cover
Contact Name
Bagus Muhammad Ihsan
Contact Email
ihsanfillah24@gmail.com
Phone
+6285659274496
Journal Mail Official
ihsanfillah24@gmail.com
Editorial Address
Jl. Lapan, Siantan Hulu, Kec. Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78242-Kalimantan Barat-Kampus A Poltekkes Kemenkes Pontianak
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa
ISSN : 25979523     EISSN : 25979531     DOI : https://doi.org/10.30602/jlk
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of Medical Laboratory. Jurnal Laboratorium Khatulistiwa particularly focuses on the main problems in the development of the Medical Laboratory health areas as follows: Toxicology Immunoserology Bacteriology Clinical Chemistry Parasitologi Micology And other related disciplines.
Articles 156 Documents
ANALISIS KADAR PROTEIN PADA PEKASAM IKAN GABUS (CHANNA STRIATA) Djohan, Herlinda; Trifani, Paula Jaenne; Kamilla, Laila
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2023): MEI 2023
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v6i2.929

Abstract

Salah satu jenis ikan yang memiliki kandungan nutrisi sangat baik untuk kesehatan  adalah  ikan gabus, terdiri dari kandungan protein 17,06% kadar air 75,01%,lemak 0,44% kadar abu 1,43%. Pekasam merupakan hasil atau produk fermentasi secara tradisional dan biasanya mempunyai nilai gizi yang lebih tinggi dari bahan asalnya. Mikroba pada produk fermentasi dapat memecah komponen kompleks pada bahan pangan menjadi bahan            bahan yang lebih sederhana, sehingga lebih mudah dicerna serta dapat mensintesis beberapa vitamin dan mampu meningkatkan kadar protein pada produk hasil fermentasiTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama waktu fermentasi terhadap kadar protein pada pekasam ikan gabus ( channa striata ) peneltian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan quasi experiment. Sampel pada penelitian ini berjumlah 24 sampel yang terdiri dari 4 perlakuan dengan pengulangan setiap perlakuan sebanyak 6 kali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kjeldahl.
Pengaruh Kombinasi Ekstrak Bawang Dayak Dan Daun Salam Terhadap Kadar Glukosa Metode In Vivo Sutriswanto, Sutriswanto; Franciska, Maria; Kamilla, Laila
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 4, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v4i2.945

Abstract

Bawang dayak (Eleutherine bulbosa (mill)Urb) mengandung flavonoid yang berperan sebagai penghambat enzim α-glukosidase, enzim yang dapat menigkatkan kadar glukosa dalam darah, Daun salam (Syzgium polyanthum) juga meruapakan salah satu tanaman herbal yang paling banyak diminati masyarakat sebagai obat antidiabetik.. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskanpengaruh kombinasi ekstrak bawang dayak dan daun salam terhadap kadar glukosa darah metode in vivo. Desain penelitian ini yang digunakan adalah Quasi experiment. Populasi dalam dalam penelitian ini adalah mencit (Mus musculus) jantan galus Swiss Webster. Sample yang digunakan adala 27 ekor mencit jantan yang dipilih sesuai dengan kriteria kemudian dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan, masing masing dilakukan 9 kali pengulangan dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling.Metode yang digunakan adalah tes glukosa oral. Berdasarkan hasil analisis statistik uji Regenerasi Linear Sederhana untuk kombinasi ekstrak dosis 1,4 mg/20 grBB+10,48 mg/20 grBB didapatkan p value 0.001 < α 0,05 maka Ha diterima, yang berarti ada pengaruh antara kombinasi ekstrak bawang dayak dan daun salam terhadap kadar glukosa darah metode in vivo.
Hubungan Umur, Jenis Kelamin dan Kegemukan dengan Kadar Kolesterol Total Guru SMAN 1 Sei Raya Fadhil Kurniawan; Slamet Slamet; Laila Kamilla
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 2, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v2i2.335

