cover
Contact Name
Oktio
Contact Email
myslahung@gmail.com
Phone
+6285233663147
Journal Mail Official
jurnalnasir@gmail.com
Editorial Address
Pulutan Lor, RT. 1, RW. 2 Sidorejo Salatiga, Jawa Tengah.
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Nasir: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 29883261     DOI : https://doi.org/10.59698/nasir.v1i1.14
Nasir: Jurnal Pendidikan Islam merupakan jurnal ilmiah yang membahas tentang sejarah dan perkembangan pendidikan Islam di Indonesia. Jurnal ini menerbitkan hasil penelitian lapangan, penelitian literatur dan diskusi ilmiah tentang perkembangan Pendidikan Islam di Indonesia dalam disiplin ilmu dan institusi akademik, dengan fokus pada kemajuan keilmuan baik pendidikan formal maupun non-formal. Topik-topik yang diangkat dapat berupa studi sejarah dan perkembangan pendidikan Islam di sekolah, madrasah, pesantren, dan integrasi nilai-nilai pendidikan Islam dengan ilmu sosial, ilmu alam dan ilmu eksakta.
Articles 31 Documents
Pengaruh Pembiasaan Infaq Terhadap Sikap Kepedulian Sosial Peserta Didik di Madrasah Ibtidaiyah Sri Rizki
Nasir: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini dikarenakan pendidikan di era revolusi 4.0 yang semakin mengikisnya moral, sikap dan adab peserta didik dalam lingkup sosial. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui adanya pengaruh pembiasaan infaq terhadap sikap kepedulian sosial peserta didik di MI Ma’arif Gedangan kabupaten Semarang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif Pre-Eksperimental Design, dengan pendekatan One-Shot Case Study. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Teknis analisis data menggunakan uji statistic deskriptif, uji normalitas, uji linearitas dan uji hipotesis. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh pembiasaan infaq terhadap sikap kepedulian sosial peserta didik MI Ma’arif Gedangan Kabupaten Semarang. Dalam penelitian ini hipotesis dikatakan terpenuhi yang diperkuat dengan hasil uji hipotesis regresi linearitas sederhana nilai signifikansi sebesar 0,00 < 0,05 yang artinya H0 diterima dan kemudian dari uji koefisien determinasi yang dilakukan besarnya pengaruh pembiasaan infaq terhadap sikap kepedulian sosial sebesar 79,7%.
Implementasi Konsep Rahmatan Lil Alamin pada Pendidikan Tinggi Yusuf Suharto; Saeful Kurniawan
Nasir: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/nasir.v2i1.248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang implementasi konsep Rahmatan Lil Alamin dalam Pendidikan Tinggi. Konsep Rahmatan Lil Alamin, yang berakar dalam ajaran Islam, menekankan pentingnya kasih sayang, keadilan, perdamaian, dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. Pendidikan tinggi memegang peran sentral dalam memperkenalkan dan menerapkan nilai-nilai ini kepada mahasiswa, sebagai bagian dari persiapan mereka untuk menjadi individu yang berkontribusi positif dalam masyarakat. Penelitian ini merupakan jenis kajian pustaka atau library research yang dilaksanakan dengan menggunakan berbagai literatur yang relevan, misalnya buku atau penelitian-penelitian sebelumnya. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk menggali pemahaman yang mendalam tentang implementasi konsep Rahmatan Lil Alamin dalam pendidikan tinggi dengan menganalisis dan mensintesis temuan-temuan yang telah ada dalam literatur. Implementasi konsep Rahmatan Lil Alamin dalam pendidikan tinggi membutuhkan komitmen dan kerjasama dari semua pihak terkait. Diperlukan upaya sungguh-sungguh dari lembaga pendidikan, dosen, mahasiswa, serta pihak terkait lainnya agar konsep ini dapat diimplementasikan secara efektif. Dengan adanya komitmen yang kuat, diharapkan nilai-nilai Rahmatan Lil Alamin dapat menjadi bagian integral dari pendidikan tinggi, membentuk karakter mahasiswa yang berkualitas dan berwawasan luas. Proses implementasi ini juga diharapkan dapat menghasilkan generasi muda yang memiliki moralitas tinggi, menghargai keberagaman, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
Pengembangan Kemandirian Anak Usia Dini Melalui Pembiasaan Makan Sehat Bersama di Raudhatul Athfal ‘Aisyiyah Karangan Balong Ponorogo Risa Alfiyah Ulfa; Siti Saudah
Nasir: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/nasir.v3i2.522

