cover
Contact Name
Bagus Muhammad Ihsan
Contact Email
ihsanfillah24@gmail.com
Phone
+6285659274496
Journal Mail Official
ihsanfillah24@gmail.com
Editorial Address
Jl. Lapan, Siantan Hulu, Kec. Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78242-Kalimantan Barat-Kampus A Poltekkes Kemenkes Pontianak
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa
ISSN : 25979523     EISSN : 25979531     DOI : https://doi.org/10.30602/jlk
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of Medical Laboratory. Jurnal Laboratorium Khatulistiwa particularly focuses on the main problems in the development of the Medical Laboratory health areas as follows: Toxicology Immunoserology Bacteriology Clinical Chemistry Parasitologi Micology And other related disciplines.
Articles 156 Documents
ANALISIS KADAR TIMBAL (Pb) DAN ARSEN (As) PADA AIR GAMBUT DI DESA RASAU JAYA KABUPATEN KUBU RAYA Syari, Jajar Pramata
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2023): MEI 2023
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v6i2.496

Abstract

One of the abundant water resources on the island of Kalimantan is peat water, because peatlands are widely distributed in West Kalimantan, especially in Kubu Raya Regency. Residents living in peat swamps in parts of Kalimantan, especially in the area of Rasau Jaya Village, Kubu Raya Regency, use peatlands as a residence and land for plantations and agriculture, so that they use dug wells in the form of peat water and are widely used by local residents to carry out daily activities days such as washing, bathing, cooking and so on. Heavy metals in the form of Pb and As are pollutants that are difficult to degrade and even tend to accumulate in the body of exposed living things. The purpose of this study was to analyze the content of Pb and As metals in peat water in Rasau Jaya Village, Kubu Raya Regency. The research design used is descriptive method. The population in this study was peat water in the area of Rasau Jaya Village, Kubu Raya Regency. A sample of 10 peat well water samples from the Dusun Kebun Jeruk residents, Rasau Jaya Village, Kubu Raya Regency. The results were obtained based on Permenkes RI RI No. 32 of 2017 Concerning Environmental Health Standard Quality Standards and Water Health Requirements for Hygiene, Swimming Pool, Solus Per Aqua, and Public Baths used for clean well water samples that met 40% quality standards, namely Well 3, 6, 8 and 9.
Analisis Ekstrak Metanol Daun Ubi Kayu Dalam Menurunkan Kadar Kolestrol Total Secara In Vivo Suwandi, Edy; Setiawan, Muhammad Reza; Supriyanto, Supriyanto
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 4, No 1 (2020): November 2020
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v4i1.940

Abstract

Kolesterol merupakan zat yang berguna untuk menjalankan fungsi tubuh, tetapi bersifat merugikan (menjadi penyakit) jika kadar kolesterol melebihi normal (Hiperkolesterol) serta dianggap menjadi penyebab berbagai penyakit mematikan seperti jantung koroner, stroke, tekanan darah tinggi, diabetes. Daun ubi kayu juga berkhasiat untuk kesehatan seperti obat stroke, sumber tenaga, metabolisme tubuh, diet, pencernaan serta penurun kolestrol. Senyawa yang berperan dalam penurunan kadar kolesterol adalah flavonoid yang bekerja sebagai inhibitor enzim HydroxyMethylglutaryl sehingga sintesis kolestrol menurun, sedangkan tannin menghambat penyerapan lemak di usus yang bereaksi dengan protein mukosa dan sel epitel usus, dan alkaloid dapat menghambat aktivitas enzim lipase pancreas sehingga meningkatkan sekresi lemak melalui feses. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari berbagai dosis ekstrak metanol daun ubi kayu dalam menurunkan kadar kolesterol total secara in vivo. Desain penelitian ini berbentuk true experiment dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Populasi yang digunakan adalah mencit yang ditingkatkatkan kadar kolesterol (hiperkolesterol) setelah itu dilakukan perlakuan untuk menurunkan kadar kolesterol mencit dengan ekstrak metanol daun ubi kayu dengan dosis 51,3 mg/kgBB, 102,6 mg/kgBB, 205,2 mg/kgBB. Hasil penelitian pengukuran kadar kolesterol mencit setelah perlakuan didapatkan hasil pada dosis 51,3 mg/kgBB didapatkan rata-rata kadar kolesterol total setelah perlakuan sebesar 215,11 mg/dl dengan persentase penurunan kadar kolesterol 92,7% dan p value 0,000< 0,05. Sedangkan pada P2 dengan dosis 102,6 mg/kgBB didapatkan rata-rata kadar kolesterol total setelah perlakuan sebesar 198,33 mg/dl dengan persentase penurunan kadar kolesterol 86,5% dan p value 0,000< 0,05. Sementara P3 dosis 205,2 mg/kgBB didapatkan rata-rata kadar kolesterol total setelah perlakuan sebesar 188,88 mg/dl dengan persentase penurunan kadar kolesterol 61,7% dan p value 0,012 <0,05. Sehingga dikatakan terdapat pengaruh penurunan pemberian ekstrak methanol daun ubi kayu pada dosisi P1, P2 dan P3 terhadap kadar kolesterol mencit yang diberi pakan hiperkolesterol.
Uji Aktivitas Anti Inflamasi Ekstrak Bawang Dayak (Eleutherine Americana L. Merr) terhadap Stabilisasi Membran Sel Darah Merah Roji Septian Hardi; Slamet Slamet; Laila Kamilla
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 2, No 1 (2018): November 2018
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v2i1.324