Abstract

Abstract: Cholesterol is often seen as something that is very scary and associate high levels of cholesterol in the blood with the risk of heart disease. Increasing cholesterol levels are something to avoid because it can endanger health. The purpose of this study was to examine the relationship age, sex, and obesity with total cholesterol levels on teachers SMAN 1 Sei. Raya. The design in this study using Cross-Sectional. The population of this study is all teachers SMAN 1 Sei. Raya took with total sampling method and obtained as many as 46 respondents. From each respondent obtained data onto age, sex, obesity level and measurement of total cholesterol level. Data were analyzed by univariate and bivariate with correlation test for Kendall tau with value É‘ = 0.05. The test result using Kendall tau to analyze the relationship of age, sex, and obesity with total cholesterol showed that there is no relationship between age (p = 0.648), sex (p = 0.418), and obesity (p = 0.542) with total cholesterol levels in teachers SMAN 1 Sei. Raya.Abstrak: Kolesterol sering dilihat sebagai sesuatu yang sangat menakutkan dan tingginya kadar kolesterol dalam darah dikaitan dengan risiko penyakit jantung. Peningkatan kadar kolesterol merupakan hal yang harus dihindari, karena dapat membahayakan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan antara umur, jenis kelamin dan kegemukan dengan kadar kolesterol total pada guru SMAN 1 Sei. Raya. Desain dalam penelitian ini menggunakan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh guru SMAN 1 Sei. Raya yang diambil dengan metode total sampling dan diperoleh sebanyak 46 orang responden. Dari setiap responden diperoleh data umur, jenis kelamin, tingkat kegemukan dan pengukuran kadar kolesterol total. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji korelasi Kendall tau dengan nilai É‘ = 0.05. Hasil uji menggunakan kendall tau untuk menganalisis hubungan umur, jenis kelamin, dan kegemukan dengan kadar kolestrol total menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara umur (p = 0.648), jenis kelamin (p = 0.418) dan kegemukan (p = 0.542) dengan kadar kolesterol total pada guru SMAN 1 Sei. Raya.
Analysis Of Factors Affecting Internal Quality Assurance In Blood Glucose Examination In The Laboratory Of Budhi Asih Hospital Maji, Anisa Sekar
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 6, No 1 (2022): November 2022
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v6i1.1064

Abstract

Internal quality assurance activities are divided into three stages, namely the pre – analytic stage, the analytic stage, and the post – analytic stage. Examination of blood glucose requires internal quality assurance. There are several potentials that affect this implementation, such as the discovery of lysis sample. The suitability of taking blood according to the Standar Operating Procedure (SOP) must be considered. The instruments used must be in good condition, pay attention to tool mantenance and carry out Quality Control (QC) to ensure the quality of precision and accuracy in the results to be issued. Observational research design with cross sectional design involving 23 Medical Laboratory Technology (MLT) officers as respondents and 38 blood glucose samples to be examined using a chemistry analyzer. Data from quentionaires and observations were analyzed by lambda correlation test with sig <0.05. Research on internal quality assurance on the criteria of human resource the results obtained 96.9%, the SOP criteria the results obtained 91.6%, the sample quality criteria the results obtained 90.3%, and the QC criteria the results obtained 100%. The results of the lambda correlation test on four variables showed a correaltion, with the results of HR 0.008, SOP 0.016, sample quality 0.009, QC 0.016. all of the criteria for internal quality assurance are in the good category, and all of them show that there is a relation with internal quality assurance.
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Metanol Biji Buah Bungli (Oroxylum Indicum) Dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli Metode Difusi Suwandi, Edy; Ramadhani, Natasya Intan; Wahdaniah, Wahdaniah
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 3, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v3i2.936

Abstract

Sebagian besar dari ribuan jenis tanaman yang ada di Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai obat. Salah satunya yaitu tanman Bungli (Oroxylum Indicum) yang telah lama digunakan secara turun temurun di Asia Tenggara sebagai obat herbal untuk mengatasi tifus, batuk, hipertensi, panas dalam, demam dan diare. Kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan tannin pada tanaman ini dikenal memiliki aktifitas antiinflamasi, antirematik, antijamru dan antibakteri.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskna pengarus konsentrasi ekstrak metanol biji buah bungli (Oroxylum Indicum) dalam menhambat pertumbuhan balteri Eschericia Coli metode difusi cakram.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental semu dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah biji buah bungli yang dibuat ekstrak. Sampel yang digunakan adalah biji buah bungli dengan konsentrasi 25%, 50% dan 75% yang masing masing konsentrasi dilakukan 9 kali pengenceran.Berdasarka hasil analisis statistik uji Regresi Linier didapatkan p value =0,000 < α 0,005 sehingga dinyatakan terdapat pengaruh konsentrasi ekstrak metanol biji buah bungl (oroxylum indicum) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Eschericia Coli metode difusi. 
Hubungan Kadar Kolesterol Total Dan Hipertensi Dengan Kejadian Penyakit Jantung Koroner DI RSUD dr. Soedarso Pontianak Laila Kamila; Maulidiyah Salim
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 1, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v1i2.144

