cover
Contact Name
Pipit Wijayanti
Contact Email
pipitwijayanti@staff.uns.ac.id
Phone
+628122753527
Journal Mail Official
ijed@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Kentingan, Jl. Ir Sutami No.36, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Environment and Disaster
ISSN : 28299418     EISSN : 28299140     DOI : https://doi.org/10.20961/ijed.v1i2.260
Core Subject : Science, Social,
The Indonesian Journal of Environment and Disaster (IJED) is a multi-disciplinary journal covering environment and disaster science and its implementation in society and development. The articles at IJED are expected to contain facts, problems and directions for solving problems regarding the environment and disasters both occurring in Indonesia and abroad. Coverage includes, but is not limited to, the following research topics and areas: Environment 1. Abiotic environment 2. Biotic environment 3. Social and cultural Environment 4. Impact development to environment 5. Environment management Disaster 1. Disaster Preparedness 2. Emergency Response 3. Rehabilitation and reconstruction 4. Mitigation and Adaptation 5. Impact of development to disaster 6. Disaster management Education 1. Environment Education 2. Disaster Education The Indonesian Journal of Environment and Disaster (IJED) is published one year twice in April and October.
Articles 101 Documents
Perbandingan Nilai Ketangguhan Desa Pesisir atas Risiko Tsunami dan Faktor Perubahan Nilai Ketangguhan: Studi atas Desa Parangtritis dan Desa Tirtohargo, Kabupaten Bantul Yugyasmono; Mahojwala, gandar; Eko Teguh Paripurno; Purbudi Wahyuni
Indonesian Journal of Environment and Disaster Vol. 3 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Environment and Disasters
Publisher : Disaster Research Center, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/fgy0tb58

Abstract

Pesisir selatan Pulau Jawa merupakan wilayah rawan tsunami, kondisi ini mendorong upaya penilaian ketangguhan yang dilakukan sejak 2019 oleh BNPB untuk menguji ketangguhan desa secara khusus pada bencana tsunami. Sebagaimana wilayah lain di pesisir selatan Pulau Jawa, Kabupaten Bantul memiliki risiko tinggi, begitu pula Desa Parangtritis dan Desa Tirtohargo. Kedua desa ini secara purposif dipilih untuk perbandingan dikarenakan kedua desa ini memiliki tingkat risiko yang sama tingginya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai ketangguhan kedua desa berdasarkan penilaian pada tahun 2019 dan 2020 yang menggunakan perangkat Penilaian Ketangguhan Bencana Desa/Kelurahan, serta mengeksplorasi secara kualitatif faktor-faktor yang mempengaruhi nilai ketangguhan dan perubahannya atas nilai ketangguhan kedua desa tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Perbandingan nilai ketangguhan disajikan dengan naratif dan tabel perbandingan berdasarkan komponen-komponen yang ada, dan eksplorasi digali melalui wawancara mendalam atas pihak-pihak yang turut membangun ketangguhan di desa. Hasil menunjukkan bahwa dalam perbandingan nilai, terjadi penurunan nilai ketangguhan di Desa Parangtritis dari kategori Desa Tangguh Utama menjadi Desa Tangguh Madya, sedangkan terjadi kenaikan pada Desa Tirtohargo dari kategori Desa Tangguh Madya menjadi Desa Tangguh Utama. Ketangguhan yang keduanya diatas rata-rata tersebut dipengaruhi oleh; pengalaman dan pembelajaran peristiwa Gempa 2006, kuatnya nilai gotong royong dan kemandirian, inisiatif masyarakat melalui Forum PRB Desa, peran pemerintah desa, dukungan pemerintah daerah maupun pusat, kontribusi organisasi-organisasi non pemerintah, dan ketersediaan anggaran desa. Penelitian ini mencatat bahwa penegakan prosedur penilaian dan pemahaman penilaian untuk fasilitator dan peserta juga mempengaruhi perubahan nilai yang dihasilkan.
MOTIVASI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM UPAYA PENGURANGAN RISIKO BENCANA BANJIR DI KECAMATAN RASAU JAYA KABUPATEN KUBU RAYA PROVINSI KALIMANTAN BARAT Novia Mawar Sari; Wahyuni, Purbudi; Nugroho, Arif Rianto Budi; Prasetya, Johan Danu; Lestari, Puji
Indonesian Journal of Environment and Disaster Vol. 3 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Environment and Disasters
Publisher : Disaster Research Center, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/4z0cq553

