cover
Contact Name
Safni Elivia
Contact Email
safni@iphorr.com
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Karet, Sumber Rejo, Kec. Kemiling, Kota Bandar Lampung, Lampung 35155
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports
ISSN : 28079094     EISSN : 28078489     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian kualitatif di bidang kesehatan berkaitan dengan penjelasan narasi atau cerita di balik suatu fakta atau kejadian. Disamping itu memuat laporan kegiatan penerapan asuhan keperawatan dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan Juli dan Desember
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2024): December Edition 2024" : 10 Documents clear
Efektivitas posisi semi fowler modifikasi modifikasi pursed lips breathing terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien tb paru Silvia, Andi Bunga; Kurniasih, Dennti; Yulendasari, Rika
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i2.411

Abstract

Background: Pulmonary tuberculosis is a contagious infectious disease that occurs in the lower human respiratory tract caused by the bacterium Mycobacterium Tuberculosis. As a result, it can affect oxygen saturation levels in pulmonary TB patients. One of the non-pharmacological treatments that can be given to pulmonary TB patients is modified semi-fowler position pursed lips breathing. The prevalence of pulmonary TB in Lampung province in 2017 reached 7,627 cases, and there was a very rapid increase in 2019, namely 3,077,136 cases of pulmonary TB sufferers. Purpose: To determine the effectiveness of modified semi-fowler position pursed lips breathing on increasing oxygen saturation in pulmonary TB patients. Methods: Qualitative descriptive research with a case study descriptive research design with a nursing care approach, which includes assessment, nursing diagnosis, planning, implementation and evaluation. Nursing care in this study was carried out on 2 pulmonary TB patients at RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Lampung Province in May 2024. The intervention provided was the application of nursing care using the semi-fowler position technique modified with pursed lips breathing exercises carried out for three days. Results: The results of Mr. Y, before being given therapy in semi-fowler position modified pursed lips breathing, the SPO2 value = 90% and after being given therapy for 3 days, an increase in SPO2 = 96% was obtained. Meanwhile, Mr. T results obtained before the SPO2 value = 93% and after therapy was given an increase in SPO2: 98%. Conclusion: The results of the evaluation of the application of modified pursed lips breathing semi-fowler position therapy which was carried out for 3 days showed significant success in increasing oxygen saturation levels in patients.   Keywords : Pulmonary TB; Semi Fowler Position Modified Pursed Lips Breathing.   Pendahuluan: Tuberkulosis paru adalah suatu penyakit infeksi menular yang terjadi pada saluran pernapasan manusia bagian bawah yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberkulosis. Akibatnya dapat mempengaruhi kadar saturasi oksigen pada pasien TB paru. Salah satu penanganan non farmakologi yang dapat diberikan pada pasien TB paru adalah posisi semi fowler modifikasi pursed lips breathing. Prevalensi TB paru di provinsi Lampung tahun 2017 mencapai 7.627 kasus, dan terjadi peningkatan yang sangat pesat pada tahun 2019 yaitu 3.077.136 kasus penderita TB paru. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas posisi semi fowler modifikasi modifikasi pursed lips breathing terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien tb paru. Metode: Penelitian deskriptif kualitatif dengan desain penelitian deskriptif studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan, yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Asuhan keperawatan pada penelitian ini dilakukan pada 2 pasien TB paru di Di Rsud. Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung pada bulan Mei tahun 2024. Intervensi yang diberikan adalah penerapan asuhan keperawatan dengan teknik posisi semi fowler yang dimodifikasi dengan latihan nafas pursed lips breathing yang dilakukan selama tiga hari. Hasil: Hasil kasus Tn. Y sebelum diberikan terapi posisi semi fowler modifikasi pursed lips breathing nilai SPO2=90% dan setelah diberikan terapi selama 3 hari didapatkan peningkatan SPO2=96%. Sedangkan pada Tn. T didapatkan hasil sebelum nilai SPO2 =93% dan setelah diberikan terapi didapatkan peningkatan SPO2:98%. Simpulan: Hasil evaluasi penerapan terapi posisi semi fowler modifikasi pursed lips breathing yang telah dilakukan selama 3 hari menunjukan adanya keberhasilan yang signifikan terhadap peningkatan kadar saturasi oksigen pada pasien.   Kata Kunci : Posisi Semi Fowler Modifikasi Pursed Lips Breathing; TB paru.
Efektivitas terapi benson untuk mengatasi gangguan pola tidur pada lansia Mardani, Mardani; Elliya, Rahma; Furqoni, Prima Dian
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i2.413

