cover
Contact Name
Ahmad Albar Al Akso
Contact Email
kohesi55@gmail.com
Phone
+62812330129
Journal Mail Official
kohesi55@gmail.com
Editorial Address
Perum. Griya Kencana Blok 2i No.68 Mojosarirejo Driyorejo Gresik Jawa Timur
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30258855     DOI : -
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan adalah jurnal open access yang diterbitkan oleh CV SWA Anugrah yang didalamnya menerima jurnal hasil penelitian maupun kajian pustaka tentang ilmu kesehatan, kedokteran, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, keperawatan, ilmu nutrisi, gizi, urgensi stunting dan permasalahan kesehatan di Indonesia dan Internasional. Jurnal ini terbit 4 kali dalam setahun. pada bulan Februari, April, Juli, dan September. Jurnal ini mengundang penulis dan peneliti untuk publish di jurnal kesehatan ini.
Articles 668 Documents
GAMBARAN PEMBERIAN SENAM KAKI TERHADAP PENURUNAN GULA DARAH SEWAKTU PADA Tn. M DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI DESA SURO KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS Dimas Tian Jabar Subehi; Sudiarto; Fida Dyah Puspasari
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i3.11294

Abstract

Latar belakang : Indonesia saat ini menghadapi beban ganda penyakit, yaitu penyakit menular dan tidak menular salah satunya Diabetes melitus yaitu suatu kelainan yang ditandai naiknya kadar glukosa dalam darah (hiperglikemia) yang diakibatkan karena kekurangan insulin. Menurut WHO tahun 2020 diperkirakan sekitar 422 juta orang di seluruh Dunia menderita penyakit diabetes mellitus dan sebagian besar berasal dari negara dengan penghasilan rendah dan menengah. Diabetes mellitus tipe 2 ini adalah glukosa tidak bisa masuk ke dalam sel yang disebabkan oleh retensi insulin. Oleh sebab itu dibutuhkan sesuatu hal yang dapat memancing retensi insulin berkurang dengan berolahraga. Tujuan : Untuk mengetahui gambaran pemberian senam kaki terhadap penurunan gula darah sewaktu pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Desa Suro Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas. Metode : Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, pendekatan asuhan keperawatan keluarga di wilayah Desa Suro Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas Hasil : Setelah dilakukan terapi dengan durasi 45 menit selama 4 hari didapatkan hasil bahwa senam kaki dapat menurunkan kadar gula darah sewaktu dengan hasil GDS sebelum 219 mg/dl, dan setelah 200 mg/dl Kesimpulan : Tindakan senam kaki dapat menurunakan gula darah sewaktu pasien dengan rata-rata penurunan sebanyak 8,6 mg/dl.
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN PROLANIS HIPERTENSI DI PUSKESMAS KOTA UTARA Kujiman, Kerin Vivian; Tuloli, Teti Sutriyati; Madania; Rasdianah, Nur; Abdulkadir, Widy Susanti
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i1.11312

Abstract

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas batas normal yang dapat mengakibatkan peningkatan angka kesakitan (morbiditas) dan juga angka kematian (mortalitas). Tekanan darah fase sistolik 140 mmHg menunjukkan fase darah yang sedang di pompa oleh jantung dan fase diastolik 90 mmHg menunjukkan fase darah yang kembali ke jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien prolanis hipertensi di Puskesmas Kota Utara. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pengambilan data sekunder pada rekam medik pasien hipertensi yang diberikan obat antihipertensi pada periode Januari hingga Juni 2024 dengan jumlah sampel sebanyak 42 pasien di Puskesmas Kota Utara Kota Gorontalo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien prolanis hipertensi dominan diderita oleh pasien perempuan (62%) dan lebih banyak di rentang usia 55-69 tahun (50%). Penggunaan obat antihipertensi tunggal yang paling banyak yaitu amlodipin (82%) dan kombinasi yang paling banyak digunakan yaitu bisoprolol dan candesartan (20%). Ketepatan penggunaan obat pada pasien prolanis hipertensi yang sesuai dengan pedoman Kemenkes 2021 berdasarkan ketepatan obat sebesar 100% tepat obat, berdasarkan ketepatan dosis sebesar 86% tepat dosis, berdasarkan ketepatan aturan pakai sebesar 98% tepat aturan pakai.
GAMBARAN PENGETAHUAN KELUARGA PASIEN TENTANG BELL’S PALSY DI KLINIK KINESIA GORONTALO Azis, Astri Hidayatullah Arief; Jusuf2, Muhammad Isman; Suleman, Ibrahim
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i1.11313