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam pengembangan kemandirian anak usia dini. Kualitatif deskriptif merupakan metode penelitian ini. Observasi, wawancara, dan dokumentasi merupakan metode pengumpulan data dalam penelitian ini. Triangulasi model interaktif merupakan teknik analisis data yang digunakan adalah meliputi tiga hal diantaranya reduksi, menyajikan data, menarik kesimpulan. Penelitian ini dilaksanakan di Raudhatul Athfal ‘Aisyiyah Karangan Balong Ponorogo.Hasil penelitian ini yaitu perencanaan pengembangan anak usia dini sesuai dengan STPPA kemudian disusun melalui RPPH yang dilaksanakan setiap hari selasa hingga hari kamis. Hasil evalusi didasarkan dari tiga kategori hasil evaluasi yaitu kategori kemampuan motorik, pengendalian emosi, dan kategori disiplin anak yang diukur dari kriteria penilaian BB (Belum Berkembang), MB (Mulai Bertkembang), BSH(Berkembang Sesuai Harapan), BSB (Berkembang Sangat Baik). Hasil menunjukkan bahwa ketiga kategori penilaian tersebut bahwa anak RA Aisyiyah Karangan Balong berada pada krietia penilaian BSH (Berkembang Sesuai Harapan).
Penerapan Model The Power of Two Berbantuan Media Surprise Box untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Fitrianti; Kartini; Nilam Permatasari Munir
Nasir: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/nasir.v3i2.502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IV SDN 45 Padang Alipan Kota Palopo pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti melalui penerapan model pembelajaran The Power of Two berbantuan media Surprise Box. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model Kemmis & McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 31 peserta didik kelas IV. Teknik pengumpulan data meliputi tes, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan aktivitas peserta didik dari siklus I dengan rata-rata 12 (60%) kategori kurang baik menjadi 16,33 (81,67%) kategori sangat baik pada siklus II. Hasil belajar peserta didik juga meningkat dari nilai rata-rata 72 dengan ketuntasan 74,19% pada siklus I menjadi 76 dengan ketuntasan 84% pada siklus II. Penelitian ini membuktikan bahwa kombinasi model The Power of Two dengan media Surprise Box efektif meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik pada materi mengenal shalat Jum'at, Dhuha, dan Tahajud.
Transformasi Mindset Berfikir dalam Pendidikan Agama Islam untuk Meningkatkan Kreativitas Mahasiswa Sodikin
Nasir: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/nasir.v3i2.508

Abstract

This study aims to analyze the transformation of mindset in Islamic Religious Education (PAI) and its role in fostering students' creative thinking. The research explores how curriculum development and innovative learning strategies can enhance students' ability to think critically and innovatively. A qualitative research approach with a case study method was employed, focusing on the Master's Program in Islamic Religious Education at the International Islamic University Darullughah Wadda'wah. Data were collected through observations, in-depth interviews, and document analysis, which were then thematically analyzed to identify patterns in mindset transformation and creativity development. The findings indicate that integrating bayani, burhani, and irfani reasoning in PAI significantly enhances students’ ability to engage in higher-order thinking processes. The use of experiential learning models, such as problem-based learning (PBL) and project-based learning (PjBL), has proven effective in encouraging intellectual curiosity and innovative problem-solving skills. Theoretical perspectives from Ibn Khaldun, Al-Farabi, Al-Jabiri, and Al-Attas suggest that the integration of religious sciences with modern knowledge is essential for developing a dynamic and adaptive educational framework. However, institutional rigidity and resistance to pedagogical innovation remain key challenges. The study concludes that PAI must move beyond rote memorization by adopting transformative learning strategies that foster creativity and critical thinking. A curriculum that harmonizes religious values with contemporary knowledge provides a strong foundation for producing graduates who are not only spiritually grounded but also intellectually and creatively empowered to address modern challenges.
Implementasi Nilai Aswaja dalam Pembelajaran PAI di SMKN 1 Sooko Mojokerto Amru Almu'tasim
Nasir: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/nasir.v3i2.556

