cover
Contact Name
Ahmad Albar Al Akso
Contact Email
kohesi55@gmail.com
Phone
+62812330129
Journal Mail Official
kohesi55@gmail.com
Editorial Address
Perum. Griya Kencana Blok 2i No.68 Mojosarirejo Driyorejo Gresik Jawa Timur
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30258855     DOI : -
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan adalah jurnal open access yang diterbitkan oleh CV SWA Anugrah yang didalamnya menerima jurnal hasil penelitian maupun kajian pustaka tentang ilmu kesehatan, kedokteran, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, keperawatan, ilmu nutrisi, gizi, urgensi stunting dan permasalahan kesehatan di Indonesia dan Internasional. Jurnal ini terbit 4 kali dalam setahun. pada bulan Februari, April, Juli, dan September. Jurnal ini mengundang penulis dan peneliti untuk publish di jurnal kesehatan ini.
Articles 668 Documents
DISTRIBUSI SPASIAL KEJADIAN HIV SERTA FAKTOR – FAKTOR YANG BERASOSIASI PADA ORANG DENGAN HIV (ODHIV) DI JAKARTA PUSAT TAHUN 2023 Wafiq Azizah Putri
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v12i4.11267

Abstract

Menurut United Nations on HIV/AIDS (UNAIDS) setiap harinya, terdapat 4000 orang dengan kasus yang terinfeksi HIV. Bila situasi ini terus berlanjut, 1,2 juta orang akan terinfeksi HIV di tahun 2025 mendatang. Menurut laporan triwulan per maret 2023, jumlah kasus HIV tertinggi dari tahun 2010 sampai maret 2023, DKI Jakarta menjadi Provinsi dengan tingkat kasus hiv tertinggi (82.033). penelitian ini menggunakan jenis analitik observasional, dengan design studi cross sectional yang dilaksanakan di wilayah administrasi Jakarta Pusat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecamatan Johar Baru memiliki prevalensi HIV tertinggi, sebesar (22,5%) dari total kasus. Selain itu, responden di dominasi oleh laki – laki sebesar (87,1%). Uji chi – square menunjukkan adanya hubungan antara jenis kelamin (p=0,005), umur (p=<0,001), status kawin (p=0,003), Pendidikan (p=0,008) dan populasi kunci (p=<0,001). Kejadian HIV pada ODHIV sebesar (87,1%) laki – laki dengan rata – rata kelompok usia di dominasi oleh 26 – 45 tahun (73,6%) dengan faktor yang memiliki risiko paling besar pada penelitian ini, terhadap kejadian HIV adalah faktor status kawin dan Pendidikan.
RESISTENSI ANTIBIOTIK PADA INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT: LITERATURE REVIEW I Made Galih Fradiva Giantara; Novita Carolia; Gigih Setiawan; Syazili Mustofa
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i1.11268

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut atau yang selanjutnya disingkat menjadi ISPA merupakan salah satu penyakit yang menyumbang beban morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Pasien dengan ISPA memiliki gejala yang beragam. ISPA pada kelompok individu rentan menimbulkan dampak serius yang dapat mengancam nyawa, terutama pada keadaan dimana pertolongan medis tidak memadai atau tidak tersedia. Antibiotik merupakan salah satu tatalaksana yang sering diberikan pada penderita ISPA. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat pada ISPA merupakan kontributor penting terhadap kejadian resistensi antibiotik yang merupakan salah satu ancaman bagi kesehatan di seluruh dunia. Peningkatan penggunaan antibiotik pada masyarakat khususnya pada negara dengan tingkat peresepan antibiotik spektrum luas yang tinggi memiliki hubungan erat dengan munculnya infeksi yang resisten terhadap antibiotik. Artikel ini bertujuan untuk membahas kejadian resistensi antibiotik pada pasien ISPA. Artikel ini termasuk sebuah narrative literature review dari beberapa artikel dengan topik yang berkaitan. Antibiotik tidak direkomendasikan untuk sebagian besar infeksi saluran pernapasan atas kecuali jika disebabkan oleh bakteri, seperti pada faringitis streptokokus atau epiglotitis. Infeksi saluran pernapasan bawah mencakup bronkitis akut, pneumonia, dan eksaserbasi penyakit paru kronis. Penggunaan antibiotik dalam penanganannya dipilih berdasarkan faktor risiko pasien dan pola resistensi lokal. Resistensi antibiotik menjadi masalah global yang memperpanjang proses penyembuhan dan meningkatkan biaya kesehatan. Studi menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik yang tidak tepat dalam terapi ISPA berkontribusi terhadap resistensi, termasuk pemberian antibiotik yang tidak sesuai untuk infeksi virus. Evaluasi peresepan antibiotik diperlukan untuk mengontrol penggunaannya.
DIMENSI KUALITAS PELAYANAN RUMAH SAKIT TERHADAP KEPUASAN PASIEN: LITERATURE REVIEW Fiandhita, Sherina
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i1.11269

