cover
Contact Name
Nugroho Heri Cahyono
Contact Email
jurnalcilpa@ustjogja.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalcilpa@ustjogja.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Kompleks Pendopo Agung Taman Siswa Jl. Tamansiswa No.25, Wirogunan, Kec. Mergangsan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta Indonesia 55151
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Cilpa : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Rupa
ISSN : 23559691     EISSN : 28092260     DOI : 10.30738
Cilpa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Rupa is a blind peer-reviewed journal dedicated to the publication of quality thoughts and research results in the field of Fine Arts and Fine Arts Education, the study or creation of fine arts but is flexible and not implicitly limited. All publications in CILPA are open access, allowing articles to be freely available without any violation.
Articles 112 Documents
Pengembangan Evaluasi Pembelajaran Seni Budaya Terhadap Capaian Pembelajaran Siswa SMPN 14 Bandung Hasela Nur Fadila; Endis Dara Viyanti; Rasyaputeri Pelangi Raya
CILPA Vol 10 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v10i1.17537

Abstract

Abstrak Seni Budaya penting diajarkan kepada setiap generasi melalui pendidikan formal di Sekolah agar setiap siswa mengetahui kayanya seni dan budaya yang ada di Indonesia, memahami pentingnya Seni dan Budaya serta dapat mengimplementasikan di kehidupan masyarakat sehingga Seni Budaya tetap berfungsi dengan seharusnya di era gempuran seni dan budaya luar masuk dan lebih diminati oleh anak muda Indonesia. Kurikulum merupakan roh dalam tubuh pendidikan yang sangat berpengaruh terhadap capaian pembelajaran Seni Budaya. Tujuan penelitian ini digunakan untuk menggambarkan dan memahami gambaran umum hasil dari pembelajaran siswa pada pelajaran seni budaya yang ditinjau berdasarkan kurikulum merdeka dengan capaian pembelajaran yang didapatkan melalui asesmen. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi di SMPN 14 Bandung guna melihat capaian hasil dari pembelajaran siswa pada mata pelajaran Seni Budaya di lapangan dan studi kepustakaan sebagai pengumpulan data dari berbagai media yang berkaitan dengan penelitian ini. Kebaruan penelitian ini berfokus pada evaluasi pembelajaran seni budaya yang disesuaikan dengan kurikulum merdeka sebagai capaian dari pembelajaran siswa di SMPN 14 Bandung melalui asesmen yang diterapkan. Kebaruan penelitian ini terkait dengan pendekatan yang berfokus pada seni budaya di SMP yang belum banyak diteliti sebelumnya atau masih terbatas. Penelitian ini menghasilkan deskripsi mengenai bentuk evaluasi yang diterapkan di SMPN 14 Bandung yaitu dengan asesmen diagnostik, asesmen sumatif, dan asesmen formatif yang diterapkan sebagai bagian dari penerapan kurikulum merdeka. Kemudian membahas juga capaian pembelajaran seni rupa hasil dari asesmen yang diterapkan di SMPN 14 Bandung yang telah cukup baik dilakukan, namun masih terdapat beberapa kendala yang datangnya dari siswa sendiri. Informasi ini dapat membantu guru menentukan jenis diferensiasi pembelajaran yang tepat dan efektif, sehingga mencapai tujuan pembelajaran yang lebih berkeadilan. Abstract It is important for arts and culture to be taught to every generation through formal education at school so that every student knows the richness of arts and culture in Indonesia, understands the importance of arts and culture and can implement it in people's lives so that arts and culture continue to function as they should in the era of the onslaught of foreign arts and culture. entered and is more popular with young Indonesians. The curriculum is the spirit in the body of education which greatly influences the learning outcomes of Arts and Culture. The aim of this research is to describe and understand the general picture of the results of student learning in arts and culture lessons which are reviewed based on the independent curriculum with learning outcomes obtained through assessments. The method used in this research was observation at SMPN 14 Bandung to see the results of student learning in Arts and Culture subjects in the field and literature study to collect data from various media related to this research. The novelty of this research focuses on evaluating arts and culture learning adapted to the independent curriculum as an achievement of student learning at SMPN 14 Bandung through implemented assessments. The novelty of this research is related to the approach that focuses on arts and culture in junior high schools which has not been widely researched before or is still limited. This research produces a description of the form of evaluation implemented at SMPN 14 Bandung, namely diagnostic assessments, summative assessments and formative assessments which are implemented as part of the implementation of the independent curriculum. Then we also discuss the fine arts learning achievements resulting from the assessments implemented at SMPN 14 Bandung which have been carried out quite well, but there are still several obstacles that come from the students themselves. This information can help teachers determine the appropriate and effective type of learning differentiation, thereby achieving more equitable learning goals.
Nilai Artistik Dan Makna Filosofi Motif Batik Tradisional Madana Batik Gallery Imogiri Yogyakarta Ramadani, Siti Mutiara; Barriyah, Insanul Qisti; Rachdantia, Dheasari
CILPA Vol 9 No 2 (2024): July
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v9i2.17761

