cover
Contact Name
Choiril Anwar
Contact Email
choirilanwar@unissula.ac.id
Phone
+6281931704317
Journal Mail Official
choirilanwar@itpd.or.id
Editorial Address
Gang Melati 8 Ds. Mlaten, Mijen, Demak, Jawa Tengah. 59583
Location
Kab. demak,
Jawa tengah
INDONESIA
Community Empowerment Journal
Published by CV. Yudhistt Fateeh
ISSN : -     EISSN : 30248558     DOI : https://doi.org/10.61251/cej
The mission of Community Empowerment Journal is to serve as the premier peer-reviewed, interdisciplinary journal to advance theory and practice related to all forms of outreach and empowerment. This includes highlighting innovative endeavors; critically examining emerging issues, trends, challenges, and opportunities; and reporting on studies of impact in the areas of public service, outreach, empowerment, extension, engaged research, community-based research, community-based participatory research, action research, public scholarship, service-learning, and community services. Focus Community Empowerment Journal aims to provide a forum for international researchers on applied Society Development and Empowerment to publish the original articles. The scope of Community Empowerment Journal is Society Development and Empowerment.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 4 (2025)" : 6 Documents clear
Penggunaan platform pembelajaran berbasis game (gamification) untuk guru SD dalam meningkatkan kosakata bahasa Inggris siswa Kelas 2–4 Laksmita Rachmawati, Dwita; Fadhilawati, Dian
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i4.277

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam penggunaan platform pembelajaran berbasis game (gamification) untuk memperkaya kosakata bahasa Inggris siswa kelas 2–4 di Kabupaten Malang. Kegiatan berlangsung selama delapan minggu melalui empat tahapan utama: Penyuluhan, pelatihan, sosialisasi, dan pendampingan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman guru terhadap konsep gamifikasi, kemampuan teknis penggunaan platform seperti Kahoot, Quizizz, dan Wordwall, serta kreativitas dalam merancang pembelajaran interaktif. Siswa juga menunjukkan antusiasme dan partisipasi belajar yang lebih tinggi. Secara teoritis, hasil kegiatan ini mendukung teori motivasi belajar dan pendekatan konstruktivistik yang menekankan pentingnya pembelajaran aktif, interaktif, dan berbasis pengalaman. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi pada transformasi pedagogis guru SD dan memperkuat literasi digital dalam pendidikan dasar di era digital. This Community Service Program (PKM) aimed to enhance the competence of elementary school teachers in using game-based learning platforms (gamification) to enrich the English vocabulary of students in grades 2–4 in Malang Regency. The program was conducted over eight weeks through four main stages: counseling, training, dissemination, and mentoring. Evaluation results showed a significant improvement in teachers’ understanding of the concept of gamification, their technical skills in using platforms such as Kahoot, Quizizz, and Wordwall, and their creativity in designing interactive learning activities. Students also demonstrated higher enthusiasm and participation in learning. Theoretically, the outcomes of this program support learning motivation theory and the constructivist approach, which emphasize the importance of active, interactive, and experience-based learning. Thus, this program contributes to the pedagogical transformation of elementary school teachers and strengthens digital literacy in primary education in the digital era.
Hukum cyber dalam ekonomi syariah: Tantangan dan penanganannya di era digital di Desa Plumbon Amyn, Akhmad Naufal; Setyaningsih, Wahyu
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i4.280