Abstract

Pelayanan kesehatan merupakan upaya yang dilakukan secara individu maupun kelompok dalam suatu organisasi untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan. Tujuannya mencakup pencegahan penyakit, pengobatan, serta pemulihan kesehatan individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat.(4) Dalam melaksanakan hal tersebut, pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat harus optimal dan bermutu baik. Kepuasan pasien merupakan tolak ukur penting dalam menilai kualitas pelayanan atau keunggulan pelayanan dan merupakan landasan kualitas pelayanan. Kepuasan pasien merupakan evaluasi atau penilaian pasca pelayanan bahwa pelayanan yang dipilih setidaknya memenuhi atau melampaui harapan. Menurut teori Parasuraman, untuk dapat menilai tingkat kepuasan pasien terdapat lima dimensi penilaian terhadap kualitas pelayanan kesehatan, yaitu kehandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), dan bukti fisik (tangible). Penelitian ini merupakan jenis penelitian dengan menggunakan metode studi Pustaka (literature review). Melalui tinjauan literatur ini, ditemukan bahwa terdapat 10 artikel yang dijadikan bahan literatur. 1 dari 10 artikel tersebut memperoleh tidak adanya hubungan yang signifikan antara salah dua dari dimensi kualitas pelayanan. Namun 9 artikel lainnya berhubungan dalam dimensi Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy terhadap kepuasan pasien.
HUBUNGAN PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN KARIES GIGI PADA ANAK PRASEKOLAH Putri, Azizah Aulia; Andriyani
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i1.11271

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan, terutama pada anak-anak usia prasekolah yang rentan mengalami karies gigi. Karies gigi dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak, serta memengaruhi kualitas hidup mereka. Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap kejadian karies gigi pada anak adalah tingkat pengetahuan orang tua, khususnya ibu, mengenai kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan meninjau berbagai sumber ilmiah dari jurnal yang relevan. Hasil analisis dari 10 artikel menunjukkan bahwa 9 artikel mendukung adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian karies gigi pada anak prasekolah, sementara 2 artikel lainnya tidak menemukan hubungan yang signifikan. Faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap karies gigi pada anak meliputi tingkat pendidikan orang tua, kebiasaan menyikat gigi, pemeriksaan gigi secara rutin, dan konsumsi makanan manis. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan ibu tentang kesehatan gigi dan mulut sangat diperlukan untuk mengurangi angka kejadian karies gigi pada anak prasekolah. Program edukasi dan intervensi kesehatan gigi yang melibatkan orang tua dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi permasalahan ini.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESEHATAN MENTAL MAHASISWA Naiyya Riffathul Sakinah; Ernyasih, Ernyasih
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i1.11272

Abstract

Kesehatan mental mahasiswa adalah aspek penting yang memengaruhi kesejahteraan akademik dan sosial mereka. Faktor-faktor seperti tekanan akademik, pergaulan, penggunaan media sosial, serta dukungan orang tua berperan besar dalam kesehatan mental mahasiswa. Artikel ini menggunakan pendekatan studi literatur untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kesehatan mental mahasiswa, berdasarkan berbagai sumber yang relevan. Hasil studi menunjukkan bahwa stres akademik, pengaruh media sosial, serta kurangnya dukungan sosial dapat berkontribusi pada gangguan kesehatan mental mahasiswa. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu menyediakan layanan konseling yang mudah diakses dan melatih staf akademik untuk mengenali masalah kesehatan mental sejak dini. Artikel ini juga menyarankan pentingnya peran orang tua dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN LOW BACK PAIN (LBP) PADA PENGEMUDI TRANSPORTASI UMUM Putri, Farizka Syahrani; Andriyani
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i1.11275

Abstract

Low back pain (LBP) merupakan keluhan kesehatan yang umum dialami oleh pengemudi transportasi umum akibat posisi duduk yang statis dalam jangka waktu lama. Beberapa faktor seperti usia, masa kerja, durasi kerja, kebiasaan merokok, dan indeks massa tubuh (IMT) berkontribusi terhadap peningkatan risiko LBP. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah yang membahas faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan LBP pada pengemudi. Analisis dilakukan dengan membandingkan hasil penelitian sebelumnya untuk mengidentifikasi faktor risiko utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa usia yang semakin bertambah meningkatkan risiko degenerasi tulang belakang, sedangkan masa kerja yang panjang membuat otot punggung mengalami kelelahan kronis. Pengemudi dengan durasi kerja lebih dari 8 jam per hari memiliki risiko lebih tinggi mengalami LBP. Kebiasaan merokok memperburuk kondisi dengan mengurangi kepadatan mineral tulang, sementara IMT yang berlebih meningkatkan tekanan pada tulang belakang, memperparah keluhan LBP. LBP pada pengemudi transportasi umum erat kaitannya dengan berbagai faktor risiko ergonomis dan gaya hidup. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga postur tubuh yang baik, melakukan peregangan secara rutin, mengatur durasi kerja, mengurangi kebiasaan merokok, serta menjaga berat badan ideal untuk mengurangi risiko LBP.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN LOW BACK PAIN PADA PENGEMUDI OJEK ONLINE Ghaisyani, Raudha Az Zahra; Andriyani
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i1.11277

