cover
Contact Name
Fatiatun
Contact Email
fatia@unsiq.ac.id
Phone
+6285329632436
Journal Mail Official
alphateach@unsiq.ac.id
Editorial Address
Kalibeber, RT 03/RW 01, Kec. Mojotengah, Kab. Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. wonosobo,
Jawa tengah
INDONESIA
ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
ISSN : -     EISSN : 2809462X     DOI : https://doi.org/10.32699/alphateach.v3i2
Jurnal ALPHATEACH menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dalam bidang Pendidikan Islam
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 115 Documents
KONSEP PENDIDIKAN ADAB ANAK TERHADAP ORANG TUA Ihsan Ihsan Maulana; Mukhotob Hamzah; Muhtar Sofwan Hidayat
Alphateach (Jurnal Profesi Kependidikan dan Keguruan) Vol 3 No 1 (2023): ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/alphateach.v3i1.4491

Abstract

Penelitian menggunakan judul Konsep Pendidikan Adab Anak Terhadap Orang Tua (Kajian Q.S al-Isra’ ayat 23-24). Bertujuan buat mengetahui konsep pendidikan adab yg terkandung dalam surah al-Isra’ ayat 23-24 dan implementasi adab anak pada surah al-isra’ ayat 23-24 pada masa milenial. buat menjawab pertanyaan tersebut maka peneliti menggunakan jenis penelitian kepustakaan. buat data-data yg diharapkan oleh penulis, penulis mengkaji buku-buku yang relevan menggunakan skripsi. buat pengumpulan data menggunakan studi documenter serta penelusuran data online.buat analisisnya, penulis memakai metode tahlili serta analisis isi. Setelah mempelajari ini, maka peneliti menyimpulkan bahwa: pendidikan adab anak terhadap orang tua yang dibahas dalam penelitian ini antara lain, perintah untuk menyembah hanya kepada Allah Swt, kemudian perintah berbuat ihsan kepada kedua orang tua baik secara perkataan maupun perbuatan, yang dimaksudkan pada ayat tersebut yaitu untuk bertutur kata yang baik terhadap orang tua, menghindari perkataan “ah” terhadap kedua orang tua, menundukan pandanganya ketika berbicara kepada orang tua, juga perintah untuk merawat keduanya ketika usia lanjut, serta perintah untuk mendoakan kedua orang tua. Jika dilihat pada kondisi sekarang, implementasi yang tepat yaitu salah satunya dengan mendidik anak sejak usia dini dan memasukan anak kedalam pondok pesantren agar anak bisa mendapat pendidikan adab dengan baik dan benar.
KESIAPAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGHADAPI KURIKULUM MERDEKA DI MTS AL ISHLAH PAGERUYUNG KABUPATEN KENDAL Oriza Nurfitriani; , Noor Aziz; M. Yusuf Amin Nugroho
Alphateach (Jurnal Profesi Kependidikan dan Keguruan) Vol 3 No 1 (2023): ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/alphateach.v3i1.4530

Abstract

Saat ini Indonesia sedang menggalakkan sebuah kurikulum baru yang bernama Kurikulum Merdeka, hal ini menuntut semua lembaga pendidikan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi kurikulum tersebut, termasuk di MTs Al Ishlah Pageruyung Kabupaten Kendal. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui konsep kurikulum merdeka pada tingkat Sekolah Menengah Pertama/MTs; 2) Mengetahui kesiapan guru pendidikan agama Islam dalam menghadapi kurikulum merdeka di MTs Al Ishlah Pageruyung Kabupaten Kendal; 3) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat guru pendidikan agama Islam dalam menghadapi kurikulum merdeka di MTs Al Ishlah Pageruyung Kabupaten Kendal. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dimana jenis penelitiannya bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian sumber data diperoleh dari sumber data primer dan data sekunder (observasi, wawancara, dan dokumentasi yang berkaitan dengan kurikulum merdeka). Adapun teknik analisis yang digunakan adalah teknik reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Konsep kurikulum merdeka pada tingkat satuan pendidikan SMP/MTs berbeda dengan tingkat satuan pendidikan lainnya. 2) Kesiapan guru pendidikan agama Islam dalam menghadapi kurikulum merdeka di MTs Al Ishlah Pageruyung kabupaten Kendal sudah dimulai dengan sosialisasi awal, memodifikasi RPP dengan penambahan Profil Pelajar Pancasila, penganggaran biaya sekolah, pengadaan laboratorium komputer, serta peningkatan SDM. Namun bila dibandingkan dengan teori yang ada, kesiapan tersebut masih kurang. Seperti perlunya peningkatan infrastruktur, sarana dan prasarana, sosialisasi dan pelatihan kurikulum merdeka dan penggalakan platform merdeka mengajar. 3) Faktor pendukung guru PAI dalam menghadapi kurikulum merdeka di MTs Al Ishlah: adanya bimbingan dari pengawas madrasah, guru sudah bisa menggunakan media digital dan mengajar sesuai keahlian, adanya laboratorium komputer. Faktor penghambat guru PAI dalam menghadapi kurikulum merdeka di MTs Al Ishlah: sosialisasi kurang, media digital belum memadahi, peningkatan kualitas guru PAI masih terhambat, infrastruktur sekolah rendah.
IMPLEMENTATION OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION LEARNING IN ESTABLISHING BIRRUL WALIDAIN ATTITUDE OF CLASS VIIA STUDENTS AT SMP N 2 KALIWIRO WONOSOBO Naila Rafidah; Ahmad Zuhdi; Siti Lailiyah
Alphateach (Jurnal Profesi Kependidikan dan Keguruan) Vol 3 No 1 (2023): ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/alphateach.v3i1.4633

