cover
Contact Name
Dian Hidayatullah
Contact Email
dian@umb.ac.id
Phone
+6282374043888
Journal Mail Official
peternakan@umb.ac.id
Editorial Address
http://jurnal.umb.ac.id/index.php/inspirasi/about/editorialTeam
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Inspirasi Peternakan
ISSN : 28082257     EISSN : 27980898     DOI : https://doi.org/10.36085/jinak.v2i3
Core Subject : Health,
Jurnal Inspirasi Peternakan adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Jurnal Inspirasi Peternakan menerima artikel berbasis penelitian dan konseptual di bidang Animal Science ; produksi ternak, nutrisi ternak, reproduksi dan genetik ternak, pakan ternak dan teknologi, hijauan, teknologi pasca panen dan sosial dan ekonomi peternakan yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Artikel ilmiah diterbitkan berdasarkan peer-review double blind . berupa artikel hasil penelitian, artikel telaah pustaka, kasus lapangan dan gagasan asli. Jurnal ini terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Februari, Juni dan Oktober.
Articles 83 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN SARI BUAH NANAS (Ananas comosus) TERHADAP KANDUNGAN pH, TOTAL BAKTERI, DAN VISCOSITAS PADA YOGHURT MENGGUNKAN STATER KOMERSIL Andre Geofany; Wismalinda Rita; Rita Zurina
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Susu adalah cairan berwarna putih yang disekresi oleh kelenjar mammae (ambing) pada binatang mamalia betina seperti sapi, kambing, atau bahkan kerbau yang diperoleh dengan cara pemerahan sebagai bahan makanan dan sumber gizi. Yoghurt merupakan salah satu produk hasil dari fermentasi susu dengan penambahan kultur bakteri asam laktat yaitu Streptococcus thermophilus, dan Lactobacillus bulgaricus.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan sari buah nanas terhadap kandungan pH, total bakteri dan viscositas pada yoghurt drink dengan starter komersil.Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan . Sari buah nanas dibuat dengan penambahan A = 0%, B = 3%, C = 6% dan D =9%. Parameter yang diamati adalah pH, kandungan total bakteri, dan viscositas. Hasil penelitian memperlihatkan penambahan sari buah nanas berpengaruh nyata (p<0.05) terhadap kandungan pH, total bakteri, dan viscositas. Hal ini menunjukan bahwa sari buah nanas sangat berpengaruh terhadap yoghurt drink. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi penggunaan sari buah nanas yang digunakan semakin meningkatkan nilai pH, kandungan total bakteri, dan viscositas yoghurt drink. Kata Kunci : Susu, Yoghurt, Sari Buah Nanas, Streptococcus thermophilus, dan Lactobacillus bulgaricus.
PENGARUH PENAMBAHAN AMPAS KELAPA FERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP PRODUKSI, ORGAN DALAM, DAN INCOME OVER FEED COST ITIK TALANG BENIH Kevin Afendra; Nurhaita Nurhaita; Rita Zurina
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Itik Talang Benih merupakan salah satu plasma nutfah yang ada di Provinsi Bengkulu, tepatnya di Desa Talang Benih, Curup, Kabupaten Rejang Lebong. Menurut Saepulah,. et al (2017) bahwa ampas kelapa merupakan limbah dari hasil perasan daging buah kelapa yang mengandung protein 11,35% serta serat kasar 14,97%. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kandungan nutrisi ampas kelapa tersebut, maka dilakukan proses fermentasi dengan mol isi rumen. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) adalah 4 perlakuan dan 5 ulangan dengan penambahan A= 0%, B = 4%, C= 8%, D= 12%. parameter yang diamati berat hati, ventrikulus, proventrikulus, ventrikululus, panjang usus, konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, bobot akhir, berat karkas, presentase karkas itik talang benih. Penambahan ampas kelapa fermentasi sampai 12% berpengaruh terhadap berat hati, ventrikulus, proventrikulus, ventrikululus akan tetapi tidak berpengaruh terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, bobot akhir, berat karkas, presentase karkas, panjang usus itik talang benih. kata kunci : ampas kelapa fermentasi, mol isi rumen, produksi, organ dalam, income over feed cost
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG TEMULAWAK (CURCUMA XANTHORRIZA ROXB) DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS TELUR AYAM RAS PETELUR Purwanto, Heji; Zurina, Rita; Definiati, Neli; Malianti, Lezita
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 3 No. 3 (2023): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v3i3.5620

