cover
Contact Name
I Putu Udiyana Wasista
Contact Email
udiyanawasista@isi-dps.ac.id
Phone
+6287861236918
Journal Mail Official
balidwipantarawaskita@isi-dps.ac.id
Editorial Address
Jl. Nusa Indah, Sumerta, Kec. Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali 80235
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Bali-Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
ISSN : 28087992     EISSN : 2808795X     DOI : -
Core Subject : Art,
Seminar Nasional Republik Seni Nusantara adalah sebuah forum akademis yang membahas berbagai aspek seni dan budaya Nusantara. Dalam prosiding ini, para peneliti dan akademisi berkumpul untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka mengenai seni dan budaya, dengan fokus khusus pada konteks Republik Seni Nusantara. Proses ini memberikan wadah untuk bertukar gagasan dan pengetahuan dalam upaya memahami, mendokumentasikan, dan mempromosikan warisan seni dan budaya yang kaya dan beragam di wilayah Nusantara.
Articles 130 Documents
SUSTAINABLE FASHION DI INDONESIA: STRATEGI DAN TANTANGAN BRAND JARUM HIJAU BY ALI CHARISMA Utami, Ni Luh Ayu Pradnyani; Sukawati, Tjokorda Gde Abinanda; Pebryani, Nyoman Dewi
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 4 (2024): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kesadaran global terhadap dampak industri pada lingkungan menjadikan pendekatan berkelanjutan di sektor fashion semakin penting. Indonesia memiliki industri tekstil dan fashion terbesar di Asia Tenggara, polusi dari proses produksi yang menimbulkan dampak pencemaran lingkungan. Sustainable fashion atau fesyen berkelanjutan hadir sebagai alternatif untuk mengurangi dampak ini melalui praktik ramah lingkungan. Brand Jarum Hijau by Ali Charisma adalah salah satu contoh implementasi sustainable fashion di Indonesia. Studi ini dilakukan dengan pengumpulan data melalui wawancara, obeservasi, dan penelitian literatur, diuraikan dan dianalisis berdasarkan aspek sustainable fashion, yang terdiri dari lima pilar yang berfungsi sebagai acuan untuk praktik sustainable fashion. Penelitian ini mengkaji strategi yang diterapkan Jarum Hijau dalam praktik sustainable fashion serta tantangan yang dihadapinya, dengan tujuan memberikan wawasan tentang pengembangan industri fashion berkelanjutan di Indonesia. Melalui penelitian ini didapatkan hasil bahwa Brand Jarum Hijau by Ali Charisma memanfaatkan bahan ramah lingkungan, menerapkan teknik zero waste, produksi lokal, dan edukasi konsumen untuk mendukung penerapan sustainable fashion di industri fashion. Namun, tantangan seperti biaya produksi yang tinggi, kesadaran konsumen yang masih rendah, infrastruktur daur ulang yang terbatas, dan persaingan dengan fast fashion global tetap menjadi kendala.
TAS WANITA BERORNAMEN GAYA PURI AGUNG KARANGASEM SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN ORNAMEN KHAS KARANGASEM Laba, I Nyoman; Artayani, Ida Ayu Gede; Karuni, Ni Kadek
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 4 (2024): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini telah banyak hadir karya seni yang mengangkat nilai-nilai tradisi sebagai sumber ide penciptaan, begitu juga beragam bentuk produk kriya yang telah mengangkat ornamen tradisional Bali sebagai unsur dekorasinya. Namun jika diperhatikan, tidak semua gubahan ornamen yang diterapkan berakar pada eksplorasi keaslian khazanah ornamen Bali. Salah satu contoh ornamen yang belum pernah dipopulerkan adalah gaya ornamen pada arsitektur Puri Agung Karangasem, karena memiliki keunikan dan kekhasan yang tidak dapat ditemukan pada bangunan Puri lainnya di Bali. Bentuk dan pola motif ornamen yang terdapat di Puri tersebut memiliki peluang yang cukup besar untuk dieksplorasi dalam berkarya seni. Penelitian yang berorientasi pada penciptaan ini bertujuan untuk memunculkan motif ornamen gaya Puri Agung Karangasem, melalui eksplorasi dan replika pola motif dalam penciptaan karya seni berbentuk tas wanita. Tujuan jangka panjangnya adalah pelestarian budaya melalui penerapan dan pengembangan penciptaan produk kriya dalam berbagai varian bentuk dan material, dan menjadikan hasil dari pengembangan motif tersebut sebagai motif ornamen Karangasem yang memiliki identifikasi geografis dalam kesejarahan yang kuat. Metode yang akan digunakan dalam mewujudkan reka cipta produk tas wanita ini adalah metode Tiga Tahap Enam Langkah (Gustami). Metode ini digunakan untuk memenuhi semua proses yang akan dilakukan, dari tahap observasi sampai pada tahap evaluasi. Pada luaran penciptaan ini menghasilkan 5 buah karya seni kriya berbentuk tas wanita berbahan batu alam, kayu, dan kulit berornamen gaya Puri Agung Karangasem.