Abstract

Penelitian ini menelaah implementasi nilai Aswaja dalam pembelajaran PAI di SMKN 1 Sooko Mojokerto dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan desain studi kasus. Subjek meliputi guru PAI, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan peserta didik yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan studi dokumentasi (RPP, silabus, modul, instrumen penilaian), menggunakan pedoman observasi dan wawancara serta daftar periksa berbasis indikator tawasuth, tawazun, tasamuh, dan i‘tidal pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Keabsahan dijaga dengan triangulasi sumber–teknik–waktu, member check, dan jejak audit; analisis mengikuti model Miles and Huberman melalui pengodean tematik. Hasil menunjukkan implementasi efektif ketika empat pilar diintegrasikan konsisten ke dalam perencanaan kurikulum (ATP/RPP), strategi berpusat pada peserta didik (PBL, proyek, kontekstual), dan pemilihan sumber belajar yang meneguhkan moderasi. Keberhasilan ditopang penguatan kompetensi guru, sinergi ko-kurikuler/ekstrakurikuler, serta penilaian komprehensif (rubrik sikap, jurnal reflektif, portofolio, proyek sosial) yang dipadukan literasi digital keagamaan. Tata kelola PPEPP dan kemitraan orang tua dan komunitas moderat memperkuat keberlanjutan dan membentuk habitus moderat lulusan vokasi.
Literasi Keagamaan Sebagai Modal Sosial: Transformasi Kurikulum PAI dalam Membangun Ekosistem Kritis-Inovatif di SMA IT Al Hikmah Boyolali Muhammad Julfa Kamal; Andrianto Bayu Aji
Nasir: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/nasir.v3i2.577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi keagamaan yang diformulasikan sebagai modal sosial dalam proses transformasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) serta dampaknya terhadap terciptanya ekosistem kritis-inovatif di SMA IT Al Hikmah Boyolali. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan guru, siswa, dan pihak manajemen sekolah, serta studi dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa transformasi kurikulum PAI tidak hanya berfokus pada aspek kognitif-keagamaan semata, tetapi dirancang untuk memperkuat jaringan, norma-norma kolaboratif, dan kepercayaan (trust) di antara seluruh warga sekolah sebagai bentuk modal sosial. Literasi keagamaan diwujudkan melalui pendekatan kontekstual, project-based learning, dan integrasi sains-teknologi dengan nilai-nilai Islam, yang mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah sosial-keagamaan di sekitarnya. Hasilnya, terbentuk sebuah ekosistem kritis-inovatif yang ditandai dengan budaya dialog, toleransi, lahirnya berbagai inisiatif proyek sosial-keagamaan, serta peningkatan partisipasi siswa dalam kompetisi ilmiah. Studi ini menyimpulkan bahwa pendekatan yang memanfaatkan literasi keagamaan sebagai modal sosial merupakan strategi yang efektif dalam mentransformasi kurikulum PAI dari yang bersifat doktriner menuju kurikulum yang memberdayakan dan relevan dengan tantangan zaman, sehingga berhasil membangun ekosistem pembelajaran yang kritis dan inovatif.
Strategi Pendidikan Nilai Untuk Membentuk Karakter Religius Peserta Didik Berkebutuhan Khusus di Madrasah Inklusif: Tinjauan Literatur Integratif Eviyati Hasanah; Mukh. Nursikin
Nasir: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/nasir.v4i1.611

Abstract

Pendidikan nilai di madrasah inklusif menghadapi persoalan ganda: memastikan seluruh peserta didik memperoleh hak untuk berpartisipasi dalam pendidikan agama sekaligus menghindari penyeragaman praktik religius yang mengabaikan kebutuhan komunikasi, sensorik, kognitif, fisik, dan sosial peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK). Artikel ini bertujuan menyintesis strategi pendidikan nilai yang relevan untuk membentuk karakter religius PDBK dan merumuskan kerangka implementasi yang operasional bagi madrasah inklusif. Penelitian menggunakan tinjauan literatur integratif terhadap 45 artikel ilmiah berbahasa Indonesia dan Inggris yang dapat diakses melalui DOI atau laman jurnal. Literatur ditelusuri melalui Google Scholar, GARUDA, DOAJ, ERIC, dan portal penerbit dengan kata kunci yang menggabungkan pendidikan nilai, karakter religius, pendidikan agama Islam, disabilitas, kebutuhan pendidikan khusus, madrasah, dan pendidikan inklusif. Data dianalisis melalui pengodean tematik, perbandingan antartemuan, dan sintesis konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan nilai yang efektif tidak cukup mengandalkan pembiasaan ritual. Strategi perlu mengintegrasikan tujuan perkembangan individual, pembelajaran multimodal, keteladanan relasional, pembiasaan yang disertai pemaknaan, akomodasi yang layak, dukungan teman sebaya, kolaborasi madrasah–keluarga–profesional, dan asesmen autentik berbasis perkembangan. Artikel ini menawarkan Kerangka NILAI-Inklusif yang terdiri atas Nilai inti dan tujuan individual; Instruksi inklusif dan multimodal; Lingkungan religius yang aman dan relasional; Akomodasi, adaptasi, serta asesmen autentik; dan Interkoneksi pemangku kepentingan. Kerangka tersebut menempatkan martabat, partisipasi, aksesibilitas, dan kebermaknaan sebagai ukuran utama keberhasilan pembentukan karakter religius PDBK.
Internalisasi Pendidikan Nilai Melalui Ekosistem Sekolah Adiwiyata Mandiri: Studi Kasus di SMP Negeri 1 Jumo Laili Maftuhah; Mukh. Nursikin
Nasir: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/nasir.v4i1.614

