cover
Contact Name
Megan Asri Humaira
Contact Email
megan.asri@unida.ac.id
Phone
+6281314039779
Journal Mail Official
karimah.tauhid@unida.ac.id
Editorial Address
Universitas Djuanda cc. Badan Pengembangan Keilmuan Jl Tol Ciawi No 1, Bogor, Jawa Barat, Indonesia email: karimah.tauhid@unida.ac.id
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Karimah Tauhid
ISSN : -     EISSN : 2963590X     DOI : https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v2i5
Karya Ilmiah yang diterbitkan merupakan hasil penelitian maupun pengabdian yang mencakup semua bidang ilmu baik dalam bidang sosial maupun eksakta.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,358 Documents
Sistem Sanitasi pada Proses Pembuatan Tempe di PT. X Rahmawati, Ade Siti; Kusumaningrum, Intan; Puspasari, Erna
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15642

Abstract

Tempe adalah pangan fungsional yang dihasilkan melalui proses fermentasi oleh kapang Rhizophus Sp. Proses produksi pangan yang baik memerlukan standar sanitasi yang sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mempelajari sistem sanitasi pada proses produksi tempe di PT. X. Hal-hal yang diamati dari PT. X meliputi sanitasi ruangan, sanitasi alat, sanitasi pekerja, sanitasi produksi, sanitasi lingkungan, dan penanganan limbah, semuanya sudah dilaksanakan dengan baik di dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sanitasi di PT. X sudah memiliki Standar Oprasional Prosedur (SOP) yang baik di masing-masing bagian dan telah diterapkan dengan cukup baik oleh seluruh karyawan.
Pengaruh Substitusi Tepung Labu Kuning terhadap Kualitas Kimia dan Sensori Kue Akar Kelapa Amrillah, Siti; Pertiwi, Sri Rejeki Retna; Rifqi, Muhammad
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15646

Abstract

Salah satu cemilan tradisional dari Betawi adalah kue akar kelapa.  Bahan dasar kue ini adalah tepung ketan.  Untuk meningkatkan kandungan gizi kue akar kelapa maka dilakukan substitusi tepung ketan dengan tepung labu kuning.  Tepung labu kuning kaya akan beta-karoten dan serat.  Tujuan penelitian ini adalah mempelajari mutu kimia dan sensori kue akar kelapa yang disubstitusi dengan tepung labu kuning.  Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor perlakuan yaitu konsentrasi substitusi tepung ketan putih dengan tepung labu kuning, yaitu sebesar 0%, 5%, 15%, 25%. Pengukuran terhadap kualitas kue akar kelapa meliputi mutu kimia, mutu sensori, dan kesukaan, untuk kue akar kelapa yang terpilih dilakukan juga analisis kadar protein, kadar total karbohidrat, kadar β-karoten dan serat kasar.   Substitusi tepung ketan putih dengan tepung labu kuning berpengaruh meningkatkan mutu kimia meliputi kadar air, kadar lemak, kadar abu tidak larut asam, tetapi menurunkan mutu sensori dan tingkat kesukaan.  Substitusi maksimum tepung labu kuning pada pembuatan kue akar kelapa yang masih menghasilkan mutu sensori dan tingkat kesukaan sama dengan kue akar kelapa tanpa substitusi tepung labu kuning adalah sebesar 5%.  Kue akar kelapa dengan substitusi tepung labu kuning 5% memiliki mutu kimia kadar air 2,74%, kadar lemak 45,19%, kadar abu 0,94%, kadar protein10,68%, kadar karbohidrat 40,45%, kadar beta-karoten 347 µg/100g, kadar serat kasar 17,91%; mutu sensori warna 5,99 (kuning agak kecoklatan), rasa 5,23 (agak manis), aroma 4,92 (agak langu), tekstur 7,22 (cukup renyah); dan nilai kesukaan untuk semua atribut sensori berkisar pada nilai 7 dari skala kesukaan maksimum 10.
Kedudukan Akta Jual Beli Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yang Menggunakan Identitas Palsu dalam Pembuktian Tindak pidana Sihotang, Andien Hasea; Gilalo , Jacobus Jopie; Sihotang, Sudiman
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15650