Abstract

Abstract: Coronary heart is a disease that offense to blood vessels and heart attack due to constriction of blood vessels. A high level of cholesterol in blood or exceeds the normal limit can form sediment in wall of blodd vessels which cause blood vessels constriction or blockage. This research object to determine whether there is a correlation between cholesterol level total and hypertension with coronary heart disease in patients who hospitalized in Regional Public Hospital of dr. Soedarso Pontianak. This study was used cross sectional design, purposive sampling technique, it gained 50 people as samples. The measurement of blood pressure was done in heart poly and cholesterol total level in clinic laboratory of Regional Public Hospital of dr. Soedarso by using enzymatic CHOD-PAP method. It can be obtained that 10 people had hypertension and 40 people did not.the average of total cholesterol was 224 mg/dl. Maximum value of total cholesterol was 224 mg/dl and 152 mg/dl as minimum value. Data has been analyzed by using statistical test, Chi-Square, to determine the correlation of total cholesterol wit coronary heart disease, obtained p value=0,024 (less than α=0,05). Correlation of hypertension and coronary heart disease gained p value=0,923 (more than α=0,05), it can be concluded that total cholesterol correlated with coronary heart disease, and there was not a correlation between hypertension and coronary heart disease.Abstrak: Jantung koroner adalah penyakit yang  menyerang pembuluh darah dan serangan jantung, karena penyempitan pada pembuluh darah. Kadar kolesterol yang tinggi dalam darah melebihi normal dapat membentuk endapan pada dinding pembuluh darah sehingga menyebabkan penyempitan dan tersumbatnya pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar kolesterol total dan hipertensi dengan penyakit jantung koroner pada pasien di RSUD dr. Soedarso Pontianak. Disain penelitian  ini menggunakan cross sectional, teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling, didapat jumlah sampel 50 orang. Pengukuran Tensi Darah dilakukan di poli Jantung dan pemeriksaan kadar kolesterol total di laboratorium klinik RSUD dr. Soedarso Pontianak dengan metode enzimatik CHOD-PAP. Hasil penelitian didapatkan 10 orang mengalami hipertensi dan 40 orang non hipertensi. Rata-rata kadar kolesterol total 224 mg/ dl. Nilai maksimum kadar kolesterol total yaitu 224 mg/dl dan nilai minimum yaitu 152 mg/dl. Analisa data dengan uji statistik Chi-square untuk mengetahui hubungan kolesterol total dengan penyakit jantung koroner didapatkan nilai p = 0,024 (lebih kecil dari  α 0,05). Uji hubungan hipertensi dengan penyakit jantung koroner didapat nilai p = 0,923 (lebih besar dari α 0,05), dapat disimpulkan terdapat hubungan kadar kolesterol total dengan penyakit jantung koroner dan tidak ada hubungan hipertensi dengan penyakit jantung koroner.
Analisis Kadar Bilangan Peroksida Pada Minyak Kelapa Yang Ditambahkan Daun Sirsak (Annona muricata Linn) Dengan Metode Iodometri manik, desima; Sungkawa, Hendra Budi; Indrawati, Ratih
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v5i2.976

Abstract

Processing of coconut oil among the people is still mostly done traditionally by heating. The oil produced has poor quality and is easily rancid. This is because heating can change the oil structure. To overcome this, we need a way that can produce quality oil with a long shelf life. Therefore, there is a need for substances that can improve the quality of oil, named antioxidants. One of the natural antioxidants that can be utilized is soursop leaves. Antioxidants in soursop leaves are acetogenin, steroids, flavonoids, glycosides, interquinone and other active substances.This study aims to analyze the effect of adding soursop leaves to the value of peroxide in coconut oil with iodometry method. The method used in this study was quasi experimental with purposive sampling. The population in this study was coconut oil. The samples in this study are coconut oil without the addition of soursop leaves and coconut oil which was added to the soursop leaves with a concentration of 1.25%, 2.5% and 5%. Based on the results of the statistical analysis of linear regression, it was found that p value = 0.038 <a 0.05 so that there was an effect of adding soursop leaves to the value of peroxide in coconut oil with a contribution of 92.5%. 
ANALISA SEL BASOFIL PADA SEDIAAN APUS DARAH TEPI DENGAN METODE PEWARNAAN GIEMSSA, WRIGHT DAN MODIFIKASI WRIGHT GIEMSA victoria, yeni; Slamet, Slamet; Supriyanto, Supriyanto
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 3, No 1 (2019): November 2019
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v3i1.925