Abstract

Bell’s Palsy masih menjadi salah satu gangguan neurologi yang banyak ditemukan di masyarakat. Salah satu faktor terjadinya Bell’s Palsy yaitu adanya gangguan yang terjadi pada otak dan sistem saraf. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Keluarga Pasien Tentang Bell’s Palsy di Klinik Kinesia Gorontalo. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian survey analitik. Populasi penelitian ini yakni jumlah pengunjung Klinik Kinesia dalam 2 bulan terakhir yakni pada bulan maret 2024 sejumlah 431 orang, dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 81 keluarga pasien di Klinik Kinesia Gorontalo, dengan menggunakan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar kuesioner untuk mengukur pengetahuan keluarga tentang Bell’s Palsy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pengetahuan responden pada kategori cukup sebanyak 58 responden (71,6%) dan responden pada kategori baik sebanyak 17 responden (21,0%), dan responden pada kategori kurang sebanyak 6 responden (7,4%). Kesimpulannya responden memiliki pengetahuan yang cukup tentang Bell’s Palsy. Berdasarkan hasil tersebut, diharapkan pengetahuan keluarga pasien tentang Bell’s Palsy akan meningkat melalui pemberian edukasi dan promosi kesehatan tentang Bell’s Palsy.
PENGARUH KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI (FAST FOOD) TERHADAP RISIKO HIPERTENSI PADA REMAJA DI SMA MUHAMMADIYAH 25 PAMULANG TAHUN 2025 Nathania, Najwa; Jaksa, Suherman
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i1.11314

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang dapat terjadi sejak usia remaja akibat pola makan yang tidak sehat, termasuk konsumsi makanan cepat saji yang tinggi garam, lemak jenuh, dan kalori. Tujuannya untuk menganalisis pengaruh konsumsi makanan cepat saji terhadap risiko hipertensi pada remaja di SMA Muhammadiyah 25 Pamulang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 130 siswa kelas 11 yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, dan analisis data menggunakan uji Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas 118 responden (90,8%) mengetahui dampak negatif makanan cepat saji, tetapi masih ada 33 responden (25,4%) yang tidak mengurangi konsumsinya. Analisis statistik menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara konsumsi makanan cepat saji dan risiko hipertensi dengan nilai p-value < 0,05. Konsumsi makanan cepat saji yang berlebihan meningkatkan risiko hipertensi sebesar 62,5%. Faktor individu, perilaku, dan lingkungan berperan dalam pola konsumsi remaja. Konsumsi makanan cepat saji berlebihan berpengaruh terhadap peningkatan risiko hipertensi pada remaja. Oleh karena itu, diperlukan edukasi lebih lanjut mengenai pola makan sehat serta pembatasan konsumsi makanan cepat saji di lingkungan sekolah dan keluarga.
IDENTIFIKASI FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI PASIEN PULANG ATAS PERMINTAAN SENDIRI (PAPS) DI RSUD DR. M.M DUNDA LIMBOTO Abdullah, Siti Muzdhalifah; Wulansari, Ika; Hiola, Dewi Suryaningsih
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i2.11328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor apa saja yang melatarbelakangi pasien pulang atas permintaan sendiri. Jenis penelitian menggunakan data penelitian yang digunakan data masa lampau. Dalam penelitian ini menggunakan buku register pasien rawat inap ; tahun 2023 dan dokumen rekam medik pasien pulang atas permintaan sendiri Variabel yang digunakana dalah umur, jenis kelamin, diagnosis, lama dirawat, dan jumlah pasien pulang paksa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah pedoman observasi dan pedoman wawancara tidak terstruktur. Cara pengumpulan data dengan metode observasi terhadap buku register pelayanan rawat inap dan metode wawancara tidak terstruktur. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Kejadian Pasien Pulang Atas Permintaan Sendiri (PAPS) yaitu keputusan PAPS yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti lama penyembuhan, keinginan pasien/keluarga, dan masalah biaya menunjukkan bahwa ada kebutuhan mendesak untuk pendekatan yang lebih komprehensif dalam perawatan pasien. Rumah sakit dan tenaga medis perlu memberikan edukasi yang lebih baik mengenai proses penyembuhan, serta menawarkan dukungan psikososial bagi pasien dan keluarga mereka. Selain itu, penting untuk mengevaluasi kebijakan pembiayaan kesehatan yang lebih inklusif untuk mengurangi ketergantungan pada biaya pribadi yang dapat menyebabkan keputusan PAPS.
HUBUNGAN KONDISI LINGKUNGAN RUMAH DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT PADA ORANG DEWASA DI PUSKESMAS DUMBO RAYA Triana Oktaviany Tooy; Mohamad Zukri Antuke; Muchtar Nora Ismail Siregar; Sri Andriani Ibrahim; Sefry Markswel Pantow
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i2.11330