Abstract

Abstrak   Batik adalah salah satu budaya yang diakui dunia sejak tanggal 2 Oktober 2009, UNESCO menetapkan bahwa batik Indonesia sebagai mahakarya warisan budaya Indonesia. Di Giriloyo, Imogiri, Yogyakarta terdapat beberapa industri batik, salah satunya Madana Batik Gallery. Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan letak nilai artistik motif batik tradisional karya Madana Batik Gallery. (2) Mendeskripsikan macam-macam motif batik trandisional karya Madana Batik Gallery beserta makna filosofinya. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah motif batik karya Madana Batik Gallery, Imogiri, Yogyakarta. Sedangkan objek penelitian ini adalah nilai artistik dan makna filosofi yang terdapat pada motif batik tradisional karya Madana Gallery. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan (1) Motif batik tradisional karya Madana Batik Gallery tergolong batik klasik yang memiliki makna filosofi yang mendalam bagi kehidupan. (2) Nilai artistik dalam motif batik tradisional karya Madana Batik Gallery terletak pada penyusunan motifnya dan juga terletak pada warna nya. (3) Orang zaman dahulu menciptakan sebuah motif bukan hanya untuk dilihat keindahannya saja, akan tetapi mereka juga mencari dan menyusun makna yang memiliki keterkaitan dengan kehidupan. (4) Pemahaman terhadap nilai artistik dan makna filosofi motif batik tradisional sangat penting bagi seluruh masyarakat Indonesia. Abstract                     Batik is a culture that is recognized worldwide. Since 2 October 2009, UNESCO designated Indonesian batik as a masterpiece of Indonesian cultural heritage. In Giriloyo, Imogiri, Yogyakarta, there are several batik industries, one of which is Madana Batik Gallery. The objectives of this research are: (1) To describe the artistic value of traditional batik motifs created by Madana Batik Gallery. (2) Describe the various traditional batik motifs created by Madana Batik Gallery along with their philosophical meaning. This research uses a qualitative descriptive research method. The subject of this research is batik motifs by Madana Batik Gallery, Imogiri, Yogyakarta. Data collection went through the stages of observation, interviews, documentation and literature study. The data analysis technique in this research uses data reduction, data presentation and drawing conclusions or verification. From the results of this research it can be concluded  (1) The traditional batik motifs created by Madana Batik Gallery are classified as classic batik which have a deep philosophical meaning for life (2) The artistic value in the traditional batik motifs created by Madana Batik Gallery lies in the arrangement of the motifs which contain the principles of fine art and it also lies in the color (3) Ancient people created motifs not only to see their beauty, but they also sought and compiled meaning that was related to life. (4) Understanding the artistic value and philosophical meaning of traditional batik motifs for is very important the Indonesian people.
Analisis Filosofi Motif Kain Tenun Cual Dalam Upacara Adat Ngarak Telok Seroja Bangka Belitung Mustofa, Siti Solekah; Triyono
CILPA Vol 9 No 2 (2024): July
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v9i2.17885