Abstract

Pemeriksaan sediaan apus darah tepi sangat penting karena dari sini akan banyak mendapatkan informasi yang berkaitan dengan morfologi sel darah dan juga dapat memberi petunjuk keadaan hematologik yang semula tidak diduga. Pemeriksaan sediaan apus darah tepi bertujuan antara lain untuk menilai berbagai unsur sel darah tepi seperti eritrosit, leukosit dan trombosit. Selain itu sediaan apus darah tepi juga dapat mengidentifikasi adanya parasit-parasit seperti malaria, tripanosoma, mikrofilariaTujuan dari penelitian ini adalah mengkaji perbedaan sel basofil pada sediaan apus darah tepi dengan metode pewarnaan Giemsa, Wright dan modifikasi Wright-Giemsa, mengidentifikasi sel basofil dengan metode pewarnaan Giemsa, Wright dan modifikasi Wright-Giemsa serta menganalisis sel basofil dengan metode pewarnaan Giemsa, Wright dan modifikasi Wright-Giemsa pada sediaan apus darah tepiMetode penelitian yang digunakan adalah komparatif dengan teknik pengambilan sampel convenience sampling. Populasi pada penelitian ini adalah sampel darah dengan indikasi penyakit tertentu yang dapat meningkatkan jumlah sel basofil. Sampel berjumlah 8 orangBerdasarkan hasil analisis statistic uji Friedman didapatkan p value = 0.607 > α 0.05 sehingga dinyatakan tidak ada perbedaan analisis jumlah sel basofil pada sediaan apus darah tepi dengan metode pewarnaan Giemsa tidak ditemukan sel basofil. Pada metode pewarnaan Wright ditemukan sel basofil dengan nilai minimum 1 dan nilai maksimum 2 dan pada metode pewarnaan medifikasi Wright Giemsa diperoleh nilai minimum 0 dan maksimum 2.
Antioxidant Activity Of Methanol Extract Of Kesum Leaves (Polygonum Minus Huds.) DPPH MethodAktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Daun Kesum (Polygonum Minus Huds.) Metode DPPH Indah Purwaningsih; Reskiya Sapriani; Ratih Indrawati
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 1, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v1i2.156

Abstract

Abstract: Kesum Plants (Polygonum minus) is one of the endemic plants in West Borneo containing phenolic compounds, steroids, flavonoids, alkaloids, tannins, saponins, and beta-carotene. Phenolic, flavonoids and beta-carotene are antioxidant compounds. Most phenolic and flavonoid groups are polar compounds. Therefore, in this research used methanol solvent as representative of polar solvent. The purpose of this research  was to know the difference of antioxidant activity of methanol extract of kesum leaves with vitamin C. The extraction  is done by maseration for 3 x 24 hours, where the solvent is changed every 24 hours. The method used to measure antioxidant activity is the DPPH method (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). The samples used in this paper are methanol extract of  kesum leaves in 80, 65, 50, 35, and 20 ppm with five replications. The comparator used is vitamin C. The result of the research showed that IC50 of methanol extract was 20,632 ppm and IC50 of vitamin C 6,175 ppm. Based on the results of this study it can be concluded that vitamin C and methanol extract of serum leaves have a very strong antioxidant activity.Abstrak: Tanaman Kesum (Polygonum minus) merupakan salah satu tanaman endemik di wilayah Kalimantan Barat yang mengandung senyawa golongan fenolik, steroid, flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan betakaroten. Golongan fenolik, flavonoid dan betakaroten merupakan senyawa antioksidan. Sebagian besar golongan fenolik dan flavonoid merupakan senyawa polar. Maka dari itu, pada penelitian ini digunakan pelarut metanol sebagai perwakilan pelarut polar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun kesum terhadap vitamin C. Proses ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi selama 3 x 24 jam, dimana pelarutnya diganti setiap 24 jam sekali. Metode yang digunakan untuk mengukur aktivitas antioksidan adalah metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu ekstrak metanol daun kesum konsentrasi 80, 65, 50, 35, dan 20 ppm dengan pengulangan sebanyak lima kali. Pembanding yang digunakan adalah vitamin C. Hasil penelitian didapatkan IC50 ekstrak metanol daun kesum sebesar 20.632 ppm dan IC50 vitamin C sebesar 6.175 ppm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa vitamin C dan ekstrak metanol daun kesum memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat.
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Metanol Daun Sambiloto (Andrographis Paniculata Ness) terhadap Sensitivitas Enterobacteriaceae dengan Metode Difusi Parlindungan Nasution; Sugito Sugito; Kuswiyanto Kuswiyanto
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 2, No 1 (2018): November 2018
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v2i1.323