GELUNGAN PANJI DALAM KULTUR BALI, SEBUAH KAJIAN HERMENEUTIK ANTROPOLOGIS Satyani, Ida Ayu Wayan Arya; Trisnawati, Ida Ayu; Sudarta, I Gusti Putu; Sudirana, I Wayan
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 4 (2024): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gelungan Panji adalah hiasan kepala tokoh Panji dalam seni pertunjukan dramatari Gambuh. Dibandingkan dengan bagian busana lainnya, gelungan Panji mendapat perlakuan istimewa dari masyarakat pemiliknya. Dihormati sebagai sungsungan, bergelar Ratu Panji atau Batara Panji Landung Shakti, ada juga cerita gelungan Panji niskala. Meski demikian, kajian mendalam mengenai gelungan Panji belum ditemukan. Tujuan penelitian ini, untuk menginterpretasi makna gelungan Panji melalui bahasan: Apa itu gelungan Panji? Mengapa mendapat perlakuan istimewa? Bagaimana bentuk, struktur, dan makna gelungan Panji? Penelitian ini menggunakan metoda interpretasi dalam teori hermeneutika antropologis menurut Clifford Geertz. Terdapat empat langkah operasional dalam metoda ini, yaitu: 1) menentukan objek (teks) dan komunitas etnis (penulis teksnya), 2) melakukan studi etnografi, 3) menuliskan, merefleksikan, memahami struktur makna, 4) pelukisan mendalam, menemukan struktur makna yang khas. Hasil penelitian bahwa keyakinan masyarakat Bali terhadap prinsip hulu teben; satyam-siwam-sundharam; dan taksu mengejawantah dalam perilaku memuliakan gelungan Panji. Desain gelungan Panji tersusun oleh sepuluh elemen utama yang mencerminkan keutamaan Panji. Panji merupakan karakter idaman masyarakat Nusantara dengan keutamaan fisik, mental, maupun spiritual sebagai seorang bangsawan. Bangsawan di era kini hendaknya dimaknai sebagai setiap individu yang mampu memenuhi tantangan zaman, berguna bagi setiap mahluk, memiliki kecerdasan spiritual serta kerendahhatian sebagaimana citra Panji.
TARI JEJANGERAN CARUB: MENGGAMBARKAN HARMONI ALAM DAN ANCAMAN PENCEMARAN LAUT Ruspawati, Ida Ayu Wimba
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 4 (2024): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi Tari Jejangeran Carub sebagai media komunikasi dalam menyampaikan pesan keberlanjutan ekosistem laut kepada masyarakat pesisir Nusa Penida, Bali. Latar belakang penelitian ini adalah keprihatinan atas meningkatnya ancaman pencemaran laut, khususnya oleh sampah plastik, yang berdampak buruk pada tradisi mebulung (penanaman rumput laut), sebuah praktik ekonomi dan budaya penting bagi masyarakat setempat. Dengan menggunakan metode autoetnografi, penelitian ini mengintegrasikan pengalaman langsung penulis dengan kehidupan komunitas petani rumput laut di Nusa Penida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Jejangeran Carub efektif menyampaikan pesan sosial dan ekologis tentang pentingnya menjaga kebersihan laut. Tari ini tidak hanya berfungsi sebagai pertunjukan seni, tetapi juga sebagai alat edukatif yang meningkatkan kesadaran publik mengenai pelestarian lingkungan laut dan budaya lokal. penelitian ini membuktikan bahwa seni tradisional, seperti Tari Jejangeran Carub, dapat menjadi alat yang signifikan dalam mendorong kesadaran ekologis. Tari ini memperlihatkan peran seni pertunjukan dalam memperkuat identitas budaya dan mendukung keberlanjutan lingkungan melalui pendekatan yang mudah dipahami oleh masyarakat luas.