Abstract

Background: Elderly is the closing period of a person's life span in which gradual physical and psychological decline occurs. One of the main aspects of improving the health of the elderly is maintaining sleep. The impact that occurs if someone is unable to get enough sleep is a change in personality and behavior. One of the non-pharmacological therapies that can be done is Benson relaxation therapy. Purpose: To determine the effectiveness of Benson therapy to treat sleep pattern disorders in the elderly. Method: Qualitative descriptive research using the case study method and using a Quasi Experimental approach with a One Group Pretest-Posttest Design. The nursing care approach was carried out on 2 patients in Sukajaya Lempasing Village, Teluk Pandan District, Pesawaran Regency, Lampung Province in 2024. This research will be carried out using the Benson relaxation therapy method to overcome sleep pattern disorders in the elderly. The instruments used are the Benson relaxation therapy SOP to overcome sleep pattern disorders in the elderly and observation sheets. Results: Sleep pattern disturbance before Benson therapy was obtained by Mrs. M=17 (Poor) and Mrs. Score. C=16 (Bad). However, after doing Benson relaxation therapy, Mrs. M=7 (Good) and Mrs. score. C=6 (Good). Conclusion: The results of the evaluation show that Benson relaxation therapy has proven to be effective in treating sleep pattern disorders in the elderly.   Keywords: Elderly; Benson Relaxation Therapy; Sleep Pattern Disorders.   Pendahuluan: Lansia merupakan periode penutup bagi rentang kehidupan seseorang yang terjadi kemunduran fisik dan psikologis secara bertahap. Salah satu aspek utama dari peningkatan kesehatan lansia ialah pemeliharaan tidur. Dampak yang terjadi apabila seseorang tidak mampu mencukupi kebutuhan tidurnya adalah perubahan kepribadian dan perilaku. terapi non-farmakologi yang dapat dilakukan salah satunya adalah terapi relaksasi Benson. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas terapi benson untuk mengatasi gangguan pola tidur pada lansia. Metode: Penelitian deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus dan menggunakan pendekatan Quasi Eksperimen dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Pendekatan asuhan keperawatan dilakukan kepada 2 pasien di Desa Sukajaya Lempasing Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung Tahun 2024. Penelitian ini akan dilakukan dengan metode terapi relaksasi benson untuk mengatasi gangguan pola tidur pada lansia. Instrumen yang digunakan yaitu SOP terapi relaksasi Benson untuk mengatasi gangguan pola tidur pada lansia dan lembar observasi. Hasil: Gangguan pola tidur sebelum dilakukan terapi benson diperoleh skor Ny. M=17 (Buruk) dan Skor Ny. C=16 (Buruk). Namun setelah dilakukan terapi relaksasi benson diperoleh skor Ny. M=7 (Baik) dan skor Ny. C=6 (Baik). Simpulan: Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tindakan terapi relaksasi benson terbukti efektif dalam mengatasi gangguan pola tidur pada lansia.   Kata Kunci: Lansia; Gangguan Pola Tidur; Terapi Relaksasi Benson.
Efektivitas terapi bermain puzzle terhadap perkembangan motorik halus anak usia prasekolah di Panti Asuhan Bussaina Bandar Lampung Nadila, Tiya; Novikasari, Linawati; Winarno, Rudi
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i2.424

Abstract

Background: The growth and development of children in Indonesia requires serious attention, because delays in growth and development are still quite high, namely around 5-10% of children experience general delays. Children who receive targeted stimulation can develop more quickly than children who receive less stimulation. Therefore, providing stimulation is very important to optimize children's fine motor development. One way to overcome delays in fine motor development in preschool children is to learn through play. Puzzles are a type of game that improves thinking skills, makes it easier for children to remember and understand concepts, and increases children's creativity. Purpose: To determine the effectiveness of playing puzzles on the fine motor development of children aged 5-6 years. Method: This type of research uses descriptive qualitative research, this research uses descriptive research methods in the form of case studies with a Nursing Care approach, which includes assessment, nursing diagnosis, planning, implementation and evaluation. The research was conducted at the Bussaina Orphanage in Bandar Lampung in April-May 2024 on two patients, namely An. S and An. Y. Data analysis was carried out by comprehensive data collection. Data interpretation has two narrow and limited aspects, namely only the research questions answered by the data obtained. Result: The results of nursing data analysis on patient An.S who was only able to carry out 6 out of 20 fine motor assessments of toddlers so he was said to be experiencing growth and development disorders. Apart from that, patient An.Y also experienced growth and development disorders because he could only carry out 8 of the 20 assessments in the research conducted. After providing nursing care for 4 meetings, at the last meeting, patient An.S (49 months) showed enjoyment in playing puzzles and actively answering known pictures. In addition, the evaluation results of patient An.Y (50 months) show that it is now easier to play puzzles and participate in therapy actively and expressively. Conclusion: Puzzle games given to children aged 5 to 6 years have proven to be effective in improving children's fine motor development. Suggestion: It is hoped that the Bussaina Orphanage in Bandar Lampung can provide and utilize puzzle playing media to improve the fine motor development of children in the orphanage.   Keywords: Fine Motor Development; Preschool; Puzzle Play Therapy. Pendahuluan : Tumbuh kembang anak di Indonesia memerlukan perhatian serius, karena keterlambatan tumbuh kembang masih cukup tinggi yaitu sekitar 5-10% anak mengalami keterlambatan umum. Anak yang mendapat stimulasi tepat sasaran dapat berkembang lebih cepat dibandingkan anak yang mendapat stimulasi lebih sedikit. Oleh karena itu pemberian stimulasi sangat penting untuk mengoptimalkan perkembangan motorik halus anak. Salah satu cara mengatasi keterlambatan perkembangan motorik halus pada anak prasekolah adalah dengan belajar melalui bermain. Puzzle merupakan salah satu jenis permainan yang meningkatkan kemampuan berpikir, memudahkan anak mengingat dan memahami konsep, serta meningkatkan kreativitas anak. Tujuan : Untuk mengetahui efektivitas bermain puzzle terhadap perkembangan motorik halus anak usia 5-6 tahun. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan, yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian dilakukan di Panti Asuhan Bussaina Bandar Lampung pada bulan April-Mei 2024 pada dua pasien yaitu An. S dan An. Y. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data secara menyeluruh. Penafsiran data mempunyai dua aspek yang sempit dan terbatas, yaitu hanya pada pertanyaan penelitian yang dijawab oleh data yang diperoleh. Hasil : Hasil analisa data keperawatan pada pasien An.S yang hanya dapat melakukan 6 dari 20 penilaian motorik halus balita sehingga dikatakan mengalami gangguan tumbuh kembang. Selain itu, pasien An.Y juga mengalami gangguan tumbuh kembang karena hanya dapat melakukan 8 dari 20 penilaian dalam penelitian yang dilakukan. Setelah menjalani asuhan keperawatan selama 4 pertemuan, pada pertemuan terakhir pasien An.S (49 bulan) menunjukkan rasa senang bermain puzzle dan dengan aktif menjawab gambar yang diketahui. Selain itu, hasil evaluasi pasien An.Y (50 bulan) menunjukkan sekarang lebih mudah memainkan puzzle dan mengikuti terapi dengan aktif dan ekspresif. Simpulan: Permainan puzzle yang diberikan kepada anak usia 5 sampai 6 tahun terbukti efektif dalam peningkatan perkembangan motorik halus anak. Saran: Panti Asuhan Bussaina Bandar Lampung diharapkan dapat menyediakan dan memanfaat media bermain puzzle untuk meningkatkan perkembangan motorik halus anak di panti.   Kata Kunci : Perkembangan Motorik Halus; Prasekolah; Terapi Bermain Puzzle.  
Efektivitas terapi bermain pada anak prasekolah dengan kecanduan gadget Satria, Imanda; Setiawati, Setiawati; Wandini, Riska
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i2.431

