cover
Contact Name
Ludovikus Bomans Wadu
Contact Email
actualinsight21@gmail.com
Phone
+6281233597270
Journal Mail Official
journaleducare@gmail.com
Editorial Address
Jalan Abdurahman Saleeh Blok GJ2 Kedungkandang Kota Malang Jawa Timur, Malang, Provinsi Jawa Timur, 65148
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Educare : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
Published by Actual Insight
ISSN : 27765199     EISSN : 2775667X     DOI : https://doi.org/10.56393/educare.v2i3.939
Core Subject : Education,
Educare: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran merupakan jurnal penelitian yang bertujuan untuk menerbitkan dan mempromosikan berbagai penelitian bidang pendidikan dan pembelajaran. Jurnal ini menerima berbagai hasil penelitian termasuk dari penelitian lapangan dan penelitian dari hasil studi literatur. Jurnal ini ditujukan untuk berbagai kalangan yaitu para peneliti, dosen, tenaga profesional, pegawai pemerintah, guru, dan mahasiswa yang tertarik dalam bidang pendidikan dan pembelajaran.
Articles 46 Documents
Pengaruh Peran Guru Penggerak Terhadap Pengembangan Kompetensi Sosial Guru di Sekolah Menengah Atas Sari, Yunita; Pitoewas, Berchah; Susilo, Susilo
Educare : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/educare.v4i1.2022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi dampak dari peran guru penggerak terhadap pengembangan kompetensi sosial guru di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Gunung Agung. Metode yang diterapkan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian terdiri dari para guru di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Gunung Agung. Jumlah responden sebanyak 32 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui penggunaan kuesioner sebagai teknik pokok, serta melengkapi dengan wawancara dan dokumentasi sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru penggerak memiliki pengaruh signifikan terhadap pengembangan kompetensi sosial guru di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Gunung Agung. Ada sebesar 39,6% dari total pengaruh yang teramati diperoleh dari indikator-indikator tertentu, seperti kemampuan guru dalam menjalin kerjasama untuk bergotong royong dengan orang tua, sesama guru, menumbuhkembangkan ekosistem pembelajaran melalui aktivitas olahraga, kegiatan berpikir bersama, dan kegiatan kolegial dalam komunitas secara sukarela. Peran aktif guru penggerak menjadi penting dalam merangsang dan mengembangkan kompetensi sosial sesama guru. Pengembangan peran guru dalam konteks sosial memerlukan dukungan dan pengakuan terhadap peran guru penggerak dalam menciptakan lingkungan pembelajaran kondusif.
Kemitraan Keluarga dan Sekolah Dalam Penguatan Karakter Mandiri Siswa di Sekolah Dasar Lessu, Yeanny Yulia; Salamor, Lisye; Ritiauw, Samuel Patra
Educare : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/educare.v4i1.2025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Kemitraan Keluarga dan Sekolah dalam memperkuat karakter mandiri siswa kelas II di Sekolah Dasar Negeri 86 Maluku Tengah, dengan mengambil fokus pada peran orang tua. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif, untuk memberikan gambaran holistik tentang bagaimana kerjasama keluarga dan sekolah dapat menjadi model bagi siswa dalam mengembangkan karakter mandiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan antara keluarga dan sekolah memungkinkan orang tua membangun hubungan positif dengan siswa dan guru, mendorong kolaborasi yang solid dalam memperkuat karakter mandiri siswa. Kesimpulannya, kemitraan ini memiliki peran penting dalam meningkatkan karakter mandiri siswa, memerlukan kerjasama erat antara orang tua dan sekolah. Implikasinya, pentingnya dukungan orang tua dalam pendidikan karakter anak dan perlunya kolaborasi yang kokoh antara keluarga dan sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung. Penelitian ini menegaskan bahwa kolaborasi orang tua-sekolah adalah kunci dalam membentuk siswa yang mandiri dan berkualitas di masa depan.
Pengembangan Media Pembelajaran Pop-Up Book Sebagai Pengenalan Simbol Sila-Sila Pancasila di Sekolah Dasar Ananda, Natasya Ferorika; Chrisyarani, Denna Delawanti; Setiawan, Dwi Agus; Ghozali, Syukur
Educare : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/educare.v4i1.2410