Abstract

Abstract:  Dayak onion plants (Eleutherine americana L. Merr) is one of the most common herbaceous plants used by the community as atraditional medicinal plants. Benefts of dayak onion as a medicine for various diseases such as breast cancer, diabetes mellitus, lowering hypertension, anti-inflammatory and lowering cholesterol.. Based on the research, Dayak bulb extract contains compounds such as Flavonoid, Phenol and Tanin are known to have anti-inflammatory activity. This study aims to determine the difference of anti-inflammatory activity of Dayak extract (Eleutherine americana L. Merr) compared with diclofenac sodium to stabilization of red blood cell membrane. This research is quasi experimental using stabilization method of red blood cell membrane. This study used purposive sampling technique with Dayak extract on concentration samples 0.005, 0.01, 0.02, 0.04 and 0.08% with the repetition of 5 times. Red blood cell lysis Inhibition induced by hipotonis solutionis used as an anti-inflammatory activity measurements. Anti-inflammatory activity of the extract is then compared to positive control (diclofenac sodium). The result of anti-inflammatory activity test showed that the dayak extract which has the highest anti-inflammatory activity was on the extract of 0.08% concentration which was 72.74%, while the most effective concentration of Dayak extract was at a Concentration of 0,02% that is equal to 59,58% of Tukey’s statistical results showed that 0.02% concentration did not differ signifcantly or identical with positive control (diclofenac sodium) at 0.01% concentration of 60.39% with a sample signifcance value of 0.757 ≥ α 0.05 which means that the onion dayak has potential as an antiinflammatoryAbstrak: Tanaman bawang dayak (Eleutherine americana L. Merr) merupakan salah satu jenis tanaman herbal semusim yang lazim digunakan oleh masyarakat sebagai tanaman obat tradisional. Manfaat tanaman bawang dayak sebagai obat berbagai jenis penyakit seperti kanker payudara, diabetes mellitus, menurunkan hipertensi, antiinflamasi dan menurunkan kadar kolesterol. Berdasarkan penelitian, ekstrak umbi bawang dayak mengandung senyawa berupa Flavonoid, Fenol dan Tanin yang diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan aktivitas antiinflamasi ekstrak bawang dayak (Eleutherine americana L. Merr) yang dibandingkan dengan natrium diklofenak terhadap stabilisasi membran sel darah merah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan menggunakan metode stabilisasi membran sel darah merah. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel ekstrak bawang dayak konsentrasi 0,005, 0,01, 0,02, 0,04 dan 0,08% dengan dilakukan pengulangan sebanyak 5. Penghambatan lisis sel darah merah akibat induksi larutan hipotonis digunakan sebagai ukuran aktivitas antiinflamasi. Aktivitas antiinflamasi dari ekstrak tersebut kemudian dibandingkan dengan kontrol positif (natriun diklofenak). Hasil uji aktivitas antiinflamasi menunjukkan bahwa ekstrak bawang dayak yang memiliki aktivitas antiinflamasi paling tinggi adalah pada ekstrak konsentrasi 0,08% yaitu sebesar 72,74%, sedangkan konsentrasi yang paling efektif dari ekstrak bawang dayak adalah pada konsentrasi 0,02% yaitu sebesar 59,58% dari hasil uji statistik Tukey menunjukkan pada konsentrasi 0,02% tidak berbeda secara bermakna atau identik dengan kontrol positif (natrium diklofenak) pada konsentrasi 0,01% yaitu sebesar 60,39% dengan nilai signifkansi sampel 0,757 ≥ 0,05 ini menunjukkan bahwa bawang dayak memiliki potensi sebagai antiinflamasi.
HASIL PEMERIKSAAN BILIRUBIN TOTAL PADA SAMPEL SERUM DAN PLASMA EDTA (Ethylene Diamine Tetraacetic Acid) Suwandi, Edy; Djohan, Herlinda
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v5i2.1017