Abstract

Pendahuluan : Penularan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dipengaruhi oleh kualitas lingkungan, terutama kondisi rumah. World Health Organization (WHO) melaporkan ISPA sebagai masalah kesehatan global yang mayoritas terdapat di negara berkembang. Keadaan rumah yang tidak terpenuhi standar, yaitu ventilasi buruk, kelembaban tinggi, serta kebersihan rendah, berkontribusi pada peningkatan risiko ISPA. Penelitian berikut bermaksud dalam menganalisis kaitan pada kondisi lingkungan rumah dengan kejadian ISPA terhadap orang dewasa di kawasan kerja Puskesmas Dumbo Raya. Metode : Penelitian berikut menerapkan pendekatan observasional analitik dengan metode cross sectional. Teknik sampling yang dipakai dalam penelitian ini yaitu Stratified Random Sampling dengan jumlah akhir sampel sebanyak 90 sampel. Data dikumpulkan menggunakan wawancara, observasi, dan kuesioner yang telah divalidasi, lalu dilakukan uji bivariat untuk menganalisis hasil penelitian. Hasil : Analisis menyatakan jika kondisi ventilasi, kelembaban, kepadatan hunian, serta lantai rumah mempunyai kaitan signifikan pada kejadian ISPA (p-value < 0,05). Responden yang tinggal di rumah dengan ventilasi, kelembaban, kepadatan hunian, serta lantai yang tidak terpenuhi syarat mempunyai prevalensi ISPA yang lebih tinggi. Sebaliknya, kondisi langit-langit rumah tidak menyatakan kaitan signifikan pada kejadian ISPA (p-value = 1,000). Simpulan : Didapatkan jika keadaan lingkungan rumah yang tidak terpenuhi syarat, yaitu ventilasi, kelembaban, kepadatan hunian, serta lantai rumah, berhubungan signifikan dengan kejadian ISPA pada orang dewasa, kecuali untuk kondisi langit-langit rumah yang tidak menunjukkan hubungan signifikan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk dapat mencari tahu faktor mana yang paling berpengaruh pada kejadian ISPA.
PENGARUH EDUKASI GIZI TERHADAP PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENCEGAHAN STROKE Muhammad Rafli Abdullah; Vivien Novarina Kasim; Jeane Novita Irene Abbas; Zuhriana K Yusuf; Akbar Patuti
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i2.11331

Abstract

Introduction: Stroke merupakan penyakit kematian kedua, termasuk di Indonesia. Faktor risiko utama stroke ialah hipertensi, pola makan tidak sehat, dan kurangnya aktivitas fisik menjadikan upaya pencegahan menjadi penting, terutama melalui edukasi gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi gizi terhadap pengetahuan masyarakat tentang pencegahan stroke di Puskesmas Kota Selatan, Gorontalo. Methods: Penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai dengan Oktober 2024, dengan desain penelitian pre-eksperimental dengan metode one group pretest-posttest. Sebanyak 30 responden yang mengikuti program pengelolaan penyakit kronis (PROLANIS) menjadi subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner sebelum dan sesudah diberikan intervensi berupa edukasi yang terdiri dari presentasi, video dan leaflet secara individu. Results: Pada penelitian ini responden didominasi oleh wanita (70,00%), kelompok usia 51-60 tahun (46,66%), tingkat pendidikan terakhir SMA (46,66%), serta komorbid 1 penyakit (56,66%). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan responden yang signifikan, dimana nilai mean pengetahuan sebelum dilakukan intervensi sebesar 75 (50-92) serta nilai mean pengetahuan sesudah dilakukan intervensi sebesar 94 (64-100). Uji statistik Wilcoxon menghasilkan nilai p < 0,001. Conclusion: Terdapat pengaruh edukasi dengan pengetahuan gizi masyarakat Puskesmas Kota Selatan tentang pencegahan stroke. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan menggunakan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen agar dapat diperbandingkan dan menggunakan kelompok sampel yang lebih besar.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN TINGKAT KEBUGARAN MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO Ganesha Aulia Abdul Muis; Vivien Novarina A. Kasim; Jufri Febriyanto Poetra; Sri A. Ibrahim; Muhammad Isman Jusuf
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i2.11332

