cover
Contact Name
Gurid Pramintarto Eko Mulyo
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+6281388020058
Journal Mail Official
jurnal.keperawatan@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung Jl.Dr. Otten No 32 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale menerima publikasi dalam makalah penelitian artikel asli, makalah tinjauan, laporan kasus di Indonesia atau negara lain untuk memberikan pemahaman mengenai aspek kesehatan dan keperawatan. Ruang lingkup Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah bidang keperawatan.
Articles 76 Documents
Harga Diri Menurunkan Kecemasan pada Penyandang Disabilitas Maryam, Hilyah Sa’adah; Muryati, Muryati; Muttaqin, Zaenal; Z, Desmaniarti; Rukman, Rukman
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v4i1.2173

Abstract

Hidup sebagai penyandang disabilitas merupakan tantangan yang sulit, terutama karena jumlah penyandang disabilitas sangat tinggi di seluruh dunia. Mereka sering menghadapi berbagai kesulitan emosional, sosial, dan pekerjaan karena keterbatasan yang mereka alami, sehingga menyebabkan rendahnya harga diri pada penyandang disabilitas. Perbedaan ini dapat memicu perubahan psikologis berupa kecemasan. Tujuannya untuk memahami hubungan harga diri dengan kecemasan pada penyandang disabilitas. Desain penelitian yang digunakan cross sectional dengan metode deskripsi korelasi. Jumlah populasi dan sampel sebanyak 37 responden sehingga menggunakan teknik total sampling. Pengukuran data menggunakan kuesioner RSES dan kuesioner ZSAS. Analisis data dengan uji spearman rank didapatkan hasil adanya hubungan yang signifikan dengan p-value 0,009 pada kedua variabel yang bermakna adanya hubungan antara harga diri dengan kecemasan pada penyandang disabilitas dengan kekuatan hubungan cukup kuat serta arah hubungan negatif. Dukungan dan pendekatan yang intensif sangat diperlukan agar meningkatkan harga diri dan menurunkan kecemasan penyandang disabilitas, oleh karena itu diperlukan informasi untuk pemberi pelayanan tentang pendidikan kesehatan yang dapat meningkatkan harga diri.
Peran Pengawas Menelan Obat dalam Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberkulosis Paru Istiani, Selvi; Sasmita, Anah; Dwidasmara, Sansri D. K.
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v4i1.2174

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan penyakit yang meningkat pertahunnya. 10,6 juta orang di dunia dari data tahun 2022 tercatat mengalami penyakit tuberkulosis. Faktor-faktor yang dapat memengaruhi kepatuhan pasien TB terhadap obat adalah peran pengawas meneIan obat. Peran yang mendukung dari pengawas meneIan obat dapat meningkatkan pasien daIam kepatuhan selama pengobatannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan bagaimana peran pengawas pengobatan berkorelasi dengan kepatuhan pasien terhadap obat yang mereka minum tuberkuIosis paru di Klinik Utama Dr. H. A Rotinsulu Cibadak. Model penelitian ini menggunakan deskritif koreIasional dengan cross-sectionaI. SampeI penelitian ini diIakukan dengan teknik accidentaly sampIing dengan sampeI yang diperoleh berjumIah 52 responden. Alat instrumen yang digunakan berupa kuesioner terdiri dari data demografi, kuesioner modifikasi peran pengawas menelan obat dan Medication Adherence Report Scale 5 (MARS-5). AnaIisa data pada peneIitian ini digunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara peran pengawas pemberian obat dan kepatuhan pasien dengan obat tuberkulosis paru, dengan niIai p-value 0,002 (α= 0,05). Sebagian besar peran pengawas meneIan obat mendukung dengan kepatuhan minum obat yang paling banyak pasien patuh. Hasil dari peneIitian ini diharapkan dapat lebih mengenalkan mengenai pentingnya pasien tuberkuIosis paru memiliki peran pengawas meneIan obat terhadap kepatuhan minum obatnya selama masa pengobatan
Hubungan Pengetahuan Orang Tua dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis Pada Anak di Puskesmas Garuda Aprilliana, Fadillah Ika; Kusmiati, Sri; Kusniasih, Susi; Kamsatun; Sakti, Bani
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v4i2.2153

Abstract

Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan global serta penyebab kematian tertinggi kedua akibat penyakit menular di dunia. Indonesia yang menjadi negara urutan kedua dengan tuberkulosis tertinggi, angka tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Kepatuhan minum obat anti tuberkulosis sampai tuntas menjadi aspek keberhasilan dalam pengobatan. Pada anak dapat terjadi resistensi obat anti tuberkulosis karena kurangnya pengetahuan orang tua atau pengasuh dalam memberikan obat. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan orang tua dengan kepatuhan minum obat anti Tuberkulosis pada anak. Desain penelitian yang dipakai yaitu cross sectional. Sampel terdiri dari 38 orang tua dari anak berusia 0-6 tahun yang mengalami tuberkulosis dengan teknik total sampling. Alat ukur menggunakan kuesioner tentang pengetahuan dan kepatuhan minum obat. Data dianalisis menggunakan metode Rank Spearman. Hasil penelitian ini diperoleh nilai p-value sebesar 0,001 <α 0,05 berarti adanya hubungan pengetahuan orang tua dengan kepatuhan minum obat anti Tuberkulosis pada anak. Orang tua dapat meningkatkan pengetahuan melalui berbagai media edukasi dan lebih mematuhi aturan dalam pemberian obat.
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Hipertensi pada Dewasa Umur 26-45 tahun Cayadewi, Nurabilla Maharani; Meilianingsih, Lia; Rumijati, Tjutju; Susanti, Susi
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v4i2.2629