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis-jenis motif yang diterapkan pada kain Tenun Cual dan mengidentifikasi nilai filosofis motif pada kain Tenun Cual Bangka Belitung dalam adat Ngarak Telok Seroja. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan model deskriptif dengan subjek kain Tenun Cual Bangka Belitung. Teknik dan instrumen pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Pada penelitian ini merujuk pada penelitian  yang luas akan deskriptif yang mana berbentuk kata-kata dari hasil penelitian baik secara lisan maupun tulisan. Pada penelitian ini menggunakan teknik case studies. Hasil penelitian ini motif kain Tenun Cual yang terinspirasi dari tanaman dan hewan dan memiliki makna siklus kehidupan, lambang kehormatan, kemakmuran, nasib baik, kasih sayang, sikap hati hati, kesabaran, sifat bersosialisasi yang baik, sumber kebahagiaan, kemakmuran dan kehormatan, keadilan, kekuatan dan pelindung. Penggunaan kain Tenun Cual digunakan dalam berbagai acara adat yang salah satunya adat Ngarak Telok Seroja. sekarang ini, fungsi kain Tenun Cual bisa dipakai pada acara adat, perngantin, karnaval, dan hari kemerdekaan. Kain Tenun Cual dapat dipakai remaja, dewasa, orang tua bahkan anak-anak. Hal ini memiliki tujuan untuk memperkenalkan kain Tenun Cual terhadap anak-anak muda agar mencintai produk budayanya. Abstract This study aims to identify the types of motifs applied to Cual Woven fabrics and identify the philosophical value of motifs on Bangka Belitung Cual Woven fabrics in the Ngarak Telok Seroja custom. This research is a qualitative research with a descriptive model with the subject of Bangka Belitung Cual Weaving fabric. Information collection techniques and instruments were carried out by observation, interviews and documentation. This research refers to extensive descriptive research which is in the form of words from the results of research both orally and in writing. This research uses case studies technique. The results of this study are Cual Woven fabric motifs inspired by plants and animals and have the meaning of life cycles, symbols of honor, prosperity, good fortune, compassion, carefulness, patience, good socializing, sources of happiness, prosperity and honor, justice, strength and protection. The use of Cual Woven Fabric is used in various traditional events, one of which is the Ngarak Telok Seroja custom. nowadays, the function of Cual Woven Fabric can be used at traditional events, celebrations, carnivals, and independence days. Cual woven fabrics can be worn by teenagers, adults, parents and even children. This has the aim of introducing Cual woven fabric to young people to love their cultural products.  
Analisis Makna Filosofi Ragam Hias Rumah Adat Balla Lompoa Gowa Sulawesi Selatan Andi Muh Raihan s; Cahyono, Nugroho Heri
CILPA Vol 10 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v10i1.17915

Abstract

Abstrak   Rumah Adat Balla Lompoa merupakan salah satu rumah adat yang antik, unik, dan bersejarah di Goa, Sulawesi Selatan. Kekhasan Rumah Adat Balla Lompoa ini terletak pada bangunannya yaitu elemen pada Rumah Adat Balla Lompoa yang memiliki nilai estetik dan makna filosofi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana makna flosofi interior yang terdapat pada Rumah Adat Balla Lompoa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ialah ragam hias Rumah Adat Balla Lompoa. Objek penelitian ini adalah unsur-unsur motif dan makna filosofis ragam hias Rumah Adat Balla Lompoa. Teknik pengumpulan data penelitian ini ialah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, mengklasifikasi data, menelaah data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Rumah adat Balla Lompoa adalah jenis rumah panggung yang terdiri atas tiga bagian. Bagian pertama disebut ulu balla’ yang letaknya paling atas, meliputi atap dan loteng. Bagian kedua disebut kale balla’ yaitu suatu ruangan yang ditempati oleh pemilik rumah dan keluarganya dan bagian ketiga disebut siring (kolong rumah) yang letaknya paling bawah; 2) Ciri khas ragam hias rumah adat Balla Lompoa paling menonjol yaitu ulu tedong dan juga besarnya rumah adat tersebut, itulah yang di sebutkan rumah adat Balla Lompoa yang artinya rumah besar; 3) Ragam hias Bugis Gowa merupakan salah satu bentuk manifestasi semangat dan cita rasa estetika yang berkembang pada masyarakat Bugis Gowa. Masyarakatnya dikenal sebagai masyarakat pejuang yang menyukai jiwa petualang, pemberani, setia, dan keras. Hal ini secara tidak langsung ikut terbawa pada karya-karya ragam hias yang diciptakan. Abstract Balla Lompoa Traditional House is one of the antique, unique and historic traditional houses in Goa, South Sulawesi. The materials in this mosque are mostly wood. The uniqueness of the Balla Lompoa Customary House in the building is that the elements of the Balla Lompoa Customary House have aesthetic value and philosophical meaning. This research aims to describe how the meaning of interior philosophy contained in the Balla Lompoa Traditional House. This research is a qualitative research with descriptive approach. The subject of the research is the decoration of Balla Lompoa Traditional House. The object of this research is the motif elements and philosophical meaning of the Balla Lompoa Traditional House decoration. The data collection techniques were observation, interview, and documentation. The data analysis technique uses data collection, classifying data, analyzing data, and drawing conclusions. The results of this study indicate that: 1) Balla Lompoa traditional house is a type of stilt house consisting of three parts. The first part is called ulu balla' which is located at the top, including the roof and attic. The second part is called kale balla' which is a room occupied by the owner of the house and his family and the third part is called siring (under the house) which is located at the bottom; 2) The most prominent characteristic of the Balla Lompoa traditional house decoration is the ulu tedong and also the size of the traditional house, which is called the Balla Lompoa traditional house which means a big house; 3) The Bugis Gowa ornamental variety is a manifestation of the spirit and aesthetic taste that developed in the Bugis Gowa community. The community is known as a warrior community that likes adventurous, brave, loyal, and hard. This is indirectly carried over to the ornamental works created.
Kajian Estetika Interior Masjid Saka Tunggal Jami’ Baitussalam Di Cikakak Banyumas Difa, Salmauz; Sugiyamin; Wicaksono, Noor Fatih Ario
CILPA Vol 9 No 2 (2024): July
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v9i2.17941

