cover
Contact Name
Meri
Contact Email
merimeriani1@gmail.com
Phone
+62813122928444
Journal Mail Official
lppm_jupemas@universitas-bth.ac.id
Editorial Address
jalan cilolohan no 36 Tasikmalaya Jawa Barat
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas)
ISSN : -     EISSN : 27220486     DOI : http://dx.doi.org/10.36465/jupemas.v4i1
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUPEMAS) with E-ISSN : 2722-0486 is a journal managed by LPPM UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA. Publish articles on community service activities in the fields of : Keperawatan (Nursing) Analis Kesehatan/Teknologi Labotarorium Medik (Medical Laboratory Technology) Farmasi (Pharmacy) Administrasi Rumah Sakit (Hospital Administration) Kedokteran (Medicine) Radiologi (Radiology) Kesehatan Lingkungan Inovasi Bidang Kesehatan (Healthy Inovation) Kebidanan (Bostetrics) Nutrisi dan Pangan (Nutrition and Food) Epidemiologi (Epidemiology) Rekam Medis (Medical Records) Biomedik (Biomedicine) Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Occupational and Safety) Ekonomi Kesehatan (Health Economics) Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (Health Administration and Policy) Hukum Kesehatan (Health Law) Teknologi Informasi Kesehatan (Health Information Technology) Promosi Kesehatan (Health promotion) Fisioterapi (Physiotherapy) Bidang Kesehatan Lainya.
Articles 109 Documents
EDUKASI GAYA HIDUP SEHAT UNTUK PENCEGAHAN GANGGUAN KARDIOVASKULER SEMASA MENSTRUASI PADA SISWI SMAN 1 MANONJAYA KAB. TASIKMALAYA Sambas, Etty Komariah; Syafariah, Yayah; Nurliawati, Enok; Hersoni, Soni; Maulida, Salma; Nur Azlina, Putri; Agustina, Dhea; Isma Farida, Haliza
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 6 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v6i1.1617

Abstract

Proses menstruasi mengakibatkan perubahan fisiologis yang sementara memengaruhi aktivitas jantung dan tekanan darah, aspek ini sering diabaikan dalam evaluasi risiko kardiovaskular. Fokus kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kepada para siswi mengenai pentingnya gaya hidup sehat selama menstruasi guna mencegah gangguan kardiovaskular. Edukasi ini diperlukan karena kesehatan remaja selama menstruasi berkaitan dengan kesehatan jantung di masa depan. Metode penyuluhan digunakan dengan hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan siswi setelah kegiatan edukasi. Hasil menunjukkan perubahan positif dalam pemahaman siswa tentang pentingnya gaya hidup sehat. Edukasi melalui media Power Point, leaflet, dan video efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswi. Program ini membantu siswa menerapkan gaya hidup sehat yang diharapkan berkelanjutan hingga dewasa.
PENYULUHAN POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT PERSPEKTIF ISLAM PADA JAMAAH YASIN AL HIDAYAH KABUPATEN MADIUN Rosyida Nurul Anwar; Yana Dwi Christanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 6 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v6i1.1620

Abstract

Kesehatan dan kebersihan merupakan salah satu kebutuhan manusia. Sehat yaitu sebuah rahmat yang wajib untuk disyukuri, akan tetapi banyak orang yang tidak peduli terhadap kesehatan dan kurang akan dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Kesadaran akan pentingnya kebersihan dan menjaga kesehatan belum sepenuhnya menjadi tujuan utama. Islam mengutamakan kebersihan dan Islam menyukai sehat karena dalam diri seorang yang sehat maka secara otomatis jiwa akan kuat. Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu bentuk promosi kesehatan yang dirancang untuk mendorong setiap individu agar dapat hidup di lingkungan yang bersih dan sehat melalui terciptanya kondisi yang mendukung. Adapun tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi mengenai pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari dalam perspektif Islam. Metode pelaksanaan kegiatan adalah berupa penyuluhan dengan metode ceramah dan tanya jawab. Lokasi kegiatan di Dusun Sidorejo,Kecamatan Sawahan, Madiun, Jawa Timur. Peserta sebanyak 72 orang yang terdiri dari komunitas Ibu-ibu Jama’ah Yasin Al Hidayah. Hasil kegiatan memberikan bekal pada peserta bagaimana menjaga kesehatan dan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Hidup bersih dan sehat menjaga pondasi kuat dalam produktivitas dan kualitas sumber daya manusia.
STRATEGI PEMERIKSAAN KELAINAN REFRAKSI DAN EDUKASI KESEHATAN MATA DALAM PROGRAM DESA SEHAT MATA DI DUSUN MERTOSANAN KULON, KABUPATEN BANTUL Kusumo, Sri Wahyu Budoyo; Ardhitya Furqon Wicaksono; Judiantono
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v6i2.1625

