cover
Contact Name
Bagus Muhammad Ihsan
Contact Email
ihsanfillah24@gmail.com
Phone
+6285659274496
Journal Mail Official
ihsanfillah24@gmail.com
Editorial Address
Jl. Lapan, Siantan Hulu, Kec. Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78242-Kalimantan Barat-Kampus A Poltekkes Kemenkes Pontianak
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa
ISSN : 25979523     EISSN : 25979531     DOI : https://doi.org/10.30602/jlk
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of Medical Laboratory. Jurnal Laboratorium Khatulistiwa particularly focuses on the main problems in the development of the Medical Laboratory health areas as follows: Toxicology Immunoserology Bacteriology Clinical Chemistry Parasitologi Micology And other related disciplines.
Articles 156 Documents
Efektifitas Air Rebusan Daun Pandan (Pandanus Amaryllifolius) dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Salmonella Typhi dengan Metode Dillution Test Edy Suwandi; Sugito Sugito
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 1, No 1 (2017): November 2017
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v1i1.95

Abstract

Abstract: Pandanus leaf is one of the plants that contain active substances that can function as antibacterial. Active substances contained in pandan leaves can be used as traditional medicine in curing various diseases. This study was aimed to determine the effectiveness of boiled water of pandan leaves (Pandanus amaryllifolius) in inhibiting the growth of Salmonella typhi bacteria with the Dilution Test Method. The research design used was quasi-experiment with sampling technique used in this research was purposive sampling. Handling the sample by boiling then boiled water was diluted according to the desired concentration. The research was conducted at the Bacteriology Laboratory of Medical Laboratory of Health Ministry of Health Polytechnic Pontianak on February-April 2013. Then, data was processed by Friedman statistic test. Based on the research results of the effectiveness of boiled water of pandan leaves (Pandanus amaryllifolius) in inhibiting the growth of Salmonella typhi bacteria with Dilution Test Method can be concluded that the minimum inhibitory content of boiling water of pandan leaves effectively inhibits Salmonella typhi bacteria growth at concentration 60%. The statistical results show p-value of 0.000 (p = 0,000 <0,05), it can be concluded that pandan leaves boiling water is effective in inhibiting the growth of Salmonella typhi bacteria with dilution test method. Abstrak: Daun pandan merupakan salah satu tanaman yang mengandung zat-zat aktif yang dapat berfungsi sebagai antibakteri. Zat aktif yang terkandung pada daun pandan dapat digunakan sebagai obat tradisional dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektiftas air rebusan daun pandan (Pandanus amaryllifolius) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi dengan Metode Dillution Test. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan teknik pengambilan purposive sampling. Penanganan sampel dengan cara direbus kemudian air rebusan tersebut dilakukan pengenceran sesuai konsentrasi yang diinginkan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Bakteriologi Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Pontianak pada bulan Februari - April 2013. Selanjutnya data diolah dengan Uji statistik Friedman. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kadar hambat minimum air rebusan daun pandan yang efektif menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi yaitu pada konsentrasi 60 %. Hasil statistik menunjukkan nilai p sebesar 0,000 (p = 0,000 < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa air rebusan daun pandan efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi dengan metode dillution test.
Analisis Kadar Vitamin C Infused Water Lemon (Citrus lemon) Dan Kiwi (Actinidia deliciosa) Terhadap Lama Perendaman Sari, Emilda; Napitupulu, Angel Ruth; Indrawati, Ratih
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2021): November 2021
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v5i1.947

