cover
Contact Name
Tirsa Neyatri Bandrang
Contact Email
tirsaleihitu@gmail.com
Phone
+6281394423356
Journal Mail Official
up2mpoltes@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ahmad Yani, Kuala Pembuang, Kab. Seruyan, Prov. Kalimantan Tengah, Indonesia
Location
Kab. seruyan,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal PKM Agri Hatantiring
Published by Politeknik Seruyan
ISSN : -     EISSN : 28096347     DOI : http://dx.doi.org/10.59900/pkmagri.v3i1
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal PKM Agri Hatantiring adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu pertanian, agribisnis, perkebunan, sosial humaniora bagi para peneliti, dosen, mahasiswa, praktisi. Tujuan dari hasil pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dan dituangkan dalam jurnal ilmiah ini dapat berkontribusi dan di adopsi oleh masyarakat. Jurnal PKM Agri Hatantiring ini diterbitkan pada Bulan Juli dan Desember. Semoga dengan adanya jurnal PKM Agri Hatantiring ini dapat memberi manfaat.
Articles 49 Documents
Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Terbatas: Tirsa Neyatri Bandrang1, Donny Dwy Judianto Leihitu2,Fiqri Julian Wandira3 Fiqri Julian Wandira; Donny Dwy Judianto Leihitu; Tirsa Neyatri Bandrang
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/ndsstr57

Abstract

Keterbatasan lahan hijau di lingkungan kampus menjadi tantangan dalam pengembangan budidaya tanaman pangan sebagai media pembelajaran sekaligus upaya mewujudkan kampus yang hijau dan berkelanjutan. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah pemanfaatan lahan terbatas melalui budidaya sayuran menggunakan media polybag. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sivitas akademika serta masyarakat sekitar mengenai teknik budidaya sayuran menggunakan polybag, mengoptimalkan pemanfaatan lahan kosong di lingkungan Politeknik Seruyan, meningkatkan ketersediaan sayuran sehat, serta mendukung terciptanya lingkungan kampus yang hijau. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, demonstrasi, praktik penanaman, pendampingan pemeliharaan, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu melakukan persiapan media tanam, penanaman bibit, pemeliharaan hingga panen dengan baik. Pemanfaatan polybag terbukti mampu mengoptimalkan lahan sempit menjadi area produktif, memperindah lingkungan kampus, serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya budidaya sayuran secara mandiri. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pengembangan urban farming berbasis kampus yang mendukung ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan
Pengembangan Teh Herbal Berbahan Kulit Salak sebagai Solusi Pemanfaatan Limbah Pertanian Berkelanjutan: Siti Halimah1,Endah Panca Wijayanti2,Fifin Winarsih3 Fifin Winarsih; Endah Panca Wijayanti; Siti Halimah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/990q6829

Abstract

ABSTRAK   Produksi buah salak yang cukup tinggi menghasilkan limbah kulit salak dalam jumlah besar yang umumnya belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Kondisi ini menyebabkan meningkatnya limbah organik sekaligus hilangnya potensi ekonomi dari hasil samping pertanian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan teh herbal berbahan kulit salak sebagai solusi pemanfaatan limbah pertanian yang berkelanjutan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. Metode yang digunakan meliputi observasi potensi wilayah, penyuluhan, demonstrasi pembuatan teh herbal, praktik langsung, pendampingan pengemasan dan pemasaran, serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mengolah kulit salak menjadi teh herbal melalui proses pencucian, pengeringan, penghalusan, pengemasan, dan pelabelan produk. Selain meningkatkan keterampilan masyarakat, kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman mengenai konsep zero waste dan ekonomi sirkular sehingga limbah kulit salak yang sebelumnya tidak bernilai dapat diubah menjadi produk herbal yang memiliki nilai ekonomi. Pengembangan teh herbal berbahan kulit salak berpotensi menjadi alternatif usaha mikro berbasis komoditas lokal sekaligus mendukung pengelolaan limbah pertanian yang berkelanjutan. Kata kunci: teh herbal, kulit salak, limbah pertanian, pemberdayaan masyarakat, ekonomi sirkular
PENGEMBANGAN CETAKAN PAVING BLOK VARIATIF SEBAGAI PRODUK EKONOMI KREATIF BERBASIS POTENSI LOKAL: Donny Dwy Judianto Leihitu1,Nurinda2 Donny Dwy Judianto Leihitu; Nurinda
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/y73gds85