Abstract

Hipertensi termasuk salah satu penyakit tidak menular yang kasus kejadiannya selalu meningkat dari tahun ketahun, khususnya pada usia dewasa. Salah satu faktor yang berkontribusi dalam meningkatkan hipertensi adalah aktivitas fisik. Faktor tersebut merupakan faktor yang bisa diubah. Aktivitas fisik yang dikerjakan secara rutin mampu membantu kemampuan kerja jantung. Namun, kenyataannya orang dengan usia dewasa khususnya di Kota Bandung termasuk ke dalam kategori kurang aktif dalam melakukan aktivitas fisik sehingga banyak yang mengalami hipertensi. Studi ini mempunyai tujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan hipertensi pada usia dewasa umur 26-45 tahun di Kelurahan Pajajaran. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Penelitian mengikut sertakan 67 responden melalui teknik proporsional random sampling. Instrumen yang gunakan yaitu kuesioner IPAQ dan sphygmomanometer. Data yang didapatkan diuji dengan uji rank spearman. Hasil penelitian didapatkan adanya korelasi aktivitas fisik dengan hipertensi rentang usia dewasa umur 26-45 tahun (p= 0,029 < α (0,05). Direkomendasikan untuk pemegang program Penyakit Tidak Menular di Puskesmas dapat menerapkan aktivitas fisik bagi pasien atau masyarakat dengan hipertensi. Contohnya berjalan kaki selama setengah jam setiap hari, dan naik turun tangga selama 10-15 menit.
Hubungan Lama menjalani Hemodialisa dengan Kelelahan Pasien Chronic Kidney Disease Pratiwi, Shepta Dwi; Hamzah, Ali; Erlina, Lina; Setiawan, Asep
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v4i2.2632

Abstract

Kasus Chronic Kidney Disease pada tahun 2021 di Bandung Jawa Barat mengalami peningkatan. Salah satu terapi yang dibutuhkan adalah hemodialisa. Terapi ini memiliki komplikasi yang mungkin timbul salah satunya adalah kelelahan. Hemodialisa merupakan terapi jangka panjang oleh sebab itu lama menjalani hemodialisa diduga dapat mempengaruhi kelelahan pada pasien hemodialisa. Mengetahui hubungan antara lama menjalani hemodialisa dengan kelelahan merupakan tujuan dari penelitian ini. Menggunakan metode analitik korelasional dengan desain cross sectional penelitian melibatkan 50 responden melalui teknik total sampling. Kuesioner yang digunakan adalah Facit – Fatigue untuk menilai tingkat kelelahan. Hasil penelitian menunjukkan pada kelompok ≤2 tahun dan >2 tahun memiliki jumlah responden yang sama, yaitu 25 responden tiap kelompok. Hampir seluruh responden memiliki tingkat kelelahan rendah (70%). Hasil uji chi-square memperlihatkan bahwa lama menjalani hemodialisa tidak berhubungan dengan kelelahan (p=0,758). Peneliti merekomendasikan perlu dilakukannya penelitian lanjutan untuk mengetahui perihal periode waktu munculnya kelelahan pasien diantara jadwal hemodialisa dengan desain cohort. Selain itu, perlu mempertimbangkan faktor lain yang mempengaruhi tingkat kelelahan, dan mengidentifikasi kelelahan saat hemodialisa (intra-dialysis).
Pengetahuan Ibu berhubungan dengan Kelengkapan Imunisasi Lanjutan pada Balita Wibowo, Rizki Satrio; Kusmiati, Sri; Nursyamsiyah, Nursyamsiyah; Cahyaningsih, Henny; Ariyanti, Metia; Sofyana, Haris
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v4i2.2723

Abstract

Imunisasi lanjutan sangat penting dan perlu dilakukan untuk anak balita. Munisasi lanjutan mengulang imunisasi dasar dikenal sebagai imunisasi dasar. Hal ini dimaksudkan untuk mempertahankan kekebalan serta memperpanjang masa perlindungan anak. Target Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) belum tercapai dengan adanya imunisasi lanjutan. Pengetahuan ibu salah satunya menjadi hal yang mempengaruhi kondisi tersebut . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kelengkapan catatan imunisasi lanjutan balita dengan pengetahuan ibu. Penelitian cross-sectional ini menggunakan insidental sampling. Sembilan puluh satu responden menjadi sampel penelitian. Kuesioner pengetahuan ibu dan penilaian kelengkapan catatan imunisasi di buku KIA digunakan sebagai alat ukur untuk pengumpulan data. Uji Rank-Spearman digunakan untuk menganalisis penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan nilai pvalue sebesar 0,000, yang mengindikasikan adanya hubungan antara kelengkapan imunisasi lanjutan balita dengan pengetahuan ibu. Diharapkan kepada ibu-ibu yang memiliki balita untuk dapat memperluas pengetahuan tentang pemberian imunisasi lanjutan lengkap pada balita.
Gambaran Kepuasan Pasien pada Pelayanan Kesehatan Primer Aulia, Fajrin Nurul; Supriadi, Supriadi; Husni, Achmad; Syagitta, Mutiara; Sugiyanto, Sugiyanto
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v4i2.2728