Abstract

Alternatif untuk mendorong orang minum air putih lebih banyak salah satunya adalah Infused water. Infused water atau spa water adalah air putih dengan irisan buah atau sayuran segar di dalamnya. Proses tersebut membuat sari-sari dari buah yang direndam dalam air putih akan keluar dan air putih tersebut akan memberikan manfaat yang lebih, Salah satunya adalah kandungan vitamin C dari buah yang akan larut dalam air. Pembuatan infused water tidak memiliki standar baku, sehingga dalam proses perendaman memiliki bermacam-macam variasi waktu. Semakin lama waktu perendaman memungkinkan vitamin C lebih banyak mengalami leaching ke dalam larutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman terhadap kadar vitamin C infused water lemon (Citrus limon) dan kiwi (Actinidia deliciosa). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pertanian Politeknik Negeri Pontianak pada tanggal 20 Mei 2019. Sampel dalam penelitian ini adalah infused water lemon dan kiwi dengan perendaman selama 4 jam, 6 jam, 8 jam, dan 10 jam. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling dengan banyaknya pengulangan pada tiap kelompok perlakuan adalah 6, dengan total sampel 24. Metode pemeriksaan yang digunakan adalah metode spektrofotometri. Hasil pemeriksaan kadar Vitamin C Infused Water lemon dan kiwi pada lama perendaman 4 jam, 6 jam, 8 jam, 10 jam diperoleh kadar vitamin C rata-rata sebesar 11,91 ppm, 13,53 ppm, 15,90 ppm, 18,00 ppm. Hasil pemeriksaan dianalisa dengan uji regresi linier didapatkan hasil nilai signifikansi p = 0,000< 0,05 maka Ha diterima, artinya ada pengaruh lama perendaman terhadap kadar vitamin C infused water lemon (Citrus limon) dan kiwi (Actinidia deliciosa). 
Analisis Kadar Asam Sianida pada Rebung Bambu Sebelum dan Sesudah Pengukusan Selama 10, 15, dan 20 Menit Metode Elektroda Selektif Ion Gervacia Jenny Ratnawati; Ratih Indrawati
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 1, No 1 (2017): November 2017
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v1i1.89

Abstract

Abstract: Bamboo shoots is a kind of famous vegetables and consumed by people from various part of the world. Nutritional content of bamboo shoots are good but bamboo shoots also contain HCN (Cyanide Acid) which is dangerous if not treated properly. There are some ways to reduce the level of cyanide acid in the bamboo shoot, one of them is steaming technique. The purpose of this research was to know the difference of cyanide acid level in bamboo shoots before and after 10, 15, and 20 minutes steaming treatment. The research design used was quasi-experiment on 24 chosen samples with purposive sampling. The method used was ion selective electrode method and analyzed with ANOVA test. Based on the result of research obtained that the average of cyanide acid in bamboo shoots before steaming amount as 102,4983 mg/kg, after 10 minutes steaming was 67,8983 mg/kg, after 15 minutes steaming was 51,3617 mg/kg, and after 20 minutes steaming was 40.8283 mg/kg. The result of ANOVA test obtained p = 0.0001 (p <0,05) which showed that there was a difference of cyanide acid level in the bamboo shoot before and after 10, 15, and 20 minutes-steaming.Abstrak: Rebung merupakan salah satu jenis sayuran yang sudah dikenal dan dikonsumsi oleh manusia di berbagai belahan dunia. Kandungan gizi yang dimiliki rebung cukup baik akan tetapi rebung juga mengandung HCN (Asam Sianida) yang berbahaya jika tidak diolah dengan baik. Ada beberapa cara untuk menurunkan kadar asam sianida pada rebung salah satunya adalah teknik pengukusan. Tujuan  penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan kadar asam sianida pada rebung bambu sebelum dan setelah pengukusan selama 10, 15, dan 20 menit. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu pada 24 sampel penelitian diperoleh dengan purposive sampling. Metode yang digunakan adalah metode elektroda selektif ion dan dianalisis menggunakan uji Anova. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil rata-rata kadar asam sianida pada rebung bambu sebelum pengukusan adalah 102,4983 mg/kg, setelah pengukusan selama 10 menit adalah 67,8983 mg/kg, setelah pengukusan selama 15 menit adalah 51,3617 mg/kg, dan setelah pengukusan selama 20 menit adalah 40,8283 mg/kg. Hasil uji anova didapatkan hasil p=0,0001 (p < 0,05) dimana menunjukkan terdapat perbedaan kadar asam sianida pada rebung bambu sebelum dan setelah pengukusan selama 10, 15, dan 20 menit.
Differences In Urine With Sediment Results Preserving Formalin And Toluena Sari, Dewa Ayu Intan Purnama
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2023): MEI 2023
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v6i2.566

