cover
Contact Name
Didik Sumanto
Contact Email
prosiding.fkm@unimus.ac.id
Phone
+6282221586617
Journal Mail Official
prosiding.fkm@unimus.ac.id
Editorial Address
Jalan Kedungmundu Raya No. 18 Kedungmundu, Tembalang, Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Kesehatan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30264863     DOI : https://doi.org/10.26714/pskm
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Kesehatan Masyarakat (PRIMA KESMAS) merupakan media publikasi naskah peserta kegiatan Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Bidang Ilmu Kesehatan dan Olahraga yang diselenggarakan setiap bulan Agustus oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang. PRIMA KESMAS akan diterbitkan setiap bulan Oktober dengan cakupan bidang keilmuan prosiding ini diantaranya meliputi Epidemiologi, Kesehatan Lingkungan (Kesling), Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Promosi Kesehatan (Promkes), Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK), Kesehatan Reproduksi (Kespro), Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Gizi Kesehatan Masyarakat, Keolahragaan, Kedokteran dan Kedokteran Gigi, Keperawatan, Kebidanan, Laboratorium Kesehatan, dan bidang ilmu kesehatan lainnya yang masih relevan.
Articles 74 Documents
Studi Kasus: Penerapan Pursed Lip Breathing (PLB) Pada Pasien Dengan Diagnosa Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) Miyani, Uus; Sulistyanto, Benny Arief; Mustaghfiroh
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.235

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) adalah suatu penyakit yang ditandai adanya obstruksi aliran udara yang disebabkan oleh bronkitis kronis atau empisema. Seorang pasien laki-laki usia 75 tahun menderita Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK). Pengkajian pasien didapatkan keadaan umum baik, sesak napas, wheezing dengan frekuensi napas 25 kali/menit, terdapat penggunaan otot bantu napas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penerapan Pursed Lip Breathing (PLB) pada Pasien dengan Diagnosa Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK). Metode: Studi kasus dengan mengelola satu pasien yang diberikan intervensi keperawatan berupa Pursed Lip Breathing (PLB) dengan durasi 4-6 detik. Implementasi dilakukan selama 3 hari setiap 2 jam setelah pemberian inhalasi uap dengan mengobservasi perubahan frekuensi pernapasan pada pasien dengan PPOK. Hasil: Terdapat penurunan frekuensi pernapasan dengan penurunan dari 25 kali/menit menjadi 20 kali/menit. Frekuensi napas membaik dan penggunaan otot bantu napas menurun dengan penerapan PLB yang sudah diterapkan selama 3 hari Simpulan: Terdapat penurunan respiratory rate dari 25 kali/menit menjad 20 kali/menit dengan saturasi oksigen mulai stabil dengan nilai 98% dan wheezing menurun serta batuk berkurang. Namun demikian, keterbatasan kasus ini adalah penurunan respiratory rate atau sesak pada pasien sangat mungkin dikarenakan efek dari obat mukolitik saat inhalasi uap dan tidak menggunakan pengkajian Dyspnea.
Studi Kasus: Penerapan Intervensi ROM Untuk Meningkatkan Kekuatan Otot Ekstremitas Pasien Stroke Non Hemoragik Fauziyah, Naelly Nur; Sulistyanto, Benny Arief; Wahyuningtyas, Bekti
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.236

Abstract

Pendahuluan: Stroke mengakibatkan kelemahan otot pada ekstremitas, sehingga diperlukan terapi pemulihan berupa latihan Range of Motion (ROM). Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengidentifikasi keefektifan intervensi setelah dilakukan terapi ROM pada pasien stroke. Metode: Studi kasus ini mengaplikasikan tindakan keperawatan yang berbasis bukti (evidence-based practice) dengan mengobservasi satu pasien stroke yang mempunyai gangguan mobilitas fisik. Pasien diberikan terapi standar untuk terapi stroke dan ditambah dengan tindakan ROM selama tiga hari. Hasil: Setelah tiga hari dilakukan intervensi ROM, didapatkan peningkatan kekuatan otot dari skala satu pada hari pertama dilakukannya intervensi menjadi grade dua pada hari ketiga pasca intervensi. Tidak terdapat tanda-tanda komplikasi pasca tindakan. Kesimpulan: Terapi ROM aman diberikan pada pasien stroke dan tidak hanya dapat menurunkan kekakuan pada sendi tetapi juga dapat meningkatkan tonus/kekuatan otot pasien. Perawat disarankan untuk dapat memberikan terapi non farmakologi khususnya ROM sebagai terapi tambahan dalam pemberian asuhan keperawatan khususnya pada pasien stroke.
Penularan Penyakit Malaria Oleh Vektor Zoofilik Dengan Sumber Pakan Darah Non Manusia Sumanto, Didik; Sayono
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.237