Abstract

Perkembangan teknologi digital membawa peluang besar sekaligus tantangan serius dalam penerapan ekonomi syariah, khususnya di wilayah pedesaan. Artikel ini membahas implementasi hukum cyber dalam transaksi ekonomi syariah di Desa Plumbon melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Tujuan utama program Pengabdian adalah meningkatkan literasi hukum digital masyarakat, memberikan sosialisasi regulasi hukum positif dan fatwa syariah, serta mendampingi masyarakat dalam mencegah praktik transaksi ilegal berbasis digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan model Participatory Action Research (PAR), melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil dari evaluasi Pengabdian menunjukkan bahwa literasi hukum digital masyarakat Desa Plumbon sebelum kegiatan masih rendah; 68% responden belum mengenal UU ITE dan 74% tidak memahami regulasi syariah seperti fatwa DSN-MUI maupun peran BASYARNAS. Setelah kegiatan sosialisasi dan pendampingan, pemahaman masyarakat meningkat signifikan: 72% mampu membedakan produk keuangan syariah legal dan ilegal, 76% mengetahui regulasi hukum positif, dan 71% memahami peran lembaga syariah. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan partisipatif efektif meningkatkan kesadaran hukum digital syariah. Lebih jauh, pengabdian ini menekankan pentingnya integrasi hukum positif dan hukum syariah sebagai kerangka komprehensif untuk menjaga keadilan, keamanan, serta keberlanjutan ekosistem ekonomi syariah digital. Implikasi hasil penelitian tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat desa, tetapi juga dapat menjadi rujukan bagi pemerintah, regulator, dan akademisi dalam memperkuat literasi hukum di era transformasi digital. The application of Islamic economics, especially in rural areas. This article discusses the implementation of cyber law in Islamic economic transactions in Plumbon Village through Community Service (PkM) activities. The main objectives of this study are to improve the community's digital law literacy, provide information on positive legal regulations and Islamic fatwas, and assist the community in preventing illegal digital-based transactions. The method used was a descriptive qualitative approach with a Participatory Action Research (PAR) model, through the stages of preparation, implementation, and evaluation. The results of the study showed that the digital legal literacy of the Plumbon Village community before the activity was still low; 68% of respondents were not familiar with the ITE Law and 74% did not understand sharia regulations such as the DSN-MUI fatwa or the role of BASYARNAS. After the socialization and assistance activities, the community's understanding increased significantly: 72% were able to distinguish between legal and illegal sharia financial products, 76% were aware of positive legal regulations, and 71% understood the role of sharia institutions. These findings confirm that a participatory approach is effective in increasing awareness of digital sharia law. Furthermore, this study emphasizes the importance of integrating positive law and sharia law as a comprehensive framework for maintaining justice, security, and the sustainability of the digital sharia economic ecosystem.
Optimalisasi metode Peer Teaching dalam meningkatkan kemampuan pidato dakwah berbahasa Inggris di sekolah kesetaraan SMA Pesantren Ayiz, Abdul; Hadi, Nur; Yudhi Nugroho, Kurniawan; Cahya Angraini, Dwi
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i4.292

Abstract

Keterampilan berbicara di depan umum dalam dakwah berbahasa Inggris menjadi semakin penting bagi para santri pesantren, seiring dengan arus globalisasi dan dinamika baru dakwah di era digital. Pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas metode peer teaching dalam meningkatkan kemampuan pidato dakwah berbahasa Inggris pada santri di Sekolah Kesetaraan Pondok Pesantren. Latar belakang pengabdian ini didasarkan pada kebutuhan untuk memperkuat keterampilan public speaking santri sejalan dengan tantangan globalisasi dakwah kontemporer. Pengabdian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-partisipatoris dengan melibatkan 30 santri sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara mendalam, dokumentasi video, dan analisis dokumen pidato dakwah. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi, rubrik penilaian public speaking, dan pedoman wawancara terstruktur. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penerapan peer teaching secara signifikan meningkatkan kepercayaan diri, partisipasi aktif, serta kemampuan menyusun dan menyampaikan pidato dakwah berbahasa Inggris di depan audiens. Para santri menjadi lebih proaktif dalam proses diskusi dan lebih kolaboratif dalam penyusunan materi, dengan kontribusi tutor sebaya yang membuat suasana pembelajaran lebih nyaman dan interaktif. Selain meningkatkan performa pidato, ditemukan pula adanya motivasi intrinsik yang lebih kuat serta tumbuhnya karakter kepemimpinan santri. Sebagai kesimpulan, peer teaching merupakan strategi yang efektif dan inovatif untuk memperkuat keterampilan dakwah berbahasa Inggris di lingkungan pesantren, serta relevan dalam membangun ekosistem pembelajaran kolaboratif yang responsif terhadap tantangan global. Public speaking skills in delivering Islamic preaching in English are becoming increasingly important for Islamic boarding school students, in line with the currents of globalization and the new dynamics of preaching in the digital era. This community service aims to examine the effectiveness of the peer teaching method in improving the ability of da'wah speech in English in students of the Equality School of Islamic Boarding School. The background of this community service is based on the need to strengthen the public speaking skills of students in line with the challenges of contemporary da'wah globalization. This community service uses a descriptive-participatory qualitative approach, involving 30 students as participants. Data were collected through classroom observations, in-depth interviews, video documentation, and document analysis of da'wah speeches. The instruments used include observation sheets, public speaking assessment rubrics, and structured interview guidelines. The results showed that the implementation of peer teaching significantly increased confidence, active participation, and the ability to compose and deliver da'wah speeches in English in front of the audience. Students were more proactive in the discussion process and collaborative in the preparation of material, with the contribution of peer tutors who make the learning atmosphere more comfortable and interactive. In addition to improving speech performance, it was also found that there were stronger intrinsic motivation and the growth of student leadership character. In conclusion, peer teaching is an effective and innovative strategy for strengthening English-language da'wah skills in the pesantren environment, as well as being relevant to building a collaborative learning ecosystem and responsive to global challenges.
Sosialisasi keselamatan berlalu lintas dan penggunaan transportasi umum untuk meningkatkan kesadaran terhadap pelajar di Jakarta Utara Yunus, Muhamad; Isradias Mirajhusnita
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i4.293