Abstract

Identitas penjual menjadi dokumen subjek yang  menjadi syarat utama untuk membuat Akta Jual Beli (AJB) di hadapan PPAT,  penjual wajib   menyerahkan dokumen Kartu Tanda Penduduk (KTP), Akta Nikah, Kartu Keluarga, dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk menyusun komparisi pihak penjual. PPAT akan memeriksa kebenaran formil dari dokumen  subjek penjual   yang serahkan  dengan melakukan    pencocokan kesesuaian  data yang tercantum dalam identitas   dengan data yang tercantum dalam dokumen objek jual beli yaitu sertipikat tanda bukti hak atas tanah,  kemudian mencocokkan wajah orang yang hadir mengaku sebagai pemilik  dengan foto yang ada dalam identitas serta mencocokkan tandatangan pemilik dalam akta yang ditandatangani dengan tandatangan yang tercantum dalam  membuat AJB yang ditadantatangani,  PPAT tidak berkewajiban melakukan pemeriksaan kebenaran materil atas dokumen yang diserahkan  sebagai dasar penjual untuk membuat AJB didahdapan PPAT.  Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui bagaimana kekuatan AJB yang dibuat dihadapan PPAT sebagai alat bukti  mengenai telah terjadinya perbuatan tindak pidana untuk meyakinkan hakim dalam proses persidangan di pengadilan dan untuk mengetahui perbuatan tindak pidana apasaja yang terjadi karena memalsukan identitas dalam membuat AJB   dihadapan PPAT. Penelitian ini adalah penelitian hukum yuridis nomatif yaitu melakukan kajian terhadap ketentuan peratuaran perundang-undangan yang berlaku sehubungan dengan objek penelitian yaitu penggunaan identitas palsu  untuk membuat  AJB didahapan PPAT.  Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa  AJB   oleh PPAT  memliliki kekuatan pembuktian sempurna sebagai bukti autentik yang berlaku sebagai bukti tertulis dan diterima oleh hakim sebagai bukti telah terjadinya tindak pidana antara lain tindak pidana pemalsuan  dengan cara merubah/mengganti foto dalam identitas dan tindak pidana memberikan keterangan palsu ke dalam akta autentik.   
Karakteristik Kimia dan Hedonik Minuman Isotonik Berbahan Baku Air Kelapa Tua dan Ekstrak Buah Nanas Dafazi, Muhamad; Pertiwi, Sri Rejeki Retna; Kusumaningrum, Intan
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15658

Abstract

Minuman isotonik adalah minuman ringan, baik berkarbonasi maupun tidak berkarbonasi, yang dirancang guna menaikkan kebugaran, yang terdiri dari gula, asam sitrat, serta mineral. Air kelapa umumnya diberi label sebagai minuman isotonik alami karena komposisi mineral natrium dan kaliumnya yang baik bagi tubuh. Pemanfaatan air kelapa tua di Bogor belum optimal, sebagian besar diubah menjadi produk nata de coco, sehingga menghasilkan limbah yang signifikan dan dampak buruk. Untuk meningkatkan pemanfaatan sumber daya yang terbuang ini, air kelapa dapat diubah menjadi minuman isotonik. Rasa pada buah kelapa sangatlah hambar, maka pada penelitian ini dilakukan penambahan sari buah nanas karena buah nanas memiliki rasa asam serta manis yang alami sehingga membenahi cita rasa dari air kelapa tua yang tidak berasa atau hambar pada minuman isotonik. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan air kelapa tua yang dilakukan pengolahan jadi minuman isotonik dengan penambahan ekstrak buah nanas. Penelitian ini memakai Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu factor yakni perbandingan air kelapa tua serta ekstrak nanas dengan empat taraf perlakuan (500ml : 50ml, 500 ml : 100ml, 500ml : 150ml, 500ml : 200ml). Analisis produk meliputi analisa kimia uji PH, uji Gulatotal, uji Natrium, dan uji Kalium serta uji mutu hedonik. Berdasarkan hasil analisis kadar kimia ( pH, gula total, natrium, kalium) didapatkan bahwa nilai pH isotonik berkisar 4,9 - 5,8, gula total berkisar 25,89 – 35,77 % , natrium berkisar 1770 – 2140 mg/kg, dan kalium berkisar 800 – 1000 mg/kg formulasi kadar kimia isotonik air kelapa tua yang diberi tambahan ekstrak buah nanas tidak memberi dampak nyata pada kadar kimia ( pH, gula) sedangkan natrium dan kalium berpengaruh nyata. Pada uji hedonik (warna dan aroma) perlakuan yang paling banyak disenangi panelis yakni perlakuan dengan formulasi isotonik air kelapa tua yang diberi tambahan ekstrak buah nanas A4 500 ml + 200 ml dengan nilai tertinggi yaitu warna 6,53 dan aroma 7,38. Uji hedonic warna dan aroma (mengarah ke suka) dan rasa, kekeruhan, overall (mengarah tidak suka).
Optimalisasi Pelayanan Patroli Polantas dalam Mencegah Kasus Kecelakaan di Jalan Tol Berdasarkan Peraturan Kapolri No 15 Tahun Angga Farista; Mulyadi; Aminulloh, Muhammad
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 1 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i1.14645