Abstract

Latar belakang: Keberadaan parasit human Plasmodium (h-Plasmodium) pada berbagai hewan perlu dijadikan pemikiran lanjut terkait penularan penyakit malaria. Keberadaannya akan menjadi penentu peran hewan, apakah menjadi reservoir atukah tidak. Keraguan atas kemampuan hidup h-Plasmodium pada hewan ternak menjadi sebuah wahana pembuktian secara ilmiah. Metode: Penelitian berbasis traditional review dilakukan dengan menelusur sumber referensi melalui Google Scholar.enam artikel ditemukan melaporkan keberadaan h-Plasmodium dan petandanya pada beberapa jenis ternak domestik di Indonesia. Hasil: Ke-enam artikel yang dikaji sangat meyakinkan bahwa h-Plasmodium dapat bertahan hidup pada ternak domestik seperti kerbau, kambing, sapi, kuda dan anjing. Stadium gametosit dilaporkan oleh salah satu artikel yang mengandung penjelasan bahwa h-Plasmodium dapat hidup dengan baik hingga tahap paling akhir fase eritrositik. Kesimpulan: ternak domestik seperti kambing, kerbau, sapi, kuda dan anjing dapat menjadi reservoir non manusia dalam penularan penyakit malaria.
Kepuasaan Pelayanan Resep Konvensional dan Elektronik Pasien Rawat Jalan: Studi Perbandingan di Instalasi Farmasi RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan Rahayuningtyas, Wanda; Muthoharoh, Ainun; Rahmatullah, St; Ningrum, Wulan Agustin
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.238

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan pasien saat ini dianggap sebagai salah satu indikator utama kualitas layanan medis yang sangat penting dalam perawatan yang berpusat pada pasien. Penyebab lamanya waktu pelayanan resep pasien umum adalah jenis resep, jumlah resep, shift petugas, ketersediaan sumber daya manusia yang terampil, sarana dan fasilitas yang menunjang seperti pemakaian alat-alat teknologi yang lebih canggih serta partisipasi pasien/keluarga selama menunggu proses pelayanan resep. Penggunaan alat teknologi canggih dalam pelayanan resep dilakukan melalui sistem peresepan elektronik. Metode: penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian dilakukan di RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Teknik pengumpulan sampel menggunakan purposive sampling dengan analisis data secara deskriptif dan populasi sampel berjumlah 100 responden. Kepuasan pelayanan dinilai dengan menggunakan 5 variabel, yakni dimensi ketanggapan, kehandalan, jaminan, perhatian, dan bukti fisik. Hasil: penelitian didapatkan penilaian kepuasan tertinggi pada dimensi jaminan dengan persentase 87% dengan interpretasi pasien sangat puas. Kepuasan resep elektronik mendapatkan hasil lebih tinggi dibandingkan hasil resep konvensional yaitu 5.70. Kesimpulan: resep elektronik lebih puas daripada pasien dengan pasien yang memperoleh resep konvensional.
Aktivitas Larvasida Ekstrak N-Heksan Rimpang Kencur Terhadap Larva Aedes aegypti Dewi, Anisa Candra; Anwar, Risyandi; Sayono
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.239

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes, baik Ae. aegypti maupun Ae. albopictus. Obat antivirus belum ada dan vaksin belum efektif maka penanggulangan DBD mengandalkan pemberantasan vektor. Masyarakat lebih memilih metoda kimia yang berakibat terjadinya resistensi dalam jangka panjang. Masyarakat daerah endemis lebih memilih metode kimia termasuk larvasida temepos sehingga dalam jangka panjang timbul resistensi, dan perlu bahan aktif pengganti yang lebih aman. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas ekstrak n-Heksan rimpang kencur (kaemferia galanga Linn.) terhadap kematian larva Ae. aegypti dan menentukan konsentrasi ekstrak yang efektif. Metode: Ekperiment ini menguji coba 5 tingkatan pada konsentrasi 30, 40, 50, 60, dan 70 ppm ekstrak N-heksan kencur terhadap larva Ae. aegypti instar III yang susceptible temepos. Setiap konsentrasi direplikasi 5 kali dan tiap replikat dipaparkan terhadap 20 ekor larva selama 24 jam. Mortalitas larva ditentukan setelah 24 jam paparan dan sekaligus penghitungan konsentrasi efektif (LC50 dan LC90) dengan analisis probit. Hasil: Mortalitas terendah dan tertinggi masing-masing pada konsentrasi 30 dan 70 ppm, di mana kematian larva seiring peningkatan konsentrasi. LC50 dan LC90 pada pengaamatan 24 jam adalah 55.444 dan 62.099 ppm. Kesimpulan: Ekstrak N-heksan rimpang kencur memiliki aktivitas larvasida yang tinggi dimana konsentrasi 70 ppm setara dengan temephos 0,02ppm.
Senam Dalam Prespektif Islam: Studi Kasus Senam Aerobic Bagi Ibu-Ibu di Desa Wuled Risdiani, Risdiani; Setianto, Gigih; Panggraita, Gilang Nuari; Fatinabila, Helmi
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.240