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengembangkan cetakan paving blok variatif sebagai produk ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Program ini dilaksanakan pada kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di lingkungan Kampus Politeknik Seruyan pada bulan Januari sampai Februari 2025. Permasalahan yang dihadapi masyarakat dan pelaku usaha kecil adalah keterbatasan variasi bentuk paving blok serta minimnya inovasi desain yang bernilai estetika dan ekonomis. Metode pelaksanaan meliputi tahap identifikasi kebutuhan, perancangan desain cetakan, pembuatan prototipe, pelatihan pembuatan paving blok, serta evaluasi hasil. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan peserta dalam membuat cetakan paving blok dengan berbagai variasi bentuk seperti segi enam, bata klasik, zig-zag, dan motif geometris. Selain itu, kegiatan ini berpotensi membuka peluang usaha baru berbasis ekonomi kreatif lokal serta mendukung pembangunan infrastruktur skala kecil. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi teknologi tepat guna. Kata kunci: cetakan paving blok, ekonomi kreatif, potensi lokal, KKN, teknologi tepat guna.
Inovasi Pemanfaatan Rumput Liar menjadi Kertas Ramah Lingkungan sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Kreatif Mahasiswa: Futri Nur Adizah1, Nur Alifiterotul Damaiyanti2 Futri Nur Adizah; Nur Alifiterotul Damaiyanti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/yscxvm13

Abstract

ABSTRAK   Indonesia memiliki sumber daya hayati berupa rumput liar yang melimpah, namun sebagian besar belum dimanfaatkan secara optimal dan masih dianggap sebagai gulma. Di sisi lain, industri kertas masih bergantung pada kayu sebagai bahan baku utama sehingga berkontribusi terhadap meningkatnya laju deforestasi. Kondisi tersebut mendorong perlunya inovasi dalam pemanfaatan bahan baku alternatif yang ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan inovasi pemanfaatan rumput liar menjadi kertas ramah lingkungan sebagai media pembelajaran kewirausahaan dan peningkatan ekonomi kreatif mahasiswa. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi potensi rumput liar, pelatihan teknik pengolahan serat menjadi pulp, proses pencetakan kertas secara manual, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran berbasis digital. Tahapan kegiatan dilaksanakan secara sistematis mulai dari persiapan, produksi, uji kualitas produk, branding, pemasaran, monitoring, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rumput liar seperti ilalang dan rumput teki memiliki potensi sebagai bahan baku alternatif pembuatan kertas karena mengandung serat selulosa yang cukup tinggi. Produk yang dihasilkan berupa kertas handmade bertekstur alami dengan berbagai variasi ukuran dan warna yang memiliki nilai estetika tinggi. Selain meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam bidang inovasi produk ramah lingkungan, kegiatan ini juga memberikan pengalaman nyata mengenai pengelolaan usaha, pemasaran digital, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal. Inovasi ini diharapkan mampu menjadi alternatif pengurangan penggunaan bahan baku kayu pada industri kertas skala kecil sekaligus mendorong terbentuknya wirausaha muda yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. Kata kunci: rumput liar, kertas ramah lingkungan, ekonomi kreatif, kewirausahaan mahasiswa, inovasi hijau
OPTIMALISASI PEMANFAATAN LAHAN MELALUI BUDIDAYA TANAMAN JAHE SEBAGAI KOMODITAS BERNILAI EKONOMI: Rabiatul1, Azizatul Hayaniy2, Randy Inas Tain3 Rabiatul; Azizatul Hayaniy; Randy Inas Tain
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/qna19633