Abstract

Riset ini didasari oleh minimnya pemanfaatan materi pembelajaran. yang mendukung proses pembelajaran di mata pelajaran bahasa Indonesia khususnya pada materi yang terdapa pada bab 7 yaitu yang bertema asal usul. Riset ini berupaya guna memajukan serta menciptakan hasil e-modul berbasis whole language yang valid, praktis dan efektif. Metode penelitian dalam penelitian ini merupakan (RnD) tipe langkah peningkatan ADDIE. Subjek uji coba riset ini ialah dosen ahli materi, ahli bahasa, ahli bahan ajar, guru dan siswa kelas IV SDN Tempurejo 01. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket. Temuan validasi para ahli dipaparkan sangat bagus digunakan berdasarkan uji kelayakan yang diperoleh dari ahli materi 88%, ahli bahasa 96%, serta ahli media 96%. Hasil angket dari respon pengajar memperoleh 93% serta angket murid mendapatkan 91% . Hasil angket keefektifan e-modul memperoleh 90% dengan kategori “Sangat efektif” karena dengan bahan ajar ini dapat menumbuhkan minat dan memotivasi siswa pada saat pembelajaran. Berdasarkan hasil tersebut, e-modul berbasis whole language bahasa Indonesia ini dapat dikategorikan valid, mudah, serta efektif dimanfaatkan guna bahan pengajaran pendamping pada proses belajar.
Analisis Keterampilan Berfikir Kritis Siswa dalam Penyelesaian Soal Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar Leu, Relimaximus; Ladamay, Iskandar; Yulianti, Yulianti; Iswahyudi, Didik
Educare : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/educare.v4i1.2411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal-soal Pendidikan Kewarganegaraan di kelas III Sekolah Dasar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan fokus pada evaluasi tingkat kemampuan berpikir kritis siswa. Sebanyak 27 siswa mengikuti tes tertulis, dan hasilnya diklasifikasikan berdasarkan tingkat berpikir kritis mereka. Selain itu, enam siswa dipilih secara acak untuk wawancara mendalam, masing-masing dua dari setiap kategori domain kognitif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa empat siswa memiliki kemampuan berpikir kritis yang rendah, sepuluh siswa berada pada kategori sedang, dan tiga belas siswa memiliki kemampuan berpikir kritis tingkat lanjut. Hasil ini mengindikasikan bahwa sebagian besar siswa memiliki kemampuan berpikir kritis yang baik, dengan mayoritas berada pada tingkat kemampuan kritis yang tinggi. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai variasi kemampuan berpikir kritis di antara siswa dalam konteks pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Hasil temuan ini juga dapat menjadi dasar bagi pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya penerapan pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pengembangan keterampilan berpikir kritis sejak dini.
Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah melalui Small Group Discussion pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila Al Kautsar, Jihan Annisa; Raharjo, Raharjo; Abdillah, Fauzi
Educare : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/educare.v4i1.2497

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menguji pengaruh metode pembelajaran Small Group Discussion terhadap kemampuan memecahkan masalah peserta didik pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila. Kemamampuan dalam berkomunikasi dan berkolaborasi merupakan salah satu keterampilan yang diperlukan di abad 21. Sehingga, kemampuan ini penting dikembangkan untuk peserta didik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah kuantitatif dengan metode eksperimen dan menerapkan desain pre-test dan post-test control group. Penelitian ini berlokasi di SMP Negeri 74 Jakarta dengan populasi semua oeserta didik kelas VII. Sampel pada penelitian ini sebanyak 72 orang yang terdiri dari dua kelas, yaitu kelas VII. A sebagai kelas eksperimen dan VII.C sebagai kelas kontrol. Sampel ini diperoleh dari penerapan teknik nonprobability sampling dengan jenis purposive sampling. Data kemampuan memecahkan masalah peserta didik diperoleh melalui instrumen tes. Kesimpulan diperoleh dengan melihat nilai signifikansi pada uji Independent Sample T-Test dan nilai alpha sebesar 0,05. Nilai signifikansi yang diperoleh ialah sebesar 0,001 yang berarti kurang dari 0,05 (<0,05). Sehingga, kesimpulan penelitian ini ialah terdapat pengaruh dari metode pembelajaran Small Group Discussion terhadap kemampuan memecahkan masalah peserta didik. Berdasarkan perhitungan effect size dengan rumus Cohen’s, diperoleh besaran pengaruh sebesar 0,78 yang terkategori sedang (medium).
Pemahaman dan Praktik Guru Pendidikan Pancasila berbasis Pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah Menengah Atas Manobi, Abraham Erlangga Renaldo Putra; Sumadi, Tjipto; Abdillah, Fauzi
Educare : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/educare.v4i2.2639

