cover
Contact Name
Mochamad Fariz Irianto
Contact Email
mochamadfarizirianto@gmail.com
Phone
+6285806808392
Journal Mail Official
jurnalpengabdiansosial@gmail.com
Editorial Address
Amirul Bangun Bangsa Publishing Jalan Terusan Mergan Raya No. 11 Tanjungrejo Sukun Kota Malang Telp : 0858-0680-8392 email : jurnalpengabdiansosial@gmail.com
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Sosial
ISSN : -     EISSN : 30310059     DOI : https://doi.org/10.59837
Jurnal Pengabdian Sosial published every month (12 times a year), contains disseminates every thought and idea on the results of research and the use of technology to be implemented to the public, including field of science; Mathematics and Natural Sciences, Applied, Social, Law, Culture, Economics, Health, Farm, Food, Agriculture, education, and information technology etc, which published by Amirul Bangun Bangsa Publishing
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 38 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2025): Desember" : 38 Documents clear
Pelatihan Akuntansi Biaya Produksi Untuk Usaha Makanan Ringan Rumahan Berbasis Komunitas Di Kelurahan Olak Kemang Ridwan, Muhammad; Kusumastuti, Ratih; Erwati, Misni; Lutfi, Lutfi; Maisyarah, Nyimas Dian
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/0wj1gx42

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan pada usaha camilan rumahan di Kelurahan Olak Kemang melalui pelatihan akuntansi biaya produksi dengan pendekatan berbasis komunitas. Banyak pelaku usaha mikro dan kecil masih mengandalkan metode tradisional dan tidak terstruktur dalam menghitung biaya produksi, sehingga menyebabkan ketidakakuratan dalam penetapan harga jual, penurunan daya saing, serta margin keuntungan yang terbatas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, program ini memberikan sesi pelatihan, pendampingan, dan latihan praktis mengenai konsep dasar klasifikasi biaya, perhitungan penggunaan bahan baku, biaya tenaga kerja, alokasi overhead, dan penentuan harga pokok produksi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif untuk memastikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai cara mencatat, menghitung, dan menganalisis biaya produksi secara sistematis, yang berdampak pada peningkatan akurasi penetapan harga serta meningkatnya kesadaran terhadap pengendalian biaya. Selain itu, program ini memperkuat kolaborasi antar pelaku usaha berbasis komunitas, sehingga tercipta sistem dukungan yang mendorong berbagi pengetahuan dan pemecahan masalah secara kolektif. Dengan meningkatkan kompetensi individu dan jejaring komunitas, inisiatif ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan efisiensi dan profitabilitas usaha, tetapi juga mendukung keberlanjutan pembangunan ekonomi lokal dalam jangka panjang.
Pengaruh Komunikasi dalam Peningkatan Kepercayaan Diri dan Hubungan Sosial pada Siswa Kelas 6 SDN Kuin Selatan 3 Banjarmasin Nurin , Hijratun; Martining Tyas Siagian, Astri; Puteri, Nova Aulia; Anggraini, Nova Desfie; Amanda, Amanda
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/gh55cn73

Abstract

Komunikasi adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan yang melibatkan encoding, pengiriman, penerimaan, dan decoding pesan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa/i di SDN Kuin Selatan 3 Banjarmasin dalam berkomunikasi di hubungan sosial. Kegiatan yang dilakukan adalah penyelenggaraan seminar dengan tema “Pengaruh Komunikasi dalam Peningkatan Kepercayaan Diri dan Hubungan Sosial pada Siswa/i Kelas 6 SDN Kuin Selatan 3 Banjarmasin. Kegiatan ini juga dibersamai dengan pemberian kuesioner pra dan pasca kegiatan sosialisasi menggunakan skala interval untuk mengukur perubahan tingkat kepercayaan diri serta kemampuan hubungan sosial siswa/i. Hasil program ini menunjukkan bahwa komunikasi efektif memberikan manfaat terhadap peningkatan kepercayaan diri dan hubungan sosial siswa/i kelas 6 SDN Kuin Selatan 3 Banjarmasin. Secara keseluruhan, komunikasi berperan signifikan dalam meningkatkan kepercayaan diri dan hubungan sosial siswa sekolah dasar.
Skrining Hidrasi, Kandungan Air, dan Sebum Lengan Bawah Kanan–Kiri pada Pekerja Perkantoran di Daerah Sudirman W, Linda Yulianti; Santoso, Alexander Halim; Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello; Kasvana, Kasvana; Tan, Nikita
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/hjmxc053