Abstract

Background : Continuous use of gadgets will have a negative impact on children's thinking patterns and behavior in their daily lives. Children who tend to continuously use gadgets will become very dependent on them and become routine activities in their daily activities. In this case, children often prefer to play with gadgets, causing children to become lazy about moving and doing activities. They prefer to sit in front of gadgets and enjoy games with certain features rather than interacting with the real world. This certainly has a negative impact on children's development and health, especially in terms of the brain and psychology. Purpose: To determine the effectiveness of play therapy in pre-school children with gadget addiction. Method: Descriptive case study research with a child care approach following Standard Operating Procedures (SOAP). Nursing care in this research was carried out in May 2024 for 3 preschool children who were diagnosed with gadget addiction in Lempuyang Bandar Village, Wei Pengbuan District, Central Lampung. The three research cases are given the initials An.H, An.N, and An.B. The intervention was given to the three patients for 3 days. Data analysis uses comparative descriptive analysis. Results: Implementation of the intervention for 3 days in case 1 (An.H), case 2 (An.N), and case 3 (An.B) showed significant changes. Before implementing Lego play therapy, the three cases were in the high category, but after being given intervention for 3 consecutive days, the three cases experienced a significant decrease. Case 1 (An.H) is in the medium category, case 2 (An.N) is still in the high category but the duration of gadget use has decreased, and case 3 is in the low category. This can be seen from changes in sleep patterns, social interactions with peers, and interactions with awake parents. Conclusion: The use of Lego play therapy is effective in reducing gadget addiction in preschool children.   Keywords: Gadget Addiction; Play Therapy; Preschool Children.   Pendahuluan : Penggunaan gadget secara terus menerus akan berdampak buruk terhadap pola pikir dan perilaku anak dalam kehidupan kesehariannya. Anak-anak yang cenderung terus menerus menggunakan gadget akan sangat tergantung dan menjadi kegiatan yang rutin dalam aktivitas sehari hari, dalam hal ini sering kali anak-anak lebih memilih bermain gadget sehingga menyebabkan anak menjadi malas bergerak dan beraktivitas. Mereka lebih memilih duduk di depan gadget dan menikmati permainan yang ada pada fitur-fitur tertentu dibandingkan berinteraksi dengan dunia nyata. Hal ini tentu berdampak buruk bagi perkembangan dan kesehatan anak, terutama di segi otak dan psikologis. Tujuan : Untuk mengetahui efektivitas terapi bermain pada anak pra sekolah dengan kecanduan gadget. Metode : Penelitian deskriptif studi kasus dengan pendekatan perawatan anak mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOAP). Asuhan keperawatan pada penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2024 kepada 3 orang anak prasekolah yang didiagnosa mengalami kecanduan gadget di Desa Lempuyang Bandar, Kecamatan Wei Pengbuan, Lampung Tengah. Ketiga kasus penelitian diberi inisial An.H, An.N, dan An.B. Intervensi yang diberikan pada ketiga pasien selama 3 hari. Analisa data menggunakan analisis deskriptif komparatif. Hasil : Pelaksanaan intervensi selama 3 hari pada kasus 1 (An.H), kasus 2 (An.N), dan kasus 3 (An.B) menunjukkan adanya perubahan yang signifikan. Sebelum pelaksanaan terapi bermain lego ketiga kasus tersebut masuk dalam kategori tinggi, namun setelah diberikan intervensi selama 3 hari berturut-turut ketiga kasus tersebut mengalami penurunan yang signifikan. Kasus 1 (An.H) masuk dalam kategori sedang, kasus 2 (An. N) masih dalam kategori tinggi namun durasi penggunaan gadget menurun, dan kasus 3 masuk dalam kategori rendah. Hal ini dapat dilihat dari perubahan pola tidur, interaksi sosial dengan teman sebaya, dan interaksi dengan orang tua terbangun. Simpulan : Penggunaan terapi bermain lego efektif dalam menurunkan kecanduan penggunaan gadget pada anak prasekolah, sehingga permainan yang efektif seperti lego dapat membantu dalam menurunkan kecanduan gadget pada anak prasekolah.   Kata Kunci : Anak Prasekolah; Kecanduan Gadget; Terapi Bermain.
Perbedaan efektifitas pemberian teh hijau dan bawang hitam (garlic) terhadap kadar gula darah pasien DM Herawati, Ade Tika; Rahayu, Sri Mulyati; Jamiyanti, Anggi
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i2.471