Abstract

Kecamatan Rasau Jaya merupakan salah satu daerah di Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat yang sering dilanda banjir, faktor penyebab terjadinya banjir adalah dikarenakan curah hujan yang tinggi dan kiriman air dari hulu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan masyarakat, menemukan model motivasi dan partisipasi masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana banjir di Kecamatan Rasau Jaya. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kombinasi kuantitatif dan kualitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner kesiapsiagaan masyarakat, skala motivasi masyarakat, wawancara & observasi di lokasi penelitian. Adapun responden dalam penelitian ini adalah masyarakat Kecamatan Rasau Jaya sebanyak 100 responden dan 4 informan. Data dianalisis dengan kuantitatif deskriptif dan analisis tematik. Hasil analisis diperoleh bahwa indeks kesiapsiagaan masyarakat di Kecamatan Rasau Jaya adalah sebesar 0,66 yaitu berada pada kelas sedang, sedangkan motivasi masyarakat dalam partisipasi upaya pengurangan risiko bencana banjir di Kecamatan Rasau Jaya adalah 80 yaitu berada di kelas sedang. Penelitian ini juga menemukan model motivasi dan partisipasi masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana banjir di Kecamatan Rasau Jaya yang meliputi pemahaman risiko dan dampak, kepercayaan, pengalaman, kepemimpinan lokal, norma sosial, pemberdayaan & proses partisipatif, insentif positif dan kesadaran lingkungan.
ANALISIS KESESUAIAN JENIS TANAMAN UNTUK MENDUKUNG REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN PADA LAHAN KRITIS DI KABUPATEN WONOGIRI BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Maharani, Hanindya Zahra; Sukmono, Abdi; Hadi, Firman
Indonesian Journal of Environment and Disaster Vol. 3 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Environment and Disasters
Publisher : Disaster Research Center, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/8naqg284

Abstract

Kabupaten Wonogiri merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki lahan kritis yang tergolong cukup luas. Luas lahan kritis tersebut berkaitan dengan wilayah di Kabupaten Wonogiri yang masuk ke dalam DAS Bengawan Solo bagian hulu. DAS Bengawan Solo merupakan salah satu DAS yang menjadi prioritas untuk dipulihkan daya dukungnya pada tahun 2020-2024. Salah satu program yang dicanangkan dalam rangka pemulihan daya dukung DAS Bengawan Solo dan lahan kritis adalah kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi terkait kesesuaian lahan aktual terhadap jenis tanaman MPTS dan kehutanan pada lahan kritis di Kabupaten Wonogiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode matching atau pencocokan antara kriteria tanaman dengan keadaan wilayah penelitian. Hasil penelitian untuk jenis tanaman MPTS pada lahan kritis yang dapat menjadi rekomendasi Rehabilitasi Lahan berupa tanaman petai, tanaman durian, tanaman rambutan, tanaman nangka, dan tanaman mangga memiliki persentase kesesuaian sebesar 33%. Sementara tanaman alpukat, dan tanaman kelengkeng memiliki persentase kesesuaian sebesar 1%. Hasil penelitian untuk jenis tanaman kehutanan pada lahan kritis yang dapat menjadi rekomendasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan berupa tanaman mahoni, dan tanaman acacia memiliki persentase kesesuaian sebesar 13%. Sementara untuk tanaman sengon memiliki persentase kesesuaian sebesar 33%.
EVALUASI RISIKO LONGSORLAHAN DAN MITIGASINYA DI KECAMATAN TAWANGMANGU TAHUN 2023 Bunga Saputri, Arlina; Nugraha, Setya
Indonesian Journal of Environment and Disaster Vol. 3 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Environment and Disasters
Publisher : Disaster Research Center, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/hepzem45

