cover
Contact Name
Ahmad Albar Al Akso
Contact Email
kohesi55@gmail.com
Phone
+62812330129
Journal Mail Official
kohesi55@gmail.com
Editorial Address
Perum. Griya Kencana Blok 2i No.68 Mojosarirejo Driyorejo Gresik Jawa Timur
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30258855     DOI : -
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan adalah jurnal open access yang diterbitkan oleh CV SWA Anugrah yang didalamnya menerima jurnal hasil penelitian maupun kajian pustaka tentang ilmu kesehatan, kedokteran, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, keperawatan, ilmu nutrisi, gizi, urgensi stunting dan permasalahan kesehatan di Indonesia dan Internasional. Jurnal ini terbit 4 kali dalam setahun. pada bulan Februari, April, Juli, dan September. Jurnal ini mengundang penulis dan peneliti untuk publish di jurnal kesehatan ini.
Articles 668 Documents
PERBEDAAN EDUKASI MEDIA VIDEO ANIMASI DAN LEAFLET PENGETAHUAN PENCEGAHAN ANEMIA REMAJA PUTRI MTS AT-TAQWA SAMARINDA Siska Febriananda; Joko Sapto Pramono; Yona Palin T
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v12i3.11097

Abstract

Background: Anemia is still one of the major public health challenges in various parts of the world. The latest data from the World Health Organization (WHO) in 2019 shows that the prevalence of anemia in women of childbearing age (15-49 years) reaches 29.9% globally. According to MTS At-Taqwa field data, 3 out of 5 adolescent girls do not know how to prevent anemia. Anemia can increase the risk of fatigue, impaired cognitive function, and other serious health problems if not treated properly. Video media is a special interest for the 4.0 generation who like to use advanced technology, especially videos that feature funny and unique characters. In addition, print media such as leaflets are also one of the effective media used for education. Objective: This study aims to distinguish education through animated video media and leaflets on knowledge about the prevention of anaemia in adolescent girls at MTS At-Taqwa Samarinda. Method: The research design used was Quasi Experimental with Two Group Pre-Test Post-Test design. The sample in this study was 64 MTS At-Taqwa students who were taken in total sampling. Results: The results of the study found that there was a difference in education using animation video media before and after the intervention with a p-value of 0.000 < 0.05. Using a leaflet with a p-value of 0.003 < 0.05. In the Mann-Whitney U test, a p-value of 0.002 < 0.05 was obtained, which means that there is a significant difference between the animation video media and the leaflet. Conclusion: Animated video media is more effective than leaflets, so it is hoped that research sites can use animated videos to increase knowledge. Latar Belakang: Anemia masih merupakan salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang besar di berbagai belahan dunia. Data terbaru dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2019 menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada wanita usia subur (15-49 tahun) mencapai 29,9% secara global. Menurut data lapangan MTS At-Taqwa, 3 dari 5 remaja putri kurang mengetahui bagaimana cara mencegah anemia. Anemia dapat meningkatkan risiko kelelahan, gangguan fungsi kognitif, dan masalah kesehatan serius lainnya jika tidak ditangani dengan baik. Media video menjadi minat khusus bagi generasi 4.0 yang gemar menggunakan teknologi canggih, terutama video yang menampilkan karakter lucu dan unik. Selain itu media cetak seperti leaflet juga menjadi salah satu media yang efektif digunakan untuk edukasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk Perbedaan Edukasi Melalui Media Video Animasi dan Leaflet Terhadap Pengetahuan Tentang Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri di MTS At-Taqwa Samarinda. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperiment dengan Two Group Ptre-Test Post-Test design. Sampel pada penelitian ini sejumlah 64 siswa MTS At-Taqwa yang diambil secara total sampling. Hasil: Hasil penelitian didapatkan adanya perbedaan edukasi menggunakan media video animasi sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p-value 0.000 ˂ 0.05. Menggunakan leaflet dengan nilai p-value 0.003 ˂ 0.05. Pada uji Man Whitney U didapatkan p-value 0.002 ˂ 0.05 yang berarti adanya perbedaan signifikan media video animasi dengan leaflet. Kesimpulan: Media video animasi lebih efektif dibanding dengan leaflet maka diharapkan tempat penelitian dapat menggunakan video animasi untuk meningkatkan pengetahuan.
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN KESTABILAN EMOSI ANAK USIA DINI DALAM PENGGUNAAN GADGET DI DESA PONDOK JOYO Nurhadi Dwi Pamungkas; Yeni Suryaningsih; Siti Kholifah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v12i4.11099

