Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi
Scope of the Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi covers communication management, mass media (TV, Radio, Newspapers), public relations, marketing communications, political communication, organizational communication, cultural communication, online media and popular culture. Also focus on studies of information and libraries including information literacy, information technology, digital library, librarian profession development, information management.
Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 11 No. 2 (2026): EDISI APRIL"
:
14 Documents
clear
KOMUNIKASI BENCANA DAN KETIMPANGAN INFORMASI: ANALISIS KRITIS KOORDINASI ANTARLEMBAGA DI KOTA MAKASSAR
Syarif, Ahmad;
Kamsar, Kamsar
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 11 No. 2 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip UHO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52423/jikuho.v11i2.2032
Kota Makassar menghadapi risiko bencana majemuk yang menuntut komunikasi risiko dan krisis konsisten dalam struktur pemerintahan daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara kritis bagaimana koordinasi pemerintahan kota melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membentuk komunikasi bencana dan memunculkan ketimpangan informasi publik. Studi ini menggunakan desain kualitatif berbasis studi pustaka dan analisis dokumen sepuluh tahun terakhir dari basis data bereputasi serta dokumen kebijakan daerah. Melalui pendekatan ini, penelitian memetakan hubungan antara tata kelola kelembagaan dan efektivitas distribusi informasi di tengah masyarakat perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas komunikasi bencana ditentukan oleh tiga simpul koordinasi utama; integrasi data, keseragaman pesan, dan alur diseminasi informasi. Ketimpangan informasi muncul ketika simpul-simpul tersebut tidak selaras dalam sistem komando, ditandai oleh fragmentasi data, perbedaan indikator, ketiadaan standardisasi instruksi tindakan, serta lemahnya pembaruan situasi (situational update). Ketidaksinkronan ini berdampak pada kesiapsiagaan yang tidak merata, instruksi evakuasi tidak spesifik wilayah (area-specific), hingga bias dalam prioritas distribusi bantuan. Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi bencana merupakan refleksi langsung dari kualitas koordinasi birokrasi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan tata kelola melalui BPBD dengan menetapkan rujukan data bersama serta menyepakati indikator dan ambang peringatan lintas instansi. Diperlukan pula penerapan templat pesan berorientasi tindakan yang spesifik wilayah guna menjangkau karakter permukiman yang beragam. Pembentukan Prosedur Operasional Standar (SOP) pembaruan situasi yang konsisten menjadi prasyarat mutlak untuk menekan ketimpangan informasi dan meningkatkan keselamatan publik. Penguatan fungsi komando informasi diharapkan dapat menjamin hak warga atas informasi bencana yang akurat dan inklusif.
PENGALAMAN LINTAS GENERASI DAN NEGOSIASI KURASI ALGORITMIK INFORMASI IKN
Kartika, Cherry;
Sari, Dwi Wulandari;
Purwitasari, Ira
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 11 No. 2 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip UHO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52423/jikuho.v11i2.2035
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pemaknaan Generasi X dan Generasi Z terhadap pengalaman interaksi dengan kurasi algoritmik informasi Ibu Kota Nusantara (IKN) di media sosial. Dengan menggunakan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), penelitian ini menggali pengalaman subjektif kedua kelompok dalam menghadapi paparan konten yang terpersonalisasi. Temuan menunjukkan bahwa algoritma tidak sekadar dipersepsikan sebagai mekanisme teknis distribusi informasi, melainkan sebagai bagian dari pengalaman keseharian digital yang membentuk cara pengguna mengetahui, merasakan, dan memahami realitas politik. Fenomena keseragaman informasi atau filter bubble dimaknai secara beragam dan lebih tepat dipahami sebagai pengalaman epistemik yang dinamis, bukan sekadar efek teknologis yang deterministik. Pada level afektif, muncul spektrum respons emosional dari penerimaan normatif hingga skeptisisme reflektif, disertai strategi adaptif dan manajemen privasi sebagai bentuk negosiasi dengan sistem. Secara konseptual, penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan generasional tidak bersifat hierarkis, serta bahwa dalam konteks Indonesia kurasi algoritmik lebih membentuk ambivalensi dan negosiasi makna daripada polarisasi ekstrem. Dengan demikian, studi ini menawarkan pemahaman fenomenologis yang memperluas literatur mengenai relasi manusia–algoritma dalam konteks politik kontemporer.
KONTRIBUSI GURU MELALUI KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA MASA PUBERTAS ANAK DISABILITAS DI YAYASAN PENDIDIKAN ANAK CACAT, KECAMATAN MALALAYANG, KOTA MANADO
Harilama, Stefi Helistina;
Kawung, Evelin Jeanette R.