Abstract

Pemeriksaan bilirubin total merupakan salah satu pemeriksaan kimia klinik yang membutuhkan penanganan spesimen yang baik. Faktor yang dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan adalah cahaya, suhu penyimpanan dan waktu penyimpanan. Oleh karena itu pemeriksaan harus segera dilakukan. Pemeriksaan bilirubin total yang menggunakan sampel plasma EDTA, dapat dengan segera dikerjakan, dibandingkan dengan menggunakan sampel serum, sampel dibekukan terlebih dahulu selama 30 menit dan selanjutnya dapat diperiksa sehingga sampel mudah terpapar cahaya yang dapat mempengaruhi kadar bilirubin total.Tujuan dari penelitian in adalah untuk mengetahui dan menganalisis hail pemeriksaan bilirubin total menggunakan sampel sarum dan plasma EDTA. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional, dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu Sample Random Sampling. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa/I Prodi D IV tingkat 3 Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Pontianak sebanyak 42 responden. Pemeriksaan  kadar bilirubin total diperiksa menggunakan metode Jendrassik-Grof. EDTA. Dari hasil tersebut data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji Paired Samples t-Test, didapatkan nilai Sig. (2- tailed), yaitu sebesar 0,061 (p > 0,05) pada tingkat kepercayaan 95% sehingga Ha ditolak dan Ho diterima yang berarti tidak terdapat perbedaan hasil pemeriksaan bilirubin total yang menggunakan sampel serum dan plasma EDTA.
Hubungan Perilaku Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Sutriswanto, Sutriswanto; Putri, Silvia; Djohan, Herlinda
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 3, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v3i2.931

Abstract

Tuberkulosis paru adalah suatu penyakit penular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Indonesia. menurut World Health Organization (WHO) tahun 2018 menempati urutan ketiga di dunia dengan estimasi insiden tuberkulosis tertinggi setelah India dan China. Faktor risiko ialah faktor-faktor atau keadaan-keadaan yang mempengaruhi perkembangan suatu penyakit atau status kesehatan tertentu. Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan individu, kelompok atau masyarakat. Perilaku merupakan seperangkat perbuatan atau tindakan seseorang dalam melakukan respon terhadap sesuatu dan kemudian dijadikan kebiasaan karena adanya nilai yang diyakini. Tujuan studi literatur ini adalah untuk mendeskripsikan hubungan perilaku dengan kejadian tuberkulosis paru. Jenis penelitian yang digunakan adalah kajian literatur. Sumber basis data yang digunakan adalah google scholar dari tahun 2015-2020. Berdasarkan hasil studi literatur, ditemukan 16 artikel yang menyatakan ada hubungan perilaku dengan kejadian tuberkulosis paru. Perilaku yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru adalah perilaku merokok, perilaku membuka jendela, perilaku membuang dahak sembarang, perilaku saat batuk dan perilaku menjemur alat tidur.
Perbedaan Kadar Kalsium Dalam Darah Sebelum Dan Saat Menstruasi Pada Mahasiswi Dengan Sindrom Pramenstruasi Jurusan Analis Kesehatan Pontianak Slamet Slamet; Linda Triana
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 1, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v1i2.151