Abstract

Pendahuluan: Penggunaan gadget di kalangan anak-anak usia dini dapat memicu ketidakstabilan emosi, sebuah kondisi yang serius dan berpotensi berdampak negatif pada perkembangan mereka serta menurunkan kualitas hidup anak. Kecanduan gadget dapat menyebabkan berbagai gejala, seperti kecemasan, stres saat belajar, dan fluktuasi emosional. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan teknik Simple Random Sampling. Sampel yang diambil terdiri dari 49 anak berusia 4-5 tahun yang belajar di TK dan PAUD di Desa Pondok Joyo. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode random sampling, dan analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Spearman rank. Hasil: Dari penelitian ini, diperoleh p-value sebesar 0,000 dengan nilai α = 0,05. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara peran orang tua dan kestabilan emosi anak usia dini terkait penggunaan gadget di Desa Pondok Joyo. Diskusi: Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan bagi orang tua yang memiliki anak berusia 4-5 tahun mengenai pentingnya kestabilan emosi anak dalam konteks penggunaan gadget.
TINJAUAN LITERATUR SISTEM INDRA PENGLIHATAN: MEKANISME, GANGGUAN, DAN UPAYA PENCEGAHANNYA Liss Dyah Dewi Arini; Ananda Olivia Febriyani; Anastasya Elisa Cahya Dewi; Anindita Hidayatul Qolbiyah; Diva Precillia Sari; Dwinanda Novitasari
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v12i4.11130

Abstract

Sistem indera manusia, khususnya panca indera, memainkan peran penting dalam pengenalan dan respons terhadap rangsangan dari lingkungan eksternal. Mata sebagai indera penglihatan memiliki mekanisme kerja yang melibatkan proses refraksi cahaya yang memungkinkan penglihatan yang jelas. Namun, berbagai gangguan penglihatan dapat terjadi akibat kelainan pada struktur anatomi mata, seperti kelainan refraksi, ambliopia, katarak, dan glaukoma, yang dapat memengaruhi kualitas hidup dan kinerja individu, terutama pada lansia dan anak-anak. Pada lansia, katarak dan glaukoma menjadi masalah utama, dengan faktor risiko seperti usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, dan penyakit penyerta. Sementara itu, pada anak-anak, kelainan refraksi dan ambliopia dapat memengaruhi prestasi belajar, yang memerlukan deteksi dan perawatan dini. Pengetahuan masyarakat tentang gangguan penglihatan serta upaya pencegahan dan pengelolaan yang tepat sangat penting untuk mengurangi risiko gangguan penglihatan dan kebutaan. Oleh karena itu, deteksi dini, pemeriksaan mata rutin, dan penyuluhan kepada masyarakat perlu diperkuat untuk mengurangi dampak buruk yang disebabkan oleh kelainan penglihatan.
HUBUNGAN KEBIASAAN MENCUCI MAKANAN, CARA PENYIMPANAN MAKANAN, DAN KEBIASAAN MENCUCI TANGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT TYPHOID DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PENYANDINGAN KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TAHUN 2023 Arifin, Danil; Mahtum, M.; Zanzibar
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v12i3.11148

