cover
Contact Name
I Ketut Swarjana
Contact Email
wangi.suryatimade@gmail.com
Phone
+6287861692266
Journal Mail Official
wangi.suryatimade@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tukad Balian No.180, Renon, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali 80227
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Itekes Bali
ISSN : 28095189     EISSN : 28079426     DOI : https://doi.org/10.37294
Core Subject : Health,
Ruang lingkup Jurnal Abdimas ITEKES Bali adalah sebagai berikut : Keperawatan (Publikasi bidang keperawatan mencakup keperawatan medikal bedah, keperawatan anak, keperawatan jiwa, keperawatan maternitas, keperawatan komunitas, manajemen keperawatan dan juga keperawatan komplementer). Kebidanan (Dalam bidang kebidanan mencakup kesehatan ibu dan anak termasuk kehamilan, kelahiran, post-partum, bayi, keluarga berencana dan juga kesehatan reproduksi). Kesehatan masyarakat (Publikasi bidang kesehatan masyarakat mencakup area promosi kesehatan, pendidikan kesehatan, manajemen dan pelayanan kesehatan, epidemiologi dan area kesehatan masyarakat lainnya). Farmasi (Jurnal Bidang Ilmu Farmasi Klinik dan Komunitas mempublikasikan artikel riset dan review kefarmasian yang meliputi aspek farmakologi, biologi farmasi, kimia farmasi, kimia bahan alam, teknologi sediaan farmasi, farmasi klinik dan farmasi komunitas). Anestesi (Jurnal Bidang Ilmu Keperawatan Anestesiologi mempublikasikan artikel riset dan review mengenai keperawatan anestesiologi meliputi keperawatan anestesi pada praanestesi, keperawatan anestesi pada intraanestesi, keperawatan anestesi pada pascaanestesi, keperawatan anestesi pada gawat darurat dan kritis, keperawatan anestesi dalam manajemen nyeri). Makanan dan Teknologi (Jurnal Bidang Ilmu Teknologi Pangan mempublikasikan artikel riset dan review mengenai teknologi pangan yang terkait aspek kimia pangan, mikrobiologi pangan, rekayasa proses pangan, teknologi hasil pertanian, keamanan pangan, ketahanan pangan, biokimia pangan, pangan fungsional dan gizi pangan). Akupuntur (Jurnal Bidang Ilmu Akupuntur dan Pengobatan Herbal mempublikasikan artikel riset dan review mengenai akupuntur, moksibusi dan tuina: termasuk mekanisme efek akupuntur, moksibusi dan tuina, spesifisitas efek titik akupunktur, kompatibilitas titik akupuntur, evaluasi efikasi akupuntur, moksibusi dan tuina, serta evaluasi efikasi herbal Indonesia dan Cina).
Articles 120 Documents
Penguatan Kesehatan Jiwa Remaja Melalui Edukasi Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis (P3LP) Di Sekolah Menengah Atas Fitriani, Nurlaila; ., Murniati; Agustina, Ikha; Fitriani, Andi; Noor, Erlita; Rannu, Helena Christy; Amin, Nur Aulia; Erre, Athalia Manuelala; Mansur, Sarinah; ., Syamsibar; Zahra, Ilfa; Layuk, Ruth Maria; Aziizah, Nuur; Rahmayanty, Trixi
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v5i2.816

Abstract

Kesehatan jiwa remaja merupakan isu penting yang memerlukan perhatian khusus karena meningkatnya tekanan psikososial akibat faktor lingkungan, akademik, dan media sosial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) sebagai bentuk dukungan awal terhadap individu yang mengalami tekanan emosional. Kegiatan dilaksanakan di SMA Frater Makassar, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar dengan metode psikoedukasi interaktif, yaitu ceramah, diskusi, dan evaluasi pre-test serta post-test. Materi yang diberikan meliputi pengertian P3LP, tanda individu yang mengalami tekanan psikologis, langkah-langkah memberikan dukungan emosional awal, serta teknik komunikasi suportif. Media yang digunakan meliputi banner, leaflet, dan presentasi PowerPoint. Peserta kegiatan berjumlah 22 siswa dengan karakteristik mayoritas berusia 16–17 tahun, aktif di media sosial, dan terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler. Hasil uji statistik menunjukkan adanya peningkatan signifikan tingkat pengetahuan peserta setelah kegiatan psikoedukas, dengan nilai rata-rata pre-test 7,91 dan post-test 9,45 serta nilai signifikansi p = 0,001 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa psikoedukasi tentang P3LP efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya dukungan psikologis awal. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah preventif dalam meningkatkan literasi kesehatan jiwa remaja dan membentuk lingkungan sekolah yang lebih peduli terhadap kesejahteraan mental. Kata kunci : Kesehatan jiwa, Pendikan Kesehatan, P3LP
Stimulasi Kognitif Melalui Tak Tebak Gambar Untuk Mencegah Demensia Pada Lansia Ahmad, Husnul Hatima; Ridha, Nurul; Oktavia, Tasya; Ridwan, Reskyana; Jaya, Nurulhafisah; Ekasari, Putri Kartika; Pratiwi, Adinda Tasya; Jafar, Nuurhidayat; Mariani, St.; Rahim, Suryadi HS
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v5i2.837

