cover
Contact Name
Ilham
Contact Email
elhadary.ammi@gmail.com
Phone
+6281363129027
Journal Mail Official
elhadary.ammi@gmail.com
Editorial Address
Jalan Emun Beriring, Asir-Asir Asia, Kec. Lut Tawar, 24512 Kab. Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Indonesia
Location
Kab. aceh tengah,
Aceh
INDONESIA
Jurnal El-Hadhary: Jurnal Penelitian Pendidikan Multidisiplin
Jurnal El-Hadhary: Jurnal Penelitian Pendidikan Multidisiplin diterbitkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI) di Takengon, Aceh, Indonesia. Jurnal El-Hadhary juga merupakan Jurnal Open Access yang diterbitkan untuk mempublikasikan hasil penelitian para dosen, guru, mahasiswa dan praktisi pendidikan. Ciri khas dari jurnal ini adalah artikel-artikel yang dimuatnya merupakan hasil penelitian dan pengembangan di dunia pendidikan dan pengajaran yang berbasis penelitian. Jurnal El-Hadhary diterbitkan dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan April dan Oktober. Jurnal El-Hadhary sebagai sebuah jurnal ilmiah diharapkan dapat menunjukkan kepada masyarakat luas akan kekayaan khazanah keilmuan dalam bidang pendidikan.
Articles 43 Documents
Implementasi Metode Bercerita Mengembangkan Karakter Anak Usia Dini Di Taman Kanak-Kanak Negeri Pembina Lut Tawar Takengon Cibro, Juniara Fitri; Fitri, Junita
EL-Hadhary: Jurnal Penelitian Pendidikan Multidisiplin Vol 2 No 02 (2024): El-Hadhary
Publisher : Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61693/elhadhary.vol202.2024.81-101

Abstract

ABSTRACT The background to the research problem at the Pembina Lut Tawar State Kindergarten is that the storytelling method used by teachers is still not optimal when developing the character of early childhood. There are still some children whose character has not developed well. When studying, some children still don't understand themselves. They still have to listen to instructions from the teacher and still whisper while implementing the storytelling method. The aim of this research is to see the character development and reactions of children after the implementation of the storytelling method and what impacts/characters emerge in children after the storytelling method is implemented. The research method used to see the implementation of the storytelling method to see the development of children's character uses Classroom Action Research (PTK) which is carried out collaboratively between researchers and class teachers. The results of the research showed that the pre-cycle percentage based on observations of the average child score was 26%. During the implementation of Action I (Cycle 1) the average percentage of children's scores was 48%. In the implementation of Action II (Cycle 2) the average percentage of children's scores was 75%. So, the implementation of the storytelling method in developing the character of early childhood has increased by 27%. Then, from this increase we can see the development of children's character, namely religious, honest, disciplined, independent, creative, responsible, caring, able to work together, tolerant, critical. Keywords: Implementation, Storytelling Method, Characters
Peran Tasawuf Dalam Penanaman Pendidikan Karakter Hidayat, Rahmat; Rohmawati , Binti
EL-Hadhary: Jurnal Penelitian Pendidikan Multidisiplin Vol 3 No 01 (2025): El-Hadhary
Publisher : Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61693/elhadhary.vol301.2025.1-14

