cover
Contact Name
Elok Nur Affah Al Akromi
Contact Email
eloknuraffah44@gmail.com
Phone
+6282117852564
Journal Mail Official
jurnalglobalilmiah@gmail.com
Editorial Address
Greenland Sendang Residence Blok.D No.02, Sendang,Kec. Sumber, Cirebon, Provinsi Jawa Barat, 45611
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Global Ilmiah
ISSN : -     EISSN : 30265207     DOI : -
Jurnal Global Ilmiah merupakan jurnal ilmiah dalam bentuk penelitian dan dapat diakses secara terbuka. Jurnal ini diterbitkan setiap bulan oleh International Journal Labs. Jurnal Global Ilmiah menyediakan sarana untuk diskusi berkelanjutan tentang isu-isu relevan yang termasuk dalam fokus dan ruang lingkup jurnal yang dapat diperiksa secara empiris. Jurnal ini menerbitkan artikel penelitian yang mencakup ilmu-ilmu multidisiplin, termasuk humaniora dan ilmu sosial, pendidikan, ilmu agama, filsafat, ekonomi, ilmu teknik, dan ilmu kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 276 Documents
Pengaruh Kemudahan Akses, Strategi Penjualan, dan Fitur Kredit Digital terhadap Perilaku Pembelian Impulsif Melalui Emosi Positif (Studi pada Generasi Milenial dan Gen Z Pengguna Shopee) Aprialy Angelica; Antyo Pracoyo; Batara Simatupang; Whony Rofianto
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 7 (2026): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i7.357

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan e-commerce di Indonesia yang mendorong perubahan perilaku konsumsi, khususnya meningkatnya pembelian impulsif pada generasi Milenial dan Gen Z. Kemudahan akses aplikasi, strategi penjualan, serta fitur kredit digital seperti Paylater menjadi stimulus utama dalam memengaruhi perilaku konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemudahan akses, strategi penjualan, dan fitur kredit digital terhadap pembelian impulsif melalui emosi positif pada pengguna Shopee. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori melalui survei kuesioner kepada responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan akses dan strategi penjualan berpengaruh signifikan terhadap emosi positif, sementara fitur kredit digital tidak berpengaruh signifikan terhadap emosi positif. Selain itu, fitur kredit digital terbukti berpengaruh signifikan terhadap pembelian impulsif, sedangkan variabel lainnya tidak berpengaruh langsung. Emosi positif juga tidak berperan signifikan dalam mendorong pembelian impulsif. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa faktor fungsional seperti kemudahan sistem dan fleksibilitas pembayaran lebih dominan dibandingkan faktor emosional dalam memengaruhi perilaku pembelian impulsif pada e-commerce.
Pengaruh Implementasi Model 70:20:10 Learning Framework, Digitalisasi Pembelajaran, dan Budaya Organisasi terhadap Pengembangan Human Capital di Otoritas Jasa Keuangan Institute Angky Sahabi Manoppo; Antyo Pracoyo; Bambang Budhijana; Enny Haryanti
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 7 (2026): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i7.358

