas peserta didik dalam kegiatan menggambar bebas masih tergolong rendah. Rendahnya aspek originality terlihat dari hasil gambar peserta didik yang cenderung sama, monoton, dan kurang menunjukkan ciri khas masing-masing individu. Rendahnya aspek fluency terlihat dari kesulitan peserta didik dalam menemukan dan mengembangkan ide gambar secara spontan. Faktor penyebab rendahnya kreativitas peserta didik meliputi kurangnya rasa percaya diri, rasa takut salah, kebiasaan meniru gambar, ketergantungan terhadap contoh, serta kurangnya stimulus kreativitas dalam pembelajaran. Rendahnya kreativitas berdampak pada hasil gambar peserta didik yang kurang variatif dan kurang berkembang secara optimal.
Perselingkuhan Sebagai Delik Kesusilaan Dalam KUHP Baru: Analisis Perspektif Sosiologi Hukum Dan Efektifitas Penegakan Hukumnya Di Indonesia Nabila Dyahayu Maharani; Rahadi Wasi Bintoro
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.714

Abstract

Perselingkuhan merupakan fenomena sosial yang tidak hanya berkaitan dengan pelanggaran moral, tetapi juga berpotensi menimbulkan konflik keluarga, gangguan ketertiban sosial, hingga tindak pidana lain yang lebih serius. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan perselingkuhan sebagai delik kesusilaan dalam Pasal 411 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP Baru) ditinjau dari perspektif sosiologi hukum serta mengkaji efektivitas penegakan hukumnya di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan sosiologi hukum melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasal 411 KUHP Baru mencerminkan perluasan kriminalisasi dari ranah privat menuju perlindungan moralitas publik dan institusi keluarga. Namun, efektivitas penerapannya masih menghadapi berbagai hambatan, seperti sifat delik aduan, rendahnya keberanian korban untuk melapor, pluralitas nilai sosial masyarakat, serta potensi overkriminalisasi dan diskriminasi dalam penegakan hukum. Selain itu, terdapat kesenjangan antara hukum tertulis (law in the books) dan hukum yang hidup dalam masyarakat (living law), sehingga tujuan perlindungan kesusilaan belum sepenuhnya tercapai. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang tidak hanya bersifat penal, tetapi juga preventif, edukatif, dan restoratif guna mewujudkan perlindungan korban serta ketertiban sosial yang lebih efektif.