cover
Contact Name
Ahmad Albar Al Akso
Contact Email
kohesi55@gmail.com
Phone
+62812330129
Journal Mail Official
kohesi55@gmail.com
Editorial Address
Perum. Griya Kencana Blok 2i No.68 Mojosarirejo Driyorejo Gresik Jawa Timur
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30258855     DOI : -
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan adalah jurnal open access yang diterbitkan oleh CV SWA Anugrah yang didalamnya menerima jurnal hasil penelitian maupun kajian pustaka tentang ilmu kesehatan, kedokteran, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, keperawatan, ilmu nutrisi, gizi, urgensi stunting dan permasalahan kesehatan di Indonesia dan Internasional. Jurnal ini terbit 4 kali dalam setahun. pada bulan Februari, April, Juli, dan September. Jurnal ini mengundang penulis dan peneliti untuk publish di jurnal kesehatan ini.
Articles 668 Documents
IMPLEMENTASI UNTUK MENURUNKAN ANSIETAS PADA PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF DI RUANG BOUGENVILLE RSUD Dr. H. KOESNADI BONDOWOSO Siska Aulia Sefani; Wahyudi Widada
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i3.4833

Abstract

Latar belakang : Pasien Diabetes Melitus yang mengalami Ansietas merupakan masalah tambahan yang harus dihadapi, apabila tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi. Ansietas pada pasien Diabetes melitus dapat diatasi dengan Implementasi Teknik Relaksasi Otot Progresif untuk menurunkan ansietas di ruang bougenville RSUD Dr H. Koesnadi Bondowoso. Tujuan dari studi kasus ini adalah implementasi untuk menurunkan Ansietas pada asien diabetes melitus dengan teknik relaksasi otot progresif diruang bougenvile RSUD Dr. H. Koesnadi Bondowoso. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan bentuk studi kasus mendalam pada pasien Diabetes Melitus dengan masalah Ansietas. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi serta pemberian asuhan keperawatan pada pasien Diabetes Melitus dengan menerapakan implementasi teknik relaksasi otot progresif. Asuhan keperawatan melakukan teknik relaksasi otot progresif di implementasikan selama 3 hari pada pagi hari jam 09.00 WIB, sore hari pukul 15.00. dilakukan sejak tanggal 28 Februari 2024 sampai 1 Maret 2024. Evaluasi dilaksanakan pada hari ketiga. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sebelum diberikan asuhan keperawatan pada pasien Diabetes Melitus dengan teknik relaksasi otot progresif skor kecemasan pasien 28 dengan kecemasan berat, gula darah sewaktu 324 mg/dl. Implementasi Teknik relaksasi otot progresif dapat menurunkan ansietas pada pasien Diabetes Melitus hingga skor menjadi 14, setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam. Kata Kunci : Diabetes Melitus, Ansietas, Relaksasi Otot Progresif
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN SELF AWARENESS LANSIA PENDERIRA DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JAMBESARI BONDOWOSO Samuji, Samuji; Sri Wahyuni A; Asmuji, Asmuji
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i2.4838

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit progresif yang di tandai dengan ketidakmampuan tubuh untuk memetabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Hal tersebut dapat di mulai dari diri sendiri atau kesadaran diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan self awarenesslansia penderita diabetes melitus. Metode: Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskripsi correlational serta menggunakan pendekatan penelitian cross sectional. Dengan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan self awareness. Teknik pengambilan sampel purposive sampling sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 65 responden. Analisa data dilakukan menggunakan uji Spearman Rho. Hasil: Hasil penelitian didapatkan karakteristik responden meliputi usia mayoritas pada lansia usia 60-69 64,6%, perempuan 60%, pendidikan SD 58,5%, Petani/pedagang 66,2%. Uji statistik menghasilkan adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan self awareness lansia penderita diabetes melitus (p value 0,000<0,05). Diskusi: Diharapkan kepada tenaga kesehatan agar dapat melibatkan keluarga dalam peningkatan kepatuhan pasien dalam menjalani perawatan dan pengobatannya seperti memasukkan dukungan keluarga sebagai suatu upaya promosi kesehatan pada lansia penderita diabetes mellitus. Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Self Awareness, Diabetes Melitus ABSTRACT Background: Diabetes mellitus is a progressive disease characterized by the body's inability to metabolize carbohydrates, fats and proteins. This can start from yourself or self-awareness. The aim of this research is to determine the relationship between family support and self-awareness of elderly people with diabetes mellitus. Method: This research method uses a correlational descriptive research design and uses a cross-sectional research approach. By using a family support and self-awareness questionnaire. The sampling technique was purposive sampling so that the sample in this study consisted of 65 respondents. Data analysis was carried out using the Spearman Rho test. Results: The results of the research showed that the characteristics of the respondents included the majority, elderly aged 60-69 64.6%, women 60%, elementary school education 58.5%, farmers/traders 66.2%. Statistical tests showed that there was a relationship between family support and self-awareness of elderly people with diabetes melitus (p value 0.000<0.05). Discussion: It is hoped that health workers can involve families in increasing patient compliance in undergoing care and treatment, such as including family support as a health promotion effort for elderly people with diabetes mellitus.. Keywords :Family Support, Self Awareness, Diabetes Mellitus
HUBUNGAN PENERAPAN PROGRAM PATUH TERHADAP DERAJAT HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JAMBESARI KABUPATEN BONDOWOSO Arif, Sofian; Sri Wahyuni A
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i3.4839