Abstract

Urine sediment examination is done to see the organic and inorganic elements in the urine. Urine examination no later than 2 hours from the time urine is collected, postponement urine for 2 hours without being stored at 2-80C and without the addition of preservatives can reduce the quality of examination results. Giving preservatives in the urine causing the development of bacteria can be suppressed. The purpose of this study is to determine differences in urine sediment yield with formalin and toluene preservatives. This type of research is analytic with an experimental approach. The sample used was 15 female students who were menstruating. The results of data analysis with the One-way anova and Kruskal Wallis tests showed the results of p value of erythrocytes, leukocytes, epithelial cells, crystals and bacteria respectively of 0.137; 0.699; .342; 0.665; 0,600 where p value> 0,005 which means there is no difference in urine sediment yield with preservative formalin and toluene. But each element has morphological changes after preserving it with formalin and toluene preservatives. In formalin, morphological changes are slightly smaller and enlarged, whereas in toluene, morphological changes occur in a smaller and irregular manner. It is hoped that urine sediment examination is checked immediately with fresh urine to get accurate results and can support the diagnosis of a disease. Keywords: urine sediment, formalin, toluene
Aktivitas Antioksidan Fraksi Metanol Daun Jeringau Merah (Acorus Sp.) Metode DPPH Wahdaniah, Wahdaniah; Erika, Mega; Purwaningsih, Indah
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 4, No 1 (2020): November 2020
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v4i1.941

Abstract

Antioksidan merupakan suatu senyawa yang mampu menangkal atau merendam efek negatif dari radikal bebas dengan cara mendonorkan salah satu elektronnya sehingga radikal bebas bersifat lebih stabil dan mencegah terjadinya reaksi berantai. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan adalah jeringau merah. Jeringau merah merupakan salah satu tanaman endemic Kalimantan Barat yang terdapat di berbagai wilayah Sanggau, Ngabang, dan Kapuas Hulu yang telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat pedalaman suku Dayang dalam mengobati berbagai penyakit. Tanaman jeringau mengandung beberapa senyawa kimia antara lain flavonoid, fenol, saponin, tanin, dan stroid yang memiliki ptensi sebagai antioksidan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan fraksi metanol daun jeringau merah. Proses ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan pelarut methanol selama 3 x 24 jam, dimana pelarutnya diganti setiap 24 jam sekali. Ekstraks metanol yang diperoleh selanjutnya di fraksinasi dengan pelarut berdasarkan tingkat kepolaran yaitu etil asetat dan metanol. Kemudian campuran dimasukkanke dalam corong pisah dan digojog kuat. Selanjutnya labu gojog didiamkan hingga terbentuk kedua lapisan yaitu lapisan atas fraksi metanol dan lapisan bawah fraksi etil asetat. Hasil fraksi metanol kemudian ditampung dan diuapkan. Metode yang digunakan untuk mengukur aktivitas antioksidan adalah metode DPPH (2,2-difenil-1- pikrilhidrazil).Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu fraksi metanol daun jeringau merah konsentrasi 150, 125, 100, 75 dan 50 ppm dengan pengulangan sebanyak tiga kali. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi metanol daun jeringau merah memiliki kandungan metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, fenol, steroid, dan glikosida serta memiliki aktivitas antioksida yang kuat karena memiliki ICâ‚…â‚€ SEBESAR 77 PPM.
Precision and Accuracy Analysis of Forward Method Pipetting and Reverse Method Pipetting by Technology of Medical Laboratory Students Pontianak Hendra Budi Sungkawa; Reni Endiani
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 2, No 1 (2018): November 2018
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v2i1.326

Abstract

Abstract:   Pipetting process of using standard pipetting and procedures greatly affect the precision and accuracy of the pipetting which have doneto get the right result and can be trusted then the result being must have lie within the control area and good in precision and accuracy. The purpose of this study is to know the difference of forward method pipetting and reverse method pipetting by Technology of Medical Laboratory Pontianak. The both of methods are have done and then have seen the difference. While the research design which have used in this research is observational analytics with comparative study. Based on the result of the research got result average precision of forward method is 99,25344% and average accuracy value of forwrd method is 96,5983% and average precision of reverse method is 99,65003% and average accuracy value of reverse method is 95,9493%. Of the results values then analyzed with statistic is Wilcoxon test and got result p = 0,000 (p<0,05) then Ha accepted, so there is a difference of forward method pipetting and reverse method pipetting by Technology of Medical Laboratory Pontianak.
Aktifitas Perasan Daun Pucuk Merah (Syzygium oleana) Sebagai Bahan Alami Hand Sanitizer Dj, Herlinda Djohan; Sugito, Sugito; Slamet, Slamet
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 6, No 1 (2022): November 2022
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v6i1.1095

