cover
Contact Name
Dina Mardiana
Contact Email
edumediapkbdb@gmail.com
Phone
+6281352898098
Journal Mail Official
edumediapkbdb@gmail.com
Editorial Address
Redaksi EduMedia JURNAL PENDIDIKAN DASAR & MENENGAH Pusat Kajian Bahasa Daerah dan Budaya. Jalan G. Obos VIII, Menteng, Palangka Raya (73112). Kalimantan Tengah.
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah: Edumedia
ISSN : -     EISSN : 29866871     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal EduMedia adalah jurnal ilmiah nasional yang diharapkan menjadi pintu gerbang publikasi penelitian di bidang pendidikan dan pengajaran yang membahas hasil penelitian pada satuan pendidikan di sekolah dasar dan sekolah menengah (termasuk vokasi). EduMedia akan memfasilitasi para guru pada tingkat satuan pendidikan di sekolah dasar dan menengah (termasuk vokasi) serta para peneliti dan praktisi di bidang pendidikan dan pengajaran secara umum yang ingin mempublikasikan karya dan hasil penelitian mereka pada sebuah terbitan dalam bentuk jurnal ilmiah terindeks nasional. Berikut ruang lingkup naskah yang menjadi fokus EduMedia untuk dipublikasikan: 1. Penelitian terkait praktik pembelajaran di sekolah dasar dan menengah, serta di sekolah kejuruan 2. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 3. Penggunaan media yang inovatif untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran 4. Pembelajaran dengan berbantukan komputer 5. Pembelajaran daring, hybrid, dan blended 6. Teknik evaluasi belajar 7. Tes & penilaian hasil belajar 8. Pendidikan luar sekolah 9. Manajemen persekolahan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 35 Documents
Peningkatan Hasil Belajar IPS melalui Implementasi Model Problem Based Learning pada Siswa Kelas IV di SDN Percobaan Palangka Raya Kristiani, Aprilia; Mardiana, Dina; Sugiyanto, Roso
Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Dasar & Menengah | EduMedia
Publisher : Pusat Kajian Bahasa Daerah & Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69743/edumedia.v4i1.51

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar IPS siswa kelas IV D SDN Percobaan Palangka Raya, di mana nilai rata-rata kelas hanya mencapai 59,18, masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 70. Masalah utama yang ditemukan adalah kurangnya penguasaan materi dan rendahnya aktivitas siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada Tema 3 Subtema 3 melalui model Problem Based Learning (PBL). Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV D SDN Percobaan Palangka Raya tahun pelajaran 2023/2024. Fokus penelitian ini adalah pada pembelajaran materi "Pembiasaan Diri Melestarikan Lingkungan". Pengumpulan data dilakukan melalui observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan di setiap siklus. Aktivitas guru pada siklus I memperoleh skor 3,04 (Kategori Baik) dan meningkat menjadi 3,50 pada siklus II (Kategori Baik). Aktivitas siswa pada siklus I diperoleh skor 2,46 (Kategori Cukup) dan mengalami peningkatan pesat pada siklus II menjadi 3,23 (Kategori Baik Sekali). Hasil Belajar ditunjukkan dengan ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 68,75%, kemudian meningkat tajam pada siklus II mencapai 91%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa pada muatan IPS di kelas IV D SDN Percobaan Palangka Raya.
Efektivitas Model Project Based Learning terhadap Pemahaman Konsep Sifat-Sifat Cahaya pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Wulandari, Sonia; Natalina, Kristiani; Permata Dilla, Widya
Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Dasar & Menengah | EduMedia
Publisher : Pusat Kajian Bahasa Daerah & Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69743/edumedia.v4i1.52

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPAS materi Cahaya dan Sifatnya di kelas V SDN-4 Menteng yang masih cenderung konvensional, berpusat pada guru, serta ketergantungan pada media cetak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi model Project Based Learning (PjBL) serta mengidentifikasi faktor penghambat dalam upaya meningkatkan keaktifan peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk mengeksplorasi fenomena implementasi PjBL secara mendalam dalam kondisi alamiah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terkait proses pembelajaran IPAS di kelas V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model PjBL melalui kegiatan percobaan langsung dan pembuatan proyek scrapbook terbukti efektif meningkatkan keaktifan peserta didik, khususnya dalam aspek kerja sama, komunikasi, dan tanggung jawab kelompok. Namun, ditemukan beberapa faktor penghambat, antara lain: 1) Keterbatasan waktu yang menyebabkan tahapan proyek kurang optimal; 2) Perbedaan kemampuan akademik siswa yang memerlukan bimbingan guru secara intensif; 3) Rendahnya kemandirian dan kepercayaan diri siswa dalam mendokumentasikan hasil pengamatan; serta 4) Ketergantungan siswa terhadap arahan guru yang menghambat kemandirian belajar. Secara keseluruhan, model PjBL mampu mengubah dinamika kelas menjadi lebih partisipatif meskipun memerlukan manajemen waktu dan pendampingan yang lebih terstruktur.
Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Materi Cerita Anak Melalui Media Video YouTube Pada Siswa Sekolah Dasar Damanik, Ruth Maoeli Lorenza; Femmie; Fransiska, Carolina
Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Dasar & Menengah | EduMedia
Publisher : Pusat Kajian Bahasa Daerah & Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69743/edumedia.v4i1.54

