cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Seminar Nasional IPA
ISSN : 29622905     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Proceeding Seminar Nasional IPA berisi artikel yang bertema inovasi pembelajaran IPA, penelitian dibidang IPA dan ilmu lingkungan yang berasal dari kegiatan Seminar Nasional IPA. Kegiatan Seminar Nasional IPA sendiri merupakan kegiatan yang diselengarakan oleh Jurusan IPA Terpadu UNNES dengan kerjasama dengan Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII). Kegiatan ini merupakan sarana komunikasi pertukaran informasi antara peserta seminar dengan narasumber yang kompeten terkait pembelajaran sains dan ilmu lingkungan, meningkatkan jejaring kerjasama dengan Jurusan IPA Terpadu FMIPA UNNES dan memfasilitasi pertukaran informasi ilmiah berkaitan pembelajaran IPA yang aktif, inovatif dan kreatif khususnya dalam menyongsong Pembelajaran Abad 21 dan pengembangan karakter berwawasan lingkungan.
Articles 125 Documents
Search results for , issue "2025" : 125 Documents clear
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS SIMULASI PHET DENGAN MODEL 7E UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS PADA MATERI SISTEM TATA SURYA DI SMP Firbiyanti, Anzil
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan literasi sains menjadi tantangan utama dalam pembelajaran sains di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), khususnya dalam materi sistem tata surya dan gerakan planet yang bersifat abstrak. Artikel ini bertujuan untuk menawarkan pendekatan konseptual baru melalui integrasi simulasi PhET (Physics Education Technology) dengan model pembelajaran Learning Cycle 7E sebagai upaya strategis untuk meningkatkan literasi sains siswa. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka konseptual, yang menganalisis berbagai sumber ilmiah nasional dan internasional untuk merumuskan kerangka pembelajaran yang inovatif. Simulasi PhET tidak hanya digunakan sebagai alat bantu visual, melainkan sebagai elemen inti dalam proses belajar berbasis eksplorasi, inkuiri, dan refleksi. Setiap tahapan dalam model Learning Cycle 7E mulai dari Engage, Eksplore, Explain, Elaborate, Evaluate, Extend, hingga Evaluate- Reflection dihubungkan dengan aktivitas berbasis simulasi untuk membangun pemahaman konsep, keterampilan proses sains, serta kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi PhET dalam skenario pembelajaran aktif dapat menjembatani kesenjangan antara konsep abstrak dengan pengalaman belajar konkret, sehingga mampu memperkuat literasi sains secara menyeluruh. Selain itu, artikel ini juga mengidentifikasi potensi tantangan dalam implementasi, seperti kesiapan guru dan infrastruktur digital, serta menawarkan solusi berbasis pelatihan dan desain pembelajaran kontekstual. Temuan ini diharapkan menjadi acuan bagi guru dan pengambil kebijakan dalam merancang pembelajaran IPA berbasis teknologi yang lebih bermakna.
PERAN KETERAMPILAN LABORATORIUM MERANCANG PRAKTIKUM UNTUK MENUMBUHKAN LITERASI SAINS YANG EFEKTIF DALAM PEMBELAJARAN IPA Maharani, Devina Wahyu
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran sains seharusnya dirancang untuk membentuk individu yang memiliki kecakapan literasi sains atau scientifically literate. Literasi sains bukan hanya menjadi bagian dari tujuan pendidikan, tetapi juga merupakan kebutuhan esensial dalam kehidupan masyarakat modern. Tingginya tingkat literasi sains suatu negara bahkan berkorelasi erat dengan kemajuan ekonomi dan kualitas hidup masyarakatnya. Dalam konteks ini, peran guru menjadi sangat krusial. Guru dituntut untuk memiliki kompetensi yang lebih unggul dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya dalam membina kemampuan berpikir ilmiah siswa. Tidak hanya guru yang sedang mengajar, mahasiswa calon guru juga perlu dibekali dengan kompetensi sains yang mendalam agar kelak mampu menjalankan tugasnya secara profesional dan efektif. Oleh karena itu, penguasaan literasi sains menjadi modal utama yang harus dimiliki oleh setiap calon pendidik sains. Salah satu pendekatan yang efektif dalam meningkatkan literasi sains adalah melalui penerapan metode inkuiri ilmiah dalam pembelajaran. Pendekatan ini menekankan pada aktivitas eksploratif yang memungkinkan siswa membangun pemahaman melalui proses bertanya, menyelidiki, dan menemukan konsep secara mandiri. Dalam konteks pembelajaran IPA, pendekatan inkuiri tidak hanya meningkatkan pemahaman terhadap fenomena alam, tetapi juga memperkuat sikap ilmiah seperti ketekunan, rasa ingin tahu, dan keterbukaan terhadap data. Penguatan proses sains dan pengembangan sikap ilmiah menjadi aspek penting yang sejalan dengan esensi pendidikan sains itu sendiri. Salah satu strategi yang dapat mendukung penerapan pendekatan ini adalah pembelajaran berbasis praktikum. Melalui kegiatan praktikum yang terstruktur dan bermakna, siswa dapat mengembangkan keterampilan proses sains, menerapkan konsep-konsep yang telah dipelajari, serta meningkatkan kemampuan mereka dalam berpikir kritis dan memecahkan masalah secara ilmiah.
