cover
Contact Name
Gurid Pramintarto Eko Mulyo
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+6281388020058
Journal Mail Official
jurnal.keperawatan@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung Jl.Dr. Otten No 32 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale menerima publikasi dalam makalah penelitian artikel asli, makalah tinjauan, laporan kasus di Indonesia atau negara lain untuk memberikan pemahaman mengenai aspek kesehatan dan keperawatan. Ruang lingkup Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah bidang keperawatan.
Articles 86 Documents
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Dismenore pada Remaja Putri Annisa Nur Fauziah; Kamsatun Kamsatun; Susi Kusniasih; Mutiara Syagitta
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v5i2.4280

Abstract

Tingginya angka kejadian dismenore pada remaja putri yang berdampak terhadap kualitas hidup dan aktivitas belajar di sekolah. Dismenore merupakan nyeri haid yang umum dialami dan seringkali mengganggu konsentrasi serta kehadiran siswa di sekolah. Salah satu faktor yang memengaruhi kejadian dismenore adalah aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang cukup dapat memperlancar aliran darah ke organ reproduksi dan mengurangi kadar prostaglandin penyebab nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMAN 13 Bandung. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 429 siswi kelas X dan XI, dengan jumlah sampel sebanyak 207 siswi yang dipilih menggunakan teknik probability sampling, yaitu proportionate stratified random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) dan skala Visual Analog Scale (VAS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Rank Spearman. Hasil analisis bivariat dari 2 variabel yang diteliti didapatkakan hasil p-value 0,000 < 0,05 dengan kekuatan hubungan kategori sedang dengan arah negatif (R = -0,433). Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa dari 207 remaja putri, Sebagian besar responden memiliki tingkat aktivitas fisik sedang, dan hampir setengahnya mengalami nyeri dengan tingkat sedang, hasil uji statistik menunjukan bahwa terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian dismenore. Oleh karena itu, diperlukan edukasi di lingkungan sekolah mengenai pentingnya aktivitas fisik sebagai salah satu upaya preventif dalam mengurangi nyeri dismenore.
Pengetahuan Ibu tentang Kejang Demam pada Anak Balita Siddiq, Cakra Muhafizhdien; Cahyaningsih, Henny; Ariyanti, Metia; Sofyana, Haris; Nursyamsiyah, Nursyamsiyah; Ramdaniati, Sri
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v5i2.4371

Abstract

Kejang demam merupakan salah satu kondisi medis yang paling sering terjadi pada anak balita dan seringkali menimbulkan kekhawatiran pada orang tua, khususnya ibu. Pengetahuan ibu mengenai kejang demam sangat penting agar dapat melakukan penanganan pertama yang tepat dan mencegah dampak buruk pada anak. Namun, masih banyak ibu yang belum memiliki pengetahuan yang memadai tentang kejang demam, sehingga tindakan yang dilakukan seringkali kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang kejang demam pada anak balita. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik sampling jenis non-probability sampling diambil dengan cara accidental sampling. Sampel penelitian adalah ibu yang memiliki anak balita, dengan jumlah responden sebanyak 108 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dianalisis secara statistik menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan yang cukup sebanyak 57 orang (52,8%), pengetahuan baik sebesar 44 (40,7%) dan pengetahuan kurang 7 (6,5%). Saran dari penelitian ini adalah melanjutkan program pendidikan kesehatan yang sudah terjadwal hal ini sangat diperlukan agar ibu mampu melakukan penanganan kejang demam dengan benar dan mengurangi risiko komplikasi pada anak.
Hubungan Tekanan Darah Intradialisis Dengan Kejadian Fatigue Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisa Merlianty Anggraeny; Hotma Rumahorbo; Sansri Diah K.D.; Yosep Rohyadi
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) affect more 500 million people worldwide,, with 1.5 million undergoing hemodialysis. In Indonesian, the 2018 Health Survey reported a CKD prevalence of 0.18%. Fatigue is a common symptom among CKD patients, particularly those on hemodialysis (60%-97%). This study aimed to examine the relationship between intradialytic blood pressure and fatigue in CKD patients undergoing hemodialysis at RSUD Al-Ihsan. A quantitative study with a cross-sectional analytic correlational design was conducted. Blood pressure was measured using a hemodialysis machine at the first, third, and fifth hours of treatment,. Fatigue was assessed using the FACIT Fatigue Scale questionnaire. A total of 87 patients were selected using probability sampling through a simple random sampling method. The results showed that most respondents were female, aged 45-59 years, and unemployed.Results showed a gradual decrease in blood pressure during dialysis. Pearson correlation analysis revealed no significant relationship between systolic or diastolic blood pressure and fatigue (p-value>0,05 and r< 0,20). Conclusion: Intradialytic blood pressure was not significantly related to fatigue. Recommendation: Nursing care should include fatigue screening, patient education, and attention to nutrition, sleep quality, and physical activity in fatigue management.
Hubungan Body Image dengan Self-Esteem pada Remaja Putri di Sekolah Menengah Pertama Zaenal Muttaqin; Resty Paramitha; Vera Fauziah Fatah; Muryati Muryati; Indita Wilujeng Astiti
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v6i1.4741