REPRESENTASI SUARA SUNARI SEBAGAI SUMBER PENCIPTAAN TARI REJANG SWARA SUNARI Widyastuti, Ida Ayu Gede Sasrani
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 4 (2024): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi suara sunari sebagai sumber penciptaan Tari Rejang Swara Sunari, sebuah inovasi dalam seni tari Bali yang mengintegrasikan suara tradisional Bali, yaitu sunari, ke dalam gerakan tari. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami peran dan makna suara sunari dalam membentuk koreografi dan ekspresi spiritual dalam tarian tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, melibatkan studi pustaka, observasi partisipatif, dan wawancara untuk mengumpulkan data tentang hubungan antara suara sunari, gerakan tari, dan dimensi spiritual dalam tarian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suara sunari, dengan karakteristik lembut dan mendayu, tidak hanya menjadi pengiring musik, tetapi juga sebagai elemen utama yang menentukan pola gerak dan ekspresi emosional penari. Kolaborasi antara koreografer, penari, dan musisi dalam menciptakan gerakan yang responsif terhadap suara sunari menghasilkan harmoni antara tubuh dan suara, yang memperkaya pengalaman emosional dan spiritual dalam pertunjukan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Tari Rejang Swara Sunari menciptakan pengalaman seni yang holistik dengan menghubungkan dimensi material dan spiritual, serta memperkuat dialog antara tubuh, suara, dan spiritualitas dalam tradisi Bali.
MUTIARA: ELEMEN JENAMA DALAM MASKOT PILKADA KOTA MATARAM Hasbullah, Hasbullah; Swandi, I Wayan; Sumadewa, I Nyoman Yoga
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 4 (2024): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pilkada Kota Mataram memerlukan pendekatan yang inovatif dalam komunikasi visual untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat. Mutiara, maskot yang dirancang khusus untuk Pilkada Kota Mataram, hadir sebagai simbol yang menggambarkan keindahan, ketulusan, dan nilai-nilai demokrasi yang diusung dalam proses pemilihan kepala daerah. Akan tetapi, bagaimana peran Mutiara sebagai penguat identitas pilkada kota Mataram. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji peran simbol Mutiara dalam maskot pilkada Kota Mataram tahun 2024. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan berlandasan teori semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian ini mengungkap peran simbol Mutiara dalam maskot pilkada Kota Mataram tahun 2024, sebagai kekuatan budaya lokal yang indah serta ketulusan Masyarakat dalam mensukseskan pesta demokrasi yang diselenggarakan lima tahunan. Implikasi hasil penelitian ini sebagai refrensi teoritik dalam memahami penguat identitas jenama pilkada.
TRANSFORMASI BUDAYA DALAM KEINDAHAN MOTIF WASTRA BALI Hartadi, Made Gana; Suardina, I Nyoman; Prayatna, I Wayan Dedy
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 4 (2024): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motif Wastra Bali merupakan motif pakaian out of the box yang dirancang berdasarkan tema baru dengan berpedoman pada budaya Bali. Inspirasi budaya Bali diperoleh dari kain tradisional, atraksi budaya, mitologi Hindu, dan bangungan tradisional yang dipadukan dengan gaya pop art sehingga menjadi ilustrasi sederhana namun jenaka, serta disusun acak berpedoman pada teknik patch work. Motif Wastra Bali memiliki komposisi keindahan yang rumit, sehingga menciptakan daya tarik tersendiri melalui transformasi budaya dalam estetika postmodern. Penelitian ini bertujuan mengkaji estetika postmodern motif Wastra Bali. Metode penelitian adalah kualitatif dengan teknik analisis data Miles & Huberman. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Data yang terkumpul, kemudian dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah motif Wastra Bali memiliki nilai estetika postmodern yang termasuk idiom pastiche. Objek inspirasi motif Wastra Bali merupakan teks masa lalu yang termasuk idiom estetika klasik. Peniruan bentuk dan susunan objek inspirasi menjadi objek ilustrasi menerapkan prinsip kesamaan dan imitasi murni. Perubahan bentuk detail menjadi sederhana dan jenaka menjadi apresiasi positif kekayaan budaya lokal dengan mencabut semangat zaman masa lalu berupa asal-usul objek inspirasi, kemudian menempatkannya dalam semangat zaman kini menjadi objek ilustrasi kreatif dan inovatif dalam wujud motif Wastra Bali.