Abstract

The global demographic transition has resulted in an increasing elderly population and a rising prevalence of dementia, which poses a significant public health challenge. This Community Service Program (CSP) aims to raise awareness and prevent dementia through education and Group Activity Therapy (GAT) based on picture guessing games in RW 002 and RW 003, Tamalanrea Indah Village, Makassar City. The program involved seven elderly participants aged 65–70 years, with interventions including interactive lectures on dementia and cognitive stimulation through group games. The results demonstrated improved understanding among participants of dementia symptoms, risk factors, and healthy lifestyle practices, alongside active participation exceeding 50% during the activities. This program effectively enhanced social engagement and motivation among participants to maintain cognitive function, particularly via stress management, physical activity, and control of hypertension and diabetes as dementia risk factors. In conclusion, a community-based educational and cognitive stimulation approach is effective in preventing dementia and enhancing the quality of life of the elderly.
GIGITA’: Gerakan Edukasi Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Anak Taman Kanak-Kanak Di Kelurahan Tamalanrea Indah Saleh, Tenri Sa’na Firman; Ardianti, Ainiyyah; Aldawiyah, Syifa Karina; Hijrah, Nur; Soba, Florentina Naran; Fil ‘ayati, Aunillah; Rahmat, Zarah Annisa; Jafar, Nuurhidayat; Mariani, Siti; Rahim, Suryadi HS
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v5i2.843

Abstract

Karies gigi masih menjadi masalah kesehatan utama pada anak usia dini. Lebih dari 57% penduduk Indonesia memiliki masalah gigi dan mulut. Data di Kelurahan Tamalanrea Indah menunjukkan 44,2%–54,5% keluarga memiliki anggota dengan karies, meskipun mayoritas telah menyikat gigi dua kali sehari. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi cara menyikat gigi yang benar dan praktik menyikat gigi yang benar. Metode pelaksanaan menggunakan desain evaluasi deskriptif, dengan kegiatan meliputi pembacaan dongeng, media visual, demonstrasi typodont, dan praktik menyikat gigi pada anak Taman Kanak (TK) didampingi oleh guru TK, perawat gigi dan dokter gigi dari Puskesmas Antara. Berdasarkan observasi terstruktur terjadi Peningkatan 70% pada jumlah anak yang mampu menyikat gigi dengan benar. Analisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan sebanyak 94% anak hadir dan lebih dari 75% terlibat aktif. Sebagian besar anak mampu memperagakan langkah menyikat gigi yang benar pada permukaan depan, belakang, dan kunyah. Kesimpulan dari kegiatan GigiTa’ ini adalah efektivitas program GigiTa’ dalam mengoptimalkan keterampilan menyikat gigi anak sebagai Upaya preventif karies. Disarankan agar program ini diintegrasikan ke dalam agenda rutin UKS dalam pengawasan berkelanjutan dari tenaga Kesehatan Puskesmas Antara untuk menjamin keberlanjutan perlikau sehat anak. Program serupa berpotensi direplikasi di Taman Kanak-kanak lain di wilayah kerja puskesmas, dengan pengembangan instrumen evaluasi yang lebih sistematis pada implementasi berikutnya guna mengukur dampak jangka panjang secara lebih akurat. Kata kunci : kesehatan gigi dan mulut, karies gigi, edukasi kesehatan, anak TK, keperawatan komunitas
Pemberdayaan Pelayanan Pengobatan Tradisional Melalui Terapi Akupunktur Berbasis Median Nerve (Neuropuncture) Dalam Upaya Pengendalian Hipertensi Di Masyarakat Harditya, Kadek Buja; Anak Agung Istri Mas , Padmiswari; Suweca, I Gede; Widiatmaja, I Gusti Bagus Panji
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v5i2.854

