cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalcendekia123@gmail.com
Phone
+6282341891541
Journal Mail Official
jhppcendekia@gmail.com
Editorial Address
Jln. Raya Simpang Empat Bypass BIL Labulia, Kec. Jonggat, Kab. Lombok Tengah, Prov. NTB
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP)
ISSN : 29875196     EISSN : 29875773     DOI : https://doi.org/10.61116/jhpp.v1i4.189
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan hasil penelitian dan pengembangan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 73 Documents
GANGGUAN TIDUR PADA PENDERITA GANGGUAN AFEKTIF BIPOLAR WARDANI, IDA AJU KUSUMA; TIASTININGSIH, NI NENGAH
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 1 No. 3 (2023): Juli
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v1i3.158

Abstract

Tidur merupakan sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi oleh setiap orang guna menjaga kesehatan tubuhnya secara optimal. Pola tidur yang baik dapat diukur dari segi kualitas dan kuantitas tidur. Gangguan tidur yang berkepanjangan dapat menyebabkan berbagai kondisi buruk seperti depresi, kelelahan, mengurangi prestasi kerja dan daya tahan tubuh, cepat tersinggung bahkan sampai mempengaruhi keselamatan diri kita sendiri. Apabila seseorang mengalami kurang tidur akan cenderung lemas, mudah marah dan emosi yang tidak stabil. Gangguan tidur sering ditemukan pada pasien dengan gangguan afektif bipolar. Gangguan bipolar merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang penting, yang terjadi hampir 2%-4% dari populasi.Gangguan bipolar merupakan fluktuasi mood yang ekstrim dari euforia menjadi depresi berat, dan diperantarai oleh periode mood yang normal (eutimik). Perjalanan penyakit gangguan bipolar sangat bervariasi dan biasanya kronik. Kekambuhan yang terjadi akan mengganggu fungsi sosial, pekerjaan, perkawinan bahkan meningkatkan risiko bunuh diri.
PERILAKU BUNUH DIRI PADA GANGGUAN AFEKTIF BIPOLAR: SEBUAH TINJAUAN PUSTAKA ASTAWA, I GUSTI NGURAH PUTRA; TRISNOWATI, RINI
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 1 No. 3 (2023): Juli
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v1i3.159

Abstract

Bunuh diri merupakan perilaku yang kompleks tanpa sebab tunggal namun dapat disebabkan interaksi dari faktor biologis, psikologis, kognitif dan lingkungan yang rumit. Kejadian bunuh diri dewasa ini menjadi perhatian global terkait dengan peningkatan insiden. Gangguan jiwa merupakan prediktor terkuat bunuh diri, salah satunya adalah gangguan afektif bipolar yang memiliki risiko tertinggi terjadi perilaku bunuh diri baik di dunia maupun di Indonesia. Desain penelitian ini adalah Literature Review atau tinjauan pustaka. Bunuh diri pada kasus bipolar berasosiasi dengan fase depresi dari gangguan bipolar (depresi bipolar) yang merupakan episode mood yang dominan. Terdapat faktor risiko, faktor protektif serta peran neurotransmiter dalam terjadinya bunuh diri. Tingginya kejadian bunuh diri pada pasien dengan gangguan afektif bipolar menjadikan perlunya telaah kembali terkait hal-hal yang dapat meningkatkan kemampuan diagnostik dan penatalaksanaan yang tepat sehingga dapat menurunkan kejadian bunuh diri tersebut.
GANGGUAN EMOSI PADA ANAK ADOPSI WEDASTRA, I MADE; ARDANI, I GUSTI AYU INDAH; PRAMAYANTI, NI NYOMAN TRI
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 1 No. 3 (2023): Juli
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v1i3.161

Abstract

Adopsi merupakan pengangkatan seorang anak yang diperlakukan sebagai anak kandung atau anak sendiri sehingga anak angkat mempunyai hak dan kedudukan yang sama seperti anak kandung. Praktik adopsi sudah dilakukan sejak ribuan tahun lalu, digunakan sebagai suatu cara untuk tetap mempertahankan garis keturunan, budaya dan agama serta dapat memberikan perawatan dan perlindungan pada anak yang tidak memilki orang tua biologis. Proses adopsi bukanlah solusi yang mudah dan sederhana, dibutuhkan kesiapan dari orang tua calon anak adopsi memahami tantangan dan tanggung jawab yang terkait perkembangan emosional dan sosial anak, serta membantu mengatasi potensi gangguan emosi yang mungkin terjadi. Perubahan dalam pengasuhan dan pola asuh sebelumnya dapat mempengaruhi perkembangan emosi dan psikologis anak adopsi. Proses adaptasi ini dapat menimbulkan stres dan tantangan bagi anak, yang dapat mempengaruhi perkembangan identitas, kepercayaan diri, serta hubungan sosialnya. Desain penelitian ini adalah tinjauan pustaka. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak-anak adopsi memiliki risiko yang sedikit lebih tinggi untuk mengalami masalah emosional dan perilaku dibandingkan dengan anak-anak yang tidak mengalami adopsi. Beberapa gangguan mental yang telah dikaitkan dengan anak adopsi termasuk ADHD, gangguan perilaku, cemas perpisahan, cemas fobik/sosial, sibling rivalry hingga gangguan depresi, bipolar, dan gangguan psikotik seperti skizofrenia.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN TIDUR PADA IBU POST PARTUM HARI PERTAMA SAMPAI HARI KETIGA DI PUSKESMAS KELURAHAN AREN JAYA BEKASI TIMUR TAHUN 2020 SAFRUDIN, SAFRUDIN; ROSIDAWATI, ROSIDAWATI; AZIZ, ABDUL
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 1 No. 3 (2023): Juli
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v1i3.162