Abstract

Background: Increased blood sugar levels due to impaired glucose absorption due to insulin deficiency or reduced cell sensitivity to glucose absorption are the main symptoms in DM patients. The fluctuating increase and decrease in blood sugar depends on several factors, one of which is food consumption.  Various efforts are made to reduce blood sugar levels, such as adjusting diet, exercising, doing physical activity, consuming anti-DM drugs, and controlling blood sugar regularly. Diet management is done by reducing the amount of sweet foods, carbohydrates, or foods high in glucose. Apart from that, consuming food or herbal medicines such as consuming green tea and consuming black onions (Garlic) can reduce the blood sugar levels of DM patients. Purpose: To determine the effectiveness of giving green tea and black garlic in reducing blood sugar levels in DM patients. Method: This research was a Quasi-experimental with a control group which was carried out on two groups, namely model A group which was given green tea and model B group which was given black onions regularly for 1 month. Participants in this study were DM patients in the working area of ​​the Panyileukan Community Health Center who were actively prolanist. The intervention of giving green tea was carried out twice a day in the morning and evening, while the intervention was giving 2 cloves of black onion twice a day for 1 month. Data analysis using SPSS with Paired T-Test. Results: The average blood sugar level in model A group before giving green tea was 125.7 mg/dl and in model B group given black onion (Garlic) was 155.1 mg/dl. After being given the intervention, blood sugar levels decreased, in model A group the average blood sugar level was 118.3 mg/dl and in model B group it was 131.4 mg/dl. Based on the results of the analysis carried out on the two groups, it was found that blood sugar levels decreased. The average reduction in model A group was 7.4 mg/dl and in model B group was 23.7. Conclusion: Giving green tea and black garlic can reduce blood sugar levels in DM patients. However, of the two interventions, giving black garlic was more effective in reducing blood sugar levels in DM patients than giving green tea. Suggestion: DM sufferers are advised to consume black garlic as an additional alternative to lower blood sugar levels.   Keywords: Black Garlic; Blood Sugar Levels; Green Tea.   Pendahuluan: Peningkatan kadar Gula darah akibat terganggunya penyerapan glukosa akibat kekurangan insulin atau berkurangnya kepekaan sel terhadap penyerapan glukosa merupakan gejala utama pada pasien DM. Peningkatan dan penurunan gula darah secara fluktuatif tergantung dari beberapa faktor, salah satunya adalah konsumsi makanan.  Berbagai Upaya dilakukan untuk menurunkan kadar gula darah tersebut seperti pengaturan diet, olahraga , melakukan aktivitas fisik, konsumsi obat-obatan anti DM, dan kontrol gula darah secara rutin. Pengaturan diet dilakukan dengan mengurangi jumlah makanan manis, karbohidrat, atau makanan tinggi glukosa. Selain itu, mengkonsumsi makanan atau obat-obatan herbal seperti mengkonsumsi teh hijau dan mengkonsumsi bawang hitam (Garlic) dalam mengurangi kadar gula darah pasien DM. Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas pemberian teh hijau dan bawang hitam dalam penurunan kadar gula darah pasien DM. Metode: Penelitian ini adalah Quasi eksperiment dengan grup kontrol yang dilakukan pada dua kelompok yaitu kelompok model A dengan pemberian teh hijau dan kelompok model B pemberian bawang hitam secara teratur selama 1 bulan. Partisipan pada penelitian ini adalah pasien DM yang berada di wilayah kerja Puskesmas Panyileukan yang aktif prolanis. Intervensi pemberian teh hijau dilakukan 2x sehari pagi dan sore hari, sedangkan intervensi pemberian bawang  hitam 2x sehari sebanyak 2 siung selama 1 bulan. Analisa data menggunakan SPSS dengan pengujian Paired T-Test.   Hasil: Rata-rata kadar gula darah pada kelompok model A sebelum dilakukan pemberian teh hijau adalah 125.7 mg/dl dan pada kelompok model B yang diberikan bawang hitam (Garlic) adalah 155.1 mg/dl. Setelah diberikan intervensi terjadi penurunan kadar gula darah, kelompok model A rata-rata kadar gula darah sebesar 118.3 mg/dl dan pada Kelompok model B adalah 131.4 mg/dl. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pada kedua kelompok didapatkan penurunan kadar gula darah. Rata-rata penurunan pada kelompok model A sebesar 7.4 mg/dl dan pada kelompok model B sebesar 23.7. Simpulan: Pemberian teh hijau dan bawang hitam dapat menurunkan kadar gula darah pasien DM. Namun dari kedua intervensi tersebut, pemberian bawang hitam lebih efektif menurunkan kadar gula darah pada pasien DM dari pada pemberian teh hijau. Saran: Penderita DM disarankan untuk mengkonsumsi bawang hitam sebagai alternatif tambahan untuk menurunkan kadar gula darah.   Kata Kunci : Kadar Gula Darah; Teh Hijau; Bawang Hitam
Efektifitas mindfulness terhadap tingkat kecemasan siswa SMK dalam menghadapi ajaran baru Indarna, Asep Aep; Derajat, Agus Miraj; Widyawati, Widyawati
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i2.477