Abstract

Masa remaja merupakan periode perkembangan yang ditandai dengan perubahan fisik dan psikologis yang dapat memengaruhi body image dan self-esteem. Ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh dapat berhubungan dengan rendahnya self-esteem, terutama pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan body image dengan self-esteem pada remaja putri di Sekolah Menengah Pertama. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasional. Sampel penelitian berjumlah 80 siswi kelas VII dan VIII yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire-Appearance Scale (MBSRQ-AS) dan Coopersmith Self-Esteem Inventory (CSEI). Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki body image positif (51,3%) dan self-esteem tinggi (66,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara body image dan self-esteem pada remaja putri di Sekolah Menengah Pertama (p=0,020). Nilai koefisien korelasi sebesar 0,248 menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan lemah. Disimpulkan bahwa semakin positif body image, maka self-esteem cenderung semakin tinggi. Dukungan keluarga, sekolah, dan lingkungan diperlukan untuk membantu remaja mengembangkan penerimaan diri yang positif.
Perubahan Self-Efficacy Berhenti Merokok pada Remaja melalui Pendidikan Kesehatan Video Animasi Ersa Syahra Gunawan; Kuslan Sunandar; Achmad Husni Husni; Lia Meilianingsih
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v6i1.4845

Abstract

Perilaku merokok pada kelompok remaja masih menjadi tantangan kesehatan yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap aspek fisik, psikologis, maupun sosial. Upaya pencegahan tidak cukup dilakukan melalui peningkatan pengetahuan semata, tetapi juga perlu diarahkan pada penguatan self-efficacy sebagai faktor yang mendukung kemampuan remaja untuk menghindari perilaku merokok. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah pendidikan kesehatan berbasis video animasi yang mampu menyampaikan informasi secara menarik melalui kombinasi unsur visual dan audio. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan berbasis video animasi terhadap self-efficacy berhenti merokok pada remaja. Penelitian menggunakan desain preexperimental dengan rancangan one-group pretest–posttest. Populasi dalam penelitian ini 317 siswa dengan jumlah sampel sebanyak 29 siswa kelas X dan XI SMA dipilih sebagai responden melalui teknik simple random sampling. Pengukuran self-efficacy berhenti merokok dilakukan menggunakan instrumen Smoking Abstinence Self-Efficacy Questionnaire (SASEQ). Data dikumpulkan sebelum dan sesudah pelaksanaan intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rerata skor self-efficacy berhenti merokok dari 16,86 pada pengukuran awal menjadi 20,41. Analisis statistik memperoleh nilai p sebesar 0,001 (p < 0,05), yang menandakan adanya perbedaan bermakna antara skor sebelum dan sesudah intervensi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan berbasis video animasi memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan self-efficacy berhenti merokok pada remaja. Dengan demikian, video animasi berpotensi dimanfaatkan sebagai media pendidikan kesehatan yang efektif dalam mendukung program pencegahan merokok di lingkungan sekolah melalui penguatan keyakinan diri remaja untuk menolak perilaku merokok.
Peningkatan Pengetahuan Kesiapsiagaan Gempa Bumi Menggunakan Edukasi Buku Cerita Bergambar “Gea, Gema dan Gempa” pada Siswa Kelas 4 Sekolah Dasar Erika Kusumawati; Asep Setiawan; Bani Sakti; Yogasliana Fathudin; Nandang Ahmad Waluya
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v6i1.4888

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah tingginya potensi bencana gempa bumi dan rendahnya kesiapsiagaan bencana siswa sekolah dasar. Gempa bumi terjadi akibat adanya pergerakan lempeng pada kerak bumi. Salah satu langkah mitigasi yang dapat diambil adalah dengan memberikan edukasi melalui buku cerita bergambar yang menarik dan sesuai dengan kelompok usia. Tujuannya untuk mengidentifikasi dampak atau pengaruh dari buku cerita bergambar edukatif “Gea, Gema dan Gempa” terhadap peningkatan pengetahuan siswa kelas 4 tentang kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi di sekolah dasar. Temuan ini mengadopsi desain quasi-eksperimen dengan penerapan pengukuran awal dan akhir (pre-test dan post-test) secara terstruktur pada dua kelompok berbeda, yakni kelompok yang menerima perlakuan dan kelompok yang tidak memperoleh intervensi, guna menilai efektivitas perlakuan yang diberika. Analisis statistik mengindikasikan adanya perbedaan yang bermakna antara skor pengetahuan peserta pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah diberikan perlakuan, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai signifikansi (p < 0,05) sementara itu kelompok kontrol tidak memiliki perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test (p < 0,05). Selain itu, skor post-test kelompok intervensi dan kontrol berbeda secara signifikan (p < 0,05). Edukasi menggunakan buku cerita bergambar “Gea, Gema dan Gempa” memiliki pengaruh yang signifikan dalam memperkaya pemahaman tentang kesiapsiagaan bencana gempa bumi di kalangan siswa sekolah dasar. Disarankan agar media edukasi seperti buku cerita bergambar digunakan lebih luas di lembaga pendidikan atau sekolah yang terletak di wilayah yang rentan terhadap bencana untuk membangun kesadaran dan kesiapsiagaan sejak dini.