Abstract

Transformasi digital di sektor keuangan menuntut lembaga regulator memiliki sumber daya manusia yang adaptif, sehingga pengembangan human capital menjadi prioritas utama OJK Institute. Penelitian ini menganalisis pengaruh Model 70:20:10 Learning Framework, digitalisasi pembelajaran, dan budaya organisasi pembelajaran terhadap pengembangan human capital. Penelitian menggunakan desain kuantitatif kausal cross-sectional dengan 134 responden pegawai OJK Institute. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup skala Likert 6 poin dengan teknik purposive sampling dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil menunjukkan Model 70:20:10 berpengaruh positif signifikan terhadap pengembangan human capital (? = 0,462; t = 3,054; p = 0,002). Digitalisasi pembelajaran berpengaruh positif tidak signifikan (? = 0,293; t = 1,484; p = 0,138), demikian pula budaya organisasi pembelajaran (? = 0,087; t = 0,465; p = 0,642). Secara simultan, ketiga variabel menjelaskan 64,0% variasi pengembangan human capital (R² = 0,640). Temuan mengonfirmasi pembelajaran berbasis pengalaman, pembelajaran sosial, dan pembelajaran formal terintegrasi merupakan faktor dominan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kemampuan, dan sikap kerja pegawai. Digitalisasi pembelajaran dan budaya organisasi pembelajaran berperan sebagai faktor pendukung yang memerlukan integrasi lebih erat dengan praktik kerja dan sistem pembelajaran terstruktur untuk dampak langsung. Penelitian merekomendasikan penguatan implementasi Model 70:20:10 sebagai strategi utama pengembangan human capital, didukung optimalisasi platform digital dan penguatan budaya pembelajaran berkelanjutan di OJK Institute.
Language and Power: A Critical Discourse Analysis of Sexist Expressions in the Novels Re: dan Perempuan Genvil Darmarris; Ni Wayan Kasni; I Wayan Budiarta
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 7 (2026): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i7.359

Abstract

Sexist language in literary texts often reflects and reinforces unequal gender relations through both explicit and subtle linguistic strategies. In contemporary Indonesian literature, such representations can reveal how gendered power relations and resistance are constructed through narrative language. This study investigates the types of sexist expressions and the construction of gendered power and verbal resistance in the novel Re: dan Perempuan. The research aims to identify how sexist expressions are linguistically realized and how gendered power relations are represented within the narrative. The study employed Sara Mills’ feminist stylistics to classify overt and covert sexism, while Fairclough’s Critical Discourse Analysis is used to examine how linguistic features construct power relations and shape the possibility of verbal resistance. The findings reveal that sexism in the novel is realized through both overt and covert forms. Overt sexism appears through derogatory terms, negative evaluative lexis, and sexist naming practices that directly degrade women’s identity. Meanwhile, covert sexism operates through representational strategies such as backgrounding women’s voices, reinforcing gendered role stereotypes, and foregrounding male authority within narrative structures. These linguistic patterns construct gendered power relations by limiting women’s agency and positioning them within subordinate social roles. Furthermore, verbal resistance is shown to be constrained within the narrative, as women’s voices are frequently mediated through evaluative language, categorization, and emotional internalization rather than direct confrontation. Overall, the study demonstrates that language in the novel functions not only as a medium of storytelling but also as a mechanism through which gender hierarchy is reproduced and negotiated.
Factors Influencing Medication Adherence and Blood Pressure Control in Hypertensive Outpatients Rahmah Inasiyyah; Silma Kaaffah; Fauziah Fauziah
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 7 (2026): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i7.360

Abstract

Hypertension is a leading cause of premature mortality worldwide and remains a major challenge in healthcare, as it requires long-term therapy with sustained treatment adherence. Therapeutic success is strongly influenced by patients’ regularity in medication use, yet adherence often poses a clinical barrier. This study aimed to analyze the influence of demographic, clinical, and lifestyle factors on medication adherence and blood pressure control among hypertensive outpatients at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital. A cross-sectional design was employed using primary and secondary data collected from March to June 2025. A total of 369 respondents were recruited through purposive sampling. Most participants were ?60 years (71%), female (54.2%), highly educated (63.7%), married (93%), unemployed (55.6%), and had comorbidities (84%). Overall, 80.5% of respondents were adherent to medication, while 62.1% achieved controlled blood pressure, consisting of 22.3% aged <60 years with <140/90 mmHg and 77.7% aged ?60 years with <150/90 mmHg. Bivariate analysis revealed that the clinical factor of Body Mass Index (BMI) (p=0.004) and the lifestyle factor of alcohol consumption (p=0.039) significantly influenced treatment adherence. Furthermore, demographic factor of age (p=0.026), clinical factor of BMI (p=0.004), and lifestyle factor of physical exercise (p=0.017) were significantly associated with blood pressure control. In conclusion, most hypertensive outpatients were adherent to therapy, but blood pressure control remained suboptimal. Clinical factors (BMI) and lifestyle factors (alcohol consumption) significantly influenced adherence, whereas demographic (age), clinical (BMI), and lifestyle (exercise) factors significantly influenced blood pressure control.
Sejarah Kampung Adat Tuaninu di Kusa Belu Nusa Tenggara Timur Maria Odelia Bria; Andreas Ande; Silvanus Jefrino Mali
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 7 (2026): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i7.361