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan pekerja perkantoran seringkali terabaikan akibat tuntutan pekerjaan yang tinggi dan pola aktivitas sedentari. Kondisi ini dapat berdampak pada komposisi tubuh dan keseimbangan hidrasi yang menjadi indikator penting kesehatan. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini bertujuan untuk melakukan skrining kesehatan sederhana pada karyawan kantoran di kawasan Sudirman. Metode: Metode yang digunakan adalah pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA) melalui pemeriksaan komposisi tubuh, meliputi parameter Oil, Water, dan Hidrasi. Sebanyak 57 responden yang merupakan karyawan aktif kantoran berpartisipasi dalam kegiatan ini. Data diperoleh melalui pengukuran langsung menggunakan alat analisis tubuh dan dianalisis secara deskriptif berdasarkan distribusi frekuensi, nilai rata-rata, simpangan baku, median, serta rentang nilai minimum–maksimum. Hasil: Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya variasi antarindividu dalam distribusi komposisi tubuh. Rerata nilai Oil, Water, dan Hidrasi memberikan gambaran awal kondisi kesehatan karyawan, dengan temuan bahwa sebagian besar responden berada dalam rentang hidrasi yang cukup meskipun terdapat variasi luas. Temuan ini menegaskan bahwa pekerja kantoran, dengan karakteristik lingkungan kerja sedentari, berisiko mengalami ketidakseimbangan tubuh apabila tidak menjaga pola hidup sehat. Kesimpulan: Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa skrining sederhana yang dilakukan di lingkungan kerja mampu memberikan informasi awal kondisi kesehatan karyawan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan tubuh. Program ini berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut melalui edukasi berkelanjutan dan dukungan fasilitas kesehatan di tempat kerja.
Skrining Kesehatan Kolesterol dan HDL pada Pekerja Perkantoran di Sudirman Gunawan, Paskalis Andrew; Santoso, Alexander Halim; Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello; Rayhan, Naufal; Kristianto, Angeline Florencia Grace
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/54rzsv57

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan metabolik pekerja perkantoran sering terabaikan akibat pola kerja sedentari dan tekanan pekerjaan yang tinggi. Profil lipid, khususnya kolesterol total dan HDL, merupakan indikator penting dalam mendeteksi risiko penyakit kardiovaskular pada kelompok usia produktif. Metode: Kegiatan PKM ini menggunakan pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA) melalui pemeriksaan kadar kolesterol dan HDL. Sebanyak 57 karyawan aktif daerah Sudirman berpartisipasi dalam kegiatan ini. Data diperoleh melalui pengukuran langsung menggunakan alat pemeriksa digital dan dianalisis secara deskriptif untuk mendapatkan distribusi frekuensi, nilai rata-rata, simpangan baku, median, serta rentang nilai minimum–maksimum. Hasil: Pemeriksaan menunjukkan adanya variasi antarindividu pada kadar kolesterol dan HDL. Nilai rata-rata yang diperoleh memberikan gambaran awal mengenai kondisi profil lipid karyawan, dengan sebagian besar responden berada dalam rentang yang masih perlu diwaspadai. Hasil ini menunjukkan bahwa kelompok pekerja perkantoran memiliki potensi risiko dislipidemia apabila tidak disertai dengan penerapan pola hidup sehat. Kesimpulan: Skrining sederhana di lingkungan kerja terbukti mampu memberikan deteksi dini kondisi kesehatan karyawan serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga profil lipid. Program ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut melalui edukasi kesehatan berkelanjutan dan dukungan fasilitas dari perusahaan untuk menekan risiko penyakit kardiovaskular.
Gambaran Kadar Trigliserida Karyawan Perkantoran di Sudirman Yunita, Fenny; Santoso, Alexander Halim; Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello; Tan, Nikita
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/tw97k576