Abstract

Background: Students' anxiety in facing new school teachings needs to be considered. Many studies have been conducted and show that anxiety is one of the factors that threatens students' quality of life and achievement at school. Mindfulness training is able to develop students' availability of learning resources, strengthen their availability to feelings, and reduce the impact of stress that threatens students' quality of life. Mindfulness combined with the availability of learning resources and awareness of feelings can help reduce students' anxiety levels in facing new school teachings. Purpose: To determine the effectiveness of mindfulness on vocational school students' anxiety levels in facing new teachings. Method: Experimental research with a quasi-experimental approach. The research design uses a pretest and posttest design. The research was carried out at the Bhakti Kencana Cimahi Health Vocational School in October 2024. The population in this study was all 228 class X students. The intervention group consisted of 50 participants and the control group consisted of 50 participants using a stratified random sampling technique. The instruments used were questionnaire sheets and observation sheets. The statistical test uses the Wilcoxon Sign Rank Test with a significance value of α = 0.05. Results: Before giving the mindfulness intervention to 50 participants there was a moderate level of anxiety (68%), and after being given the intervention the level of anxiety became mild (60%). The Wilcoxon Sign Rank Test results show a value of ρ = 0.001 (ρ<α). Conclusion: Mindfulness is effective in reducing the anxiety level of vocational school students in facing new teachings.   Keywords: Anxiety;  Mindfulness; Students.   Pendahuluan: Kecemasan siswa dalam menghadapi ajaran baru sekolah perlu dipertimbangkan. Banyak penelitian yang telah dilakukan dan menunjukkan bahwa kecemasan adalah salah satu faktor yang mengancam kualitas hidup dan prestasi siswa di sekolah. Pelatihan mindfulness mampu mengembangkan ketersediaan sumber daya belajar siswa, memperkuat ketersediaan mereka pada perasaan, dan mengurangi dampak stres yang mengancam kualitas hidup siswa. Mindfulness digabung dengan ketersediaan sumber daya belajar dan ketersederahan pada perasaan yang dapat membantu mengurangi tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi ajaran baru sekolah. Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas  mindfulness terhadap tingkat kecemasan siswa SMK dalam menghadapi ajaran baru. Metode: Penelitian eksperimental  dengan pendekatan quasi eksperimen. Rancangan penelitian menggunakan pretest and posttest design. Penelitian dilaksanakan di SMK Kesehatan Bhakti Kencana Cimahi pada bulan Oktober 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X sebanyak 228 orang. Kelompok intervensi sebanyak 50 partisipan dan kelompok kontrol sebanyak 50 partisipan dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner dan lembar observasi. Uji statistik menggunakan Uji Wilcoxon Sign Rank dengan nilai kemaknaan α = 0.05. Hasil: Sebelum pemberian intervensi  mindfulness kepada 50 partisipan terdapat tingkat kecemasan sedang (68%), dan setelah diberikan intervensi tingkat kecemasan menjadi ringan (60%). Hasil Uji Wilcoxon Sign Rank menunjukkan nilai ρ = 0.001 (ρ < α). Simpulan:  Mindfulness efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan siswa SMK dalam menghadapi ajaran baru.   Kata Kunci: Kecemasan;  Mindfulness; Siswa.
Penggunaan calcium alginate dressing terhadap penyembuhan luka dm: Case report Suprapti, Tuti; Muslim, Dede Nur Aziz; Anri, Anri
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i2.479