Abstract

This The aims of this study were (1) to find out the learning process of Islamic Religious Education for class VIIA students at SMP N 2 Kaliwiro Wonosobo; (2) Knowing the attitude of birrul walidain class VIIA students at SMP N 2 Kaliwiro Wonosoo; (3) Knowing the implementation of Islamic Religious Education learning in the formation of the attitude of birrul walidain class VIIA students at SMP N 2 Kaliwiro Wonosobo. In this study, qualitative research was used with the object of research namely PAI teachers, and class VIIA students, and student guardians of class VIIA. Collecting data using interview techniques, observation and documentation. The results of the study show that the learning process of Islamic Religious Education in class VIIA SMP N 2 Kaliwiro Wonosobo has a target for students to have noble character, always in the way of Allah SWT, where all of this can be used as a provision to live in society. Even though the students' family backgrounds varied, the attitude of the class VIIA class VIIA students at SMP N 2 Kaliwiro could be said to be quite good. It has been proven that most of the class VIIA students can be devoted to their parents, and do not disobey the orders of their parents. And when the implementation of Islamic Religious Education learning takes place, the average student listens seriously and is already conducive during the learning process.
KONSEP PENGEMBANGAN KURIKULUM DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB (Studi Komparasi antara Buku Karya Prof. Dr. Moh. Ainin dan Buku Karya Dr. Ahmad Muradi, M.Ag. & Dr. Taufiqurrahman, M.Ed.) Haniza Dwi Sofyana; Fatkhurrohman Fatkhurrohman; Asep Sunarko
Alphateach (Jurnal Profesi Kependidikan dan Keguruan) Vol 3 No 1 (2023): ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/alphateach.v3i1.4661

Abstract

Pada zaman yang serba berkembang sekarang ini, ditemukan banyak problematika dalam pembelajaran. Seiring dengan adanya perkembangan tersebut maka perlu diimbangi dengan pengembangan kurikulum dalam pembelajaran. Adapun dalam penelitian ini penulis fokus pada pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan memberikan pemahaman tentanf konsep pengembangan pembelajaran bahasa Arab. Dengan adanya konsep pengembangan kurikulum bahasa Arab tersebut, pengembangan kurikulum dalam pembelajaran bahasa Arab diharapkan dapat dipahami serta dilaksanakan dengan baik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif kepustakaan melalui komparasi antara dua buku, yakni buku “Pengembangan Kurikulum dalam Pembelajaran Bahasa Arab” karya Prof. Dr. Moh. Ainin, M.Pd. dan buku “Pengembangan Kurikulum dalam Pembelajaran Bahasa Arab” karya Dr. Ahmad Murai, M.Ag. & Dr. Taufiqurrahman, M.Ed. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yakni analisis isi dan analisis komparasi. Hasil dari penelitian ini yakni kedua buku tersebut memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Kedua buku tersebut dapat dijadikan salah satu referensi para pengembang kurikulum dalam pembelajaran bahasa Arab. Akan tetapi, menurut penulis buku “Pengembangan Kurikulum dalam Pembelajaran Bahasa Arab” karya Dr. Ahmad Muradi, M.Ag. & Dr. Taufiqurrahman, M.Ed. dirasa lebih sesuai untuk dijadikan sumber dalam pengembangan kurikulum dalam pembelajaran bahasa Arab karena di dalamnya mengandung pembahasan yang dirasa lebih sesuai dengan tema yang diangkat dalam buku tersebut dibandingkan dengan buku “Pengembangan Kurikulum dalam Pembelajaran Bahasa Arab” karya Prof. Dr. Moh. Ainin, M.Pd. Berdasarkan penelitian ini diharapkan akan menjadi bahan informasi dan masukan bagi mahasiswa, para tenaga pendidik, para peneliti dan semua pihak yang membutuhkan khususnya di lingkungan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Jawa Tengah di Wonosobo.
Pendidikan, humanis, islam. KONSEP PENDIDIKAN HUMANIS PERSPEKTIF KI HAJAR DEWANTARA DAN RELEVANSINYA DENGAN TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM Nur Nur Afifah; Moh Sakir; Muhammad Saefullah
Alphateach (Jurnal Profesi Kependidikan dan Keguruan) Vol 3 No 1 (2023): ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/alphateach.v3i1.4704