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan kardiovaskular global dengan prevalensi yang terus meningkat serta berkontribusi terhadap tingginya morbiditas dan mortalitas. Kondisi ini menjadi faktor risiko utama berbagai komplikasi seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta membantu pengendalian tekanan darah melalui edukasi kesehatan dan terapi akupunktur berbasis median nerve neuropuncture stimulation, sekaligus mendorong pemberdayaan dan kemandirian masyarakat dalam pengelolaan hipertensi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan desain one group pre-test and post-test pada 120 responden dewasa dengan riwayat atau risiko hipertensi di Kelurahan Renon, Kota Denpasar. Kegiatan dilaksanakan oleh tim kompeten yang terdiri dari dosen, terapis akupunktur bersertifikat, tenaga kesehatan, serta mahasiswa, dengan dukungan pihak kelurahan dan koordinasi bersama Puskesmas Denpasar Selatan II dalam skrining dan pengawasan medis. Intervensi meliputi pemeriksaan tekanan darah, edukasi kesehatan, serta terapi akupunktur pada titik PC6, GB20, LI4, LR3, dan ST36. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan (p = 0,017) serta penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik (p < 0,001). Kesimpulannya, kombinasi edukasi dan terapi akupunktur efektif dalam meningkatkan pengetahuan, membantu menurunkan tekanan darah, serta memperkuat pemberdayaan dan kemandirian masyarakat. Disarankan agar kegiatan dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan layanan kesehatan setempat melalui penguatan peran kader, pemantauan rutin tekanan darah, serta integrasi program kelurahan dan Puskesmas Denpasar Selatan II guna meningkatkan efektivitas pengendalian hipertensi di masyarakat. Kata kunci: Hipertensi, akupunktur, edukasi, pemberdayaan kesehatan
Edukasi Keberlanjutan Pangan: Transformasi Limbah Pangan Sebagai Produk Fungsional Untuk Siswa SMK PGRI 3 Denpasar Ida Ayu Putu Ary Widnyani; Nadya Treesna Wulansari; Putu Rima Sintyadewi; Komang Sri Ariani; Ida Ayu Purnama Bestari
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v5i2.856

Abstract

Limbah pangan tidak hanya berdampak negatif pada lingkungan, tetapi juga mencerminkan inefisiensi dalam sistem produksi dan distribusi pangan. Food loss and waste (FLW) menghasilkan emisi gas rumah kaca yang signifikan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan inovatif untuk mengelola limbah pangan secara efektif dan berkelanjutan. Pendidikan memainkan peran kunci dalam mendorong keberlanjutan pada industri pangan, salah satunya melalui pengenalan konsep sustainability kepada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya pada program keahlian tata boga. Metode edukasi yang digunakan meliputi pemaparan materi dan penggunaan alat peraga. Berdasarkan hasil pre-test terhadap 24 peserta, diketahui bahwa 8% peserta berada pada kategori pemahaman sangat kurang, 88% kurang, dan 4% cukup. Setelah edukasi diberikan, hasil post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan, yakni 42% peserta mencapai kategori sangat baik, 54% baik, dan 4% cukup. Dengan demikian, kegiatan edukasi ini terbukti memberikan dampak positif yang terukur terhadap peningkatan pengetahuan peserta mengenai keberlanjutan pangan. Kata kunci: Limbah pangan, Transformasi, Keberlanjutan, Pangan fungsional    
Optimalisasi Manajemen Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Toga Dalam Upaya Pengendalian Diabetes Melitus Damayanti, Ida Ayu Manik; Antari, Ni Wayan Sukma; Dharmapatni, Ni Wayan Kesari; Wulansari, Nadya Treesna; Kusuma, Ida Bagus Separsa; Artha, I Wayan Oktapratama; Aristadewi, Ida Ayu Mas
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v5i2.857

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat dan menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Kondisi ini berdampak pada kualitas hidup, serta risiko komplikasi kronis, sehingga diperlukan upaya pengendalian secara promotif dan preventif berbasis perubahan perilaku. Salah satu potensi lokal yang dapat dimanfaatkan adalah Tanaman Obat Keluarga (TOGA), namun pemanfaatannya di masyarakat masih belum optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam optimalisasi manajemen pemberdayaan masyarakat berbasis toga dalam upaya pengendalian diabetes melitus. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat berbasis partisipatif dengan melibatkan 37 peserta di Desa Pedungan. Kegiatan meliputi pre-test, edukasi dan pelatihan (green training), pemeriksaan gula darah, pendampingan (green involvement), serta post-test dan evaluasi (green performance). Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired t-test serta skala Likert untuk perilaku. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta dari nilai rata-rata 54,86 menjadi 83,00 (p < 0,05). Selain itu, perilaku masyarakat berada pada kategori baik yang menunjukkan adanya perubahan ke arah pola hidup sehat. Pendekatan edukasi, pelatihan, dan pendampingan berbasis optimalisasi manajemen efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku masyarakat dalam pengendalian diabetes melitus secara mandiri dan berkelanjutan melalui pemanfaatan TOGA.  Kata kunci : Diabetes melitus, TOGA, pemberdayaan masyarakat, perilaku kesehatan
Pemberdayaan Kelompok Tani Melalui Massage Oil Kelapa Dan Biji Bunga Matahari Sebagai Perineal Massage Untuk Menciptakan Hasil Pertanian Berkelanjutan Darmayanti, Putu Ayu Ratna; Ariani, Ni Komang Sri; Dira, Made Asmarani; Nugraha, Iwan Saka
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v5i2.858