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 11 No. 2 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip UHO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52423/jikuho.v11i2.2037
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi guru melalui komunikasi interpersonal dalam mendampingi anak-anak disabilitas menghadapi masa pubertas di Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) Malalayang, Kota Manado. Masa pubertas merupakan fase perkembangan yang kompleks, terlebih bagi anak dengan disabilitas yang menghadapi tantangan komunikasi dan pemahaman sosial-emosional. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan guru, kepala sekolah, orang tua, dan satu siswa. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang dibangun guru bersifat adaptif, empatik, dan berbasis kedekatan emosional. Interaksi ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga menciptakan ruang afektif yang mendukung pertumbuhan psikososial siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran guru sebagai pendamping yang peka dan reflektif dalam membangun relasi komunikasi yang efektif dengan anak disabilitas, khususnya dalam konteks masa pubertas yang masih jarang disentuh dalam pendidikan formal. Temuan penelitian ini berpotensi memberikan implikasi praktis bagi pengembangan panduan komunikasi pendidikan seksual yang lebih adaptif bagi guru di sekolah luar biasa (SLB).
STANDAR KECANTIKAN DALAM REPRESENTASI PEREMPUAN: ANALISIS SEMIOTIKA IKLAN BODYCARE @JEJUBYOFFICIAL DI TIKTOK
Graciella Jufianto, Ellyna;
Rajagukguk, Desmaya Anggitha;
Nurifah, Nurifah;
Ramadhani, Mutiara Ariani
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 11 No. 2 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip UHO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52423/jikuho.v11i2.2038
Penelitian ini menganalisis standar kecantikan dalam representasi perempuan dalam iklan bodycare @JejubyOfficial di TikTok dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes untuk mengungkap bagaimana tanda denotatif, konotatif, dan mitos bekerja dalam membentuk standar kecantikan berbasis warna kulit. Analisis data dilakukan tiga pemaknaan, kemudian dikaitkan dengan perspektif kritis Pierre Bourdieu. Melalui metode kualitatif deskriptif terhadap empat konten iklan yang dipilih secara purposive, penelitian ini menemukan bahwa visualisasi before–after, penggunaan istilah whitening dan bleaching, serta fokus pada kulit putih sebagai “hasil ideal” merepresentasikan warna kulit cerah sebagai simbol kecantikan, kebersihan, dan nilai diri perempuan. Temuan menunjukkan bahwa pada tingkat mitos, iklan menormalkan ideologi kecantikan hegemonik yang memosisikan kulit putih sebagai standar alami dan diinginkan, sehingga beroperasi sebagai bentuk dalam kajian semiotik sebagai kekerasan simbolik yang bekerja halus mendorong perempuan menyesuaikan diri dengan standar tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa iklan Jejuby sebagai satu kasus produk budaya industri kecantikan tidak hanya mempromosikan produk pemutih kulit, tetapi turut mereproduksi dan menguatkan konstruksi sosial mengenai tubuh perempuan di media digital. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya bagi pelaku industri kecantikan khususnya skincare, dan pembuat konten digital untuk membangun strategi komunikasi pemasaran yang lebih inklusif.