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan metabolik karyawan perkantoran rentan terabaikan akibat aktivitas kerja yang sedentari dan pola makan praktis tinggi lemak. Kadar trigliserida merupakan indikator penting yang perlu dipantau karena berhubungan langsung dengan risiko penyakit kardiovaskular. Metode: Kegiatan PKM ini menggunakan pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA). Skrining kadar trigliserida dilakukan pada 57 karyawan aktif perkantoran daerah Sudirman melalui pemeriksaan darah kapiler dengan alat digital. Data hasil pemeriksaan dianalisis secara deskriptif untuk mendapatkan distribusi frekuensi, nilai rata-rata, simpangan baku, median, serta rentang nilai minimum–maksimum. Hasil: Pemeriksaan menunjukkan adanya variasi kadar trigliserida antarindividu, dengan nilai rata-rata yang memberikan gambaran awal mengenai kondisi metabolik karyawan. Sebagian responden berada pada rentang yang memerlukan kewaspadaan, yang mencerminkan potensi risiko metabolik di kalangan pekerja perkantoran. Kesimpulan: Skrining sederhana di lingkungan kerja terbukti bermanfaat sebagai deteksi dini sekaligus meningkatkan kesadaran pekerja mengenai pentingnya menjaga kadar trigliserida dalam batas normal. Program ini memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut melalui edukasi berkelanjutan dan dukungan fasilitas kesehatan dari perusahaan.
Gambaran Kadar Hemoglobin dan Hematokrit Karyawan Perkantoran di Kawasan Sudirman Wijaya, Christian; Santoso, Alexander Halim; Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello; Hung, Jennifer
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/yz2nh323

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan darah merupakan aspek penting bagi pekerja usia produktif, khususnya karyawan perkantoran dengan pola kerja sedentari dan tekanan tinggi. Pemeriksaan hemoglobin (Hb) dan hematokrit (Ht) berperan sebagai indikator sederhana dalam mendeteksi anemia maupun polisitemia yang dapat memengaruhi stamina, konsentrasi, dan produktivitas. Metode: Kegiatan PKM ini menggunakan pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA). Skrining Hb dan Ht dilakukan pada 57 karyawan aktif perkantoran di Kawasan Sudirman melalui pemeriksaan darah kapiler dengan alat digital. Data hasil pemeriksaan dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh distribusi frekuensi, nilai rata-rata, simpangan baku, median, serta rentang nilai minimum–maksimum. Hasil: Pemeriksaan menunjukkan adanya variasi kadar Hb dan Ht antarindividu. Nilai rata-rata yang diperoleh memberikan gambaran awal status hematologi karyawan, dengan sebagian responden berada pada rentang yang perlu diperhatikan. Hasil ini menunjukkan adanya potensi risiko gangguan hematologi pada pekerja dengan aktivitas sedentari dan beban kerja tinggi.  Kesimpulan: Skrining sederhana Hb dan Ht di lingkungan kerja terbukti bermanfaat sebagai langkah deteksi dini serta meningkatkan kesadaran pekerja mengenai pentingnya menjaga kesehatan darah. Program ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut melalui edukasi berkelanjutan dan dukungan fasilitas kesehatan dari perusahaan.
Skrining Diabetes Sederhana: Gula Darah Sewaktu dan HbA1c pada Pekerja Kantoran di Kawasan Sudirman Martin, Alfianto; Santoso, Alexander Halim; Jap, Ayleen Nathalie; Johan, Richver Framanto
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/drksn621