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Program PATUH terdiri dari Periksa kesehatan secara rutin, Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur, Tetap diet dengan gizi seimbang, Upayakan aktifitas fisik dengan aman, Hindari asap rokok, alcohol dan zat karsinogenik lannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penerapan program PATUH terhadap derajat hipertensi. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional menggunakan107 responden dengan sampel yang diambil berdasarkan kriteria inklusi menggunakan teknik purposive sampling. PATUH dinilai menggunakan kuesioner dengan checklist yang disusun oleh peneliti. Derajat hipertensi diukur dari tekanan darah menggunakan tensimeter digital. Uji statistic menggunakan Uji Spearman Rho. Hasil : Hasil penelitian didapatkan karakteristik responden meliputi usia mayoritas pada lansia usia 60 tahun keatas 86%, perempuan 56,1%, pendidikan SD 71%, Petani/pedagang 79,4%. Uji statistik menghasilkan adanya hubungan antara penerapan program PATUH dengan derajat hipertensi (p value 0,000<0,05). Diskusi: PATUH mempunyai peranan yang signifikan dalam mengontrol hipertensi. Dengan demikian penting bagi tenaga kesehatan untuk menggunakan penerapan program PATUH kepada penderita hipertensi terhadap permasalahan lebih lanjut. Kata Kunci : Program PATUH, Derajad Hipertensi, Lansia ABSTRACT Background: The PATUH program consists of regular health checks, treating illnesses with appropriate and regular treatment, sticking to a diet with balanced nutrition, trying to do physical activity safely, avoiding cigarette smoke, alcohol and other carcinogenic substances. The aim of this research was to determine the relationship between the implementation of the PATUH program and the degree of hypertension. Method: The research used a descriptive correlation design with 107 respondents with samples taken based on inclusion criteria using a purposive sampling technique. PATUH was assessed using a questionnaire with a checklist compiled by the researcher. The degree of hypertension is measured from blood pressure using a digital blood pressure monitor. Statistical tests use the Spearman Rho Test. Results: The research results showed that the characteristics of the respondents included the majority age of 86% elderly aged 60 years and over, 56.1% women, 71% elementary school education, 79.4% farmers/traders. Statistical tests resulted in a relationship between the implementation of the PATUH program and the degree of hypertension (p value 0.000 <0.05). Discussion: PATUH program has a significant role in controlling hypertension. Thus, it is important for health workers to use the PATUH program for hypertension sufferers for further problems. Keywords: PATUH Program, Degree of Hypertension, Elderly
STUDI IN SILICO POTENSI ANTIKANKER PADA SENYAWA METABOLIT SEKUNDER BUAH MAKASSAR Rizqi Trianita Fariha; Safirda Syafa Yuhandiana; Zubaidah; Muhammad Fadhil Pratomo; Auliani Ginantika Pertiwi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i3.4847