Abstract

Pendahuluan: Demam thypoid adalah penyakit infeksi sistemik yang disebabkan oleh bakteri. Salmonella typhi, yang ditandai dengan peningkatan suhu tubuh atau panas yang panjang, penyakit ini dapat menyebar pada orang lain dengan media makanan atau air liur yang terkontaminasi oleh bakteri, Penyebab demam thypoid dimasyarakat tidak lepas dari kesadaran masyarakat akan kebersihan diri dan lingkungan, kebiasaan makan dengan tangan yang tidak dicuci lebih dulu, kebiasaan konsumsi jajanan di luar, hygiene perorangan yang rendah Tujuan: mengetahui Hubungan kebiasaan mencuci makanan, cara penyimpanan makanan, dan kebiasaan mencuci tangan dengan kejadian penyakit thypoid di Desa Penantian Wilayah Kerja Puskesmas Penyandingan Tahun 2023. Desain Penelitian: study Cross Sectional yaitu menguji hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Hasil Penelitian: hasil penelitian didapat Ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan mencuci makanan dengan kejadian penyakit thypoid dimana p value 0,027.Ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan cara penyimpanan makanan dengan kejadian penyakit thypoid dimana p value 0,037 dan Ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan mencuci tangan dengan kejadian penyakit thypoid dimana p value 0,026 Kesimpulan dan Saran: Hasil penelitian ini agar dapat menjadi bahan masukan bagi petugas puskesmas penyandingan dalam melakukan perencanaan tentang penyakit typoid dan dapat memberikan informasi mengenai pentingnya memanfaatkan kebiasaan mencuci makanan, cara penyimpanan makanan, dan kebiasaan mencuci tangan dengan baik melalui konseling kepada warga sehingga warga memiliki pengetahuan dan sikap yang baik.
HUBUNGAN FUNGSI PERAWATAN KESEHATAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIET PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LIMBOTO KABUPATEN GORONTALO Paputungan, Fitria; Jusuf, Herlina; Yusuf, Nur Ayun K.
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v12i4.11199

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) adalah suatu kondisi yang mempengaruhi banyak orang di seluruh dunia. Umumnya DM disebut sebagai “longlife disease” atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan sepanjang hidup seseorang dan berpotensi berdampak pada berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan fungsi perawatan kesehatan keluarga dengan kepatuhan diet penderita DM tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Desain Penelitian observasional analytic design dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian penderita DM tipe 2 di Puskesmas Limboto. Teknik total sampling dengan sampel berjumlah sebanyak 80 responden pada bulan Januari-Maret 2024. Menggunakan analisis statistik dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar reponden berada pada kategori fungsi perawatan kesehatan keluarga cukup sebanyak 47 responden (58.8%) dan reponden dengan kepatuhan diet penderita DM tipe 2 kategori patuh sebanyak 53 responden (66.3%). Hasil uji chi-square diperoleh nilai signifikansi dengan nilai p=value 0,000 (<0,05). Kesimpulan ada hubungan antara fungsi perawatan kesehatan keluarga dengan kepatuhan diet penderita DM tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo, disarankan bagi keluarga agar dapat meningkatkan fungsi atau peran keluarga terutama fungsi perawatan kesehatan dan lebih memperhatikan perkembangan kepatuhan diet pasien DM tipe 2.
HUBUNGAN FUNGSI AFEKTIF KELUARGA DENGAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 LIMBOTO Bunga, Amaliyah Ramadhan S.; Jusuf, Herlina; Yusuf, Nur Ayun K.
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v12i4.11200

Abstract

Remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa sehingga mengalami banyak perubahan salah satunya pada emosional sehingga dibutuhkannya kecerdasan emosional. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kecerdasan emosional ialah lingkungan keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan fungsi afektif keluarga dengan kecerdasan emosional pada remaja di SMA Negeri 1 Limboto. Desain Penelitian survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian siswa kelas 10 dan 11 SMA Negeri 1 Limboto. Teknik proporsional random sampling dengan sampel 246 siswa. Menggunakan analisis statistik dengan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berada pada kategori fungsi afektif keluarga cukup sebanyak 154 responden (52,6%) dan responden dengan kecerdasan emosional kategori sedang sebanyak 144 responden (58,5%). Hasil uji spearman rank diperoleh nilai signifikansi dengan nilai p=value 0,000 (<0,05). Kesimpulan ada hubungan antara fungsi afektif keluarga dengan kecerdasan emosional pada remaja di SMA Negeri 1 Limboto. Disarankan bagi keluarga terutama orangtua untuk memperkuat fungsi keluarga terutama fungsi afektif dan juga lebih memperhatikan perkembangan kecerdasan emosional remaja.
PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI DETEKSI DINI PENDERITA TUBERKULOSIS TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PADA KONTAK SERUMAH PENDERITA TUBERKULOSIS DI KECAMATAN SUNGAI KUNJANG KOTA SAMARINDA Era Tiara Putri Bulaan; Joko Sapto Pramono; Dian Ardyanti
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v12i4.11209