Abstract

Tidur merupakan suatu fenomena biologik yang berkaitan erat dengan irama alam semesta, yang bersiklus 24 jam mulai dari terbit matahari sampai terbenamnya matahari. Pada beberapa ibu post partum sering kali mengalami gangguan sulit tidur karena ketidaknyamanan dari berbagai faktor yang terjadi baik fisik maupun fisiologis. Pada ibu post partum hari pertama setelah persalinan umumnya merupakan satu hari istirahat, pemulihan, kesenangan, dan kepuasan yang luar biasa (Guyton & Hall, 2011). Angka kejadian gangguan tidur pada ibu post partum hari pertama sampai hari ketiga yaitu 58%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gangguan tidur pada ibu post partum hari pertama sampai hari ketiga di Puskesmas Kelurahan Arenjaya Bekasi Timur Tahun 2020. Dengan besar sampel 374 ibu post partum hari 1-3 yang diambil secara simple random sampling. Data primer didapat dengan cara wawancara dengan menggunakan kuesioner. Disain penelitian ini deskiptif dengan rancangan cross sectional hasil uji statistik menunjukan 55,3% ibu post partum hari 1-3 mengalami gangguan tidur. Hasil uji statistik bivariat chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara variabel kelelahan (p=0,000), frekuensi menyusui (p = 0,014) dan status kesehatan bayi (p = 0,040). Uji statistik regresi logistik dapat dilakukan karena hasil analisis bivariatnya untuk menentukan kandidat memiliki nilai p value < 0,25. Dengan OR 2,996 artinya ibu yang mengalami kelelahan akan mengalami gangguan tidur 3 kali lebih tinggi dibanding dengan yang tidak mengalami kelelahan. Variabel yang paling dominan memiliki hubungan dengan gangguan tidur ibu post partum adalah variabel faktor kelelahan dikontrol variabel frekuensi menyusui. Hasil penelitian ini merekomendasikan kepada para ibu post partum untuk menjaga staminanya terutama sebelum persalinan untuk istirahat dan makan yang cukup agar pada saat persalinan tidak mengalami kelelahan dan berujung pada gangguan tidur.
MANAJEMEN BIMBINGAN KONSELING DI MADRASAH TSANAWIYAH AL-YASINI WONOREJO-PASURUAN SUGIARTI, TUTUT
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 1 No. 3 (2023): Juli
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v1i3.174

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap manajemen bimbingan dan konseling di Madrasah Tsanawiyah Al-Yasini Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian adalah studi kasus. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumen. Instrumen penelitian adalah peneliti yang kami lakukan dengan melakukan tes. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis interaktif dari Miles dan Huberman melalui kegiatan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: manajemen bimbingan dan konseling di Madrasah Tsanawiyah Al-Yansini Wonorejo Pasuruan terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan, belum semuanya dilakukan optimal. (1) Perencanaan program BK didasarkan pada analisis kebutuhan siswa, bersifat fleksibel, namun belum berdasarkan analisis lingkungan (2) Pengorganisasian BK, pembagian tugas sesuai dengan mekanisme namun terkendala waktu karena banyak tugas guru BK di luar BK, konselor dan konseli belum seimbang. (3) Pelaksanaan BK, belum menggunakan model BK komprehensif, beberapa layanan belum dilakukan optimal karena banyaknya tugas guru BK di luar kegiatan BK. (4) Pengawasan BKbelum dilakukan optimal sebagaimana mestinya.(5) Sosialisai Aplikasi SIAP BK.
MASA DEPAN PERTANIAN INDONESIA SITUMORANG, MARNINGOT TUA NATALIS
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 1 No. 3 (2023): Juli
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v1i3.177