Abstract

Abstract: The most common cause of premenstrual syndrome is the imbalance of estrogen and progesterone in the premenstrual phase. These hormonal imbalances can trigger changes in calcium concentration in the blood. This study aims to determine the difference in blood calcium levels before menstruation and during menstruation in female students with premenstrual syndrome in the Department of Health Analyst Polytechnic Health Pontianak. The design in this study is cross sectional. The sampling technique used in this research is purposive sampling. The sample used in this study is a student D-IV level I Department of Health Analyst Pontianak as many as 31 people. Measurement and inspection of calcium levels is done by using O-CPC colorimetric method. Based on the research results obtained calcium levels before menstruation with the average value of 9.01942 mg/dl, the lowest score 8.251 mg/dl and the highest value 9.977 mg/dl. Calcium levels during menstruation with an average value of 9.74487 mg/dl, the lowest value of 9.055 mg/dl and the highest value 10.294 mg/dl. The result of data processing using paired t-test (Paired Sample T-Test) by computerized using SPSS 20 program obtained p value = 0.000 smaller than significant level (α) (0,000 <0,05), it can be concluded that Ha accepted meaning that there are differences in calcium levels in the blood before menstruation and at menstruation in female students with premenstrual syndrome.Abstrak: Penyebab munculnya sindrom pramenstruasi yang paling sering dipertimbangkan adalah ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron pada fase pramenstruasi. Ketidakseimbangan hormon tersebut dapat memicu perubahan pada konsentrasi kalsium dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar kalsium dalam darah sebelum menstruasi dan saat menstruasi pada mahasiswi dengan sindrom pramenstruasi di Jurusan Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Pontianak. Desain dalam penelitian ini adalah cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswi D-IV tingkat I Jurusan Analis Kesehatan Pontianak sebanyak 31 orang. Pengukuran dan pemeriksaan kadar kalsium dilakukan dengan menggunakan metode O-CPC colorimetric. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kadar kalsium sebelum menstruasi dengan nilai rata -rata 9.01942 mg/dl, nilai terendah 8.251 mg/dl dan nilai tertinggi 9.977 mg/dl.Kadar kalsium saat menstruasi dengan nilai rata-rata 9.74487 mg/dl, nilai terendah 9.055 mg/dl dan nilai tertinggi 10.294 mg/dl. Hasil pengolahan data menggunakan uji t berpasangan (Paired Sample T-Test)secara komputerisasi dengan menggunakan program SPSS 20 di peroleh nilai p=0,000 lebih kecil dari tingkat signifikan (α) (0,000 <0,05 ), maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang artinya terdapat perbedaan kadar kalsium dalam darah sebelum menstruasi dan saat menstruasi pada mahasiswi dengan sindrom pramenstruasi.
Potensi Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Pepaya terhadap Larva Artemia Salina Leach dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test Novia Wahyu Lestari; Maulidiyah Salim; Linda Triana
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 2, No 1 (2018): November 2018
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v2i1.320