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya Sekolah Menengah Atas (SMA) Labschool Jakarta dalam menerapkan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi kelas, wawancara dengan Wakil Kepala Bidang Akademik, tiga guru Pendidikan Pancasila, dan satu ahli, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Dilaksanakan pada Maret-Mei 2024, hasil penelitian menunjukkan penerapan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi di SMA Labschool terbagi dalam beberapa kategori: pertama, melaksanakan asesmen diagnostik pada awal pembelajaran; kedua, menganalisis dan merancang perencanaan pembelajaran berbasis hasil analisis diagnostik sebelumnya; ketiga, melaksanakan pembelajaran dengan variasi model, metode, dan media yang direncanakan; keempat, melakukan asesmen berbasis pendekatan berdiferensiasi. Kesimpulannya, implementasi pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SMA Labschool Jakarta berjalan komprehensif dan memberikan pelayanan kepada peserta didik sesuai minat, bakat, profil, serta gaya belajar mereka, sehingga pembelajaran yang berlangsung memberikan pelayanan yang baik kepada peserta didik.
Penggunaan Metode Bermain Peran dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk Meningkatkan Pemahaman Hak dan Kewajiban Anak di Sekolah Dasar Rering, Nur Alma; Salamor, Lisye; Ritiauw, Samuel Patra
Educare : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/educare.v4i2.2811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode bermain peran dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap hak dan kewajiban mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan tindakan kelas (PTK) yang diterapkan secara langsung dalam proses pembelajaran guna meningkatkan kualitas dan efektivitas pembelajaran melalui perbaikan yang sistematis dan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode bermain peran secara signifikan meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa. Metode ini menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan menarik, sehingga mendukung pemahaman siswa terhadap konsep hak dan kewajiban secara lebih mendalam. Selain memahami aspek teoretis, siswa juga memiliki kesempatan untuk menerapkan konsep tersebut melalui simulasi situasi kehidupan nyata. Peningkatan pemahaman ini terlihat dari kemampuan siswa dalam mengidentifikasi, menjelaskan, dan mendiskusikan hak serta kewajiban mereka dalam berbagai konteks sosial. Selain itu, metode bermain peran juga mendorong siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kemampuan berkomunikasi yang esensial dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, aktivitas bermain peran tidak hanya memperkaya pengalaman belajar, tetapi juga menjadikan pembelajaran lebih bermakna dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Analisis Peran Orang Tua dan Guru dalam Membentuk Karakter Kejujuran pada Anak di Sekolah Dasar Mau, Askia; Salamor, Lisye; Ritiauw, Samuel Patra
Educare : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/educare.v4i2.2816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dan guru sebagai pembimbing serta motivator dalam membentuk karakter kejujuran pada anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam membentuk karakter kejujuran pada anak meliputi keteladanan melalui contoh nyata, pembiasaan perilaku jujur, pemberian nasihat, serta penciptaan lingkungan keluarga yang kondusif. Di lingkungan sekolah, guru berperan sebagai pendidik profesional yang tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi perkembangan karakter anak. Pembentukan karakter kejujuran memerlukan proses yang berkelanjutan dan tidak dapat dilakukan secara instan atau dipaksakan. Oleh karena itu, sinergi antara orang tua dan guru sangat diperlukan. Keteladanan yang diberikan baik di rumah maupun di sekolah menjadi faktor utama dalam membangun karakter anak. Selain itu, penggunaan cerita inspiratif tentang keteladanan dapat menjadi strategi efektif untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran pada anak. Penerapan metode pembelajaran yang menekankan pengalaman langsung dan refleksi juga dapat membantu anak memahami pentingnya kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pendidikan karakter yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan akan berdampak positif terhadap perkembangan moral anak.
Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru terhadap Pembentukan Karakter Siswa Sekolah Dasar Suarlin, Suarlin; Amrah, Amrah; Hushady, Pratiwi
Educare : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/educare.v4i2.2846

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh kompetensi kepribadian guru terhadap pembentukan karakter siswa sekolah dasar. Menggunakan desain penelitian ex post facto, penelitian kuantitatif ini menganalisis data numerik dengan metode statistik. Populasi penelitian terdiri atas 123 siswa dari kelas I hingga VI, sedangkan sampel mencakup 60 siswa dari kelas IV, V, dan VI. Pengumpulan data dilakukan melalui dua angket: satu untuk menilai kompetensi kepribadian guru dan satu lagi untuk mengukur karakter siswa. Analisis statistik inferensial digunakan untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi kepribadian guru berpengaruh signifikan terhadap karakter siswa, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) dan nilai t-hitung 12,122, yang lebih besar dari nilai t-tabel 1,671. Temuan ini menunjukkan bahwa kompetensi kepribadian guru berkontribusi sebesar 71,7% terhadap pembentukan karakter siswa. Oleh karena itu, disarankan agar guru dan calon pendidik terus meningkatkan kualitas kepribadian mereka, mengingat peran mereka sebagai teladan yang berpengaruh dalam pembentukan karakter siswa.
Penerapan Media Pembelajaran Pop-Up Book untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Pagarra, Hamzah; Syamsuddin, Afdhal Fatawuri; Ahmad, Nurul Aulia
Educare : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/educare.v4i2.2847

Abstract

Penelitian ini mengidentifikasi rendahnya hasil belajar IPA pada siswa kelas V SDN 011 Tumpiling sebagai masalah utama. Rumusan masalah bagaimana penerapan media pembelajaran Pop Up Book dapat meningkatkan hasil belajar IPA. Tujuan utama penelitian adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPA dengan menggunakan media Pop Up Book di SDN 011 Tumpiling, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri atas yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari satu guru dan 21 siswa kelas V, Lokasi penelitian dilakukan di SDN 011 Tumpiling, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.Data dikumpulkan melalui observasi terhadap aktivitas guru dan siswa, tes untuk mengukur hasil belajar IPA, serta dokumentasi proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media Pop Up Book berhasil meningkatkan aktivitas pembelajaran. Pada siklus I, aktivitas telah mencapai persentase 77% dalam kategori cukup, yang meningkat secara signifikan pada siklus II menjadi 90% dalam kategori baik. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa media pembelajaran Pop Up Book efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V di SDN 011 Tumpiling, mengindikasikan dampak positifnya terhadap proses pembelajaran di sekolah tersebut.