ANALISIS DAN SIMULASI PERUBAHAN WARNA DAUN BERDASARKAN FAKTOR CUACA DENGAN PYTHON Yudha, Pradipta Kusuma
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini menyajikan analisis dan simulasi perubahan warna daun yang dipengaruhi oleh faktor cuaca dan perawatan tanaman menggunakan pemrograman Python. Tiga jenis tanaman Mangifera Indica (Mangga), Cordyline Fruticosa (Andong), dan Prunus Serrulata (Sakura). Dimodelkan untuk mencerminkan variasi warna daun dalam kondisi musim yang berbeda: Kering, Hujan, Musim Gugur, dan Dingin. Simulasi ini menggabungkan data sekunder termasuk curah hujan, penyinaran sinar matahari, temperatur suhu, kelembaban. Visualisasi dikembangkan menggunakan pustaka PyGame, menggabungkan animasi pertumbuhan pohon dari biji hingga dewasa dengan Nilai RGB cuaca dinamis untuk mewakili dedaunan yang sehat, stres, atau pikun. Selain itu, diagram batang RGB terpisah memvisualisasikan komposisi warna daun setiap tanaman di sepanjang musim. Model ini bertujuan untuk mendukung pendidikan lingkungan dan pemantauan tanaman dengan menunjukkan bagaimana faktor eksternal memengaruhi kesehatan tanaman melalui simulasi visual yang menarik
FABRIKASI DAN KARAKTERISASI WAVEGUIDE POLYMETHIL METHACRYLATE (PMMA) DENGAN CORE MATERIAL EXPANDED POLYSTYRENE (EPS) DAN UNSATURATED POLYESTER RESIN (UPR) Mufatihah, Nishfa; Yulianto, Agus; Aji, Mahardika Prasetya; Yulianti, Ian
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan karakterisasi dan fabrikasi waveguide berbasis polymethyl methacrylate (PMMA). Material inti yang digunakan adalah Expanded Polyestyre (EPS) dengan Unsaturated Polyester Resin (UPR) sebagai upaya meningkatkan keefisienan waktu dalam fabrikasi waveguide. Fabrikasi waveguide dilakukan dengan memahat PMMA berbentuk lurus dibagian tengah menggunakan computer numerical control (CNC), kemudian diisi material inti dan disambungkan dengan polymer optical fiber (POF) dan ditutup kembali menggunakan PMMA yang belum dipahat. Waveguide difabrikasi dengan variasi konsentrasi EPS dan UPR sebanyak enam variasi konsentrasi.. Karakterisasi dilakukan dengan cara melewatkan cahaya LED berwarna merah dengan panjang gelombang 660 nm ke dalam waveguide. Pengukuran tegangan keluaran pada waveguide dilakukan menggunakan detektor fotodioda yang disambungkan dengan multimeter. Untuk hasil karakterisasi, waveguide yang memiliki loss arus dan tegangan paling kecil adalah waveguide F dengan konsentrasi EPS dan UPR sebesar 70% dan 30%. Waveguide yang memiliki efisiensi dalam pembuatan adalah waveguide A dengan konsentrasi EPS dan UPR sebesar 20% dan 80%.
PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) UNTUK MEMETAKAN DAERAH RAWAN LONGSOR DI KABUPATEN SUMEDANG Nugraha, Abdurrohman Khotim; Yulianto, Agus; Aji, Mahardika Prasetya
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Sumedang merupakan salah satu kabupaten di Jawa Barat dengan jumlah bencana longsor yang tinggi. Hal ini menjadi indikator perlunya pemetaan daerah rawan longsor sebagai bentuk mitigasi bencana. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan daerah rawan longsor di Kabupaten Sumedang berdasarkan pedoman PVMBG 2015. Metode yang digunakan adalah metode weighted overlay. Data yang digunakan adalah data spasial dari 2 parameter utama pemicu longsor yaitu curah hujan dan kemiringan lereng. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa Kabupaten Sumedang memiliki curah hujan tahunan tinggi (2.000 – 3.000 mm) dan kemiringan lereng curam (30-50%). Hasil pemetaan didapatkan bahwa Kabupaten Sumedang memiliki tingkat kerawanan longsor rendah sampai sedang.
ANALISIS KEBUTUHAN MODEL PEMBELAJARAN CASE BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA POSTER COMMENT UNTUK SISWA SMP. Sinaga, Masdalena; Anwar, Lenny; Rahmad, M.
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan zaman yang semakin pesat memerlukan dunia pendidikan untuk berinovasi dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Pendidikan sains, khususnya di tingkat SMP, perlu disesuaikan dengan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis dan keterampilan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pembelajaran berbasis Case-Based Learning (CBL) yang dibantu media poster comment dalam pembelajaran IPA di SMP. Melalui metode analisis kebutuhan, penelitian ini menggali permasalahan dalam pembelajaran serta kebutuhan siswa untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan komunikasi tulisan. Hasil survei menunjukkan adanya kebutuhan yang tinggi terhadap penerapan model pembelajaran CBL berbantuan media poster comment, yang dapat membuat pembelajaran lebih menarik dan efektif. Dengan demikian, langkah selanjutnya adalah mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis CBL dan media poster comment untuk memenuhi kebutuhan tersebut dan meningkatkan kualitas pembelajaran IPA.
ANALISIS PENGARUH JENIS RAGI DAN PENAMBAHAN NUTRIEN PADA PRODUK BIOETANOL BIJI ALPUKAT Sriyono, Septia Damayanti; Saputri, NirmaYuliana; Rosita, Kholimatu; Aribowo, Litasari Aldila; Aji, Septiko
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biji alpukat termasuk limbah organik yang kaya karbohidrat dan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku alternatif untuk produksi bioetanol melalui fermentasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jenis ragi dan penambahan nutrien terhadap produksi bioetanol dari biji alpukat. Ragi yang digunakan meliputi Saccharomyces cerevisiae dan ragi tapai, dengan variasi nutrien berupa amonium sulfat, urea, dan mineral esensial. Penelitian dilakukan melalui eksperimen laboratorium sederhana yang diterapkan di luar laboratorium konvensional untuk menilai potensi praktisnya. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi Saccharomyces cerevisiae dengan penambahan nutrien menghasilkan kadar bioetanol tertinggi. Penambahan nutrien terbukti meningkatkan efisiensi fermentasi melalui dukungan terhadap aktivitas metabolik ragi. Filtrat tanpa urea yang difermentasi menggunakan ragi tapai maupun ragi roti menunjukkan kadar etanol 0%. Sementara itu, perlakuan dengan urea dan ragi roti 2% menghasilkan etanol lebih tinggi dibandingkan ragi tapai 1%. Meskipun kadar bioetanol yang dihasilkan belum setinggi bahan baku konvensional seperti jagung atau singkong, biji alpukat tetap menunjukkan potensi sebagai bahan baku terbarukan. Pemanfaatan limbah ini dapat mengurangi pencemaran organik sekaligus membuka peluang pengembangan bioenergi berbasis limbah dalam kerangka ekonomi sirkular. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan lebih lanjut melalui optimasi parameter fermentasi dan penerapan teknologi tepat guna untuk meningkatkan hasil produksi bioetanol dari limbah biji alpukat.