Abstract

Pemanfaatan lahan yang belum produktif di lingkungan pendidikan vokasi dapat dikembangkan menjadi ruang belajar terapan sekaligus demplot komoditas hortikultura yang mempunyai peluang ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan lahan di lingkungan Politeknik Seruyan melalui budidaya tanaman jahe dengan melibatkan mahasiswa secara langsung dalam proses persiapan lahan, pembentukan bedengan, penanaman, pemeliharaan, dan pemantauan pertumbuhan awal. Pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis praktik lapangan dan learning by doing, sehingga mahasiswa tidak hanya menerima pengetahuan teknis, tetapi juga berperan sebagai pelaksana kegiatan. Hasil dokumentasi menunjukkan bahwa lahan yang sebelumnya ditumbuhi vegetasi liar dapat ditata menjadi area budidaya yang lebih terstruktur, bedengan tanam berhasil dibentuk, penanaman dapat dilaksanakan, dan tanaman jahe menunjukkan pertumbuhan vegetatif awal. Dari sisi pengembangan ekonomi, jahe relevan dipilih karena termasuk komoditas biofarmaka yang memiliki penggunaan luas serta peluang pengembangan menjadi produk olahan bernilai tambah. Namun, karena kegiatan yang terdokumentasi masih berada pada fase pertumbuhan dan belum memasuki tahap panen, artikel ini tidak mengklaim peningkatan pendapatan secara langsung; nilai ekonomi dibahas sebagai potensi yang perlu diuji melalui pencatatan biaya, produktivitas, harga jual, dan pengolahan pascapanen pada tahap lanjutan. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa optimalisasi lahan melalui budidaya jahe dapat menjadi model pembelajaran kontekstual, penguatan keterampilan mahasiswa, dan dasar pengembangan kewirausahaan pertanian berbasis kampus. Kata kunci: budidaya jahe; optimalisasi lahan; pengabdian kepada masyarakat; mahasiswa; nilai ekonomi
Pengembangan Kebun Edukasi Kampus Melalui Budidaya Cabai Dan Pepaya Sebagai Media Pembelajaran Pertanian Berkelanjutan:  Hermansyah1, Nadia Rahmadani2 , Novia Wulan Dari3 , Mutia Dwi Pebrian4 , Muhamad Adam5 Nadia Rahmadani; Hermansyah; Novia Wulan Dari; Mutia Dwi Pebrian; Muhamad Adam
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/235n4t51

Abstract

Kebun edukasi di lingkungan perguruan tinggi dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar kontekstual yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan praktik pengelolaan tanaman, kepedulian lingkungan, dan prinsip keberlanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan kebun edukasi kampus melalui budidaya cabai (Capsicum spp.) dan pepaya (Carica papaya L.) serta mendorong keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran pertanian berbasis pengalaman. Kegiatan dilaksanakan di Politeknik Seruyan pada bulan mei sampai juli tahun 2026 dengan melibatkan dosen dan 5 mahasiswa. Pelaksanaan dilakukan melalui tahapan identifikasi area, penyiapan media dan bibit, penanaman, pemeliharaan partisipatif, observasi, dokumentasi, dan refleksi kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa area kampus dapat dioptimalkan menjadi sarana pembelajaran terbuka yang mempertemukan aspek budidaya, pemanfaatan ruang, kerja kolaboratif, dan literasi pertanian berkelanjutan. Budidaya cabai memberikan konteks pembelajaran mengenai pengelolaan tanaman hortikultura semusim yang memerlukan pemeliharaan intensif, sedangkan pepaya memperluas pengalaman mahasiswa pada tanaman buah dengan siklus pertumbuhan lebih panjang. Kegiatan ini tidak ditempatkan sebagai uji agronomis, tetapi sebagai model pengabdian berbasis living laboratory yang dapat dipertahankan melalui pembagian tanggung jawab pemeliharaan dan pemanfaatan kebun dalam kegiatan akademik. Keberlanjutan program memerlukan jadwal perawatan, pencatatan pertumbuhan, pengelolaan bahan organik, dan integrasi kebun ke aktivitas pembelajaran atau pengabdian berikutnya. Kata kunci: kebun edukasi; cabai; pepaya; pertanian berkelanjutan; pembelajaran berbasis pengalaman; kampus.
Sinergi Pengelolaan Pupuk Kompos dan Budidaya Cabai & Daun Bawang sebagai Program Kuliah Kerja Nyata Berbasis Lingkungan Kampus  : Suroto¹, Riza Sitya Nurrahmah², Suci Wulan Sari³, Okval Ridho Paundra⁴, Novita Salwa Fitria Haris⁵, Fathur Rohman⁶ Riza Sitya Nurrahmah; Suroto
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/1csmfg02