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada kelompok usia produktif, terutama di lingkungan kerja dengan aktivitas sedentari dan tekanan tinggi. Pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS) dan HbA1c menjadi metode sederhana yang dapat digunakan untuk mendeteksi dini risiko diabetes. Metode: Kegiatan PKM ini menggunakan pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA). Sebanyak 57 karyawan perkantoran aktif di Kawasan Sudirman berpartisipasi dalam pemeriksaan GDS dan HbA1c. Data diperoleh melalui pengambilan darah kapiler dengan alat digital, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui distribusi frekuensi, nilai rata-rata, simpangan baku, median, serta rentang nilai minimum–maksimum. Hasil: Pemeriksaan menunjukkan variasi kadar GDS dan HbA1c antarindividu. Nilai rata-rata yang diperoleh memberikan gambaran awal kondisi glikemik karyawan, dengan sebagian responden berada pada kisaran yang memerlukan perhatian. Hasil ini menegaskan adanya potensi risiko diabetes pada pekerja kantoran dengan gaya hidup sedentari dan beban kerja tinggi. Kesimpulan: Skrining sederhana menggunakan GDS dan HbA1c di tempat kerja terbukti efektif sebagai langkah deteksi dini sekaligus meningkatkan kesadaran pekerja mengenai pentingnya menjaga kesehatan metabolik. Program ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut melalui edukasi berkelanjutan dan dukungan perusahaan untuk pencegahan diabetes.
Pengukuran Tekanan Darah dengan Lingkungan Kerja pada Pekerja Kantoran di Kawasan Sudirman, Jakarta Tan, Sukmawati Tansil; Santoso, Alexander Halim; Jap, Ayleen Nathalie; Dinali, Diana; Harsono, Axsel
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/j1vgzt74

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang dipengaruhi oleh faktor gaya hidup dan lingkungan kerja. Pekerja kantoran, khususnya di kawasan bisnis dengan tekanan kerja tinggi, memiliki risiko lebih besar untuk mengalami tekanan darah tinggi akibat beban kerja yang berat, pola makan tidak sehat, dan aktivitas fisik yang terbatas. Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik karyawan perkantoran di kawasan Sudirman serta distribusi tekanan darah mereka. Metode: Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan pendekatan Plan–Do–Check–Action (PDCA). Pada tahap Plan, dilakukan perencanaan kegiatan yang mencakup penentuan peserta, instrumen, dan prosedur pelaksanaan. Sebanyak 57 karyawan dari salah satu kantor pusat besar di kawasan Sudirman diikutsertakan sebagai peserta. Tahap Do meliputi pengumpulan data melalui pengisian kuesioner karakteristik peserta serta pemeriksaan tekanan darah secara langsung. Tahap Check dilakukan dengan analisis deskriptif untuk memperoleh gambaran distribusi karakteristik sosiodemografi dan status tekanan darah. Tahap Action difokuskan pada interpretasi hasil untuk menyusun rekomendasi upaya peningkatan kesadaran dan pengendalian tekanan darah di lingkungan kerja. Hasil: Hasil skrining menunjukkan bahwa mayoritas peserta adalah laki-laki (56,1%) dengan rata-rata usia 36,12 tahun (SD 6,97). Berdasarkan tingkat pendidikan, sebagian besar peserta merupakan lulusan S1 (89,5%). Rata-rata tekanan darah sistolik peserta adalah 133,46 mmHg (SD 13,99) dengan rentang 109–190 mmHg. Berdasarkan kategori tekanan darah, sebanyak 56,1% peserta tergolong hipertensi, sedangkan sisanya 43,9% berada pada kategori normal. Temuan ini menunjukkan prevalensi hipertensi yang cukup tinggi pada pekerja perkantoran di kawasan bisnis padat, yang dapat dikaitkan dengan tekanan kerja tinggi, pola makan cepat saji, serta kurangnya aktivitas fisik. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian ini menegaskan pentingnya intervensi promotif berupa edukasi kesehatan, penyediaan fasilitas penunjang gaya hidup sehat, dan manajemen stres di lingkungan kerja. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menurunkan angka kejadian hipertensi pada pekerja kantoran
Evaluasi Status Gizi dan Lemak Tubuh Karyawan Perkantoran melalui Pengukuran Lingkar Tubuh dan Lemak Subkutan Santoso, Alexander Halim; Jap, Ayleen Nathalie; Harsono, Axsel; Bustam, Steve Geraldo
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/de37v822