Abstract

Indonesia is a country that has a fairly high biodiversity, one of which is red shoots (Syzygium oleana). Red shoots are reported to have strong potential to inhibit bacterial growth, including tannins, saponins, flavonoids, and essential oils. To increase effectiveness in utilizing the potential of red shoots, it is made in a practical and easy-to-use dosage form. One of the effective dosage forms for topical therapy is hand sanitizer. The increasing prevalence of the corona virus has caused a shortage of hand sanitizers. Until now, there is no treatment that can cure Corona virus infection. Therefore, the World Health Organization (WHO) appeals to take preventive measures, one of which is washing hands properly. This  study aimed  to examine the antibacterial potential of red shoots (Syzygium oleana) against the growth of Staphylococcus aureus bacteria using the disc method. The juice is made in the form of a Hand Sanitizer Spay. The antibacterial activity was obtained by measuring the diameter of the inhibition zone after giving 4 variations of the concentration of the juice sample. Positive control used amoxicillin 30 g/disk and negative control used aquadest. The next stage of analysis of the quality of hand sanitizers includes organoleptic tests, pH measurements. The research design used is a quasi-experimental method. This research was started in May-December 2022. Samples in the form of red shoots were made in the form of Hand Sanitizer Spay with various concentrations of 5%, 10%, 15%, and 20% and the average inhibition zone value was 11.8 mm, 12.6 mm, 13.75 mm and 14.4 mm. Based on the results of research and computerized data processing with the Simple Linear Regression test, the value of p = 0.000 (p <0.05) means that there is an effect of the concentration of hand sanitizer squeezed from red shoots on the inhibition of Staphylococcus aureus bacteria.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Daun Sembung Rambat (Mikania micrantha kunth) Terhadap Bakteri Staphylococcus aures Dan Pseudomonas aeruginosa Metode Difusi Triana, Linda; Fikani, Malida; Sari, Emilda
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 3, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v3i2.932

Abstract

Mikania micrantha kunth atau dikenal dengan nama sembung rambat adalah salah satu spesies dari family Asteraceae. Tumbuhan ini telah digunakan sebagai obat tradisional, seperti mengobati gigitan serangga, gatal-gatal kulit, juga dapat mengobati diabetes, strok dan hipertensi. Zat aktif yang dikandung daun sembung rambat yang disebut sebagai antibakteri yaitu flavonoid dan tanin. Staphylococcus aureus bakteri jenis ini sering ditemukan sebagai kuman flora normal pada kulit dan selaput lendir pada manusia. Pseudomonas aeruginosa bakteri ini menimbulkan infeksi pada luka bakar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh ekstrak metanol daun sembung rambat dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa metode difusi. Sampel yang digunakan adalah ekstrak metanol daun sembung rambat dengan konsentrasi 5, 10 dan 15% dengan penggulangan sembilan kali, sehingga banyaknya sampel adalah 27 sampel. Berdasarkan hasil penelitian pengukuran zona hambat pada uji bakteri Staphylococcus aureus didapatkan rata-rata zona hambat pada konsentrasi 5% didapat 7 mm, pada konsentrasi 10% didapat 10 mm dan konsentrasi 15% didapat 1 1 mm. Sedangkan pada bakteri Pseudomonas aeruginosa tidak terdapat zona hambat. Penelitian ini dibuktikan secara statistik dengan menggunakan uji Spearman 's dimana p (0,000) < a (0,05) yang berarti Ha diterima, sehingga dinyatakan bahwa ada pengaruh ekstrak metanol daun sembung rambat dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
Perbedaan Hasil Pemeriksaan Mikro Hematokrit Menggunakan Makrosentrifus Dengan Mikrosentrifus Sri Tumpuk; Edy Suwandi
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 1, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v1i2.152