Abstract

Tawangmangu District has an area of 7,003.04 Ha consisting of 10 villages/kelurahan. Tawangmangu District is located on the western slope of Mount Lawu with a slope that is predominantly rather steep to very steep with an altitude of ±1000 meters above sea level. The development of tourism activities, dryland agriculture, and the dense construction of house buildings have an impact on population pressure on land, so the risk of landslides increases. Landslide-prone areas are in the central part, namely Tawangmangu and Kalisoro Villages, Sepanjang Village in the west and central regions, Blumbang Village and Gondosuli Village in the middle and east, and Tengklik Village in the west. The purpose of this study is to determine the level of landslide risk and mitigation recommendations both structurally and non-structurally. Descriptive qualitative research methods include determining vulnerability, vulnerability, community capacity, and landslide risk using observational data scoring. The results showed that villages/kelurahan in Tawangamngu District that have a very high risk of landslides are Nglebak Village, Sepanjang Village, Bandardawung Village, and Tawangmangu Village.
Hubungan Persepsi Masyarakat tentang Fungsi Ruang Terbuka Hijau dengan Partisipasinya dalam Penyediaan Ruang Terbuka Hijau di Kecamatan Serengan, Kota Surakarta Tahun 2023 Cahyani, Annisa Fajar; Sarwono; Nugraha, Setya
Indonesian Journal of Environment and Disaster Vol. 3 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Environment and Disasters
Publisher : Disaster Research Center, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/5w59v403

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui tingkat persepsi masyarakat tentang fungsi ruang terbuka hijau, (2) Untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalam penyediaan ruang terbuka hijau, dan (3) Untuk mengetahui hubungan persepsi masyarakat tentang fungsi ruang terbuka hijau dengan partisipasinya dalam penyediaan ruang terbuka hijau. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di tiga kelurahan yaitu Kelurahan Serengan, Kelurahan Danukusuman dan Kelurahan Joyotakan. Populasi dalam penelitian ini adalah KK terdapat di RT yang terpilih. Sampel dalam Penelitian ini dihitung dengan rumus slovin sebesar 100 responden. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner atau angket. Teknik analisis data dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian pada variabel X (Persepsi Masyarakat tentang Fungsi RTH) diperoleh tingkat persepsi masyarakat yaitu Kelurahan Serengan (baik 51% dan sangat baik 49%), Kelurahan Danukusuman (cukup 3%, baik 57% dan sangat baik 40%), dan Kelurahan Joyotakan (cukup 7%, baik 40% dan sangat baik 53%). Pada variabel Y (Partisipasi Masyarakat dalam Penyediaan RTH) diperoleh tingkat partisipasi yaitu Kelurahan Serengan (sangat rendah 16%, rendah 38%, sedang 22%, tinggi 18% dan sangat tinggi 7%), Kelurahan Danukusuman (sangat rendah 47%, rendah 40%, sedang 8%, dan tinggi 5%), dan Kelurahan Joyotakan (sangat rendah 27%, rendah 40%, sedang 13% dan tinggi 2%). Perhitungan uji korelasi spearman rank diperoleh nilai sig 0,049 dan nilai koefisien 0,197, artinya variabel X (Persepsi Masyarakat tentang Fungsi RTH) memiliki hubungan signifikan dengan variabel Y (Partisipasi Masyarakat dalam Penyediaan RTH) dengan kekuatan hubungan sangat lemah. Kata Kunci : Persepsi Masyarakat; Fungsi Ruang Terbuka Hijau; Partisipasi Masyarakat; Penyediaan Ruang Terbuka Hijau.
The Study of a Contextual Model of People-Centered Inclusive Humanitarian Action: Case Study in Cianjur, West Java and Sigi, Central Sulawesi, Indonesia Koesuma, Sorja; Pelupessy, Dicky C; Mariany, Aria; Paripurno, Eko Teguh; Silvanto, Tri; Purnama, Anton Roy
Indonesian Journal of Environment and Disaster Vol. 3 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Environment and Disasters
Publisher : Disaster Research Center, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/7wzjd153