Abstract

Manusia dan pendidikan sangat erat kaitannya. Pendidikan adalah proses mengembangkan kesempatan untuk memperbaiki fisik, intelektual dan moral. Dalam konteks pendidikan, manusia dipandang sebagai subjek yang membutuhkan pendidikan untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk hidup dalam masyarakat. Perkembangan humanistik Ki Hajar Dewantara menekankan pentingnya menghargai keunikan dan potensi setiap individu. Menurutnya, pendidikan seharusnya tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial, emosional, dan kreatif mereka. Pendekatan ini sejalan dengan tujuan pendidikan Islam yang antara lain mendidik manusia yang berakhlak mulia, mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan melaksanakan ajaran agama. Pentingnya konsep pendidikan humanistik Ki Hajar Dewantara terhadap tujuan pendidikan Islam tampak dalam upaya penanaman nilai-nilai kemanusiaan yang bertanggung jawab, adil dan peka. Baik pendidikan humanistik maupun pendidikan Islam menekankan pada pengembangan karakter dan etika yang kuat. Pendidikan humanistik Ki Hajar Dewantara dapat memperkaya pendidikan Islam melalui pendekatan terpadu dan memotivasi peserta didik secara menyeluruh untuk menjadi manusia yang jujur ​​dan berkualitas. Dalam konteks pendidikan Islam, pendekatan humanistik juga dapat menawarkan perspektif yang lebih luas tentang keragaman budaya dan pemahaman antaragama. Pendidikan humanistik Ki Hajar Dewantara menekankan pentingnya toleransi, saling menghormati dan saling pengertian. Hal ini memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam tentang prinsip-prinsip ajaran Islam dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengintegrasikan konsep pendidikan humanis Ki Hajar Dewantara dengan pendidikan Islam, maka tujuan pendidikan Islam dapat tercapai dengan lebih efektif. Pendidikan humanistik memberikan landasan yang kuat untuk membentuk kepribadian moral yang baik, empati terhadap orang lain, dan kemampuan untuk mempengaruhi fungsi masyarakat secara positif. Dalam konteks pendidikan Islam, pendidikan humanistik dapat menjadi sarana pengajaran prinsip-prinsip keagamaan secara komprehensif dan holistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan data secara natural. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. mencatat bahwa dari sudut pandang Ki Hajar Dewantara, konsep pendidikan humanistik sangat penting untuk tujuan pendidikan Islam. Kombinasi dari pendekatan ini dapat memungkinkan pendidikan holistik dan mempromosikan individualisme.
KEGIATAN BERKEBUN MELALUI SENTRA ALAM SEBAGAI PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENGEMBANGKAN KOGNITIF ANAK USIA DINI DI TK KASIH IBU KERTEK Risma Sofiyana; ahmad khoiri; nur farida
Alphateach (Jurnal Profesi Kependidikan dan Keguruan) Vol 3 No 1 (2023): ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/alphateach.v3i1.4714

