cover
Contact Name
Evi Lutfiani
Contact Email
cendikia@kolibi.org
Phone
+6281333027167
Journal Mail Official
cendikia@kolibi.org
Editorial Address
Jl. Arjuno I/1172
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : -     EISSN : 30251206     DOI : -
Core Subject : Education,
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran adalah jurnal penelitian peer-reviewed open access yang diterbitkan oleh Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi). Cendikia menyediakan wadah bagi para peneliti, akademisi, profesional, praktisi, dan mahasiswa untuk menyampaikan dan berbagi pengetahuan dalam bentuk makalah penelitian empiris dan teoritis, studi kasus, tinjauan pustaka dan ulasan buku tentang pendidikan dan pengajaran.
Articles 810 Documents
PERSPEKTIF INTEGRASI – INTERKONEKSI (PENDIDIKAN ISLAM DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK) Lestari, Laili Tri; Kasmawati, Kasmawati; Rama, Bahaking
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 12 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/cendikia.v2i12.4270

Abstract

Sejak 2500 tahun yang lalu, Socrates telah berkata bahwa tujuan mendasar dari pendidikan adalah untuk membuat seseorang menjadi good dan smart. Dalam sejarah Islam, 1400 tahun yang lalu Rasulullah Saw. diutus ke muka bumi ini tiada lain untuk menyempurnakan akhlak manusia menjadi akhlakul karimah (akhlak yang baik). Menurut analisis Thomas Lickona sebagaimana dirangkum oleh Howard, bangkitnya logika positivisme yang menyatakan bahwa tidak ada kebenaran moral dan tidak ada sasaran benar dan salah, telah menenggelamkan pendidikan moral dari dunia pendidikan. Moral berasal dari bahasa Latin "Mores" dan kata jamak dari "Mos" yang artinya adat kebiasaaan. Dalam bahasa Indonesia moral diterjemahkan dengan arti susila. Moral adalah sesuai dengan ide-ide yang umum diterima tentang tindakan manusia mana yang baik dan wajar. Jadi sesuai dengan Tindakan-tindakan yang oleh umum diterima yang meliputi kesatuan sosial atau lingkungan tertentu. Karakter berasal dari bahasa Yunani, Charasein yang artinya mengukir. Sifat utama ukiran adalah melekat kuat di atas benda yang diukir, tidak mudah usang ditelan waktu atau aus terkena gesekan. Menghilangkan ukiran sama saja dengan menghilangkan benda yang diukir itu. Hal itu dikarenakan, suatu ukiran akan melekat dan menyatu dengan benda yang diukir itu. Unsur terpenting dalam pembentukan karakter adalah pikiran karena di dalam pikiran terdapat seluruh program yang terbentuk dari pengalaman hidup. Dalam diskursus pendidikan karakter mengisyaratkan bahwa spiritualitas dan nilai-nilai agama tidak bisa dipisahkan dari pendidikan karakter. Moral dan nilai-nilai spiritual sangat fundamental dalam membangun kesejahteraan dalam organisasi sosial.
Pengembangan Media PUZZLE SOGAM (Soal dan Gambar) Pada Materi Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Ardini, Nelsy; Suastika , I Ketut; Sesanti , Nyamik Rahayu
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 12 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peneliti mengembangkan media puzzle SOGAM, yang berisi latihan soal siswa diberikan potongan puzzle untuk disusun menjadi gambar atau bentuk agar menambah motivasi belajar siswa serta menjadikan media pembalajaran yang menarik. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan Media Puzzle Pecahan yang layak, praktis, dan efektif. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan model ADDIE yaitu analysis (analisis), design (desain), development (pengembangan), implementation (implementasi), dan evaluation (evaluasi). Instrument penelitian meliputi angket validasi, ahli media, ahli materi, guru dan angket respon siswa. Analisis data yang digunakan pada penelitian pengembangan ini meliputi teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian ini yaitu guru dan siswa kelas IV Sekolah Dasar. Produk Puzzle SOGAM melalui uji kelayakan Media 92,5% dan Materi 84,37%. Uji kepraktisan guru 97,5%, uji kepraktisan siswa 15 siswa 91,25%. Hasil Uji keefektifan mendapatkan 86,93% kategori “Sangat efektif”. Dengan demikian media pembelajaran puzzle SOGAM pecahan ini layak digunakan di Sekolah Dasar dan praktis untuk digunakan dalam media pembelajaran.