MODEL DISCOVERY LEARNING BERPENDEKATAN ETNO-STEM: STRATEGI PENGUATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF PADA MATERI SUHU, KALOR, DAN PEMUAIAN Khoiriyah, Rohmatul; Amelia, Rizki Nor
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguatan keterampilan berpikir kreatif melalui model Discovery Learning berpendekatan Etno-STEM masih jarang dibahas dalam literatur dan memerlukan lebih banyak penelitian. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah ada perbedaan dalam keterampilan berpikir kreatif sebelum dan sesudah perlakuan, menganalisis ada tidaknya perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kreatif antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, serta mendeskripsikan profil keterampilan berpikir kreatif setelah perlakuan. Studi ini melibatkan 50 peserta didik kelas VII di SMP IT Al-Fateeh Semarang, yang dipilih dengan teknik cluster random sampling. Instrumen tes berpikir kreatif dikembangkan untuk mengukur keterampilan tersebut. Dengan analisis statistik Paired t-test dan Mann-Whitney U- test, ditemukan adanya perbedaan signifikan pada rerata keterampilan berpikir kreatif sebelum dan sesudah perlakuan, serta perbedaan peningkatan antara kelas eksperimen dan kontrol. Dari segi profil keterampilan berpikir kreatif, aspek originality dan elaboration menjadi yang tertinggi dan terendah di kelas eksperimen, sedangkan di kelas kontrol, originality juga menjadi aspek tertinggi, sementara flexibility dan elaboration menjadi yang terendah. Hasil ini menunjukkan bahwa model Discovery Learning berpendekatan Etno-STEM bisa menjadi alternatif solusi bagi guru dalam menguatkan keterampilan berpikir kreatif peserta didik, terutama pada materi suhu, kalor, dan pemuaian.
TREN PEMBELAJARAN BERBASIS COMPUTATIONAL THINKING 2020-2024 DAN POTENSINYA DALAM PEMBELAJARAN SAINS Widiyatmoko, Arif; Wulandari, Tiara Dwi
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran di abad ke-21 menekankan pada penguasaan keterampilan berpikir komputasi atau Computational Thinking (CT). Hal ini dikarenakan CT membantu siswa dalam memecahkan masalah secara sistematis dan logis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan pembelajaran sains berbasis CT secara global. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur artikel dengan metode PRISMA. Pada penelitian ini, analisis difokuskan pada artikel yang dipublikasikan pada tahun 2020-2024 pada database jurnal Scopus, Eric, dan Springer. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa terdapat 20 negara yang menerapkan pembelajaran berbasis CT. Penerapan pembelajaran berbasis CT sebagian besar dilakukan di tingkat sekolah dasar dengan kurikulum dan kebijakan tertentu. Namun, belum banyak penelitian yang mengintegrasikan pembelajaran berbasis CT pada mata pelajaran sains. Oleh karena itu, perlu dianalisis potensi dan strategi implementasinya dalam pembelajaran sains. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memberikan wawasan kepada pendidik tentang bagaimana menerapkan CT khususnya dalam pembelajaran sains dan rencana penerapan CT dalam pembelajaran sains. Hal ini berpotensi dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sains agar menghasilkan peserta didik yang memiliki kompetensi, keterampilan, dan sikap yang baik sehingga dapat bersaing di tingkat global.
RESPON SISWA DALAM PENGGUNAAN INSTRUMEN ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM (AKM) BERMUATAN ETNOSAINS DALAM RANGKA PELESTARIAN MAKANAN TRADISIONAL Eralita, Norma; Iswara, Rossi Widya
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kemampuan minimum bagi peserta didik yang meliputi kemampuan dasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat, termasuk didalamnya literasi dan numerasi. Kedua kemampuan tersebut selaras dengan kecakapan abad ke-21 yang mengharuskan peserta didik untuk dapat mengikuti perkembangan zaman. Untuk dapat meningkatkan literasi membaca sains dan numerasi pada instrumen AKM ini dimodifikasi dengan pengetahuan tradisional atau kearifan lokal. Dengan bermuatan kearifan lokal atau etnosains ini diharapkan siswa dapat ikut serta melestarikan pengetahuan tradisional sesuai dengan pendidikan berkelanjutan. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon siswa dalam penggunaan instrumen AKM bermuatan etnosains. Penelitian ini menggunakan uji deskripsi persentase dengan instrumen angket. Kesimpulan yang diperoleh bahwa aspek literasi membaca sains, literasi numerasi serta kesiapan siswa dalam menggunakan instrumen soal AKM dalam kategori baik, yang artinya siswa siap dalam menerima soal AKM yang di dalamnya memuat cerita kebudayaan, namun siswa tetap membutuhkan penalaran.

Page 12 of 13 | Total Record : 125


Filter by Year

2025 2025