Abstract

Hipertensi termasuk salah satu penyakit tidak menular yang kasus kejadiannya selalu meningkat dari tahun ketahun, khususnya pada usia dewasa. Salah satu faktor yang berkontribusi dalam meningkatkan hipertensi adalah aktivitas fisik. Faktor tersebut merupakan faktor yang bisa diubah. Aktivitas fisik yang dikerjakan secara rutin mampu membantu kemampuan kerja jantung. Namun, kenyataannya orang dengan usia dewasa khususnya di Kota Bandung termasuk ke dalam kategori kurang aktif dalam melakukan aktivitas fisik sehingga banyak yang mengalami hipertensi. Studi ini mempunyai tujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan hipertensi pada usia dewasa umur 26-45 tahun di Kelurahan Pajajaran. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Penelitian mengikut sertakan 67 responden melalui teknik proporsional random sampling. Instrumen yang gunakan yaitu kuesioner IPAQ dan sphygmomanometer. Data yang didapatkan diuji dengan uji rank spearman. Hasil penelitian didapatkan adanya korelasi aktivitas fisik dengan hipertensi rentang usia dewasa umur 26-45 tahun (p= 0,029 < α (0,05). Direkomendasikan untuk pemegang program Penyakit Tidak Menular di Puskesmas dapat menerapkan aktivitas fisik bagi pasien atau masyarakat dengan hipertensi. Contohnya berjalan kaki selama setengah jam setiap hari, dan naik turun tangga selama 10-15 menit.
Perilaku Bullying dengan Harga Diri pada Remaja Muttaqin, Zaenal; Fatha, Sri Mayang; Fatah, Vera Fauziah; Muryati, Muryati; Rukman, Rukman
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v4i2.2729

Abstract

Hubungan Motivasi dan Sikap Pasien dengan Kepatuhan Pembatasan Asupan Cairan pada Pasien Hemodialisa Nurhidayah, Hanik; Hamzah, Ali; Sansri Diah K.D.; Erlina, Lina
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v4i2.2783

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan penyakit yang memerlukan waktu lama dalam pengobatannya. Sebagian besar pasien mengalami permasalahan kelebihan cairan, untuk itu diperlukan upaya pembatasan asupan cairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi dan sikap pasien dengan kepatuhan pembatasan asupan cairan pada pasien hemodialisa. Metode yang digunakan yaitu asosiatif non-sebab akibat dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 53 responden berpartisipasi dalam penelitian melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari setengah (53%) memiliki motivasi rendah, lebih dari setengah (51%) memiliki sikap unfavorable, dan lebih dari setengah (74%) tidak patuh melakukan pembatasan asupan cairan. Terdapat hubungan antara motivasi dan sikap pasien dengan kepatuhan pembatasan asupan cairan pada pasien hemodialisa (P=0,002) dan (P=0,024). Keeratan hubungan motivasi sedang (0,463) dan keeratan hubungan sikap rendah (0,354). Berkaitan hal tersebut, perlunya memperbaiki motivasi dan sikap pasien dalam mematuhi pembatasan cairan melalui edukasi serta pemantauan dengan mencatat intake cairan setiap hari.
Gambaran Kecemasan pada Anak dengan Talasemia Yunita, Rahmi; Nursyamsiyah, Nursyamsiyah; Cahyaningsih, Henny; Ariyanti, Metia; Sofyana, Haris
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v5i1.3233

Abstract

Talasemia merupakan salah satu gangguan darah genetik yang paling umum ditemukan di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia. Anak-anak yang hidup dengan talasemia sering menghadapi tantangan kesehatan yang signifikan termasuk kebutuhan untuk menjalani transfusi darah rutin dan pengobatan yang dapat berdampak terhadap kehidupan mereka. Gangguan kecemasan penyandang talasemia diidentifikasi sebagai masalah psikologis yang umum dialami anak yang dapat mempengaruhi kehidupan anak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran kecemasan pada pasien anak peyandang  talasemia mayor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 51 pasien yang berada di rentang usia 6-18 tahun yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner RCMAS (Revised Childrens Manifest Anxiety Scale). Pengolahan data menggunakan analisis distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang memiliki kecemasan normal sebanyak 31 (72,5%) dan kecemasan klinis sebanyak 14 (27,5%). Penelitian ini menunjukkan sebagian besar kecemasan pasien talasemia mayor berada pada tingkat kecemasan normal.