KAJIAN ESTETIKA BENTUK JEMBATAN PENYEBERANGAN ORANG DENGAN PENDEKATAN FILSAFAT NUSANTARA LINGGA YONI TATTWA WIDYA LANGO Hanom, Imtihan; Rachmawati, Rizka; Andrianto, Andrianto
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 4 (2024): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemprov DKI Jakarta melakukan revitalisasi JPO atau yang lebih dikenal dengan Jembatan Penyeberangan Orang. Revitalisasi dengan merubah bentuk dan menambah fasilitas di JPO memberi nilai lebih yaitu adanya penerapan estetika di JPO. Objek kajian dalam penelitian ini adalah beberapa JPO yang terletak di Jalan Jendral Sudirman. Pemilihan objek kajian dikarenakan jalan Sudirman merupakan pusat kawasan bisnis terbesar di Indonesia dan memiliki trotoar yang terintegrasi JPO dan Halte bus sehingga dipadati oleh para pejalan kaki. Dalam penelitian ini akan menyandingkan proses kreatif terciptanya sebuah desain di JPO dengan pendekatan pendekatan filsafat Nusantara melalui teori estetika Bali yaitu lingga yoni tattwa widya lango. Penelitian ini juga bertujuan agar pembaca dapat memahami proses penciptaan desain JPO yang dikaitkan dengan 9 teori kreatifitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sumber data melalui telaah dokumen, wawancara kepada Dinas Bina Marga Jakarta Pusat, dan observasi langsung di JPO sepanjang Jalan Sudirman Jakarta. Penelitian ini menarik untuk dilakukan karena belum ada kajian estetika dalam ranah interior arsitektur khususnya JPO yang menggunakan pendekatan filsafat Nusantara. Penelitian ini juga dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan potensi budaya tradisi yang memiliki nilai luhur. Hasil dari penelitian ini adalah memberikan pemahaman mengenai terciptanya sebuah desain JPO melalui pendekatan filsafat Nusantara.
WAYANG CINEMA LAKON KAPI BALI LINA SEBUAH MODEL PENGEMBANGAN WAYANG KULIT BALI Marajaya, I Made; Peradantha, Ida Bagus Gede Surya
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 4 (2024): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji estetika Wayang Cinema berjudul Kapi Bali Lina yang diproduksi oleh SMK 3 Sukawati Gianyar. Wayang Cinema yang memadukan dua elemen estetik dari wayang kulit dan seni perfileman ini, telah ikut meramaikan kesenian wayang di media sosial melalui Channel Youtube. Wayang Cinema yang mengangkat cerita Kapi Bali Lina ini memakai medium wayang kulit dan “aktor” manusia. Permasalahan yang diangkat dalam artikel ini adalah; (1) bagaimana estetika Wayang Cinema lakon Kapi Bali Lina?; (2) apa pesan moral yang terkandung di dalam lakon Kapi Bali Lina?. Permasalahan di atas dikaji menggunakan metode kualitatif. Data yang diperoleh di lapangan dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan literatur. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif interpretatif, dan didukung dengan teori kreativitas dan estetika postmodern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi pembaruan dalam pertunjukan wayang kulit Bali, menggunakan peran wayang dan manusia, serta dikemas dengan teknik perfileman. Garapan Wayang Cinema dengan lakon Kapi Bali Lina ini memberi pesan moral, yaitu satya wacana dan kesalahpahaman. Terbunuhnya Subali oleh Sang Rama karena petunjuk para dewata, bahwa yang dibunuh oleh Sang Rama adalah sifat orang yang tidak pernah menempati janjinya.
ARSITEKTUR PURA PENULISAN: INTERAKSI DESAIN DENGAN SISA GUNUNG PURBA Raharja, I Gede Mugi; Wasista, I Putu Udiyana
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 4 (2024): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interaksi desain arsitektural tempat suci dengan alam pegunungan sudah dilakukan oleh beberapa suku bangsa di dunia, termasuk di Bali. Pura Penulisan sudah dibangun sebagai tempat suci sejak masa prasejarah, yang dibangun pada sebuah bukit di pegunungan Desa Sukawana. Permasalahannya, bagaimana undagi Bali masa prasejarah merancang tempat suci yang berinteraksi dengan alam pegunungan dan bagaimana konsep desainnya. Secara garis besar metode yang digunakan dalam penelitian, menggunakan studi kasus dan penelitian lapangan, untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang objek yang diteliti, dan interaksi lingkungan sosial budaya, khususnya terkait konsep ruang arsitektur Pura Penulisan. Dari hasil penelitian, diketahui Pura Penulisan dibangun pada sisa lereng Gunung Penulisan purba. Undagi Bali prasejarah berhasil mendesain tempat suci Pura Penulisan berupa teras-teras bertingkat. Pola ruang arsitektur teras bertingkat merupakan pola punden berundak, warisan budaya megalitik prasejarah.

Page 11 of 13 | Total Record : 130