Abstract

ABSTRAK Masjid Saka Tunggal Jam’i Baitussalam merupakan salah satu masjid yang antik, unik, dan bersejarah di Banyumas, dengan memiliki satu saka yang menopang bagian tengah bangunan. Material pada masjid ini kebanyakan dari bahan kayu jati, mahoni serta bambu. Kekhasan masjid ini yakni adanya satu Saka Guru atau Saka Tunggal yang terdapat pada bangunannya. Apakah elemen pada Masjid Saka Tunggal Jam’i Baitussalam memiliki nilai estetika selain pada saka tunggalnya. Untuk itu, dilakukan penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana nilai estetika interior yang terdapat pada Masjid Saka Tunggal Jam’i Baitussalam. Penelitian ini menggunakan metode penilitian deskriptif-kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah Masjid Saka Tunggal Jam’i Baitussalam yang berada di Desa Cikakak, Kabupaten Banyumas. Objek penelitiannya adalah kajian estetika interior pada masjid. Hasil dari penelitian menunjukan nilai estetika yang terdapat pada Masjid Saka Tunggal Jam’i Baitussalam terletak pada (1) Nilai Estetika pada Saka Tunggal Masjid (2) Nilai Estetika pada Bangunan Masjid (3) Nilai Estetika pada Atap dan Langit-Langit Masjid. Jadi nilai estetika pada bangunan Masjid Saka Tunggal Jam’i Baitussalam tidak hanya terletak pada saka tunggalnya saja, melainkan pada bentuk, motif, warna, dan bahan yang menonjolkan kesan bangunan sederhana dan kuno, namun tetap mementingkan entitas spiritual yang islami dan estetik. ABSTRACT The Saka Tunggal Jam'i Baitussalam Mosque is one of the antique, unique and historic mosques in Banyumas, with one saka supporting the center of the building. The materials in this mosque are mostly teak, mahogany and bamboo. The specialty of this mosque is the presence of one Saka Guru or Single Saka in the building. Does the element in the Jam'i Baitussalam Single Saka Mosque have aesthetic value other than the single saka. For this reason, this research aims to describe how the aesthetic value of the interior contained in the Saka Tunggal Jam'i Baitussalam Mosque. This research uses descriptive-qualitative research method. The subject of this research is the Saka Tunggal Jam'i Baitussalam Mosque located in Cikakak Village, Banyumas Regency. The object of research is the study of interior aesthetics in the mosque. The results of the study show that the aesthetic value contained in the Saka Tunggal Jam'i Baitussalam Mosque lies in (1) Aesthetic Value of the Single Saka of the Mosque (2) Aesthetic Value of the Mosque Building (3) Aesthetic Value of the Roof and Ceiling of the Mosque. So the aesthetic value of the Saka Tunggal Jam'i Baitussalam Mosque building does not only lie in the single saka, but in the shapes, motifs, colors, and materials that accentuate the impression of a simple and ancient building, but are still concerned with Islamic and aesthetic spiritual entities.
Perancangan Buku Visual Kain Sasirangan Sebagai Media Literasi Masyarakat Kalimantan Selatan Nur Azizah Puji Astuti
CILPA Vol 10 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v10i1.19097