Abstract

Masyarakat Desa Tejakula sebagian besar mengandalkan hasil pertanian. Daerah Tejakula terkenal sebagai penghasil rambutan, manga dan kelapa. Pendapatan petani kelapa tidak menentu karena harga jual kelapa tidak stabil. Hal ini, berimbas pada pendapatan petani. Sementara itu, harga produk olahan kelapa relatif stabil di pasaran seperti VCO. Namun, tidak memiliki kemampuan untuk mengolah kelapa menjadi produk yang memiliki nilai tinggi. Tujuan kegiatan ini untuk pemberdayaan kelompok tani melalui pembuatan produk inovasi massage oil kelapa dan biji bunga matahari sebagai produk massage dalam upaya menciptakan hasil pertanian berkelanjutan. Kegiatan dilakukan pada kelompok tani kelapa di Desa Tejakula dalam 2 tahap selama 2 hari tanggal 5-6 Oktober 2023. Tahap awal kegiatan ini dilakukan penyuluhan tentang produk olahan kelapa khususnya massage oil dan potensi pasar dari produk. Dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan massage oil dengan skala rumah tangga melalui metode fermentasi dan alat sederhana selama 60 menit. Kemudian, diberikan sumbangan alat yang diperlukan untuk produksi produk. Kegiatan pengabmas pada 25 petani kelapa di Desa Tejakula hadir 100%. Hasilnya ada peningkatan pengetahuan dan keterampilan mengolah kelapa menjadi massage oil. Seluruh peserta mendapatkan sumbangan alat yang diperlukan untuk produksi produk sehingga dapat mengimplementasikan pembuatan massage oil untuk menaikkan nilai jual hasil pertanian agar pendapatan meningkat dan sejahtera. Kata kunci : Massage Oil, Perineal Massage, Kelompok Tani, Kelapa, Biji Bunga Matahari    
Edukasi Dan Skrining Kecemasan Sebagai Upaya Pencegahan Kecemasan Pada Ibu Nifas Di Kota Denpasar Darmayanti, Putu Ayu Ratna; Santi , Luh Komang Suwarma; Ariani, Ni Komang Sri; Darmawati, I Dewa Ayu Agra; Dewi, Ni Wayan Erviana Puspita
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v5i2.859

Abstract

Masa nifas merupakan periode yang sering menimbulkan kecemasan karena adanya perubahan peran dan tanggung jawab baru. Sebagian ibu mampu beradaptasi dengan baik, namun banyak pula yang mengalami kecemasan bahkan depresi. Kondisi ini sering kali tidak terdeteksi dan tidak tertangani secara optimal. Tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam upaya pencegahan melalui edukasi dan skrining kecemasan untuk mendeteksi masalah serta mencegah dampak psikologis yang lebih berat. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan pengetahuan melalui edukasi dan skrining kecemasan sebagai upaya promotif dan preventif. Pendekatan yang digunakan adalah pendidikan masyarakat dengan metode ceramah, tanya jawab, serta pemutaran video animasi. Kegiatan dilaksanakan di Kota Denpasar pada Juli 2025. Metode meliputi persiapan, edukasi kesehatan menggunakan video animasi, pretest–posttest untuk mengukur pengetahuan, serta skrining kecemasan. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner dan analisis data. Program dilaksanakan oleh tim dari ITEKES Bali dengan partisipasi aktif ibu nifas. Sebelum penyuluhan, sebagian besar peserta memiliki pengetahuan kurang sebanyak 26 orang (52%), setelah diberikan edukasi menurun drastis dari menjadi hanya 4 orang (8%). Hampir setengahnya peserta skrining kecemasan mengalami kecemasan ringan selama masa nifas sebanyak 23 orang ibu nifas (46%). Edukasi dan skrining kecemasan efektif meningkatkan pengetahuan ibu nifas dan cakupan skrining serta mendukung upaya promotif dan preventif dalam pelayanan kebidanan. Kata kunci : Kecemasan, Ibu Nifas, Edukasi Kesehatan, Skrining
Edukasi Dan Terapi Akupunktur Sebagai Terapi Neuroimunomodulator Pada Rhinitis Alergika Harditya, Kadek Buja; Widiatmaja, I Gusti Bagus Panji; Suweca, I Gede; Padmiswari, Anak Agung Istri Mas; Dharmapatni, Ni Wayan Kesari
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v5i2.860