Abstract

Tasawuf sebagai cabang spiritualitas dalam Islam, memiliki peran penting dalam penanaman pendidikan karakter yang berkualitas. Melalui nilai-nilai seperti kesabaran, kejujuran, ketulusan, dan keikhlasan, tasawuf tidak hanya mengajarkan aspek-aspek etika universal, tetapi juga mengintegrasikannya dalam praktik spiritual yang mendalam. Sedangkan pendidikan karakter adalah proses sistematis yang bertujuan untuk membentuk nilai-nilai, sikap, dan perilaku yang dianggap positif dalam individu. Tujuan utamanya adalah untuk mengembangkan pribadi yang bertanggung jawab, moral, etis, dan memiliki integritas yang kuat. Artikel ini mengeksplorasi bagaimana peran tasawuf memberikan pondasi yang kuat dalam pembentukan karakter yang kokoh dan bertanggung jawab dalam pendidikan. Masalah dalam kajian ini adalah untuk mengetahui tentang tasawuf dan pendidikan karakter, serta bagaimana peranan tasawuf dalam penanaman pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan library research. Untuk data yang berkaitan dengan kepustakaan, peneliti merujuk kepada buku-buku yang berkaitan tentang tasawuf dan pendidikan karakter, untuk menghasilkan peran tasawuf dalam penanaman pendidikan karakter melalui pendalaman kajian Pustaka. Berdasarkan hasil pembahasan, maka dapat di simpulkan bahwa, Penerapan tasawuf dalam pendidikan karakter tidak hanya memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang nilai-nilai etika dan moral, tetapi juga mempersiapkan siswa untuk menghadapi kompleksitas dan tantangan moral yang dihadapi dalam kehidupan modern. Melalui pembelajaran nilai-nilai seperti tawakkal (berserah diri kepada Tuhan), siswa belajar untuk mengatasi ketakutan dan kecemasan yang berlebihan, serta untuk membangun kepercayaan diri yang lebih dalam terhadap kemampuan mereka untuk bertindak dengan integritas dan kebijaksanaan. Pendidikan karakter berbasis tasawuf juga membantu dalam membangun hubungan yang lebih erat antara individu dengan Tuhan, serta dengan sesama manusia. Ini mempromosikan nilai-nilai seperti toleransi, penghargaan terhadap keberagaman, dan tanggung jawab sosial yang kuat. Dengan demikian, siswa tidak hanya menjadi lebih baik dalam akademik dan keterampilan teknis, tetapi juga dalam kemampuan mereka untuk menjadi pemimpin yang bertanggung jawab dan beretika dalam masyarakat yang semakin kompleks dan beragam. Secara keseluruhan, tasawuf memberikan pendekatan yang holistik dan mendalam dalam pendidikan karakter. Ia tidak hanya memfokuskan pada aspek intelektual atau teknis semata, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai dan sikap yang membentuk individu secara menyeluruh. Dengan memperdalam pemahaman terhadap konsep-konsep tasawuf, pendidikan karakter dapat menjadi lebih berarti dan relevan dalam mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan global yang kompleks di masa depan.
Translation Techniques Applied for Cultural Terms in Harry the Order of the Phoenix Written by J.K. Rowling Hasibuan, Zainuddin
EL-Hadhary: Jurnal Penelitian Pendidikan Multidisiplin Vol 3 No 01 (2025): El-Hadhary
Publisher : Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61693/elhadhary.vol301.2025.27-44

Abstract

ABSTRACT This research analyzes the translation techniques applied to 10 selected cultural terms from Harry Potter and the Order of the Phoenix by J.K. Rowling, translated into Indonesian. The research employs a descriptive qualitative method, utilizing Molina and Albir’s (2002) framework to identify translation techniques. The analysis focuses on how these techniques preserve the meaning and contextual relevance of cultural concepts for readers. Research results indicate that there are ten data which has been analysed in this research which consists of ten translation techniques. They are literal, calque, transposition, modulation, amplification, borrowing, description, reduction, adaptation, and additions. The data indicate that 40% of the terms were translated using couplet techniques which consists of 4 data, 40% with triplet techniques which also consists of 4 data, and 10% with single techniques which consists of 2 data. The study highlights the contribution of combining techniques to maintain linguistic and cultural accuracy. It emphasizes the need for translators to consider the socio-cultural and contextual implications of the terms to enhance comprehension and readability for Indonesian audiences. The research offers practical recommendations for translators working on literary texts, bridging linguistic and cultural gaps, and advancing cross-cultural understanding in the field of cultural studies.
Dampak Pembiasaan Moving Class Terhadap Kemandirian Anak di Raudhatul Athfal Salafiyah Mahbubiyah Bandungrejo, Plumpang Kholifaturrohmah; Cahyati, Nun Nuni Ihda; Zulaikah, Siti; Lisaniyah, Fashi Hatul
EL-Hadhary: Jurnal Penelitian Pendidikan Multidisiplin Vol 3 No 01 (2025): El-Hadhary
Publisher : Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61693/elhadhary.vol301.2025.45-54