Abstract

Abstract: Papaya tree is one of the medicinal plant types which advantages for traditional medicine. The flavonoid, alkaloid and saponin were the compounds of papaya leaves. There potentially as cytotoxic for certain levels. The purpose of this research is to determine the potency cytotoxic ethanol extract papaya leaves against Artemia salina Leach larvae using Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method. Research method by quasi experimental, and purposive sampling used 360 Artemia salina Leach larvae divided to 5 groups treatment. Each group contains 15 larvaes. Each group is done by the replication of research for 4 times. The extract concentration are 1000, 750, 500, 250, 100 and 0 µg/ml as a negative control. Data have been obtained by calculating amount of died larvae 24 hours after treatment. Mean percentage larvae death in the concentration of 1000, 750, 500, 250, 100 and 0 µg/ml consecutively were 95%, 78,33%, 53,33%, 36,67%, 21,67% and 0%. Through the data, LC50 value was analyzed by probit analysis using Microsoft offce excel. The higher of extract concentration cause higher percentage death of the larvae. This result shows that LC50 value of ethanol extract of papaya leaves is 285,693 µg/ml (less than 1000 µg/ml). The conclusion is the ethanol extract of papaya leaves had acute toxicity potency against Artemia salina Leach larva according to Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Abstrak: Tanaman pepaya merupakan satu diantara jenis tanaman obat yang umum dimanfaatkan oleh masyarakat secara empiris untuk pengobatan secara tradisional. Tanaman ini mengandung senyawa flavonoid, alkaloid dan saponin. Senyawa tersebut diduga berpotensi sebagai sitotoksik pada kadar tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi sitotoksik ekstrak etanol daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap larva Artemia salina Leach dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Metode penelitian ini berbentuk eksperimental semu dengan menggunakan 360 ekor larva Artemia salina Leach yang dibagi dalam 5 kelompok perlakuan. Tiap kelompok terdiri dari 15 ekor. Tiap kelompok dilakukan pengulangan percobaan 4 kali. Konsentrasi ekstrak berturut-turut adalah 1000, 750, 500, 250, 100 dan 0 µg/ml sebagai kontrol negatifnya. Data diperoleh dari menghitung jumlah larva yang mati 24 jam setelah perlakuan. Rata-rata persentase kematian larva pada konsentrasi 1000, 750, 500, 250, 100 dan 0 µg/ml berturut-turut adalah 95%, 78,33%, 53,33%, 36,67%, 21,67% dan 0%. Berdasarkan data, LC50 ekstrak etanol daun pepaya ditentukan dengan analisis probit menggunakan Microsoft offce excel. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak menyebabkan semakin tinggi persentase kematian larva. Hasil penelitian ini menunjukkan harga LC50 dari ekstrak etanol daun pepaya adalah 285,693 µg/ml (kurang dari 1000 µg/ml). Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun pepaya memiliki potensi toksisitas akut terhadap larva Artemia salina Leach dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT).
Pengaruh Latihan Fisik Lari Jarak Pendek terhadap Masa Pendarahan (Bleeding Time) Metode IVY Sri Tumpuk; Wahdaniah Wahdaniah
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 1, No 1 (2017): November 2017
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v1i1.96

Abstract

Abstract: Running is very important to maintain and improve the physical quality of human resources. By doing physical exercise can reduce the risk factor for the occurrence of interference with the mechanism of hemostasis. One of the examination filters to see the abnormalities in the process of hemostasis is bleeding time. The purpose of this study was to determine the bleeding time before and after physical exercise (sprint), to determine the effect of physical exercise (sprint) to the bleeding time before and after physical exercise (sprint) done for 5 minutes. The research design used was Cross-Sectional and the sampling technique used was total population. The sample in this study were all students D-III 2nd grade of Medical Laboratory class of 2015 which amounted to 55 people. Examination of this bleeding time using Ivy method. Furthermore, the data were analyzed by simple linear regression test. Based on the results of the study, the average number before exercises was ±118 seconds (117.82 seconds), and after physical exercise (sprint) was ±161 seconds (160.91 seconds) with the difference between them was 43 seconds (43.09 seconds). Statistically obtained p = 0,000 (p <0,05) or there was significant influence between physical exercise (sprint) to bleeding time.Abstrak: Latihan lari sangat penting untuk menjaga dan meningkatkan kualitas fsik sumber daya manusia. Dengan melakukan latihan fsik dapat menurunkan faktor risiko terjadinya gangguan pada mekanisme homeostasis. Salah satu pemeriksaan penyaring untuk melihat kelainan pada proses homeostasis adalah masa perdarahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui masa perdarahan sebelum dan sesudah latihan fsik lari jarak pendek, mengetahui pengaruh latihan fsik lari terhadap masa perdarahan sebelum dan sesudah mthe elakukan latihan fsik lari selama 5 menit. Desain penelitian yang digunakan adalah Cross sectional dan teknik sampling yang digunakan adalah total populasi. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa/I D-III tingkat 2 Analis Kesehatan angkatan tahun 2015 yang berjumlah 55 orang. Pemeriksaan masa perdarahan ini menggunakan metode Ivy. Selanjutnya data dianalisis dengan uji regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan jumlah rata-rata sebelum melakukan latihan ± 118 detik (117,82 detik), dan setelah melakukan latihan fsik lari adalah ± 161 detik (160,91 detik) dengan selisih diantara keduanya sebesar 43 detik (43,09 detik). Secara statistik diperoleh nilai p=0,000 (p < 0,05) atau ada pengaruh yang signifkan antara latihan fsik lari terhadap masa perdarahan
Pengaruh Ekstrak Kulit Jeruk Bali (Cirus maxime Merr.) Sebagai Antikoagulan Dengan Metode Clotting Time (Lee and White) Nurhayati, Etiek; Sukma, Sherin Aulia; Wahdaniah, Wahdaniah
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2021): November 2021
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v5i1.951