Abstract

ABSTRAK Pembersihan lahan sebelum kegiatan budidaya umumnya menghasilkan rumput dan gulma yang jarang dimanfaatkan lebih lanjut, meskipun berpotensi diolah menjadi pupuk kompos. Artikel ini melaporkan pelaksanaan dua program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 3 Politeknik Seruyan yang saling terhubung, yaitu pengolahan rumput dan gulma menjadi pupuk kompos serta budidaya cabai dan daun bawang menggunakan media polybag, yang dilaksanakan di Laboratorium Pengelolaan Agribisnis Perkebunan pada 1 Mei hingga 24 Juli 2026. Kegiatan melibatkan dosen dan mahasiswa melalui pendekatan partisipatif, mulai dari pembersihan lahan, fermentasi kompos menggunakan EM4, penyemaian, pemeliharaan, hingga pemindahan bibit ke lahan tanam. Rumput dan gulma yang diperoleh diolah menjadi kompos, lalu diaplikasikan kembali pada lahan yang sama, membentuk siklus pemanfaatan sumber daya yang tertutup. Berbeda dari rencana awal yang mengarahkan kompos untuk dijual, seluruh hasil kompos dialihkan sebagai media tanam. Hasil kegiatan menunjukkan kedua program tercapai 100% secara implementasi; kompos matang dalam waktu kurang dari satu bulan dan mendukung pertumbuhan tanaman hingga menghasilkan bibit layak jual. Penjualan bibit menghasilkan pemasukan Rp 40.000, sementara total biaya program mencapai Rp 260.000, sehingga tercatat selisih rugi sementara Rp 220.000 akibat hasil panen segar yang belum terjual saat pelaporan. Artikel ini menyimpulkan bahwa keterkaitan fungsional antara pengelolaan gulma lahan dan kegiatan budidaya dapat menjadi model pengabdian yang saling menguatkan secara teknis, meskipun keberhasilan implementasi tidak selalu tercermin pada capaian finansial jangka pendek. Kata kunci: pupuk kompos; gulma lahan; budidaya cabai; daun bawang; kuliah kerja nyata; siklus pemanfaatan lahan   ABSTRACT Land clearing prior to cultivation typically yields grass and weeds that are rarely utilized further, despite their potential for conversion into compost. This article reports on two interconnected Community Service Program (KKN) initiatives undertaken by Group 3 of Seruyan Polytechnic: processing grass and weeds into compost and cultivating chili peppers and scallions in polybags. These activities were conducted at the Plantation Agribusiness Management Laboratory from May 1 to July 24, 2026. The project employed a participatory approach involving both lecturers and students, covering stages from land clearing and compost fermentation (using EM4) to seedling propagation, maintenance, and transplanting. The harvested grass and weeds were processed into compost and subsequently applied to the same land, creating a closed-loop resource utilization cycle. Although the initial plan intended for the compost to be sold, the entire output was instead utilized as a growing medium. Results indicate 100% implementation success for both programs; the compost matured in under a month and supported plant growth, yielding marketable seedlings. Seedling sales generated IDR 40,000 in revenue against total program costs of IDR 260,000, resulting in a temporary net loss of IDR 220,000 due to unsold fresh produce at the time of reporting. The article concludes that the functional link between weed management and cultivation activities offers a mutually reinforcing model for community service, even though successful implementation is not always reflected in short-term financial outcomes. Keywords: compost; land weeds; chili cultivation; scallions; community service program; land utilization cycle  
PEMANFAATAN BAHAN ORGANIK LOKAL SEBAGAI MEDIA TANAM ALTERNATIF INOVASI DALAM MENDUKUNG PERTANIAN MANDIRI: Azizatul Hayaniy1,Tirsa Neyatri Bandrang2, Azizatul Hayaniy; Tirsa Neyatri Bandrang
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/yd97r778

