cover
Contact Name
Meri
Contact Email
merimeriani1@gmail.com
Phone
+62813122928444
Journal Mail Official
lppm_jupemas@universitas-bth.ac.id
Editorial Address
jalan cilolohan no 36 Tasikmalaya Jawa Barat
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas)
ISSN : -     EISSN : 27220486     DOI : http://dx.doi.org/10.36465/jupemas.v4i1
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUPEMAS) with E-ISSN : 2722-0486 is a journal managed by LPPM UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA. Publish articles on community service activities in the fields of : Keperawatan (Nursing) Analis Kesehatan/Teknologi Labotarorium Medik (Medical Laboratory Technology) Farmasi (Pharmacy) Administrasi Rumah Sakit (Hospital Administration) Kedokteran (Medicine) Radiologi (Radiology) Kesehatan Lingkungan Inovasi Bidang Kesehatan (Healthy Inovation) Kebidanan (Bostetrics) Nutrisi dan Pangan (Nutrition and Food) Epidemiologi (Epidemiology) Rekam Medis (Medical Records) Biomedik (Biomedicine) Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Occupational and Safety) Ekonomi Kesehatan (Health Economics) Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (Health Administration and Policy) Hukum Kesehatan (Health Law) Teknologi Informasi Kesehatan (Health Information Technology) Promosi Kesehatan (Health promotion) Fisioterapi (Physiotherapy) Bidang Kesehatan Lainya.
Articles 109 Documents
PEMBERDAYAAN PETERNAK LEBAH KELULUT DI KECAMATAN KARANG INTAN DALAM DIVERSIFIKASI PRODUK MADU KELAKAI (Stenochlaena palustris) Ramadhan, Hafiz; Sayakti, Putri Indah; Amalia, Nurul; Yanie, Akhmad
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v6i2.1798

Abstract

Madu Kelulut adalah salah satu produk madu yang dihasilkan oleh Lebah tanpa sengat dan berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi produk minuman berkhasiat antioksidan, akan tetapi kualitas madu yang dihasilkan dapat dipengaruhi wilayah geografis sumber nektar, serta kondisi lingkungan sarang. Peternak lebah Kelulut mayoritas hanya membiarkan lebahnya mencari sumber nektar sendiri tanpa sehingga sumber nektar yang dapat diperoleh oleh lebah sangat terbatas. Faktor cuaca terutama pada musing penghujan juga menyebabkan produksi madu menjadi menurun. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengembangkan pemanfaatan kelakai sebagai pakan tambahan lebah Kelulut. Kegiatan yang dilaksanakan adalah melakukan penyuluhan dalam memanfaatkan sumber daya alam kelakai dan pelatihan pembuatan sirup infusa daun dan akar Kelakai sebagai pakan tambahan lebah Kelulut terhadap peternak lebah dan masyarakat di Desa Padang Panjang yang berjumlah sebanyak 15 orang. ​​Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengetahui dan memahami potensi dan pemanfaatan kelakai, dimana tingkat pengetahuan sebelum kegiatan sebesar 6,67%-46,67% meningkat setelah kegiatan menjadi 86,67%-100%. Kegiatan ini pada akhirnya meningkatkan keterampilan peternak lebah sehingga diperoleh produk diversifikasi madu Kelakai. Kesimpulannya bahwa penyuluhan dan pelatihan tentang diversifikasi produk madu Kelakai dapat menjadi alternatif dalam menjaga stabilitas ekonomi peternak lebah kelulut bahkan meningkatkan daya jual madu kelulut.
PEMBERDAYAAN KADER SEBAYA DALAM PENCEGAHAN TBC PADA MASYARAKAT KELURAHAN OESAPA KOTA KUPANG Ni Made Susilawati; Ola Wuan, Adrianus; Meliance Bria
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v6i2.1801