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat Kualitas Telur (bobot telur, Tebal Cangkang, Indeks Putih dan Kuning Telur) ayam ras petelur yang diberikan tepung temulawak dengan konsentrasi yang berbeda. Penelitian ini telah dilakukan di Kandang Percobaan di Desa Pandan Kecamatan Seluma Utara Kabupaten Seluma Bengkulu Selatan. Penelitian ini berlangsung selama 45 hari, dimulai bulan Mei – Juni 2018. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari atas A (0 % tepung temulawak), B (1% tepung temulawak), C ( 2% tepung temulawak), dan D (3% tepung temulawak). Tepung temulawak diberikan setiap hari dengan cara dicampur pada pakan selama penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung temulawak berpengaruh nyata terhadap Bobot telur (P < 0,05) dengan rataan 61,24 (g/ekor/hari), sedangkan Tebal cangkang dengan rataan 0,47, indeks Putih telur dengan rataan 0,07 dan indeks kuning telur dengan rataan 0,42 tidak berpengaruh nyata (P > 0,05). Pemberian tepung temulawak sampai dengan 1%, 2% dan 3% tidak dapat meningkatkan Kualitas telur, ayam ras petelur namun bisa meningkatkan bobot telur. Kata kunci : Temulawak, bobot telur, tebal cangkang, indek putih dan kuning telur
ANALISIS USAHA TERNAK AYAM BROILER (Studikasus di Peternakan Kendra) di Desa Keban Agung Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma Pitro, Nando; Mulyadi, Maheran; Feriady, Anton; mutmainnah, Elni
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 3 No. 3 (2023): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v3i3.5844

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah pendapatan, efisiensi dan kelayakan pada usaha ternak ayam broiler milik Pak Kendra di Desa Keban Agung Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma. Penelitian ini di lakukan dari bulan Juni sampai bulan Juli 2023 di Desa Keban Agung Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma Pada Peternakan Ayam Broiler Milik Kendra, penentuan responden dilakukan secara sengaja (Purposive). Metode yang digunakan adalah studi kasus. Alasan pemilihan responden yaitu karena usaha peternakan ayam broiler milik pak Kendra paling besar di antara peternak lain. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa usaha ayam broiler milik Pak Kendra menguntungkan atau pendapatan positif yakni sebesar Rp 31.724.416,67 per periode produksi (34 hari) dengan total produksi DOC 18.000 ekor ayam. berdasarkan hasil perhitungan R/C Ratio 1,04>1, yang artinya usaha peternakan ayam broiler milik Pak Kendra Efisien dan dari hasil perhitungan B/C Ratio 0,04<1 yang artinya usaha ayam broiler milik Pak Kendra Tidak layak untuk diusahakan dalam waktu jangka panjang. Kata Kunci: Usaha Peternakan, Efisiensi (R/C Ratio), Kelayakan (B/C Ratio).
PERFORMA PUYUH PERIODE STATER SAMPAI GROWER YANG DIBERIKAN PAKAN KOMERSIAL DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG JAHE (Zingiber Offinale) DAN TEPUNG KUNYIT (Curcuma Domestica). Rudi Efendi, Khasan; Suharnas, Edwar; Definiati, Neli
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 3 No. 3 (2023): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v3i3.5847