Abstract

Ketersediaan bahan organik lokal yang melimpah di lingkungan masyarakat belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber daya pertanian. Bahan organik seperti sekam padi, serasah tanaman, kompos, cocopeat, dan limbah organik rumah tangga memiliki potensi untuk diolah menjadi media tanam alternatif yang ramah lingkungan dan bernilai guna. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan bahan organik lokal sebagai media tanam alternatif serta mendorong penerapan pertanian mandiri yang efisien, ekonomis, dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, penyuluhan, demonstrasi, praktik pembuatan media tanam, pendampingan, dan evaluasi. Peserta diberikan pemahaman mengenai karakteristik bahan organik, fungsi media tanam, komposisi bahan, teknik pencampuran, serta cara penggunaan media tanam untuk budidaya tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan bahan organik lokal dapat menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap media tanam komersial sekaligus meningkatkan pemanfaatan limbah organik. Masyarakat memperoleh keterampilan dalam mengolah bahan yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi media tanam yang lebih produktif dan bernilai ekonomi. Kegiatan ini juga memberikan pemahaman bahwa pengelolaan bahan organik secara tepat dapat mendukung kesuburan media, efisiensi penggunaan sumber daya, dan penerapan konsep pertanian berkelanjutan. Dengan demikian, pemanfaatan bahan organik lokal sebagai media tanam alternatif dapat menjadi salah satu inovasi sederhana dalam mendukung pertanian mandiri dan ramah lingkungan. Kata kunci: bahan organik lokal, media tanam, pertanian mandiri, pertanian berkelanjutan, inovasi pertanian.
PENERAPAN SISTEM AKUAPONIK TERPADU BUDIDAYA IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) DENGAN TANAMAN PAKCOY (BRASSICA RAPA L.) DAN SELADA (LACTUCA SATIVA) DI POLITEKNIK SERUYAN: Donny Dwy Judianto Leihitu1,Iftisar Rozikin2, Tirsa Neyatri Bandrang3 donny leihitu; iftisar Rozikin; Tirsa Neyatri Bandrang
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/fchjbr47

Abstract

Kabupaten Seruyan memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dan perikanan. Namun, praktik konvensional sering kali terkendala oleh keterbatasan lahan, air, dan pengetahuan teknis. Sebagai institusi pendidikan vokasi, Politeknik Seruyan memiliki peran strategis dalam menciptakan solusi inovatif dan berkelanjutan melalui pengembangan teknologi terapan. Salah satu alternatif yang menjanjikan adalah sistem akuaponik, yaitu sistem integrasi antara akuakultur dan hidroponik dalam satu siklus yang ramah lingkungan. Akuaponik memanfaatkan limbah organik dari ikan sebagai nutrisi bagi tanaman, sedangkan tanaman berperan menyaring air untuk ikan. Sistem ini hemat air, bebas pestisida, dan efisien dalam penggunaan ruang. Pengabdian ini dirancang untuk mendemonstrasikan dan melatih civitas akademika serta masyarakat sekitar dalam menerapkan sistem akuaponik menggunakan ikan nila, pakcoy, dan selada sebagai komoditas utama. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk menerapkan sistem akuaponik terpadu dalam budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) dan tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) serta selada (Lactuca sativa) di lingkungan Politeknik Seruyan selama 30 hari. Sistem akuaponik memanfaatkan limbah metabolisme ikan sebagai nutrisi tanaman, menciptakan hubungan timbal balik yang efisien dan ramah lingkungan. Hasil dari kegiatan menunjukkan pertumbuhan ikan dan tanaman yang optimal serta kualitas air yang stabil. Sistem ini terbukti layak diterapkan di skala pendidikan dan rumah tangga sebagai solusi pertanian terpadu berkelanjutan. Kata kunci: akuaponik, ikan nila, pakcoy, selada, Politeknik Seruyan