Abstract

  Rhinitis alergika merupakan penyakit inflamasi kronis saluran napas atas dengan prevalensi yang terus meningkat dan berdampak terhadap kualitas hidup masyarakat. Gejala seperti bersin, rinore, hidung tersumbat, dan rasa gatal pada hidung dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, kualitas tidur, konsentrasi, dan produktivitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta membantu mengurangi gejala rhinitis alergika melalui edukasi kesehatan dan terapi akupunktur berbasis neuropuncture. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan desain one group pre-test and post-test pada 80 responden usia remaja hingga lansia di Kelurahan Renon, Kota Denpasar. Intervensi meliputi edukasi kesehatan dan terapi akupunktur pada titik LI20 (Yingxiang), Bitong, Yintang, LI4 (Hegu), dan ST36 (Zusanli). Parameter yang dinilai meliputi skor pengetahuan, Total Nasal Symptom Score (TNSS), dan Visual Analog Scale (VAS) sumbatan hidung. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan (p = 0,002) serta penurunan signifikan skor TNSS (p = 0,002) dan VAS (p = 0,003) setelah intervensi. Kegiatan ini efektif meningkatkan pengetahuan, membantu mengurangi gejala rhinitis alergika, serta mendukung pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian penyakit secara mandiri dan berkelanjutan di tingkat komunitas lokal. Kegiatan serupa disarankan dilakukan secara berkala melalui kolaborasi dengan fasilitas kesehatan setempat dan kader kesehatan masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kata kunci: Rhinitis alergika, neuropuncture, TNSS, VAS, edukasi kesehatan
Peningkatan Pengetahuan Suami Ibu Hamil Tentang Postpartum Blues Dengan Video Edukasi Parwati, Ni Wayan Manik; Wulandari, Idah Ayu; Haryati, Ni Putu Sri; Indriana, Ni Putu Riza Kurnia; Suartini, Ni Wayan
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v5i2.861

Abstract

Postpartum blues merupakan gangguan psikologis yang umum terjadi pada ibu selama masa nifas dan berpotensi menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan ibu maupun tumbuh kembang bayi apabila tidak ditangani secara tepat sejak awal. Salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan adaptasi ibu setelah persalinan adalah dukungan keluarga, terutama dari suami. Kurangnya pengetahuan suami mengenai perubahan fisik dan psikologis pada masa nifas diketahui dapat memengaruhi kondisi emosional ibu pascapersalinan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman suami terkait upaya pencegahan postpartum blues melalui penggunaan media edukasi berbasis video. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan interaktif yang disertai pemutaran video edukasi, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta kegiatan terdiri dari 28 suami ibu hamil yang berkunjung ke Puskesmas I Denpasar Timur. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan membandingkan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah edukasi menggunakan kuesioner sederhana, serta analisis efektivitas media video menggunakan uji Wilcoxon. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman suami mengenai faktor risiko, tanda dan gejala, serta langkah pencegahan postpartum blues. Sebelum diberikan edukasi, sebagian besar responden (64,2%) memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup. Setelah intervensi edukasi melalui video, mayoritas peserta (82,1%) berada pada kategori pengetahuan baik. Analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi dengan nilai p-value <0,001. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi berbasis video efektif dalam meningkatkan pengetahuan suami mengenai postpartum blues. Diharapkan para suami lebih aktif dalam mencari informasi terkait kesehatan psikologis ibu pada masa nifas serta mampu memberikan dukungan emosional dan sosial yang optimal guna mencegah terjadinya postpartum blues. Selain itu, tenaga kesehatan khususnya pengelola program KIA disarankan untuk mengintegrasikan edukasi berbasis video tentang pencegahan postpartum blues ke dalam layanan antenatal care (ANC) dan kegiatan kelas ibu hamil secara rutin Kata kunci : Video, edukasi, suami, postpartum blues

Page 12 of 12 | Total Record : 120