cover
Contact Name
Gusti Nyoman Pardomuan
Contact Email
pardomuan@stakpnsentani.ac.id
Phone
+6282223939046
Journal Mail Official
adminjurnal@stakpnsentani.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Sentani – Depapre, Distrik Waibu, Kab. Jayapura - Papua 99352
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
ISSN : 29880335     EISSN : 29879310     DOI : -
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen merupakan jurnal yang mengacu dibidang Teologi dan Pendidikan Agama Kristen serta bersentuhan langsung dengan ilmu Kemanusiaan dan Kemasyarakatan. Jurnal ini memotivasi para penulis artikel dalam ranah kajian teoritis hermeneutis, filosofis dan aplikatif berdasarkan penelitian dan pengembangan pengetahuan Teologi untuk memperkokoh iman kekristenan guna merespon perkembangan global yang berdampak positif bagi Lembaga: Pendidikan, keagamaan, pemerintah dan masyarakat adat. Jurnal ini diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri dengan frekwensi terbitan dua kali dalam satu tahun (Mei dan November). Pertama kali terbit pada tahun 2023, sehingga dengan senang hati kami menyambut berbagai kajian yang bernuansa teologi Kristen dan sosial kemasyarakatan dalam berbagai perspektif yang beragam guna pengembangan pengetahuan, taat pada Tuhan dan rukun dengan sesama manusia serta alam semesta.
Articles 66 Documents
Kontekstualisasi Gaya Kepemimpinan Musa dalam Kepemimpinan Gerejawi Masa Kini Viktor Deni Siregar; Ronald Sianipar
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 4 No. 1 (2026): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v4i1.359

Abstract

Banyak gembala dan pemimpin gereja masa kini masih belum menunjukkan integritas dalam mempersiapkan generasi penerus yang mampu memimpin lembaga gereja dengan hati yang tulus dan sesuai dengan panggilan Allah. Dalam praktiknya, proses suksesi kepemimpinan sering kali lebih mengutamakan anggota keluarga atau kerabat dekat dibandingkan individu yang memiliki kedewasaan rohani, kapasitas kepemimpinan, dan panggilan yang jelas untuk menggembalakan umat Tuhan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman teologis mengenai gaya kepemimpinan Musa serta menawarkan prinsip-prinsip praktis yang dapat diterapkan dalam kepemimpinan gerejawi masa kini. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis teks Alkitab, buku-buku teologi, artikel jurnal ilmiah, dan referensi relevan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Musa memiliki dua dimensi utama, yaitu dimensi ilahi dan dimensi insani. Dimensi ilahi menekankan kepekaan seorang pemimpin terhadap kehendak Allah dalam memilih dan menetapkan pemimpin berikutnya, sedangkan dimensi insani diwujudkan melalui proses pemuridan, ketulusan, kelemahlembutan, sikap tidak mementingkan diri sendiri, dan integritas dalam membina calon pemimpin. Kontribusi utama artikel ini adalah menunjukkan bahwa suksesi kepemimpinan gereja yang sehat harus didasarkan pada panggilan Tuhan dan karakter rohani, bukan pada hubungan kekerabatan, kepentingan pribadi, atau pertimbangan material. Dengan demikian, gaya kepemimpinan Musa memberikan model teologis dan praktis bagi para pemimpin gereja untuk membangun regenerasi kepemimpinan yang adil, berintegritas, dan berpusat pada kehendak Allah.
Kajian Kritis Hermeneutika Modern Friedrich Schleiermacher dalam Perspektif Pentakostal dan Implikasinya Bagi Gereja Masa Kini Robert Stefanus hia; Ester Princes Banamtuan
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 4 No. 1 (2026): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v4i1.398

Abstract

Penelitian ini membahas tinjauan kritis konsep hermeneutika modern yang dikembangkan oleh Friedrich Schleiermacher dalam perspektif kaum Pentakostal. Schleiermacher dalam hermeneutikanya menekankan interpretasi gramatikal dan psikologis dalam proses penafsiran, dengan tujuan menghadirkan pemahaman yang setia terhadap maksud penulis asli. Namun, interpretasi ini menimbulkan persoalan ketika dihadapkan dengan keyakinan teologis Pentakostal yang menekankan otoritas mutlak Alkitab serta peran Roh Kudus dalam penafsiran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur yang terkait dengan topik. Hasil penelitian ini adalah menunjukkan bahwa pertama, pentingnya menjunjung tinggi otoritas Alkitab sebagai Firman Allah. Alkitab tidak dapat disejajarkan dengan teks lain yang bersifat sekuler, sehingga membuka kemungkinan pengaburan terhadap sifatnya yang ilahi. Kedua, pentingnya menekankan dimensi Pneumatologis dalam hermeneutika. Firman bukan hanya untuk dipahami, tetapi juga untuk dialami dan dihidupi. Gereja masa kini dipanggil untuk tidak menjadikan tafsir Alkitab sebagai urusan pribadi semata, tetapi sebagai bagian dari kekayaan karya Roh Kudus di tengah komunitas. Dengan demikian, gereja dapat menjaga agar penafsiran tidak menyimpang ke arah subjektivisme yang berlebihan, sekaligus menghidupi Firman dalam praksis nyata yaitu dalam pelayanan dan kehidupan sehari-hari.
Penerapan Teknologi AI untuk Mendukung Teori Pembelajaran Efektif dalam Pendidikan Agama Kristen Wilson Simbolon; Rezeki Putra Gulo
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 4 No. 1 (2026): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v4i1.425