Abstract

AbstractThe research aims to improve early childhood cognitive development through the media of gardening activities through a local wisdom-based nature center at Kasih Ibu Kertek Kindergarten, Wonosobo. Knowing learning gardening activities from preparing planting media to how to care for plants. The type of research used is field qualitative research. The research subjects were group B students in Kindergarten Ibu Kartek Wonosobo. Methods of data collection carried out by researchers using: Observation, Interview and Documentation. The results showed: (1) Learning gardening activities can improve cognitive skills in Kindergarten Kasih Ibu Kertek by 12.6%. (2) The benefits of gardening activities are that children are able to know the types of plants, children are able to observe the process of plant growth from seeds to the growth of leaves, children are able to apply gardening activities. (3) The supporting factor for gardening activities is the presence of empty land in the school yard so that it can be used for learning, while the inhibiting factor is that children are afraid of getting dirty, complain easily and get tired easily when outside because they are exposed to direct sun but many children also passion when learning gardening. The conclusion of this study is that gardening activities through nature centers as local wisdom-based learning can improve the cognitive development of early childhood in the Kindergarten of Kasih Ibu Kertek Wonosobo. Keywords: Learning gardening, Aspects of Child Development
Upaya guru Pai dalam menanamkan moderasi beragama pada siswa MA AL-IRSYAD Gunungjati Pagedongan Banjarnrgara Siti Fatimah; Fatkhurrohman Fatkhurrohman; Rifqi Aulia Rahman
Alphateach (Jurnal Profesi Kependidikan dan Keguruan) Vol 3 No 1 (2023): ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/alphateach.v3i1.4736

Abstract

Skripsi ini bertujuan untuk: 1) untuk mengetahui upaya yang dilakukan guru PAI dalam menanamkan sikap moderasi beragama pada tingkat sekolah menengah atas/MA; 2) untuk mengetahui faktor penghambat dan faktor pendukung penanaman sikap moderasi beragama di MA AL-IRSYAD Gunungjati Pagedongan Banjarnegara; 3) untuk mengetahui respon siswa dalam penanaman sikap moderasi beragama di MA AL-IRSYAD Gunungjati Pagedongan Banjarnegara.Skripsi ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dimana jenis penelitiannya bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian sumber data diperoleh dari sumber data primer dan data sekunder (observasi, wawancara, dan dokumentasi yang berkaitan dengan moderasi beragama). Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan verivikasi data.Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) upaya guru PAI dalam menanamkan sikap moderasi beragama bermacam-macam dan tidak hanya guru PAI yang melaksanakan penanaman sikap moderasi beragama tersebut pada siswa melainkan semua warga sekolah juga turut andil; 2) faktor penghambat pada penanaman sikap moderasi beragama yang masih beberapa belum teratasi dan faktor pendukung yang memudahkan guru dalam menanamkan sikap moderasi beragama pada siswa; 3) respon siswa yang sudah terlihat dapat memahami dan menerapkan sikap moderasi beragama, dan memiliki antusian dalam mengikuti berbagai seminar atau sosialisasi tentang moderasi beragama serta lomba-lomba tentang moderasi beragama
Peran organisasi remaja islam (PERDADIS) dalam menginternalisasi nilai-nilai pendidikan agama islam pada remaja dusun siwadas desa tegalsari kecamatan garung kabupaten Wonosobo Akhmad Khafid; Hidayatu munawaroh; Sofan Rizqi
Alphateach (Jurnal Profesi Kependidikan dan Keguruan) Vol 3 No 1 (2023): ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/alphateach.v3i1.4738

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Mengetahui Peran Organisasi (PERDADIS) dalam Menginternalisasi Nilai Pendidikan Agama Islam pada generasi muda dusun Siwadas desa Tegalsari kecamatan Garung kabupaten Wonosobo; (2) Mengetahui Internalisasi Nilai pendidikan agama islam pada generasi muda dusun Siwadas desa Tegalsarsi kecamatan Garung kabupaten Wonosobo; (3) Mengetahui Faktor Pendukung dan Penghambat peran Organisasi (PERDADIS) dalam menginternalisasi nilai pendidikan agama islam pada generasi muda dusun Siwadas desa Tegalsari kecamatan Garung kabupaten Wonosob. Selama melakukan penelitian, peneliti menggunakan metode pendekatan kualitatif yang berjenis penelitian sifatnya deskriptif. Penggunaan teknik pengumpulan datanya dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. subjek penelitian ini adalah ketua, pengurus, dan 5 remaja PERDADIS. Sumber data dari sumber data primer dan skunder (observasi, wawancara, dan dokumentasi yang berkaitan dengan Organisasi (PERDADIS).). selanjutnya dalam menganalisis data, peneliti menggunakan 3 cara, antara lain: teknik reduksi data, penyajian data, dan verivikasi. Setelah memahami diatas, selanjutnya peneliti menyimpulkan bahwa: 1) peran organisasi (PERDADIS) dalam menginternalisasi nilai pendidikan agama islam pada generasi muda berjalan dengan baik; 2) peranya dua yaitu organisasi sebagai Motivator dan sebagai Fasilitataor; 3) Setelah itu didalam pelaksanaanya menemukan faktor pendukung yaitu: faktor lingkungan yang nyaman, kondusif, antusias anggota dan orang tua yang selalu mendukung. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu kendala sosial (antusias remaja semakin menurun), terkendala sarana dan prasarana, dan faktor lingkungan luar.
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dan Upaya Penumbuhan Nilai-Nilai Pancasila Melalui Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Kelas X SMK Negeri 2 Wonosobo Nur Sahid; Noor Aziz; Muhammad Yusuf Amin Nugroho
Alphateach (Jurnal Profesi Kependidikan dan Keguruan) Vol 3 No 1 (2023): ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/alphateach.v3i1.4745