Abstract

Berdasarkan latar belakang penelitian, kebanyakan masyarakat melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan substansi pasal-pasal dalam Undang-Undang tentang lalu lintas, sehingga mengakibatkan pelanggaran hukum akibat ketidakdisiplinan lalu lintas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis tentang optimalisasi pelayanan patroli Polantas dalam mencegah kasus kecelakaan di Jalan Tol serta hambatan yang dihadapi. Metode yang digunakan adalah metode penelitian empiris yaitu hukum sebagai gejala masyarakat, sebagai institusi sosial atau perilaku yang mempola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi pelayanan patroli Polantas perlu di tingkatkan dalam mencegah kasus kecelakaan di Jalan Tol melalui pembinaan dan penyuluhan serta himbauan himbauan kamseltibcar lantas yang secara rutin dilaksanakan ke seluruh lapisan masyarakat dalam upaya mewujudkan kamseltibcar lantas yang kondusif. Preventif mencakup edukasi, penegakan hukum yang tegas, pembuatan infrastruktur jalan yang aman, peningkatan kualitas kendaraan, pengawasan transportasi umum, promosi budaya keselamatan jalan raya, peningkatan kualitas pengemudi, pengembangan teknologi kendaraan, partisipasi masyarakat, dan penegakan. Represif dilakukan dengan melakukan razia dan penggerebekan di lokasi-lokasi yang rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.
Penegakan Hukum Terhadap Oknum Anggota Korp Brimob Polri Dalam Tindak Pidana Narkoba Hartono, Yoga Dwi; Suryani, Danu; Ma’arif, Rizal Syamsul
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 1 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i1.14696

Abstract

Meskipun sudah ada UU Narkotika dan upaya pemberantasan yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) namun peredaran narkoba secara ilegal terus dilakukan oleh pengedar gelap. Pengedar gelap ialah pengedar tanpa izin dan tidak bertanggung jawab yang berniat hanya untuk memperoleh keuntungan dalam bentuk bisnis. penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengetahui penegakan hukum terhadap oknum anggota korp brimob polri dalam tindak pidana narkoba. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris karena mengkaji persoalan hukum yang timbul dari perilaku masayarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum terhadap tindak pidana penyalahgunaan narkoba terhadap oknum anggota Korp Brimob dilakukan dalam bentuk (1) pertanggung jawaban hukum, pemidanaan, penerapan disiplin, dengan menjatuhkan hukum penjara selama 4 tahun dan denda sebesar 800.000.000 sesuai dengan ketentuan Pasal 112 UU Narkotika. Akibat hukum penyalahgunaan narkoba yaitu tidak dapat menggunakan beberapa haknya dalam mencalonkan diri sebagai Anggota DPR, Presiden, dan pejabat negara lainnya yang mempersyaratkan agar calon tidak pernah menjalani hukuman penjara lebih dari dua tahun. Akan dipecat dari jabatannya bahkan sebagai anggota polri sehingga tidak akan memiliki kesempatan untuk mencalonkan kembali sebagai anggota polri. Membaya denda sesuai dengan tuntutan jaksa bila menjalani sidang.
Implementasi Kebijakan Peraturan Bupati Bogor tentang Perlindungan Perempuan dan Anak Pada Kabupaten Bogor Syafitri, Riska Adita; Rahmawati, Rita; Apriliani3, Afmi; Maruapey, Muhammad Husein; Saaepudin; Hernawan, Denny
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 1 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i1.14846

Abstract

Implementasi kebijakan tidak hanya melibatkan aspek administratif dan regulatif semata, tetapi juga mencakup upaya konkret dalam menerapkan kebijakan tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Terdapat beberapa kebijakan salsh satunya Peraturan Bupati (Perbup), peraturan bupati adalah kebijakan atau peraturan yang dikeluarkan oleh seorang bupati sebagai kepala pemerintahan di tingkat kabupaten. Peraturan ini biasanya mengatur hal-hal terkait dengan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat di wilayah kabupaten tersebut. Banyak peraturan bupati yang telah dikeluarkan salah satunya tentang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui implementasi kebijakan perlindungan perempuan dan anak pada Peraturan Bupati Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan metodologi pendeketan deskriptif kualitatif dengan cara pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi dan catatan hasil observasi. Hasil penelitian ini adalah Kabupaten bogor mempunyai Unit Pelaksana Teknis yaitu organisasi untuk bertanggung jawab dalam melaksanakan aktivitas atau program perlindungan perempuan dan anak yang memiliki sasaran kelompok individu atau entitas yang mengalami kekerasan teturama terhadap perempuan dan anak karena masih banyak beberapa faktor yang mempengaruhi seperti sosial, budaya, politik, ekonomi dan teknologi.
Optimalisasi Pelayanan Penegakan Hukum Adat di Masyarakat Timika Papua Saputro, Agus; Suprijatna, Dadang; Ma'arif, Rizal Syamsul
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 1 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i1.15140