Abstract

Generasi muda kurang tertarik pada karir pertanian, yang antara lain disebabkan oleh kesenjangan pendapatan antara pekerja sektor pertanian dan pekerja sektor manufaktur dan jasa. Gaji rata-rata seorang pekerja di sektor pertanian, kehutanan dan perikanan adalah Rp. 1.971.660. Dan dalam sector manufaktur Rp. 3.152.934. Layanan keuangan dan asuransi di Rp. 4.135.417. Hal ini juga dipengaruhi oleh usia angkatan kerja produktif dan tingkat pendidikan petani. Hanya ada 885.077 petani di bawah usia 25 tahun. Petani yang tersisa sebagian besar adalah petani berusia 45-54 tahun sebanyak 9.185.564. Penelitian ini dimulai pada bulan Januari 2023 dan berakhir pada Maret 2023. Subyek penelitian ini adalah 6 orang petani muda dari desa Mega Mendung Cianjur. Dalam penelitian ini, teknik sampling yang digunakan sengaja snowball sampling, agar bergulir seperti bola salju hingga akhirnya menemukan 6 orang petani muda. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang dilakukan dengan observasi ke lapangan, mencari nara sumber (sampling), berbicara dengan nara sumber (wawancara), dan mendokumentasikan semua hal yang berkaitan dengan penelitian ini, kemudian analisis datanya dilakukan melalui kolektif data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil dan pembahasan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa orang muda di pedesaan seperti desa Mega Mendung Cianjur kurang tertarik untuk bertani dan lebih tertarik untuk berdagang hasil pertanian.
ANALISA PERFORMASI VOICE ISSUE BAD QUALITY DI LOKASI TAMAN WISATA ALAM PUNTI KAYU PALEMBANG SAYUTI, AKHMAD
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v1i4.184

Abstract

The WCDMA network is the third generation of telecommunications history. The aim is to strengthen coverage but in reality it becomes a source of new problems for the progress of telecommunications networks by not measuring and ignoring old BTS. In this case, the Punti Kayu Nature Tourism Park location is the checking location that is experiencing problems. Checking using the drive test/walktest method is the beginning of identifying a problem that occurs. Next, optimization and implementation will be carried out so that the Telkomsel network will always be good. The BTS that covered the Punti Kayu Nature Tourism Park location in the initial stage was the LtMurod BTS, 1.2KM away, but the distance was far from the range of the BTS so that the signal received at that location was very bad, whether it was voice or idle in the building. However, after optimization by resetting the transmit power of the closest BTS, namely LdMurod and Moatik2, the result was that the Moatik2 BTS with a distance of 100 meters was much more dominant in covering that area. Taking into account the distance of the BTS to the problematic location. Judging from the results of this research, outdoor areas do not experience problems. The problematic location is in the indoor area, in the rooms in the office section of the Punti Kayu Nature Tourism Park location. Checking the initial stage of indoor(voice) for the RSCP value, no one was in the very good category, 18.99% was in the good category, 80.35% was in the fair category and 0.66% was in the bad category, while the final stage of indoor(voice) for the RSCP value was 100% in the very good category. In the initial stage of indoor (voice) checking, the EC/NO value was 2.32% in the very good category, 49.08% in the good category, 47.13% in the fair category and 1.47% in the bad category. Meanwhile, the final stage indoor (voice) for the EC/NO value of 94.64% is in the very good category.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA BERBASIS WEB AN EXAMPLE OF TIME DILATION TEORI RELATIVITAS KHUSUS EINSTEIN MASFARATNA , MASFARATNA; ROSADI, AHMAD
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v1i4.189