Abstract

Perkembangan dunia pendidikan, khususnya di pendidikan anak usia dini, mendorong penerapan metode pembelajaran inovatif, salah satunya adalah sistem moving class. Metode ini mengharuskan anak untuk berpindah dari satu kelas ke kelas lain sesuai dengan materi yang sedang dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan dan dampak sistem moving class terhadap kemandirian anak di Raudhatul Athfal Salafiyah Mahbubiyah Bandungrejo, Plumpang. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah anak-anak dan guru di Raudhatul Athfal Salafiyah Mahbubiyah yang menerapkan metode moving class. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem moving class meningkatkan kemandirian anak dalam hal pengelolaan waktu, tanggung jawab terhadap barang pribadi, dan adaptasi terhadap lingkungan belajar yang berbeda. Meskipun ada tantangan, seperti kesiapan fisik dan psikologis anak, manfaat yang diperoleh sangat signifikan, terutama dalam pengembangan keterampilan sosial dan disiplin. Penelitian ini memberikan pemahaman bahwa moving class dapat menjadi metode efektif dalam membentuk karakter anak usia dini yang lebih mandiri dan siap menghadapi tantangan.
Implementasi Pembelajaran Mitigasi Bencana Kebakaran di Taman Kanak-Kanak Dharma Wanita Sendanghaji Tuban Sa’adah, Dwi Aminatus; Amatul, Aisyah; Siti Mawatdatul Mukholisoh; Siti Juriyah
EL-Hadhary: Jurnal Penelitian Pendidikan Multidisiplin Vol 3 No 01 (2025): El-Hadhary
Publisher : Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61693/elhadhary.vol301.2025.15-26

Abstract

Fire is a disaster that can occur suddenly, requiring early mitigation efforts to reduce risks and impacts. This study aims to enhance the understanding of Dharma Wanita Kindergarten students in Sendanghaji Merakurak Tuban regarding fire disaster mitigation through education, simulation, and introduction to fire extinguishers. The activity was conducted in February 2025 by PPL students of IAINU Tuban using socialization methods, evacuation simulations, and demonstrations of portable fire extinguishers. The evaluation results through pretests and posttests showed a significant increase in students' understanding: from 63% to 92% regarding fire disasters, from 34% to 93% in understanding the evacuation process, and from 35% to 87% in recognizing fire extinguishers. The findings confirm that a practice-based and interactive educational approach effectively improves students' preparedness for fire disasters. Therefore, continuing mitigation programs by involving various stakeholders, including schools, universities, and relevant agencies, is essential to expand educational coverage and enhance children's preparedness from an early age.
Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Masalah Dalam Meningkatkan Kemampuan Analisis Siswa Achoita, Ana; Wafiyah, Hilyatil; Pratiwi, Risa Antania Ika; Maksumah, Siti
EL-Hadhary: Jurnal Penelitian Pendidikan Multidisiplin Vol 3 No 01 (2025): El-Hadhary
Publisher : Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61693/elhadhary.vol301.2025.65-77