ANALISIS KETERAMPILAN SOSIAL SISWA KELAS 1 DI SDN 01 MENENDANG Taufani, Fikri Haikal
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 12 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan sosial merupakan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain dalam satu konteks sosial dengan suatu cara yang spesifik yang secara sosial dapat diterima atau dinilai dan menguntungkan orang lain. Dapat disimpulkan bahwa keterampilan sosial adalah keterampilan individu dalam mewujudkan jaringan interaktif dengan orang lain dan kemampuan menyelesaikan masalah, sehingga memperoleh aklimatisasi yang harmonis di lingkungan masyarakat. Menurut Caldarella (dalam Sri Rohartati, 2022) indikator pencapaian keterampilan sosial siswa yaitu (1) Hubungan dengan teman sebaya (Peer Relation), (2) menjadi diri sendiri, (3) kemampuan akademis, (4) kepatuhan, dan (5) perilaku assertive. Keterampilan sosial adalah sarana membangun hubungan positif melalui interaksi. Akibatnya, pengembangan keterampilan sosial siswa perlu dimasukkan ke dalam kegiatan pendidikan rutin untuk mendorong siswa. Pada penelitian ini saya menggunakan pendekatan kualitatif menurut Sugiyono (2022, hal. 9) metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen ) dimana penelitian adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi Setelah mengetahui total rata-rata persentase siswa dalam keterampilan sosial, Peneliti selanjutnya mencari hasil presentase untuk mengetahui apakah di SDN 01 Menendang para siswa kelas 1 memliki keterampilan sosial yang baik. Berdasarkan tabel 4.5 peneliti mendapatkan presentase indikator pertama 45%, indikator kedua 42,5%, indikator ketiga 67,5%, indikator keempat 61%, dan indikator kelima 60%. Jadi hasil data yang didapatkan peneliti tentang analisis keterampilan siswa di SDN 01 Menendang dengan jumlah rata-rata presentase dari setiap indikator maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa keterampilan sosial siswa kelas 1 di SDN 01 Menendang termasuk dalam kriteria penilaian “B” yaitu “BAIK” dengan jumlah rata-rata per-indikator 55,2%.
PENERAPAN STRATEGI MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS 4 MIS DARUL KUBU RAYA Rusmito, Hawa Athaya Dheanda; Salito, Salito
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 12 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan strategi Make A Match dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas 4 di MIS Darul Kubu Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Sebelum penerapan, hasil ujian matematika siswa cenderung rendah, namun setelah menggunakan Make A Match, rata-rata skor siswa meningkat. Selain itu, penerapan strategi ini juga meningkatkan partisipasi aktif siswa dan motivasi belajar mereka, yang sebelumnya rendah karena metode pembelajaran yang monoton. Strategi Make A Match terbukti efektif dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif, serta membantu siswa memahami konsep-konsep matematika dengan lebih baik. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan efektif di sekolah dasar
DINAMIKA JABATAN GURU SEBAGAI PROFESI : SERTIFIKASI SEBAGAI INDIKATOR MUTU PENDIDIKAN Sucipto, Adi; Wardoyo, Cipto; Hermawan, Agus
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 12 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi dinamika profesi guru dan peran sertifikasi sebagai indikator kualitas pendidikan di Indonesia. Penelitian ini menekankan pentingnya sertifikasi guru dalam meningkatkan kompetensi pedagogis, pribadi, sosial, dan profesional. Sertifikasi bertujuan untuk meningkatkan motivasi, pengetahuan, dan keterampilan pendidik, sehingga mengoptimalkan kinerja mereka dan berkontribusi pada hasil belajar yang lebih baik bagi siswa. Studi ini juga menyoroti manfaat sertifikasi dalam meningkatkan status mengajar sebagai profesi, memastikan standar kompetensi minimum, dan meningkatkan kesejahteraan guru melalui insentif keuangan. Namun, tantangan dalam menerapkan sertifikasi, seperti biaya tinggi, proses administrasi yang kompleks, akses pelatihan yang terbatas, dan tekanan psikologis, tetap menjadi hambatan yang signifikan. Temuan ini menggarisbawahi bahwa meskipun sertifikasi sangat penting, itu bukan satu-satunya penentu kualitas pengajaran. Pengembangan profesional yang berkelanjutan dan kebijakan yang mendukung sangat penting untuk memastikan peningkatan berkelanjutan dalam kompetensi guru dan dampaknya terhadap pendidikan. Penelitian ini mengadopsi metodologi tinjauan pustaka, menganalisis berbagai studi dan kerangka hukum untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang proses sertifikasi dan implikasinya. Diskusi menyimpulkan bahwa sertifikasi harus dipandang sebagai titik awal untuk pengembangan profesional seumur hidup daripada titik akhir. Reformasi sistematis dalam proses sertifikasi, termasuk dukungan keuangan, prosedur yang disederhanakan, dan perluasan akses pelatihan, direkomendasikan untuk memaksimalkan potensinya dalam meningkatkan profesi guru dan kualitas pendidikan.