Abstract

Latar belakang: Olahraga dalam Islam sangatlah dianjurkan. Salah satu jenis oleh raga yang dapat dilakukan adalah senam. Esensi senam adalah kreasi gerakan-gerakan tubuh yang teratur untuk mencapai tujuan tertentu diantaranya adalah kebugaran, kesehatan, dan penyembuhan atau bahan untuk mendapatkan bentuk tubuh yang indah. Akan tetapi Islam memberi batasan bagi umatnya dalam melaksanakan aktifitas termasuk senam. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif diskriptif dengan pendekatan studi kasus senam Aerobic yang dilakukan oleh ibu-ibu di desa Wuled, Kecamatan Tirto, Kabuapaten Pekalongan. Hasil: Pelaksanaan senam Aerobic yang dilakukan oleh ibu-ibu di desa Wuled belum sepenuhnya sesuai dengan syariat Islam, dijumpainya pelaksanaan senam di tempat terbuka dan sebagian masih mengenakan busana yang ketat harus menjadi perhatian. Kesimpulan: Sebagai seorang muslimah harus benar-benar memahami tuntunan berolahraga menurut ajaran agama Islam sehingga aktivitas olahraga yang bertujuan untuk kebaikan, menjadi aktivitas yang tidak bertentangan dengan agama. Untuk itu disarankan dalam berolahraga mengenakan pakaian yang tidak memperlihatkan aurat dan lekuk tubuh, serta memilih tempat tertutup untuk menghindari diri dari fitnah.
Studi Kasus: Penerapan Perawatan Luka Dengan Metode Konvensional Pada Pasien Diabetes Mellitus Mulyani, Weni; Sulistyanto, Benny Arief; Wahyuningtyas, Bekti
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.241

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) adalah peningkatan kadar glukosa dalam darah yang disebabkan oleh gangguan insulin. Seorang pasien Wanita berusia 60 tahun menderita DM. Pengkajian pasien didapatkan keadaan umum baik, Terdapat luka ulkus pada kaki kanan nya dengan lebar luka 4 cm, panjang 6 cm, dan kedalaman luka 1 cm, GDS: 280 mg/dL. Metode: Studi kasus dengan mengelola satu pasien yang diberikan intervensi keperawatan berupa perawatan luka dengan metode konvensional. Implementasi dilakukan selama 6 hari setiap pagi dengan mengobservasi perubahan pada luka. Hasil: Perawatan luka dengan metode konvensional dilakukan selama 6 hari didapatkan hasil luka membaik dari kemerahan 50%, nekrotik 30%, slough 20%, dan 280 mg/dl menjadi 75% kemerahan, 15% nekrotik, 10% slough, dan 120 mg/dl. Kesimpulan: Terdapat perbaikan luka dari kemerahan 50%, nekrotik 30%, slough 20% menjadi kemerahan 75%, nekrotik 15%, dan slough 10%. Hal ini menunjukan bahwa perawatan luka dengan metode konvensional dinilai kurang efektif dan tepat jika diberikan pada pasien DM dengan ulkus karena proses penyembuhan luka lebih lama, namun masih banyak digunakan di beberapa rumah sakit karena biaya yang harus dikeluarkan pasien lebih terjangkau.
Kerentanan Nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus terhadap Cypermethrin Berdasarkan Ketinggian Daerah di Provinsi Jawa Tengah Ariani, Nur Frida; Budiharjo, Anto; Sayono
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.242