Abstract

Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang bersifat relasional, personal, dan spiritual menghadapi tegangan mendasar dalam berhadapan dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang bekerja secara adaptif dan otomatis. Persoalan yang dikaji dalam penelitian ini adalah sejauh mana AI dapat berkontribusi terhadap efektivitas pembelajaran PAK berdasarkan teori pembelajaran efektif QAIT Robert E. Slavin, serta bagaimana pemanfaatannya dapat dipertanggungjawabkan secara etis sesuai nilai-nilai Alkitab. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan pendekatan analisis isi (content analysis) terhadap sumber-sumber akademik yang relevan. Kebaruan penelitian ini terletak pada konstruksi kerangka konseptual yang secara bersamaan mengintegrasikan teori pembelajaran efektif QAIT Slavin, penerapan AI dalam PAK, dan etika digital Kristen, suatu integrasi yang belum ditemukan dalam kajian-kajian sebelumnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI dapat memperkuat keempat elemen QAIT dalam PAK, yakni kualitas instruksi melalui corrective feedback yang segera, kesesuaian tingkat materi melalui sistem pembelajaran adaptif, motivasi melalui pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna secara rohani, serta efisiensi waktu instruksional yang memperluas ruang pembimbingan iman, sementara peran guru sebagai teladan iman dan pembimbing rohani tetap menjadi elemen yang tidak tergantikan dalam proses pendidikan Kristiani.
Analysis of Socio-Emotional Stigma among Youth: A Perspective of Christian Religious Education and Family Support Afri Yunita Henuk; Marden Jakobis Adu
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 4 No. 1 (2026): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v4i1.685

Abstract

Socio-emotional stigma among diaspora youth has become a significant issue in contemporary urban society, particularly in relation to identity formation, emotional well-being, and social adaptation. This study aims to conduct a literature review of the forms and contributing factors of socio-emotional stigma among Christian youth, to examine the role of Christian religious education in shaping emotional regulation and expression, and to explore the contribution of family support in strengthening emotional resilience and mitigating the impact of social stigma. The study employs a Systematic Literature Review (SLR) methodology by identifying, screening, and analyzing relevant scientific articles from reputable databases, including Google Scholar, Scopus, and ScienceDirect. A total of 220 articles were initially identified, 180 remained after duplicate removal, and 40 articles were ultimately selected for final analysis based on predefined inclusion criteria published between 2017 and 2025. The findings indicate that socio-emotional stigma among youth is influenced by complex urban social dynamics, including cultural diversity, social pressure, and low environmental acceptance. These conditions contribute to decreased self-confidence, emotional disturbances, and difficulties in establishing healthy social interactions. However, Christian religious education and family support play a crucial role in mitigating these challenges by fostering moral development, strengthening spiritual values, and enhancing emotional resilience. The synergy between these two factors is essential in shaping youth who are resilient, ethical, and adaptive to social dynamics.
Sumber Lisan sebagai Dokumen Sejarah Gereja: Potensi dan Keterbatasan Oral History dalam Penelitian Eklesiologi Jovial Nexus Daeli; Abad Jaya Zega; Dyulius Thomas Bilo
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 4 No. 1 (2026): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v4i1.690

Abstract

Historiografi gerejawi secara struktural didominasi sumber tertulis institusional sehingga pengalaman iman komunitas akar rumput, khususnya gereja-gereja lokal di wilayah misi Indonesia yang minim infrastruktur pengarsipan, nyaris tidak terwakili dalam narasi sejarah gereja. Namun demikian, belum ada kajian yang secara sistematis membahas posisi epistemologis oral history dalam kerangka penelitian eklesiologi dengan mempertimbangkan secara serentak dimensi historis, teologis, dan metodologisnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan instrumen lembar pencatatan data literatur dan matriks perbandingan konseptual, dianalisis melalui model historis-kritis dan analisis konseptual. Tujuannya mengkaji posisi epistemologis oral history dalam historiografi gerejawi serta merumuskan rekomendasi metodologis bagi peneliti eklesiologi di konteks keterbatasan sumber tertulis. Kebaruan penelitian ini terletak pada pembedaan tegas antara oral history dan oral tradition, penelusuran preseden historis sejak era patristik, serta integrasi perspektif dekolonisasi historiografis dalam kerangka penelitian eklesiologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa oral history merupakan sumber primer yang epistemologis sah dan instrumen metodologis yang bersifat konstitutif bagi rekonstruksi sejarah komunitas gereja yang tidak terdokumentasikan, dengan prasyarat kritik sumber yang ketat, triangulasi metodologis sistematis, dan pertimbangan etika penelitian yang cermat.
Dari Self-Reliance Ke God-Reliance: Eksegesis Amsal 3:5-6 Terhadap Transformasi Paradigma Orang Percaya Evy Paridawaty Sianturi; Agus Arda Setiawan Telaumbanua
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 4 No. 1 (2026): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v4i1.733

Abstract

Diskursus modern cenderung mengidealkan otonomi dan kemandirian diri (self-reliance) sebagai kebajikan utama, sehingga berpotensi meminggirkan dimensi transendensi dalam kehidupan etis dan religius. Kitab Amsal 3:5-6 menawarkan narasi tandingan dengan merekonstruksi orientasi hidup manusia dari ketergantungan pada akal budi sendiri menuju kepercayaan penuh kepada Tuhan. Artikel ini bertujuan mengeksplorasi pergeseran paradigmatik tersebut melalui eksegesis teks Ibrani serta relevansinya bagi kekristenan kontemporer. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis gramatikal berdasarkan bahasa ibrani versi Westminster Leningrad Codex. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa struktur imperatif dan larangan dalam teks mengkritik absolutisasi rasio manusia sekaligus menempatkan pengakuan kepada Tuhan dalam totalitas hidup. Kesimpulannya, Amsal 3:5-6 mengartikulasikan epistemologi transformatif dari self-reliance menuju God-reliance yang holistik dan integratif serta relevan bagi spiritualitas serta pembentukan karakter Kristen masa kini.