Abstract

Abstrak Kain Sasirangan merupakan kain tradisional khas Kalimantan Selatan yang dapat divisualisasikann dengan motif dan warna yang telah dipola secara dijelujur manual. Kain sasirangan dikenal dengan berbagai macam motif yang masing-masing mengandung makna yang cukup mendalam. Tujuan dari perancangan buku visual mengenai kain sasirangan adalah untuk memperkenalkan Sejarah, motif dan cara pembuatan sasirangan sebagai pengetahuan lokal bagi Masyarakat, sehingga penting untuk menyediakan literasi narasi dan visual mengenai sasirangan. Buku visual ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman tidak sekedar pengetahuan secara umum. Dalam perancangan ini penulis menggunakan metode design thinking yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test. Setelah melalui beberapa tahapan tersebut maka hasil dari perancangan buku visual ini berfungsi sebagai media literasi Masyarakat dan menyajikan literatur baru dan dapat menambah referensi kepustakaan dalam budaya Banjar. Hasil dari perancangan buku visual ini memiliki media utama yaitu Buku Visual Sasirangan. Adapun media pendukung yang dibuat yaitu bookmark, totebag, stickers, gantungan kunci dan masker. Abstract Sasirangan is a traditional cloth from South Kalimantan, visualized with motifs and colors that have been manually patterned through a traditional process. Sasirangan is known for its various motifs, each carrying profound meaning. The goal of designing a visual book about Sasirangan is to introduce its history, motifs, and the process of its creation as local knowledge for the community. Therefore, it is important to provide both narrative and visual literacy about Sasirangan. The visual book also aims to offer a deeper understanding, not just general knowledge. In this design process, the author employs the design thinking method, which consists of several stage: empathize, define, ideate, prototype and test. After going through these stages, the result of this visual book design serves as a literacy medium for the community, presenting new literature and adding references to the library regarding Banjar culture. The main output of this visual book design is the visual book of Sasirangan. Additionally, supporting media created includes bookmarks, totebags, stickers, keychains and masks.
Penciptaan Huruf Tradisonal Motif Tato Dayak ical, Faisal Syamsuddin; Amir, Supratiwi
CILPA Vol 10 No 2 (2025): July
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v10i2.19796