Abstract

Indonesia needs progressive changes that are adapted to the global disaster management framework as well as a reflection of humanitarian practices to build humanitarian action that is inclusive, accountable, and people-centered. People-Centered Inclusive Humanitarian Action (PCIHA) aims to establish a disaster management model that is inclusive of persons with disabilities and follows the regional context in Indonesia. The PCIHA implementation model is adopted from the Guidelines on Inclusion of Persons with Disabilities in Humanitarian Action. It has four mandatory components used as principles in its implementation: 1) Performing data aggregation, 2) eliminating inhibiting factors, 3) promoting participation, and 4) empowering persons with disabilities. These four components are one unit that is intertwined and cannot be separated. The model implementation is carried out using a data aggregation approach as the initial entry point for implementing the other three pillars. The results obtained are differences between the data obtained and data from the Village Government. This can affect many things, especially in decision-making related to risk reduction and disaster management policies. The involvement of local organizations of persons with disabilities is needed to realize inclusiveness, which is carried out by understanding how local communities, including persons with disabilities, can be actively involved in humanitarian response when facing disasters.
PERAN PROGRAM KAMPUS MENGAJAR DALAM MITIGASI PERUBAHAN IKLIM MELALUI KEGIATAN BUTO IJO (BUDAYA TANAMAN HIJAU) DI SDN MAJA SELATAN 6 Regina Putri Rahmawati; Ariz Najib; Dina Siti Logayah
Indonesian Journal of Environment and Disaster Vol. 3 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Environment and Disasters
Publisher : Disaster Research Center, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/eyht8b09

Abstract

Perubahan iklim, baik alami maupun disebabkan oleh manusia, telah menjadi fokus perhatian global karena dampaknya yang merugikan. Di Indonesia, perubahan iklim menyebabkan berbagai masalah seperti banjir, kekeringan, dan kenaikan suhu. Mitigasi perubahan iklim menjadi sangat penting, dengan kegiatan penghijauan sebagai salah satu upaya efektif. Kegiatan Buta Ijo di SDN Maja Selatan VI merupakan implementasi penghijauan di lingkungan sekolah. Melalui partisipasi siswa dan metode Participatory Action Research (PAR), kegiatan ini memperkuat kesadaran lingkungan dan menjaga ekosistem. Penerapan Buta Ijo melibatkan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tantangan seperti kesadaran siswa dan kesulitan teknis diatasi dengan memberikan tanggung jawab kepada siswa, memilih tanaman yang tepat, dan melakukan monitoring secara berkala. Dampak nya meliputi lingkungan sekolah yang lebih hijau dan sehat serta peningkatan kesadaran lingkungan siswa. Manfaat jangka panjang mencakup penyediaan lingkungan yang sehat, mitigasi perubahan iklim, dan konservasi sumber daya. Kegiatan Buta Ijo bukan hanya berdampak lokal, tetapi juga mendukung upaya global dalam mengatasi perubahan iklim.
DAMPAK, PERSEPSI DAN ADAPTASI BENCANA COVID-19 TERHADAP PERUBAHAN KEGIATAN RELIGI GEREJA KATOLIK DI KEVIKEPAN SURAKARTA Pranandari, Veronica Damar
Indonesian Journal of Environment and Disaster Vol. 3 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Environment and Disasters
Publisher : Disaster Research Center, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ma95t322