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pelajar terhadap penggunaan transportasi publik, khususnya layanan Jak Lingko Mikrotrans di wilayah Jakarta Utara. Latar belakang kegiatan ini didasari oleh rendahnya tingkat penggunaan transportasi umum di kalangan pelajar akibat kurangnya edukasi dan pemahaman tentang sistem transportasi terintegrasi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan (analisis situasi dan survei awal), pelaksanaan (sosialisasi edukatif dan interaktif di sekolah), serta evaluasi (pengukuran pre-test dan post-test) untuk mengetahui tingkat keberhasilan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan pelajar dengan rata-rata N-Gain Score sebesar 0,52 (64,6%), yang termasuk dalam kategori “cukup efektif”. Selain itu, hasil evaluasi pasca-sosialisasi menunjukkan bahwa 74% peserta menyatakan minat untuk mencoba atau lebih sering menggunakan Jak Lingko Mikrotrans, menandakan perubahan positif pada sikap dan kesadaran pelajar terhadap transportasi publik. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi berbasis sosialisasi di sekolah efektif dalam menumbuhkan budaya mobilitas berkelanjutan serta mendukung kebijakan pengendalian kualitas udara di wilayah perkotaan. This Community Service (PkM) program aims to enhance students’ knowledge and awareness of public transportation use, particularly the Jak Lingko Mikrotrans service in North Jakarta. The activity was initiated to address the low level of public transport utilization among students, which is mainly caused by a lack of education and understanding of integrated transportation systems. The program was carried out through three stages: preparation (situation analysis and preliminary survey), implementation (educational and interactive socialization at schools), and evaluation (pre-test and post-test measurement) to determine the effectiveness of the activity. The results indicate a significant improvement in students’ knowledge, with an average N-Gain Score of 0.52 (64.6%), categorized as “moderately effective.” Furthermore, the post-activity evaluation revealed that 74% of participants expressed interest in trying or more frequently using Jak Lingko Mikrotrans, indicating a positive shift in students’ attitudes and awareness toward public transportation. These findings demonstrate that school-based socialization effectively fosters sustainable mobility behavior among students and supports urban air quality management policies in Jakarta.
Belajar tanpa batas: Transformasi pembelajaran bahasa Inggris anak imigran melalui Mobile-Assisted Language Learning Wijayatiningsih, Testiana Deni; Mulyadi, Dodi; Budiastuti, Riana Eka; Setiawan, Anjar; Sucipto, Annisa Widya; Izatunnajah, Hana
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i4.294

Abstract

Pembelajaran bahasa Inggris bagi anak-anak imigran di Malaysia menghadapi tantangan yang kompleks, mulai dari rendahnya motivasi belajar, keterbatasan akses terhadap pendidikan formal, hingga minimnya pemahaman dan pemanfaatan media pembelajaran digital. Berdasarkan kondisi tersebut, program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) internasional ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan bahasa Inggris anak-anak imigran melalui penerapan Mobile-Assisted Language Learning (MALL), memperluas akses mereka terhadap pembelajaran yang bermutu, serta membangun kemandirian belajar melalui pemanfaatan teknologi mobile yang mudah dijangkau. Kegiatan ini dilaksanakan di Sanggar Bimbingan Sentul, Kuala Lumpur, dengan fokus pada penerapan MALL sebagai pendekatan pembelajaran yang fleksibel, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan siswa.Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan: sosialisasi, pelatihan penggunaan media digital, pendampingan intensif, implementasi video pembelajaran berbasis YouTube, serta evaluasi yang dilakukan secara berkala. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan bahasa Inggris peserta, khususnya pada aspek penguasaan kosakata, keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, serta kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Inggris. Rata-rata skor pre-test peserta sebesar 45 meningkat menjadi 75 pada post-test. Selain itu, sebanyak 83% siswa memberikan respon positif terhadap penggunaan MALL dan menilai pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, interaktif, dan fleksibel. Temuan ini menegaskan bahwa MALL merupakan pendekatan pembelajaran yang humanis, inklusif, dan efektif bagi komunitas rentan seperti anak-anak imigran, sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan model pembelajaran berkelanjutan di masa depan. English language learning for immigrant children in Malaysia faces complex challenges, ranging from low motivation to learn, limited access to formal education, to minimal understanding and utilization of digital learning media. Based on these conditions, this international Community Service (PkM) program aims to improve the English skills of immigrant children through the implementation of Mobile-Assisted Language Learning (MALL), expand their access to quality learning, and build learning independence through the use of accessible mobile technology. This activity was carried out at the Sentul Guidance Center, Kuala Lumpur, with a focus on the application of MALL as a learning approach that is flexible, easily accessible, and tailored to student needs. This activity was carried out through several stages: socialization, training in the use of digital media, intensive mentoring, implementation of YouTube-based learning videos, and regular evaluations. The results of the activity showed a significant increase in the participants' English skills, particularly in aspects of vocabulary mastery, listening skills, speaking skills, and confidence in using English. The average pre-test score of 45 participants increased to 75 in the post-test. Furthermore, 83% of students responded positively to the use of MALL, finding learning more enjoyable, interactive, and flexible. These findings confirm that MALL is a humanistic, inclusive, and effective learning approach for vulnerable communities such as immigrant children, while also opening up new opportunities for developing sustainable learning models in the future.
Upaya pencegahan penyakit degeneratif melalui edukasi manfaat makanan fermentasi berbasis komunitas di Kelurahan Banjardowo, Kota Semarang Wahyuningsih, Hesty; Safitri, Azizah Hikma; Tyagita, Nurina; Rahadian, Arief; Prasetyo, Untung
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i4.295