Abstract

Masih banyak persoalan hukum yang terjadi di Timika Papua, sehingga perlu ada perhatian khusus untuk dilakukan upaya penegakan hukum dan penyelesaian yang bersifat pernanen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis tentang pelayanan penegakan hukum adat oleh Korps Brimob bagi masyarakat Timika Papua dan untuk mengetahui dan menganalisis tentang kendala yang dihadapi Korps Brimob dalam pelayanan penegakan hukum adat pada masyarakat Timika Papua. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian yuridis normatif yaitu hukum dikonsepsikan sebagai norma, kaidah, asas atau dogma-dogma. Hasil penelitian menunjukkan Optimalisasi pelayanan penegakan hukum adat di Timika memerlukan pendekatan yang sensitif terhadap budaya dan konteks lokal. Dengan pendidikan yang baik, dukungan sumber daya, dan kerjasama yang harmonis antara hukum adat dan hukum nasional, penegakan hukum adat dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkeadilan. Menjaga keseimbangan antara penghormatan terhadap kearifan lokal dan kebutuhan untuk penyesuaian dengan hukum yang lebih luas adalah kunci untuk keberhasilan dalam hal ini. Korps Brimob menghadapi berbagai kendala dalam pelayanan penegakan hukum di Timika, Papua, yang melibatkan tantangan geografis, sosial, logistik, dan koordinasi. Untuk meningkatkan efektivitas dan keamanan dalam melaksanakan tugas mereka, penting untuk mengatasi kendala-kendala ini dengan strategi yang tepat dan terencana, serta memastikan adanya dukungan yang memadai dari semua pihak terkait.
Implementasi Program Pengembangan Personil Brimob Berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Assessment Center di Lingkungan Polri Syahputra, Anjas; Trijono, Rachmat; Aminulloh, Muhammad
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 1 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i1.15258

Abstract

Kinerja Polri saat ini memerlukan keterlibatan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman. Tuntutan akan profesionalisme, proporsionalitas, dan humanisme mencerminkan cara Polri dilihat oleh publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelaksanaan assessment center dalam meningkatkan kompetensi personil Brimob serta mengidentifikasi tantangan dan solusi dalam implementasinya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum lapangan atau yuridis empiris, yang menganalisis masalah hukum yang muncul di masyarakat berdasarkan aktivitas dan perilaku yang teramati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program pengembangan personil Brimob sesuai dengan Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Assessment Center di Lingkungan Polri, secara konsep adalah metode yang paling efektif untuk menilai apakah personil telah bekerja sesuai dengan target atau standar yang ditetapkan, serta berguna untuk melakukan perbaikan, evaluasi, dan memberikan dasar untuk rekomendasi bagi personil tersebut. Di Resimen II Korps Brimob, yang merupakan unit kepolisian di bawah Mabes Polri, sistem manajemen kinerja Polri juga telah diterapkan dalam pengembangan personil.
Penerapan HACCP pada Proses Produksi Air Minum dalam Kemasan (AMDK) Berukuran 220 mL di PT. Jaya Lestari Sejahtera Pradita, Reyna Fatma; Novidahlia, Noli
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 1 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i1.15664

Abstract

Air minum merupakan kebutuhan primer bagi seluruh makhluk hidup sehingga perlu dipastikan keamanannya supaya tidak menimbulkan bahaya bagi tubuh. Kondisi fisik yang terlihat aman tidak menjamin keamanan air minum secara kimia dan mikrobologis. Sistem HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) merupakan salah satu upaya menjaga keamanan pangan yang dapat mengontrol bahaya biologi, fisika dan kimia. Penelitian bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan air minum dalam kemasan dan mempelajari penerapan sistem HACCP pada proses produksi tersebut. Metode penelitian dilakukan melalui atau observasi, wawancara, pencatatan, analisis data, diskusi, dan telaah pustaka. Analisis data dilakukan secara deskriptif sebab data yang diperoleh didasarkan pada hasil observsai lapangan dan fakta empiris untuk kemudian disesuaikan konsep HACCP. Penerapan sistem HACCP pada proses produksi Air minum dalam kemasan (AMDK) di PT. Jaya Lestari Sejahtera telah berjalan dengan baik, sebab seluruh langkah HACCP telah terpenuhi dengan maksimal dan sesuai dengan pedoman SNI 01-4852-1998.