Abstract

Program Desa Sehat Mata (DESAMA) merupakan inisiatif pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan akses terhadap layanan kesehatan mata di daerah pedesaan, khususnya Dusun Mertosanan Kulon, Kabupaten Bantul. Program ini bertujuan mengatasi berbagai kendala seperti terbatasnya akses layanan, kurangnya pengetahuan masyarakat, serta faktor ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif cross-sectional dengan melibatkan 49 peserta yang mengikuti pemeriksaan mata dan edukasi kesehatan mata. Program DESAMA terdiri dari tiga komponen utama yaitu pemeriksaan kelainan refraksi, edukasi kesehatan mata, dan pemberian kacamata gratis. Pemeriksaan meliputi deteksi miopia, hipermetropia, astigmatisme, dan presbiopia dengan menggunakan autorefraktor dan trial lens. Metode pelaksanaan mencakup pendaftaran peserta, pemeriksaan objektif dengan autorefraktor, pemeriksaan subjektif menggunakan trial lens, serta distribusi kacamata berdasarkan hasil pemeriksaan. Sebanyak 49 peserta mengikuti kegiatan ini, dengan komposisi 71% perempuan dan 29% laki-laki. Sebagian besar peserta berusia di atas 50 tahun (47%), menunjukkan antusiasme tinggi dari kelompok lansia. Miopia ditemukan sebagai kelainan paling umum (23%), diikuti presbiopia (21%), serta kombinasi hipermetropia/presbiopia (21%) dan miopia/presbiopia (13%). Banyak peserta mengalami lebih dari satu jenis kelainan refraksi, menunjukkan perlunya penanganan yang lebih kompleks. Seluruh peserta menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat. Kesimpulannya, program DESAMA berhasil meningkatkan kesadaran dan memberikan akses layanan kesehatan mata yang terjangkau. Model ini dapat direplikasi di wilayah pedesaan lain sebagai upaya menurunkan angka gangguan penglihatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
INTERVENSI KESEHATAN BERBASIS KOMUNITAS: PENDEKATAN PKMD DI NAGARAKASIH KOTA TASIKMALAYA Khusnul, Khusnul; Meri, Meri; Rahayu, Restu; Nisrina Zahrani, Marsha; Anisa Komariah, Tri; Nurfaqih, Fahmi; Maharani Agustin, Resti; Dhiya Wahyu, Faiq; Hanifah, Salwa; Budining Ayu, Anggia; Nazwa, Nazwa; Janah, Apridatul; Firdaus, Raihan; Lindiani, Dian
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 6 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v6i1.1626

Abstract

The Village Community Health Development Program (PKMD) is a participatory approach aimed at improving public health awareness through promotive and preventive interventions. This program was implemented in RT 001/RW 002 Nagarakasih, Kersanegara Subdistrict, Cibeureum District, Tasikmalaya City, focusing on health education and basic health screening. The methods included initial surveys, health education sessions, medical examinations (blood pressure, blood glucose, cholesterol, uric acid, hemoglobin, and blood type), and descriptive data analysis. The results showed that 37.5% of participants had high blood pressure, 32.5% had elevated cholesterol, 17.5% had high uric acid levels, 17.5% had low hemoglobin levels, and 7.5% experienced hyperglycemia. Additionally, 32.5% of respondents did not know their blood type. Educational sessions on hypertension, presbyopia, and sanitation were found to improve residents’ understanding of healthy lifestyles. This activity demonstrated that PKMD is effective in increasing health literacy and community awareness regarding non-communicable disease prevention.
IMPLEMENTASI MENINGKATKAN KESADARAN KESEHATAN MASYARAKAT TENTANG KESEHATAN MATA MELALUI PROGRAM DESA SEHAT MATA DI YOGYAKARTA Ainy, Nurrul; Imawati, Nurul; Otivian Nuvida, Levya; Narwastu Mabrouka, Alia
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v6i2.1682