Abstract

Gangguan muskuloskeletal, termasuk low back pain (LBP), merupakan masalah kesehatan yang sering dihadapi oleh pengemudi ojek online. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai faktor yang saling berhubungan, seperti usia, masa bekerja, durasi kerja, kebiasaan merokok, dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan LBP pada pengemudi ojek online melalui studi literatur dari berbagai sumber yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia, masa kerja, durasi kerja, kebiasaan merokok, dan IMT memiliki hubungan signifikan dengan keluhan LBP, dengan p-value masing-masing <0,05. Pengemudi yang lebih tua, bekerja lebih lama, memiliki durasi kerja yang lebih panjang, merokok, dan memiliki IMT yang tidak ideal, lebih berisiko mengalami LBP. Penurunan kekuatan otot seiring bertambahnya usia, serta durasi kerja yang berlebihan, berkontribusi pada peningkatan nyeri punggung bawah. Selain itu, kebiasaan merokok dapat memperburuk peredaran darah dan proses pemulihan otot, sementara IMT yang tidak ideal dapat meningkatkan beban pada tulang belakang, memperburuk kondisi LBP.
GAMBARAN STRES AKADEMIK DENGAN KUALITAS TIDUR PADA MAHASISWA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA Putri Handayani; Nurmalia Lusida
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i1.11285

Abstract

Stres akademik adalah kondisi ketika individu tidak mampu menghadapi tuntutan di bidang pendidikan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan stres akademik dan kualitas tidur pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta (FKM UMJ) angkatan 2021–2024. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan potong lintang menggunakan teknik simple random sampling yang melibatkan 119 responden. Hasil menunjukkan bahwa 84% responden memiliki kualitas tidur buruk, dan 55,5% mengalami stres akademik sedang hingga berat. Selain itu, hasil analisis Chi Square mengungkapkan adanya hubungan signifikan antara stres akademik dan kualitas tidur (p = 0,011, OR = 4,379). Berdasarkan temuan ini, mahasiswa disarankan untuk mengelola waktu akademik dan istirahat dengan baik guna mengurangi tekanan dan meningkatkan kualitas tidur.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT DENGAN PERILAKU PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI RT 09 RW 03 KELURAHAN CIPETE UTARA TAHUN 2024 Risma Romadhani; Gilang Anugerah Munggaran
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i1.11286

Abstract

Pengelolaan sampah rumah tangga yang tidak efektif menjadi masalah serius di berbagai negara, termasuk Indonesia. Berdasarkan jumlah penduduk di Indonesia yang terus meningkat akan menyebabkan beberapa masalah, terutama masalah lingkungan yang menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap masyarakat dengan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 160 responden. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dan analisis statistik chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil dalam penelitian ini yaitu variabel pengetahuan memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga dengan p-value 0,027 (OR=2,13 95% CI= 1,1 – 4,02). Dan variabel sikap memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga dengan p-value 0,018 (OR=2,24 95% CI= 1,1 – 4,23). Kesimpulan dalam penjelasan tersebut bahwa pengetahuan dan sikap merupakan faktor kunci yang perlu diperhatikan dalam upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Saran untuk pihak terkait sebaiknya melatih kebiasaan untuk memilah sampah rumah tangga, seperti memisahkan limbah organik (sisa makanan, daun kering) dan limbah anorganik (plastik, kertas, kaca, logam).
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Sdr. I GANGGUAN PERSEPSI SENSORI : HALUSINASI PENDENGARAN DENGAN FOKUS TINDAKAN MENGONTROL HALUSINASI : TEKNIK MENGHARDIK DIRUMAH SAKIT JIWADAERAH Dr. RM SOEDJARWADI KLATEN Angga Dwiyanto; Sudiarto; Wiwik Priyatin
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i3.11293

Abstract

Latar belakang : Skizofrenia adalah keadaan dimana seseorang merasakan kesulitan dalam memilih kenyataan/imajinasi yang mengganggu dalam pola pikir, berinteraksi, menerima, merasakan, melupakan emosi. Ditandai dengan halusinasi, delusi, perubahan tingkah laku. Berdasarkan data Riskesdas (2018) sekitar 90% pasien skizofrenia mengalami halusinasi pendengaran yang apabila tidak ditangani dapat menyebabkan perilaku kekerasan/bunuh diri. Salah satu cara mengontrol halusinasi secara non farmakologi yaitu menggunakan teknik mengha rdik yang bertujuan untuk meningkatkan tingkat kesadaran pasien untuk mengontrol halusinasi yang dialaminya. Tujuan : Mengetahui asuhan keperawatan pada pasien gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran dengan fokus tindakan mengontrol halusinasi : teknik menghardik. Metode : Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil : Setelah dilaksanakan tindakan asuhan keperawatan pada pasien gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran dengan fokus tindakan mengontrol halusinasi teknik menghardik dapat menurunkan frekuensi presepsi sensori : halusinasi pendengaran. Kesimpulan : Teknik menghardik dapat menurunkan frekuensi presepsi sensori : halusinasi pendengaran.

Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 6 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan More Issue