Abstract

Abstrak Tato Dayak memiliki beragam motif dimana setiap motif yang dimiliki mempunyai makna tersendiri dalam pengunaanya sesuai dengan aturan adat masayarakat Dayak. Berdasarkan analisa dan beberapa pertimbangan yang telah dilakukan menganggap tato Suku Dayak memiliki potensi untuk digunakan sebagai sumber ide dalam menciptakan desain huruf motif tato Dayak Kalimantan. Tujuan penelitian dan penciptaan karya ini adalah upaya pembangunan branding budaya Tato dengan penerapan media huruf sehingga budaya dapat dilestarikan dan dapat difungsikan dalam masyarakat. Metode penciptaan karya ini menggunakan metode eksplorasi, improvisasi dan eksperimentasi, serta pembentukan (forming). Dalam mendeskripsikan ide, konsep karya dan gagasan menciptakan huruf motif corak tato Dayak melalui pendekatan estetik tanpa menghilangkan makna setiap motif. Ruang lingkup pengembangan gagasan serta penerapan karya dilakukan secara bertahap. Hasil dari penelian dan penciptaan karya ini adalah berupa Huruf motif tato Dayak dan Tipografi yang mengintegrasikan unsur-unsur budaya Dayak dan proses kreatif berfungsi sebagai alat pendidikan yang efektif. Aplikasi huruf dan tipografi tersebut Melalui buku, poster, atau materi informasi lainnya yang menggunakan jenis huruf bergaya Dayak. Abstract Dayak tattoos have various motifs, each with its own meaning in their use according to the customs of the Dayak community. Based on the analysis and several considerations that have been made, it is believed that Dayak tattoos have the potential to be used as a source of ideas in creating letter designs for Dayak Kalimantan tattoo motifs. The purpose of this research and creation of this work is an effort to build tattoo culture branding thru the application of letter media so that the culture can be preserved and function within society. The method of creating this work uses exploration, improvisation, and experimentation methods, as well as forming. In describing the idea, concept of the work, and the idea of creating letters with Dayak tattoo motifs thru an esthetic approach without losing the meaning of each motif. The scope of idea development and the application of the work are carried out in stages. The result of this research and creation is in the form of Dayak tattoo motif letters and typography that integrate elements of Dayak culture and the creative process, serving as an effective educational tool. The application of these letters and typography is thru books, posters, or other informational materials that use Dayak-style fonts.
HAMBATAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF PESERTA DIDIK DI SMPN 7 MALANG Subqiyah, Viola Yuniar Mallikhatus; Devira, Marshanda
CILPA Vol 10 No 2 (2025): July
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hambatan dalam kemampuan berpikir kreatif peserta didik di kelas VII D SMP Negeri 7 Malang. Subjek penelitian terdiri dari 28 peserta didik dengan latar belakang dan karakteristik yang beragam. Penelitian ini menggunakan metode participant observation, di mana peneliti secara langsung terlibat dalam proses pembelajaran untuk mengamati perilaku, respons, dan partisipasi peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa hambatan yang signifikan dalam pengembangan kemampuan berpikir kreatif, terutama pada peserta didik laki-laki. Hambatan tersebut mencakup kurangnya kepercayaan diri dalam mengemukakan ide, keterbatasan dalam mengembangkan gagasan secara orisinal, serta kecenderungan untuk mengikuti pola pikir konvensional. Faktor lingkungan kelas, pendekatan pembelajaran yang masih dominan satu arah, dan kurangnya stimulus visual juga menjadi faktor yang memperkuat hambatan tersebut. Temuan ini menunjukkan pentingnya inovasi dalam strategi pembelajaran untuk menciptakan ruang eksplorasi yang lebih luas, terutama dalam mendukung peserta didik laki-laki yang cenderung mengalami kesulitan lebih besar dalam berpikir kreatif. Abstract This research aims to identify and analyze the obstacles to the creative thinking abilities of students in class VII D at SMP Negeri 7 Malang. The research subjects consisted of 28 students with diverse backgrounds and characteristics. This study uses the participant observation method, where the researcher is directly involved in the learning process to observe the behavior, responses, and participation of the students. The research results indicate that there are several significant obstacles in the development of creative thinking skills, especially among male students. These obstacles include a lack of confidence in expressing ideas, limitations in developing original concepts, and a tendency to follow conventional thinking patterns. Classroom environment factors, a predominantly one-way learning approach, and a lack of visual stimuli also reinforce these barriers. These findings highlight the importance of innovation in learning strategies to create broader exploration spaces, especially in supporting male students who tend to face greater difficulties in creative thinking.
Pemanfaatan Bahan Bekas Dalam Pembuatan Tempat Pensil Pada Mata Pelajaran SBK Di Sdit Darul Istiqomah Palangka Raya Arrazi, Muhammad Syaufi; Arif Dian Pratama
CILPA Vol 10 No 2 (2025): July
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v10i2.20120