Abstract

The objectives of this research are to explore the History of the Tuaninu Traditional Village in Kusa Belu, East Nusa Tenggara; the Meaning and Value of Each Element within the Tuaninu Traditional Village in Kusa Belu, East Nusa Tenggara; and the Current Condition of the Tuaninu Traditional Village in Kusa Belu, East Nusa Tenggara. Informants were selected using purposive sampling technique. The data sources used in this research include primary and secondary data sources. Data collection techniques involved observation, interviews, and document studies. Data analysis technique: historical analysis. The research results indicate that: The history of Tuaninu, as recorded in oral tradition, is a narrative of mobility, political strategy, and identity formation within the power networks of Wehali-Wewiku and the sandalwood trade economy. This traditional village is a living cultural landscape, where each element such as settlement patterns, banyan trees, fortresses, bahane (ritual objects), traditional houses, and heirloom objects serves as active symbols and learning media that reproduce the community's value system and cosmology. The close interrelation among these elements creates a sacred space that preserves the transmission of religious, social, moral, and historical values across generations. Physically and ritually, the village still maintains traditional architecture, prohibits modern buildings in the core area, and preserves heirloom objects. The main challenge is the decreasing number of young generations residing in the village. However, strong belief in ancestors and customary rules forms the foundation of cultural resilience, making Tuaninu a living space that continuously integrates spirituality, identity, and local knowledge in a holistic manner.
The Influence of Government Support and Innovative Work Behaviour on Customer Relationship Management and its Implications on Marketing Result: A Study at PT BPRS Bhakti Sumekar Sumenep Inggit Mawarsih Puspita Sari; Whony Rofianto; Enny Haryanti; Antyo Pracoyo
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 7 (2026): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i7.362

Abstract

Despite the critical role of regional government owned Islamic Rural Banks (Bank Perekonomian Rakyat Syariah/BPRS) in advancing local financial inclusion, empirical understanding of how government support shapes innovative organizational behavior and, through it, customer relationship management quality and marketing performance remains limited. This study examined the influence of Government Support on Individual and Organizational Innovative Work Behaviour (IWB), the subsequent effects of both IWB dimensions on four Customer Relationship Management (CRM) components: Customer Orientation, CRM Organization, CRM Knowledge Management, and Technology-Based CRM, and the implications of these CRM dimensions for Marketing Result. A quantitative explanatory design was adopted, with data collected from 129 purposively sampled employees and analyzed by Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The findings reveal that Government Support positively and significantly influences both Individual and Organizational IWB, with the latter demonstrating stronger downstream effects on all CRM dimensions. Among the CRM components, Customer Orientation and Technology-Based CRM emerged as the most consequential pathways to improved Marketing Result, with the model explaining a substantial proportion of variance in the outcome variable. These results establish Government Support as a strategic institutional resource that catalyzes innovative work behaviour, and identify Technology-Based CRM as the most effective mechanism for enhancing marketing performance in government-owned BPRS. The study extends the model of Nicolescu and Ripa (2024) by incorporating Government Support as an upstream antecedent, offering theoretical contributions to the CRM and innovation literature and practical implications for regional governments and banking regulators.
Penegakan Hukum bagi Notaris yang Diduga Melakukan Tindak Pidana Jabatan dalam Pelaksanaan Tugas Kenotarisan (Kasus Putusan Nomor 123/PID/2023/PT MND) Bill Juanref Waleleng
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 8 (2026): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i8.365