Abstract

This research examines the impact, perception, and adaptation of the Catholic Church in the Kevikepan Surakarta to the COVID-19 Disaster, with a focus on the ST Anthony Padua Purbayan Church in urban areas and the St Stephanus Jumapolo Church in rural areas. During the pandemic, religious activities were carried out using an online method, namely live streaming via Youtube as done by the Purbayan Church. Using a qualitative approach method with in-depth interviews and participatory observation, the reaseracher involved the priest, church employees, church administrators and parishioners. The result of the study shows that there is a longing for people in both locations to worship and receive communion directly during the pandemic and restrictions. Health protocols are the main concern of both locations to return to holding offline activities in the new normal period. This study describes the adaptation of the Catholic Church in the Surakarta Diocese to changes due to COVID-19, as well as the perceptions and impact felt by parishioners. The findings are expected to be a reference for understanding changes in religious activities during the pandemic and a reference for further research in geography and sosial disaster studies. Keywords: Adaptation; COVID-19 Impact; Perception; Religious Activities.
Assessment of ecological potentials using the MCDM Model to determine the optimal directions for industrial development in the Tabriz and Ardebil corridor Khaliji, Mohammad Ali; Jafarpour Ghalehteimouri, Kamran
Indonesian Journal of Environment and Disaster Vol. 3 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Environment and Disasters
Publisher : Disaster Research Center, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mp12g150

Abstract

Abstract Urban and regional development, along with industrial expansion, will expose extensive land areas to various human activities. Unfortunately, the ecological aspects of these developments have often been neglected, resulting in a lack of effective assessment tools to guide stakeholders towards sustainable land use practices that minimize negative impacts on the ecosystem. Utilizing land without considering its environmental potential and ecological diversity can have severe and irreversible consequences, including environmental degradation that threatens natural resources and hinders the environment's ability to support ongoing development. Inappropriate and poorly planned industrial growth can lead to the loss of agricultural land, environmental imbalances, and disruptions to ecological harmony. This study aims to determine the optimal location for industrial development in Ardebil. To achieve this objective, an optimization algorithm with an adaptive inertia weight based on Multiple Criteria Decision Making Models was employed. Key factors considered in the study include natural parameters (such as topography, slope, distance to fault lines), hydrological parameters (including land use, communication infrastructure), and energy-related factors (such as energy and drainage density). The findings reveal that geological criteria like soil quality and texture, as well as land use patterns, have the most significant impact on industrial development, with coefficients of 0.11 and 0.14, respectively. As a result, Parsabad, Sarein, and Ardebil are identified as the top three locations for industrial ecological development, while Khalkhal and Kosar are ranked ninth and tenth, respectively.
Peran Dokter dalam Tanggap Darurat Bencana Banjir di Semarang ANROFI, FAKHIRAH NAILAH
Indonesian Journal of Environment and Disaster Vol. 3 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Environment and Disasters
Publisher : Disaster Research Center, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/8zm9aw09

Abstract

Latar belakang: Indonesia merupakan negara rawan bencana, salah satunya yang sering terjadi yakni bencana banjir. Ketika bencana terjadi diperlukan penanggulangan. Penanggulangan bencana selain berfokus pada pemulihan infrastruktur juga berfokus pada kesehatan masyarakat bencana. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dokter dalam penanganan darurat bencana. Metode: Penelitian dilakukan dengan menggunakan data sekunder dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan dianalisis menggunakan tinjauan pustaka dari sumber literatur. Hasil: Dari data yang diperoleh telah terjadi sebanyak 38 kejadian banjir dengan 61 rumah rusak. Pembahasan: Banjir tersebut menyebabkan banyak warga yang terkena dampaknya, dengan jumlah mencapai 90.540 jiwa dan beberapa orang meninggal dunia. Banjir menyebabkan cepatnya penularan penyakit seperti diare, penyakit kulit, tifus abdominalis, infeksi saluran pernapasan atas, dan leptospirosis. Kesimpulan: Peran dokter sangat dibutuhkan untuk menangani kasus kesehatan yang dialami oleh masyarakat terutama di wilayah yang rawan terjadi bencana. Dokter harus selalu siap siaga baik sebelum bencana terjadi sampai setelah terjadinya bencana.

Page 6 of 11 | Total Record : 101