Abstract

Abstrak                                                                                          Pembelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) di sekolah dasar seharusnya mampu mendorong siswa untuk berkreasi secara aktif dan kontekstual. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran SBK masih minim dalam kegiatan praktik dan belum sepenuhnya mengembangkan potensi kreatif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mengembangkan keterampilan kreatif siswa melalui kegiatan membuat kotak pensil dari bahan bekas. Metode yang digunakan adalah pendekatan berbasis proyek (project-based learning) dengan tahapan sosialisasi, pelatihan, praktik, dan evaluasi. Subjek kegiatan adalah siswa kelas IV Darul Istiqomah Palangka Raya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa dapat menghasilkan produk kreatif, berdaya guna, dan memiliki nilai estetika, sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pemanfaatan barang bekas. Kegiatan ini juga membentuk karakter siswa menjadi lebih peduli lingkungan, mandiri, dan mampu bekerja sama. Pemanfaatan bahan bekas terbukti efektif sebagai media pembelajaran kreatif yang mudah, murah, dan mendidik. Abstract The learning of Arts, Culture, and Skills (SBK) in elementary schools should be able to encourage students to create actively and contextually. However, in practice, SBK learning still lacks practical activities and has not fully developed the creative potential of students. This research aims to explore and develop students' creative skills thru the activity of making pencil boxes from recycled materials. The method used is a project-based learning approach with stages of socialization, training, practice, and evaluation. The subjects of the activity are the fourth-grade students of Darul Istiqomah Palangka Raya. The results of the activity show that students can produce creative, useful, and esthetically valuable products, while also raising awareness of the importance of utilizing used goods. This activity also shapes students' character to be more environmentally conscious, independent, and capable of working together. The use of recycled materials has proven to be an effective medium for creative learning that is easy, inexpensive, and educational.  
Buah Manggis Sebagai Ide Penciptaan Karya Batik Khas Hargotirto Hidayat, Erjuyn Yayan; Sugiyamin, sugiyamin; Cahyono, Nugroho Heri; Triyono
CILPA Vol 10 No 2 (2025): July
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v10i2.20322

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi buah manggis sebagai sumber penciptaan karya seni batik tulis sekaligus mengenalkan identitas khas Hargotirto Kulon Progo melalui karya batik tulis, mengenalkan potensi buah manggis sebagai komoditas buah lokal, dan mendorong kecintaan masyarakat pada batik tulis. Metode penciptaan ini meliputi eksplorasi, perancangan dan perwujudan, Tahapan penciptaan karya seni diawali dengan eksplorasi berupa penggalian ide, pengumpulan data pengamatan, karakteristik buah manggis sebagai motif utama, aneka ragam hias pada pohon manggis sebagai motif pendukung dilanjukan pembuatan sketsa dan pembuatan desain. Perwujudan berupa pembuatan kain batik pencantingan, pewarnaan dan pelepasan malam kemudian dilanjut dengan proses pembuatan sandang. Hasil dari penelitian ini yaitu Memunculkan identitas potensi Kalurahan Hargotirto, Kokap, Kulon Progo yang selama ini belum diolah, melalui karya seni batik dengan motif buah manggis; Menyampaikan pesan bahwa buah manggis sebagai komoditas buah tahunan melalui karya batik tulis yang dibuat; Mampu menciptakan hal baru terutama di dunia kriya batik di Kalurahan Hargotirto dengan menciptakan Tujuh karya batik tulis tema buah manggis berjuduh Kesinambungan, Abyakta, ADEM (Aman, Damai, Elok, Madani), Aditya Yoda, Din, Noto Ati, dan Spodang. Abstract This research aims to explore the mangosteen fruit as a source for creating batik art while introducing the unique identity of Hargotirto Kulon Progo thru batik works, showcasing the potential of mangosteen as a local fruit commodity, and fostering public appreciation for batik art. The creation method includes exploration, design, and realization. The stages of creating the artwork begin with exploration, which involves idea generation, data collection thru observation, the characteristics of the mangosteen fruit as the main motif, and the various decorations on the mangosteen tree as supporting motifs, followed by sketching and design creation. The realization involves the creation of batik cloth thru canting, dyeing, and wax removal, followed by the process of making clothing. The results of this research are to highlight the potential identity of Kalurahan Hargotirto, Kokap, Kulon Progo, which has not been utilized until now, thru batik art with mangosteen motifs; to convey the message that mangosteen is a seasonal fruit commodity thru the created written batik works; and to create something new, especially in the world of batik crafts in Kalurahan Hargotirto, by producing seven written batik works with the theme of mangosteen titled Kesinambungan, Abyakta, ADEM (Safe, Peaceful, Beautiful, Civilized), Aditya Yoda, Din, Noto Ati, and Spodang.

Page 11 of 12 | Total Record : 112