Abstract

Pendahuluan: Mahasiswa kedokteran jarang mengikuti kegiatan olahraga karena jadwal kegiatan akademik dan non akademik yang padat sehingga dapat memengaruhi tingkat kebugaran mereka. Perhitungan indeks massa tubuh bisa dipakai untuk mengevaluasi status gizi, yang merupakan salah satu aspek yang dapat memengaruhi tingkat kebugaran. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui hubungan antar indeks massa tubuh dan tingkat kebugaran mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo. Metode: Desain penelitian menggunakan metodologi cross-sectional dan analitik observasional. Variabel Indeks Massa Tubuh (IMT) ditentukan dengan rumus IMT dan tingkat kebugaran melalui Harvard Step Test. Populasi penelitian 135 mahasiswa angkatan 2023 dan 2024 dengan teknik purposive sampling jumlah sampel sebanyak 101 mahasiswa. Analisis hubungan antara IMT dan tingkat kebugaran menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian tingkat kebugaran dalam kategori cukup sebanyak 60 mahasiswa (59,4%) dan 58 mahasiswa (57,4%) memiliki kategori IMT normal. Hasil uji statistik didapat hubungan yang signifikan antar IMT dengan tingkat kebugaran (p= 0,000). Nilai kekuatan korelasi diperoleh sebesar -0,526 artinya hubungan antara IMT dengan tingkat kebugaran berkategori sedang. Kesimpulan: Diharapkan mahasiswa dapat mempertahankan indeks massa tubuh yang optimal dan meningkatkan aktivitas fisik melalui olahraga teratur untuk mencegah risiko terjadinya obesitas.
HUBUNGAN DM TIPE 2 DENGAN KATARAK PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD ALOEI SABOE Putri Sally Ufairah; Naning Suleman; Sitti Rahma; Cecy Rahma Karim; Muhammad N. Syukriani Yusuf
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i2.11333

Abstract

Pendahuluan : Hilangnya penglihatan mempunyai dampak finansial yang besar bagi individu, keluarga, dan komunitas. Kebutaan dapat disebabkan oleh berbagai penyebab, salah satunya adalah katarak. Katarak adalah kelainan pada lensa kristalin yang ditandai dengan menurunnya transparansi dan meningkatnya kekeruhan lensa. Pasien diabetes melitus memiliki risiko lima kali lebih tinggi terkena katarak. Akan tetapi, hingga saat ini, prevalensi diabetes melitus di Indonesia masih tergolong tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Diabetes Melitus Tipe 2 dengan kejadian katarak pada pasien rawat jalan RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan metode cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pasien rawat jalan Poliklinik Penyakit Dalam yang berjumlah berjumlah 40 sampel dengan menggunakan teknik sampling purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara dan hasil pemeriksaan katarak oleh dokter spesialis mata. Data dalam penelitian ini dianalisis secara univariat dan bivariat serta diuji dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Sebanyak 20 pasien (50%) menderita Diabetes Melitus Tipe 2, dan didapatkan sebanyak 19 pasien (47,5%) menderita katarak. Analisis data menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara Diabetes Melitus Tipe 2 dengan kejadian katarak dengan p-value=0,027 (p<0,05) dengan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 4,333. Simpulan : Terdapat hubungan antara Diabetes Melitus Tipe 2 dengan kejadian katarak pada pasien rawat jalan di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Diharapkan penelitian ini masyarakat agar lebih giat dalam menjaga kadar gula darah dan menerapkan gaya hidup sehat, seperti melakukan diet dan berolahraga, serta melakukan pemeriksaan mata tiap enam bulan sekali.
PERBANDINGAN GAYA BELAJAR AUDITORI DAN VISUAL TERHADAP INDEKS PRESTASI MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN DI GORONTALO Annisa Regita Febriani; Muh. Nur Syukriani Yusuf; Helen M.Y. Nazaruddin; Nanang Roswita Paramata; Naning Suleman
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i2.11334

Abstract

Pendahuluan : Gaya belajar merupakan suatu kecenderungan setiap individu dalam menerima, mengolah, mempelajari suatu ilmu dengan cara berbeda-beda. Gaya belajar berpengaruh pada prestasi akademik mahasiswa yang didominasi oleh gaya belajar kinesthetic dan auditory. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan gaya belajar auditory dan visual terhadap indeks prestasi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo. Metode : Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2024 dengan desain penelitian kuantitatif dengan metode komparatif pendekatan cross sectional. Populasi diambil pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo Angkatan 2021-2023 yaitu 177 mahasiswa dengan sampel diambil dengan metode purposive sampling yaitu berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi berjumlah 123 mahasiswa. Data gaya belajar dikumpulkan menggunakan kuesioner VARK (Visual, Auditori, Read-Write, Kinestetik) yang telah dimodifikasi. Hasil : Mayoritas mahasiswa memiliki gaya belajar auditori sebanyak 71 mahasiswa (57,7%), dengan rentang Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mayoritas mahasiswa berada pada rentang 3.01-3.50 (49,6%). Mahasiswa dengan gaya belajar visual memiliki proporsi yang lebih tinggi pada IPK dengan rentang 3.51-4.00 (pujian) sebanyak 23 mahasiswa (18.7%) dibandingkan mahasiswa dengan gaya belajar auditori sebanyak 14 (11,4%). Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang bermakna dengan p-value <0,001 (p-value <0,05). Simpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara gaya belajar auditori dan visual terhadap IPK mahasiswa dengan gaya belajar visual lebih unggul dibandingkan dengan gaya belajar auditori. Penelitian ini diharapkan dapat membantu optimalisasi pembelajaran melalui pemahaman gaya belajar.

Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 6 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan More Issue