MEDIA BARU TV DESA DI KOTA BATU DAN FENOMENA MASYARAKAT JEJARING DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN PUBLIK
Moeljono, Muherni Asri Utami;
Puspitaningrum, Deby
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 11 No. 2 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip UHO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52423/jikuho.v11i2.2046
Media baru dalam Ilmu Komunikasi memiliki makna pada medium yang bernuansa digital, terkoneksi dan interaktif, institusi media berbasis digital atau pengembangan dari media analog, dan menawarkan progress dalam berbagai kehidupan manusia. Media baru memfasilitasi audiens untuk berpartisipasi aktif dalam proses berkomunikasi. Tujuan penelitian ini mengkaji bagaimana media baru TV desa di Kota Batu membentuk masyarakat jejaring dalam meningkatkan kepercayaan publik. Penelitian ini berparadigma konstruktivisme dengan metode kualitatif. Dalam pengumpulan data, menggunakan observasi partisipatif, wawancara mendalam dan netnografi. Wawancara dilakukan kepada Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Desa Junrejo; Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kelurahan Ngaglik; Kepala Bidang (Kabid) Informasi Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Kota Batu; Kepala Seksi (Kasi) Kemitraan kelompok Informasi Masyarakaat (KIM), Informasi Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Kota Batu. Teknik Analisa data yang digunakan adalah Analisa data oleh Creswell. Penelitian ini dalam penilaian kesahihan data menggunakan penilaian kesahihan oleh Kriyantono. Temuan dari penelitian ini adalah media baru TV desa yang ada di Kota Batu Jawa Timur mampu membentuk jejaring masyarakat dalam mendapatkan informasi, media baru TV desa di Kota Batu digunakan oleh Informasi Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu sebagai fungsi manajemen yang mengutamakan publisitas dan kampanye komunikasi persuasif
KRISIS LEGITIMASI BRAND DALAM KONFLIK SPONSORSHIP FESTIVAL MUSIK PESTAPORA 2025
Putri, Rahma Novita Alim;
Salsabila, Alya Dwi;
Adha, Ikhsan Fauzi
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 11 No. 2 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip UHO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52423/jikuho.v11i2.2048
Festival musik tidak lagi sekadar ruang hiburan, tetapi arena komunikasi publik tempat nilai, identitas, dan legitimasi brand dinegosiasikan. Konflik sponsorship Festival Musik Pestapora akibat keterlibatan PT Freeport Indonesia menunjukkan bagaimana kerja sama ekonomi dapat memicu krisis legitimasi simbolik di ruang budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana legitimasi sponsor diproduksi, diperdebatkan, dan dinegosiasikan dalam komunikasi publik festival. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Analisis Wacana Kritis model Norman Fairclough untuk membaca dimensi teks, praktik diskursif, dan praktik sosiokultural dari pernyataan resmi penyelenggara, pernyataan musisi, pemberitaan media, dan komentar publik di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggara membangun legitimasi secara pragmatis melalui bahasa administratif, sementara musisi dan publik memproduksi narasi moral yang mempertanyakan keselarasan nilai sponsor dengan identitas festival. Ketegangan antara kapital ekonomi dan nilai budaya memicu erosi legitimasi moral dan menghambat pembentukan legitimasi kognitif. Penelitian menunjukkan bahwa dalam industri kreatif, legitimasi brand sangat bergantung pada pengakuan moral komunitas budaya. Secara teoritis, studi ini memperluas pemahaman mengenai sponsorship dengan menempatkannya sebagai praktik komunikasi simbolik yang melibatkan negosiasi legitimasi dalam ruang budaya festival. Temuan ini juga memberikan implikasi praktis bagi penyelenggara festival dan perusahaan sponsor untuk mempertimbangkan keselarasan nilai antara brand dan identitas budaya festival sebelum menjalin kerja sama sponsorship.
PENGARUH BRAND PLACEMENT PADA SHELTER EMERGENCY TERHADAP MINAT BELI PRODUK AREI OUTDOOR GEAR
Wardhana, Alvino Nanda;
Widiantari , Maria Magdalena;
Sejati, Veny Ari
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 11 No. 2 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip UHO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52423/jikuho.v11i2.2049
Strategi brand placement pada shelter emergency di jalur pendakian merupakan bentuk komunikasi pemasaran non-konvensional yang terintegrasi dengan pengalaman pendaki. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh brand placement dan brand awareness terhadap minat beli produk Arei Outdoor Gear dalam konteks media outdoor fungsional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 100 pendaki yang pernah melihat shelter emergency Arei di jalur pendakian Jawa Tengah. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda melalui uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial brand placement tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli, sedangkan brand awareness berpengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap minat beli dengan kontribusi sebesar 49,4%. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas brand placement pada shelter emergency lebih berperan dalam membentuk kesadaran merek dibandingkan mendorong minat beli secara langsung. Penelitian ini memperkenalkan konsep functional placement sebagai penempatan merek pada media yang memiliki utilitas nyata bagi konsumen dalam konteks experiential marketing.