Abstract

Dalam teori relativitas, Albert Einstein menyatakan bahwa waktu pengamatan antara pengamat yang diam dan pengamatan yang bergerak terhadap peristiwa adalah tidak sama. Selang waktu yang dirasakan oleh pengamat dalam kerangka bergerak diperpanjang dibandingkan dengan selang waktu yang dirasakan oleh keranga diam. Untuk dapat memahami hal ini, dibutuhkan media yang tepat untuk mengamati perbedaan waktu relafistik tersebut. Salah satunya menggunakan An Example of Time Dilation. Sehingga siswa mampu menentukan pemuluran waktu berdasarkan teori relatifitas khusus Einstein. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan di Kelas XII IPA3 untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi di kelas. Penelitian ini menggunakan observasi, tes dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data pada tiap siklus, terlihat bahwa hasil dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan yang signifikan. Pada hasil analisis data siklus I, untuk hasil tes peserta didik diperoleh nilai rata-rata sebesar 72,25 dan hasil belajar peserta didik pada siklus II diperoleh nilai rata-rata kelas sebesar 80,12. Hasil ketuntasan klasikal dari siklus I diperoleh 56,26 % dan ketuntasan klasikal pada siklus II 86,25 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Model Problem Based Learning berbantuan media berbasis web, dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi waktu relativitas khusus di MAN 1 Bungo Plus Keterampilan.
STUDI KASUS PENERAPAN TEORI RASIONAL EMOTIF DALAM PENDAMPINGAN BAGI REMAJA YANG SEDANG MENGALAMI KRISIS PERTUMBUHAN SAPUTRI, ADIEK ERMA; WIDIANTO , BUDI
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v1i4.194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pola berpikir para remaja yang dipengaruhi oleh emosi. Teori rasional emotif beranggapan, setiap manusia yang normal memiliki pikiran, perasaan, perasaan, dan perilaku yang ketiganya berlangsung secara bersamaan. Melalui teknik ini Albert Ellis mengungkapkan bahwa proses terapi ini pada dasarnya membentuk pribadi yang rasional, dengan memperoleh jalan pengganti cara-cara berpikir yang irasional. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui tahapan observasi, wawancara, dan pendampingan. Responden yang diteliti sebanyak delapan orang remaja yang bergabung di persekutuan remaja di GKJ Bibisluhur Surakarta. Menurut teori pertumbuhan, remaja mengalami krisis pertumbuhan pada tahap remaja awal dan tengah, yaitu usia 10-16 tahun. Krisis yang dihadapi adalah ketidak percayaan, ragu-ragu, dan kebingungan peran. Krisis ini masih dianggap wajar, karena pada usia sebelumnya remaja memang belum mengerti akan makna, alasan, dan tanggungjawab yang harus dijaga dan ditingkatkan. Hasil dan kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pola-pola pikir rasional perlu diajarkan kepada remaja supaya remaja dapat menemukan pola-pola berpikir rasional tersebut sebagai penganti pola berpikir yang irasional. menggunakan teori Albert Ellis yaitu Teori A-B-C tentang kepribadian. A adalah keberadaan suatu fakta, tingkah laku, sikap seseorang.. C adalah dampak yang dialami mempengaruhi emosi yang dihadapi. Sedangkan B adalah keyakinan tentang fakta A, dan reaksi emosional yang disebabkan C. Pada bagian A peneliti mendapatkan subjek mengalami krisis kebingungan peran yang disebabkan dari keluarga, diri sendiri dan teman sebaya. Pada bagian B peneliti menemukan sikap subjek yang menjadi kurang percaya diri, merasa terintimindasi, dan kesepian. Pada bagian C peneliti menemukan reaksi subjek secara emosional mengalami trauma, dan harus dibimbing supaya mudah menjalani kehidupan selanjutnya. Tujuan terapi ini adalah pemahaman bahwa setelah melakukan konseling subjek mendapat efek (E) yaitu menemukan solusi dari pendampingan yang dilakukan peneliti dalam wujud (desputing/D) untuk menemukan gagasan dasar dalam berpikir irasional dan menggantikannya menjadi rasional, sehingga teori A-B-C berakhir menjadi A-B-C-D-E.
PENYULUHAN PEMELIHARAAN POHON AREN KEPADA ANGGOTA KELOMPOK TANI HUTAN HARAPAN BARU I, PROVINSI LAMPUNG INDRIYANTO, INDRIYANTO; ASMARAHMAN, CENG
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v1i4.198

Abstract

Kegiatan penyuluhan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani hutan tentang aspek pemeliharaan pohon aren. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi, serta dilakukan evaluasi awal dan evaluasi akhir terhadap pengetahuan peserta tentang pemeliharaan pohon aren yang meliputi pengendalian gulma, pemupukan, pembersihan batang, dan pengendalian hama penyakit. Hasil pengabdian adalah pengetahuan petani mengenai cara pengendalian gulma meningkat sebesar 16,4 (dari rata-rata nilai 60,0 menjadi 76,4), pengetahuan petani mengenai cara pemupukan pohon aren meningkat sebesar 17,8 (dari rata-rata nilai 59,3 menjadi 77,1), pengetahuan petani mengenai cara pembersihan batang aren meningkat sebesar 13,6 (dari rata-rata nilai 60,7 menjadi 74,3), pengetahuan petani mengenai cara pengendalian hama dan penyakit meningkat sebesar 13,6 (dari rata-rata nilai 60,0 menjadi 73,6). Peningkatan pengetahuan tersebut dialami oleh setiap petani peserta pengabdian dengan rata-rata peningkatan nilai sebesar 15,4 dari rata-rata nilai evaluasi awal sebesar 60,0 menjadi 75,4. Disimpulkan bahwa penyuluhan yang telah dilakukan berhasil meningkatkan pengetahuan petani hutan mengenai cara pemeliharaan pohon aren. Meningkatnya pengetahuan petani hutan tersebut diharapkan mereka mau dan mampu melakukan pemeliharaan pohon aren yang tumbuh alamiah di areal garapannya secara benar dan kontinu agar pohon-pohon aren bisa hidup sehat dan produktif.