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme internalisasi pendidikan nilai dalam ekosistem Sekolah Adiwiyata Mandiri di SMP Negeri 1 Jumo, Kabupaten Temanggung. Fokus kajian meliputi nilai religiusitas, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kerja sama serta perluasannya menjadi kecerdasan ekologis dan solidaritas sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Data diperoleh melalui observasi partisipatif terhadap praktik lingkungan sekolah, wawancara semi-terstruktur dengan aktor yang terlibat dalam pengelolaan dan pelaksanaan program, serta telaah dokumen kebijakan, kurikulum, dan kegiatan Adiwiyata. Analisis dilakukan secara tematik melalui kondensasi data, pengodean, pemetaan pola, dan verifikasi antarsumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai tidak berlangsung melalui penyampaian moral secara verbal semata, tetapi melalui keselarasan antara kebijakan sekolah, integrasi kurikulum, keteladanan, pembiasaan, partisipasi siswa, dan pengimbasan kepada sekolah mitra. Religiusitas diwujudkan melalui pemaknaan merawat alam sebagai amanah khalifah fi al-ard; tanggung jawab tumbuh melalui pengelolaan sampah dan konservasi sumber daya; kedisiplinan terbentuk melalui rutinitas ekologis yang konsisten; sedangkan kerja sama berkembang menjadi ta'awun melalui proyek kolektif dan kegiatan pengimbasan. Kebaruan penelitian terletak pada formulasi model internalisasi nilai yang bergerak dari pengetahuan moral, penghayatan afektif, tindakan berulang, pembentukan identitas ekologis, hingga agensi sosial. Temuan menegaskan bahwa keberlanjutan Adiwiyata Mandiri memerlukan pendekatan seluruh sekolah yang menyatukan dimensi pedagogis, kultural, spiritual, dan kelembagaan.
Grand Design Pendidikan Nilai Islam Menuju Society 5.0: Model TEP–ADAB untuk Kurikulum dan Ekosistem Digital Nur Itsnaini; Mukh. Nursikin
Nasir: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/nasir.v4i1.616

Abstract

Era Society 5.0 menempatkan teknologi digital sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, tetapi pemanfaatannya dalam pendidikan juga menghadirkan risiko disorientasi nilai, bias algoritmik, pelanggaran privasi, ketergantungan teknologi, dan reduksi relasi pedagogis. Artikel ini bertujuan merumuskan grand design pendidikan nilai Islam yang mampu mengarahkan integrasi teknologi secara human-centered, etis, dan pedagogis. Penelitian menggunakan tinjauan literatur integratif terhadap 38 artikel jurnal ilmiah yang dapat diakses, terutama terbit pada 2020–2025, serta dua karya fondasional pendidikan Islam. Literatur ditelusuri berdasarkan tema Society 5.0, pendidikan nilai Islam, kewargaan digital, etika kecerdasan artifisial, kompetensi digital guru, dan pedagogi transformatif. Data dianalisis melalui pengodean tematik, perbandingan konsep, dan sintesis konseptual. Hasil kajian mengidentifikasi lima tantangan utama, yaitu problem epistemik, etis, relasional, pedagogis, dan struktural. Sebagai respons, artikel ini menawarkan model TEP–ADAB yang mengintegrasikan Technology, Ethics, dan Pedagogy dengan Alignment, Digital Citizenship, Assessment, dan Bi’ah atau ekosistem pendidikan. Model tersebut berlandaskan tauhid, ta’dib, amanah, keadilan, rahmah, dan kemaslahatan; dioperasionalkan melalui kurikulum terintegrasi, pembelajaran reflektif dan berbasis masalah, guru sebagai murabbi digital, asesmen autentik, serta tata kelola kolaboratif sekolah–keluarga–masyarakat–platform. Kontribusi artikel terletak pada perluasan kerangka integrasi teknologi yang tidak hanya menekankan kompetensi teknis-pedagogis, tetapi juga orientasi moral, kewargaan digital, asesmen nilai, dan tata kelola ekosistem. Model ini dapat digunakan sebagai kerangka konseptual untuk merancang kebijakan, kurikulum, pembelajaran, dan evaluasi pendidikan Islam pada era Society 5.0.

Page 3 of 4 | Total Record : 31