Abstract

Merdeka Belajar merupakan salah satu inisiatif Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang ingin menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan suasana gembira. Tujuan belajar mandiri adalah agar guru, siswa dan orang tua dapat memiliki suasana pembelajaran yang menyenangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) mengetahui implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SMKN 2 Wonosobo. 2) Mengetahui penumbuhan nilai-nilai Pancasila melalui mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas X SMKN 2 Wonosobo. 3) Mengetahui sejauh mana Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Dan Upaya Penumbuhan Nilai-Nilai Pancasila Melalui Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Kelas X SMKN 2 Wonosobo. Skripsi ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dimana jenis penelitiannya bersifat lapangan. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, dokumentasi dan juga observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) SMKN 2 Wonosobo menjadi salah satu SMK Negeri yang masuk dalam kategori SMK Pusat Kunggulan dan menjadi rujukan untuk sekolah lain, Sehingga SMK Negeri 2 Wonosobo sudah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka sejak tahun pelajaran baru yaitu 2022/2023. Peran guru dalam proses pembelajaran menggunakan kurikulum merdeka adalah sebagai penggerak merdeka belajar, guna menjadi fasilitator penggerak perubahan kepada peserta didiknya. 2) Cara dari guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMKN 2 Wonosobo untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila adalah dengan membiasakan anak dengan hal-hal yang sejalan dengan nilai Pendidikan Agama dan juga sesuai dengan pengamalan Pancasila. Mengingat Pancasila adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan juga berhubungan erat dengan Pendidikan Agama Islam. 3)Pengamalan masing-masing sila sudah mulai ditanamkan oleh guru Mapel PAI menggunakan Kurikulum Merdeka sebagai upaya penumbuhan nilai-nilai Pancasila serta penguatan 6 elemen dalam penguatan profil pelajar Pancasila dalam diri peserta didik
THE IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DISIPLIN DALAM MEMBENTUK SIKAP TANGGUNG JAWAB SANTRI TPQ THORIQOTUL HUDA BUGANGAN WONOSOBO Verra Safitri; Ngarifin Shidiq; Vava Imam Agus Faishal
Alphateach (Jurnal Profesi Kependidikan dan Keguruan) Vol 3 No 2 (2023): ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/alphateach.v3i2.5131

Abstract

This study aims to (1) Know the Discipline Character Education Concept in Forming the Responsible Attitude of TPQ Thoriqotul Huda Bugangan Wonosobo Santri; (2) Knowing the Implementation of Discipline Character Education in Forming the Responsibilities of Santri TPQ Thoriqotul Huda Bugangan Wonosobo; (3) Knowing the Supporting and Inhibiting Factors in the Implementation of Discipline Character Education in Forming the Responsibilities of the Santri TPQ Thoriqotul Huda Bugangan Wonosobo. This study uses a qualitative research approach where the type of research is descriptive. The subjects of this study were the heads of institutions, religious teachers, and students. Data collection techniques using the method of observation, interviews, and documentation. Data validity checking technique uses source triangulation technique. The analysis technique used is data reduction technique, data presentation, verification and conclusion. The results show that: 1) the concept of implementing disciplinary character education in forming an attitude of responsibility is implemented with the concept of cultural discipline through three stages, namely planning, implementation and evaluation; 2) The implementation of disciplinary character education in forming an attitude of responsibility is realized through three forms, namely self-development, incorporating the value of disciplinary character in the learning process, as well as providing rules and habituation of disciplinary attitudes. In its implementation found supporting and inhibiting factors; 3) The supporting factors are: self-awareness, interest and motivation. While the inhibiting factors are: the surrounding environment and the attitude of parents who do not motivate and control their child's development.

Page 3 of 12 | Total Record : 115