Abstract

Kanker adalah penyakit dengan angka kematian tinggi akibat pertumbuhan tidak normal sel. Terapi kanker saat ini belum dapat menyembuhkan kanker seutuhnya sehingga perlu alternatif obat dari tumbuhan. Buah Makassar (Brucea javanica (L.) Merr.) diduga memiliki aktivitas antikanker. Penelitian dilakukan menggunakan metode in silico, berupa penambatan molekuler menggunakan Autodock Tools 4.2, skrining farmakofor menggunakan LigandScout 4.4.5, pemeriksaan terhadap aturan lipinski serta prediksi absorbsi, distribusi, metabolisme, dan toksisitas dengan pre-ADMET. Selain itu, dilakukan uji toksisitas menggunakan Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) metode vial dan microplate dengan hasil LC50 pada 198,07 ppm (microplate) dan 82,22 ppm (vial). Berdasarkan penambatan molekuler, nilai Binding Energy terbesar dimiliki bruceolide (-8,08 kkal/mol). Berdasarkan skrining farmakofor, nilai fit score terbesar diperoleh bruceine D (45,06). Kata kunci: Kanker, Brucea javanica (L.) Merr, Studi in Silico, BLST
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIET HIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALIWATES Tri Aji Kurniawan; Cahya Tribagus Hidayat; Zuhrotul Eka Yulis Anggraeni
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i3.4851

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dapat membunuh orang secara tiba-tiba yang dalam istilah lain disebut “silent killer” dimana penderitanya terus meningkat setiap tahunnya Pasien hipertensi diharuskan untuk mengkonsumsi obat antihipertensi dan diimbangi dengan menerapkan pola hidup yang sehat, olah raga rutin dan mengatur pola makan dimana ketiganya membutuhkan komitmen. Kepatuhan diet hipertensi merupakan salah satu upaya untuk menurunkan komplikasi hipertensi. Kepatuhan diet hipertensi akan terlaksana dengan baik jika pasien dapat dengan konsisten melaksanakan diet yang telah dianjurkan oleh tenaga kesehatan. Metode: Penilitian Accidental, pendekata kuantitatif dengan desain cross sectional,dengan menggunakan uji Chi Square. Populasi dalam pienielitan ini adalah sieluruh pasiien piendierita hipiertiensi di Wilayah Kierja Puskiesmas Kaliwaties dengan sampel 197 responden. Hasil: Hasil penelitian didapatkan p signifikan siebiesar 0,000 <0,05 yang bierarti tierdapat hubungan signifikan antara dukungan kieluarga diengan Kiepatuhan diiet hipiertiensi. Diskusi:Faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien hipertensi untuk melakukan diet hipertensi secara rutin dapat meningkatkan kestabilan kondisi tekanan darah pada pasien hipertensi.
HUBUNGAN PERAWATAN DIRI DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA HIV DI PUSKESMAS AMBULU Siswoko, Yuli Hadi; Awatiful Azza; Siti Kholifah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i3.4853

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: HIV merupakan salah satu dari infeksi menular seksual dimana penyakit tersebut dapat menyerang sistem kekebalan tubuh penderitanya. HIV masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan dampak signifikan pada kualitas hidup penderitanya. Perawatan diri yang mencangkup aspek fisik, psikologis, dan sosial berperan penting dalam proses penatalaksanaan HIV dan meningkatkan kualitas hidup. Kualitas hidup didefinisikan sebagai penilaian yang dirasakan individu tentang bagaimana individu puas dengan kehidupannya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan dukungan perawatan diri dengan kualitas hidup penderita HIV di Puskesmas Ambulu. Metode : Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel dengan Purposive Sampling yang berjumlah 77 responden. Populasi dalam penelitian ini penderita HIV dengan jumlah 77 responden. Analisis data yang digunakan adalah Uji Spearman rho. Hasil : Dari hasil uji Spearman rho didapatkan nilai signifikan p value 0,000 atau (p value <0,05), dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H1 diterima, yang artinya ada hubungan perawatan diri dengan kualitas hidup dengan nilai koefisiensi korelasi 0,388 yang artinya memiliki hubungan yang lemah. Saran : Diharapkan responden mampu meningkatkan pengetahuan terkait perawatan HIV serta pengobatan HIV agar mampu meningkatkan kualitas hidup. Kata Kunci : Perawatan Diri , Kualitas Hidup ABSTRACT Background: HIV is one of the sexually transmitted infections where the disease can attack the immune system of the sufferer. HIV remains a public health problem with significant impacts on the quality of life of those affected. Self-care, encompassing physical, psychological, and social aspects, plays a crucial role in the management of HIV and improving quality of life. Quality of life is defined as an individual's perceived assessment of how satisfied they are with their life. The objective of this study is to determine the relationship between self-care support and the quality of life of HIV patients at the Ambulu Public Health Center. Method: This study utilized a Cross-Sectional design. Sampling technique employed Purposive Sampling with a total of 77 respondents. The population included HIV patients, all of whom participated in the study. Data analysis used Spearman's rho test. Results: From Spearman's rho test, a significant p-value of 0.000 (p < 0.05) was obtained, thereby supporting H1, indicating a relationship between self-care and quality of life with a correlation coefficient of 0.388, indicating a weak relationship. Recommendations: It is hoped that respondents can enhance their knowledge regarding HIV care and treatment to improve their quality of life. Keywords : Self Care , Quality of Life
HUBUNGAN HEALTH SEEKING BEHAVIOR DENGAN DEFISIT NEUROLOGIS PADA PASIEN PASCA STROKE DIRUMAH SAKIT TINGKAT III BALADHIKA HUSADA JEMBER Nadiatul Uzhma; Ginanjar Sasmito Adi; Sasmiyanto, Sasmiyanto
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i3.4854