Abstract

Guru PAI di SMK Negeri 2 Tuban menunjukkan bahwa banyak siswa bersikap pasif dan mengalami kesulitan dalam mengungkapkan pendapat selama pembelajaran di kelas PAI. Kondisi ini berkaitan dengan rendahnya kemampuan berpikir analitis yang dimiliki siswa. Untuk mengatasi permasalahan ini, salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah mengajarkan keterampilan berpikir analitis melalui model pembelajaran PBL. Penelitian ini memiliki dua tujuan utama: pertama, mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) pada mata pelajaran PAI di SMK Negeri 2 Tuban; kedua, mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan pembelajaran PAI berbasis PBL di sekolah tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi lapangan untuk menggali secara mendalam fenomena yang terjadi dalam pembelajaran PAI. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X-MPLB 4 SMK Negeri 2 Tuban. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) efektif dalam meningkatkan kemampuan analisis siswa. Melalui PBL, siswa dilatih untuk memecahkan masalah nyata secara terarah dan kritis dengan mengumpulkan data dan informasi dari berbagai sumber. Pendekatan ini mendorong siswa menjadi lebih aktif, kreatif, serta mampu menarik kesimpulan berdasarkan pemahaman yang mendalam.
Implementasi Model Pembelajaran Tadzikirah Dalam Penanaman Nilai Agama Dan Moral Anak Cholisnawati; Ilma Nur Fadhilah; Mahmudah, Puput Ayun
EL-Hadhary: Jurnal Penelitian Pendidikan Multidisiplin Vol 3 No 01 (2025): El-Hadhary
Publisher : Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61693/elhadhary.vol301.2025.55-64

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan tahap krusial dalam pembentukan karakter dan penanaman nilai moral serta agama. Nilai-nilai tersebut penting ditanamkan sejak dini melalui pendekatan yang sesuai dengan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran Tadzikirah dalam penanaman nilai agama dan moral di RA Salafiyah Mahbubiyah Bandungrejo (SAMABA). Sampel penelitian terdiri dari guru dan siswa kelompok B sebagai subjek utama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Tadzikirah yang mencakup aspek Tadabbur, Tazzakur, dan Tafakkur mampu menanamkan nilai agama dan moral melalui kegiatan seperti bercerita, bermain peran, praktik ibadah, dan kegiatan sosial. Model ini efektif dalam membentuk karakter religius anak, namun menghadapi tantangan seperti kesiapan guru, kreativitas metode pembelajaran, keterlibatan orang tua, serta kesulitan dalam evaluasi yang sistematis. Temuan ini menunjukkan bahwa model Tadzikirah relevan sebagai pendekatan pembelajaran karakter berbasis agama di lembaga PAUD.
Pemanfatan Media Grafis Dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa Mata Pelajaran Fiqih di MTS Darul A’mal Fahrizal, Sawali; Wahyu, Eko; Sari, Endah Permana; Jannah, Siti Roudhotul
EL-Hadhary: Jurnal Penelitian Pendidikan Multidisiplin Vol 3 No 02 (2025): El-Hadhary
Publisher : Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61693/elhadhary.vol302.2025.116-130

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of using graphic media in improving students' understanding of the Fiqh subject at MTs Darul Amal. The background of this research is the low level of student comprehension of Fiqh material, which is often abstract and theoretical. The research method used is Classroom Action Research (CAR), conducted in two cycles. Each cycle includes planning, action, observation, and reflection stages. The research subjects were 30 eighth-grade students. Data were collected through observation, comprehension tests, and documentation. The results showed a significant improvement in students' understanding after using graphic media, as indicated by the increase in the average test scores from the first to the second cycle. Furthermore, students showed greater interest and enthusiasm during the learning process. The conclusion of this study is that the use of graphic media is proven to be effective in enhancing students’ understanding of Fiqh at MTs Darul Amal. It is recommended that teachers utilize graphic media more frequently to make learning materials more accessible and engaging. )
Konsep Literasi Digital dalam Kurikulum Merdeka Belajar pada Era Disrupsi di Sekolah Dasar: Kajian Buku “Literasi Digital dalam Dunia Pendidikan di Abad ke-21” Karya Daniel Ginting Rachma, Lupita Atika
EL-Hadhary: Jurnal Penelitian Pendidikan Multidisiplin Vol 3 No 02 (2025): El-Hadhary
Publisher : Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61693/elhadhary.vol302.2025.96-115