Abstract

Latar Belakang: Nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus merupakan vektor primer dan sekunder dalam transmisi virus dengue. Pengendalian berbasis insektisida terus dilakukan seiring dengan tingginya insidensi Demam Berdarah Dengue. Resistensi Aedes aegypti terhadap insektisida telah banyak dilaporkan, namun kerentanan Aedes albopictus terhadap insektisida tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan resistensi nyamuk Aedes spp. terhadap insektisida sipermetrin 0,05% di dua wilayah yang berbeda. Metode: Suvei vektor dilakukan selama dua bulan sejak mei 2016 sampai juni 2016. Larva dikumpulkan dari tendon air di dalam dan luar rumah termasuk tendon air alami, di rumah penderita DBD dan radius 50meter rumah di sekitarnya. Larva dipelihara menjadi nyamuk dewasa berumur 3 sampai 5 hari, nyamuk dewasa kenyang darah dan dijadikan subjek uji bioassay standar WHO. Hasil: Mortalitas nyamuk Aedes aegypti dari kota semarang berkisar antara 72% - 92% dengan rerata 86%, sedangkan dari Kabupaten Semarang berkisar antara 8% - 20% dengan rerata 16%. Mortalitas nyamuk Aedes albopictus dari Kota Semarang berkisar antara 96% - 100% dengan rerata 99%, sedangkan dari Kabupaten Semarang berkisar antara 80% - 92% dengan rerata 87%. Simpulan: Aedes aegypti dari Kota Semarang masih berstatus toleran, sedangkan nyamuk dari Kabupaten Semarang telah resisten terhadap sipermetrin 0,05%, Aedes albopictus dari Kota Semarang masih rentan, sedangkan dari Kabupaten Semarang sudah toleran terhadap sipermetrin 0,05%.
Pengaruh Kombinasi Heel Raises Exercise dan Theraband Exercise Terhadap Keseimbangan Statis Pada Anak Flat Foot Ni’mah, Ihdina Hikmatun; Ersila, Wahyu
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.243

Abstract

Pendahuluan: Flat foot yaitu di mana arcus longitudinal medial pada kaki rata, hal ini menyebabkan pola jalan yang abnormal sehingga kaki mudah lelah dan mengalami gangguan pada keseimbangan. Heel raises exercise memiliki efek yang baik pada saraf dan otot karena stimulasi proprioseptif untuk menjaga keseimbangan postur tubuh. Theraband exercise merupakan latihan pembebanan dalam meningkatkan kekuatan mobilitas dan ROM (range of motion). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi heel raises exercise dan theraband exercise terhadap keseimbangan statis anak flat foot. Metode: Penelitian ini menggunakan metode desain penelitian eksperimen dengan pendekatan quasi experimental design dalam desain one group pre-test post-test design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah total 20 anak flat foot yang mengalami gangguan keseimbangan statis. Kombinasi heel raises exercise dan theraband exercise diberikan sebanyak 3 kali per minggu selama 4 minggu. Hasil: Nilai mean keseimbangan statis sebelum diberikan intervensi pada kaki kanan 14.90, sedangkan pada kaki kiri 14.20. Nilai mean keseimbangan statis sesudah diberikan intervensi pada kaki kanan yaitu 25.50, sedangkan pada kaki kiri 24,35. Hasil uji statistik keseimbangan statis menggunakan uji paired samples t-test diperoleh ρ=0,000 (P<0,05) yaitu ada perbedaan keseimbangan statis pada anak flat foot antara sebelum dan sesudah intervensi kombinasi heel raises exercise dan theraband exercise. Kesimpulan: Kombinasi heel raises exercise dan theraband exercise berpengaruh dalam meningkatkan keseimbangan statis pada anak flat foot. Diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi dan menjadi salah satu alternatif intervensi dalam meningkatkan keseimbangan statis pada anak flat foot.
Penerapan Terapi Murottal Dalam Mengontrol Skala Nyeri Pada Pasien Dengan Diagnosa Medis Luka Bakar Derajat II Savitri, Diah Aprilia; Arifiyanto, Dafid; Sugiyati, Sri
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.244

Abstract

Pendahuluan: Luka bakar derajat II atau biasa disebut sebagai luka bakar dermis mengakibatkan iritasi pada ujung saraf sensorik sehingga akan terasa lebih nyeri daripada luka bakar superfisial. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penerapan Terapi Murottal dalam mengontrol skala nyeri pada pasien luka bakar. Metode: Studi kasus ini mengaplikasikan tindakan keperawatan yang berbasis bukti (evidence based practice) yang sudah dilakukan oleh Rantiyana, Miranti Florencia, dan Suratun yang menerapkan tindakan terapi musik murottal terhadap penurunan skala nyeri pada pasien luka bakar derajat II. Terapi murottal dilakukan 30 menit selama perawatan luka dan skala nyeri diukur sebelum dan setelah dilakukan terapi murottal menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Pengolahan data dihitung menggunakan cara manual. Hasil: Pengukuran skala nyeri pada Ny.D setelah diberikan terapi murottal selama 4 hari didapatkan penurunan rata-rata skala nyeri sebesar 2,25. Terhitung pada hari pertama sebelum dilakukan perawatan luka skala nyeri 6 dan pada hari keempat setelah perawatan luka skala nyeri 3. Kesimpulan: Penerapan terapi murottal dapat menurunkan skala nyeri pada pasien dengan luka bakar derajat II. Hal ini dapat menjadi acuan untuk tenaga Kesehatan untuk menerapkan terapi nonfarmakologi seperti terapi murottal sebagai pendamping terapi farmakologi.