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan golongan penyakit gawat yang menyebabkan kerusakan neurologis dan fungsional yang terjadi secara mendadak (akut) yang disebabkan oleh kurangnya atau terputusnya aliran darah yang mengalir ke otak. Kerusakan atau defisit neurologis pada pasien stroke secara umum berkaitan dengan gangguan vascular berupa terputusnya suplai darah akibat dari penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah sehingga terjadi kematian sel-sel pada bagian otak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Health Seeking Behavior dengan defisit neurologis pada pasien pasca stroke di Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember. Metode: Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian studi korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 responden. Analisa data dilakukan menggunakan uji Spearman Rho. Hasil: Hasil penelitian didapatkan nilai signifikan atau p-value = 0,000 (< α=0,05) sehingga H1 diterima yang artinya terdapat Hubungan Hubungan Health Seeking Behavior Dengan Defisit Neurologis Pada Pasien Pasca Stroke Di Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember. Hasil nilai r= 0,739 yang artinya Health Seeking Behavior memiliki hubungan yang positif dengan defisit neurologis atau kerusakan neurologis pada pasien pasca stroke, serta memiliki tingkat tingkat korelasi dan hubungan yang kuat. Diskusi: Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi dan promosi kesehatan terkait pentingnya mencari pertolongan ketika pasien mengalami serangan stroke guna mencegah defisit atau kerusakan neurologis pada pasien pasca stroke.
LAPORAN HASIL PRAKTIK PROFESI ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS DI KP. DOYONG RW. 12 KEL. GEMBOR KEC. PERIUK KOTA TANGERANG Alfika Safitri; Rosy Rusmiyati; Rizka Gempita E.B; Risma Nur Amalia; Ria Amelia
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i3.4856

Abstract

Latar Belakang : Komunitas adalah sekelompok orang yang memiliki kesamaan karakteristik. Kesamaan karakteristik tersebut ditentukan dari lokasi, ras, etnis, usia, pekerjaan, kesamaan minat dalam menyelesaikan masalah tertentu, hasil, atau ikatan umum lainnya (Alvian Fabanyo, 2022). Masalah kesehatan masyarakat dapat bermula dari perilaku individu, keluarga, kelompok dan masyarakat diantaranya berkaitan dengan masalah kesehatan lingkungan, kesehatan ibu anak, kesehatan remaja serta kesehatan lanjut usia (lansia), maupun pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan yang masih sangat rendah seperti pemeriksaan kesehatan, kehamilan, imunisasi, posyandu dan lain sebagainya. Tujuan penelitian: Memberikan gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan komunitas di Wilayah Kp. Doyong RW 12 Kelurahan Gembor Kecamatan Periuk Kota Tangerang Banten. Desain penelitian: Pengambilan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner, wawancara, dan observasi. Setelah data terkumpul dilakukan pengelompokan data sesuai dengan jumlah KK yang terdapat pada Kelurahan Gembor RW 12 Kecamatan Periuk Kota Tangerang. Hasil penelitian: Berdasarkan data didapatkan distribusi frekuensi masalah kesehatan di RW 12 Kelurahan Gembor yaitu hipertensi sebanyak 50 warga (61,7%), diabetes melitus sebanyak 12 warga (14,8%), asam urat sebanyak 4 warga (4,9%), kolestrol sebanyak 5 warga (6,2%), dan dispepsia sebanyak 10 warga (12,3%).
HUBUNGAN DUKUNGAN KELURGA DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN PASIEN STROKE DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT TINGKAT III BALADHIKA HUSADA JEMBER Resnanda, Silvina Putri; Yeni Suryaningsih; Komarudin, Komarudin
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i3.4865