Abstract

“Performa Puyuh Periode Stater Sampai Grower Yang Diberikan Pakan Komersial Dengan Penambahan Tepung Jahe (Zingiber Offinale) Dan Tepung Kunyit (Curcuma Domestica).” Di bawah bimbingan Ir. Edwar Suharnas, Mp sebagai pembimbing utama dan Neli Definiati, SP. MP sebagai pembimbing pendamping. Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiya Bengkulu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2018, di Desa Panca Mukti Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap unit percobaan terdiri dari 15 ekor puyuh dan disiapkan 240 ekor puyuh, perlakuan yang diuji adalah pemanfaatan tepung jahe dan tepung kunyit dalam ransum komersial yaitu (A) 0% atau tanpa tepung jahe dan kunyit, (B) 2% tepung jahe, (C) 2% tepung kunyit, dan perlakuan (D) 1% tepung jahe + 1% tepung kunyit. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan tepung jahe dan tepung kunyit dalam ransum burung puyuh tidak memberikan berpengaruh nyata terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum. Konsumsi ransum rata-rata 441,03-445,30 (gram/ekor), pertambahan bobot badan rata-rata 193,13-208,62 (gram/ekor), dan konversi ransum rata-rata 2,13-2,30 (gram/ekor). Kesimpulan Penambahan tepung jahe, tepung kunyit, serta kombinasi tepung jahe dan tepung kunyit pada pakan komersial tidak mempengaruhi terhadap performa pertumbuhan puyuh (Coturnix contronix japonika) periode stater sampai grower. Kata Kunci : Tepung Jahe, Tepung Kunyit, Ransum, dan Performa.
POTENSI HIJAUAN PADA LAHAN PERTANIAN HORTIKULTURA SEBAGAI PAKAN RUMINANSIA DI KECAMATAN SELUPU REJANG KABUPATEN REJANG LEBONG sudarmanto, Sudarmanto; Sunaryadi; Definiati, Neli
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 3 No. 3 (2023): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v3i3.5848

Abstract

Kecamatan Selupu Rejang merupakan sentral pertanian hortikultura di Kabupaten Rejang Lebong, dari proses kegiatan pertanian hortikultura terdapat hijauan atau gulma yang tumbuh di area lahan pertanian hortikultura yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak ruminansia, sebagian besar hijauan tersebut belum termanfaatkan bahkan hanya terbuang percuma dilahan, hal tersebut dikarenakan belum adanya data pasti tentang jumlah hijauan dan jenis hijauan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi hijauan pakan ternak ruminansia di Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong. Penelitian ini berlangsung dari bulan Agustus Sampai bulan September 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei langsung kelapangan di 3 desa yang ada di kecamatan Selupu Rejang, diikuti dengan pengukuran dan pengamatan di lapangan. Pengambilan sampel dilakukan pada 333 ha lahan pertanian hortikultura atau 30% dari total luas lahan di tiga (3) Desa yang berada dikecamatan Selupu Rejang. Produksi hijauan dihitung dengan menggunakan cuplikan ubin dari kayu berukuran 1 x 1 m, Masing masing lahan diukur menggunakan 80 penetapan cuplikan yang hasilnya di rata-ratakan dan di estimasikan dengan luas lahan. Hasil dari penelitian ini produksi potensi hijauan pakan ternak ruminansia pada lahan pertanian hortikultura di tiga (3) Desa yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Selupu Rejang yaitu : Produksi potensi hijauan di Desa Karang Jaya 4.643 ton/tahun berat segar dan 943 ton/tahun berat kering dapat memenuhi 295 ST/tahun, Desa Talang lahat 4.977 ton/tahun berat segar dan 1.045 ton/tahun berat kering dalam satu tahun dapat memenuhi 327 ST/tahun, dan Desa Sumber Urip 5.524 ton/tahun berat segar dan 1.137 ton/tahun berat kering dapat memenuhi 356 ST/tahun. Apabila dijumlahkan, maka dalam satu tahunnya di tiga desa dikecamatan Selupu Rejang menghasilkan produksi potensi hijauan 15.144 ton/tahun berat segar dan 3.125 ton/tahun berat kering yang berarti bahwa dapat menampung 978,5 ST/tahun atau setara dengan 978 ekor sapi dewasa. Berdasarkan hasil produksi potensi hijauan pakan diketahui bahwa, jika diestimasikan dengan total luas lahan pertanian hortikultura 1.110 ha maka hasil produksi potensi hijauan sebanyak 50.479,2 ton/tahun berat segar dan 10.416,6 ton/tahun berat kering , hasil ini dapat menampung 3.261,6 ST/tahun atau dengan kata lain dapat memenuhi kebutuhan ternak sapi dewasa sebanyak 3.262 ekor/tahun, dan terdapat 11 Jenis hijauan yaitu. 1.Belulang (Eleusine indica), 2. Setaria (Setaria plicata), 3. Wedusan (Ageratum conyzoides), 4. Lempuyang (Panicum repens L), 5. Teki ladang (Cyperus rotundus), 6. Kentangan (Borreria latifolia ), 7. Cemplonan (Drymaria cordata Willd), 8. Sintrong (Crassocephalum crepidioides), 9. Shaggy soldier (Galinsoga quadriradiata), 10. Urang aring (Eclipta Alba), 11. Bayam duri (Amaranthus spinosus). Kata Kunci : Pertanian Hortikultura, Potensi Hijauan Pakan Ternak Ruminansia, Berat Segar dan Berat Kering.
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG UMBI GADUNG ( Dioscorea hispida Dennst ) DALAM RANSUM TERHADAP pH, NH3 DAN PRODUKSI VFA ( Volatille Fatty Acids ) SECARA IN- VITRO Harmawati, Lilis; Rita, Wismalinda; Sunaryadi; suliasih, Suliasih
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 3 No. 3 (2023): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v3i3.5849