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan metode pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan berpusat pada guru sehingga membatasi partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Kondisi tersebut menyebabkan siswa cenderung merasa malu, kurang percaya diri dalam menyampaikan pendapat, serta mudah merasa bosan selama pembelajaran berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia pada materi cerita anak melalui penggunaan media video YouTube pada siswa kelas IV SDN 12 Palangka tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah tujuh siswa kelas IV. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi aktivitas guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media video YouTube dapat meningkatkan hasil belajar dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Ketuntasan belajar siswa meningkat dari 43% pada pra-siklus menjadi 71% pada Siklus I dan 86% pada Siklus II. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 64,29 menjadi 74,29 dan akhirnya mencapai 85,71. Dengan demikian, media video YouTube efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi cerita anak pada siswa kelas IV SDN 12 Palangka.
Enhancing Language Learning through Artificial Intelligence: An Analysis of Key Pedagogical Themes Amanda; Agresti, Leli; Nabila, Ni Nyoman Diah; Auliana, Senela; Fauzi, Iwan
Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Dasar & Menengah | EduMedia
Publisher : Pusat Kajian Bahasa Daerah & Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69743/edumedia.v4i1.55

Abstract

This study explores the benefits of Artificial Intelligence (AI) in language learning, particularly within English as a Foreign Language (EFL) contexts. Using a literature review method, the research examines previous studies to identify how AI supports the learning process. The findings reveal five main benefits: personalized and adaptive learning, increased learner motivation and engagement, autonomous and flexible study opportunities, real-time feedback, and instructional support for teachers. These results suggest that AI can address various limitations in traditional classrooms, such as large class sizes, lack of individual attention, and limited feedback. By enhancing accessibility and efficiency, AI tools help create more responsive and student-centered learning environments. The study concludes that the thoughtful integration of AI can significantly improve language instruction and provide long-term benefits for both learners and educators.
Integrasi Digital-Etnopedagogi untuk Meningkatkan Literasi Budaya dalam Pembelajaran Bahasa di Sekolah Dasar Simpun; Mardiana, Dina; Thomas, Orbit; Fauzi, Iwan
Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Dasar & Menengah | EduMedia
Publisher : Pusat Kajian Bahasa Daerah & Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69743/edumedia.v4i1.57

Abstract

Pembelajaran bahasa di Sekolah Dasar (SD) saat ini menghadapi tantangan ganda: kebutuhan akan transformasi digital dan ancaman lunturnya identitas budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan desain pembelajaran bahasa materi teks naratif di SD yang mengintegrasikan pendekatan Digital-Etnopedagogi untuk mendukung konsep deep learning dan meningkatkan literasi budaya siswa. Dengan menggunakan metode studi pustaka (library research), penelitian ini menganalisis dokumen literatur terkait pedagogi digital, teori multimodal, serta inventarisasi kearifan lokal Kalimantan Tengah. Hasil studi menunjukkan bahwa: (1) terdapat tujuh cerita rakyat Kalimantan Tengah yang memiliki struktur naratif dan nilai filosofis kuat untuk dijadikan materi ajar, yaitu Asal-Usul Pulau Telo, Asal Usul Kota Kapuas, Kisah Demung Silam dan Ikan Belida, Asal Usul Kota Pangkalanbun, Legenda Telaga Putri Tujuh, Asal Usul Kota Sampit, dan Asal Usul Kampung Pahandut; (2) integrasi digital-etnopedagogi dilakukan melalui pengembangan materi multimodal (audio, visual, dan interaktif) yang mampu mengubah teks statis menjadi pengalaman belajar yang imersif. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan teknologi digital yang berakar pada etnopedagogi dapat menciptakan ekosistem pembelajaran bahasa yang menyenangkan dan bermakna (deep learning), sekaligus menjadi sarana pelestarian nilai-nilai budaya daerah bagi generasi digital native.

Page 4 of 4 | Total Record : 35