Abstract

Notaris merupakan pejabat umum yang berwenang membuat akta autentik yang memiliki kekuatan pembuktian sempurna dan berperan penting dalam memberikan kepastian hukum kepada masyarakat. Namun, permasalahan muncul ketika seorang Notaris diduga melakukan tindak pidana jabatan dalam pelaksanaan tugas kenotarisan, khususnya apabila tindakan tersebut dikaitkan dengan akta yang dibuatnya. Penahanan dan proses pidana terhadap Notaris berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap kepercayaan publik dan profesionalisme jabatan Notaris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penegakan hukum terhadap Notaris yang diduga melakukan tindak pidana jabatan serta bentuk perlindungan profesi Notaris melalui peran Majelis Kehormatan Notaris, dengan fokus kajian pada Putusan Nomor 123/PID/2023/PT MND. Metode penelitian yang digunakan adalah normatif empiris dengan pendekatan judicial case study, yang mengkaji ketentuan peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, serta praktik penegakan hukum yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun perbuatan Notaris dapat memenuhi unsur tindak pidana secara formil, namun apabila berdasarkan Undang-Undang Jabatan Notaris dan hasil pemeriksaan Majelis Pengawas Notaris perbuatan tersebut tidak tergolong sebagai pelanggaran jabatan, maka Notaris tidak dapat dijatuhi pidana. Penjatuhan pidana terhadap Notaris yang hanya didasarkan pada ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tanpa mempertimbangkan ketentuan khusus mengenai tata cara pembuatan akta autentik menunjukkan adanya kesalahan dalam menafsirkan kedudukan Notaris dan akta Notaris sebagai alat bukti dalam hukum perdata. Oleh karena itu, mekanisme perlindungan hukum melalui Majelis Kehormatan Notaris, khususnya terkait pemberian persetujuan pemeriksaan dan pengambilan dokumen Notaris, menjadi instrumen penting dalam menjamin kepastian hukum dan perlindungan profesi Notaris.
Pengaruh Kualitas Layanan Mobile Banking, Keamanan Data, dan Kepercayaan terhadap Loyalitas Nasabah Bank Sulselbar dengan Kepuasan Nasabah sebagai Variabel Mediasi Annisa Syahrul; Batara Maju Simatupang; Antyo Pracoyo; R. Bambang Budhijana
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 8 (2026): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i8.366

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mendorong transformasi layanan perbankan, termasuk penggunaan mobile banking sebagai saluran utama transaksi nasabah. Namun, peningkatan penggunaan mobile banking juga memunculkan tantangan terkait kualitas layanan, keamanan data, dan kepercayaan nasabah yang berdampak pada kepuasan dan loyalitas. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel-variabel yang mempunyai pengaruh terhadap Loyalitas Nasabah pada PT. Bank Sulselbar. Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Loyalitas Nasabah dan variabel indepeden menggunakan Kualitas Layanan,  Keamanan Data dan Kepercayaan dengan variabel mediasi Kepuasan Nasabah. Penelitian ini menggunakan jumlah sampel yang sebanyak 105 responden. Metode analisis yang digunakan didalam penelitian ini adalah menggunakan metode analisis data kuantitatif. Teknik pengolahan data yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan metode Struktur Equation Modelling menggunakan aplikasi SmartPLS 4.0. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Kualitas Layanann Mobile Banking, Keamanan Data dan Kepercayaan berpengaruh terhadap Kepuasan Nasabah. Kualitas Layanann Mobile Banking, Keamanan Data, Kepercayaan dan Kepuasan Nasabah berpengaruh terhadap Loyalitas Nasabah. Kepuasan Nasabah dapat Mediasi pada variabel Kualitas Layanan Mobile Banking, Keamanan Data dan Kepercayaan terhadap Loyalitas Nasabah.
Strategi Human Kapital dalam Meghadapi Discrupsi Teknologi dan Artificial Intelligence (AI) Ashadi Achmadin; Sunarto
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 8 (2026): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i8.367