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung umbi gadung padaransum terhadap produksi pH, NH3 dan VFA (volatile fatty acids ) pada ternak secara in vitro.Penelitian ini telah dilaksanakan pada 11 Mei sampai 7 Juli 2018 di Bukit Peninjauan 1, KecamatanSukaraja Kabupaten Seluma. Analisa kecernaan ransum akan di lakukan di laboraturium Ilmu danTeknologi Pakan serta Laboraturium Institusi Pertanian Bogor ( IPB). Penelitian ini menggunakanRancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan (0%, 10%, 20%, 30%) dan 3 kelompokulangan. Materi yang digunakan adalah ransum yang terdiri dari tepung umbi gadung, tepungjagung, tepung ikan rucah, dan dedak. Parameter yang diamati meliputi nilai pH, NH3 dan produksiVFA (Volatille Fatty Acids). Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), antara NH3dan VFA (Volatille Fatty Acids) berpengaruh sangat nyata, namun pH tidak berpengaruh nyata. Daripenelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengaruh penambahan tepung umbi gadung pada ransumterhadap pH, NH3 dan VFA (Volatille Fatty Acids) tidak mengganggu aktifitas fermentasi mikrobarumen.Kata kunci: pH, NH3, VFA dan Tepung Umbi Gadung
Struktur Populasi dan Morfometrik Kerbau Lumpur Pada Pola Pemeliharaan Traditional Kurniawan, Isal; Yendraliza; Rodiallah , Muhamad
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v4i2.6200

Abstract

The buffalo farming system in Pangean District, Kuantan Singingi Regency is still This study aims to examine the characteristics of buffalo farmers, population structure and size of buffaloes whose husbandry system is based on local wisdom. This research was conducted from June to September 2022 in the location of smallholder farms in Pangean sub-district, Kuansing Regency. The selected villages were Pauh Angit Hulu, Pulau Tengah, and Tanah Bekali. The sample used was 30 buffalo farmers who are members of hereditary buffalo farmers with colony pens. The total number of buffaloes measured was 300. Data on population structure was taken from the Livestock Service Office. Parameters measured were; farmer profile, husbandry aspects, population structure and buffalo body size. Data were analysed descriptively by displaying mean, percentage and standard deviation. The results of this study are the profile of buffalo breeders consisting of the gender of breeders dominated by men with the highest education of junior high school. The application of technical aspects includes 48.9% breeding, 46.6% cage aspect, 40% feed aspect, 59.96% health aspect. Local wisdom of farmers is found in the aspect of cages on customary land, and the use of traditional medicines. Male buffalo body length is 135 cm and female body length is 124 cm. Buffalo population structure is 1 male; 15 females. Keywords: Aspects of maintenance, local wisdom, morphometrics, buffalo
STUDI MANAJEMEN PEMELIHARAAN AYAM PEDAGING YANG DIPELIHARA DI KETINGGIAN TEMPAT BERBEDA Etti Tri Adiyastiti, Bayu; Devi Anggraini, Apriliana; Kurniawan, Dedi
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v4i1.6251