Abstract

Tuberculosis (TBC) tetap menjadi tantangan kesehatan global sebagai penyakit menular penyebab utama kematian. Penyakit kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis ini memerlukan penanganan kompleks. Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya di Kelurahan Oesapa, Kota Kupang, data menunjukkan konsentrasi kasus TBC yang tinggi. Tingginya angka insidensi ini diidentifikasi memiliki korelasi kuat dengan rendahnya tingkat literasi kesehatan masyarakat, terutama pemahaman mengenai gejala klinis, mekanisme penularan, dan pentingnya kepatuhan pengobatan. Permasalahan tersebut akan diberikan intervensi hingga implementasi untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap preventif remaja terhadap TBC. Intervensi ini dirancang sebagai program pemberdayaan komprehensif, yang mengintegrasikan metode penyuluhan kesehatan, konseling individual, dan pemberdayaan remaja sebagai kader sebaya penggerak kesehatan. Pelaksanaan kegiatan mengadopsi pendekatan partisipatif, mencakup penyuluhan interaktif, diskusi kelompok terarah (FGD), dan pelatihan intensif bagi kader sebaya. Remaja tidak hanya menjadi target penerima informasi, tetapi juga dilibatkan secara aktif sebagai agen perubahan dalam diseminasi informasi serta pemantauan proaktif terhadap individu bergejala TBC di komunitas, dengan perhatian khusus pada populasi anak-anak yang rentan. Evaluasi pasca-intervensi menunjukkan peningkatan pemahaman TBC remaja yang sangat signifikan, dari 35% (pra-tes) menjadi 85% (pasca-tes). Kader sebaya yang terlatih terbukti mampu menyampaikan informasi pencegahan dan pengendalian TBC di lingkungan sosial mereka. Studi ini mengkonfirmasi bahwa model pemberdayaan remaja melalui edukasi dan pelatihan terstruktur efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran kolektif. Kader sebaya diharapkan berfungsi sebagai pionir penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta akselerator dalam upaya pencegahan penularan TBC di masyarakat.
Peningkatan Pemeriksaan Gula Darah Melalui Pelatihan Penggunaan Point Of Care Testing Bagi Kader Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan Dan Pengendalian Diabetes Melitus Trisna, Citra; Aminah, Aminah; Yuliani, RA Dewi Maria
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 7 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v7i1.1804

Abstract

Diabetes mellitus is one of the non-communicable diseases with a steadily increasing prevalence worldwide, including in Indonesia. Early detection through regular blood glucose monitoring is essential to prevent complications. However, many people only check their blood sugar when symptoms appear. Therefore, it is necessary to improve the capacity of health cadres in conducting independent blood glucose examinations using Point of Care Testing (POCT). This community service program was carried out in Cukanggalih Village, Curug Bitung District, Tangerang Regency, in August 2025, involving posyandu and PKK cadres. The activities included health education, POCT training, random blood glucose testing, diabetes exercise, and evaluation through pre- test and post-test. The results showed an increase in cadres’ knowledge after the training, as indicated by the improvement in pre-test and post-test scores. Blood glucose testing of 35 participants revealed that 29 people (82.9%) were in the normal category (80–200 mg/dL), 4 people (11.4%) were high (>200 mg/dL), and 2 people (5.7%) were low (<80 mg/dL). Participants showed great enthusiasm in every activity.
Edukasi Dan Demo Puding Daun Kelor Bagi Kader Kesehatan Untuk Mencegah Stunting Di Wilayah Puskesmas Jatimulya Karo, Marni Br; Sirait, Lenny Irmawaty; Manulang, Riyen Sari; Junita, Friska; Telaumbanua, Linda K; Tamba, Ezra; Yuanita, Irma; Rachmawati, Umi; Surwatini, Nunung; Kurniawati, Shinta; Handayani, Fauziah; Rakhmawati, Yuni; Amanah, Siti; Oktavia, Siska; Purba, Roma Deliana; Nurmaliha, Tati; Lestari, Alviani Cahya; Nurmaulida, Silvina; Maulani, Oktari; Khadmiati, Khadmiati; Yuliana, Hanita Indra; Pratiwi, Alvinda
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 7 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v7i1.1815

