cover
Contact Name
Gurid Pramintarto Eko Mulyo
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+6281388020058
Journal Mail Official
jurnal.keperawatan@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung Jl.Dr. Otten No 32 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale menerima publikasi dalam makalah penelitian artikel asli, makalah tinjauan, laporan kasus di Indonesia atau negara lain untuk memberikan pemahaman mengenai aspek kesehatan dan keperawatan. Ruang lingkup Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah bidang keperawatan.
Articles 83 Documents
Determinan Demografi Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Kesiapsiagaan Gempa Bumi Alma Ghina Halimah; Asep Setiawan; Bani Sakti; Waluya, Nandang Ahmad
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v5i2.4245

Abstract

Kesiapsiagaan bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta melalui langkah yang tepat guna dan berdaya guna. Kesiapsiagaan merupakan hal yang penting untuk disiapkan oleh setiap individu dan rumah tangga. Kesiapsiagaan seseorang merupakan bentuk perilaku dalam menghadapi bencana, dipengaruhi oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor karakteristik demografi yang mempengaruhi pengetahuan dan sikap kesiapsiagaan menghadapi bencana di Desa Mekarwangi Kecamatan Lembang. Peneliti menggunakan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan di RW 06 Desa Mekarwangi. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster sampling dan simple random sampling, dengan jumlah sampel 208 responden. Pengambilan data dilakukan pada bulan Oktober-November 2024. Alat ukur yang digunakan menggunakan Kuesioner dengan reliabilitas alpha cronbach 0,916. Analisa data menggunakan metode chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan faktor yang mempengaruhi pengetahuan kesiapsiagaan bencana gempa bumi adalah pendidikan (p 0,003) dan pengalaman bencana (p 0,000). Faktor pengalaman bencana lebih berpengaruh (OR 5,098 ) dibandingkan dengan pendidikan (OR 3,598). Faktor yang tidak mempengaruhi pengetahuan kesiapsiagaan bencana adalah usia (p 0,565), jenis kelamin (p 1,00), penghasilan (p 0,585), dan pengalaman pelatihan (p 0,143). Faktor yang mempengaruhi sikap kesiapsiagaan bencana gempa bumi adalah pengalaman pelatihan (p 0,000). Faktor yang tidak mempengaruhinya adalah usia (p 0,672), jenis kelamin (p 0,391), pendidikan (p 0,308), penghasilan (p 0,524), dan pengalaman bencana (p 0,332). Dari enam faktor yang diteliti disimpulkan terdapat dua faktor yang mempengaruhi pengetahuan dan satu faktor yang mempengaruhi sikap kesiapsiagaan bencana. Perlunya diadakan pelatihan dan simulasi kesiapsiagaan bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana gempa bumi pada masyarakat.
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Dismenore pada Remaja Putri Fauziah, Annisa Nur; Kamsatun, Kamsatun; Kusniasih, Susi; Syagitta, Mutiara
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v5i2.4280

Abstract

Tingginya angka kejadian dismenore pada remaja putri yang berdampak terhadap kualitas hidup dan aktivitas belajar di sekolah. Dismenore merupakan nyeri haid yang umum dialami dan seringkali mengganggu konsentrasi serta kehadiran siswa di sekolah. Salah satu faktor yang memengaruhi kejadian dismenore adalah aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang cukup dapat memperlancar aliran darah ke organ reproduksi dan mengurangi kadar prostaglandin penyebab nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMAN 13 Bandung. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 429 siswi kelas X dan XI, dengan jumlah sampel sebanyak 207 siswi yang dipilih menggunakan teknik probability sampling, yaitu proportionate stratified random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) dan skala Visual Analog Scale (VAS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Rank Spearman. Hasil analisis bivariat dari 2 variabel yang diteliti didapatkakan hasil p-value 0,000 < 0,05 dengan kekuatan hubungan kategori sedang dengan arah negatif (R = -0,433). Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa dari 207 remaja putri, Sebagian besar responden memiliki tingkat aktivitas fisik sedang, dan hampir setengahnya mengalami nyeri dengan tingkat sedang, hasil uji statistik menunjukan bahwa terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian dismenore. Oleh karena itu, diperlukan edukasi di lingkungan sekolah mengenai pentingnya aktivitas fisik sebagai salah satu upaya preventif dalam mengurangi nyeri dismenore.
Pengetahuan Ibu tentang Kejang Demam pada Anak Balita Siddiq, Cakra Muhafizhdien; Cahyaningsih, Henny; Ariyanti, Metia; Sofyana, Haris; Nursyamsiyah, Nursyamsiyah; Ramdaniati, Sri
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v5i2.4371

Abstract

Kejang demam merupakan salah satu kondisi medis yang paling sering terjadi pada anak balita dan seringkali menimbulkan kekhawatiran pada orang tua, khususnya ibu. Pengetahuan ibu mengenai kejang demam sangat penting agar dapat melakukan penanganan pertama yang tepat dan mencegah dampak buruk pada anak. Namun, masih banyak ibu yang belum memiliki pengetahuan yang memadai tentang kejang demam, sehingga tindakan yang dilakukan seringkali kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang kejang demam pada anak balita. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik sampling jenis non-probability sampling diambil dengan cara accidental sampling. Sampel penelitian adalah ibu yang memiliki anak balita, dengan jumlah responden sebanyak 108 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dianalisis secara statistik menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan yang cukup sebanyak 57 orang (52,8%), pengetahuan baik sebesar 44 (40,7%) dan pengetahuan kurang 7 (6,5%). Saran dari penelitian ini adalah melanjutkan program pendidikan kesehatan yang sudah terjadwal hal ini sangat diperlukan agar ibu mampu melakukan penanganan kejang demam dengan benar dan mengurangi risiko komplikasi pada anak.