Abstract

Kesehatan mata merupakan salah satu aspek penting dalam kualitas hidup manusia, karena mata berperan utama dalam proses penglihatan yang mendukung aktivitas sehari-hari. Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan gaya hidup, berbagai permasalahan kesehatan mata semakin banyak ditemukan di masyarakat. Sebagai kampus yang memiliki kompetensi di bidang Kesehatan mata, maka dirancang sebuah Program Desa Sehat Mata (DESAMA) yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan mata, khususnya dalam hal deteksi dan penanganan kelainan refraksi. Di Padukuhan Mertosanan Kulon Banguntapan banyak ditemukan masyatakat yang mengeluhkan masalah penglihatan dan merasa membutuhkan kacamata. Berdasarkan permasalahan yang ada, perlu adanya pemeriksaan mata secara langsung dan pemberian edukasi mengenai Kesehatan mata dan cara menjaga Kesehatan mata di era digital ini. Pelaksanaan kegiatan meliputi pemberian edukasi mengenai gaya hidup menjaga Kesehatan mata, melakukan pemeriksaan mata, serta memberikan kacamata gratis kepada Masyarakat yang membutuhkan. Berdasarkan kegiatan pengabdian Masyarakat di Padukuhan Mertosanan Kulon, masyarakat memiliki antusias yang tinggi dalam mengikuti proses kegiatan, aktif bertanya dan mampu menjaawab pertanyaan evaluasi dengan benar. Masyarakat juga mendapatkan pemeriksaan refraksi dan sebanyak 48 orang memperoleh kacamata gratis.
MENUMBUHKAN PHBS MELALUI KEGIATAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN BERSAMA SISWA SD NEGERI 2 PADAKEMBANG Virgiantika Adzkia Putri, Puspa; Nur laili Dwi Hidayati
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v6i2.1685

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan pendidikan merupakan tindakan sadar yang dilakukan oleh siswa, guru, dan seluruh warga sekolah sebagai bagian dari proses pembelajaran. Tujuannya adalah menumbuhkan kesadaran individu untuk meningkatkan derajat kesehatan melalui kebiasaan hidup bersih dan sehat. Kegiatan ini menggunakan metode edukasi dan praktik langsung mencuci tangan dengan sabun dan air. Hasilnya, siswa Sekolah Dasar mampu memahami dan menerapkan delapan indikator perilaku hidup bersih dan sehat. Kesimpulannya keberhasilan pembiasaan 8 indikator PHBS di sekolah sangat dipengaruhi oleh motivasi dan kesadaran siswa itu sendiri.
REVITALISASI PENGOBATAN TRADISIONAL MELALUI PELATIHAN PEMANFAATAN TANAMAN OBAT LOKAL UNTUK KESEHATAN REPRODUKSI MODERN Marlina, Marlina; Indrawati, Andi; Irma Irma
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v6i2.1740

Abstract

Penggunaan tanaman obat lokal sebagai alternatif pengobatan untuk kesehatan reproduksi memiliki potensi yang besar, namun pemanfaatannya masih terbatas di masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk merevitalisasi penggunaan pengobatan tradisional melalui pelatihan pemanfaatan tanaman obat lokal dalam konteks kesehatan reproduksi modern. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah ceramah interaktif dan video edukasi yang melibatkan 25 peserta dari Kelompok Wanita Melatam Fatimah Azzahra. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 61,50%, dengan kategori identifikasi tanaman obat mencapai peningkatan tertinggi sebesar 81,30%. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai manfaat, pengolahan, dan penggunaan tanaman obat lokal dengan aman. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam memanfaatkan kearifan lokal untuk meningkatkan kesehatan reproduksi dengan cara yang lebih terjangkau dan aman.
PELATIHAN UMKM PANGAN LOKAL BERGIZI DUKUNG ASI CEGAH STUNTING Maryam, Andi; Hafidah, Andi; Elis, Andi; Lismayana; Idrus, Imriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v6i2.1748