Abstract

Tanaman Jeruk Bali merupakan tanaman yang diduga memiliki kandungan sebagai antikoagulan. Ekstrak etanol kulit buah jeruk bali mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, fenol, dan minyak atsiri. Senyawa metabolit sekunder alkaloid dan flavonoid memiliki fungsi sebagai antikoagulan dengan cara menghambat jalur koagulasi secara ekstrinsik dan intrinsik melalui penghambatan produksi FXa, trombin, dan menghambat TNF-a yang diinduksi oleh PAI-1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak kulit buah jeruk bali sebagai antikoagulan dengan metode clotting time. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan konsentrasi 0,5%, 1%, dan 1,5% dengan pengulangan sebanyak 9 kali. Pengujian antikoagulan dengan metode clotting time untuk melihat lamanya waktu yang diperlukan darah untuk membeku. Hasil pengukuran diperoleh rata-rata dari waktu yang diperlukan darah untuk membeku dengan konsentrasi 0,5%, 1%, dan 1,5% adalah sebesar 8 menit, 9 menit, dan 10 menit. Uji Regresi Linier didapatkan nilai signifikansi p value = 0,000 < a 0,05 yang artinya Ha diterima sehingga dinyatakan ada pengaruh ekstrak kulit jeruk bali sebagai antikoagulan dengan metode clotting time (lee and white).
Pengaruh Jumlah Pencucian Beras dengan Kadar Klorin Indah Purwaningsih; Supriyanto Supriyanto
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 1, No 1 (2017): November 2017
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v1i1.102

Abstract

Abstract: Chlorine is a green halogen-shaped halogen gas at normal temperature and serves as bleach, stain remover and disinfectant. Chlorine is now widely used for bleaching rice so that less quality rice looks like quality rice. Chlorine is very toxic and causes mucous membrane irritation, highly reactive and very powerful oxidizer. The purpose of this research was to determine the difference of chlorine level in chlorinated rice washed once, twice and 3 times. The sample in this study amounted to 11 samples calculated by replication formula. Each sample was treated 3 times, ie 1 washed once, 2 washed twice and washed 3 times. The samples then examined by iodometric titration method. Based on the results of the study using ANOVA test, 11 samples obtained the average value of chlorine after washed once amount of 0.0176%, after washed twice amount of 0.0111%, and after washed 3 times amount of 0.0052% with the value significance p = 0.03 (p <0.05) at 95% confidence level which means there was a significant difference between chlorine levels in chlorinated rice washed once, twice and 3 times.Abstrak: Klorin merupakan unsur halogen berbentuk gas berwarna kuning kehijauan pada suhu normal danberfungsi sebagai pemutih, penghilang noda maupun desinfektan. Klorin sekarang banyak digunakan untuk bahan pemutih beras agar beras yang kurang berkualitas tampak seperti beras berkualitas. Klorin sangat toksik dan menyebabkan iritasi membran mukosa, sangat reaktif dan merupakan oksidator yang sangat kuat. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui perbedaan kadar klorin pada beras berklorin yang dicuci sebanyak 1 kali, 2 kali dan 3 kali. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 11 sampel yang dihitung dengan rumus replikasi. Setiap sampel diberi perlakuan sebanyak 3 kali, yaitu 1 kali pencucian, 2 kali pencucian dan 3 kali pencucian. Sampel penelitian kemudian diperiksa dengan metode titrasi iodometri. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan uji Anova secara komputerisasi terhadap 11 sampel diperoleh nilai rata-rata kadar klorin setelah 1 kali pencucian sebesar 0,0176 %, setelah 2 kali pencucian sebesar 0,0111 %, dan setelah 3 kali pencucian sebesar 0,0052 % dengan nilai signifkansi p = 0,03 (p<0,05) pada tingkat kepercayaan 95% yang artinya ada perbedaan yang bermakna antara kadar klorin pada beras berklorin yang dicuci sebanyak 1 kali, 2 kali dan 3 kali.

Page 8 of 16 | Total Record : 156