Abstract

Abstract: Hematocrit measurement is one of the most commonly special blood examination in laboratory to help in diagnosing various kind of diseases. Determination of hematocrit value can be done by macro and micro method. Macrocentrifus is multi function centrifuge with rotation speed reach to 3000 rpm for 30 minutes. Microcentrifus is a centrifuge for hematocrit only that used microcapiler tube with rotation speed of 1600 rpm for 5 minutes. This study aimed to identify the different hematocrit measurement micro method between macrocentrifus and microcentrifus. This study was type of analytical observation with research design was cross sectional approach. The study was done in June 2013. Sampling technique that has been applied was total population technique. Result in 48 samples accomplished the average of hematocrit measurement micro method in macrocentrifus was 43,33% meanwhile in microcentrifus was 42,85%. Data of study result analyzed by using t test in statistical program in order to determine whether there was a difference between those variables or not. Result analysis gained p value=0,000 (0,001) in 95% confidential interval due to p value 0,001< 0,05 consequently H0 refused and Ha accepted meaning that there was a significant difference between micro hematocrit result by using macrocentrifus and microcentrifus.Abstrak: Pemeriksaan hematokrit merupakan salah satu pemeriksaan darah khusus yang sering dikerjakan di laboratorium berguna untuk membantu diagnosa berbagai penyakit. Penetapan nilai hematokrit dapat dilakukan dengan cara makro dan mikro. Makrosentrifus adalah sentrifus multi fungsi dengan kecepatan pemusingan 3000 rpm selama 30 menit. Mikrosentrifus adalah sentrifus yang hanya digunakan untuk hematokrit yang menggunakan tabung mikrokapiler dengan kecepatan pemusingan 16000 rpm selama 5 menit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan hematokrit metode mikro menggunakan makrosentrifus dan mikrosentrifus. Jenis penelitian ini adalah observasi analitik dengan desain penelitian pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan bulan Juni 2013. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik total populasi. Hasil penelitian pada 48 sampel didapatkan rata-rata hasil pemeriksaan hematokrit metode mikro menggunakan makrosentrifus adalah 43,33% dan dengan mikrosentrifus adalah 42,85%. Data hasil penelitian dianalisa dengan uji t menggunakan program SPSS yang bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan pada kedua variabel tersebut. Hasil analisis didapatkan nilai  p = 0,000 (0,001) pada tingkat kepercayaan 95% Karena nilai p 0,001< 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima   artinya ada perbedaan yang bermakna antara hasil pemeriksaan mikro hematokrit menggunakan makrosentrifus dengan mikrosentrifus.
Daya Hambat Air Perasan Daun Pucuk Merah (Syzygium oleana) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Dj, Herlinda Djohan; Sugito, Sugito; Sutriswanto, Sutriswanto
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v5i2.972

Abstract

Indonesia is a country that has a fairly high biodiversity, one of which is red shoots (Syzygium oleana). Red shoots are reported to have strong potential to inhibit the growth of bacteria including Staphylococcus aureus because they contain tannins, saponins, flavonoids, and essential oils. To increase effectiveness in exploiting the potential of red shoot leaf extract, it is made in a practical and easy to use dosage form. One of the effective dosage forms for topical therapy is juice. The parameter of this research is the inhibition of red shoot leaf juice (Syzygium oleana) against the growth of Staphylococcus aureus bacteria. This research is a quasi-experimental research (Quasy Experiment). The sample in this study was red shoots leaf juice with 6 repetitions, the number of samples was 24, diluted from the red shoots leaf extract to 5%, the average inhibition zone was 7,33,33 mm, 10% inhibition zone 8 ,17,33 mm, 15% inhibition zone 9 mm and 20% inhibition zone 11.4 mm, amoxicillin positive control and negative control using aquadest. Based on the statistical results of the Anova test, the value of Sig. 0.000 (p= 0.001 < 0.005) which means that there is an effect of red shoot leaf juice (Syzygium oleana) in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus by diffusion method.

Page 10 of 16 | Total Record : 156