Abstract

Penyakit degeneratif seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit kardiovaskuler dan sindrom metabolik merupakan penyebab utama kematian di dunia. Faktor risiko terjadinya penyakit degeneratif salah satunya adalah pola makan yang tinggi lemak jenuh, tinggi kadar gula, dan rendah serat. Makanan fermentasi mengandung probiotik dan senyawa bioaktif yang mempunyai potensi untuk mencegah timbulnya penyakit degeneratif. Kegiatan edukasi terhadap masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat konsumsi makanan fermentasi sebagai upaya pencegahan penyakit degeneratif. Metode yang digunakan berupa penyuluhan, diskusi interaktif dan evaluasi tingkat pengetahuan peserta penyuluhan menggunakan pre-test dan post-test. Penyuluhan ini melibatkan sebanyak 23 peserta yang merupakan kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Banjardowo, Kota Semarang. Hasil pre-test didapatkan rerata skor pengetahuan peserta yaitu 5,91±2,07. Hasil post-test yang dilaksanakan setelah penyuluhan menunjukan adanya peningkat pengetahuan, dengan rerata skor meningkat menjadi 7,43±1,75. Hasil Uji Paired Sample T-test didapatkan hasil yang signifikan (p= 0,034). Hasil ini menunjukan bahwa program edukasi berbasis komunikasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat, ditandai dengan peningkatan pengetahuan pada peserta mengenai manfaat makanan fermentasi sebagai upaya pencegahan penyakit degeneratif. Kegiatan ini juga memberikan informasi mengenai rekomendasi praktis dalam konsumsi harian makanan fermentasi seperti tempe, tape, kombucha, yogurt, acar dan kimchi sebagai bagian dari pola makan yang sehat. Degenerative diseases such as diabetes mellitus, hypertension, cardiovascular disease, and metabolic syndrome are among the leading causes of mortality worldwide. One of the major risk factors for degenerative diseases is an unhealthy diet characterized by high intake of saturated fats and sugar, combined with low fiber consumption. Fermented foods contain probiotics and bioactive compounds that have the potential to prevent degenerative diseases. This community education activity aimed to increase public understanding of the health benefits of consuming fermented foods as a preventive strategy against degenerative diseases. The methods employed included evidence-based health education, interactive discussions, and evaluation of knowledge through pre-test and post-test assessments. A total of 23 participants from the Family Welfare Empowerment (PKK) Banjardowo village, Semarang city were involved in this activity. The pre-test results showed an average knowledge score of 5.91 ± 2.07. The post-test, conducted after the educational session, indicated an improvement in knowledge, with the average score increasing to 7.43 ± 1.75. The results of the Paired Sample T-test showed a statistically significant difference (p value = 0.034). These findings indicate that evidence-based educational programs using effective communication strategies can substantially improve knowledge, particularly regarding the role of fermented foods in preventing degenerative diseases. In addition, this program provided practical recommendations for daily consumption of fermented foods such as tempeh, tape, kombucha, yogurt, pickle and kimchi, as part of a healthy diet.

Page 1 of 1 | Total Record : 6