Abstract

Background: Mycobacterium tuberculosis is the bacterium that causes TB disease, which most commonly affects the lungs. Tuberculosis is transmitted from person to person through the air. When a person with pulmonary tuberculosis coughs, sneezes, or spits, tuberculosis bacteria are released into the air. A person can become infected by inhaling small amounts of these bacteria. Objective: This study aims to determine the effect of using the TB early detection application on the knowledge and attitudes of household contacts of TB patients. Method: This methodology used quantitative research with a quasi-experimental research design. The population of this study was household contacts of tuberculosis patients with the number of index cases of tuberculosis from 3 health centers in Sungai Kunjang sub-district as many as 85 patients and the number of samples in this study was 32 samples, the technique taken using purposive sampling technique. Data collection in this study was conducted on household contacts of tuberculosis patients in Sungai Kunjang Subdistrict, Samarinda City. Data analysis in this study used bivariate analysis with Wilcoxon test. Results: The results of the study on the use of tuberculosis early detection application on knowledge obtained p-value of the intervention group of .004 < 0.05, so there is an effect of early detection application and the control group with a p-value of .006 < 0.05, so there is an effect of using the screening sheet. The study of the use of tuberculosis early detection application on attitude obtained the p-value of the intervention group of .019 < 0.05, it is known that there is an influence on the use of early detection application while the control group p-value is .018 < 0.05, it is known that there is an influence on the screening sheet Conclusion: The results of this study can improve knowledge and attitudes regarding the prevention of tuberculosis and minimize the transmission of tuberculosis. Latar Belakang: Mycobacterium tuberculosis ialah bakteri yang menyebabkan penyakit TB, yang paling umum mempengaruhi paru-paru. Tuberkulosis ditularkan dari orang ke orang melalui udara. Saat penderita tuberkulosis paru batuk, bersin, atau meludah, bakteri tuberkulosis dilepaskan ke udara. Seseorang dapat terinfeksi dengan menghirup sejumlah kecil bakteri ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi deteksi dini penderita TB terhadap pengetahuan dan sikap pada kontak serumah penderita TB. Metode: Metodologi ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperimen. Populasi penelitian ini kontak serumah penderita tuberkulosis dengan jumlah kasus indeks tuberkulosis dari 3 puskesmas di kecamatan Sungai Kunjang sebanyak 85 pasien dan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 sampel, teknik yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan pada kontak serumah penderita tuberkulosis di Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda. Analisi data pada penelitian ini menggunakan analisis bivariat dengan uji wilcoxon. Hasil: Hasil dari penelitian penggunaan aplikasi deteksi dini tuberkulosis terhadap pengetahuan diperoleh p-value kelompok intervensi sebesar .004 < 0,05, maka adanya pengaruh aplikasi deteksi dini serta kelompok kontrol dengan p-value sebesar .006 < 0,05, maka adanya pengaruh penggunaan lembar sceering. Penelitian penggunaan aplikasi deteksi dini tuberkulosis terhadap sikap diperoleh p-value kelompok intervensi sebesar .019 < 0,05, maka diketahui adanya pengaruh penggunaan aplikasi deteksi dini sedangkan p-value kelompok kontrol sebesar .018 < 0,05, maka diketahui adanya pengaruh terhadap lembar screening. Kesimpulan: Hasil penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap mengenai pencegahan tuberkulosis dan menimalisir penularan tuberkulosis.
HUBUNGAN PAPARAN MEDIA SOSIAL DAN PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERILAKU PEMILAHAN SAMPAH DI KELURAHAN KUNCIRAN INDAH KOTA TANGERANG 2025 Aprillia, Nadia; Fauziah, Munaya
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v12i4.11227