Abstract

Background: The use of calcium alginate dressing in the wound healing process in diabetes mellitus (DM) plays an important role as a wound dressing material that can help speed up the healing process. Calcium alginate functions to absorb exudate from wounds, create a moist environment that supports tissue regeneration, and prevents infection. This material is also able to stimulate the hemostasis process and reduce swelling, which is very beneficial for DM sufferers who often experience problems healing wounds due to disorders of blood circulation and the immune system. Purpose: To find out the healing process in DM wounds with the wound care method using Calcium Alginate Dressing with the aim of speeding up the wound healing process in DM Patients. Method: Pre-experiment method without control one group pre-test post-test design. The population of this study were DM patients with diabetic wounds and samples were taken using purposive sampling so that the total sample was 3 people. The research instrument used was the Bates-Jensen wound assessment tool (BWAT) with assessment criteria for a minimum BWAT severity score of 13-20, BWAT mild severity score of 21-30, BWAT moderate severity score of 31-40, BWAT Critical severity score of 41-60. The data analysis used in this research is descriptive analysis. Results: There was a change in the acceleration of the wound healing process from a critical severity score of 41-50 to a moderate severity score. The principle of wound care by creating a moist wound healing environment or keeping the wound environment always moist (not wet or dry) is in line with the modern principle of moisture balance dressing, namely selecting the type of dressing with a moist method to increase fibrinolysis, reduce infection, stimulate the formation of active cells and angiogenesis. Conclusion: There are significant changes in the wound healing process in DM patients.Suggestion: Further research is still needed to explore the optimal duration of calcium alginate use and further evaluate its effectiveness in various types of diabetic wounds.   Keywords: Calcium Alginate; DM Patient; Wound Healing Process   Pendahuluan: Penggunaan kalsium alginat Dressing dalam proses penyembuhan luka pada diabetes melitus (DM) berperan penting sebagai bahan pembalut luka yang dapat membantu mempercepat proses penyembuhan. Kalsium alginat berfungsi untuk menyerap eksudat dari luka, menciptakan lingkungan lembap yang mendukung regenerasi jaringan, serta mencegah infeksi. Material ini juga mampu merangsang proses hemostasis dan mengurangi pembengkakan, yang sangat bermanfaat bagi penderita DM yang sering mengalami masalah dalam penyembuhan luka akibat gangguan peredaran darah dan sistem imun. Tujuan: Untuk mengetahui proses penyembuhan pada luka DM dengan metode perawatan luka menggunakan balutan Calcium Alginate Dressing dengan tujuan untuk mempercepat proses penyembuhan Luka Pada Pasien DM. Metode: Metode pre-eksperimen tanpa control one group pre-test post-test design. Populasi penelitian ini adalah pasien DM dengan luka diabetik dan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga jumlah sampel sebanyak 3 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah alat penilaian luka bates-jensen (BWAT) dengan kriteria penilaian skor keparahan minimal BWAT 13-20, skor keparahan ringan BWAT 21-30, skor keparahan sedang l BWAT 31-40, skor keparahan Kritis BWAT 41- 60. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisa Deskriptif. Hasil: Adanya perubahan percepatan proses penyembuhan luka dari skor keparahan kritis 41-50 menjadi skor keparahan sedang. Prinsip perawatan luka dengan menciptakan lingkungan moist wound healing atau menjaga supaya lingkungan luka selalu dalam keadaan lembab (tidak basah atau kering) sejalan dengan prinsip modern dressing moisture balance yaitu pemilihan jenis balutan (dressing) dengan metode moist untuk meningkatkan fibrinolisis, mengurangi infeksi, menstimulasi pembentukan sel aktif dan angiogenesis. Simpulan: Ada perubahan yang signifikan dalam proses penyembuhan luka pada pasien DM. Saran: Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengeksplorasi durasi optimal penggunaan kalsium alginat dan evaluasi lebih lanjut terhadap efektivitasnya pada berbagai jenis luka diabetik.   Kata Kunci: Calcium Alginate; Pasien DM; Proses Penyembuhan Luka
Pengalaman ibu post partum tentang perawatan luka perineum dalam perspektif budaya Ulfah, Diana; Marlina, Yani; Tambunan, Irisanna
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i2.480