Abstract

Stunting is a serious concern in Indonesia due to inadequate nutrition in children, which impacts physical growth and brain development. The government is actively working to reduce stunting rates throughout Indonesia. One effective way to address this is by utilizing moringa leaves as a nutritional supplement, given their rich nutritional content and widespread availability. This community service project aims to improve the knowledge and skills of mothers and health workers in stunting prevention through education and demonstrations of making moringa leaf pudding. Moringa leaves were chosen for their high nutritional content and easy availability as a food additive. The activity took place at the Jatimulya Community Health Center (Puskesmas) and involved 20 participants, consisting of mothers and health workers with toddlers and preschoolers. The methods used included education on the benefits and nutritional content of moringa leaves as an alternative to prevent stunting, as well as a demonstration of how to make moringa leaf pudding. Before and after the education, participants completed questionnaires to assess their understanding of the material. The results showed an increase in participants' knowledge regarding the use of moringa leaves in preventing stunting. Participants were also enthusiastic and actively participated in the activities. This approach is expected to strengthen stunting prevention efforts in the region and improve children's nutritional intake sustainably.
Solusi Terpadu Relaksasi Otot Dan Murotal Al-Qur’an Dalam Mengelola Nyeri Dismenore Pada Remaja Winarni, Winarni; Yuyun, Yuyun
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 7 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v7i1.1824

Abstract

Dysmenorrhea affects nearly 90% of Indonesian women, with 14% reporting impaired daily functioning due to menstrual pain. Among adolescents, emotional instability and insufficient understanding of the menstrual process contribute to the high prevalence of primary dysmenorrhea. Several non-pharmacological interventions have been explored, including Thibbun Nabawi modalities that combine Qur’anic recitation (murottal) with progressive muscle relaxation. This approach is cost-effective, non-invasive, and easily self-administered. Educational initiatives at SMART Community-Based Youth Organization are urgently needed due to the predominant reliance on pharmacological treatments and limited knowledge of safe and effective non-pharmacological pain management. This community engagement program aims to enhance adolescents’ understanding of menstrual disorders, particularly dysmenorrhea, and to introduce practical, accessible, and side-effect-free pain management techniques through muscle relaxation and Qur’anic murottal.
Pemberdayaan Peran Mahasiswa Profesi Ners Dalam Memperkuat Perilaku Caring Sebagai Agen Pelayanan Kesehatan Masyarakat Hartati, Elis; Suardi, Annisa Nur Faizah; Hiola, Fidyawati Aprianti A; Anggorowati
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 7 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v7i1.1835

Abstract

Perilaku caring merupakan inti praktik keperawatan yang berperan penting dalam mutu pelayanan kesehatan masyarakat. Namun, penguatan nilai caring pada calon perawat masih memerlukan pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat perilaku caring mahasiswa profesi keperawatan sebagai pemberi pelayanan kesehatan masyarakat melalui pelatihan berbasis teori Human Caring Jean Watson. Metode yang digunakan adalah program edukasi dan pemberdayaan dengan evaluasi sebelum dan sesudah kegiatan menggunakan instrumen Caring Behavior Inventory-24 (CBI-24). Peserta kegiatan berjumlah 50 mahasiswa profesi Ners Universitas Diponegoro. Hasil menunjukkan adanya perubahan hasil pada pre-test dan post-test, yaitu meningkat pada perilaku caring dimensi assurance of human presence dengan p value 0,687 (p>0,05), dimensi professional knowledge and skills dengan p value 0,254 (p>0,05). Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat internalisasi nilai caring dan kesiapan mahasiswa dalam memberikan pelayanan keperawatan yang humanistik di masyarakat. Penguatan perilaku caring perlu diintegrasikan secara berkelanjutan dalam pendidikan dan pembinaan profesi keperawatan.
Edukasi Penyakit Hiperglikemia, Hiperurisemia Dan Pengujiannya Pada Anggota Ranting Aisyiyah Duren Seribu, Jawa Barat Nisma, Fatimah; Suzana, Meri; Merizka, Engla
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 7 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v7i1.1907