THE INFLUENCE OF LEADERSHIP STYLE AND GROUP INTEGRATION ON WORK MOTIVATION (Research on Employees at the Gorontalo City-District Office) Badu, Syamsu Qamar; Djapri , Noviyanty
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 12 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to see the influence of leadership style and group cohesiveness on employee work motivation, with the hypothesis "there is a positive influence of leadership style and group cohesiveness on work motivation". The research method used is a causal survey method with multiple regression analysis techniques.The research target population was all district and city government employees in Gorontalo Province. Meanwhile, the affordable population is employees of the Gorontalo Regency and Gorontalo City technical services. From this population, 60 employees were selected as research samples. Based on the data analysis that has been carried out, this research produces findings which are concluded as follows: (i) leadership style and group cohesion together have a significant effect on work motivation; (ii) leadership style alone (partially) has a significant effect on work motivation; (iii) group integration alone (partially) has a significant effect on work motivation.
STUDI LITERATUR: MENILIK PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DI INDONESIA Hudi, Ilham; Syaputri , Mia Hermanita; Hulfa , Jessy Amelya; Rosita, Rosita; Safitra, Najwa Sayyid; Afifi , Lupia
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 12 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korupsi merupakan masalah serius yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan, mulai dari politik, ekonomi, hingga kesejahteraan sosial. Pemberantasan korupsi menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia, salah satunya melalui pendidikan antikorupsi. Pendidikan ini dianggap sebagai solusi jangka panjang untuk membentuk kesadaran, sikap, dan perilaku antikorupsi, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pendidikan antikorupsi yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai integritas dan etika. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan studi pustaka sebagai sumber utama data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan antikorupsi yang mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dapat menciptakan generasi yang tangguh menghadapi korupsi. Selain itu, pendidikan ini juga berpotensi untuk mendorong reformasi di tingkat kelembagaan, baik di sektor pemerintahan maupun swasta. Dengan demikian, pendidikan antikorupsi memiliki peran vital dalam membangun masyarakat yang lebih etis dan bebas dari praktik koruptif.