Abstract

Background: The post partum period is an important period for mothers because perineal wound care plays a crucial role in recovery. Cultural beliefs and values ​​often influence maternal compliance with medical education. Many mothers still choose traditional practices, such as the use of herbal concoctions or restricted bathing, which sometimes conflict with medical standards. Understanding post partum mothers' experiences of perineal wound care from a cultural perspective is important for a scientifically based, culturally sensitive care approach. Purpose: To explore the experiences of post partum mothers in caring for perineal wounds and provide an understanding of how to care for these wounds which is influenced by local culture. Apart from that, to broaden nurses' horizons to better appreciate cultural values ​​in society and be able to provide appropriate education regarding perineal wound care. Method: The research design uses a descriptive qualitative phenomenological approach. The informants taken in this research were 6 post partum mothers who were carried out in the independent practice of midwives in the Cileunyi Kulon sub-district area in September - November 2024. The data analysis in this study used the Collaizzi method which has simple, systematic and detailed stages. Results: Beliefs influence mothers' compliance with health education and mothers often prefer traditions. The use of herbal concoctions and activity restrictions dominate wound care so that the family's role is to provide support and advice, thereby influencing treatment decisions. Conclusion: Culture influences post partum mothers' compliance with medical education. There are still many mothers who choose traditional practices in treating perineal wounds. Three main themes were found, namely the influence of culture on compliance, culturally based perspectives on perineal wound care, and the role of family and community. Suggestion: Further research is needed to explore the influence of culture on maternal compliance in perineal wound care.   Keywords: Culture; Perineal Wound Care; Post partum Mothers.   Pendahuluan: Masa post partum adalah periode penting bagi ibu karena perawatan luka perineum memegang peran krusial dalam pemulihan. Kepercayaan dan nilai-nilai budaya sering memengaruhi kepatuhan ibu terhadap edukasi medis. Banyak ibu masih memilih praktik tradisional, seperti penggunaan ramuan herbal atau pembatasan mandi yang kadang bertentangan dengan standar medis. Pemahaman tentang pengalaman ibu post partum dalam perawatan luka perineum dari perspektif budaya penting untuk pendekatan keperawatan peka budaya berbasis ilmiah. Tujuan: Untuk menggali pengalaman ibu post partum dalam merawat luka perineum dan memberikan pemahaman tentang cara merawat luka tersebut yang dipengaruhi oleh budaya setempat. Selain itu untuk memperluas wawasan perawat untuk lebih menghargai nilai-nilai budaya di masyarakat serta mampu memberikan edukasi yang tepat mengenai perawatan luka perineum. Metode: Desain penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif fenomenologi. Informan yang diambil dalam penelitian ini adalah 6 orang ibu post partum yang dilaksanakan di praktek mandiri bidan wilayah kelurahan Cileunyi Kulon pada bulan September - November 2024. Adapun analisa data pada penelitian ini menggunakan metode Collaizzi yang memiliki tahapan sederhana, sistematis, dan rinci. Hasil: Kepercayaan memengaruhi kepatuhan ibu terhadap edukasi kesehatan dan seringkali ibu lebih memilih tradisi. Penggunaan ramuan herbal dan pembatasan aktivitas mendominasi perawatan luka sehingga peran keluarga adalah memberi dukungan dan nasihat sehingga memengaruhi keputusan perawatan. Simpulan: Budaya mempengaruhi kepatuhan ibu post partum terhadap edukasi medis. Masih banyak ibu yang memilih praktik tradisional dalam perawatan luka perineum. Tiga tema utama ditemukan yaitu pengaruh budaya terhadap kepatuhan, perspektif perawatan luka perineum berbasis budaya, dan peran keluarga serta komunitas. Saran: Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menggali pengaruh budaya terhadap kepatuhan ibu dalam perawatan luka perineum.   Kata Kunci: Budaya; Ibu Post Partum; Perawatan Luka Perineum
Penerapan yoga brahmari pranayama dalam mengontrol resiko perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia: Case report Pratiwi, Amanda Septia; Dewi, Marita Kumala; Suyani, Sri
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i2.494

Abstract

Background: The risk of violent behavior is one of the problems of schizophrenia where individuals are at risk of harming themselves, other people and the environment. Patients with problems at risk of violent behavior who are treated in the Helikonia Room at RSJD Dr. RM. Soedjarwadi Klaten generally still experiences signs of symptoms such as unstable emotions, anger, tantrums, throwing things and speaking harshly. Therefore, pharmacological and non-pharmacological interventions are needed during hospital treatment, namely Brahmari Pranayama Yoga to control the risk of violent behavior in patients. Purpose: To determine the effectiveness of applying Brahmari Pranayama yoga in controlling the risk of violent behavior in schizophrenia patients. Method: This descriptive qualitative research uses a case study approach method on schizophrenia patients who experience problems with the risk of violent behavior by providing Brahmari Pranayama yoga therapy. This research was conducted in the Helikonia Room at RSJD Dr. RM. Soedjarwadi Klaten, Central Java Province. The measuring tool used in this research was an observation sheet of signs and symptoms of risk of violent behavior. Case study ethics uses informed consent, anonymity, and confidentiality. Results: RUFA score before the brahmari pranayama yoga intervention was carried out on Mrs. N is 15 (Intensive II) and after carrying out independent yoga intervention, listening to patient complaints, training to control anger verbally and spiritually, and administering medication according to the program. Conclusion: Providing brahmari pranayama yoga intervention carried out for 4 days was effective in reducing signs and symptoms in patients with a risk of violent behavior in patients. Suggestion: Future researchers can use the results of this intervention as basic data and reference in future research related to actions to control the risk of violent behavior with different interventions or other types of yoga.   Keywords: Risk of Violent Behavior; Yoga Brahmari Pranayama   Latar Belakang: Resiko perilaku kekerasan sebagai salah satu masalah skizofrenia dimana individu beresiko dapat mencelakai dirinya, orang lain, maupun lingkungan. Pasien dengan masalah resiko perilaku kekerasan yang dirawat di Ruang Helikonia RSJD Dr. RM. Soedjarwadi Klaten pada umumnya masih mengalami tanda gejala yang muncul seperti emosi yang belum stabil, marah-marah, mengamuk, membanting barang, dan bicara kasar. Oleh sebab itu, dibutuhkan intervensi farmakologis dan non farmakologis selama perawatan di Rumah Sakit yaitu dengan Yoga Brahmari Pranayama untuk mengontrol resiko perilaku kekerasan pada pasien. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas penerapan yoga brahmari pranayama dalam mengontrol resiko perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia. Metode: Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan metode pendekatan studi kasus pada pasien skizofrenia yang mengalami masalah resiko perilaku kekerasan dengan pemberian terapi yoga brahmari pranayama. Penelitian ini dilakukan di Ruang Helikonia RSJD Dr. RM. Soedjarwadi Klaten Provinsi Jawa Tengah. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar observasi tanda dan gejala resiko perilaku kekerasan. Etika studi kasus menggunakan informed consent, anonymity, and confidentiality. Hasil: Skor RUFA sebelum dilakukan intervensi yoga brahmari pranayama pada Ny. N sebesar 15 (Intensif II) dan setelah dilakukan intervensi yoga secara mandiri, mendengarkan keluhan pasien, melatih mengendalikan marah dengan verbal dan spiritual, dan memberikan obat sesuai program. Simpulan: Pemberian intervensi yoga brahmari pranayama yang dilakukan selama 4 hari efektif menurunkan tanda dan gejala pada pasien dengan resiko perilaku kekerasan pasien. Saran: Peneliti selanjutnya dapat menggunakan hasil intervensi ini sebagai data dasar dan acuan dalam penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan tindakan untuk mengontrol resiko perilaku kekerasan dengan intervensi yang berbeda atau jenis yoga yang lain.   Kata Kunci: Resiko Perilaku Kekerasan; Yoga Brahmari Pranayama.
Kombinasi mobilization with movement dan mckenzie terhadap peningkatan fleksibilitas lumbal pada pasien wanita lanjut usia dengan chronic low back pain melalui pemeriksaan kadar serum lipid (ldl) tinggi: case report Zulfikar, Zulfikar; Saputra, Rinaldi Prima; Nuurudin, Muhammad Faris
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i2.543