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara dengan produksi sampah sisa makanan terbesar kedua di dunia. Sebagian besar sampah ini berasal dari rumah tangga, yang menyumbang sekitar 35,26 persen dari total limbah. Sumber utama kedua berasal dari pasar, yang menyumbang 27,79 persen. Dan penyebaran informasi yang cepat melalui media sosial menjadikannya platform yang ideal untuk komunikasi. Persepsi masyarakat yang dipengaruh dengan informasi yang didapat dapat memberikan pengaruh untuk perilaku pemilahan sampah dilingkungan. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara media sosial dan persepsi masyarakat dengan perilaku pemialahan sampah. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional, metodologi penelitian kuantitatif, dan menggunakan uji chi square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian di dapatkan Terdapat 5 variabel yang memiliki hubungan dengan perilaku pemilahan dengan nilai p value yang < 0,05 antara lain, faktor usia dengan nilai memiliki ( p value = 0,022 dan POR = 0,319). Dan untuk faktor jenis kelamin memiliki (p value = 0,012 dan POR = 3.478). Kemudian untuk faktor pekerjaan memiliki (p value = 0,002 dan POR = 9.176). Selanjutnya untuk faktor persepsi memiliki ( p value = 0,003 dan POR = 3,125). Serta, untuk faktor media sosial memiliki (p value = 0,000 dan POR = 25.964).
PERBANDINGAN BIAYA TARIF FEE FOR SERVICE DENGAN TARIF INA-CBGS PADA PASIEN RAWAT INAP DBD DI RSUD MAMPANG PRAPATAN TAHUN 2024 Febriyanti, Annisa
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v12i4.11259

Abstract

Di Indonesia tahun 2024 jumlah kasus DBD cenderung menunjukkan tren peningkatan, baik dari segi angka kasus maupun wilayah yang terdampak. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan terdapat 210.644 kasus dengan 1.239 kematian akibat DBD. Penanganan pasien DBD memerlukan waktu dan biaya yang cukup besar, Semakin lama masa rawat inap pasien, maka semakin besar biaya pengobatan di rumah sakit. Tujuan penelitian ini yaitu membandingkan biaya fee for service dengan tarif INA-CBGs pada pasien rawat Inap DBD di RSUD Mampang Prapatan. Metode penelitian ini menggunakan metode pendekatan analisis deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah pasien rawat inap DBD sebanyak 416 pasien yang terklaim pada billing system. Hasil penelitian menunjukan total tarif fee for service sebesar Rp 781.313.562, dan total tarif INA-CBGs sebesar Rp 683.752.900. Sehingga didapatkan selisih negatif dengan total selisih sebesar Rp. - 97.560.662, dengan rata – rata selisih sebesar Rp. - 6.280.900. Hal ini menunjukan adanya perbedaan total biaya serta selisih biaya, yang mana biaya yang dikeluarkan rumah sakit tidak sepenuhnya terakomodasi oleh klaim tarif INA-CBGs, sehingga rumah sakit harus menanggung selisih biaya yang cukup signifikan
HUBUNGAN STATUS PEKERJAAN IBU DENGAN STATUS GIZI BALITA PUSKESMAS MENUR KOTA SURABAYA Nasywa Zahrani Putri; Nurmalia Lusida
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v12i4.11266

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kesehatan gizi balita di Wilayah Kerja Puskesmas Menur Kota Surabaya dengan status pekerjaan ibu. Dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional, penelitian ini memilih 62 ibu yang memiliki balita secara acak sederhana. Pengukuran antropometri, observasi, dan wawancara digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi yang kuat (p=0,033) antara kondisi gizi balita dan status pekerjaan ibu. Dibandingkan dengan ibu yang tidak bekerja, anak-anak dari ibu yang bekerja lebih mungkin menderita kekurangan gizi (OR=0,194). Penelitian ini menunjukkan bahwa perhatian ibu terhadap kebutuhan gizi anak dapat dipengaruhi oleh keterbatasan waktu yang disebabkan oleh pekerjaan mereka. Kondisi gizi masyarakat juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain termasuk kekayaan dan pendidikan keluarga.

Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 6 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan More Issue