URGENSI LAYANAN INFORMASI DENGAN PENDEKATAN PENDIDIKAN AKHLAK UNTUK MENGATASI PERMASALAHAN SOSIAL PESERTA DIDIK DI MTs. AL-MUNAWWARAH BINJAI UTARA Ginting, M.Farhan Syahreza; Hasibuan, Ali Daud; Suryani, Ira
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 12 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana permasalahan sosial yang sering dilakukan oleh peserta didik di MTs. Al-Munawwarah Binjai Utara yang sering dilakukan oleh peserta didik di MTs. Al-Munawwarah Binjai Utara dan urgensi layanan informasi dengan pendekatan pendidikan akhlak untuk mengatasi permasalahan sosial peserta didik di MTs. Al-Munawwarah Binjai Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Instrumen penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik wawancara (interview), observasi, dan dokumentasi yang dilakukan oleh penulis. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode pendekatan dekripstif kualitatif guna untuk mendapatkan gambaran (deskriptif) secara mendalam. Data ini diperoleh melalui wawancara, studi dokumentasi, observasi. Informan penelitian ini terdiri dari kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan dan Siswa. Teknis analisis data menggunakan reduksi wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urgensi layanan informasi dengan pendekatan pendidikan akhlak untuk mengatasi permasalahan sosial peserta didik di MTs. Al-Munawwarah Binjai Utara adalah untuk meningkatkan pendidikan akhlak dalam mengatasi permasalahan sosial peserta didik di MTs. Al-Munawwarah Binjai Utara, misal jika ada siswa yang cabut atau bolos, maka selaku guru atau pengelola mengajak siswa untuk beristigfar terlebih dahulu, dan memberikan nasehat bahwa setiap manusia itu pasti pernah melakukan kesalahan, tetapi kita sebagai manusia juga harus mengakui kesalahan dan merenungi bahwa setiap kesalahan itu pasti ada dampaknya dan bisa diperbaiki. Mengenai pendekatannya siswa yang bermasalah selalu pihak madrasah selaku mengajak untuk beristigfar, mencarikan solusi dan sanksi yang dapat memberikan efek jera dan siswa tidak mengulangi kesalahan yang sama
INDIVIDUALISME SEBAGAI TANTANGAN PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM ISLAM Amanah, Yuni Ulfah Budi
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 12 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pendidikan Indonesia dan stigma masyarakat yang mengedepankan hasil daripada proses telah menjadi topik yang banyak diperbincangkan. Dalam konteks ini, banyak siswa bahkan mahasiswa yang terbiasa dengan sistem pendidikan yang bersifat kompetitif dan berorientasi pada hasil akhir sehingga dapat mempengaruhi terbentuknya sifat individualisme pada diri siswa dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif merupakan pendekatan yang memberikan hasil data berupa interpretasi melalui ucapan, tulisan, atau pun perilaku orang yang diamati. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan hasil yang mewakili suatu individu, kelompok, masyarakat, atau organisasi tertentu dalam suatu keadaan dengan melibatkan pengkajian dari sudut pandang yang utuh, komprehensif, dan holistik. Hasil dari pembahasan penelitian ini adalah Sifat individualisme yang semakin berkembang di kalangan siswa merupakan tantangan serius dalam pendidikan dan pembentukan karakter sosial. Individualisme yang berlebihan berpotensi menghambat kemampuan siswa untuk membangun hubungan harmonis, bekerja dalam tim, dan memahami perspektif orang lain. Hal ini sering kali disebabkan oleh paradigma pendidikan yang terlalu berorientasi pada hasil akademik dan kompetisi individu, serta pola pikir masyarakat yang menilai kesuksesan berdasarkan pencapaian material dan prestasi formal
POTRET PRAKTIK MANAJEMEN MODEL SEKOLAH BERASRAMA UNTUK PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI SMA INSAN CENDEKIA SYEKH YUSUF Syafaat, Andi Alya Rezeki; Marwah, Besse; Tryfamanda, A.; Arismunandar, Arismunandar; Ansar, Ahlun
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 12 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan model sekolah berasrama di SMA Insan Cendekia Syekh Yusuf dalam pengembangan karakter siswa melalui sistem asrama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yaitu wawancara langsung dengan pengelola asrama, dengan meneliti gambaran umum sekolah, pengelolaan asrama, dan keterlibatan orang tua. Hasil penelitian, berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan di SMA Insan Cendekia Syekh Yusuf, menunjukkan bahwa lingkungan asrama membantu siswa mempelajari prinsip-prinsip agama, disiplin, dan tanggung jawab melalui berbagai kegiatan sehari-hari. Selain itu, program pendidikan, fasilitas yang nyaman, dan perhatian guru juga memainkan peran penting dalam pengembangan karakter siswa. Namun, tantangan masih ada, terutama dalam memastikan disiplin siswa setelah pulang ke rumah. Dengan cara ini, kerjasama antara sekolah dan individu akan semakin diperkuat dan pengembangan karakter akan berjalan dengan lancar.