Abstract

Background: Low Back Pain (LBP) is a complaint of pain felt in the lower back which originates from the spinal region (lower back), muscles, nerves and other structures around it7. Low back pain is caused by muscle stretching or injury, sufferers with complaints of LBP experience a decrease in lumbar range of motion, therefore researchers will carry out mobilization with movement treatment with McKenzie Exercise to find out which is the best approach to increase lumbar flexibility. Purpose: To determine the effectiveness of the combination of mobilization with movement and Mckenzie exercise in increasing spinal flexibility in patients complaining of back pain due to high LDL lipid serum. Method: This research design uses a descriptive case study design with a two group pretest-posttest design with an approach through physiotherapy assessment and physiotherapy intervention which includes history taking, diagnosis, intervention and evaluation, directly with respondents at the STIKES Baitul Hikmah physiotherapy clinic. The type of data used in this research uses primary data with the implementation of this activity going through several stages, namely filling in the biodata then carrying out a pre-test and post-test with a modified Schober test. Results: The results of Mrs. N before being given the combination therapy of MWM and Mckenzie exercise had a pre-test modified Schober test value of 3.7 cm and after being given the combination therapy for 2 months twice a week had a modified Schober test value of 6.3 cm. Suggesstion: This research can be developed with more variables such as their relationship with various types of low back pain, age and gender.   Keywords: Health Education; Balance; Flexibility; Elderly   Pendahuluan: Low Back Pain (LBP) adalah keluhan rasa nyeri yang dirasakan pada bagian punggung bawah yang sumbernya dari tulang belakang daerah spinal (punggung bawah), otot, saraf dan struktur lain yang berada disekitarnya. Low back pain disebabkan adanya peregangan otot maupun cedera, penderita dengan keluhan LBP mengalami penurunan range of motion lumbal oleh karena itu peneliti akan melakukan treatment mobilisation with movement dengan McKenzie exercise untuk mengetahui mana pendekatan terbaik untuk meningkatkan fleksibilitas lumbal. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas kombinasi mobilization with movement dan mckenzie exercise pada peningkatan fleksibilitas lumbal dengan pasien keluhan sakit pinggang akibat serum Lipid LDL tinggi. Metode: Rancangan penelitian ini menggunakan desain deskriptif studi kasus dengan two group pretest-posttest design dengan pendekatan melalui assessment fisioterapi dan intervensi fisioterapi yang meliputi anamnesis, diagnosa, intervensi, dan evaluasi, secara langsung dengan responden di klinik fisioterapi STIKES Baitul Hikmah. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data primer dengan pelaksanaan kegiatan ini melalui beberapa tahapan yaitu mengisi biodata lalu melakukan pre-test dan post-test dengan modified schober test. Hasil: Hasil kasus Ny. N sebelum diberikan terapi kombinasi MWM dan Mckenzie exercise memiliki nilai pre-test modified schober test 3.7 cm dan setelah diberikan terapi kombinasi selama 2 bulan setiap 2 kali seminggu memiliki nilai modified schober test 6.3 cm. Simpulan: Terdapat efektivitas signifikan oleh kedua perlakuan terhadap peningkatan fleksibilitas lumbal pada pasien low back pain dengan kadar serum lipid LDL tinggi. Saran: Penelitian ini dapat dikembangkan dengan lebih banyak variable seperti hubungannya dengan berbagai jenis low back pain, usia maupun jenis kelamin.   Kata Kunci: Fleksibilitas lumbal; Mobilisation With Movement; McKenzie ; Lansia

Page 1 of 1 | Total Record : 10