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi kronis yang berdampak serius terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak di Indonesia. Salah satu intervensi penting dalam pencegahan stunting adalah pemberian ASI eksklusif yang optimal, yang sangat dipengaruhi oleh status gizi ibu menyusui. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengolah pangan lokal bergizi yang mendukung pemberian ASI dan pencegahan stunting. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 21 Juni 2025 di Kelurahan Pattingalloang, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, melibatkan kelompok wanita nelayan “Fatimah Az-Zahrah” yang terdiri dari ibu menyusui dan pelaku UMKM lokal. Kegiatan ini mencakup penyuluhan dan pelatihan pangan lokal bergizi berbasis video. Hasil kegiatan post-test lebih tinggi dari hasil per-test yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dalam pemanfaatan pangan lokal, serta antusiasme tinggi untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulan: Pendekatan ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan untuk mendukung ketahanan gizi keluarga sekaligus pemberdayaan ekonomi lokal.
Peningkatan Literasi Konservasi Air Melalui Pelatihan Pemanenan Air Hujan Berbasis Rumah Tangga di Wilayah Perdesaan Sutrisno, Eko; Bashiroh , Ainin; Sukmaningtyas , Yanuarini Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v6i2.1755

Abstract

Krisis air bersih masih menjadi permasalahan nyata di berbagai wilayah perdesaan, terutama akibat tingginya ketergantungan masyarakat terhadap air tanah dan terbatasnya alternatif sumber air. Salah satu potensi yang belum dimanfaatkan secara optimal adalah air hujan, yang sebenarnya dapat dijadikan sebagai sumber air bersih rumah tangga apabila dikelola secara tepat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi konservasi air melalui pelatihan pemanenan air hujan berbasis rumah tangga di Desa Plosobuden, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, diskusi interaktif, serta pelatihan teknis sederhana tentang sistem penampungan dan penyaringan air hujan. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test menggunakan skala Likert untuk mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 2,42 pada pre-test menjadi 3,62 pada post-test, yang mencerminkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap manfaat air hujan dalam konteks ekonomi, lingkungan, dan sosial. Selain itu, partisipasi aktif peserta dalam sesi diskusi dan simulasi menunjukkan antusiasme tinggi dan kesiapan untuk menerapkan teknologi sederhana pemanenan air hujan di lingkungan rumah masing-masing. Dampak lanjutan yang muncul adalah inisiatif gotong royong serta dukungan untuk program konservasi air berskala komunitas. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil meningkatkan literasi konservasi air dan mendorong perubahan perilaku masyarakat perdesaan secara positif. Saran yang diajukan adalah perlunya pelatihan lanjutan, dukungan kebijakan lokal, dan replikasi kegiatan serupa di desa-desa lain dengan kondisi geografis dan sosial yang sebanding, sebagai bagian dari strategi ketahanan air berkelanjutan berbasis masyarakat.
Edukasi Pencegahan dan Penanganan Pediculosis pada Santriwati di Pondok Pesantren Raudlatul Musthofa Tulungagung Fuana, Yan; Imelda Putri Kusharyati; Qurrotu A’yunin Latifah; Eka Puspitasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v6i2.1761

Abstract

Community service is an activity that aims to help in resolving issue and generating positive feedback for community. Study Program of D4 Medical Laboratory Technology conducted a PkM activity at the Raudlatul Musthofa Islamic Boarding School in Rejotangan, Tulungagung, East Java. This target of event are santriwati. This PkM discusses about the issue of Pediculosis, especially in santriwati, because of this case, which is still quite prevalent in the Pondok environment. Pediculosis is an infection that is caused by Pediculosis humanus var. capitis. Pediculosis capitis can cause scalp infections and anemia in severe condition. This condition can disrupt the quality of learning and self confidence of student. The risk factors for Pediculosis infection are closely related to personal hygiene. Therefore, the perpuse of PkM is to increase awareness about how to prevent and manage of pediculosis. The activities carried out include distributing questionnaires and providing education to santriwati. According to the PkM results, 36 (90%) of the 40 santriwati tested n for Pediculosis, while 4 (10%) santriwati tested positive for it. Following the education, the santriwati knowledge level grew as well. This is evidenced by the post-test results, which improved over the pre-test results, with the percentage of accurate answers increasing from 70% to 80% in the post-test. Santriwati infested with head lice were treated with a lice comb. Prevention is achieved through socialization-based instruction. This practice is supposed to improve santriwati’s personal hygiene and hence reduce incidences of pediculosis

Page 9 of 11 | Total Record : 109