Abstract

Pendahuluan: Status gizi merupakan indikator penting kesehatan yang dapat dinilai melalui Indeks Massa Tubuh (IMT) dan komposisi tubuh. Penumpukan lemak, khususnya lemak viseral, berperan besar dalam perkembangan penyakit metabolik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran IMT dan komposisi lemak tubuh pada karyawan perkantoran di kawasan Sudirman. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Plan–Do–Check–Action (PDCA). Pada tahap Plan, dilakukan perencanaan kegiatan yang mencakup penentuan responden, alat ukur, dan variabel yang akan diamati. Tahap Do meliputi pengumpulan data antropometri (IMT, lingkar perut, panggul, lengan atas, leher, dan betis) serta komposisi lemak tubuh (lemak total, viseral, dan lipatan bawah kulit pada biceps, triceps, suprailiaka, dan skapula) menggunakan skinfold caliper. Tahap Check dilakukan melalui analisis deskriptif dengan distribusi frekuensi, rerata, standar deviasi, median, serta rentang nilai minimum dan maksimum. Tahap Action difokuskan pada interpretasi hasil dan penyusunan rekomendasi untuk pengembangan program kesehatan berbasis status antropometri dan komposisi tubuh. Hasil: Hasil pengukuran menunjukkan rerata IMT sebesar 27,51 ± 5,42 kg/m2, yang mengindikasikan status gizi berlebih pada sebagian besar responden. Lingkar perut rata-rata mencapai 89,58 ± 12,15 cm, sementara persentase lemak tubuh rata-rata 30,92 ± 7,11%. Lemak viseral tercatat cukup tinggi dengan rata-rata 11,26 ± 6,42. Pengukuran lemak bawah kulit menunjukkan ketebalan tertinggi didapatkan pada area suprailiaka (18,94 ± 7,47 mm) dan skapula (15,80 ± 6,60 mm), menandakan dominasi penumpukan lemak sentral. Temuan ini menegaskan bahwa pekerja kantoran, merupakan kelompok yang rentan mengalami obesitas abdominal dan peningkatan risiko metabolik. Kesan: Karyawan perkantoran di kawasan Sudirman memiliki status gizi berlebih disertai penumpukan lemak viseral dan lemak bawah kulit di area suprailiaka dan skapula sentral, sehingga berpotensi meningkatkan risiko sindrom metabolik.
Implementasi Prinsip Maju Bersama Sukses Semua Bahagia Selamanya Dalam Mewujudkan Kemanfaatan Sosial Bagi Masyarakat Oleh Komunitas Salik Shafai Rohilah, Rohilah; Sadiah, Lilis; Yahya, M Rizky
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/6c1tnw62

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Jalinkasih yang diselenggarakan oleh Komunitas Salik Shafai merupakan bentuk konkret implementasi prinsip Maju Bersama, Sukses Semua, Bahagia Selamanya dalam mewujudkan kemanfaatan sosial bagi masyarakat rentan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan material dan kesehatan masyarakat melalui serangkaian layanan seperti santunan anak yatim, pembagian sembako, khitan massal, pengobatan gratis, donor darah, serta pemeriksaan kesehatan dasar. Pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan pengurus yayasan, koordinator wilayah, tenaga medis, dan relawan lokal. Data diperoleh melalui observasi lapangan, pendokumentasian kegiatan, serta wawancara informal dengan pelaksana dan penerima manfaat. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa program Jalinkasih tidak hanya memberikan dukungan material dan layanan kesehatan, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial, partisipasi warga, dan nilai spiritualitas berbasis kepedulian. Program ini berhasil mendorong pengorganisasian komunitas yang lebih terstruktur, peningkatan kualitas layanan kesehatan gratis, serta efisiensi pendistribusian bantuan melalui mekanisme pendataan yang ketat. Pengabdian ini menegaskan bahwa integrasi nilai spiritual, gotong royong, dan tata kelola komunitas yang baik mampu menjadi model pemberdayaan sosial yang inklusif, berkelanjutan, dan adaptif dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Page 2 of 4 | Total Record : 38