Abstract

Ketinggian tempat pemeliharaan ayam broiler dari permukaan laut dapat mempengaruhi suhu dan kelembaban lingkungan. Perubahan suhu dan kelembaban tersebut dapat mengganggu kondisi fisiologis ayam dan dapat menyebabkan penurunan produktivitas pada ayam pedaging yang dipelihara di kandang open house. Penerapam manajemen pemeliharaan yang baik memberikan peranan penting untuk meminimalisir kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan manajemen pemeliharaan ayam pedaging yang dipelihara pada ketinggian berbeda. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan di di Kabupaten Blitar dengan ketinggian tempat 180 mdpl – 198 mdpl dan Malang dengan ketinggian tempat 180 mdpl – 198 mdpl. Penentuan lokasi menggunakan purposive sampling berdasarkan ketentuan ketinggian tempat, populasi, lama pengalaman beternak, dan jenis kandang. Indikator manajemen pemeliharaan yang diamati yaitu persiapan pemeliharaan, perkandangan, brooder, pemberian pakan dan minum, penanganan kesehatan dan recording. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Penilaian terhadap penerapan manajemen pemeliharaan menggunakan skala likert. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penerapan pemeliharaan ayam pedaging di dataran sedang (484 mdpl – 498 mdpl) mendapatkan nilai lebih tinggi dibandingkan dengan penerapan pemeliharaan di dataran rendah (180 mdpl – 198 mdpl). Wilayah dataran sedang di daerah Tumpang dan Dampit Kabupaten Malang dapat dikategorikan Baik dengan bobot nilai 341, sedangkan di Blitar Kabupaten Blitar dikategorikan Sedang dengan bobot nilai 262. Kata Kunci: ketinggian, manajemen, ayam pedaging, Malang, Blitar
PEMANFAATAN PELLET KULIT JENGKOL (Pithecellobium Lobatum Benth) DALAM RANSUM DAN TERHADAP EFISIENSI PAKAN DAN INCOM OVER FEED COST TERNAK DOMBA Firmansyah, Andri; Rita, Wismalinda; Nurhaita
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v4i1.6257

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan pellet kulit jengkol terhadap efisiensi pakan dan Income Over Feed Cost (IOFC) pada ternak Domba. Analisa data ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 5 kelompok ulangan /Perlakuan yang di uji adalah perlakuan P1 (kontrol), perlakuan P2 penambahan kulit jengkol 15%, perlakuan P3 penambahan kulit jengkol 22,5%. Digunakan 15 ekor ternak domba Parameter yang di ukur yaitu Efisiensi pakan dan IOFC. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium lapang Institut pertanian Bogor (IPB) dari bulan Mei sampai juni 2019. Penelitian memperlihatkan pengaruh pemberian pelet kulit jengkol (Pithecellbium lobatum Benth) sebagai pakan Domba tidak mempengaruhi efisiensi pakan. penambahan pellet kulit jengkol sampai 22,5 % sedangkan kandungan konsumsi ransum yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap Income Over Feed Cost karena kulit jengkol mengandung tanin dan saponin apabila diberikan dalam level tinggi dapat merusak palatabilitas ternak karena kandungan tanin dan saponin dapat bersifat membuat rasa sepat (astringent property). Kata kunci: Pelet Kulit jengkol, Ransum, terhadap ternak domba.