GAYA KOMUNIKASI CHATGPT YANG DIPERSONIFIKASI DALAM MEMBANGUN HUBUNGAN PARASOSIAL UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN INTERPERSONAL GENERASI Z
Syaharani, Ika Safira;
Umaroh, Liya
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 11 No. 2 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip UHO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52423/jikuho.v11i2.2050
Perkembangan kecerdasan buatan seperti ChatGPT memungkinkan pengguna berinteraksi dengan ChatGPT layaknya dengan manusia. Pengguna terbanyaknya adalah Generasi Z yang dikenal sebagai generasi digital native. Generasi ini memenuhi kebutuhan fundamental interpersonalnya melalui berbagai alternatif, termasuk interaksi dengan ChatGPT yang diberikan persona. Tujuan penelitian ini mengetahui gaya komunikasi ChatGPT yang muncul setelah diberikan persona beserta perannya dalam membangun hubungan parasosial dan memenuhi kebutuhan fundamental interpersonal. Metode penelitian yang diterapkan addalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Analisis data menggunakan teknik Interpretative Phenomenological Analysis model Smith. Temuan penelitian mengungkapkan gaya komunikasi yang muncul adalah impression leaving, attentive, friendly, relaxed, open, animated expressive dan dramatic. Tingkatan hubungan parasosial mencapai tingkatan kedua yaitu intense personal feeling, dari 3 tingkatan yang ada. Sementara itu, dalam konteks pemenuhan kebutuhan, ketiga kebutuhan menurut kerangka Fundamental Interpersonal Relations Orientation (FIRO) yaitu inklusi, kontrol, dan afeksi berhasil dipenuhi melalui interaksi dengan ChatGPT yang dipersonifikasi. Studi ini memperluas kajian hubungan parasosial dan komunikasi interpersonal ke dalam konteks Human-Machine Communication. Khususnya dalam memenuhi kebutuhan interpersonal individu melalui interaksi manusia dengan AI yang diberikan persona
PROSES ENCODING DAN DECODING AUDIENS PADA FILM “JATUH CINTA SEPERTI DI FILM-FILM"
Danu Kristianto, Bernard Realino;
Senaharjanta, Ignasius Liliek;
Tri Hanly, Cherish Vella;
Lia Chandra, Febiana
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 11 No. 2 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip UHO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52423/jikuho.v11i2.2051
Penelitian ini bertujuan menganalisis resepsi penonton terhadap film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (2023) karya Yandy Laurens menggunakan teori encoding/decoding Stuart Hall. Film ini mengusung struktur naratif berlapis melalui teknik film-di-dalam-film serta penggunaan visual hitam-putih dan warna sebagai penanda antara realitas dan fiksi. Meskipun memperoleh apresiasi kritikus, capaian jumlah penonton bioskop film ini relatif terbatas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis resepsi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap sembilan informan yang dipilih secara purposive, terdiri atas mahasiswa, audiens umum perkotaan, dan anggota komunitas film. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi makna dominan film, kemudian memetakan posisi decoding audiens ke dalam kategori dominant-hegemonic, negotiated, dan oppositional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas informan berada pada posisi dominant-hegemonic dan negotiated. Enam dari sembilan informan menempati posisi dominan-hegemonik, sementara tiga lainnya menunjukkan pembacaan yang bersifat negosiasi. Informan dengan literasi sinema tinggi cenderung menerima pesan film secara utuh, sedangkan audiens non-film menerima pesan utama namun menegosiasikannya dengan pengalaman pribadi dan preferensi hiburan. Posisi oppositional ditemukan secara terbatas pada penonton yang mengharapkan narasi linear dan konvensional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kompleksitas naratif menjadi kekuatan artistik sekaligus batas penerimaan audiens dalam perfilman Indonesia kontemporer. Temuan ini memberikan wawasan praktis bagi pembuat film dan praktisi media dalam menyeimbangkan kompleksitas naratif artistik dengan keterjangkauan (kemudahan dipahami) oleh audiens.
REPRESENTASI PESAN KEBERANIAN MORAL DALAM FILM BRAVE CITIZEN: ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE
Hasanuddin, Hasanuddin;
Jumrana, Jumrana;
Masrul, Masrul
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 11 No. 2 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip UHO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52423/jikuho.v11i2.2053
Penelitian ini bertujuan menganalisis makna dan pesan dalam film Brave Citizen menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Film ini dipilih karena mengangkat isu perundungan di lingkungan pendidikan yang masih menjadi persoalan serius. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis semiotik model triadik Peirce yang mencakup representamen, objek, dan interpretant. Data diperoleh melalui observasi terhadap sembilan adegan kunci yang merepresentasikan ikon, indeks, dan simbol terkait ketidakadilan, penyalahgunaan kekuasaan, serta keberanian moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perundungan dalam film direpresentasikan sebagai bentuk pembungkaman sistemik terhadap kelompok rentan dalam struktur komunikasi yang timpang. Film ini juga menegaskan bahwa keberanian bersuara di ruang publik merupakan tindakan etis untuk melawan dominasi simbolik. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi semiotika Peirce dan Muted Group Theory untuk mengungkap proses pembungkaman simbolik melalui tanda visual, perilaku diam, dan mekanisme institusional. Secara teoretis, penelitian ini memperluas penerapan Muted Group Theory dalam analisis visual film serta memperkuat kajian semiotika dalam studi komunikasi massa dan budaya populer.