Abstract

ABSTRAK Stroke merupakan penyebab kematian ketiga di dunia setelah penyakit jantung dan kanker. Kehilangan kemampuan fisik dan kognitif yang sering kali muncul akibat dari stroke dapat membatasi kemandirian pasien dalam menjalani aktivitas sehari-hari mereka. Jenis penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien stroke di Instalasi Rawat Jalan RS Tingkat III Baladhika Husada Jember sebanayak 121 pada bulan Juni 2024. dengan sampel 96 orang. Pengambilan sampel pada penelitian ini dengan menggunakan Purposive Sampling. Analisis pada penelitian ini menggunakan Spearman’s Rho. Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh hasil p value 0,001 dimana a 0,05 serta koefisien korelasi (r) sebesar 0,428 yang berarti tingkat korelasi antar variabel cukup. Sehingga H1 diterima, terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kemandirian pasien stroke di Instalasi Rawat jalan Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember. Analisis data menunjukkan korelasi positif antara tingkat dukungan keluarga dan tingkat kemandirian pasien stroke. Secara keseluruhan, hasil menunjukkan bahwa intervensi yang berfokus pada penguatan sistem dukungan keluarga dapat memiliki dampak positif pada kemandirian dan kesejahteraan pasien stroke. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan keluarga merupakan faktor penting dalam mempromosikan kemandirian pasien stroke, sebagaimana dibuktikan oleh korelasi positif antara dukungan keluarga dan tingkat kemandirian yang diamati pada pasien. Kata kunci: Dukungan Keluarga, Tingkat Kemandirian, Stroke ABSTRACT Stroke is the third cause of death in the world after heart disease and cancer. The loss of physical and cognitive abilities that often occurs as a result of stroke can limit the patient's independence in carrying out their daily activities. The type of research used is correlational with a cross sectional approach. The population in this study was 121 stroke patients in the Outpatient Installation of Baladhika Husada Jember Level III Hospital in June 2024. with a sample of 96 people. Sampling in this research used purposive sampling. The analysis in this study used Spearman's Rho. Based on the results of statistical tests, the p value was 0.001, where a was 0.05 and the correlation coefficient (r) was 0.428, which means the level of correlation between variables is sufficient. So H1 is accepted, there is a relationship between family support and the level of independence of stroke patients in the outpatient installation of Level III Baladhika Husada Hospital, Jember. Data analysis shows a positive correlation between the level of family support and the level of independence of stroke patients. Overall, the results suggest that interventions that focus on strengthening family support systems can have a positive impact on the independence and well-being of stroke patients. This study concludes that family support is an important factor in promoting the independence of stroke patients, as evidenced by the positive correlation between family support and the level of independence observed in patients Keywords: Family Support, Level of Independence, Stroke
IMPLEMENTASI KOMUNIKASI INFORMASI EDUKASI (KIE) KESEHATAN TENTANG DIET DIABETES PADA KELUARGA TN.T DI KECAMATAN MANGLI Rachma Feryna Wahyu Ika Kurnia; Dwi Yunita Haryanti
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i4.4870

Abstract

Latar Belakang : Diabetes melitus atau penyakit kencing manis merupakan penyakit menahun yang dapat diderita seumur hidup. Diabetes melitus disebabkan oleh gangguan metabolisme yang terjadi pada organ pankreas yang ditandai dengan peningkatan gula darah atau sering disebut dengan kondisi hiperglikemia yang disebabkan karena menurunnya jumlah insulin dari pankreas. Komunikasi informasi edukasi dapat memberikan kontribusi dalam pemecahan suatu masalah, serta membangun dukungan dari sasaran untuk memperoleh perubahan perilaku ke arah yang positif. Tujuan : Tujuan dari penulisan studi kasus ini adalah untuk mendeskripsikan komunikasi informasi dan edukasi mengenai pelaksanaan diet diabetes melitus pada keluarga Tn.T di Kecamatan Mangli. Metode : Studi kasus deskriptif dengan 5 responden. Pengumpulan data dalam studi kasus ini dilakukan dengan survey, wawancara, dan studi literatur. Target keberhasilan dari tindakan komunikasi informasi edukasi yaitu selama dua minggu dengan 3 kali kunjungan. Media yang di gunakan lembar pengkajian (nursing History), leaflet, lembar observasi, kuisioner, alat ukur gula darah. Hasil : Hasil implementasi komuniaksi informasi edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang diet diabetes melitus, mengubah perilaku kesehatan keluarga Tn. T secara positif. Kata kunci : Diabetes melitus, Diet diabetes, Komunikasi Informasi Edukasi (KIE)

Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 6 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan More Issue