Abstract

Abstract: Sambiloto is plant one of the natural resources that be come important to used as medicine. Sambiloto effcacy had been known since long time ago. Based on it’s pharmacological properties, Sambiloto leaves provide antidiarrheal activity against bacteria that causing diarehea in humans especially Eacherichia coli and Shigella dysentriae bacteria. The main content of Sambiloto leaves are diterpenoid lactones (andrographolide), paniculides, farnesols and flavonoids. The purpose of this research was to study the effect of the methanol extract concentration of Sambiloto leaves toward the sensitivity of Escherichia coli and Shigella dysentriae bacteria by using diffusion method. Research design using quasi experimental research. Sample used were leaf extract of Sambiloto with concentration of 100%, 75%, 50% and 25% with six times repetition. Data was collected and analyzed by using Spearman analysis. Based on the reseach fnding, the measurement of inhibition zone on Escherichia coli bacteria test found that the average value were 14.67 mm at 100% concentration, 13.67 mm at 75% concentration, 12.17 mm at concentration 50% and 10.00 mm at 25% concentration. While Shigella dysentriae bacteria test obtained that average value were 14.33 mm at 100% concentration, 13.33 mm at 75% concentration, 11.17 at concentration 50% and 9.33 mm at 25% concentration. The data were analyzed by Spearman test and the result was (p = 0,000 <0.01). It showed that there was inhibition zone effect of Sambiloto leaves extract on bacterial sensitivity of Escherichia coli and Shigella dysentriae by using diffusion method. It was concluded that the Sambiloto leaves extract is antibacterial.Abstrak: Tanaman Sambiloto merupakan salah satu bahan alam yang semakin banyak peminatnya untuk dijadikan obat. Khasiat Sambiloto sebenarnya sudah dikenal sejak zaman dahulu. Berdasarkan sifat farmakologinya, daun Sambiloto memberikan aktivitas antidiare terhadap bakteri yang menyebabkan diare pada manusia khususnya bakteri Escherichia coli dan Shigella dysentriae. Kandungan utama dari daun Sambiloto adalah diterpenoide lactones (andrographolide), paniculides, farnesols dan flavonoid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh konsentrasi ekstrak metanol daun sambiloto terhadap sensitivitas bakteri Escherichia coli dan Shigella dysentriae dengan metode difusi. Desain Penelitian ini berbentuk penelitian eksperimental semu. Sampel yang digunakan adalah ekstrak daun sambiloto dengan konsentrasi 100%, 75%, 50% dan 25% dengan pengulangan sebanyak enam kali. Data dikumpulkandan dianalisis dengan analisis Spearman. Berdasarkan hasil penelitian pengukuran zona hambat pada uji bakteri Escherichia coli didapatkan nilai rata-rata 14.67 mm pada konsentrasi 100%, nilai rata-rata 13.67 mm pada konsentrasi 75%, nilai rata-rata 12.17 mm pada konsentrasi 50% dan nilai rata-rata 10.00 mm pada konsentrasi 25%. Sedangkan uji bakteri Shigella dysentriae didapatkan nilai rata-rata 14.33 mm pada konsentrasi 100%, nilai rata-rata 13.33 mm pada konsentrasi 75%, nilai rata-rata 11.17 pada konsentrasi 50% dan nilai rata-rata 9.33 mm pada konsentrasi 25%. Data dianalisis dengan uji Spearman didapatkan hasil (p = 0,000 < 0.01), menunjukan bahwa terdapat pengaruh zona hambat ekstrak daun sambiloto terhadap sensitivitas bakteri Escherichia coli dan Shigella dysentriae dengan menggunakan metode difusi. Dapat disimpulkan bahawa ekstrak daun sambiloto bersifat antibakteri.

Page 9 of 16 | Total Record : 156