Abstract

The era of disruption is marked by the rapid development of ICT, education is required to adapt through a change in mindset from a fixed mindset to a growth mindset in order to create effective, efficient, and relevant learning. The use of ICT in schools, such as e-report cards and digital-based learning has become a necessity in line with the demands of generation Z and alpha who are growing up in a digital environment. However, major challenges are still faced, especially the low digital literacy of teachers and students which has an impact on the quality of learning. Digital literacy, which includes technical skills, critical thinking, and responsible use of digital media, needs to be strengthened through training and integration in the independent curriculum. The book "Digital Literacy in the World of Education in the 21st Century" by Daniel Ginting et al. is an important foundation in understanding digital literacy strategies in elementary schools that involve access, analysis, evaluation, creation, and participation in digital media. Therefore, this study aims to find out the concept of digital literacy in the independent learning curriculum in the era of disruption in elementary schools to study the book "Digital Literacy in the World of Education in the 21st Century" by Daniel Ginting et al., to find out the criteria, types, and functions of digital literacy in the independent learning curriculum in elementary schools, and to find out the content of learning materials in the independent learning curriculum in elementary schools that can be integrated with literacy digital. This study uses a qualitative library research method with a qualitative content analysis approach influenced by the naturalistic-interpretive paradigm. The two sources of research data obtained, namely primary data sources in the form of the thoughts of figures and works by Daniel Ginting et al. as authors of the book "Digital Literacy in the World of Education in the 21st Century" in 2021 and secondary data sources in the form of the book "Digital Literacy and Mobile Learning" by Usman et al. and the book "Digital Literacy in Education: Integration and Innovation" by Ganjar Winata Martoatmodjo et al. The research uses documentation data collection techniques and qualitative content analysis techniques used in this study are discourse analysis techniques. The results of the study show that the book by Daniel Ginting et al. entitled "Digital Literacy in the World of Education in the 21st Century" contains the concept of digital literacy which includes five main competencies, namely access, analysis, evaluation, creation, and participation in the use of digital technology. Digital literacy in the independent learning curriculum functions not only as a technical skill, but also as a foundation in forming critical, collaborative, creative, and responsible thinking skills in the use of digital technology. This study also found that elementary school subjects that have implemented an independent learning curriculum from grades 1-6, such as Indonesian, PPKn, English, Science, Social Studies, SBdP, Mathematics, and the P5 project are very relevant to be integrated with digital literacy. Thus, digital literacy can be a key element in supporting learning transformation that is adaptive to technological developments and the needs of the times. Keywords: Digital Literacy, Independent Learning Curriculum, Era of Disruption, Elementary School, Book Study
Penerimaan Diri Remeja Obesitas Tingkat II Di Desa Semen Irawan, Ari Tri; Saleh, Akhmad Hasan; Fitriani, Nisa
EL-Hadhary: Jurnal Penelitian Pendidikan Multidisiplin Vol 3 No 02 (2025): El-Hadhary
Publisher : Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61693/elhadhary.vol302.2025.131-143

Abstract

Adolescents who are obese often experience verbal and nonverbal disturbances from their environment. In this context, self-acceptance plays a role so that individuals know their strengths and weaknesses and understand how to behave with the environment. This study aims to determine the description of self-acceptance of obese adolescents and the factors that influence self-acceptance of obese adolescents in Semen Village. This study uses a qualitative research method with a descriptive approach. The location of this study is in Semen Village. The primary data source in this study was 4 obese adolescents, 2 male and 2 female. Data collection techniques used interview, observation, and documentation methods. Data validity checking was carried out using the triangulation method or technique, while data analysis techniques were carried out by reducing data, presenting data, and drawing conclusions, according to Lexy J. Moleong. The results of the study showed that self-acceptance of obese adolescents in Semen Village was characterized by being able to accept themselves, be confident in themselves, understand their limitations, know their potential, and admit their weaknesses without blaming themselves. The four informants had not been able to show a sense of acceptance of themselves towards their physical condition of obesity. Factors that influence self-acceptance of the four informants include having an understanding of oneself, having realistic expectations, having no obstacles in the environment, having pleasant attitudes of community members, having no severe emotional disturbances, having the influence of success, identifying with people who have good adjustments, having a broad self-perspective, having good parenting in childhood, and having a stable self-concept Keywords: Self-Acceptance, Adolescents, Obesity