Abstract

Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) telah menjadi salah satu pendorong utama terjadinya disrupsi dalam dunia kerja dan organisasi modern. Transformasi digital yang dipercepat oleh AI tidak hanya mengubah struktur pekerjaan, tetapi juga memengaruhi pola kompetensi, produktivitas, serta strategi pengelolaan sumber daya manusia. Berbagai studi terbaru menunjukkan bahwa penerapan AI mampu meningkatkan efisiensi organisasi dan produktivitas karyawan, sekaligus menuntut perubahan mendasar dalam pengelolaan human capital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi human capital dalam menghadapi disrupsi teknologi dan AI dengan menggunakan pendekatan studi literatur berbasis sumber ilmiah terkini (2022–2026). Metode yang digunakan adalah kajian pustaka terhadap jurnal akademik, laporan lembaga global, serta penelitian empiris yang relevan dengan transformasi manajemen sumber daya manusia di era digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI tidak sepenuhnya menggantikan tenaga kerja, melainkan menggeser kompetensi dan meningkatkan kebutuhan keterampilan baru. AI juga terbukti meningkatkan produktivitas dan menciptakan peluang kerja baru, meskipun berpotensi mendisrupsi sebagian pekerjaan dalam jangka pendek. Strategi utama pengelolaan human capital meliputi reskilling dan upskilling, integrasi human-centered AI, serta pemanfaatan data analitik dalam keputusan SDM. Keberhasilan implementasi AI bergantung pada kesiapan organisasi membangun budaya belajar berkelanjutan, adaptabilitas, dan kolaborasi manusia-teknologi. Investasi pada pengembangan human capital menjadi kunci keberhasilan integrasi AI dan keberlanjutan organisasi. Kesimpulannya, strategi human capital yang adaptif, inovatif, dan berorientasi masa depan sangat krusial, dan organisasi yang mampu mengintegrasikan AI dengan pengembangan SDM secara strategis akan memiliki keunggulan kompetitif yang lebih kuat.
Pengaruh Penerapan Teknologi Informasi, Kesiapan Infrastruktur dan Kompetensi Sumber Daya Manusia terhadap Kinerja Operasional pada Industri Perbankan yang Terdaftar di BEI (Tahun 2021-2024) Dea Verenia Kolamban; Taufik Hidayat; Enny Haryanti; Whony Rofianto
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 8 (2026): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i8.368

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan teknologi informasi, kesiapan infrastruktur, dan kompetensi sumber daya manusia terhadap kinerja operasional bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2021–2024. Perkembangan teknologi digital yang pesat mendorong industri perbankan untuk mengadopsi teknologi informasi guna meningkatkan efisiensi, kualitas layanan, dan efektivitas operasional. Namun demikian, keberhasilan penerapan teknologi sangat dipengaruhi oleh kesiapan infrastruktur pendukung serta kompetensi sumber daya manusia dalam mengelola dan memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori yang terdiri dari delapan bank konvensional selama periode empat tahun, sehingga diperoleh 32 observasi penelitian. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keuangan masing-masing bank. Variabel penerapan teknologi informasi diukur menggunakan rasio transaksi digital terhadap total transaksi. Kesiapan infrastruktur diukur menggunakan rasio investasi teknologi informasi terhadap total aset, sedangkan kompetensi sumber daya manusia diukur menggunakan produktivitas pegawai. Kinerja operasional diukur menggunakan rasio BOPO yang mencerminkan efisiensi biaya operasional terhadap pendapatan operasional. Analisis data dilakukan menggunakan metode regresi panel. Dalam penelitian ini ditunjukkan bahwa penerapan teknologi informasi, kesiapan infrastruktur, dan kompetensi sumber daya manusia berkontribusi dalam model penelitian untuk menjelaskan kinerja operasional bank. Namun berdasarkan hasil uji hipotesis, penerapan teknologi informasi dan kesiapan infrastruktur tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja operasional bank. Sementara itu, kompetensi sumber daya manusia terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja operasional bank. Sehingga temuan ini menunjukkan bahwa kompetensi sumber daya manusia menjadi faktor paling berperan dalam mendukung efisiensi kinerja operasional perbankan.