Abstract

Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Duren Seribu, Depok Jawa Barat adalah salah satu PRA yang ada di bawah Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Duren Seribu. PRA banyak melakukan kegiatan organisasi untuk meningkatkan kualitas anggotanya seperti pendidikan, dakwah, kegiatan sosial dan pemberdayaan wanita. PRA Duren Seribu telah melaksanakan edukasi tentang penyakit hiperglikemia, hiperurisemia serta melakukan pengukuran kadar glukosa dan asam urat dalam darah pada anggotanya dan kaum dhuafa yang ada di sekitarnya yang berjumlah 92 orang. Edukasi bertujuan untuk mencegah penyakit tersebut secara dini dengan menerapkan pola makan sehat sehari-hari. Pengujian meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar glukosa dan asam urat dalam darah setiap warga yang datang. Hasil yang diperoleh adalah pengetahuan warga sebelum dan sesudah edukasi terlihat meningkat, hal ini diketahui dari nilai pretest sebelum dan postes sesudah edukasi diberikan. Tekanan darah peserta umumnya normal tetapi ada beberapa orang yang tinggi, begitu juga dengan kadar glukosa dan asam urat dalam darah warga secara umum normal.
Inovasi Sedotan Edible Lokal Dan Pelatihan Pemasaran Digital Umkm Cilacap Untuk Reduksi Sedotan Plastik Faizal, Imam Agus; Susanti, Susanti; Yusuf, Dede; Nizam, Muhammad Farid Khoirun; Wulandari, Mei
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 7 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v7i1.1914

Abstract

Program pengabdian ini mengembangkan prototipe awal sedotan edible berbasis pati sukun (Artocarpus altilis) dengan penambahan ekstrak daun beluntas (Pluchea indica) sebagai inovasi bahan lokal untuk mendukung pengurangan sedotan plastik sekali pakai dan peningkatan daya saing UMKM di Cilacap. Kegiatan melibatkan 13 peserta dari mitra UMKM KPK Tri Usaha melalui (1) sosialisasi literasi lingkungan dan potensi bahan baku lokal serta (2) pelatihan pemasaran digital berbasis praktik. Formulasi laboratorium menghasilkan prototipe sedotan berwarna hijau alami dengan performa awal bertahan sekitar 1,5 jam pada minuman dingin dan 30 menit pada minuman panas, namun masih memerlukan uji ketahanan lanjutan dan pemenuhan legalitas pangan. Evaluasi pengetahuan dengan desain pra–pasca menunjukkan peningkatan secara deskriptif: pada prates mayoritas peserta berada pada kategori cukup–kurang (69,3%), sedangkan pada pascates 84,6% berada pada kategori baik–sangat baik. Pelatihan pemasaran digital membantu mitra membuat akun bisnis, mengunggah listing produk, dan menyusun konten promosi sederhana. Program ini menjadi langkah awal menuju inovasi produk berorientasi circular economy, dengan kebutuhan pendampingan lanjutan pada transfer produksi dan kepatuhan regulasi.
Edukasi Literasi Digital Kesehatan sebagai Upaya Mewujudkan Sekolah Aman dan Berkarakter Suganda, Tomy; Djuria, Syafrina Arbaani Djuria; Lita, Baiq Fitria Frisma; Aisyah, Rulla Agnia Naura; Aliefia, Nada Syifa; Siswanto, Daffa Andita; Al Bukhori, Supri Fadhil; Rizqi, Muhammad Makenza
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 7 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v7i1.1918

Abstract

Pendahuluan: Pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah meningkatkan ketergantungan remaja pada media sosial sebagai sumber utama informasi kesehatan. Namun, tren ini tidak dibarengi dengan literasi digital kesehatan yang memadai, terutama di wilayah pedesaan, sehingga menimbulkan risiko seperti misinformasi kesehatan, diagnosis mandiri (self-diagnosis), dan perundungan siber (cyberbullying). Tujuan: Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital kesehatan siswa SMA Pelita Bangsa Lontar sebagai upaya strategis untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan berkarakter di Desa Alang-Alang, Kabupaten Serang. Metode: Pendekatan edukasi partisipatif diterapkan dengan melibatkan 40 siswa sebagai peserta. Intervensi dilakukan melalui diskusi interaktif, studi kasus, dan refleksi pengalaman digital. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test, dengan analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test untuk mengukur signifikansi peningkatan. Hasil: Temuan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada literasi digital kesehatan siswa. Proporsi siswa dalam kategori "Baik" dan "Sangat Baik" meningkat dari 55% saat pre-test menjadi 85% pada saat post-test. Analisis statistik menghasilkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang mengonfirmasi adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan siswa mengidentifikasi hoaks kesehatan, melindungi data pribadi, dan menerapkan komunikasi digital yang etis. Kesimpulan: Edukasi literasi digital kesehatan secara partisipatif merupakan strategi yang efektif untuk membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis di era digital, sehingga mendukung terwujudnya sekolah yang aman dan berkarakter.

Page 11 of 11 | Total Record : 109